HUKUM KEBENDAAN PERDATA

dokumen-dokumen yang mirip
Benda??? HUKUM/OBYEK HAK Pengertian Benda secara yuridis : Segala sesuatu yang dapat menjadi obyek Hak Milik (Sri soedewi M.

Pengantar Hukum Indonesia

Hak Kebendaan Yang Memberi Kenikmatan

HUKUM PERDATA (2. HUKUM BENDA) Bagian Hukum Perdata 2012/2013

Lex Privatum Vol. V/No. 9/Nov/2017

1. Pengertian Menurut ilmu pengetahuan hukum (Prof. Subekti) dibedakan dalam arti : a. Sempit meliputi semua yang bisa dilihat barang /goed b.

Lex Crimen Vol. VI/No. 10/Des/201. HAK-HAK KEBENDAAN YANG BERSIFAT JAMINAN DITINJAU DARI ASPEK HUKUM PERDATA 1 Oleh: Andhika Mopeng 2

SISTEMATIKAN HUKUM PERDATA. Andri Budi Santosa, Drh, MBA

BAB I PENDAHULUAN. suatu usaha/bisnis. Tanpa dana maka seseorang tidak mampu untuk. memulai suatu usaha atau mengembangkan usaha yang sudah ada.

BAB II TINJAUAN YURIDIS TERHADAP HIPOTIK DAN HAK TANGGUNGAN. Hipotik berasal dari kata hypotheek dari Hukum Romawi yaitu hypotheca yaitu suatu jaminan

BAB I PENDAHULUAN. (Indische Staatsregeling) dan Pasal 131 IS.

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG KENDARAAN BERMOTOR. kendaraan bermotor menggunakan mesin pembakaran dalam (perkakas atau alat

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG HAK TANGGUNGAN SEBAGAI HAK JAMINAN. A. Dasar Hukum Pengertian Hak Tanggungan

HAK TANGGUNGAN TANAH & BANGUNAN SEBAGAI JAMINAN PELUNASAN UTANG

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERJANJIAN DAN PENGATURAN MENURUT KUH PERDATA. A. Pengertian Perjanjian dan Asas Asas dalam Perjanjian

BAB II KARAKTERISTIK PINJAM PAKAI PADA PERJANJIAN JUAL BELI TENAGA LISTRIK

BAB II PERJANJIAN JAMINAN DALAM HUKUM POSITIF. Istilah jaminan dalam peraturan perundang-undangan dapat dijumpai

BAB II TINJAUAN HUKUM TENTANG JAMINAN FIDUSIA. Istilah fidusia berasal dari bahasa belanda, yaitu fiducie, sedangkan dalam

BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI HUKUM JAMINAN

BAB V HUKUM BENDA (ZAKENRECHT) A. TEMPAT PENGATURAN DAN SISTEM HUKUM BENDA

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG GADAI

BAB II KEWENANGAN MENGALIHKAN BENDA BERGERAK. penerima gadai/ kreditur dapat terhindar dari itikad tidak baik.

HJ-3 MACAM-MACAM JAMINAN. Oleh Herlindah, SH, M.Kn

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG JAMINAN. Istilah jaminan merupakan terjemahan dari bahasa Belanda, yaitu zekerheid atau cautie.

PREDIKSI SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER II TAHUN 2015/2016 MATA KULIAH HUKUM PERDATA

Mengenai Hak Tanggungan. Sebagai Satu-Satunya Lembaga Hak Jaminan atas Tanah

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG KREDITUR DAN DEBITUR. Dalam Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan

BAB I PENDAHULUAN. kelebihan dana kepada pihak-pihak yang membutuhkan dana, dalam hal ini bank

PERBEDAAN ANTARA GADAI DAN FIDUSIA

II.1 Tinjauan Teoritis Gadai dalam Jaminan Kebendaan II.1.1 Pengertian Jaminan

ASPEK HUKUM PERSONAL GUARANTY. Atik Indriyani*) Abstrak

BAB II KEDUDUKAN CORPORATE GUARANTOR YANG TELAH MELEPASKAN HAK ISTIMEWA. A. Aspek Hukum Jaminan Perorangan Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

LEMBAR PENGESAHAN ARTIKEL

Pertemuan ke-5 HAK-HAK PENGUASAAN ATAS TANAH. Dosen: Dr. Suryanti T. Arief, SH., MKn., MBA

BAB II PENGATURAN GADAI DEPOSITO DALAM KERANGKA HUKUM JAMINAN. mungkin akan terhindar dari itikad tidak baik debitur pemberi jaminan kebendaan

KUHS menetapkan, bahwa benda adalah semua barang dan hak yang dapat dikuasai oleh hak milik.

