BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini difokuskan pada variabel dependen utang luar negeri swasta dan variabel independen, yaitu defisit transaksi berjalan. Bahan analisa dikumpulkan dari jurnal-jurnal, buku-buku yang berkaitan serta melalui situs internet (studi pustaka) dan data sekunder dari instansi yang berkaitan dengan penelitian ini yaitu Bank Indonesia dan portal data indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa quartalan dari tahun 2005-2016. B. Metode Penelitian Metode penelitian yang diginakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian eksperimen adalah penelitian dengan mengginakan metode dalam pemecahannya masalahnya adalah dengan cara mengungkapkan hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih melalui percobaan yang cermat. 1 Jadi penelitian ini merupakan studi yang menyelidiki hubungan sebab akibat, yang ditimbulkan oleh variabel bebas kepada variabel terikat. 2 1 Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif: Delengkapi Perbandingan Perhitungan Manual Dan SPSS ( Jakarta: Kencana, 2013), 8 2 Mudrajat Kuncoro, Metode Riset Untuk Bisnis Dan Ekonomi (Jakarta: Erlangga, 2009), 14 38
39 C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. 3 Populasi adalah kumpulan dari semua kemungkinan orangorang, benda-benda dan ukuran lain, yang menjadi objek perhatian atau kumpulan seluruh objek yang menjadi perhatian. 4 Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah utang luar negeri swasta dan defisit transaksi berjalan yang telah dipublikasi di bank indonesia dan portal data indonesia selama periode 2005-2016 2. Sampel Sampel merupakan bagian dari populasi. Dengan menggunakan sampel, maka dapat diperoleh suatu ukuran yang dinamakan statistika. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. 5 Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data skunder utang luar negeri swasta dan defisit transaksi berjalan berupa quartalan dari tahun 2005-2016. Jumlah sampel data dalam penelitian ini adalah 48. 3 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2016),80 4 Suharyadi, Statistika Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern, Buku 2, edisi 2 (Jakarta: Salemba Empat, 2009), 7 5 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R & D...,81
40 D. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder karena peneliti tidak mengumpulkan sendiri data yang diperoleh melainkan data yang telah dikumpulkan dan diolah melalui pihak lain. Data sekunder merupakan data primer yang diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pengumpul data primer atau pihak lain. Data sekunder biasanya telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data 6. Periode data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2005-2016 yang bersumber dari Bank Indonesia, Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) dan portal data indonesia. Sebagai bahan pendukung digunakan buku referensi, jurnal, surat kabar eletronik, dan beberapa situs resmi yang terkait dengan objek penelitian utang luar negeri dan variabel yang mempengaruhinya. E. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah : 1. metode dokumentasi, yaitu dengan melihat dan melakukan pencatatan data yang tercantum di Bank Indonesia. Dengan cara mencatat data Defisit Transaksi Berjalan dan Utang Luar Negeri Swasta periode 2005-2016 yang diperoleh dari website Bank Indonesia yaitu www.bi.go.id dan portal data indonesia yaitu www.data.go.id 6 Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian (Bandung: Alfabeta. 2012), 309
41 2. Penelitian juga dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan, yaitu mempelajari, memahami, mencermati, menelaah, mengidentifikasi hal-hal yang sudah ada dan apa yang belum ada dalam bentuk jurnal-jurnal atau karya-karya ilmiah yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. 7 F. Metode Analisis Data 1. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variable penggangu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan f mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. 8 Alat uji yang digunakan untuk menguji normalitas data adalah uji Kolmogrov-Smirnow. Dalam penelitian ini menggunakan a 5% (a = 0,05). Uji ini dilakukan dengan membuat hipotesis: H 0 : Data residual terdistribusi normal (jika nilai signifikansi > a) Ha : Data residual tidak terdistribusi normal (jika nilai signifikansi < a) 7 Augusty Ferdinand, Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian Untuk Skripsi, Tesis dan Disertasi Ilmu manajemen (Semarang : BP UNDIP, 2006), 39 8 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 19 (Semarang: UNDIP, 2011), 160
