BAB I PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN I-1

dokumen-dokumen yang mirip
Prarancangan Pabrik Cumen dari Propilen dan Benzena dengan Proses Q- Max dengan Menggunakan Katalis Zeolit Beta Kapasitas 100.

Prarancangan Pabrik Cumene dari Propylene dan Benzene dengan Proses Q-Max menggunakan katalis QZ000/2001 Kapasitas ton/tahun Pendahuluan

Prarancangan Pabrik Cumen dari Propilen dan Benzena dengan Proses Q- Max dengan Menggunakan Katalis Zeolit Beta Kapasitas 110.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Prarancangan Pabrik Sikloheksana dengan Proses Hidrogenasi Benzena Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Industri bahan intermediate (setengah jadi) di Indonesia sedang

Laporan Tugas Akhir Prarancangan Pabrik Monochlorobenzene dari Benzene dan Chlorine Kapasitas ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Dodekilbenzena dari Dodekena dan Benzena dengan Proses DETAL Kapasitas ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Etilbenzena Dari Benzena dan Etilena Dengan Proses UNOCAL/UOP Kapasitas Ton/Tahun

PENDAHULUAN. berkembang. Akibatnya kebutuhan bahan - bahan baku dan bahan penunjang produksi. luar negeri. Salah satunya adalah Isopropyl benzene.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen dari Toluen dan Asam Campuran Dengan Proses Kontinyu Kapasitas 55.

Prarancangan Pabrik Dodekilbenzena dari Dodeken dan Benzena Dengan Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang

Prarancangan Pabrik Etilen Glikol dari Etilen Oksida dan Air Kapasitas ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, pemanfaatan sumber daya alam yang

Prarancangan Pabrik Sikloheksana dengan Proses Hidrogenasi Benzena Kapasitas ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pendirian Pabrik

Prarancangan Pabrik Propilen Glikol dari Proplilen Oksida dan Air dengan Proses Hidrasi Kapasitas Ton / Tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. 1 Prarancangan Pabrik Dietil Eter dari Etanol dengan Proses Dehidrasi Kapasitas Ton/Tahun Pendahuluan

Prarancangan Pabrik Aseton Proses Oksidasi Propilena Kapasitas Ton/Tahun. Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Perancangan Pabrik Mononitrotoluena dari Toluena dan Asam Campuran dengan Proses Kontinyu Kapasitas 25.

Dari pertimbangan faktor-faktor diatas, maka dipilih daerah Cilegon, Banten sebagai tempat pendirian pabrik Aseton.

Prarancangan pabrik isopropil asetat dari asam asetat dan propilen kapasitas ton / tahun

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendirian Pabrik

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendirian Pabrik

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Butil Akrilat dari Asam Akrilat dan Butanol Kapasitas Ton per Tahun. Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN. sehingga mengakibatkan konsumsi minyak goreng meningkat. Selain itu konsumen

Prarancangan Pabrik Aseton Proses Oksidasi Propilena Kapasitas Ton/Tahun Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN Kapasitas Pabrik Dalam pemilihan kapasitas pabrik acetophenone ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan yaitu:

Prarancangan Pabrik Linier Alkil Benzena dengan Proses Detal Kapasitas Ton/Tahun Pendahulan BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. adalah produksi asam akrilat berikut esternya. Etil akrilat, jenis ester

Perancangan Pabrik Metil klorida Dengan Proses Hidroklorinasi Metanol Kapasitas Ton/tahun

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Selain pertimbangan di atas, pendirian pabrik sikloheksana di Indonesia dilakukan atas dasar hal-hal sebagai berikut:

PRARANCANGAN PABRIK ETIL KLORIDA DARI HIDROGEN KLORIDA DAN ETILEN KAPASITAS TON/TAHUN

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

commit to user BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Isobutil palmitat dari Asam palmitat dan Isobutanol Kapasitas Ton / Tahun BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik n-butanol Proses Hidrogenasi Butyraldehide Kapasitas Ton/Tahun Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Ethyl Chloride dari Ethylene dan Hydrogen Chloride Kapasitas Ton/Tahun

PRARANCANGAN PABRIK SIKLOHEKSANA DENGAN PROSES HIDROGENASI BENZENA KAPASITAS TON PER TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. ditingkatkan dalam menghadapi persaingan perdagangan internasional.

