Respirasi Anaerob (Fermentasi Alkohol)

dokumen-dokumen yang mirip
1. Glikolisis, yakni proses pemecahan molekul c6 atau glukosa menjadi senyawa bernama asam piruvat atau dikenal dengan rumus kimia C3.

Metabolisme (Katabolisme) Radityo Heru Mahardiko XII IPA 2

BIOLOGI JURNAL ANABOLISME DAN KATABOLISME MEILIA PUSPITA SARI (KIMIA I A)

METABOLISME HETEROTROF. Kelompok 8 : Mica Mirani ( ) Ulin Ni'mah Setiawati ( )

DOSEN PENGAMPU : Dra.Hj.Kasrina,M.Si

organel yang tersebar dalam sitosol organisme

SMA XII (DUA BELAS) BIOLOGI METABOLISME

GLIKOLISIS ANAEROB LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA KLINIS FARMASI 5 A

BIOLOGI. Nissa Anggastya Fentami, M.Farm, Apt

CIRI MAKHLUK : (1) SEMUA MAKHLUK BERNAFAS (RESPIRASI) 1. Oleh : Drs. Suyitno Al.,MS 2

Tabel Mengikhtisarkan reaksi glikolisis : 1. Glukosa Glukosa 6-fosfat. 2. Glukosa 6 Fosfat Fruktosa 6 fosfat

KEHIDUPAN SEL PELEPASAN ENERGI DALAM SEL

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis Penelitian ini adalah penelitian analitik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Analis Kesehatan

REAKSI KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Metabolisme : Enzim & Respirasi

Giant Panda (Ailuropoda melanoleuca)

4. Respirasi aerob menghasilkan produk berupa A. sukrosa B. glukosa C. CO D. oksigen

Antiremed Kelas 12 Biologi

RESPIRASI SELULAR. Cara Sel Memanen Energi

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN RESPIRASI PADA TUMBUHAN. Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Fisiologi Tumbuhan

Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc.

Metabolisme karbohidrat

BIOLOGI. Nissa Anggastya Fentami, M.Farm, Apt

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang didukung dengan studi pustaka.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Respirasi Selular/Aerobik

BAB IV METABOLISME. Proses pembentukan atau penguraian zat di dalam sel yang disertai dengan adanya perubahan energi.

Pertemuan : Minggu ke 7 Estimasi waktu : 150 menit Pokok Bahasan : Respirasi dan metabolisme lipid Sub pokok bahasan : 1. Respirasi aerob 2.

DIKTAT PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XII IPA 2009/2010

III. KEGIATAN PRAKTIKUM 1.3 : RESPIRASI PADA MAKHLUK HIDUP Bernapas berarti memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Oksigen diangkut oleh

UJI IDENTIFIKASI ETANOL DAN METANOL

BAB II LANDASAN TEORI

Laporan Praktikum Bioteknologi FERMENTASI ALKOHOL (PEMBUATAN SARI BUAH BERALKOHOL)

PETUNJUK PRAKTIKUM BIOKIMIA CONTOH CARA KERJA BEBERAPA ENZIM

GLIKOLISIS. DRA.YUSTINI ALIOES.MSI,APT Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang

PROSES PRODUKSI ALKOHOL MELALUI FERMENTASI BUAH

BAB I PENDAHULUAN UKDW. kosmetik, pembuatan karet sintetis, hingga industri bahan bakar.

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI

Secara sederhana, oksidasi berarti reaksi dari material dengan oksigen. Secara kimiawi: OKSIDASI BIOLOGI

oksaloasetat katabolisme anabolisme asetil-koa aerobik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERAGIAN ALKOHOLIK. 2. Prinsip

Bakteri asam laktat dapat dibedakan atas 2 kelompok berdasarkan hasil. 1. Bakteri homofermentaif : glukosa difermentasi menghasilkan asam laktat

II. Tujuan : Setelah melakukan percobaan ini praktikan dapat mengetahui proses pembuatan dan proses fermentasi pada tape singkong.