PENGURUSAN HARTA PAILIT PEMBERESAN HARTA PAILIT TUGAS KURATOR. Heri Hartanto, Hukum Acara Peradilan Niaga (FH-UNS)

GADAI DAN HAK KEBENDAAN TINJAUAN YURIDIS GADAI SEBAGAI HAK KEBENDAAN UNTUK JAMINAN KREDIT

PENYALAHGUNAAN HAK ATAS BENDA JAMINAN YANG DIKAITKAN DENGAN GADAI

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG JAMINAN KREDIT. dikembalikan oleh yang berutang. Begitu juga halnya dalam dunia perbankan

BAB III PERLINDUNGAN BAGI PEMILIK BENDA DAN KREDITUR PENERIMA GADAI APABILA OBJEK GADAI DIJAMINKAN OLEH PIHAK YANG BUKAN PEMILIK BENDA

FAKULTAS HUKUM. Hukum Jaminan 4 HAK-HAK YANG MEMBERIKAN JAMINAN. Herlindah, SH, M.Kn UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012

Kedudukan Hukum Pemegang Hak Tanggungan Dalam Hal Terjadinya Kepailitan Suatu Perseroan Terbatas Menurut Perundang-Undangan Di Indonesia

BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI HUKUM JAMINAN KREDIT. Istilah hukum jaminan berasal dari terjemahan zakerheidesstelling,

HIPOTIK KAPAL LAUT. Abdul Salam Fakultas Hukum Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Jaminan atau agunan yang diajukan atau yang diberikan oleh debitur

Bab II HAK HAK ATAS TANAH. A. Dasar Hukum Hak-Hak Atas Tanah menurut UUPA. I. Pasal pasal UUPA yang menyebutkan adanya dan macamnya hak hak atas

BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI PERJANJIAN, JAMINAN DAN GADAI. politicon). Manusia dikatakan zoon politicon oleh Aristoteles, sebab

Lex Administratum, Vol. V/No. 2/Mar-Apr/2017. HAK-HAK KEBENDAAN DITINJAU DARI ASPEK HUKUM PERDATA 1 Oleh: Regita A. Mumek 2

ASAS-ASAS HUKUM PERDATA. apapun juga, baik yang telah diatur dalam undang-undang, maupun yang belum diatur dalam

PRINSIP PRINSIP JAMINAN DALAM UNDANG UNDANG HAK TANGGUNGAN

HUKUM PERDATA H. BUDI MULYANA, S.IP., M.SI.

BAB I PENDAHULUAN. sebagai orang perseorangan dan badan hukum 3, dibutuhkan penyediaan dana yang. mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

JUAL BELI PERJANJIAN TIMBAL-BALIK. Saat terjadinya Jual- Beli 4/7/2014. Perjanjian timbal balik: BarangygmenjadiobyekperjJ-B: Ps.

BAB I PENDAHULUAN. berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Dalam rangka memelihara

disatu pihak dan Penerima utang (Debitur) di lain pihak. Setelah perjanjian tersebut

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang

II. TINJAUAN PUSTAKA. kewajiban untuk memenuhi tuntutan tersebut. Pendapat lain menyatakan bahwa

PENGIKATAN PERJANJIAN DAN AGUNAN KREDIT

BAB II KEDUDUKAN PARA PIHAK DALAM PENGALIHAN HAK ATAS BANGUNAN

BAB I PENDAHULUAN. harga-harga produksi guna menjalankan sebuah perusahaan bertambah tinggi

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Hal janji adalah suatu sendi yang amat penting dalam Hukum

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam kaitannya dengan pengertian penguasaan yaitu : Penguasaan adalah

BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana kita ketahui bahwa pembangunan ekonomi sebagai bagian

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM. mempunyai sifat riil. Hal ini disimpulkan dari kata-kata Pasal 1754 KUH Perdata

BAB I PENDAHULUAN. bertahap, pada hakikatnya merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan

Apakah Pailit = Insolvensi? Heri Hartanto, Hukum Acara Peradilan Niaga (FH-UNS)

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG HAK TANGGUNGAN. Seiring dengan berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5

PERLINDUNGAN HUKUM KREDITUR PENERIMA JAMINAN HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH BESERTA BENDA-BENDA YANG BERKAITAN DENGAN TANAH. Oleh Rizki Kurniawan

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG JAMINAN FIDUSIA DAN GADAI. yuridis formal diakui sejak berlakunya Undang-undang No. 42 Tahun 1999

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG SURAT KUASA MEMBEBANKAN HAK TANGGUNGAN, DAN JAMINAN KREDIT. 2.1 Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan

PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH TIDAK SERTA MERTA DAPAT MEMUTUSKAN HUBUNGAN SEWA MENYEWA ANTARA PEMILIK DAN PENYEWA RUMAH

BAB I PENDAHULUAN. utama sekaligus menentukan maju mundurnya bank yang bersangkutan

Pengantar Ilmu Hukum. Disampaikan oleh : Fully Handayani R, SH,M.Kn

POKOK-POKOK HUKUM PERDATA

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan menurut Pendapat Umum, yang dimaksud dengan Hukum adalah:

Pengantar. Hukum PERDATA. ÉÄx{M. Joeni Arianto Kurniawan, S. H. Joeni Arianto K - Pengantar Hukum Perdata

BAB III KEABSAHAN JAMINAN SERTIFIKAT TANAH DALAM PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM DI SLEMAN. A. Bentuk Jaminan Sertifikat Tanah Dalam Perjanjian Pinjam

BAB II KENDARAAN BERMOTOR SEBAGAI JAMINAN FIDUSIA MELALUI PERJANJIAN PEMBIAYAAN

AKIBAT PERKAWINAN & PUTUSNYA PERKAWINAN

pada umumnya dapat mempergunakan bentuk perjanjian baku ( standard contract)

EKSEKUSI OBJEK JAMINAN FIDUSIA

BAB II PENGERTIAN PERJANJIAN PADA UMUMNYA. Manusia dalam hidupnya selalu mempunyai kebutuhan-kebutuhan atau

PERKEMBANGAN HOKUM PERDATA TENTANG BENDA DAN HOKUM PERIKATAN

BAB II TINJAUAN TENTENG LEVERING SEBAGAI CARA UNTUK MEMPEROLEH HAK MILIK DALAM JUAL BELI MENURUT HUKUM PERDATA

PERJANJIAN JUAL BELI. Selamat malam. Bagaimana kabarnya malam ini? Sehat semua kan.. Malam ini kita belajar mengenai Perjanjian Jual Beli ya..

BAB I PENDAHULUAN. merupakan jaminan perorangan. Jaminan kebendaan memberikan hak. benda yang memiliki hubungan langsung dengan benda-benda itu, dapat

BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI PENDAFTARAN TANAH, HAK MILIK ATAS TANAH, DAN PERALIHAN HAK ATAS TANAH

istilah perjanjian dalam hukum perjanjian merupakan kesepadanan Overeenkomst dari bahasa belanda atau Agreement dari bahasa inggris.

BAB II KETENTUAN-KETENTUAN HUKUM YANG MENYANGKUT JAMINAN FIDUSIA. artinya, apabila jaminan dengan hak tanggungan sebagaimana diterangkan

Transkripsi:

HUKUM KEBENDAAN PERDATA

Hukum Kebendaan Perdata Barat (HPE 20103) I. Posisi Hukum Kebendaan dlm KUHPerdata Pembidangan hukum perdata: 1. KUHPerdata Buku I : Tentang Orang Buku II : Tentang Benda Buku III : Tentang Perikatan Buku IV : Tentang Pembuktian dan Daluwarsa 2. Ilmu Pengetahuan Hukum Perdata - hukum perorangan - hukum kekeluargaan - hukum kekayaan - absolut hak kebendaan - relatif hak perseorangan - hukum waris 2

Perbandingan ke dua sistematika Hukum Perdata Ilmu Pengetahuan Hukum Hukum Perorangan Hukum Kekeluargaan Hukum Kekayaan Hukum Waris KUHPerdata Buku I Tentang Orang Absolut Buku II Tentang Benda Relatif Buku III Tentang Perikatan Buku IV Tentang Pembuktian dan Daluwarsa 3

