IKHTISAR ULUMUL HADITS

dokumen-dokumen yang mirip
HADITS SUMBER AJARAN ISLAM KEDUA. Oleh Drs. H. Aceng Kosasih, M. Ag

ULUMUL HADIS ULUMUL HADIS

2. Perawi harus adil. Artinya, perawi tersebut tidak menjalankan kefasikan, dosa-dosa, perbuatan dan perkataan yang hina.

ISTILAH-ISTILAH DALAM ILMU HADITS

Pengertian Hadits. Ada bermacam-macam hadits, seperti yang diuraikan di bawah ini. Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi.

Al-Hadits Tuntunan Nabi Mengenai Islam. Presented By : Saepul Anwar, M.Ag.

Pembagian hadits ahad dilihat dari sisi kuat dan lemahnya sebuah hadits terbagi menjadi dua, yaitu:

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman Rasulullah SAW, hadis belumlah dibukukan, beliau tidak sempat

Pengantar Ulumul Quran. (Realitas Al-Quran)

KELOMPOK 1 : AHMAD AHMAD FUAD HASAN DEDDY SHOLIHIN

DIPLOMA PENGAJIAN ISLAM. WD3013 MUSTHOLAH AL-HADITH (Minggu 3)

Written by Andi Rahmanto Wednesday, 29 October :49 - Last Updated Wednesday, 29 October :29

Bab 5. Hadist: Sumber Ajaran Islam Kedua

SUMBER AJARAN ISLAM. Erni Kurnianingsih ( ) Nanang Budi Nugroho ( ) Nia Kurniawati ( ) Tarmizi ( )

Analisis Hadis Kitab Allah Dan Sunahku

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL SEKOLAH MENENGAH ATAS / MADRASAH ALIYAH KURIKULUM 2013 TAHUN PELAJARAN 2016/2017

DIPLOMA PENGAJIAN ISLAM. WD3013 MUSTHOLAH AL-HADITH (Minggu 2)

SUNNAH SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM

Tim Penyusun MKD UIN SUNAN AMPEL SURABAYA

Pendidikan Agama Islam

BAB II TINJAUAN UMUM SEPUTAR SANAD HADIS. Sanad disebut juga dengan Thariq (Jalan), karena sanad merupakan

DIPLOMA PENGAJIAN ISLAM. WD3013 MUSTHOLAH AL-HADITH (Minggu 4)

BAB II PEMBAGIAN HADITS

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL SEKOLAH MENENGAH ATAS / MADRASAH ALIYAH KURIKULUM 2006 TAHUN PELAJARAN 2016/2017

A. PENDAHULUAN B. PEMBAHASAN

ILMU QIRO AT DAN ILMU TAFSIR Oleh: Rahmat Hanna BAB I PENDAHULUAN. Al-Qur an sebagai kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW

Kata Kunci: Ajjaj al-khatib, kitab Ushul al-hadis.

Al-Qur an Al hadist Ijtihad

Biografi Singkat Empat Iman Besar dalam Dunia Islam

Derajat Hadits Puasa TARWIYAH

BAB I PENDAHULUAN. hal ihwal Nabi Muhammad merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah al-qur an.

HADITS ialah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan, pernyataan, taqrir, dan sebagainya.

Hadits yang Sangat Lemah Tentang Larangan Berpuasa Ketika Safar

Hukum Mengqadha' Puasa Ramadhan

Written by Andi Rahmanto Friday, 28 November :43 - Last Updated Friday, 28 November :55

Aqidah beliau tentang tauhid (Pengesaan Allah) dan tentang tawassul syar i serta kebatilan taw assul bid i

Dua Kelompok Penyebar Hadis Palsu

DERAJAT HADITS PEROWI SHODUQ DALAM ILMU HADITS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Puasa Sunah Asyura: Waktu dan Keutamaannya

UCAPAN SELAMAT HARI RAYA

MANUAL SHEET PETUNJUK PENGGUNAAN CD ENSIKLOPEDI HADIST 9 IMAM

Nasehat Nan Penuh Kenangan NASEHAT NAN PENUH KENANGAN

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Mencium Kening Ibu

BAB IV KUALITAS MUFASIR DAN PENAFSIRAN TABARRUJ. DALAM SURAT al-ahzab AYAT 33

E٤٨٤ J٤٧٧ W F : :

`BAB I A. LATAR BELAKANG

Peneliti Cacat Hadits

Hadits Palsu Tentang Surga Di Bawah Telapak Kaki Ibu

PEMBAGIAN HADITS NABI

BAB IV MUSNAD AL-SHĀFI Ī DALAM KATEGORISASI KITAB HADIS STANDAR. Ulama hadis dalam menentukan kitab-kitab hadis standar tidak membuat

Membaca Sebagian Al-Quran Dalam Khutbah Jum'at

BAB I PENDAHULUAN. juga karena fungsinya sebagai penjelas (bayan) bagi ungkapan-ungkapan al- Qur an yang mujmal, muthlaq, amm dan sebagainya.

