KANDUNGAN LOGAM BERAT (Cu, Pb, Zn, Cd, dan Cr) DALAM AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN TELUK JAKARTA

dokumen-dokumen yang mirip
KAJIAN POLA SEBARAN PADATAN TERSUSPENSI DAN UNSUR LOGAM BERAT DI TELUK UJUNG BATU, JEPARA

Analisis Logam Berat Timbal pada Sedimen Dasar Perairan Muara Sungai Sayung, Kabupaten Demak

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) DAN MERKURI (Hg) PADA AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BANYUASIN

KANDUNGAN LOGAM BERAT AIR LAUT, SEDIMEN DAN DAGING KERANG DARAH (Anadara granosa) DI PERAIRAN MENTOK DAN TANJUNG JABUNG TIMUR

LITOFASIES ENDAPAN KUARTER DI WILAYAH DKI JAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia, hewan maupun tumbuhan. Pencemaran terhadap lingkungan

Bab II Geologi Regional

II. TINJAUAN PUSTAKA. Sumatera terletak di sepanjang tepi Barat Daya Paparan Sunda, pada perpanjangan

PENGARUH LIMBAH INDUSTRI Pb DAN Cu TERHADAP KESETIMBANGAN SUHU DAN SALINITAS DI PERAIRAN LAUT KOTA DUMAI

PENDAHULUAN. laut, walaupun jumlahnya sangat terbatas. Dalam kondisi normal, beberapa macam

BAB II TINJAUAN UMUM

KANDUNGAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) PADA SIPUT MERAH (Cerithidea sp) DI PERAIRAN LAUT DUMAI PROVINSI RIAU

BAB I PENDAHULUAN. ternyata telah menimbulkan bermacam-macam efek yang buruk bagi kehidupan

KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA AIR, SEDIMEN, DAN KERANG DARAH (Anadara granosa) DI PANTAI BELAWAN, PROVINSI SUMATERA UTARA SKRIPSI

Jurnal KELAUTAN, Volume 2, No.2 Oktober 2009 ISSN :

STUDI DAN EVALUASI KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADNIUM (Cd) DI AIR DAN SEDIMEN PADA PERAIRAN SUNGAI KOTA TARAKAN

BIOAKUMULASI LOGAM BERAT DALAM MANGROVE Rhizophora mucronata dan Avicennia marina DI MUARA ANGKE JAKARTA

Profil Pencemaran Air Sungai di Muara Batang Arau Kota Padang dari Tinjauan Fisis dan Kimia

BAB I. Logam berat adalah unsur kimia yang termasuk dalam kelompok logam yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. Wilayah pesisir kota Bandar Lampung merupakan suatu wilayah yang mempunyai

BAB I PENDAHULUAN. sebagai air minum. Hal ini terutama untuk mencukupi kebutuhan air di dalam

DISTRIBUSI LOGAM BERAT DALAM AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA SUNGAI CISADANE

KAJIAN KUALITAS AIR PERMUKAAN DI SEKITAR KAWASAN MUARO KOTA PADANG MENGGUNAKAN PARAMETER KONDUKTIVITAS DAN KANDUNGAN LOGAM BERAT

BAB II TINJAUAN UMUM

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

Kandungan Logam Berat Pb pada Air laut dan Tiram Saccostrea glomerata sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Prigi, Trenggalek, Jawa timur

Jurnal Fisika Unand Vol. 3, No. 4, Oktober 2014 ISSN

BAB IV STUDI SEDIMENTASI PADA FORMASI TAPAK BAGIAN ATAS

BAB II GEOLOGI REGIONAL

BAB II TINJAUAN UMUM

I. PENDAHULUAN. Kota Bandar Lampung adalah ibukota dari Provinsi Lampung yang merupakan

BAB II GEOLOGI REGIONAL

ANALISIS KUALITAS SEDIMEN PERMUKAAN SELAT BENGKALIS PROPINSI RIAU. oleh: Hardi Sandro Situmeang 1) dan Rifardi 2) Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. memiliki tingkat keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi sehingga disebut

