ANTROPOMETRI pada ANAK BAB I PENDAHULUAN

dokumen-dokumen yang mirip
KONSEP DASAR PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN APA PERBEDAAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

PENGUKURAN ANTROPOMETRI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I. Panduan Pengukuran Antropometri

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia untuk mencapai kemampuan hidup

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Kesehatan Anak, khususnya

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENGUKURAN DATA ANTROPOMETRI

BAHAN PERKULIAHAN KONTRUKSI POLA BUSANA (Prodi Pendidikan Tata Busana) Disusun Oleh : Dra. Marlina, M.Si Mila Karmila, S.Pd, M.Ds

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN BANTEN JURUSAN KEPERAWATAN TANGERANG SOP SENAM HAMIL

BAB II TINJAUAN TEORI. dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi,

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. tetapi pada masa ini anak balita merupakan kelompok yang rawan gizi. Hal ini

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Buku Panduan Pendidikan Keterampilan Klinik 1 Keterampilan Antropometri

Dilakukan. Komponen STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TEKNIK PEMIJATAN BAYI

kekurangan energi kronik (pada remaja puteri)

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. 2) Ilmu Gizi, khususnya pengukuran status gizi antropometri.

Metode Recall 24 Jam

PEDOMAN MEMIJAT PADA BAYI DAN ANAK. ppkc

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB Ι PENDAHULUAN. Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang terjadi pada setiap

MENGENAL PARAMETER PENILAIAN PERTUMBUHAN FISIK PADA ANAK Oleh: dr. Kartika Ratna Pertiwi, M. Biomed. Sc

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk dalam lingkup Ilmu Kesehatan Anak, khususnya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERBEDAAN PENGGUNAAN INDEKS MEMBERIKAN PREVALENSI STATUS GIZI YG. BERBEDA.

ANTROPOMETRI TEKNIK TATA CARA KERJA PROGRAM KEAHLIAN PERENCANAAN PRODUKSI MANUFAKTUR DAN JASA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS POLA BUSANA Oleh: As-as Setiawati

BAB II LANDASAN TEORI

TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU. Tim Penyusun

HUBUNGAN LINGKAR LENGAN ATAS (LILA) DAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) DENGAN BERAT BAYI LAHIR

BAB II TINJUAN PUSTAKA. Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme, karena itu kebutuhan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik

BAB X ISOMETRIK. Otot-otot Wajah terdiri dari :

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d.


MEMBUAT POLA BUSANA TINGKAT DASAR

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I KONSEP DASAR. menderita deferensiasi murni. Anak yang dengan defisiensi protein. dan Nelson membuat sinonim Malnutrisi Energi Protein dengan

PENILAIAN STATUS GIZI BALITA (ANTROPOMETRI) Saptawati Bardosono

Epidemiologi Penilaian Status Gizi: Antropometri

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. sebagai generasi penerus bangsa yang potensi dan kualitasnya masih perlu

METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

BAB IV METODE PENELITIAN

Angkat kedua dumbbell ke depan dengan memutar pergelangan tangan (twist) hingga bertemu satu sama lain.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. 1. Ilmu kesehatan anak, khususnya bidang nutrisi dan penyakit metabolik.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini mencakup bagian Ilmu Kesehatan Anak

Latihan Kuatkan Otot Seluruh Badan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Untuk mengurangi dan mencegah timbulnya gejala-gejala yang mengganggu selama kehamilan berlangsung, seperti : sakit pinggang, bengkak kaki dll

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PROSEDUR SENAM LANSIA

LAMPIRAN-LAMPIRAN 69

LEMBAR PENGAMATAN PENGUKURAN DIMENSI TUBUH

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah atlet PPLP Panahan Jawa Barat sebanyak 12 orang atlet.

Divisi Perinatologi. Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK USU/RSHAM

TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU. Tim Penyusun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian dan Karakteristik Anak Sekolah Dasar

LAMPIRAN SUKHASANA SHAVASANA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. antara zat-zat gizi yang masuk dalam tubuh manusia dan penggunaannya

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MODUL PRAKTIKUM KAJIAN PUSTAKA ANTROPOMETRI & ERGONOMI FASILITAS DUDUK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MALNUTRISI. Prepared by Rufina Pardosi UNICEF Meulaboh

SENAM HAMIL BANTU MELAHIRKAN TANPA KECEMASAN Oleh : Sulastri, S.Kep., Ns. Dosen Akper PKU Muhammadiyah Surakarta. Abstrak :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Cara Menimbang Menggunakan Timbangan Dacin dan Cara Mencatat Hasil Timbangan Dalam Kartu Menuju Sehat.