BAB I PENDAHULUAN PRARENCANA PABRIK ASETON DARI ISOPROPIL ALKOHOL

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Perkloroetilen dari Propana dan Klorin Kapasitas ton/tahun BAB I

Prarancangan pabrik sikloheksana dari benzena Kapasitas ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Etanolamin dengan Proses Non Catalytic Kapasitas ton/tahun Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

<Pra (Rancangan (pabri^ metil'klorida dari <MetanoCdan asam Florida ton/tafiun PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Berdirinya Pabrik

1.2 Kapasitas Pabrik Untuk merancang kapasitas produksi pabrik sodium silikat yang direncanakan harus mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu:

BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Dimetil Eter Proses Dehidrasi Metanol dengan Katalis Alumina Kapasitas Ton Per Tahun.

MAKALAH PRAKTIKUM HYSYS LPG RECOVERY PLANT

industri farmasi dan makanan terutama untuk ekstrasi dan pemurnian pada

Prarancangan Pabrik Alumunium Sulfat dari Asam Sulfat dan Kaolin Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

KOMPOSISI MINYAK BUMI

Prarancangan Pabrik Metilen Klorida dari Metil Klorida dan Klorin Kapasitas Ton/Tahun

PRARANCANGAN PABRIK METIL METAKRILAT DARI ASETON SIANOHIDRIN 1 DAN METANOL KAPASITAS TON/TAHUN BAB I PENDAHULUAN

1 Prarancangan Pabrik n-butil Metakrilat dari Asam Metakrilat dan Butanol dengan Proses Esterifikasi Kapasitas ton/tahun Pendahuluan

Prarancangan Pabrik Akrilonitril dari Asetilen dan Asam Sianida dengan Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENGANTAR

PRARANCANGAN PABRIK DIMETIL ETER DARI METANOL KAPASITAS TON/TAHUN

LAPORAN TUGAS PRARANCANGAN PABRIK PRA RANCANGAN PABRIK ASAM BENZOAT DENGAN PROSES HIDROLISIS BENZO TRIKLORIDA KAPASITAS 60.

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN I-1

Prarancangan Pabrik Propilen Glikol dari Propilen Oksid Kapasitas ton/tahun BAB I PENGANTAR. A. Latar Belakang

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang

Prarancangan Pabrik Asam Asetat dengan Proses Monsanto Kapasitas Ton Per Tahun BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Mononitrotoluena dari Toluena dan Asam Campuran Dengan Proses Kontinyu Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. desinfektan, insektisida, fungisida, solven untuk selulosa, ester, resin karet,

dapat mendorong berdirinya pabrik kimia lainnya, sehingga dapat mengurangi

Prarancangan Pabrik Propilen Glikol dari Proplilen Oksida dan air dengan Proses Hidrasi Kapasitas Ton / Tahun BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik 2-Etil Heksanol dari Propilen dan Gas Sintetis Kapasitas Ton/Tahun

BAB I PENDAHULUAN. Amar Ma ruf D

Prarancangan Pabrik Asam Asetat dari Metanol dan Karbon Monoksida Kapasitas Ton per Tahun BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Metil Akrilat Dari Metanol Dan Asam Akrilat Dengan Proses Esterifikasi Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendirian Pabrik

BAB II PERANCANGAN PRODUK

BAB II PERANCANGAN PRODUK. : Sebagai bahan baku pembuatan ammonia, plastik,

Prarancangan Pabrik Akrolein dari Propilen dengan Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

Prarancangan Pabrik Xylen dari Etil Benzen Kapasitas ton/tahun BAB I PENGANTAR

Prarancangan Pabrik Natrium Difosfat Heptahidrat Dari Natrium Klorida dan Asam Fosfat Kapasitas Ton / Tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENGANTAR 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pendirian pabrik metanol merupakan hal yang sangat menjanjikan dengan alasan:

Prarancangan Pabrik Hidrorengkah Aspal Buton dengan Katalisator Ni/Mo dengan Kapasitas 90,000 Ton/Tahun BAB I PENGANTAR

Prarancangan Pabrik Sodium Silikat Dari Natrium Hidroksida Dan Pasir Silika Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN

TUGAS AKHIR PRARANCANGAN PABRIK ETILBENZENA DARI ETILEN DAN BENZENA DENGAN PROSES MOBIL-BADGER KAPASITAS TON/TAHUN

LEMBARAN SOAL 6. Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH )

Prarancangan Pabrik Etilena dari Propana Kapasitas ton/tahun BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Prarancangan Pabrik Asam Adipat dari Sikloheksanol dan Asam Nitrat dengan Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENGANTAR

PRARANCANGAN PABRIK DIKLOROBUTANA DARI TETRAHIDROFURAN KAPASITAS TON PER TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Kiswari Diah Puspita D

1.2. Kapasitas Perancangan Pabrik Dalam penentuan kapasitas pabrik butiraldehid ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan antara lain :

berupa ikatan tunggal, rangkap dua atau rangkap tiga. o Atom karbon mempunyai kemampuan membentuk rantai (ikatan yang panjang).