BAB IV Kajian Sedimentasi dan Lingkungan Pengendapan

PENENTUAN KANDUNGAN LOGAM Pb DAN Cr PADA AIR DAN SEDIMEN DI SUNGAI AO DESA SAM SAM KABUPATEN TABANAN

KANDUNGAN ZAT PADAT TERSUSPENSI (TOTAL SUSPENDED SOLID) DI PERAIRAN KABUPATEN BANGKA

EKSPLORASI UMUM ENDAPAN BESI DI KABUPATEN MUARA ENIM, PROVINSI SUMATERA SELATAN

ANALISIS KADAR MERKURI (Hg) Gracilaria sp. DI TAMBAK DESA KUPANG SIDOARJO

BAB II GEOLOGI REGIONAL

BAB II TINJAUAN UMUM

ADLN_PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA RINGKASAN

MENGENAL JENIS BATUAN DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO

Journal Of Marine Research. Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman Online di:

dari tumpahan minyak-minyak kapal.akibatnya, populasi ikan yang merupakan salah satu primadona mata pencaharian masyarakat akan semakin langka (Medan

Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 2. No. 4, Desember 2011: ISSN :

ANALISIS LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA IKAN LELE (Clarias sp.) YANG DIBUDIDAYAKAN DI KOTA PEKALONGAN

ANALISIS LOGAM BERAT Pb, Cd DAN Cr BERDASARKAN TINGKAT SALINITAS DI ESTUARI SUNGAI BELAU TELUK LAMPUNG. Luky Sembel

BAB I PENDAHULUAN. serta lapisan kerak bumi (Darmono, 1995). Timbal banyak digunakan dalam

KANDUNGAN LOGAM BERAT (Cd, Cu, Pb, dan Zn) DALAM AIR LAUT DI PERAIRAN PANTAI TIMUR PULAU ROTE

PROFIL PENCEMARAN AIR SUNGAI SIAK KOTA PEKANBARU DARI TINJAUAN FISIS DAN KIMIA

GEOKIMIA Pb, Cr, Cu DALAM SEDIMEN DAN KETERSEDIAANNYA PADA BIOTA BENTIK DI PERAIRAN DELTA BERAU, KALIMANTAN TIMUR

DISTRIBUSI LOGAM BERAT Pb DAN Cu PADA AIR LAUT, SEDIMEN, DAN RUMPUT LAUT DI PERAIRAN PANTAI PANDAWA

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENENTUAN KONSENTRASI LOGAM BERAT Pb, Cu, Zn DAN KONDUKTIVITAS LISTRIK LIMBAH CAIR INDUSTRI PABRIK KARET PEKANBARU

ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) DAN TIMBAL (Pb) PADA SEDIMEN DI PULAU PAYUNG KABUPATEN BANYUASIN, SUMATERA SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. Dengan demikian laut seakan-akan merupakan sabuk pengaman kehidupan manusia

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. 51' 30 BT perairan tersebut penting di Sumatera Utara. Selain terletak di bibir Selat

PENGAMATAN KADAR MERKURI DI PERAIRAN TELUK KAO (HALMAHERA) DAN PERAIRAN ANGGAI (PULAU OBI) MALUKU UTARA

BAB II TINJAUAN UMUM

INTRUSI VULKANIK DI PERAIRAN SEKOTONG LOMBOK BARAT

BAB 2 GEOLOGI REGIONAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Kondisi lingkungan perairan Kota Bandar Lampung yang merupakan ibukota

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. buang tanpa adanya pengolahan limbah yang efesien dan terbuang mengikuti arus

BAB I PENDAHULUAN. buangan/limbah yang selanjutnya akan menyebabkan pencemaran air, tanah, dan. h:1). Aktivitas dari manusia dengan adanya kegiatan

Mahasiswa Program Studi S1 Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Kampus Bina Widya Pekanbaru, 28293, Indonesia

BAB III KONDISI EKSISTING DKI JAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Gambar 7. Lokasi penelitian

Oleh Satria Yudha Asmara Perdana Pembimbing Eko Minarto, M.Si Drs. Helfinalis M.Sc

BAB I PENDAHULUAN. provinsi Bali dengan banyak aktivitas manusia seperti tempat singgah kapal-kapal

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Kandungan Logam Berat Pb dalam Muatan Padatan Tersuspensi dan Terlarut di Perairan Pelabuhan Belawan dan sekitarnya, Provinsi Sumater Utara

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

KANDUNGAN TOTAL SUSPENDED SOLID DAN SEDIMEN DI DASAR DI PERAIRAN PANIMBANG

Kandungan Unsur Tanah Jarang Sedimen Permukaan Dasar Laut di Perairan Kampar, Propinsi Riau. Abstract

III. METODE PENELITIAN

BAB 2 GEOLOGI REGIONAL

KONSENTRASI KANDUNGAN LOGAM BERAT TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI SINGINGI DI DAERAH DESA KOTO BARU KECAMATAN SINGINGI HILIR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

DISTRIBUSI KUANTITATIF LOGAM BERAT Cd DALAM AIR, SEDIMEN DAN IKAN MERAH (Lutjanus erythropterus) DI SEKITAR PERAIRAN PELABUHAN PAREPARE

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN. Secara Geografis Kota Depok terletak di antara Lintang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ibukota Jawa Barat berada disekitar gunung Tangkuban Perahu (Gambar 1).

