PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA DINAS LINGKUNGAN HIDUP 17 JANUARI 2018
outline 1. KOMITMEN PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA 2. PROFIL EMISI GRK DKI JAKARTA 3. DASAR HUKUM 4. POTRET RENCANA AKSI DAERAH PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA PROVINSI DKI JAKARTA 5. TARGET PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA PROVINSI DKI JAKARTA 6. AKSI MITIGASI 7. CAPAIAN REDUKSI EMISI 8. PERAN PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA 9. KESIMPULAN & REKOMENDASI
1. KOMITMEN PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA
KOMITMEN PEMPROV DKI JAKARTA Pada COP ke 15 di Denmark DKI Jakarta berkomitmen menurunkan emisi GRK sebesar 30% pada tahun 2030. Melakukan kajian terhadap Pergub 131/2012 tentang RAD Penurunan Emisi GRK 2007 2009 2012 2015 2016 Jakarta bergabung dengan C40 asosiasi pemerintah kota yang berkomitmen mengatasi dampak perubahan iklim dan pemanasan global Mengeluarkan Pergub 131/2012 tentang RAD Penurunan Emisi GRK dan Pergub 38/2012 tentang Green Building Mengeluarkan Grand Design of Green Building Jakarta yg memperkuat posisi pemerintah DKI Jakarta sebagai pusat green building ditandai dengan penandatangan komitmen untuk mengurangi konsumsi air, energi dan emisi CO 2 pada gedung-gedung sebesar 30% ditahun 2030
2. PROFIL EMISI GRK DKI JAKARTA
Profil Emisi Gas Rumah Kaca Provinsi DKI Jakarta Tahun 2012-2016 (Dalam satuan Gg CO 2 e) 2012 2013 2014 2015 2016 RTH (serapan) (422.78) (423.28) (424.94) (424.94) (671.34) Direct (kecuali industri energi) Industri Energi (pembangkit) Indirect (penggunaan listrik Jamali) 19,781.92 23,471.84 17,521.08 15,206.51 15,877.68 6,684.64 6,352.22 6,047.18 7,494.62 7,032.52 31,938.15 37,301.42 38,050.02 33,512.47 33,512.47 Limbah 1,935.22 2,023.12 2,086.70 2,157.04 1,967.30 Total 60,339.92 69,148.60 63,704.97 58,370.64 57,718.63
3. DASAR HUKUM
Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2030 Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 2 Th. 2013 tentang RPJMD Tahun 2013-2017 Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 131 Tahun 2012 Tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 38 Tahun 2012 Tentang Bangunan Gedung Hijau
4. POTRET RENCANA AKSI DAERAH PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA PROVINSI DKI JAKARTA
POTRET RENCANA AKSI DAERAH PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA PROVINSI DKI JAKARTA Landasan hukum Pergub DKI Jakarta No. 131 Tahun 2012 Cakupan sektor Energi: Limbah: LULUCF: transportasi, komersial, rumah tangga, industri, lainnya padat, cair hutan Jumlah aksi 35 (wewenang tinggi, sedang, dan rendah) Baseyear 2005; Untuk keperluan PEP diubah ke 2010 Target Penurunan sebesar 30% dari BaU 35 juta ton CO2e Tahun target 2030
5. TARGET PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA PROVINSI DKI JAKARTA
TARGET RAD DKI JAKARTA Target Reduksi 2030 35 juta ton CO 2 e TARGET SEKTOR ENERGI Industri 10,8 juta ton CO 2 e Transportasi 9,8 juta ton CO 2 e Komersial 5,7 juta ton CO 2 e Rumah Tangga 5,2 juta ton CO 2 e Lainnya 0,07 juta ton CO 2 e Padat Cair Hutan TARGET SEKTOR LIMBAH 2,6 juta ton CO 2 e 0,3 juta ton CO 2 e TARGET SEKTOR LAHAN 0,6 juta ton CO 2 e
