Akuntansi Neraca. Entries)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB XV PENYAJIAN KEMBALI (RESTATEMENT) NERACA

LAPORAN KEUANGAN POKOK

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH

CATATAN LAPORAN KEUANGAN DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA BANDUNG TAHUN 2015

KERTAS KERJA PENYUSUNAN NERACA KONSOLIDASI POSISI PER TANGGAL.

NERACA PEMERINTAH KABUPATEN KARIMUN PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012

Catatan Atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 1

SISTEM PENCATATAN (Aplikasi Pembukuan pada DT II Kota/Kab.) Penyusunan Neraca Awal,

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR LAPORAN REALISASI ANGGARAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2015 DAN 2014

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

ekonomi Sesi JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN DAGANG A. PENGERTIAN DAN FUNGSI JURNAL PENYESUAIAN B. AKUN YANG PERLU DISESUAIKAN a.

AKUNTANSI PEMERINTAHAN SOAL PERSAMAAN AKUNTANSI PEMERINTAHAN

PEMERINTAH KOTA PADANG PANJANG LAPORAN ARUS KAS UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012.

Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2013 dan 2012 dapat disajikan sebagai berikut:

ASET Catatan Januari 2014 Disajikan Kembali- Catatan 6 Rp Rp Rp

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LUWU UTARA INSPEKTORAT KABUPATEN N E R A C A PER 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah)

Laporan Anggaran dan Realisasi Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Utara Tahun Anggaran 2006

30 Juni 31 Desember

Realisasi Belanja Negara pada TA 2014 adalah senilai Rp ,00 atau mencapai 90,41% dari alokasi anggaran senilai Rp ,00.

PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG NERACA PER 31 DESEMBER 2015 DAN 2014

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 66 Tahun : 2015

BUPATI SAMPANG KATA PENGANTAR

LAPORAN KEUANGAN POKOK

BUPATI SAMPANG KATA PENGANTAR

AKUNTANSI BASIS AKRUAL SATUAN PERANGKAT KERJA DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH NERACA KOMPARATIF

Catatan 31 Maret Maret 2010

JUMLAH ASET LANCAR

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

PEMERINTAH PROPINSI JAWA TI MUR RUMAH SAKIT HAJI SURABAYA Jl. Manyar Kertoadi Surabaya NERACA PER TANGGAL 31 DESEMBER 2014

PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG

- 6 - DANA PENSIUN. PROGRAM PENSIUN IURAN PASTI LAPORAN AKTIVA BERSIH

DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN. LAPORAN AKTIVA BERSIH

ANGGARAN SETELAH PERUBAHAN 2014 REALISASI (Rp)

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk

PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG DINAS PETERNAKAN

C. PENJELASAN ATAS POS- POS NERACA

30 September 31 Desember Catatan

BALANCE SHEET. (laporan Posisi Keuangan NERACA)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 (dalam Ribuan Rupiah, kecuali di nyatakan lain)

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT. ASTRA INTERNATIONAL TBK (PERIODE ) ISNI NURCAHYANI AKUNTANSI

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali)

PENYUSUTAN ATAS ASET TETAP PEMERINTAH. Abstract

Penyesuaian Perusahaan Jasa

PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2014 DAN 2013

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

NERACA ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA

I. RINGKASAN. Tabel 1. Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011

BAB 4 HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN

SIKLUS AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK. Phone:

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KECAMATAN ANTAPANI KOTA BANDUNG TAHUN ANGGARAN 2014

BAB III PENJELASAN ATAS AKUN - AKUN NERACA

JUMLAH AKTIVA

Bab 4 Penyelesaian Siklus Akuntansi. Pengantar Akuntansi, Edisi ke-21 Warren Reeve Fess


Struktur organisasi Dinas Sosial Kota Bandung ditetapkan dengan Perda nomor 13 tahun 2007 tentang Susunan Organisasi Dinas Pemerintah Kota Bandung.

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

AKTIVA TETAP & PENYUSUTAN


BAB 7 LAPORAN ARUS KAS

BAB X KEBIJAKAN AKUNTANSI KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN

SISTEM AKUNTANSI NOMOR 04 AKUNTANSI PEMBIAYAAN

BAB IV SISTEM AKUNTANSI PEMBIAYAAN

BAB VI KEBIJAKAN AKUNTANSI PIUTANG

Laporan Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian per 31 Desember 2012

1. PERSEDIAAN DIAKUI PADA SAAT DITERIMA ATAU KEPEMILIKANNYA BERPINDAH 2. PERSEDIAAN DICATAT SEBESAR: a. BIAYA PEROLEHAN, JIKA DIPEROLEH DENGAN

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

PROGRAM S-1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA DEPARTEMEN AKUNTANSI

L2

DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN TUGU MANDIRI LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI TAMBAHAN 31 DESEMBER 2011 DAN 2010 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

KEBIJAKAN AKUNTANSI INVESTASI

ANALISIS PROSPEKTIF LAPORAN KEUANGAN PT. GUDANG GARAM Tbk. Tugas Mata Kuliah Analisis Laporan Keuangan

Anggaran Realisasi Realisasi Cat

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

KOREKSI KESALAHAN, PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI, PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI, DAN OPERASI YANG TIDAK DILANJUTKAN

d1/march 28, sign: Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

BAGAIMANA. Set up chart of account sesuai dengan ketentuan baru

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DENGAN METODE COMMON SIZE PADA PT. HOLCIM INDONESIA Tbk.