II. Materi yg diatur dlm Buku II Tentang Benda Hukum Benda dan Hukum Waris Pasal 528 KUHPerdata hak waris identik dgn hak kebendaan Pasal 584 KUHPerdata waris salah satu cara memperoleh hak kebendaan III. Berlakunya UUPA serta akibatnya thd Hukum Pertahanan Nasional dan Buku II KUHPerdata Menurut UUPA Hukum Agraria adalah keseluruhan ketentuan-ketentuan hukum yg mengatur hubungan hukum dgn bumi, air, dan kekayaan alam yg terkandung didlmnya. dlm Dictum UUPA mencabut Buku II KUHPerdata Tentang Benda sepanjang yg mengatur mengenai bumi, air serta kekayaan alam yg terkandung didlmnya, kecuali ketentuan-ketentuan mengenai hipotik. 4

IV. Berlakunya UUHT atas Hukum Pertahanan Nasional dan akibat-akibatnya thd Buku II KUHPerdata UUHT No.4 Tahun 1996 merupakan realisasi pasal 51 UUPA; Hak Tanggungan dpt dibebankan pada: - Hak Milik pasal 25 UUPA - Hak Guna Usaha pasal 36 UUPA - Hak Guna Bangunan pasal 39 UUPA Pasal 57 UUPA sebelum berlaku UUHT tetap berlaku ketentuan Hipotik dan Creditverband Staablad 1908 542 diubah Staablad 1937 190. dgn berlakunya UUHT tercipta unifikasi penentuan tentang jaminan: Di bidang perundang-undangan: a. berlakunya UUHT seperti yg diatur dlm pasal 51 UUPA b. tdk berlakunya ketentuan CV : S. 1908 542 c. pasal 25 UUHT S. 1937 190 5

V. Akibat thd Buku II KUHPerdata Tentang Benda Menurut Prof. Sri Soedewi 1. Ada pasal-pasal yg masih berlaku penuh Hukum Waris 2. Ada pasal-pasal yg tdk berlaku yg mengatur mengenai bumi, air serta kekayaan yg terkandung didlmnya 3. Ada pasal-pasal yg masih berlaku hipotik tetapi tdk penuh 6

VI. Tinjauan Umum Tentang Benda dan Hukum Benda 1. PENGERTIAN BENDA Prof. Soebekti dlm arti sempit dpt dilihat saja dlm arti luas segala sesuatu dpt dihaki (objek hukum) Prof. Mariam Darus dlm KUHPerdata ada 2 istilah: Benda (Zaak) benda dlm arti luas (ps 499 KUHPerdata) Goed (barang) Zaak segala sesuatu yg dpt dikuasai manusia dpt membuka kemungkinan untuk memasukkan sesuatu yg sebelumnya tdk memenuhi kriteria sebagai objek hukum Misal: aliran listrik, program komputer Arti lain dari Zaak dlm KUHPerdata: 1.1). Perbuatan Hukum pasal 1792 KUHPerdata Last Geving (pemberian kuasa) suatu perjanjian yg memberikan kuasa dari seseorang pada seorang lainnya, dimana si penerima kuasa akan melakukan suatu zaak untuk kepentingan pemberi kuasa. 7

1.2). Kepentingan pasal 1354 KUHPerdata diatur tentang seseorang yg dgn sukarela akan menyelenggarakan suatu zaak untuk kepentingan seseorang lainnya baik diminta dan tdk 1.3). Kenyataan Hukum pasal 1263 KUHPerdata perikatan dgn syarat tangguh/menunda yaitu perikatan yg digantungkan pada suatu kejadian yg akan datang dan belum pasti atau dari suatu zaak yg sudah terjadi tetapi belum diketahui para pihak. Terjadi kerancuan dlm menggunakan istilah zaak dlm KUHPerdata karena zaak dpt berarti Benda berwujud Bagian dari harta kekayaan Dua arti zaak adalah: 1. dilapangan hukum kebendaan (zaken recht) dpt dilakukan penyerahan, umumnya dpt menjadi objek hak milik. Misalnya kamar yg disewakan, jika dianggap bagian dari rumah berarti bahwa bagian tersebut tdk dpt dilakukan penyerahan, karena ditinjau dari sudut hukum benda merupakan bagian dari eigendom (hak milik) atas rumah tersebut. 2. ditinjau dari hukum kekayaan relatif hukum perikatan kamar tersebut dijadikan objek sewa-menyewa dgn demikian kamar dianggap zaak dlm pengertian hukum perikatan 8