Secara sederhana, oksidasi berarti reaksi dari material dengan oksigen OKSIDASI BIOLOGI

LATIHAN SOAL ULANGAN HARIAN

BAB VI REAKSI KIMIA. Reaksi Kimia. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas IX 67

Haris Dianto Darwindra BAB VI PEMBAHASAN

BAB V METODOLOGI. 5.1 Bahan dan Alat yang Digunakan dan Tahapan-tahapan dalam Penelitian

Metabolisme Energi. Pertemuan ke-4 Mikrobiologi Dasar. Prof. Ir. H. Usman Pato, MSc. PhD. Fakultas Pertanian Universitas Riau

PEMANFAATAN SAMPAH SAYURAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL.

Penemunya adalah Dr. Hans Krebs; disebut juga sebagai siklus asam sitrat atau jalur asam trikarboksilik. Siklus yang merubah asetil-koa menjadi CO 2.

BAB I PENDAHULUAN. Ethanol banyak dipergunakan dalam berbagai aspek kehidupan, baik industri

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI RESPIRASI KECAMBAH. Dosen Pengampu: Prof. Dr. Djukri, M.S.

Wardaya College IKATAN KIMIA STOIKIOMETRI TERMOKIMIA CHEMISTRY. Part III. Summer Olympiad Camp Kimia SMA

FERMENTASI ETANOL DARI SAMPAH TPS GEBANG PUTIH SURABAYA

Bab IV Data dan Hasil Pembahasan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KARAKTERISTIK BIOLOGI DAN FISIOLOGI

wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc

MAKALAH KIMIA ANALITIK

FAKULTAS KESEHATAN PROGRAM STUDI KESEHATAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK FARMASI PERCOBAAN I PERBEDAAN SENYAWA ORGANIK DAN ANORGANIK

METABOLISME MIKROORGANISME

Disusun Oleh: Anastasia Latif ( XI IPA 1 ) Christine ( XI IPA 1 ) Josephine Putri ( XI IPA 2 ) Kelvin Ricky (XI IPA 2 ) Patty Regina (XI IPA 1 )

Prinsip-prinsip Penanganan dan Pengolahan Bahan Agroindustri

HASIL DAN PEMBAHASAN

TINJAUAN PUSTAKA Karakteristik dan Klasifikasi Bakteri Metanotrof Metanotrof sebagai Bakteri Pengoksidasi Metan

Metabolisme karbohidrat - 4

Pertemuan III: Cara Kerja Sel dan Respirasi Seluler. Program Tingkat Persiapan Bersama IPB 2011

LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR REAKSI KIMIA. Oleh: : Nugraheni Wahyu Permatasari NRP :

BAB I PENDAHULUAN. darah, namun hanya nyamuk betina yang menghisap darah untuk bereproduksi.

VIII. GLIKOLISIS Dr. Edy Meiyanto, MSi., Apt.

Tabel Perbedan Reaksi terang dan Reaksi gelap secara mendasar: Tempat membran tilakoid kloroplas stroma kloroplas

Metabolisme Karbohidrat. Oleh : Muhammad Fakhri, S.Pi, MP, M.Sc Tim Pengajar Biokimia

2.1.3 Terjadi dimana Terjadi salam mitokondria

LEMBARAN SOAL 5. Pilih satu jawaban yang benar!

