III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di Green House (GH) dan Laboratorium Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, pada bulan Februari sampai dengan Mei 2017. 1. Bahan B. Bahan Dan Alat Penelitian Bahan yang digunakan untuk peneltian yaitu bibit bawang merah varietas Tiron, Pupuk Urea, SP-36, dan TSP, sabut kelapa, pupuk kandang, tanah pasir pantai samas, fungisida. 2. Alat Alat yang digunakan untuk penelitian antara lain Polybag ukuran 25 x 25 cm, sekop, label, mistar, spidol, timbangan, drum, karung, golok, spray dan gembor, cangkul. C. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan menggunakan metode percobaan dalam polybag menggunakan rancangan perlakuan faktor tunggal yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan yang dicobakan imbangan pupuk KCl dan Abu sabut kelapa, yaitu: 12
13 Tabel 2. Perlakuan Perlakuan Takaran (kg/ha) Takaran (g/polybag) KCl ASK KCl ASK KCl ASK P1 100% 0% 200 0 0,60 0 P2 75% 25% 150 1020 0,45 3,06 P3 50% 50% 100 1070 0,30 3,21 P4 25% 75% 50 1120 0,15 3,36 P5 0% 100% 0 1170 0 3,51 Catatan: dosis kalium untuk bawang merah 120 kg/ha (Sunarti., 1996) Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, dengan setiap ulangannya terdiri dari 2 tanaman sampel dan 2 tanaman korban, setiap 1 polybag terdiri dari 1 tanaman dengan total jumlah tanaman sebanyak 100 tanaman D. Tata Laksana Penelitian 1. Persiapan alat dan bahan persiapan alat dan bahan yang dilakukan meliputi pembelian drum, karung, terpal, polybag, pupuk kandang, pupuk SP-36, Urea, TSP, benih bawang merah, dan lain sebagainnya. Alat dan bahan tersebut digunakan sebagai penunjang penelitian. 2. Persiapan Media Tanam Media tanam yang digunakan adalah pasir pantai. Pengrambilan pasir pantai sendiri berlokasi di pantai Baru, Sanden, Bantul. Kebutuhan tanah pasir pantai yang digunakan kurang lebih 850 kg, selanjutnya tanah pasir pantai yang sudah diambil kemudian dikering anginkan kurang lebih 1 minggu, guna untuk
14 mengurangi kadar air yang terdapat didalam pasir sendiri kemudian di ayak atau dipisahkan dari batang tanaman dan dimasukkan kedalam polybag dengan masing-masing polybag diisi sebayak 8,15 kg pasir pantai dan dicampur pupuk kandang sebanyak 90 g/polybag. 3. Pengumpulan limbah Sabut Kelapa Sabut kelapa yang akan digunakan pada penelitian ini adalah sabut kelapa yang sudah tua dan kering, karena mengingat kondisi bahawa buah kelapa yang sudah kering diprediksi sudah memiliki kematangan komposisi yang dibutuhkan di dalamnya. Limbah sabut kelapa didapatkan dari pedagang kelapa parut pasar tradisional, kemudian sabut kelapa dikeringkan dibawah sinar matahari hingga benar-benar kering. 4. Pembakaran Sabut Kelapa Pembakaran sabut kelapa dapat dipermudah dengan cara memotong sabut kelapa menjadi ukuran yang lebih kecil. Setelah dipotong sabut kelapa dimasukkan ke dalam drum dengan cara menyusun satu persatu kemudian dibakar pada bagian mulut drum ditutup sebagian supaya pembakaran sabut kelapa secara perlahan-lahan sehingga hasilnya lebih bagus dan terbakar menjadi abu.
15 5. Penanaman Sebelum dilakukan penanaman umbi bawang merah yang akan ditanam di potong kurang lebih 1/3 pucuk umbi. Penanaman dilakukan dengan membuat lubang tanam di tengah sebanyak 1 lubang. Kemudian membenamkan 2/3 bagian umbi kedalam tanah, sedangkan 1/3 bagiannya muncul diatas tanah. Setelah proses penanaman selesai dilakukan penyiraman. kemudian ditambahkan dengan pupuk ASK sesuai perlakuan, dan pupuk P (SP-36) dengan dosis 0,60 g/polybag (Ma rufah, dkk. 2008.) 6. Perawatan a. Penyiraman Penyiraman dilakukan sesuai dengan kondisi tanah. Pengairan dilakukan dengan cara disiram secara merata sampai kondisi tanah basah. b. Penyiangan Penyiangan bertujuan untuk membersihkan tanah dari tanaman pengganggu (gulma) c. Pemupukan Pemupukan susulan dilakukan dua kali yaitu, 15 HST dan 30 HST. Pupuk yang diberikan pupuk N sebanyak 0,60 g/polybag dan pupuk KCl sesuai perlakuan.