Fidyah. "Dan orang-orang yang tidak mampu berpuasa hendaknya membayar fidyah, dengan memberi makanan seorang miskin." (Al Baqarah : 184)

KAJIAN HADITS Oleh: Ust. Dr. H. M. Nursikin, S. Ag., M.Si

Silabus Mata Kuliah Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UNISNU Jepara

HADITS MASYHUR. Definisi

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai sumber ajaran Islam yang kedua setelah al-qur a>n, hadis memiliki

Penulis : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc Dipublikasikan ulang dari

CABANG CABANG ILMU HADIS. Dairina Yusri

Derajat Hadits Fadhilah Surat Yasin

SLABUS DAN SAP ILMU HADIS

Bab 34 Bagaimana Cara Dicabutnya Ilmu

Mengenal Ilmu Hadits Versi Lengkap Mengenal Ilmu Hadits

BAB I PENDAHULUAN. dengan ibadah shalat dan haji. Tanpa bersuci orang yang berhadas tidak dapat

Kewajiban berdakwah. Dalil Kewajiban Dakwah

BAB I MARWIYYAT AN NISA GHAIRU ASH-SAHABAH FII MUWATHA MALIK IBN ANAS

Manzhumah Al-Baiquniyyah: Matan dan Terjemah Pustakasyabab.blogspot.com

Jangan Taati Ulama Dalam Hal Dosa dan Maksiat

Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang meninggal dunia.

Surah Al- Alaq, ayat 1-5. Surah Al-Fatihah. Surah Al-Mudatsir, ayat 1-4. Bismillah. Manna Al-Qattan (Mabahith fi Ulum al-quran)

BENARKAH KHUTBAH SHOLAT DUA HARI RAYA DUA KALI

BAB IV ANALISIS SANAD DAN MATAN HADITS TENTANG SYAFAAT PENGHAFAL AL-QUR AN

Kelemahan Hadits-Hadits Tentang Mengusap Muka Dengan Kedua Tangan Sesudah Selesai Berdo'a

Sunnah menurut bahasa berarti: Sunnah menurut istilah: Ahli Hadis: Ahli Fiqh:

ILMU QIRAAT 1 DIPLOMA PENGAJIAN AL QURAN DAN AL SUNNAH 2014 MINGGU KE-4

SEBAB-SEBAB PARA ULAMA BERBEDA PENDAPAT. (Dirangkum dari kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Raf ul Malaam an Aimatil A laam )

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

E٤٢ J٣٣ W F : :

BAB I PENDAHULUAN. Dilihat dari periwayatannya hadits berbeda dengan Al-Qur an yang semua

HADÎTS DLA ÎF DAN KEHUJJAHANNYA (Telaah terhadap Kontroversi Penerapan Ulama sebagai Sumber Hukum)

BAB II KAIDAH KESAHIHAN DAN PEMAKNAAN HADIS

BAB I PENDAHULUAN. Allah Swt. menciptakan makhluk-nya tidak hanya wujudnya saja, tetapi

Ikutilah Sunnah dan Jauhilah Bid'ah

HUKUM MENGENAKAN SANDAL DI PEKUBURAN

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Berdzikir Dengan BIJI TASBIH حفظه هللا Ustadz Abdullah Taslim al-buthoni, MA

INSTITUT PENGAJIAN TINGGI AL-ZUHRI DIPLOMA PENGAJIAN ISLAM AL-ZUHRI. hadits 1 MINGGU PERTAMA. 30 Mar 2014 / 9.00 PG TGH

Khitan. 1. Sejarah Khitan

DAFTAR PUSTAKA. M. Isa H.A. Salam Bustamin, Metodologi Kritik Hadis, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, Cet. I, 2004

WAKTU TERJADINYA PERISTIWA ISRAA DAN MI RAJ

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut dan

Dusta, Dosa Besar Yang Dianggap Biasa

BAB V PENUTUP. Berdasarkan penelitian hadits tentang Hadis-Hadis Tentang Aqiqah. Telaah Ma anil Hadits yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya,

