TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.
PERTEMUAN 4 TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM Dasar-dasar Pengujian Perangkat Lunak Dasar-dasar Pengujian Perangkat Lunak. Pengujian White Box. Pengujian Path Basis. Pengujian Struktur Kendali.
Dasar-dasar Pengujian Perangkat Lunak Pengujian adalah proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan kesalahan. Pengujian merupakan pula sebagai elemen kritis dari jaminan kualitas perangkat lunak dan merepresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, desain dan pengkodean. System Testing merupakan pengujian terhadap integrasi sub-sistem, yaitu keterhubungan antar sub-sistem yang ada. Acceptance Testing merupakan pengujian terakhir sebelum sistem dipakai oleh pengguna. Pengujian ini biasanya melibatkan pengujian dengan data dari pengguna sistem. Proses ini biasa dikenal sebagai alpha test ( beta test untuk software komersial, dimana pengujian dilakukan oleh potensial customer).
Dasar-dasar Pengujian Perangkat Lunak selanjutnya Unit Testing Component Testing Module Testing Sub-system Testing User Testing Integration Testing System Testing Acceptance Testing
Dasar-dasar Pengujian Perangkat Lunak selanjutnya Component Testing Mencangkup unit testing dan module testing. Pengujian komponen-komponen dari program/perangkat lunak. Biasanya dilakukan oleh component developer. Integration Testing Mencangkup sub-system testing dan system testing. Pengujian kelompok komponen-komponen yang terintegrasi untuk membentuk sub-sistem ataupun sistem. Dilakukan oleh tim penguji yang independen. Pengujian berdasarkan spesifikasi sistem.
Dasar-dasar Pengujian Perangkat Lunak selanjutnya Rencana pengujian terdiri dari: Proses testing, merupakan deskripsi dari fase-fase utama dalam pengujian perangkat lunak. Pelacakan kebutuhan, mencangkup semua kebutuhan pengguna yang diuji secara individu. Item yang diuji, menspesifikasikan komponen sistem yang diuji. Jadual testing, pengaturan waktu kegiatan yang disusun untuk menguji perangkat lunak. Prosedur pencatatan hasil dan prosedur, terdiri dari kumpulan langkahlangkah pengujian perangkat lunak. Kebutuhan hardware dan software, perangkat yang digunakan untuk mendukung kegiatan pengujian perangkat lunak. Kendala, hal-hal yang dapat terjadi dalam pengujian perangkat lunak.
Pengujian White Box White Box Testing merupakan cara pengujian dengan melihat kedalam modul untuk meneliti kode-kode program yang ada dan menganalisis apakah ada kesalahan atau tidak. Jika terdapat modul yang menghasilkan output tidak sesuai dengan proses bisnis yang dilakukan, maka baris-baris program, variabel dan parameter yang terlibat pada unit tersebut akan dicek satu persatu, diperbaiki dan kemudian di-compile ulang. Dengan menggunakan white box akan didapatkan kasus uji sebagai berikut: Menguji semua keputusan secara logical. Menguji seluruh loop yang sesuai dengan batasannya. Menguji seluruh struktur data internal yang menjamin validitas.
Pengujian White Box selanjutnya Kelebihan white box testing adalah: Kesalahan logika, digunakan pada sintaks if dan pengulangan dimana white box testing akan mendeteksi kondisi-kondisi yang tidak sesuai dan mendeteksi kapan proses pengulangan akan berhenti. Ketidaksesuaian asumsi, menampilkan asumsi yang tidak sesuai dengan kenyataan untuk dianalisis dan diperbaiki. Kesalahan ketik, mendeteksi bahasa pemrograman yang bersifat case sensitive. Kekurangan white box testing adalah: Untuk perangkat lunak yang tergolong besar, white box testing dianggap sebagai strategi yang tergolong boros karena akan melibatkan sumber daya yang besar untuk melakukannya.
Pengujian White Box selanjutnya White Box Testing [1]
Pengujian Path Basis Basis Path Testing memungkinkan perancang test case mendapatkan ukuran kompleks logical dari perancangan prosedural dan menggunakan ukuran ini sebagai petunjuk untuk mendefinisikan himpunan jalur yang akan diuji. Basis path menggunakan notasi graph atau flow graph untuk menggambarkan aliran kontrolnya. Tujuannya meyakinkan bahwa himpunan test case akan menguji setiap path pada suatu program paling sedikit satu kali. Unsur-unsur basis path testing sebagai berikut: Lingkaran (node), menggambarkan satu atau lebih perintah prosedural. Tanda panah (edge), menggambarkan aliran kontrol. Region, daerah yang dibatasi oleh edge dan node termasuk daerah diluar grafik alir.
Pengujian Path Basis selanjutnya Path Basis Testing [2]
Pengujian Struktur Kendali Pengujian struktur kendali dalah sebuah metode disain test case yang menggunakan kondisi logis yang ada pada suatu program. Teknik ini merupakan perbaikan dari basis path yang meliputi: Pengujian Kondisi, didasarkan pada struktur kontrol (=, <, >, not, and, dsb.) Pengujian Aliran Data, didasarkan pada adanya hubungan antar-statement pada program. Pengujian Loop, berfokus pada validitas konstruksi loop. Setiap bahasa pemrograman memiliki kemampuan untuk melakukan pengujian kondisi agar program dapat berjalan dinamis dan interaktif. Untuk menguji setiap kondisi, diperlukan pembanding (operator) yang bisa sama dengan (=), lebih besar (>), lebih kecil (<), atau tidak sama dengan lainnya.
Referensi Materi Perkuliahan - Dasar-dasar Pengujian Perangkat Lunak http://bit.ly/2gdhqcs Gambar [1] http://bit.ly/2i5hpfy Gambar [2] http://bit.ly/2wpqls4