Contoh lain Kasus yg telah diputus oleh Hoge Raad (HR) 27 Mei 1910. Pagar disewa untuk reklame (iklan) uang sewa dibayar tiap bulan Sengketa dialihkan perjanjian sewa tersebut tdk sah. Alasannya, untuk sahnya perjanjian sewa harus ada zaak yg dijadikan objek. Sesuai bunyi pasal 1548 KUHPerdata sewa menyewa adalah suatu perjanjian yg memberikan kenikmatan atas suatu zaak pada si penyewa. dlm kasus tersebut yg disewakan adalah luasnya, bukan zaak. perjanjian sewa menyewa tersebut oleh keputusan Hoge Raad dianggap tdk sah. Para ahli hukum keberatan thd keputusan tsb dgn berpendapat: luasnya pagar bukan zaak dlm pengertian pasal 1548 KUHPerdata. Perjanjian tsb tetap sah atas dasar pasal 1338 KUHPerdata dan termasuk pada perjanjian innominat (tak bernama) 9

2. ASAS ASAS UMUM HUKUM BENDA 1). Merupakan hukum yg memaksa (dwigen recht) tdk memberi kewenangan lain selain yg ditentukan dlm undang undang. 2). Dapat dipindahkan semua hak kebendaan dpt dipindahtangankan kecuali hak pakai dan hak mendiami. Catatan: setelah berlaku UUHT hak pakai atas tanah negara harus didaftarkan dgn demikian menurut sifat dan fakta hak pakai tersebut dapat dipindahtangankan. 3). Individualis objek hak kebendaan adalah selalu benda yg dapat ditentukan secara individual, artinya: orang hanya dapat sebagai eigenaar dari barang berwujud yg merupakan kesatuan. 4). Asas totalitas hak kebendaan selalu terdiri atas kesatuan objeknya. MIsalnya seorang pemilik rumah berarti ia menjadi pemilik dari bagian-bagian atas rumah tersebut seperti jendela, pintu, dan lainnya. 5). Asas prioritas semua hak kebendaan memberi wewenang yg sejenis dgn kewenangan dari eigendom hanya luasnya berbeda. Misalnya sebidang tanah sudah dibebani Hak Tanggungan kemudian dibebani dengan Hak Memungut Hasil maka yang lebih diprioritaskan adalah Hak Tanggungan karena lebih dahulu ada. 6). Asas percampuran apabila ada dua hak saling melebur misalnya jika sebuah rumah dibebani hak sewa kemudian rumah itu dibeli oleh si penyewa maka hak sewa menjadi hilang yang timbul adalah hak milik. 7). Asas publisitas berkaitan dengan status kepemilikan benda misalnya atas tanah yang dibebani Hak Tanggungan atau dipindahtangankan harus didaftar di Badan Pertanahan Nasional. 8). Perjanjian Kebendaan, berkaitan erat dengan perjanjian pembebanan hak misalnya gadai Hak Tanggungan. 10

3. PERBEDAAN MACAM MACAM BENDA Macam macam benda: a. Secara klasik lihat pokok-pokok Hukum Perdata halaman 61, Hukum Benda (Soedewi) halaman 17 b. dlm RUU Benda Nasional - tanah dan bukan tanah - berwujud atau tak berwujud - terdaftar atau tak terdaftar - bergerak atau tak bergerak catatan: 1. pembedaan tanah/bukan tanah sesuai dgn UUPA landasannya hukum ada pada pasal 5 UUPA 2. berwujud/tak berwujud semakin penting dgn kemajuan teknologi kini dan masa datang pelbagai penemuan baru 3. terdaftar/tak terdaftar memberi kepastian dan kedudukan yg kuat bagi pemegang hak 4. bergerak/tak bergerak merupakan pembedaan yg terpenting; a. kriteria pembedaan: bergerak sifat ditentukan UU tak bergerak sifat ditentukan UU tujuan pemakaiannya b. arti penting pembedaan benda bergerak/tak bergerak - Bezit - Levering (penyerahan) bergerak (ps. 612 KUH Perdata) Tak bergerak (pp 10/1961 pp 24/97) - Bezwarring (pembebanan) - Verjaring (daluwarsa) 11