6. AKSI MITIGASI
Aksi mitigasi kewenangan tinggi
AKSI MITIGASI NON RAD (KAJI ULANG) PLTS Kep. Seribu PLTS Gedung Pemprov PJU Tenaga Surya Penggunaan Gas Engine Bangunan Komersial Peningkatan Efisiensi Pembangkit Listrik Penurunan Own Use dan Losses PJB MKR
7. CAPAIAN REDUKSI EMISI DKI JAKARTA
Capaian Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca Provinsi DKI Jakarta Tahun 2012-2016 Aksi Mitigasi Pelaporan PEP aksi mitigasi (ton CO 2 e) Target penurunan emisi RAD-GRK (ton CO 2 e) 2012 2013 2014 2015 2016 2020 2030 Penerangan Jalan Umum Lampu Hemat Energi (PJU LHE) 50 1.293 11.556 20.314 28.519 65.147 67.110 Penerangan Jalan Umum Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PJU PLTS) 26 54 10 10 111 - - PLTS Gedung Pemerintah dan Sekolah 1 24 80 88 85 - - PLTS Pulau Sebira 4 69 62 60 59 - - Busway / Bus Rapid Transit 83.933 207.166 333.835 162.943 32.214 182.064 309.917 Feeder Busway n.a n.a n.a 10.265 48.562 100.932 367.306 Intelligent Transport System (ITS) 34.405 34.405 27.424 5.940-62.437 65.848 Kereta Rel Listrik n.a n.a n.a 241.059 148.107 169.500 171.300 Efisiensi Energi Gedung Pemerintahan n.a n.a 32.446 35.831 4.601 49.430 129.458 Bangunan Hijau 6.809 8.090 11.913 13.789 14.388 1.479.086 5.522.972 Penggunaan Gas Engine Bangunan Komersial n.a n.a n.a 21.504 19.262 - - Penurunan Own-use Pembangkit Listrik n.a n.a n.a n.a 49 - - Peningkatan Efisiensi Pembangkit Listrik n.a n.a n.a n.a 3.711.837 - - Landfill Gas 276.690 197.557 117.348 67.785 48.195 838.937 838.937 Ruang Terbuka Hijau (RTH) 8.456 1.494 653.05 741.3 671.34 445 445 Biodiesel 114.975 179.645 n.a n.a n.a 1.396.600 4.145.200 LPG 1.845.185 1.894.197 n.a n.a n.a 91.633 101.581 Komposting n.a n.a 7.698 18.890 27.377 Sentra 3R n.a n.a 96.096 22.830 29.155 138.174 138.174 IPLS (Duri Kosambi dan Pulo Gebang) n.a n.a n.a n.a 606 214.306 214.306 IPAL / Waduk Setiabudi n.a n.a n.a n.a 1.849 100.511 150.766 TOTAL 2.370.534 2.523.994 1.291.518 1.362.608 4.786.327 14.612.205 35.240.080 Ketercapaian Reduksi Emisi Tahun 2016 = 13,58%
8. PERAN PROVINSI DKI JAKARTA DALAM IMPLEMENTASI NDC
Mendorong Peningkatan Capaian Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca Ke Masyarakat, Swasta, BUMD dan SKPD Terkait, melalui: Penetapan Regulasi/PerGub yang mendukung aksi-aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim seperti : Pergub No.38/2012 tentang Bangunan Gedung Hijau, Pergub No.131/2012 tentang RAD GRK, Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 91 Tahun 2016 tentang Pembinaan dan Pendampingan Lokasi Program Kampung Iklim Tahun 2016 Provinsi DKI Jakarta Monitoring dan evaluasi pelaksanaan aksi-aksi mitigasi yang dilakukan oleh SKPD terkait/ BUMD /swasta dalam rangka penurunan emisi Gas Rumah Kaca Pembentukan Program Kampung Iklim dan melakukan pembinaan terhadap Kampung Iklim yang ada Mencanangkan komitmen 30:30 (komitmen untuk menurunkan pemakaian air, energi dan emisi CO 2 pada gedung-gedung sebesar 30% di Tahun 2030) untuk mendukung percepatan pencapaian target penurunan emisi GRK sebesar 30% di tahun 2030.