Tipe Tubuh Manusia. Ada tiga tipe tubuh manusia, yakni ectomorph (kurus), endomorphs (ideal/atletis), dan mesomorphs (pendek dan bulat).

STATUS GIZI IBU HAMIL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP BAYI YANG DILAHIRKAN

III. METODE PENELITIAN. atau resiko dan variabel terikat atau variabel akibat, akan dikumpulkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BABY WRAP TUTORIAL Content:

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian

BAB 2 LANDASAN TEORI. tersebut digunakan sebagai dasar dan penunjang pemecahan masalah.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PRAKTIKUM 7 PERAWATAN PASIEN YANG MENGGUNAKAN TRAKSI DAN ELASTIS BANDAGE

ROM (Range Of Motion)

METHOD ENGINEERING & ANTROPOMETRI PERTEMUAN #10 TKT TAUFIQUR RACHMAN ERGONOMI DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA

B A B III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Nomer Station 1 Judul Station Perawatan Jenazah di RS Waktu yang

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk

HUBUNGAN UKURAN LINGKAR LENGAN ATAS (LLA) IBU DAN PENINGKATAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI KABUPATEN KARANGANYAR

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

ANTROPOMETRI pada ANAK BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Antropometri merupakan ukuran dari tubuh. Pengukuran antropometri merupakan data referensi untuk mengevaluasi dan mencatat pertumbuhan anak. Hal ini di mulai dengan perbandingan kecenderungan umum dalam pertumbuhan fisik anak. Apabila dari pengukuran antropometrik telah dikumpulkan sebagai bagian dari pengumpulan data, maka harus digunakan peralatan dan prosedur baku, begitu juga pedoman pengukuran yang baku. Meskipun focus pengukurannya pada kekurangan gizi/nutrisi, kita tetap harus mendeteksi obesitas. B. TUJUAN 1. Tujuan Umum Mengetahui tentang konsep antropometri serta cara pengukuran antropometri pada anak. 2. Tujuan Khusus a. Mampu menjelasakan pengertian antropometri b. Mengetahui syarat-syarat yang mendasari penggunaan antropometri c. Mengetahui kelemahan dari antropometri d. Mengetahui jenis parameter antropometri e. Mengetahui cara pengukuran antropometri pada anak BAB II ISI A.Pengertian Antropometri berasal dari kata anthropos dan metros. Anthropos artinya tubuh dan metros artinya ukuran. Antropometri berarti ukuran dari tubuh (Mediague.wordpress. com).

Metode antropometri adalah menjadikan ukuran tubuh manusia sebagai alat menentukan status gizi manusia. Konsep dasar yang harus dipahami dalam menggunakan antropometri secara antropometri adala konsep pertumbuhan. Antropometri gizi adalah berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi(mediague.wordpress. com). B.Syarat yang Mendasari Penggunaan Antropometri a. Alatnya mudah didapat dan digunakan, seperti dacin, pita lingkar lengan atas, mikrotoa, dan alat pengukur panjang bayi yang dapat dibuat sendiri dirumah. b. Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif c. Pengukuran bukan hanya dilakukan dengan tenaga khusus profesional, juga oleh tenaga lain setelah dilatih untuk itu. d. Biaya relatif murah e. Hasilnya mudah disimpulkan karena mempunyai ambang batas. f. Secara alamiah diakui kebenaranya. C.Kelemahan dan Kelebihan Antropometri 1. Kelemahan antropometri a. Tidak sensitive b. Faktor diluar gizi (penyakit, genetik, dan penurunan penggunaan energi) c. Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempungaruhi presisi, akurasi, dan validitas pengukuran antropometri gizi. Kesalahan terjadi karena: 1) Pengukuran 2) Perubahan hasil pengukuran baik fisik maupun komposisi jaringan 3) Analisis dan asumsi yang keliru d. Sumber kesalahan, biasanya berhubungan dengan: 1) Latihan petugas yang tidak cukup 2) Kesalahan alat atau alat tidak ditera 3) Kesulitan pengukuran. 2. kelebihan antropometri a. prosedur sederhana, aman, dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel cukup besar. b. Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli c. Alat murah, mudah di bawa, tahan lama, dapat di pesan dan di buat di daerah setempat