16 Tabel 3. Perlakuan pemupukan Pupuk Kandang Pemupukan Pupuk Dasar P. Susulan 1 P. Susulan 2 0 HST 15 HST 30 HST 90 g/poliybag - - P 0,60 g/polybang - - P1= 0 g/polybag - - P2= 3,28 g/polybag - - ASK P3= 3,36 g/polybag - - P4= 3,43 g/polybag - - P5= 3,51 g/polybag - - - P1= 0,60 g/polybag - - P2= 0,52 g/polybag - KCl - P3= 0,45 g/polybag - - P4= 0,37 g/polybag - - P5= 0g/polybag - N - 0,60 g/polybag 0,60 g/ polybag d. Panen Bawang merah dapat dipanen sebagai konsumsi dengan ciri-ciri daunnya sudah mulai layu, daunnya telah menguning, pangkal batang mengeras,sebagian umbi telah tersembul di atas tanah, dan lapisan-lapisan umbi telah penuh berisi dan berwarna merah. pemanenan dilakukan dengan cara mencabut pelan-pelan umbi bawang merah dengan menarik
17 dari pangkal batang bawang merah kemudian dibersihkan dari sisa-sisa pasir. E. Variabel Pengamatan Untuk mengetahui pengaruh imbangan dosis pupuk kalium dari abu sabut kelapa terhadap pertumbuhan bawang merah dilakukan pengamatan dengan beberapa parameter, yaitu: 1. Tanaman sampel Pengamatan tanaman sampel dilakukan setiap 1 minggu sekali mulai umur 1 minggu sampai panen, dengan mengramati tinggi tanaman dan jumlah daun. Selain itu juga dilakukan pengamatan pada akhir pengamatan berupa jumlah umbi per rumpun, berat umbi segar per rumpun, dan berat kering umbi per rumpun. a. Tinggi tanaman (cm) Pengukuran tinggi tanaman dilakukan terhadap seluruh ulangan. Tinggi tanaman diukur dari pangkal batang sampai titik tumbuh tertinggi. Pengukuran dilakukan satu minggu sekali, dimulai umur 1 minggu setelah tanam sampai panen menggunakan penggaris dan dinyatakan dalam satuan centimeter (cm). b. Jumlah daun per rumpun (helai) Perhitungan jumlah daun dilakukan terhadap seluruh sampel. Jumlah daun dihitung dari jumlah daun yang sudah muncul sempurna. Perhitungan
18 dilakukan 1 minggu sekali, dimulai umur 1 minggu setelah tanam sampai panen dan dinyatakan dalam satuan helai c. Jumlah anakan Perhitungan jumlah anakan dilkukan terhadap seluruh tanaman sampel. Jumlah anakan dihitung dari jumlah tunas daun yang muncul. Perhitungan dilakukan 1 minggu sekali, dimulai umur 1 minggu setelah tanam sampai panen. 2. Tanaman Korban Pengamatan tanaman korban dilakukan 2 kali pengramatan yaitu pada 3 minggu setelah tanam dan 6 minggu setelah tanam dengan mengamti berat segar dan kering daun, berat segar dan kering umbi, berat segar dan kering akar dan panjang akar. a. Bobot segar daun (gram) Pengamatan bobot segar daun dilakukan terhadap tanaman korban. Pengamatan bobot segar daun dilakukan setalah dilakukan pencabutan tanaman korban bawang merah, yang kemudian dibersihkan dari sisa-sisa tanah dan dipisahkan dari umbi bawang merah kemudian ditimbang total jumlah daun dengan menggunakan timbangan analitik dan dinyatakan dalam gram. b. Bobot kering daun (gram) Pengamatan bobot kering daun dilakukan terhadap tanaman korban. Pengamatan bobot kering daun dilakukan dengan memasukkan daun bawang
19 merah kedalam oven selama 24 jam dengan suhu 65 0 C, yang kemudian ditimbang total bobot kering daun menggunaka timbangan analitik dan dinyatakan dalam gram. c. Jumlah Umbi Pengamatan jumlah umbi dilakukan setelah tanaman dipanen. Pengamatan jumlah umbi dilakukan dengan menghitung jumlah umbi bawang merah pada saat setelah pemanenan. d. Bobot segar umbi (gram) Pengamatan bobot umbi segar per rumpun dilakukan terhadap tanaman korban. Pengamatan bobot umbi segar per rumpun dilakukan setalah dilakukan pemanenan bawang merah, yang kemudian dibersihkan dari sisasisa tanah dan ditimbang total jumlah umbi per rumpun menggunakan timbangan analitik dan dinyatakan dalam gram. e. Bobot kering umbi (gram) Pengamatan bobot kering umbi per rumpun dilakukan terhadap tanaman korban. Pengamatan bobot kering umbi per rumpun dilakukan dengan memasukkan umbi kedalam oven selama 24 jam dengan suhu 65 0 C, yang kemudian ditimbang total berat kering umbi menggunakan timbangan analitik dan dinyatakan dalam gram. f. Bobot segar akar (gram) Pengamatan bobot segar akar dilakukan terhadap tanaman korban. Pengamatan bobot umbi segar per rumpun dilakukan setalah dilakukan
20 pemanenan bawang merah, yang kemudian dibersihkan dari sisa-sisa tanah dan ditimbang total jumlah bobot segar akar menggunakan timbangan analitik dan dinyatakan dalam gram. g. Bobot kering akar (gram) Pengamatan bobot kering akar dilakukan terhadap tanaman korban.. Pengamatan bobot kering akar dilakukan dengan memasukkan akar kedalam oven selama 24 jam dengan suhu 65 0 C, yang kemudian ditimbang total bobot kering akar menggunakan timbangan analitik dan dinyatakan dalam gram. h. Panjang akar (cm) Pengamatan panjang akar dilakukan terhadap tanaman korban. Pengamatan panjang akar dilakukan setalah dilakukan pemanenan bawang merah, yang kemudian dibersihkan dari sisa-sisa tanah dan diukur akar terpanjang pada bawang merah menggunakan penggaris dan dinyatakan dalam satuan centimeter (cm). 3. Umur panen Pengamatan umur panen dilakukan dengan cara mengramati jarak panen tanaman dari pemanenan pertama dan pemanenan berikutnya.
21 F. Analisis Data Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dilakukan analisis menggunakan sidik ragam dengan tingkat 5%. Apabila dalam sidik ragam menunjukkan adanya beda nyata, maka dilakukan uji lanjut dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan tingkat kesalahan 5% dan jika dalam sidik ragam menunjukkan koefisien variabel menunjukkan angka lebih dari 20 maka dilakukan transformasi data.