PABRIK BEZALDEHIDE DARI TOLUENE DENGAN PROSES OKSIDASI PRA RENCANA PABRIK. Oleh : EDVIN MAHARDIKA

Tugas Perancangan Pabrik Kimia Prarancangan Pabrik Amil Asetat dari Amil Alkohol dan Asam Asetat Kapasitas ton/tahun BAB I PENGANTAR

ISOPROPIL ALKOHOL DENGAN PROSES DEHIDROGENASI

Transkripsi:

BAB 1 PENDAHULUAN I-1 BAB I PENDAHULUAN I.1.Latar Belakang Perkembangan industri kimia di Indonesia terus meningkat, sehingga kebutuhan akan bahan penunjang industri kimia juga bertambah. Namun kebutuhan bahan penunjang tersebut sampai dengan saat ini masih banyak yang didatangkan dari luar negeri. Jika bahan-bahan tersebut dapat diproduksi di dalam negeri, maka dapat menghemat pengeluaran devisa negara dan bahkan dapat meningkatkan nilai ekspor. Cumene merupakan salah satu bahan penunjang industri kimia yang saat ini masih didatangkan dari luar negeri. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2011 hingga 2016 impor cumene ke Indonesia berkisar antara 2400-4800 ton. Cumene yang diimport akan diolah oleh industri sebagai bahan intermediate untuk pembuatan aseton dan fenol. Berdasarkan data BPS pada tahun 2016 fenol dan aseton masih banyak yang di datangkan dari luar negeri, yakni masing-masing sekitar 18.880 ton dan 76 ton. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa industri di Indonesia masih banyak membutuhkan cumene sebagai bahan intermediate dalam pembuatan fenol dan aseton untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun kebutuhan ekspor. Beberapa negara yang membutuhkan cumene adalah USA, Korea, Cina dan Jepang, oleh karena itu pembangunan pabrik cumene di Indonesia ini sangat potensial, apalagi dengan adanya ketersediaan bahan baku propylene dan benzena yang cukup yaitu dari PT. Chandra Asri di Cilegon dan kilang Paraxylene di Cilacap. Selain itu industri cumene sebagai bahan intermediate mempunyai prospek yang sangat besar karena belum adanya pabrik sejenis yang didirikan di Indonesia. Berdasarkan berbagai pertimbangan di atas maka pabrik cumene ini akan didirikan pada tahun 2020 dengan kapasitas sebesar 30.000 ton/tahun. Kapasitas ini ditetapkan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor. I.2.Tinjauan Pustaka I.2.1 Propilen Propilen (C3H6) merupakan senyawa organik tak jenuh dengan satu ikatan rangkap (lihat gambar I.1). Senyawa ini menempati urutan ketiga untuk nilai

BAB 1 PENDAHULUAN I-2 kelimpahannya di alam setelah etana dan metana dan merupakan produk kedua terpenting dalam industri petrokimia setelah etilen.. Gambar I.1. Struktur Senyawa Propilen Gambar I.2 menunjukan posisi cumene sebagai produk antara dari skema pohon petrokimia senyawa propilen, dari produk antara cumene tersebut dapat dihasilkan produk akhir berupa fenol dan aseton, selanjutnya dapat diubah menjadi produk jadi yang banyak digunakan oleh masyarakat sehari-hari seperti pada gambar berikut: Gambar I.2. Skema Pohon Petrokimia Senyawa Propilen (BKPM, 2011) Beberapa reaksi propilen diantaranya adalah (Fessenden and Fessenden, 1992) Alkilasi Reaksi alkalisi propilen terhadap benzena dilakukan dengan bantuan katalis AlCl3 menghasilkan suatu alkil benzena. Reaksi : C6H6 + C3H6 C6H6CH(CH3)2 Khlorinasi Alkil klorida dapat dibuat dengan cara khlorinasi non katalitik terhadap propilen fase gas pada suhu 500 o C dalam reaktor adiabatik. Prinsip reaksi ini adalah substitusi sebuah atom Cl - terhadap atom hidrogen pada propilen. Reaksi :