d. Metode ini tepat dan akurat, karena dapat di bakukan e. Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau f. Ummumnya dapat mengidentifikasi status buruk, kurang dan baik, karena sudah ada ambang batas jelas. g. Dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu, atau dari satu generasu ke generasi berikutnya. D.Jenis Parameter Antropometri Pada Anak 1. Umur Faktor umur sangat penting dalam menentukan status gizi. Menurut Puslitbang Gizi Bogor (1980), batasan umur digunakan adalah tahun umur penuh dan untuk anak 0-2 tahun digunakan bulan penuh. Contoh : tahun usia penuh. Umur : 7 tahun 2 bulan dihitung 7 tahun 6 tahun 11 bulan dihitung 6 tahun. Contoh : bulan penuh Umur : ~ 5 bulan 5 hari di hitung 5 bulan ~ 7 bulan 14 hari dihitung 7 bulan 2. Berat badan Merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Berat badan digunakan untuk mendiagnosa bayi normal atau BBLR. Penurunan berat badan merupakan yang sangat penting karena mencerminkan masukan kalori yang tidak adekuat. Berat badan merupakan pilihan utama karena berbagai pertimbangan: 1) Parameter yang baik, mudah terlihat perubahan dalam waktu singkat. 2) Memberi gambaran status gizi sekarang dan gambaran yang baik tentang pertumbuhan 3) Merupakan ukuran antropometri yang sudah dipakai secara umum dan luas. 4) Ketelitian pengukuran tidak banyak dipengaruhi oleh ketrampilan pengukur 5) KMS (Kartu Menuju Sehat) yang digunakan sebagai alat yang baik untuk pendidikan dan monitor kesehatan anak menggunakan juga berat badan sebagai dasar pengisian. Alat yang digunakan di lapangan sebaiknya memenuhi beberapa persyaratan: 1) Mudah digunakan dan dibawa dari satu tempat ke tempat lain.

2) Mudah diperoleh dan relatif murah harganya. 3) Ketelitian penimbangan sebaiknya maksimum 0,1 kg 4) Skala mudah dibaca 5) Cukup aman untuk menimbang anak balita. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menimbang berat badan anak: 1) Pemeriksaan alat timbangan 2) Anak balita yang ditimbang 3) Keamanan 4) Pengetahuan dasar petugas. 3. Tinggi Badan Tinggi badan merupakan antropometri yang menggambarkan keadaan pertumbuhan skeletal. Pertumbuhan tinggi badan tidak seperti berat badan. Tinggi badan relative kurang sensitive pada masalah kekurangan gizi dalam waktu singkat. Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap tinggi badan akan tampak dalam waktu yang relative lama. Pada keadaan normal, tinggi badan tumbuh seiring dengan pertambahan umur. Pada anak dibawah usia lima tahun dilakukan secara berbaring..pengukuran dilakukan dari telapak kaki sampai ujung puncak kepala. Cara Pengukurannya : a. Letakkan kepala bayi pada garis tengah alat pengukur. Letakkan lutut bayi secara lembut b. Dorong sehingga kaki ekstensi penuh dan mendatar pada meja ukuran c. Hitung berapa panjang bayi tersebut dengan melihat angka pada tumit bayi. Jika pengukuran dilakukan saat berdiri maka posisi anak harus berdiri tegak lurus, sehingga tumit, bokong dan bagian atas punggung terletak pada dalam 1 garis vertical, sedangkan liang telinga dan bagian bawah orbita membentuk satu garis horizontal. Cara mengukur: 1) Tempelkan dengan paku mikrotoa tersebut pada dinding yang lurus datar sehingga tepat 2 meter. 2) Lepaskan sepatu atau sandal. 3) Anak harus berdiri tegak seperti sikap siap sempurna 4) Turunkan mikrotoa sampai rapat pada kepala bagian atas, siku-siku harus lurus