TENTANG MA MUM MASBUQ

Belajar Ilmu Hadis (1) Pendahuluan

Bab 42 Menghapal Ilmu

Kekhususan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Yang Tidak Dimiliki Oleh Umatnya

BAB I PENDAHULUAN. berupa perkataan, perbuatan, maupun ketetapan (taqrir). 1. Allah SWT telah mewajibkan untuk menaati hukum-hukum dan

Transkripsi:

IKHTISAR ULUMUL HADITS A. Terminologi Hadits 1. Pengerian - Hadits (etimologi) al-jadid: yang baru, al-qadim: yang lama, al- Khabr: berita. Hadits (terminologi) segala sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi SAW baik itu berupa perbuatan, taqrir dll - Sunnah (etimologi) jalan. Hadits (terminologi) model kehidupan Nabi SAW - Khabr (etimologi) berita. Khabr (teminologi) segala sesuatu yang dari Nabi SAW - Atsar (etimologi) bekas/sisa. Atsar (terminologi) sama dengan khabr dan hadits 2. Struktur - Sanad, rantai penutur atau periwayatan (ujung sanad harus pada nabi) - Matan, readaksi atau isi hadits (hubungan satu dengan lainnya - Rawi, periwayatan atau orang yang meriwayatkan 3. Bentuk-bentuk hadits - Hadits qauli (perkataan) - Hadits fi li (perbuatan) - Hadits taqriri (ketetapan) - Hadts hammi (keinginan) - Hadits ahwali (hal ikhwal nabi) 4. Hadis Qudsi, segala sesuatu yang diberitakan Allah SWT kepada Nabi SAW selain al- Qur an yang redaksinya oleh Nabi SAW B. Hadits Sebagai Sumber Ajaran Islam 1. Dalil-dalil kehujahan hadits - Ali Imran: 32 - an- Nissa: 59 - al- Hasyr: 7 - al- Maidah: 92 2. Fungsi hadits terhadap al- Qur an - Bayan at- Tafsir, Memberi perincian (Tafshil) - Bayan at- Taqrir, Memperkokoh atau memperkuat pernyataan al- Qur an Copyright by Jawad Mughofar KH 1

- Bayan an- Naskh, Hadits sebagai ketentuan datang berikutnya dapat menghapus ketentuan-ketentuan atau isi al- Qur an yang datang kemudian C. Sejarah Hadits 1. Hadits-hadits periode Rasul ashr al- Wahyi wa at- Taqwa (masa turunnya wahyu dan pembentukan masyarakat islam) hadits lahir berupa sabda (aqwal), af al dan taqrir langsung dari Rasul SAW atau mendengar dari para sahabat 2. Hadist-hadits periode Khulafa ar- Rasyidin (11-40 H) ashr at- Tatsabut wa al- Aqlal min al- Riwayah (masa membatasi dan menyedikitkan riwayah) hadits dibatasi riwayatnya dan lebih fokus kepada al- Qur an 3. Hadits-hadits periode sahabat dan tabiin ashr intisyar al- Riwayah ila al- Amsar (masa berkembang dan meluasnya riwayat) muncul bendaharawan dan lembaga-lemabaga hadits dan awal dari kemunculan pemalsuan hadits setelah wafatnya Ali untuk tujuan politik D. Modifikasi Hadits 1. Pembukuan hadits abad II, III dan IV H ashr al- Kitab wa al- Tadwin (masa penulisan dan pembukaan hadits) Masa pembukuan secara resmi pada masa pemerintahan khalifah Umar ibn Abdul Aziz (101 H). Kitab hadits tertua yaitu al- Muwaththa karangan Imam Malik - Abad II & III digelari Mutawaddimin (usaha sendiri) - Abad IV digelari Mutaakhirrin (petikan/nukilan) 2. Pembukuan hadits abad V H sampai sekarang Ahdu as- Sarhi wa al- Jumi wa Takhriji wa al- Bahtsi (masa pensyarahan, penghimpunan, pentakhrijan dan pembahasan) Pengumpulan hadits-hadits yang terdapat dalam beberapa kiab kedalam sebuah kitab tertentu yaitu Jami ul Jamawi susunan al- Hafidz as- Suyuthi (911 H) Copyright by Jawad Mughofar KH 2