BAB 1 PENDAHULUAN I-3 Cl2 + CH2CHCH3 CH2CHCH2Cl + HCl Oksidasi Propilen dapat dioksidasi menjadi akrolein dengan bantuan katalis CuO. Umpan masuk reaktor dengan komposisi 20% volume propilen, 20% volume udara dan 60% volume steam dengan waktu kontak satu detik. Pengambilan produk akrolein adalah dengan menggunakan quench serubbing effluent reaktor menggunakan campuran air dan propilen. C3H6 + O2 3CO2 + 3H2O I.2.2. Benzene Benzene pada umumnya digunakan sebagai bahan dasar dari senyawa kimia lainnya. Sekitar 80% benzena digunakan dalam pembuatan senyawa kimia etilbenzena, cumene dan sikloheksan. Dari ketiga senyawa tersebut yang paling terkenal adalah etilbenzena karena merupakan bahan baku stirena, yang selanjutnya diproduksi menjadi plastik dan polimer lainnya, sedangkan cumene digunakan sebagai bahan baku resin dan perekat. Sementara sikloheksana digunakan dalam pembuatan karet, pelumas, pewarna, obat, detergen, bahan peledak dan peptisida. Struktur senyawa benzene ditunjukkan dalam gambar I.3 Gambar I.3. Struktur Senyawa Benzena Benzena dapat mengalami beberapa reaksi yaitu: Reaksi Subtitusi Benzena dapat mengalami reaksi subtitusi apabila didukung oleh kondisi yang sesuai, satu atau lebih atom hidrogen pada benzena dapat digantikan dengan

BAB 1 PENDAHULUAN I-4 atom-atom seperti halogen(f,cl,br,i,at) atau gugus seperti gugus nitro (NO2) dan gugus sulfonat (HSO3). Reaksi Oksidasi Dengan oksidator kuat seperti asam permanganat atau asam kromat, benzena dapat dioksidasi menjadi air dan karbondioksida. Reaksi yang paling penting adalah oksidasi katalitik benzena menjadi maleic anhidrid. Sedangkan oksidasi pada fase gas menjadi phenol dilakukan pada suhu 450 800 o C tanpa adanya katalis. Reaksi Akilasi Reaksi aklilasi benzena dalam industri kimia diantaranya: a. Reaksi alkilasi benzena dengan propilen membentuk cumen pada fase cair/gas. Fase cair menggunakan katalis AlCl3, BF3, molecular sieve, ataupun resin, sedangkan fase gas menggunakankatalis H3PO4 padat. b. Reaksi alkilasi propilen dengan benzena membentuk deodecylbenzene yang berlangsung pada suhu 115 o C dengan menggunakan katalis AlCl3 padat. (Kirk and Othmer, 1978) I.2.3. Cumene Cumene adalah nama umum untuk isoprophylbenzene. Senyawa ini pertama kali digunakan sebagai zat tambahan untuk menaikkan nilai oktan minyak mentah dan bahan bakar. Hampir semua cumene yang dihasilkan sebagai senyawa murni pada skala industri dikonversi ke cumene hidropertoksida, yang merupakan produk antara dalam industri fenol dan aseton, dimana kedua bahan tersebut banyak digunakan untuk industri kimia dan polimer. Struktur senyawa cumene ditunjukkan pada Gambar I.4

BAB 1 PENDAHULUAN I-5 Gambar I.4. Struktur Senyawa Cumene Proses pembuatan cumene pada awalnya dikembangkan antara tahun 1939 dan 1945 untuk memenuhi permintaan bahan bakar yang memiliki oktan tinggi dalam industri penerbangan. Pada tahun 1989 sekitar 95% penggunaan cumene adalah sebagai bahan baku produksi fenol dan aseton dan sebagian kecil digunakan untuk produksi α-methylstyrene. Selain itu beberapa unit kilang minyak masih menghasilkan cumene untuk digunakan sebagai antiknock konstituen bensin. Sekitar 98% dari cumene digunakan untuk menghasilkan fenol dan aseton (Perdana, 2009). I.2.4. Katalis QZ-2000 Katalis QZ-2000 adalah katalis zeolit padat yang dapat diregenerasi. Pembuatan katalis ini didasarkan pada formulasi zeolit beta (β) yang dikembangkan oleh UOP (Universal Oil Products) dan digunakan dalam proses Q-Max untuk mengubah benzena dan propilena menjadi produk cumene berkualitas tinggi. Dalam proses Q- Max, benzena pertama kali direaksikan dengan propilena dalam reaktor alkilasi untuk menghasilkan cumena. Katalis QZ-2000 digunakan pada proses Q-Max lama baik pada reaktor alkilasi dan transalkilasi dan pada Q-Max yang baru, sedangkan pada proses 1-max yang baru katalis QZ-2000 hanya digunakan dalam reaktor transalkilasi dan pada alkilasi digunakan QZ-2001. Katalis QZ-2001 yang merupakan pengembangan dari katalis QZ-2000 memiliki stabilitas 2x lebih besar dibandingkan QZ-2000 dan memiliki umur katalis yang lebih tinggi sehingga lebih memungkinkan fleksibilitas operasi unit yang lebih besar (UOP, 2006).