BAB V JURNAL STANDARD

SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Lampiran 1. Neraca Konsolidasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Modul ke: Receivables. Fakultas FASILKOM. Ermian Challen, SE,Ak.,M.Ak. Program Studi Sistem Informasi

JURNAL STANDAR. 1. Jurnal Standar APBN

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Rudianto (2009:4), menjelaskan bahwa Akuntansi dapat

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

BAGIAN ANGGARAN 087 LAPORAN KEUANGAN ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 (AUDITED)

Laporan Keuangan. Laporan Laba/ Rugi. Laporan Perubahan Modal. Neraca. Laporan Arus Kas

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL PERNYATAAN NO. 03 LAPORAN ARUS KAS

PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG DINAS PERUMAHAN, PENATAAN RUANG DAN KEBERSIHAN N E R A C A

KABUPATEN SUBANG N E R A C A DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL PER 31 DESEMBER TAHUN 2015 DAN TAHUN 2014

BAB VI PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PPKD

Transkripsi:

Akuntansi Neraca

Akuntansi Neraca Jurnal-jurnal terkait dengan neraca yang perlu dibuat adalah sebagai berikut: Akhir tahun anggaran : Jurnal Awal Neraca (Khusus tahun pertama penyelenggaraan akuntansi pemerintahan) Awal tahun anggaran : Jurnal balik (Reversing Entries) Tahun berjalan : Jurnal Korolari Akhir tahun anggaran : jurnal reklasifikasi/ jurnal penyesuaian.

Jurnal Balik (1) Jurnal balik dibuat untuk menghapus akun-akun akrual dan reklasifikasi pada saat pemerintah membuat jurnal neraca awal, atau Untuk menghapus akun-akun akrual dan reklasifikasi yang dibuat pada akhir tahun sebelumnya.

Jurnal Balik (2) Jurnal balik yang perlu dibuat antara lain terkait dengan : a) Pendapatan yang ditangguhkan b) Piutang Pajak c) Bagian Lancar Pinjaman Kepada Perusahaan Negara, Perusahaan Daerah, Pemerintah Pusat, dan kepada Pemerintah Daerah Lainnya. d) Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran e) Bagian Lancar Tuntutan Perbendaharaan dan Ganti Rugi f) Piutang Lainnya

Jurnal Balik (3) g) Persediaan h) Utang Bunga i) Bagian Lancar UDN-Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Lainnya, Lembaga Keuangan Bank, Lembaga Keuangan Bukan Bank, Obligasi, Utang Jangka Panjang Lainnya. j) Utang Jangka Pendek Lainnya

Jurnal Balik (4) Cara membuat jurnal balik: membalik jurnal yang telah dibuat pada saat membuat neraca awal atau akun-akun akrual/ reklasifikasi. Contoh 1: Pada akhir tahun 2005 dibuat jurnal neraca awal untuk mencatat piutang pajak sebesar Rp. 250 juta. Jurnal neraca awal: (Dr). Piutang Pajak 250 (Cr). Cadangan Piutang 250

mencatat akun akrual/ Reklasifikasi (1) Jurnal Balik pada awal tahun 2006 (Dr). Cadangan Piutang 250 (Cr). Piutang Pajak 250 Dengan demikian, perkiraan Cadangan Piutang dan Piutang Pajak masing-masing akan berkurang sebesar Rp. 250 juta Pada tahun 2006, pada saat piutang pajak yang ditagih dengan SKP dilunasi oleh WP, maka akan dibuat jurnal sebagai berikut: (Dr). Kas di Kas Daerah 250 (Cr). Pendapatan Pajak Daerah 250

mencatat akun akrual/ Reklasifikasi (2) Pada akhir tahun 2006, Pemerintah Daerah menerbitkan SKP atas pajak yang belum dilunasi oleh WP sebesar Rp. 200 juta. Pada saat itu, akan dibuat jurnal akrual untuk mengakui piutang pajak sebagai berikut: (Dr). Piutang Pajak 200 (Cr). Cadangan Piutang 200

mencatat akun akrual/ Reklasifikasi (3) Contoh 2: Pada tanggal 31 Desember 2005, dibuat jurnal reklasifikasi untuk mencatat Bagian Lancar Pinjaman Kepada Perusahaan Negara yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan dari tanggal penyusunan neraca sebesar Rp. 150 juta Jurnal reklasifikasi (Dr). Bagian Lancar Pinjaman kpd Perusahaan Negara 150 (Cr). Cadangan Piutang 150

