PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN

dokumen-dokumen yang mirip
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2013 NOMOR 1

PROVINSI PAPUA BUPATI KEEROM PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEEROM NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG KOTA TERPADU MANDIRI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN SAMBAS

BUPATI LAHAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAHAT NOMOR 02 TAHUN 2014 TENTANG KOTA TERPADU MANDIRI KIKIM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

QANUN KABUPATEN ACEH TENGAH NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN KAWASAN KOTA TERPADU MANDIRI (KTM) KETAPANG NUSANTARA KABUPATEN ACEH TENGAH

BUPATI KAPUAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAPUAS NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN KOTA TERPADU MANDIRI LAMUNTI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

QANUN KABUPATEN BIREUEN NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG KAWASAN KOTA TERPADU MANDIRI KABUPATEN BIREUEN

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN

SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA NOMOR 11 TAHUN 2002 KAWASAN INDUSTRI PERIKANAN TERPADU DI TELUK KELABAT B U P A T I B A N G K A,

-1- PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TIMUR PROVINSI ACEH QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG KAWASAN KOTA TERPADU MANDIRI SEUMANAH JAYA

BUPATI SAMBAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMBAS NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG KOTA TERPADU MANDIRI GERBANG MASPERKASA

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2003 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARITO KUALA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG KOTA TERPADU MANDIRI (KTM) BUPATI BARITO KUALA,

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGKA SELATAN,

BUPATI BANGKA SELATAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

BUPATI BANGKA SELATAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG

SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PELAKSANAAN TRANSMIGRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN NOMOR 18 TAHUN 2006 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BANGKA SELATAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN NOMOR 11 TAHUN

PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PEMBANGUNAN KOTABARU LAMPUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR LAMPUNG,

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG TIMUR,

PEMERINTAH KABUPATEN KAYONG UTARA

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

~ 1 ~ BUPATI BONDOWOSO PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONDOWOSO NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN TAHUN 2005

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN TAHUN 2008 NOMOR 10

BUPATI BANGKA TENGAH

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BARRU

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI STAF AHLI

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PEMERINTAH KABUPATEN BUOL

UU 15/1997, KETRANSMIGRASIAN. Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 15 TAHUN 1997 (15/1997) Tanggal: 9 MEI 1997 (JAKARTA)

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN

PERATURAN BUPATI REJANG LEBONG NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENETAPAN KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH DI KABUPATEN REJANG LEBONG BUPATI REJANG LEBONG,

BUPATI BANGKA TENGAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA TENGAH NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN NOMOR 43 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 2 TAHUN 2007 TENTANG

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS TANJUNG KELAYANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.15/MEN/VI/2007 TENTANG PENYIAPAN PERMUKIMAN TRANSMIGRASI

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN

PEMERINTAH KABUPATEN SINTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI

Mengingat : 1. Pasal 18 Ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

BUPATI KARO PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARO NOMOR 05 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN PERANGKAT DAERAH KABUPATEN KARO

Transkripsi:

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG KOTA TERPADU MANDIRI BATU BETUMPANG KABUPATEN BANGKA SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGKA SELATAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka untuk mencapai masyarakat yang maju mandiri dan sejahtera di Kawasan Batu Betumpang perlu didukung adanya ketahanan pangan, tersedianya papan, pertumbuhan ekonomi, agribisnis serta infrastruktur; b. bahwa untuk percepatan pembangunan dan pengembangan kawasan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu dibentuk Kota Terpadu Mandiri; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Kota Terpadu Mandiri Batu Betumpang Kabupaten Bangka Selatan; Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang -Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 29 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5050); 3. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 217, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4033);

4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Belitung Timur di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4268); 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 7. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 8. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Transmigrasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3800); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten / Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN dan BUPATI BANGKA SELATAN MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG KOTA TERPADU MANDIRI BATU BETUMPANG KABUPATEN BANGKA SELATAN BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini, yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Bangka Selatan. 2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut azas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 3. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 4. Bupati adalah Bupati Bangka Selatan. 5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangka Selatan. 6. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan. 7. Ketransmigrasian adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan Transmigrasi. 8. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan kesejahteraan dan menetap di kawasan transmigrasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah. 9. Kawasan Transmigrasi adalah kawasan budidaya yang memiliki fungsi sebagai permukiman dan tempat usaha masyarakat dalam satu sistem pengembangan berupa wilayah pengembangan transmigrasi atau lokasi permukiman transmigrasi.