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

*Fakulatas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

pada akhirnya dapat mengganggu keseimbangan biogeokimia perairan laut terutama di areal sepanjang pantai. Bahkan sejalan dengan berbagai pemanfaatan

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

EVALUATION OF HEAVY METAL CONTENT (Cu, Cd, Fe, Pb) OF CORN (Zea METESEH, SEMARANG) SKRIPSI

Lampiran 1. Dokumentasi Penelitian. Pengambilan Sampel Rhizophora apiculata. Dekstruksi Basah

BAB IV GEOLOGI PANTAI SERUNI DAERAH TAPPANJENG. pedataran menempati sekitar wilayah Tappanjeng dan Pantai Seruni. Berdasarkan

KAJIAN KUALITAS LIMBAH CAIR KEGIATAN PERTAMBANGAN BIJIH NIKEL PT. ANEKA TAMBANG TBK, HALMAHERA TIMUR, MALUKU UTARA

IDENTIFIKASI PENCEMARAN AIR PERMUKAAN SUNGAI BY PASS KOTA PADANG DENGAN METODE SUSEPTIBILITAS MAGNET

Transkripsi:

KANDUNGAN LOGAM BERAT (Cu, Pb, Zn, Cd, dan Cr) DALAM AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN TELUK JAKARTA HEAVY METAL CONTENT (Cu, Pb, Zn, Cd, and Cr) IN SEA WATER AND SEDIMENT IN JAKARTA BAY Yani Permanawati, Rina Zuraida, dan Andrian Ibrahim Puslitbang Geologi Kelautan, Jl. DR. Djundjunan 236 Bandung Email : yanipw@yahoo.com; rinazuraida@yahoo.com; drian74@yahoo.com Diterima : 12-09-2012, Disetujui : 15-03-2013 ABSTRAK Penelitian Lingkungan dan Kebencanaan Geologi Kelautan Perairan Teluk Jakarta (Tanjung Kait Muara Gembong) dilakukan pada bulan Oktober - November 2010. Uji logam berat (Cu, Pb, Zn, Cd, dan Cr) dilakukan terhadap 28 contoh air laut dan 28 contoh sedimen dasar laut menggunakan metoda Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi kondisi lingkungan terkini dari kandungan logam berat dalam air laut dan sedimen dasar laut. Kandungan logam berat (air laut dalam mg/l : sedimen dasar laut dalam ppm) terukur sebagai berikut : Cu ( <0.005 : 15.000-169.500 ); Pb (0.005-0.011 : 14.000-58.100); Zn (0.005-0.007 : 95.800-333.000); Cd (0.006-0.015 : 0.012-0.750); Cr (<0.001 : 45.320-139.180). Berdasarkan Metode Storet dapat dilihat nilai status mutu air laut perairan ini adalah -12, berarti bahwa kualitas air laut di perairan termasuk kelas C (tercemar sedang). Sedangkan status mutu sedimen di perairan menunjukkan skor nilai status mutu sedimen adalah 0, yang berarti bahwa kualitas sedimen termasuk kelas A (tidak tercemar/memenuhi baku mutu). Jelas terlihat bahwa nilai ambang batas (NAB) logam berat dalam sedimen jauh lebih tinggi dari NAB logam berat dalam air. Kata kunci: logam berat, sedimen dasar laut, air laut, nilai status mutu ABSTRACT Marine Environmental and Geological Hazard Survey In Jakarta Bay Waters (Tanjung Kait - Muara Gembong) conducted in October-November 2010. Testing of heavy metals (Cu, Pb, Zn, Cd, and Cr) performed on 28 samples of sea water and 28 subsurface sediment samples using the method of Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The purpose of this study was to obtain data and information on current environmental conditions of heavy metal content in seawater and subsurface sediment. Heavy metal content (sea water in mg/l: subsurface sediment in ppm) measured as follows: Cu ( <0.005 : 15.000-169.500 ); Pb (0.005-0.011 : 14.000-58.100); Zn (0.005-0.007 : 95.800-333.000); Cd (0.006-0.015 : 0.012-0.750); Cr (<0.001 : 45.320-139.180). Based on the Storet method shows the value of water quality status of sea waters is -12, which means that the seawater quality in these waters belong to a class C (medium contaminated). While the status of sediment quality in these waters indicate subsurface sediment quality score status value is 0, which means that subsurface sediment quality belongs to the class A (not polluted/correspond to the quality standards). It is clearly seen that the threshold value (NAV) of heavy metals in sediments is much higher than the NAV of heavy metals in water. Keywords: heavy metal, subsurface sediment, seawater, quality score status 9