42 b. Uji Autokorelasi Uji autokeralsi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. 9 Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi peneliti menggunakan Uji Darbin-Watson. 1) Uji Darbin-Watson (DW-test) Uji ini hanya digunakan untuk autokorelasi tingkat satu dan mensyaratkan adanya intercept (konstanta) dalam model regresi dan tidak ada variable lag diantara variabel independen. Hipotesis yang akan diuji adalah: H 0 : Tidak Ada Autokorelasi ( r = 0) Ha: Ada Autokorelasi ( r 0) Tabel 3.1 Pedoman Uji Durbin Watson Hipotesis Nol Keputusan Jika Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0 < d < dl Tidak ada autokorelasi positif Tak ada kep. dl d du Tidak ada autokorelasi negatif Tolak 4 - dl < d < 4 Tidak ada autokorelasi negatif Tak ada kep. 4 - du d 4 - dl Tidak ada autokorelasi Terima du < d < 4 - du positif/negatif 9 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate,110-111
43 c. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homo skedadtisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. 10 2. Analisis Regresi Sederhana Analisis regresi sederhana berkaitan dengan analisis dua variabel yaitu varabel dependen dan variabel independen. Dengan kata lain, dalam regresi sederhana hanya ada satu variabel bebas yang bersifat menjelaskan. 11 Model persamaan garis regresi linier sederhana dapat dirumuskan sebagai berikut: 12 Y= a + bx + e Keterangan: Y = Utang Luar Negeri Swasta a = Konstanta (nilai Y apabila X = 0) b = Koefisien regresi X = deficit transaksi berjalan e = standard Eror 10 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate,139 11 Nuri Effendi Dan Maman Setiawan, Ekonometrika Pendekatan Teori dan Terapan (Jakarta: Salemba Empat 2014), 13 12 Ali Idris Soentoro, Metodologi Penelitian Dengan Aplikasi Statistika, Edisi Pertama (Depok: Pt Taramedia Bakti Persada, 2014), 16
44 3. Uji Hipotesis a. Uji T Uji T pada dasarnya menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variable penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variable independen. Hipotesis nol (H0) yang hendak diuji adalah apakah suatu parameter (bi) sama dengan nol, atau H0 : bi = 0 Artinya apakah suatu variable independent bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variable dependen. Hipotesis alternatifnya (HA) parameter suatu variable tidak sama drngan nol, atau Ha : bi # 0 Artinya, variable tersebut merupakan penjelas yang signifikan terhadap variable dependen.. b. Koefisien Korelasi Koefisien korelasi merupakan ukuran yang dapat menjelaskan besar kecilnya hubungan antara 2 variabel. Adapun kegunaan dari i koefiaien korelasi adalah penentu adanya hubungan serta besarnya hubungan antara dua variabel merupakan masalah utama yang perlu mendapat jawaban dalam statistik. Dengan penaksiran besarnya korelasi yang digunakan adalah: 13 13 Nugroeho Boediyono, Pengantar Statistika Ekonomi dan Bisnis, Jilid 1 ( Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2012), 280
45 Tabel 3.2 Pedoman Uji Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00-0,199 Sangat Rendah 0,20-0,399 Rendah 0,40-0,599 Sedang 0,60-0,799 Kuat 0,80-1,000 Sangat Kuat c. Koefisien determinasi Koefisien determinasi merupakan ukuran untuk mengetahui kesesuaian atau ketepatan antara nilai dugaan atau garis tegresi dengan data sample. Jika semua data observasi terletak pada garis regresi akan diperolwh garis regresi yang sesuai atau sempurna, namun apabila data observasi tersebar jauh dari nilai dugaan atau garis tegresinya, maka nilai dugaannya menjadi kurang sesuai. Jadi koefisien determinasi adalah kemampuan variable X memengaruhi variable Y. Semakin besar koefisien determinasi menunjukan semakin baik kemampuan X menerangkan Y. 14 Rumusnya adalah ( ) ( )( ) ( ) ( ) ( ) ( ) 14 Suharyadi, Statistik Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern 162-163
46 Dimana: r : Nilai koefisien korelasi : Jumlah pengamatan variable X : Jumlah pengamatan variable Y : Jumlah Hasil Perkalian Variable X Dan Y ( ) : Jumlah Kuadrat Dari Pengamatan Variable X ( ) : Jumlah Kuadrat Dari Jumlah Kuadrat Variable X ( ) : jumlah kuadrat dari pengamatan variable Y ( ) : Jumlah kuadrat dari jumlah kuadrat variable Y N : Jumlah pasangan pengamatan Y dan X. G. Operasional Variabel Penelitian Tabel 3.3 Variabel Definisi Satuan Defisit transaksi berjalan (X) Defisit transaksi berjalan adalah jumlah ekspor yang lebih sedikit USD dari pada impor. Defisit transaksi berjalan diduga mempengaruhi utang luar negeri karena, jika besarnya transaksi berjalan melebihi surplus neraca modal akan mengakibatkan defisit neraca pembayaran (BOP), yang berarti juga cadangan devisa berkurang, maka suatu negara akan kekurangan modal untuk
47 Utang luar negeri swata (Y) membiayai impor barang-barang baru dan untuk kebutuhan kegiatan produksi dalam negeri, jika sudah terjadi seperti itu maka dibutuhkanlah modal dari luar negeri Utang swasta (nonguranteed debt) adalah utang yang dilakukan oleh debitur swasta dimana utang tersebut tidak dijamin oleh pemerintah yang otonom. Utang luar negeri yang berasal dari kreditur swasta bisa pula berwujud pinjaman dari bank-bank komersial, obligasi dan lain-lain. USD