E. Ulumul Hadits 1. Pengertian - Hadits Riwayah adalah ilmu yang mempelajari tentang tata cara periwayatan, pemeliharaan, dan penulisan atau pembukuan Hadits Nabi SAW. Objek kajiannya adalah Hadits Nabi SAW dari segi periwayatan dan pemeliharaannya. - Hadits Dirayah adalah ilmu yang mempelajari tentang kumpulan kaidah-kaidah dan masalah-masalah untuk mengetahui keadaan rawi dan marwi dari segi di terima atau di tolaknya. Rawi adalah orang yang menyampaikan Hadits dari satu orang kepada yang lainnya; Marwi adalah segala sesuatu yang diriwayatkan, yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW atau kepada Sahabat dan Tabi`in. Ilmu Hadits Dirayah inilah yang selanjutnya disebut dengan Ulumul Hadits. 2. Sejarah Ilmu hadits sudah ada sejak periode awal islam atau sejak periode rasulullah dimana apabila seseorang ragu menerima suatu riwayat dari sahabat lainnya, ia segera menemui rasulullah untuk memastikan kebenaran hadits tersebut. Lalu setelah periode rasulullah di lanjutkan kedalam periode sahabat dan tabiin. 3. Cabang-cabang - Ilmu Rijal al- Hadits - Ilmu al- Jarh wa at- Ta dil - Ilmu Fannil Mubhamat - Ilmu ilali al- Hadits - Ilmu Gharib al- Hadits - Ilmi Nasikh wa al- Mansukh - Ilmu Talfiq al- Hadits - Ilmu Tashif wa at- Tahrif - Ilmu Mushthalah Ahli Hadits - Ilmu Asbab al-wurud al-hadits F. Pembagian Hadits 1. Hadits Mutawattir, khabr yang didasarkan pada panca indera yang di kabarkan oleh sejumlah orang yang mustahil menurut adat mereka bersepakat untuk mengabarkan berita itu dengan dusta. Copyright by Jawad Mughofar KH 3

2. Hadits Masyhur, hadits yang diriwayatkan oleh 3 orang atau lebih pada setiap thabaqah tidak mencapai derajat mutawattir. 3. Hadits Ahad, hadits yang tidak sampai jumlah rawinya kepada jumlah hadits mutawattir, baik rawinya itu seorang, dua, tiga atau seterusnya dari bilangan-bilangan yang tidak memberi pengertian bahwa hadits itu dengan bilangan tersebut masuk kedalam hadits mutawattir. 4. Hadits Aziz, hadits yang diriwiyatkan oleh dua orang walaupun dua orang, walaupun dua orang rawi tersebut terdapat satu thabaqah saja, kemudian orang-orang meriwayatkannya. 5. Hadits Gharib, hadits yang diriwayatka oleh seorang rawi 6. Hadist Shahih, hadits yang dinukil atau diriwayatkan oleh rawi-rawi yang adil, sempurna ingatannya, sanadnya bersambung, tidak berillat dan tidak janggal. 7. Hadits Hasan, khabr ahad yang dinukil oleh orang yang adil, kurang sempurna hapalannya, bersambung sanadnya, tidak cacat dan tidak syadz. 8. Hadits Dhoif, semua hadits yang tidak terkumpul padanya sifat-sifat bagi hadits yang di terima dan menurut pendapat kebanyakan ulama hadits dhoif adalah yang tidak terkumpul padanya sifat hadits shahih dan hasan. G. Syarat-Syarat Hadits Shahih 1. Sanad Bersambung 2. Rawinya Adil 3. Rawinya Dhabit (Kuat Hapalannya) 4. Tidak berillat 5. Tidak mengandung Syadz H. Hadits Dho if Dan Macam-Macamnya 1. Klasifikasi hadits dhoif berdasarkan cacat pada keadilan dan kedhabitan rawi a. Hadits Mawdhu, hadits yang dicipta serta dibuat oleh seseorang (pendusta), yang ciptaan itu dinisbatkan kepada rasulullah secara palsu dan dusta baik disengaja maupun tidak b. Hadits Matruk, hadits yang pada sanadnya ada seorang rawi yang tertuduh dusta Copyright by Jawad Mughofar KH 4