menempel pada dinding. 5) Baca angka pada skala yang nampak pada lubang dalam gulungan mikrotoa. Pertambahan berat badan dan tinggi badan sesuai umur anak dapat dilihat melalui table berikut : NO. USIA BERAT BADAN TINGGI BADAN 1. Baru lahir 6 bulan Bertambah 140-220 gr (2XBBL) Bertambah 2,5cm/bulan 2. 6-12 bulan 85-140gr (3XBBL) 1,25cm/bulan 3. Balita 2-3 kg/tahun Pada tahun kedua kira-kira 12cm Pada tahun ketiga kira-kira 6-8 cm 4. Pra sekolah 2-3 kg/tahun 6-8 cm/tahun 5. Usia sekolah 2-3 kg/tahun 5-25 cm/tahun 4. Lingkar Lengan Atas (LILA) Merupakan salah satu pilihan untuk penentuan status gizi, karena mudah, murah, dan cepat. Tidak memerlukan data umur yang terkadang susah diperoleh. LILA memberikan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit. LILA mencerminkan cadangan energy, sehingga dapat mencerminkan : a. Status KEP pada balita b. KEK pada ibu WUS dan ibu hamil: resiko bayi BBLR Kesalahan pengukuran LILA (ada berbagai tingkat ketrampilan pengukur) relatif lebih besar dibandingkan dengan tinggi badan, mengingat batas antara baku dengan gizi kurang, lebih sempit pada LILA dari pada tinggi badan. Ambang batas pengukuran LILA pada bayi umur 0-30 hari yaitu 9,5 cm. sedangkan pada balita yaitu < 12,5cm. Cara mengukur LILA pada bayi: Tentukan posisi pangkal bahu Lengan dalam keadaan bergantung bebas, tidak tertutup kain atau pakaian Tentukan posisi ujung siku dengan cara siku dilipat dengan telapak tangan kea rah perut. Tentukan titik tengah antara pangkal bahu dan ujung siku siku dengan menggunakan pita LILA,dan beri tanda dengan pulpen (sebelumnya minta izin kepada pasien). Sebelumnya perhatikan titik nolnya.

Lingkarkan pita LILA sesuai dengan tanda pulpen di sekeliling lengan responden sesuai tanda. Masukkan ujung pita di lubang yang ada pada pita LiLA Pita di tarik dengan perlahan, jangan terlalu ketat atau longgar Baca angka yang di tunjukkan oleh tanda panah pada pita LiLA (kea rah angka yang lebih besar) Tulis hasil pembacaannya. 5. Lingkar Kepala Lingkar kepala adalah standar prosedur dalam ilmu kedokteran anak praktis, yang biasanya untuk memeriksa keadaan patologi dari besarnya kepala atau peningkatan ukuran kepala. Lingkar kepala bayi yang baru lahir di Indonesia ratarata 3 cm dan di Negara maju 3,5 cm. kemudian pada usia 6 bulan menjadi 40 cm (bertambah 1,5 cm setiap bulan). Pada umur 1 tahun lingkar kepala mencapai 45-47 cm (bertambah 0,5 cm tiap bulan). Pada usia 3 tahun menjadi 50 cm dan pada umur 10 tahun 53 cm. Lingkar kepala dihubungkan dengan ukuran otak dan tulang tengkorak. Ukuran otak pun meningkat secara cepat selama tahun pertama, tetapi besar lingkar kepala tidak menggambarkan keadaan kesehatan dan gizi. Bagaimanapun ukuran otak dan lapisan tulang kepala dan tengkorak dapat bervariasi sesuai keadaan gizi. Alat dan tehnik pengukuran: Alat yang sering digunakan dibuat dari serat kaca (fiber glas) dengan lebar kurang dari 1 cm, fleksibel, tidak mudah patah, pengukuran sebaiknya dibuat mendekati 1 desimal, caranya dengan melingkarkan pita dari pertengahan dahi (frontalis) ke tulang telinga terus ke oksipitalis.kembali ke frontalis. 6. Lingkar Dada Dilakukan pada bayi/anak dalam keadaan bernafas biasa dengan titik ukur pada areola mammae. Biasanya dilakukan pada anak berumur 2-3 tahun, karena rasio lingkar kepala dan lingkar dada sama pada umur 6 bulan. Setelah umur ini lingkar kepala lebih lambat dari pada lingkar dada. Pada anak yang mengalami KEP terjadi pertumbuhan lingkar dada yang lambat : rasio dada dan kepala < 1.

BAB III KESIMPULAN 1. Antropometri merupakan ukuran tubuh. 2. Metode antropometri menjadikan ukuran tubuh manusia sebagai alat menentukan status gizi manusia. 3. Jenis parameter antropometri yang harus di ukur sebagai indicator status gizi yaiti : a. Umur b. Berat badan c. Tinggi badan d. Lingkar lengan atas (LiLA) e. Lingkar kepala f. Lingkar dada DAFTAR PUSTAKA Djitowiyono,Sugeng.2010.Asuhan Keperawatan Neonatus dan Anak.Yogyakarta : Nuha Medika. Smeltzer,Suzanne C.2002.Keperawatan Medikal Bedah.volume1Jakarta:EGC Wong, Donna L.2003.Keperawatan Pediatrik.Edisi 4.Jakarta:EGC www.mediague.wordpress.com, diambil pada hari selasa jam 19.00 WIB.