PENDAHULUAN Secara umum Teluk Jakarta dan sekitarnya termasuk dalam paparan Sunda dengan kedalaman air laut sekitar 30 meter. Peningkatan jumlah industri dan pemukiman penduduk di suatu daerah biasanya diikuti oleh pertambahan jumlah limbah, baik berupa limbah padat, cair maupun gas. Perairan Teluk Jakarta merupakan satu-satunya perairan laut yang menerima masukan limbah dari berbagai aktifitas perkotaan dan industri yang terdapat di Jabodetabek dan sekitarnya. Limbah dari wilayah sekitar Teluk Jakarta masuk ke dalam teluk melalui 13 daerah aliran sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta (Emery, drr., 1972). Perairan Teluk Jakarta merupakan perairan teluk yang tingkat pencemarannya paling tinggi di Asia. Pencemaran tersebut bahkan telah meluas sampai ke perairan Pulau Seribu (Edward, drr., 2004). Salah satu limbah yang patut dicermati adalah logam berat. Logam berat banyak digunakan sebagai bahan baku maupun media penolong dalam berbagai jenis industri. Masuknya limbah ini ke perairan laut dapat mengurangi kualitas perairan dan menimbulkan pencemaran. Selain mengubah kualitas perairan, logam berat yang terendapkan bersama dengan sedimen juga dapat menyebabkan transfer bahan kimia beracun dari sedimen ke organisme (Zuraida, drr., 2010). Dengan melakukan analisis temporal terhadap kandungan logam berat dalam air laut dan sedimen Puslitbang Geologi Kelautan diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah pusat maupun daerah. Tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan data dan informasi kondisi lingkungan terkini kandungan logam berat dalam kedua bahan tersebut. GEOLOGI REGIONAL Geologi regional daerah penyelidikan mengacu pada Peta Geologi Lembar Jakarta dan Kepulauan Seribu yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (Turkandi drr., 1992). Berdasarkan pustaka yang diperoleh tersebut, maka secara garis besar endapan permukaan DKI Jakarta tersusun oleh aluvium dan endapan pematang pantai (Gambar 1). Alluvium yang terdiri atas lempung, pasir, kerikil dan bongkahan. Endapan tersebut merupakan endapan pantai, sungai dan rawa yang berumur Holosen hingga kini terus berlangsung sedangkan endapan pematang pantai yang terdiri atas pasir halus hingga kasar, warna kelabu tua dan terpilah baik. Morfologi dan sedimen penyusun endapan ini merupakan sedimen eolian yang membentuk gumuk pasir (sand dune). METODOLOGI Penelitian Lingkungan dan Kebencanaan Geologi Kelautan Perairan Teluk Jakarta (Tanjung Kait - Muara Gembong) P3GL dilakukan pada bulan Oktober - November 2010 menggunakan kapal Geomarin 1. Sebanyak 28 contoh air diambil pada lokasi yang sama dengan pengambilan contoh sedimen. Pengambilan contoh air dilaksanakan dengan menggunakan water sampler Nennsen yang sudah dimodifikasi. Pengambilan contoh air dilakukan pada kedalaman 5 m dari permukaan laut sebanyak 1 liter, dengan pertimbangan bahwa suhu dan salinitas air laut di perairan dangkal tidak banyak berubah hingga kedalaman 50 m dan untuk menghindari terambilnya sampah padat. Dari 28 contoh sedimen yang didapat hanya 15 yang dilakukan analisis laboratorium. Inti sedimen hasil pemercontohan gaya berat diambil pada lapisan permukaan (1-5 cm). Analisa contoh air dilakukan di laboratorium IPB sedangkan analisa contoh sedimen di Badan Geologi ESDM. Analisis Cu, Pb, Zn, dan Cr menggunakan metoda AAS-Flame yang memiliki deteksi limit 0.01 ppm sedangkan analisa Cd menggunakan metoda AAS-Grafit dengan deteksi limit hingga 0.01 ppb (Zuraida, drr., 2010). Penentuan Nilai Ambang Batas air laut menggunakan Kep-51/KMNLH/2004. Penentuan untuk sedimen dengan menggunakan Nilai Ambang Batas berdasarkan Sediment Quality Standards, WAC 172-204-320. Penentuan status mutu air dan sedimen dilakukan menggunakan Metode Storet berdasarkan skor (KMNLH no 115, 2003). HASIL PENELITIAN Pengukuran logam berat pada contoh air laut dilakukan terhadap semua contoh sedangkan pada sedimen laut hanya 15 contoh. Pengukuran logam berat pada sampel air dan sedimen laut dilakukan di laboratorium IPB dengan menggunakan metoda Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Kadar Logam Berat dalam Air Laut Hasil penelitian menunjukan kandungan Cu dan Cr dalam air laut memiliki nilai yang homogen, yaitu Cu sebesar 0,005 mg/l dan Cr sebesar 0,001 mg/l. Sedangkan kandungan Pb, Zn dan Cd menunjukkan nilai yang bervariasi, dimana Pb sekitar 0,005-0,011 mg/l, Zn sekitar 0,005 0,007 mg/l, dan Cd sekitar 0,005 0,015 mg/l 10