c. Hadits Munkar, hadits yang pada sanadnya terdapat rawi yang jelek kesalahannya, banyak kelemahannya atau tampak kefasikannya. d. Hadits Syadz, hadits yang diriwayatkan oleh seorang rawi yang makbul yang menyalahi riwayat orang lebih utama darinya, baik karena jumlahnya lebih banyak ataupun lebih tinggi daya hafalnya. 2. Klasifikasi Hadits berdasarkan gugurnya rawi a. Hadits Mu allaq. Hadits yang seorang rawinya atau lebih gugur dari awal sanad secara berurutan b. Hadits Mu dhal, Hadits yang putus sanadnya dua orang atau lebih secara berurutan c. Hadits Mursal, Hadits yang gugur rawi dari sanadnya setelah tabiin, baik tabiin besar maupun kecil d. Hadits Munqathi, Hadits yang gugur seorang rawinya sebelum sahabat di satu tempat atau gugur dua orang pada dua tempat dalam keadaan tidak berturut-turut e. Hadits Mudallas, Hadits yang diriwayatkan menurut cara yang di perkirakan bahwa hadits itu tidak bernoda. 3. Kehujjahan Hadits Dho if - Menurut para ulama hadits kelas berat semacam al- Hafidz ibnu Hajar al- Asqalani menyebutkan bahwa hadits dhoif boleh digunakan, dengan beberapa syarat: a. Level kedhaifannya tidak parah b. Berada di bawah nash lain yang shahih c. Ketiak mengamalkannya tidak boleh meyakini ke-tsabit-annya I. Syarat-Syarat Seorang Perawi Dan Proses Transformasinya 1. Syarat-syarat seorang perawi - Islam - Baligh - Adil - Dhabit - Menguasai Bahasa Arab - Menguasai Nahwu Sharaf 2. Tahamul Wal Ada, suatu kegiatan menerima dan menyampaikan riwayat hadits secara lengkap baik berkenaan dengan mata rantai sanad maupun matan 3. Shigat-shigat Copyright by Jawad Mughofar KH 5

- Al- Sima (mendengar) - Al- Qira ah (membaca) - Al- Ijazah (memberikan Izin) - Al- Munawalah (memeberikan manuskripsi disertai izin) - Al- kitabah / Al- Mukatabah (menuliskan) - Al- I lam (memberitahukan) - Al- Washiyah (memberi wasiyah) - Al- Wizadah (tidak melalui cara al- Sima atau al- Ijazah) J. Ilmu al- Jarh wa al- Ta dil 1. Pengertian al- Jarh wa al- Ta dil ialah merupakan suatu materi pembahasan dari cabang ilmu hadits yang memebahas cacat atau adilnya seorang yang meriwayatkan hadits yang berpengaruh besar terhadap klasifikasi haditsnya. 2. Kegunaan al- Jarh wa al- Ta dil ialah untuk menetapkan apakah periwayatan seorang perawi itu dapat diterima atau harus ditolak 3. Syarat-syarat bagi orang yang menta dilkan dan mentajrihkan a. Berilmu pengetahuan b. Taqwa c. Mengetahui sebab-sebab untuk ment dilkan dan mentajrihkan d. Jujur e. Menjauhi fanatik golongan f. Wara (orang yang selalu menjauhi perbuatan maksiat, syubhat, dosa-dosa kecil dan makruhat-makruhat 4. Kitab-kitab al- Jarh wa al- Ta dil - Ma rifat al- Rijal karya Yahya ibn Ma in (158-233 H) - al- Jarh wa al- Ta dil ialah karya Abdurrahman ibn Abu Hatim ar- Razi (240-327 H) - Mizan al- I tidal karya Imam Syamsuddin Muhammad ibn Ahmad adz- Dzahabi (673-748 H) K. Hadits Mawdhu 1. Pengertian hadits mawdhu ialah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW baik perbuatan, perkataan maupun taqrirnya, secara rekaan atau dusta semata-mata. Copyright by Jawad Mughofar KH 6

2. Awal kemunculan disebabkan karena masuknya secara masal penganut agama lain kedalam islam 3. Faktor-faktor - Pertentangan politik dalam soal pemilihan Khalifah - Adanya kesengajaan dari pihak lain untuk merusak ajaran islam - Mempertahankan madzhab dalam masalah Fiqh dan masalah Kalam - Meningkatkan gairah beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT - Menjilat para penguasa untuk mencari kedudukan dan hadiah 4. Kriteria - Ciri-ciri yang terdapat pada sanad 1. Rawi tersebut terkenal dusta 2. Pengakuan dari si permbuat sendiri 3. Kenyataan sejarah, mereka tidak mungkin bertemu - Ciri-ciri yang terdapat pada matan 1. Keburukan susunan lafadznya 2. Kerusakan maknanya L. Pengenalan Takhrij Secara Teoritis 1. Takhrij Hadits, penunjukan terhadap tempat hadits didalam sumber aslinya yang dijelaskan sanad dan martabatnya sesuai keperluan 2. Kitab-kitab Takhrij - Hidayatul bari ila tartibi Ahadisil Bukhari oleh Abdu Rahman Ambar al- Misri at- Tahtawi - Mifatus Sahihain oleh Muhammad Syarif bin al- Mustafa al- Tauqiyah - Al- Jami us Sahgir oleh Imam Jalaludin Abdurrahman as- Suyuthi 3. Metode takhrij hadits - Menurut lafadz pertama - Menurut lafadz-lafadz yang terdapat dalam hadits - Mencari berdasarkan tema 4. Tujuan takhtij hadits - Untuk mengetahui banyak sedikitnya jalur periwayatan suatu hadits yang sedang menjadi topik kajian Copyright by Jawad Mughofar KH 7