mencatat akun akrual/ Reklasifikasi (4) Jurnal Balik pada awal tahun anggaran 2006 adalah sebagai berikut: (Dr). Cadangan Piutang 150 (Cr). Bagian Lancar Pinjaman kpd Perusahaan Negara 150 Jurnal korolari (Dr). Pinjaman kepada Perusahaan Negara 150 (Cr). Diinvestasikan dalam investasi Jangka panjang 150

mencatat akun akrual/ Reklasifikasi (5) Pada tahun 2006, pada saat terjadi realisasi penerimaan kembali pinjaman kepada Perusahaan Negara, jurnal yang dibuat adalah: (Dr). Kas di Kas Daerah 150 (Cr). PKP Kepada Perusahaan Negara 150

mencatat akun akrual/ Reklasifikasi (6) Pada akhir tahun 2006, berdasarkan perhitungan yang dilakukan diketahui bahwa pinjaman kepada perusahaan negara yang akan jatuh tempo pada tahun 2007 sebesar Rp. 180 juta. Maka akan dibuat jurnal reklasifikasi sebagai berikut: (Dr). Bagian Lancar Pinjaman kepada Perusahaan Negara 180 (Cr). Cadangan Piutang 180 Jurnal Korolari (Dr). Diinvestasikan Dalam Investasi Jangka Panjang 180 (Cr). Pinjaman Kepada Perusahaan Negara 180

mencatat akun akrual/ Reklasifikasi (7) Contoh 3: Pada akhir tahun 2005 dibuat jurnal neraca awal untuk mengakui beban bunga yang sudah terjadi tetapi belum diakui pada tahun 2005 sebesar Rp. 20 juta. Jurnal neraca awal: (Dr). DYHD Untuk Pembayaran Utang Jk. Pendek 20 (Cr). Utang Bunga 20 Jurnal Balik pada awal tahun 2006 adalah sebagai berikut: (Dr). Utang Bunga 20 (Cr). DYHD untuk Pembayaran Utang Jk. Pendek 20

mencatat akun akrual/ Reklasifikasi (8) Akhir tahun 2006 diperhitungkan bunga yang telah menjadi beban tetapi belum diakui sebesar Rp. 25 juta. Jurnal akrual: (Dr). DYHD untuk Pembayaran Utang Jk. Pendek 25 (Cr). Utang Bunga 25

mencatat akun akrual/ Reklasifikasi (9) Contoh 4 Pada akhir tahun 2005 dibuat jurnal neraca awal untuk mencatat Bagian Lancar Utang Dalam Negeri kepada Pemda Lainnya sebesar Rp. 65 juta. Jurnal neraca awal (Dr). DYHD untuk Pembayaran Utang Jk. Pendek 65 (Cr). Bagian Lancar UDN kpd Pemda Lainnya 65

mencatat akun akrual/ Reklasifikasi (10) Pada awal tahun 2006 dibuat jurnal balik sebagai berikut: (Dr). Bagian Lancar UDN kpd Pemda Lainnya 65 (Cr). DYHD Utk Pembayaran Utang Jk. Pendek 65 Jurnal Korolari (Dr). DYHD untuk Pembayaran Utang Jk. Panjang 65 (Cr). UDN Pemda Lainnya 65

mencatat akun akrual/ Reklasifikasi (11) Pada tahun 2006, saat dilakukan pembayaran utang akan dibuat jurnal sebagai berikut: (Dr). PPP Dalam Negeri- Pemda Lainnya 65 (Cr). Kas di Kas Daerah 65 Pada akhir tahun 2006 diperhitungkan kembali (reklasifikasi) utang dalam negeri kepada Pemda Lainnya yang akan jatuh tempo pd tahun 2007 sebesar Rp. 85 juta, maka akan dibuat jurnal sebagai berikut:

mencatat akun akrual/ Reklasifikasi (12) (Dr). DYHD untuk Pembayaran Utang Jk. Pendek 85 (Cr). Bagian Lancar UDN- Pemda Lainnya 85 Jurnal Korolari (Dr). UDN- Pemda Lainnya 85 (Cr). DYHD untuk Pembayaran Utang Jk. Panjang 85

mencatat akun akrual/ Reklasifikasi (13) Penyusutan Penyusutan dilakukan pada akhir periode untuk menyesuaikan nilai aset tetap. Metode penyusutan yang dapat dipergunakan adalah: 1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method) 2. Metode Saldo Ganda Menurun (Double Declining Balance Method) 3. Metode Unit Produksi (unit of production method) Jurnal Penyusutan: (Dr). Diinvestasikan dalam aset tetap xx (Cr). Akumulasi Penyusutan xx