4. HAK KEBENDAAN a. Makna hak kebendaan adalah bagian dari hak perdata. Hukum harta kekayaan terdiri atas hukum kekayaan yang absolut dan hukum kekayaan yang relatif. Hak kebendaan termasuk ke dalam hukum harta kekayaan yang absolut. Di samping hak absolut lain yang dikenal dalam hak keperdataan adalah (1) hak seseorang dalam memiliki hak untuk hidup, hak atas kemerdekaan seseorang, dan hak atas kehormatan; (2) hak absolut yang berkaitan dengan hak kekeluargaan adalah hak-hak yang timbul dari hubungan orang tua dan anak, serta hubungan antara wali dengan anak di bawah perwaliannya. b. Pengertian hak kebendaan adalah hak yg memberikan kekuasaan langsung atas suatu benda dan dapat dipertahankan thd setiap orang. 12

c. Ciri-ciri/sifat hak kebendaan 1. Bersifat absolut dapat dipertahankan thd tuntutan setiap orang. 2. Zaak gevolg (droit de suite) mengikuti benda di mana pun berada. Misalnya jika ada hak tanggungan di atas sebidang tanah kemudian tanah tersebut dijual maka hak tanggunan tersebut tetap melekat di atas tanah tersebut, begitu pula dengan tanah yang di atasnya terdapat hak sewa. 3. Droit de preference hak untuk didahulukan, merupakan pengecualian atas asas keseimbangan atau paritas creditorum, yaitu adanya kreditur-kreditur yang kongkuren. 4. Hak untuk menuntut kebendaan adalah hak untuk menuntut pengembalian hak dalam keadaan semula pasal 574 KUH Perdata. 5. Kewenangan untuk melakukan pemindahan hak, dapat dilakukan oleh pemegang hak kebendaan. d. Hak kebendaan berbeda dgn hak perorangan 13

a Hak Kebendaan absolut Hak Perorangan relatif b Hak Kebendaan terdapat hubungan langsung antara subjek hukum (orang) dgn objek hukum (benda) Hak Perorangan menimbulkan hubungan hukum antara 2 pihak atau lebih, yg berkaitan dgn benda atau hal tertentu Perbedaan Hak Kebendaan dan Hak Perorangan c d Hak Kebendaan preferent Hak Perorangan keseimbangan antara 2 pihak Hak Kebendaan terdapat hak gugat kebendaan thd siapa saja Hak Perorangan gugat perorangan antara para pihak dlm perjanjian e Hak Kebendaan pemindahan hak sepenuhnya Hak Perorangan pemindahan hak terbatas f Hak Kebendaan berlaku asas perlindungan thd bezitter Hak Perorangan tdk berlaku asas dlm pasal 1977 KUH Perdata 14

Ditinjau dari sudut hak kebendaan misal A mempunyai hak memungut hasil dari tanah milik B, ternyata B pailit, walaupun B pailit sebagai akibat dari sifat hak kebendaan mutlak, maka A tdk kehilangan hak untuk menungut hasil, walaupun tanah itu dijual oleh kurator. Perbedaan lain dlm hal kepailitan Ditinjau dari hak perorangan X mempunyai piutang 1juta pada Y; Y sudah pailit Menurut aturan kepailitan harta Y harus dijual lelang hasilnya digunakan untuk menutupi utang utangnya (Y) X dapat mengajukan tuntutan untuk pembayaran tagihannya. Tetapi belum tentu akan terpenuhi jika ternyata harta Y tdk cukup untuk membayar hutang hutangnya, jika ternyata terdapat banyak kreditur Y 15

e. Batas-batas Pengaturan Hak Kebendaan 1. 1977 (1) KUHPerdata droit de suite menjadi tdk mutlak. Contoh kasus = A meminjam buku dari B kemudian menjual pada C = perlindungan dibebankan pada C. Berkaitan dengan pasal di atas jika barang yang dikuasai oleh seseorang itu ternyata memiliki pemilik sejati maka penguasaan barang oleh orang lain akan merugikan pemilik sejatinya karena ia harus menuntut haknya. 2. Tentang piutang-piutang yg diistimewakan pengaturannya ada dalam Buku ke-ii KUH Perdata tetapi secara substansi adalah merupakan materi Buku ke-iii yang mempunyai sifat hak perorangan. 16