FUNGSI PHOSPOR DALAM METABOLISME ATP

LAPORAN BIOINDUSTRI FERMENTASI TAPE CAMPURAN BERAS KETAN HITAM DAN PUTIH

ZAHRA NURI NADA YUDHO JATI PRASETYO

LAMPIRAN 1 DATA PENGAMATAN. Tabel 7. Data Pengamtan Hidrolisis, Fermentasi Dan Destilasi. No Perlakuan Pengamatan

PERMANGANOMETRI. A. HARI, TANGGAL PRAKTIKUM Hari, tanggal : Maret 2011 Tempat : Laboratorium Kimia Analitik

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. biologis. Biohidrogen berpotensi sebagai bahan bakar alternatif karena kandungan

Metabolisme karbohidrat - 2

BAHAN AJAR BIOKIMIA Sistem energi untuk olahraga. Oleh: Cerika Rismayanthi, M.Or FIK UNY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Nova Nurfauziawati Kelompok 11A VI. PEMBAHASAN

MATEMATIKA. Jawaban : B = 0. Jadi, a 1 a 1. Jawaban : E 64. Jawaban : A 62. PK: X 1 +X 2 < 0 X 1.X 2 > 0 D > 0

II. TINJAUAN PUSTAKA. Bakteri Asam laktat (BAL) yaitu kelompok bakteri gram positif, katalase

Macam macam mikroba pada biogas

Effect of ammonium concentration on alcoholic fermentation kinetics by wine yeasts for high sugar content

HASIL DAN PEMBAHASAN

Modul 1 Analisis Kualitatif 1

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - November 2011 :

5. Kerja enzim dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut, kecuali. a. karbohidrat b. suhu c. inhibitor d. ph e. kofaktor

BAB 3 METODE PENELITIAN. 1. Neraca Analitik Metter Toledo. 2. Oven pengering Celcius. 3. Botol Timbang Iwaki. 5. Erlenmayer Iwaki. 6.

SOAL OLIMPIADE KIMIA SMA TINGKAT KOTA/KABUPATEN TAHUN 2011 TIPE II

III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2014 bertempat di

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. asam ataupun enzimatis untuk menghasilkan glukosa, kemudian gula

Transkripsi:

Respirasi Anaerob (Fermentasi Alkohol) I. TUJUAN Mengamati hasil dari peristiwa fermentasi alkohol II. LANDASAN TEORI Respirasi anaerob merupakan salah satu proses katabolisme yang tidak menggunakan oksigen bebas sebagai penerima atom hidrogen terakhir, tetapi menggunakan senyawa tertentu seperti: etanol dan asam laktat. Asam piruvat yang dihasilkan pada tahapan glikolisis dapat dimetabolisasi menjadi senyawa yang berbeda. Pada kondisi aerobik (tersedia oksigen) sistem enzim mitokondria mampu mengkatalisis oksidasi asam piruvat menjadi H 2 O dan CO 2 serta menghasilkan energi dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Phosphat). Pada kondisi anaerobik (tidak tersedia oksigen), suatu sel akan dapat mengubah asam piruvat menjadi CO 2 dan etil alkohol serta membebaskan energi (ATP). Asam piruvat dalam sel otot menjadi CO 2 dan asam laktat serta membebaskan energi (ATP). Bentuk proses reaksi yang terakhir disebut, lazim dinamakan fermentasi. Proses ini juga melibatkan enzim-enzim yang terdapat di dalam sitoplasma sel. Pada respirasi anaerob, tahapan yang ditempuh meliputi : 1. Tahapan glikolisis, dimana 1 molekul glukosa (C6) akan diuraikan menjadi asam piruvat, NADH dan 2 ATP 2. Pembentukan alkohol (fermentasi alkohol), atau pembentukan asam laktat (fermentasi asam laktat) 3. Akseptor elektron terakhir bukan oksigen, tetapi senyawa lain seperti: alkohol, asam laktat 4. Energi (ATP) yang dihasilkan sekitar 2 ATP Beberapa proses reaksi yang berlangsung secara aerob (Respirasi Anaerob): Fermentasi alkohol : Proses ini terjadi pada beberapa mikroorganisme seperti jamur (ragi), dimana tahapan glikolisis sama dengan yang terjadi pada respirasi aerob. Setelah terbentuk asam piruvat (hasil akhir glikolisis), asam piruvat mengalami