10. Wilayah Pengembangan Transmigrasi, yang selanjutnya di singkat WPT adalah wilayah potensial yang ditetapkan sebagai pengembangan permukiman transmigrasi yang terdiri atas beberapa satuan kawasan pengembangan yang salah satu diantaranya direncanakan untuk mewujudkan pusat pertumbuhan wilayah baru sebagai kawasan perkotaan baru sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah. 11. Kota adalah suatu kawasan pusat kegiatan masyarakat yang terdiri dari pemukiman, perdagangan, perkantoran, industri, pendidikan, pelayanan umum dan sarana transportasi serta untuk menyatukan visi tentang di kembangkan memenuhi fungsi-fungsi perkantoran. Sehingga program transmigrasi kedepan diharapkan secara psikologis mempunyai dampak positif untuk menarik minat kaum muda transmigrasi, sekaligus mengurangi terjadinya perpindahan penduduk yang terarah ke kota-kota besar (deurbanisasi) serta sebagai kota penyangga dalam konteks pembangunan perwilayahan. 12. Kota Terpadu Mandiri, yang selanjutnya disingkat KTM adalah kota dimana pelayanan kebutuhan warga tersedia di kota tersebut, mempunyai sarana dan prasarana lengkap dan secara ekonomi mampu memenuhi kebutuhan operasional sendiri dimana pengembangan kota tersebut berdasarkan kegiatan produksinya serta bermanfaat bagi daerah sekitarnya. BAB II PEMBENTUKAN DAN BATAS WILAYAH Pasal 2 Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Kota Terpadu Mandiri Batu Betumpang Kabupaten Bangka Selatan. Pasal 3 (1) KTM Batu Betumpang terdiri atas : a. Desa Batu Betumpang Kecamatan Pulau Besar; b. Desa Suka Jaya Kecamatan Pulau Besar; c. Desa Fajar Indah Kecamatan Pulau Besar; d. Desa Panca Tunggal Kecamatan Pulau Besar; e. Desa Sumber Jaya Permai Kecamatan Pulau Besar; dan f. Desa Sidoharjo Kecamatan Air Gegas.

(2) Selain KTM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didukung juga oleh desa-desa sekitar kawasan. (3) KTM Batu Betumpang dengan batas-batas wilayah meliputi : a. sebelah Utara Kecamatan Payung; b. sebelah Selatan Selat Bangka; c. sebelah Barat Kecamatan Simpang Rimba; dan d. sebelah Timur Kecamatan Toboali. BAB III TUJUAN DAN SASARAN Pasal 4 Pembangunan dan Pengembangan KTM Batu Betumpang Kabupaten Bangka Selatan, bertujuan untuk : a. mengoptimalkan potensi sumber daya alam; b. mempercepat tumbuhnya pusat pertumbuhan baru (daerah cepat tumbuh); c. membuka peluang usaha dan kesempatan kerja; d. menarik investor; e. meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di Kawasan Batu Betumpang dan desa-desa sekitar; dan f. sebagai pusat riset, Agribisnis dan agriwisata. Pasal 5 Sasaran pembangunan dan Pengembangan KTM Batu Betumpang Kabupaten Bangka Selatan, adalah sebagai berikut : a. peningkatan efektivitas pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan; b. peningkatan jaringan infrastruktur; c. peningkatan investasi budidaya dan industri, pertanian, jasa dan perdagangan; d. perluasan kesempatan kerja; e. peningkatan pelayanan sosial; dan f. peningkatan pendapatan masyarakat di Kawasan Batu Betumpang dan Sekitarnya.