BAB 1 PENDAHULUAN I-6 I.3.Sifat-Sifat Bahan Baku dan Produk I.3.1. Propilen Propilen adalah senyawa organik tak jenuh yang memiliki rumus kimia C3H6, tidak berwarna dan mudah terbakar. Sifat dari propilen ditunjukkan pada tabel I.1 I.3.2. Benzena Tabel I.1 Sifat Propilen (PubChem, 2017d) Sifat Keterangan Fase (1 atm) Warna/Bau Densitas Titik Didih Titik Beku Kelarutan dalam air Berat Molekul Viskositas Gas Tidak berwarna/tidak berbau 0,612 g/ml -47,7 o C -185,2 o C 0,61 g/l (25 o C) 42,081gr/mol 8,34 μpa (16,7 o C) Benzena adalah senyawa hidrokarbon aromatik yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan menguap. Sifat dari benzena ditunjukkan pada tabel I.2 Tabel I.2 Sifat Benzene (PubChem, 2017a) Sifat Fase (1 atm) Warna/Bau Densitas Titik Didih Titik Beku Kelarutan dalam air Berat Molekul Viskositas Keterangan Cair Tidak berwarna/tidak berbau 0,8756 g/ml (20 o C) 80,08 o C 5,5 o C 0,8 g/l (25 o C) 78,114 gr/mol 0,652 Cp (20 o C) I.3.3. Katalis QZ-2000 Katalis zeolit yang digunakan adalah QZ-2000 yang berbentuk padat, mudah di regenrasi dan tidak korosif. Sifat dari katalis ini ditunjukkan pada tabel I.3 Sifat Bentuk Nominal diameter ABD Tabel I.3 Sifat QZ-2000 (UOP LLC,2006) Extrudate 1,6 mm 550 kg/m 3 Keterangan

BAB 1 PENDAHULUAN I-7 I.3.4. Cumene Cumene adalah nama umum untuk isopropylbenzene, merupakan senyawa organik yang merupakan hidrokarbon aromatik, berbentuk cairan tak berwarna, beracun mudah terbakar, dan berbahaya bagi lingkungan. Sifat dari senyawa ini ditunjukkan pada Tabel I.4 : Sifat Fase (1 atm) Warna/Bau Densitas Titik Didih Titik Beku Kelarutan dalam air Berat Molekul Viskositas Tabel I.4 Sifat Cumene (PubChem, 2017b) Keterangan Cair Tidak berwarna/tidak berbau 0,862 g/ml (20 o C) 152 o C -96 o C Tidak larut dalam air (larut dalam acetone, ather, ethanol) 120,195 gr/mol 0,777 Cp (20 o C) I.3.5. Hasil Samping Hasil samping dari proses pembuatan cumene adalah diisopropilbenzena (DIPB). Diisopropilbenzena (DIPB) adalah cairan yang mudah menguap sehingga sangat mungkin terhirup ataupun kontak dengan kulit manusia. Sifat dari senyawa ini ditunjukkan pada tabel I.5 Tabel I.5 Sifat Diisopropilbenzena (DIPB) (PubChem, 2017c) Sifat Fase (1 atm) Warna Densitas Titik Didih Titik Beku Berat Molekul Cair Tidak berwarna 0,870 g/ml ( 0 o C) 204 o C (760 mm Hg) -57 o C 162,276 gr/mol Keterangan I.4.Kegunaan dan Keunggulan Produk I.4.1. Kegunaan Produk Kegunaan produk cumene adalah sbb : a. Bahan baku pembuatan fenol dan aseton b. Bahan baku dalam industri pembuatan pupuk c. Bahan perantara pembuatan resin