dekarboksilasi (sebuah molekul CO 2 dikeluarkan) dan dikatalisis oleh enzim alkohol dehidrogenase menjadi etanol atau alkohol dan terjadi degradasi molekul NADH menjadi NAD+ serta membebaskan energi/kalor. Proses ini dikatakan sebagai "pemborosan" karena sebagian besar energi yang terkandung dalam molekul glukosa masih tersimpan di dalam alkohol. Itulah sebabnya, alkohol/etanol dapat digunakan sebagai bahan bakar. Fermentasi alkohol pada mikroorganisme merupakan proses yang berbahaya bila konsentrasi etanolnya tinggi. Secara sederhana, reaksi fermentasi alkohol ditulis : 2CH 3 COCOOH 2CH 3 CH 2 OH + 2CO 2 + 28 kkal asam piruvat etanol/alcohol Fermentasi asam laktat : Pada sel hewan (juga manusia) terutama pada sel-sel otot yang bekerja keras, energi yang tersedia tidaklah seimbang dengan kecepatan pemanfaatan energi karena kadar O 2 yang tersedia tidak mencukupi untuk kegiatan respirasi aerob (reaksi yang membutuhkan oksigen). Proses fermentasi asam laktat dimulai dari lintasan glikolisis yang menghasilkan asam piruvat. Karena tidak tersedianya oksigen maka asam piruvat akan mengalami degradasi molekul (secara anaerob) dan dikatalisis oleh enzim asam laktat dehidrogenase dan direduksi oleh NADH untuk menghasilkan energi dan asam laktat. Secara sederhana reaksi fermentasi asam laktat ditulis sebagai berikut. 2CH3COCOOH 2CH3CHOHCOOH + 47 kkal asam piruvat asam laktat a. Variabel Kontrol Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat sama o Larutan glukosa 30% o Air kapur + PP b. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang dibuat tidak sama yang menyebabkan timbulnya variabel terikat o Penambahan ragi roti

c. Variabel Terikat Variabel terikat adalah variabel yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas o Perubahan warna o Busa yang terbentuk o Gelembung yang terbentuk o Suhu III. ALAT DAN BAHAN Erlenmeyer Flask (botol aqua) Breaker glass Selang plastik Thermometer Ragi roti Larutan gula 30% Air suling Batu kapur Phenolphthalein (PP) Timbangan Plastisin IV. CARA KERJA 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2. Larutkan batu kapur dengan air suling dalam gelas kimia. Biarkan beberapa saat sampai terjadi pengendapan. Pindahkan air kapur dari endapannya ke dalam gelas kimia lain. Tambahkan sedikit fenoftalin hingga berwarna merah muda 3. Masukkan air kapur yang sudah dicampur fenoftalin tadi ke dalam botol B 4. Masukkan 50 ml air suling dalam botol A, kemudian campurkan dengan glukosa sebanyak 10 gram 5. Masukkan selang plastik melalui lubang yang telah dibuat pada tutup botol 6. Tambahkan ragi roti sebanyak 2 gram pada botol A, lalu kocok hingga ragi bercampur dengan air 7. Masukkan thermometer pada botol A 8. Tutuplah sumbat yang telah diberi pipa dan thermometer pada botol aqua dengan menggunakan plastisin

9. Catatlah kondisi awal larutan pada tabung A, seperti adanya gelembung udara, suhu, dan bau yang muncul. Untuk tabung B, catatlah kondisi awal keadaan larutan, seperti warna dan keberadaan endapan 10. Ulangi kegiatan 5 setelah diberi selang waktu 30 menit.