SIMBOL UMUR FORMASI SATUAN BATUAN LITOLOGI Qbr Holosen Endapan Pematang Pantai Pasir kasar, terpilah baik, cangkang moluska Ql Holosen Batugamping Koral Koloni koral, koral dan fragmen cangkang moluska QTvb Plio- Plistosen Tuf Banten Tuf, tuf berbatuapung, batupasir tufan Qsd Holosen Endapan Rawa Lempung berhumus, lempung bergambut, lanau dan lapisan tipis gambut Qnd Plistosen Selang-seling batulanau, batulempung dan lapisan tipis tufan, Endapan Laut Dangkal Atas mengandung cangkang kerang dan foraminifera Qa Holosen Aluvial Lempung, lanau, pasir, kerikil, kerakal dan bongkah Qav Plistosen Kipas Aluvial Tuf halus berlapis, tuf pasiran, disisipi tuf konglomeratik Gambar 1. Geologi umum wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya (Turkandi drr., 1992). 11

(Tabel 1). Dengan Deteksi Limit (DL) terhitung 0,005mg/L untuk Cu, Pb, Zn, dan Cd, sedangkan Cr terhitung 0,001 mg/l. Kadar Logam Berat dalam Sedimen Laut Hasil penelitian menunjukan kandungan logam berat sedimen dasar laut dalam ppm terukur sebagai berikut : Cu sekitar 15.000-169.500, Pb sekitar 14.000-58.100, Zn sekitar 95.800-333.000,Cd sekitar 0.012-0.750, dan Cr sekitar 45.320-139.180 (Tabel 2). PEMBAHASAN Kadar Logam Berat dalam Air Laut Kandungan Pb dan Cd pada air laut berada di atas baku mutu, dimana NAB Pb sebesar 0.008 mg/l dan Cd sebesar 0.002 mg/l yang ditetapkan untuk biota laut. Sedangkan nilai Deteksi Limit (DL) untuk Pb dan Cd sama sebesar 0,005 mg/l. Sumber pencemaran logam berat khususnya unsur Pb dan Cd diduga sebagian berasal dari limbah industri, rumah tangga, dan tumpahan/bocoran bahan bakar perahu atau kapal yang berada disekitar teluk Jakarta. Kandungan Pb di atas nilai baku mutu dijumpai pada contoh TJ-3 W sebesar 0,011 mg/l dan TJ-5W sebesar 0,011 mg/l yang diambil di bagian barat daerah penelitian, dan contoh TJ-22 W sebesar 0,011 mg/l dan TJ-25W sebesar 0,009 mg/l dari bagian timur Teluk Jakarta. Kandungan tertinggi Pb dijumpai pada TJ- 3W, TJ-5W, dan TJ-22W dengan kadar sama, yaitu 0.011 mg/l. Sedangkan kandungan Cd yang tinggi di atas nilai baku mutu dijumpai pada 12 contoh yang tersebar di Teluk Jakarta, yaitu TJ-1W sebesar 0,01 mg/l, TJ-6W sebesar 0,012 mg/l, TJ- 11W sebesar 0,007 mg/l, TJ-12W sebesar 0,012 mg/l, TJ-13W sebesar 0,006 mg/l, TJ-14W sebesar 0,008 mg/l, TJ-15W sebesar 0,013 mg/l, TJ-16W sebesar 0,015 mg/l, TJ-17W sebesar 0,009 mg/l, TJ-18W sebesar 0,009 mg/l, TJ-19W sebesar 0,01 mg/l, dan TJ-20W sebesar 0,006 mg/ L (Tabel 1). Kandungan Cd yang paling tinggi dijumpai pada TJ-16W dengan kadar 0.015 mg/l dimana lokasinya berada di dekat Pelabuhan Tanjung Priok. Perhatian terhadap kandungan Pb di 