- Untuk mengetahui kuat dan tidaknya periwayatan akan menambah kekuatan riwayat - Untuk menemukan status hadits shahih ii dzatih (hadist shahih yang memenuhi syarat-syaratnya secara maksimal) atau shahih li ghairih (hadist shahih yang tidak memenuhi syarat-syaratnya secara maksimal), hasan li dzatih (hadits yang memenuhi segala syarat-syarat hadits hasan) atau hasan li ghairih (hadits dhoif yang bukan di karenakan rawinya pelupa, banyak salah dan orang fasik, yang mempunyai mutabi dan syahid). Demikian juga akan dapat diketahui istilah hadits mutawattir, masyhur, aziz dan gharib. - Memberikan kemudahan bagi orang yang hendak mengamalkan setelah mengetahu hadits tersebut adalah makbul (dapat diterima) - Menguatkan keyakinan bahwa suatu hadits adalah benar-benar berasal dari Rasulullah M. Pengenalan Terhadap Mukharij 1. Imam Malik bin Anas (94-179 H) 2. Ahmda bin Muhammad bin Hanbal (164-241 H) 3. Imam Bukhari (194-256 H) 4. Imam Muslim (202-261 H) 5. Imam an- Nasa i (215-303 H) 6. Abu Dawud (202-275 H) 7. At- Tirmidzi (209-279 H) 8. Ibn Majah (207-273 H) N. Ikhtisar al- Sanad dan Matan 1. Sanad - Sanad atau isnad yaitu menyandarkan hadits kepada orang yang mengatakannya - Tokoh perumusan yaitu Ibnu jama ah - Tinggi rendahnya rangkaian sanad a. Ashahlu al- Asanid (sanad-sanad yang lebih Shahih) b. Ahsanu al- Asanid (rendah derajatnya daripada yang bersanad Ashahlu al- Asanid) Copyright by Jawad Mughofar KH 8

c. Adh afu al- Asanid (rangkaian sanad yang paling rendah derajatnya) - Jenis-jenis sanad hadits a. Sanad Aliy, sebuah sanad yang jumlah rawinya lebih sedikit jika di bandingkan dengan sanad lain b. Sanad Nazil, sebuah sanad yang jumlah rawinya lebih banyak jika di bandingkan dengan sanad yang lain 2. Matan - Matan yaitu redaksi dari hadits atau isi O. Ingkar al- Sunnah 1. Pengertian Ingkar al- Sunnah ialah sebuah sikap penolakan terhadap sunnah rasul, baik sebagian maupun keseluruhannya. 2. Sejarah - Ingkar al- Sunnah Klasik Munculnya ingkar al- Sunnah baik di kalangan individu maupun kelompok seperti: 1. Khawarij 3. Mu tazilah 2. Syi ah - Ingkar al- Sunnah Modern Ingkar al- Sunnah modern lahir di kairo mesir apda masa Syaikh Muhammad Abduh karena serta karena ekspansi barat atau faktor orientalis. 3. Argumentasi Ingkar al- Sunnah - Agama bersifat kongkrit - al- Qur an sudah lengkap - al- Qur an tidak memerlukan bayan atau penjelas 4. Bantahan Ulama mengenai Ingkar al- Sunnah - Sebab al- Qur an sendiri meskipun kebenarannya sudah diyakini sebagai kalam Allah tidak semua ayat memberikan petunjuk hukum yang pasti, sebab banyak ayat yang pengertiaannya masih dhanni (dhanni ad- Dalalah) - Rasulullah diberi tugas untuk menjelaskan kandungan al- Qur an sedangkan kita diwajibkan untuk menerima dan mematuhi penjelasan-penjelasan beliau baik berupa perintah maupun larangan. Copyright by Jawad Mughofar KH 9