Pasal 6 Sasaran pembangunan KTM Kawasan Batu Betumpang dilaksanakan melalui pendekatan wilayah pengembangan dengan pemberdayaan kawasan : a. kawasan yang sudah dilaksanakan pembangunan Transmigrasi terdiri dari Pemukiman Transmigrasi yang sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah (PTD) dan Pemukiman Transmigrasi yang ada dan masih dibina oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (PTA); b. kawasan potensi yang dapat dikembangkan untuk Calon Permukiman Masyarakat; c. kawasan Desa Sekitar (DS); Pasal 7 (1) Pengembangan KTM Batu Betumpang dilaksanakan dengan pendekatan pengembangan Wilayan Pengembangan Transmigrasi (WPT) Batu Betumpang melalui pemberdayaan masyarakat dan kawasan. (2) Dalam pembangunan dan pengembangan KTM Batu Betumpang dilaksanakan penyusunan Rencana Induk (Master Plan) sebagai dasar pengembangan Wilayah Pengembangan Transmigrasi (WPT) dilaksanakan penyusunan Rencana Induk (Master Plan) sebagai dasar pengembangan WPT Batu Betumpang melalui pemberdayaan masyarakat dan kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 8 KTM Kawasan Batu Betumpang akan memberdayakan masyarakat paling sedikit 6.211 KK. BAB IV PENYEDIAAN TANAH Pasal 9 Tanah yang termasuk dalam kawasan pengembangan KTM Batu Betumpang berasal dari : a. tanah Negara bebas; b. tanah berasal dari Hak Pengelolaan (HPL) Transmigrasi; c. tanah penduduk yang sudah dihibahkan diareal Pusat KTM Kecamatan Pulau Besar seluas 20 Ha (200.000 M2).

BAB V STRUKTUR KAWASAN Pasal 10 Struktur KTM Kawasan Batu Betumpang dikelompokkan dalam zona : a. pemukiman; b. bisnis; c. pemerintahan dan pelayanan jasa perdagangan; dan d. pusat benih, palawija, karet dan ternak. BAB VI PENGELOLA Pasal 11 (1) Dalam Pembangunan dan pengembangan KTM di Kabupaten Bangka Selatan dibentuk kelompok kerja KTM Kabupaten Bangka Selatan. (2) Dalam Pembangunan dan pengembangan KTM Batu Betumpang dibentuk Unit pelaksana KTM Batu Betumpang. (3) Pembentukan Pokja KTM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam melaksanakan tugasnya berkoordinasi dengan Pokja KTM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pokja KTM Pusat. (4) Pembentukan Unit Pelaksanaan KTM Batu Betumpang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam melaksanakan tugasnya berkoordinasi dengan Pokja KTM Kabupaten Bangka Selatan dan Pokja KTM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (5) Kelompok Kerja dan Unit pelaksana KTM sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) ditetapkan lebih lanjut oleh Bupati. BAB VII PENGEMBANGAN USAHA MASYARAKAT Pasal 12 (1) Pengembangan usaha masyarakat pada KTM Batu Betumpan ditekankan pada : a. pengembangan agribisnis dan agroindustri bekerjasama dengan badan usaha;

b. pengembangan budidaya pertanian dan non pertanian yang saling mendukung; c. pengembangan jasa perdagangan; d. pengembangan jaringan transportasi dan informasi; e. pengembangan sarana pendidikan, kesehatan dan sosial budaya. (2) Pengembangan Usaha ekonomi pada KTM Kawasan Batu Betumpang melibatkan peran serta masyarakat. BAB VIII DUKUNGAN DANA Pasal 13 (1) Dana Pembangunan dan pengembangan KTM Batu Betumpang berasal dari Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Badan Usaha. (2) Selain pendanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berasal dari sumber lain yang sah dan yang tidak mengikat. BAB IX KETENTUAN PENUTUP Pasal 14 Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan ini sepanjang menyangkut teknis pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati.

Pasal 15 Peraturan Daerah ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Bangka Selatan. Ditetapkan di Toboali pada tanggal Desember 2012 BUPATI BANGKA SELATAN, JAMRO H. JALIL Diundangkan di Toboali pada tanggal Desember 2012 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN, AHMAD DAMIRI LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN TAHUN 2012 NOMOR