BAB 1 PENDAHULUAN I-8 d. Pelarut pada industri cat e. Bahan baku pembuatan asetophenone f. Bahan pembantu pada industri pembuatan asam terepthalate I.4.2. Keunggulan Produk Cumene merupakan salah satu bahan intermediate yang sangat dibutuhkan di Indonesia, namun saat ini masih belum ada pabrik yang memproduksi cumene, sehingga untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri cumene masih diimpor. Hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya nilai impor cumene. Oleh karena itu prarencana pabrik cumene merupakan peluang bagi Indonesia untuk dapat menghasilkan produk cumene sehingga dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan membuka lapangan kerja. Dengan menerapkan teknologi q-max process, produk cumene yang dihasilkan memiliki keunggulan yakni kemurnian produk yang cukup tinggi yaitu 99%. Kemurnian tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan yang dijual di pasaran saat ini yaitu kemurnian 99,8%. I.5. Penentuan Kapasitas I.5.1. Analisa Pasar dan Pertimbangan Teknis Pabrik cumene akan didirikan pada tahun 2020. Selama ini kebutuhan cumene di Indonesia seluruhnya diimpor dari luar negeri. Data impor cumene selama kurung waktu 10 tahun ini ditunjukkan dalam tabel I.6. Tabel I.6 Data Impor Cumene (BPS, 2016) Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Impor Cumene Kg/tahun 2.785.305 2.851.382 4.801.985 2.704.290 2.840.196 3.816.446 2.472.431 2.981.695 2.901.318

BAB 1 PENDAHULUAN I-9 Pada tabel I.6 terlihat bahwa kebutuhan cumene di Indonesia selama kurung waktu 10 tahun terakhir berkisar antara 2400 ton-4800 ton/tahun. Mengingat impor cumene yang flutuaktif pada kisaran tersebut maka diperkirakan kebutuhan cumene pada tahun 2020 sekitar 4000 ton/tahun. Selain pertimbangan kebutuhan pasar, kapasitas pabrik cumene ini juga ditentukan juga berdasarkan data kapasitas pabrik sejenis yang sudah ada yang ditunjukkan dalam Tabel I.7 Tabel I.7 Kapasitas Global Pabrik Cumene (ICIS, 1999) Company Location Capacity (ton/year) Dow Terneuzen, Netherlands 400.000 Slovnaft Bratislava, Slovakia 55.000 EniChem Porto Torres, Sardinia 2.901.00 Georgia Gulf Pasadena, Texas 680.000 Severodonetsk Severodonetsk, Ukraine 30.000 Huntsman West Footscray, Australia 30.000 Taiwan Properity Kaohsiung, Taiwan 130.000 Kumho Shell Yeochon, Korea 280.000 Berdasarkan data ICIS (1999) kapasitas pabrik cumene berada pada kisaran 30.000-725.000 ton/tahun. Oleh karena itu diputuskan bahwa pabrik cumene akan dibangun dengan kapasitas sama dengan kapasitas terkecil dari pabrik sejenis yang sudah ada, yaitu 30.000 ton/tahun. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kerugian karena kapasitas yang terlalu kecil. Dari 30.000 ton/tahun tersebut, 4.000 ton/tahun akan dijual di dalam negeri, sedangkan yang 26.000 ton/tahun akan diekspor untuk menambah devisa negara. 1.5.2. Ketersediaan Bahan Baku Bahan baku yang dibutuhkan dalam pembuatan cumene adalah propilene dan benzene. Pabrik direncanakan akan beroperasi selama 330 hari/tahun dan 24 jam perhari. Besarnya bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi 30.000 ton cumene/tahun adalah : Konversi : 99% Untuk mengubah 1 mol propilene menjadi cumene dibutuhkan 2 mol benzene.

BAB 1 PENDAHULUAN I-10 Cumene yang diproduksi = 30.000.000 kg/tahun = 3.910,06 kg/hr = 32,58 kmol/hr Propilene yang dibutuhkan =,, ton/tahun = 33,16 kmol/hr = 1395,53 kg/hr = 11052,63 Benzene yang dibutuhkan = 33,16 2 = 66,25 kg/hr = 40,932 ton/tahun Ketersediaan bahan baku propilen diperoleh dari PT Chandra Asri di Cilegon (kapasitas 470.000 ton per tahun). Sedangkan bahan baku benzene di peroleh dari Kilang Paraxylene di Cilacap (kapasitas 270.000 ton per tahun). Berdasarkan perhitungan tersebut, bahan baku yang disediakan oleh PT Chandra Asri di Cilegon dan Kilang Paraxylene di Cilacap dapat memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik cumene.