3. Hak Perorangan mempunyai ciri Hak Kebendaan 1365 KUHPerdata Pasal ini mencerminkan perlindungan kepada seseorang dari gangguan pihak lain yang sifatnya mengikat dan mutlak. 4. Pasal 1576 (1) KUHPerdata jual beli tidak memutuskan hubungan sewa-menyewa dengan demikian sewa-menyewa mengandung hak kebendaan karena hak sewa itu terus mengikuti bendanya. Alasannya dengan dijualnya benda yang disewakan, si penyewa tetap berhak atas hak sewanya. 5. Droit de Preference Hak perorangan memiliki sifat prioritas misalnya dalam hal jual beli atau sewa-menyewa. Jika ada penyewa pertama dan penyewa kedua maka yang akan didahulukan adalah penyewa pertama. 17

Perbedaan Hak Kebendaan Dan fungsinya Hak Kebendaan yg memberikan kenikmatan Atas milik sendiri Atas milik orang lain a. KUHPerdata 1. Erfpacht 2. Opstal 3. Servituut 4. Vruchtgebruik b. UUPA pasal 16 UUPA -Hak milik -Hak guna usaha -Hak guna bangunan -Hak pakai -Hak sewa Hak Kebendaan yg memberi jaminan Diatur dlm KUHPerdata -Pandrecht -hipotek Diatur diluar KUHPerdata -UUHT 4/1996 -UUJF 42/1999 18

Hak Menguasai (Bezit) Makna Bezit dan syarat syaratnya 529 KUHPerdata suatu keadaan menguasai suatu benda, baik untuk diri sendiri, maupun dengan perantara orang lain mempertahankan atau menikmati selaku orang yg memiliki benda tersebut 1. Pengertian Bezit Prof. Soebekti Bezit suatu keadaan lahir dimana seseorang menguasai suatu benda seolah olah kepunyaannya sendiri, keadaan mana oleh hukum dilindungi, dengan tdk mempersoalkan hak atas benda tersebut sebenarnya ada pada siapa. Prof. Soedewi Bezit keadaan memegang atau menikmati benda dimana seorang menguasai baik sendiri atau perantara orang lain seolah olah kepunyaan sendiri 19

Beda eigendom menunjukkan hubungan hukum antara benda dan pemiliknya bezit menunjukkan hubungan nyata 2. Bezitter a. Te Goeder Trouw = 531 KUHPerdata b. Te Kwader Trouw = 532 KUHPerdata lebih lanjut lagi lihat = pasal 533 KUHPerdata juncto pasal 1965 KUHPerdata 3. Syarat Bezit corpus ada hubungan dlm bentuk kekuasaan nyata animus ada unsur kemauan untuk memiliki 4. Macam macam Bezit Burgelik Bezit mempunyai kehendak sendiri atau memiliki, misal dari perjanjian jual beli Natuurlijk Bezit detentie tdk punya keinginan memiliki hub. hukum sewa 20

5. Cara memperoleh Bezit a. Occupatio Resnullius Originair Benda bergerak dari laut dan hutan Benda tetap 545 KUHPerdata b. traditio penyerahan 6. Fungsi Bezit Fungsi Polisionil Bezit = menjadi perlindungan hukum = bahwa beziter memang mendudukinya tanpa mempersoalkan hak milik ada pada siapa Fungsi Zakenrecht walaupun pencuri dilindungi sampai terbukti dinyatakan bersalah 7. Hak hak atas Beziter jujur = 548 KUHPerdata (te goeder trouw) Beziter tak jujur = 549 KUHPerdata (te kwarde trouw) 550 KUHPerdata Gugat Bezit 21

8. Bezit atas benda bergerak 1977 (1) KUHPerdata Penafsiran Eigendom theorie Menafikan 2 syarat penyerahan Legitimatie theorie Orang berwenang Atas hak yang sah Harus dgn hak yg sah Tdk perlu oleh orang yg berwenang Syarat penyerahan atas benda bergerak Kewenangan Atas hak yg sah 22