4 (empat) contoh air dari kedalaman 5 m berada di atas NAB, yaitu TJ-3W sebesar 0,011 mg/l, TJ-5W sebesar 0,011 mg/l, TJ-22W sebesar 0,011 mg/l, dan TJ- 25W sebesar 0,009 mg/l. Hal ini menjadi menarik karena sumber Pb yang paling umum adalah bahan bakar. Sedangkan menurut informasi sejak tahun 2006 dilaporkan bahwa Jakarta dan sekitarnya sudah bebas dari bahan bakar yang mengandung timbal (Zuraida, drr., 2010). Berdasarkan Metode Storet (KMNLH no 115, 2003) nilai status mutu air laut di perairan Teluk Jakarta mempunyai total nilai -12, yang berarti bahwa kualitas air laut nya termasuk kelas C/ tercemar sedang (Tabel 3). Transportasi emisi Pb di lingkungan terrestrial, dan Cd di lingkungan laut melalui aliran sungai (fluvial) adalah lebih besar dibandingkan dengan udara (atmosfer). Hal ini tentu mencerminkan prevalensi pembuangan air limbah dari limbah industri kota yang sangat umum dalam masyarakat industri. Sedimen berperan penting dalam menentukan kualitas air dikarenakan peranannya sebagai tujuan akhir limbah. Selain itu sedimen mempunyai potensi penglepasan zat-zat tercemar ke dalam kolom air disertai perubahan kondisi fisik kimiawi (Zainal A., 2009). Kadar Logam Berat dalam Sedimen Laut Sedimen yang merupakan kumpulan hasil rombakan batuan sekitarnya akan mempunyai kandungan logam berat yang ditentukan oleh mineralogi batuan asal. Di daerah yang dipengaruhi oleh aktifitas manusia, kandungan logam berat yang terekam dalam sedimen akan terdiri atas geokimia alami ditambah hasil aktifitas manusia. Kondisi ini merupakan input kontaminan logam berat masih cenderung dari darat (Zainal A., 2009). Secara umum kadar logam berat diperairan dapat membahayakan kehidupan biota laut. Adanya akumulasi logam berat dalam sedimen dapat menimbulkan akumulasi pada tubuh biota yang hidup dan mencari makan di dalam air maupun di sekitar sedimen atau dasar perairan, dan akan mencemari kehidupan biota laut, yang pada gilirannya akan berbahaya bagi manusia yang mengkonsumsinya. Kandungan logam berat dalam sedimen permukaan dasar laut (1-5 cm) di perairan daerah penelitian masih dibawah batas baku mutu sedimen (Tabel 2). Kadar logam berat dalam sedimen (1-5 cm) masih sesuai dengan NAB yang berlaku, yaitu Cu sebesar 390 ppm, Pb sebesar 450 ppm, Zn sebesar 410 ppm, Cd sebesar 5,1 ppm, dan Cr sebesar 260 ppm. Sehingga status mutu sedimen di Teluk Jakarta termasuk kelas A/tidak tercemar/memenuhi baku mutu dengan total nilai 0 (Tabel 4). Distribusi logam berat (Cu, Pb, Zn, Cd, and Cr) dalam sedimen lebih tinggi dari air laut. Kandungan logam berat pada sedimen terukur lebih tinggi di perairan Teluk Jakarta bagian Timur, 12