V. HASIL PENGAMATAN Tabung A Kondisi Awal Waktu Kondisi Akhir warna menjadi lebih muda setelah 10 menit berwarna cokelat setelah 20 menit suhu 28 o C tidak berbau setelah 30 menit timbul sedikit busa suhu 28 o C warna menjadi cokelat muda busa menjadi lebih banyak suhu 29 o C sedikit tercium alkohol warna menjadi cream banyak busa suhu 30 o C tercium bau alkohol Tabung B Kondisi Awal Waktu Kondisi Akhir setelah 10 menit warna sedikit memudar warna menjadi ungu muda setelah 20 menit muncul gelembung yang keluar larutan dari selang plastic berwarna ungu warna menjadi pink muda setelah 30 menit muncul gelembung yang keluar dari selang plastic volume air menyusut VI. ANALISIS DATA 1. Fungsi dari bahan bahan yang digunakan, seperti : Fenolftalin : Fenolftalin berguna untuk melihat apakah terbentuk alcohol atau tidak dengan menggunakan metode titrasi (sebagai indikator)

Air kapur : air kapur digunakan untuk mengikat CO 2 sehingga tidak lepas ke udara kapur atau kalsium karbonat (CaCO 3 ) akan mempertahankan CO 2 Ragi: digunakan untuk membantu proses fermentasi Plastisin: digunakan untuk menutup lubang agar tidak ada udara masuk Larutan gula: sebagai komponen utama respirasi anaerob 2. Perubahan yang terjadi pada tabung A dapat dilihat pada gambar berikut: Dari gambar di atas, terlihat jelas perbedaan antara kondisi awal tabung dan hasil akhir tabung. Pada botol A setelah bereaksi: timbul busa warna menjadi muda suhu awal dari 28 o C menjadi 30 o C berbau alkohol sebagai akibat dari pembentukan C 2 H 5 OH Dari percobaan tersebut dapat direaksikan: C 6 H 12 O 6 Jasad renik C 2 H 5 OH + 2CO 2 + 2 ATP

3. Perubahan yang terjadi pada tabung B dapat dilihat dari gambar berikut : Dari gambar diatas dapat dilihat perbedaan pada selang waktu tertentu: Kondisi awal air: berwarna ungu Kondisi selang waktu 30 menit: warna memudar menjadi ungu muda serta volume air menyusut Jika di tunggu selama lebih dari 30 menit hasil akhir dari botol B ini adalah tidak memilki warna Reaksi kimianya adalah : Ca(OH)₂ + CO₂ CaCO₃ + H₂O 4. Kesimpulan dari percobaan ini adalah: Fermentasi adalah proses peragian atau proses penguraian makanan oleh jamur dan bakteri yang berlangsung dalam keadaan anaerob ( tidak memerlukan oksigen dari udara bebas ) dengan bantuan enzim Fermentasi merupakan pemecahan senyawa organik oleh mikroba yang berlangsung dalam suasana anaerob dengan menghasilkan energi Respirasi anaerob membutuhkan jasad renik Ragi dapat membantu mempercepat respirasi anaerob Hasil dari respirasi anaerob adalah etanol dan CO2

VII. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini ialah: Fermentasi adalah proses peragian atau proses penguraian makanan oleh jamur dan bakteri yang berlangsung dalam keadaan anaerob ( tidak memerlukan oksigen dari udara bebas ) dengan bantuan enzim Fermentasi merupakan pemecahan senyawa organik oleh mikroba yang berlangsung dalam suasana anaerob dengan menghasilkan energi Respirasi anaerob membutuhkan jasad renik Ragi dapat membantu mempercepat respirasi anaerob Hasil dari respirasi anaerob adalah etanol dan CO2

Laporan Praktikum Respirasi Anaerob (Fermentasi Alkohol) Oleh: Hanifatul Husna XII IPA 2/15 SMA Negeri 3 Semarang Tahun Ajaran 2012/2013

LAMPIRAN Perbedaan Antara Fermentasi Alkohol dan Tidak Respirasi Anaerob Setelah Beberapa Menit Tabung A Setelah 30 Menit Perbedaan Pada Tabung B