Tabel 1. Hasil analisis kandungan logam berat dalam air laut Teluk Jakarta. No Kode Sampel Parameter Cu (mg/l) Pb (mg/l) Zn (mg/l) Cd (mg/l) Cr (mg/l) 1 TJ - 1 W 0,005 0,005 0.006 0.01 0,001 2 TJ - 2 W 0,005 0.008 0.007 0,005 0,001 3 TJ- 3 W 0,005 0.011 0.005 0,005 0,001 4 TJ- 4 W 0,005 0.007 0.006 0,005 0,001 5 TJ- 5 W 0,005 0.011 0.006 0,005 0,001 6 TJ - 6 W 0,005 0,005 0.006 0.012 0,001 7 TJ - 7 W 0,005 0,005 0.006 0,005 0,001 8 TJ - 8 W 0,005 0,005 0.005 0,005 0,001 9 TJ - 9 W 0,005 0.007 0.007 0,005 0,001 10 TJ - 10 W 0,005 0,005 0.007 0,005 0,001 11 TJ - 11 W 0,005 0.006 0.007 0.007 0,001 12 TJ - 12 W 0,005 0.007 0.006 0.012 0,001 13 TJ - 13 W 0,005 0,005 0.007 0.006 0,001 14 TJ - 14 W 0,005 0.008 0.007 0.008 0,001 15 TJ - 15 W 0,005 0,005 0.006 0.013 0,001 16 TJ - 16 W 0,005 0.006 0.005 0.015 0,001 17 TJ - 17 W 0,005 0.006 0.006 0.009 0,001 18 TJ - 18 W 0,005 0,005 0,005 0.009 0,001 19 TJ - 19 W 0,005 0.007 0.006 0.01 0,001 20 TJ - 20 W 0,005 0.006 0.007 0.006 0,001 21 TJ - 21 W 0,005 0,005 0.005 0,005 0,001 22 TJ - 22 W 0,005 0.011 0.005 0,005 0,001 23 TJ - 23 W 0,005 0,005 0,005 0,005 0,001 24 TJ - 24 W 0,005 0,005 0,005 0,005 0,001 25 TJ - 25 W 0,005 0.009 0,005 0,005 0,001 26 TJ - 26 W 0,005 0.007 0,005 0,005 0,001 27 TJ - 27 W 0,005 0.006 0,005 0,005 0,001 28 TJ - 28 W 0,005 0,005 0.005 0,005 0,001 Deteksi Limit (DL) 0.005 0.005 0.005 0.005 0.001 Tabel 2. Hasil analisis logam berat dalam sedimen permukaan dasar laut (1-5 cm) No No. Contoh Cu Pb Zn Cd Cr (ppm) (ppm) (ppm) (ppm) (ppm) 1 GM1-2010 - TJ 06 GC 15 14.8 114.9 0.06 45.32 2 GM1-2010 - TJ 07 GC 38.3 26.1 145.2 0.162 78 3 GM1-2010 - TJ 11 GC 17 15.5 95.8 0.012 92.25 4 GM1-2010 - TJ 12 GC 16.5 15.5 111.6 0.134 71.25 5 GM1-2010 - TJ 13 GC 19.1 46.2 108.4 0.038 139.18 6 GM1-2010 - TJ 15 GC 169.5 37.1 212.6 0.33 78.96 7 GM1-2010 - TJ 16 GC 26.1 22.9 129.5 0.084 66.21 8 GM1-2010 - TJ 19 GC 61.9 23.4 175.1 0.345 93.11 9 GM1-2010 - TJ 20 GC 65.3 15.5 105.4 0.18 65.46 10 GM1-2010 - TJ 21 GC 42.6 14.8 139.7 0.33 63.32 11 GM1-2010 - TJ 23 GC 52.4 14 111.4 0.24 60.32 12 GM1-2010 - TJ 24 GC 52 18.1 131 0.32 57.21 13 GM1-2010 - TJ 26 GC 103.9 32.8 333 0.555 87.32 14 GM1-2010 - TJ 27 GC 107.8 35.5 304.5 0.315 90.96 15 GM1-2010 - TJ 28 GC 110 58.1 290.5 0.75 87.21 13

Tabel 3. Status mutu air berdasarkan konsentrasi logam berat dalam air laut Tabel 4. Status mutu kadar logam berat dalam sedimen di perairan Teluk Jakarta Logam berat Satuan Konsentrasi (ppm) Hasil Pengukuran max min std rerata Deteksi limit (ppm) NAB* (ppm) Cu ppm 15.000 169.500 169.500 15.000 44.895 59.827 0.01 390 0 Pb ppm 14.000 58.100 58.100 14.000 13.370 26.020 0.01 450 0 Zn ppm 95.800 333.000 333.000 95.800 79.711 167.240 0.01 410 0 Cd ppm 0.012 0.750 0.750 0.012 0.201 0.257 0.00001 5.1 0 Cr ppm 45.320 139.180 139.180 45.320 22.172 78.405 0.01 260 0 * Nilai ambang batas menurut Standar Mutu Sedimen WAC 173-204-320 Total Skor 0 * * Penentuan status mutu menurut KEP-115/MENLH/2003 Skor ** terutama yang mendekati pantai mulai Muara Gembong sampai Tanjung Priuk (Gambar 2). KESIMPULAN Kadar logam berat dalam sedimen permukaan lebih tinggi dibandingkan dalam air laut. Hal ini terjadi karena logam berat mengalami proses pengenceran dalam air dan terendapkan sehingga terjadi akumulasi dalam sedimen. Rendahnya kadar logam berat dalam air laut, bukan berarti bahan cemaran yang mengandung logam berat tidak berdampak negatif terhadap perairan. Dengan berjalannya waktu, akumulasi logam berat dalam sedimen menimbulkan akumulasi pada tubuh biota yang hidup dan mencari makan di air maupun di sekitar sedimen atau dasar perairan, yang pada gilirannya akan berbahaya pula bagi manusia yang mengkonsumsi biota tersebut. Kadar logam berat (Cu, Pb, Zn, Cd, dan Cr) dalam air laut relatif di bawah NAB yang berlaku untuk kepentingan biota laut. Adanya sebagian contoh air laut yang menunjukan nilai di atas NAB mempengaruhi status mutu air laut di perairan Teluk Jakarta, yaitu termasuk kelas C/tercemar sedang dengan total nilai -12. Sedangkan kadar logam berat dalam sedimen (1-5 cm) dibawah NAB yang berlaku sehingga status mutu sedimen termasuk kelas A/tidak tercemar/memenuhi baku mutu dengan total nilai 0. Kadar logam berat dalam sedimen lebih tinggi dari air laut. Status mutu sedimen lebih baik dari air laut karena NAB logam berat pada sedimen jauh lebih tinggi dibandingkan dengan air laut. Dengan kondisi lingkungan terkini dari kandungan logam berat dalam air dan sedimen ini, diharapkan menjadi rona awal yang perlu diperhatikan ketika terjadi kecenderungan peningkatan dalam pengembangan kawasan ini di kemudian hari agar tidak terjadi penurunan status mutu air laut maupun sedimen di perairan Teluk Jakarta. 14

Gambar 2. Peta Distribusi Logam Berat di Perairan Teluk Jakarta 15

UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Penelitian Lingkungan Dan Kebencanaan Geologi Kelautan Perairan Teluk Jakarta (Tanjung Kait Muara Gembong) P3GL 2010 dan Koordinator KP3 Lingkungan dan Kebencanaan Geologi Kelautan P3GL atas dukungannya dalam pembuatan tulisan ini sehingga dapat diterbitkan pada Jurnal P3GL. ACUAN Department of Ecology State of Washington, the Sediment Quality Standards, WAC 172-204- 320, yang diunduh pada bulan Februari 2010, http://www.ecy.wa.gov/programs/tcp/smu/ sed_chem.htm, Edward, Muhajir, dan F.Ahmad., Akumulasi Logam Berat Pb, Cd, Cu, Zn dan Cr dalam Sedimen Di Muara Sungai Cisadane, Ciliwung dan Citarum, Teluk Jakarta, Juli 2004, Jurnal Ilmiah Sorihi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun Ternate, ISSN 1693-1483, vol. III, No. 01 Emery, K.O., Uchupi, E., Sunderland, J., Uktolseja, H.L., and Young, E.M., 1972, Geological Structure and Some Water Characteristics of the Java Sea and Adjacent Continental Shelf, CCOP Technical Bulletin, vol. 6, p. 197-223. Kep-115/KMNLH/2003, Tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Jakarta. Lollar, B.S., 2005, Enviromental Geochemistry, Treatise On Geochemistry Volume 9, Elsivier. Turkandi T., Sidarto, D.A. Agustyanto dan M.M. Purbohadiwidjoyo, 1992, Peta Geologi Lembar Jakarta dan Kepulauan Seribu, Skala 1:100.000, Puslitbang Geologi, Bandung. Zuraida R., R. Rahardiawan, Subarsyah, K. T. Dewi, H. Widhi, T. A. Soeprapto, N. Yayu, I. Adhirana, Y. Permanawati, A. Ibrahim, A. Saefudin, A. Subekti, Mulyono, Supriyatna, Heriyanto, D. Eko, 2010, Laporan Akhir Penelitian Lingkungan dan Kebencanaan Geologi Kelautan Perairan Teluk Jakarta (Tanjung Kait Muara Gembong), Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Zainal A. dan F. Diani, Maret 2009, Fraksinasi Logam Berat Pb, Cd, Cu dan Zn dalam Sedimen dan Bioavailabilitasnya bagi Biota di Perairan Teluk Jakarta, ISSN 0853-7291, Vol. 14 (1): 27-32, Ilmu Kelautan, UNDIP. 16