Mendorong Peningkatan Capaian Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca Ke Masyarakat, Swasta, BUMD dan SKPD Terkait, melalui: Mendorong upaya-upaya/aksi mitigasi untuk percepatan penurunan emisi GRK seperti : melakukan himbauan ke swasta, SKPD untuk mengganti bahan bakar kendaraan operasional dari BBM ke BBG Melakukan sosialisasi aksi-aksi yang mendorong penurunan emisi gas Rumah kaca, seperti Sosialisasi Green Building, dll. Secara rutin melakukan pelaporan inventarisasi emisi Gas Rumah Kaca ke KLHK setiap tahun dan pelaporan PEP RAD GRK ke bappenas Setiap tahun Bekerjasama dengan organisasi internasional Perubahan Iklim capacity building, Pelaporan internasional inventarisasi emisi, seperti : Program ikhtiar Ambisi Kota dengan ICLEI, pelaporan Inventarisasi Emisi Ke C40, One Planet City Chalenge, dll Memfasilitasi aksi-aksi yang dilakukan oleh masyarakat yang berkaitan dengan penurunan emisi GRK seperti proyek waste to energy, dll
AKSI MITIGASI SEKTOR ENERGI Penerangan Jalan Umum lampu Hemat Energi Green Building Pada Menara BCA dan Gedung Sampurna Strategic Square Methane Capture di TPST Bantar Gebang Busway
AKSI MITIGASI GREEN BUILDING 7 Bangunan Green Building Yang Telah Memperoleh Sertifikat Green Building Dari GBCI (Green Building Council Indonesia) ton CO2e 16,000 14,000 12,000 10,000 8,000 6,000 Penurunan Emisi GRK Bangunan Hijau Gedung G Gedung F Gedung E Gedung D Gedung C Menara BCA, Sampoerna Strategic Square, Sequis Life, Pacific Place,Gedung Waskita, Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Apartemen Menteng Regency 4,000 Gedung B 2,000 0 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Gedung A Capaian reduksi emisi GRK dari 7 gedung sampai 2016 adalah 14.388 tonco 2
JAKARTA COMMITMENT 30 : 30 WORKSHOP GRAND DESIGN GREEN BUILDING, 1 JUNI 2016
SOSIALISASI GREEN BUILDING
AKSI MITIGASI SEKTOR RTH
(Program Kampung Iklim/Proklim) RW 07 Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
LOKASI PROKLIM DI DKI JAKARTA 2017 9 10 41 Lokasi : 39 37 40 38 36 21 20 15 17 11 5 2 3 4 30 12 19 16 18 32 27 13 14 8 1 24 33 34 29 35 6 25 28 22 23 31 26 7 1. RW 03 Kel. Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat 2. RW 03 Kel. Cikini, Jakarta Pusat 3. RW 01 Kel. Cikini, Jakarta Pusat 4. RW 10 Kel Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat 5. RW 06 Kel. Kebon Kosong 6. RW 03 Kelapa Gading TImur 7. RW 01 Rorotan 8. RW 03 Kelapa Gading Barat 9. RW 11 Warakas 10. RW 04 Sungai Bambu 11. RW 01 Sunter Jaya 12. RW 02 Guntur Setiabudi 13. RW 04, Lenteng Agung 14. RW 09, Lenteng Agung 15. RW 06, Gandaria Selatan 16. RW 03, Rawajati, Pancoran 17. RW 01, Rawa Barat 18. RW 05, Jatipadang 19. RW 05, Mampang Prapatan 20. RW 07, Kebayoran Lama Selatan 21. RW 08, Petukangan Selatan, Pesanggrahan 22. RW 02, Malakasari 23. RW 03, Malakasari 24. RW 07, Jati, Pulogadung 25. RW 01, Cakung Barat 26. RW 02, Cibubur 27. RW 09, Ciracas 28. RW 011, Jati, Pulogadung 29. RW 04, Bambu Apus, Cipayung 30. RW 01, Utan Kayu Selatan 31. RW 12, Cipinang Melayu, Makasar 32. RW 07, Baru, Ps. Rebo 33. RW 10, Cipinang Muara, Jatinegara 34. RW 01, Cililitan, Kramatjati 35. RW 03, Kelurahan Munjul, Cipayung 36. Rusun Cinta Kasih, Cengkareng 37. RW 03, Duri Kosambi, Cengkareng 38. Taman Aries, Kembangan 39. RW 04, Perum Merpati, Kalideres 40. RW 04, Komplek Damkar, Joglo 41. RW 04 Pulau Panggang, Kep Seribu Utara
9. KESIMPULAN & REKOMENDASI
KESIMPULAN 1. Dari sektor energi, baru 12 dari 15 aksi mitigasi sektor energi yang datanya telah terkumpul. Jumlah tersebut masih jauh dari jumlah kegiatan sektor energi yang direncanakan di dalam RAD DKI Jakarta sebanyak 27 aksi. 2. Belum adanya mekanisme pengumpulan data dan metodologi perhitungan menjadi penyebab belum mampu dilakukannya perhitungan capaian penurunan emisi dari aksi mitigasi yang signifikan terhadap ketercapaian target RAD pada 2030 yaitu pada aksi Konservasi energi industri, konservasi energi rumah tangga, dan biofuel. 3. Penurunan emisi yang dicapai pada 2016 didominasi oleh capaian dari aksi mitigasi non-rad yaitu efisiensi energi pembangkit listrik dengan penurunan emisi sebesar 3,7 juta ton CO 2 e.
REKOMENDASI 1. Agar dilakukan sinkronisasi RAD GRK DKI Jakarta terhadap dokumen perencanaan pembangunan dan rencana strategis unit terkait. 2. Agar diberikan kemudahan dalam mengakses data dari Lembaga-Lembaga Pemerintah Pusat seperti BPS, BPH Migas, dll 3. Agar dilakukan penyamaan satuan antara metodologi IPPC 2006 dengan data-data yang ada di Indonesia misalnya data-data dari BPS. 4. Agar disediakan mekanisme perhitungan emisi GRK untuk kegiatan PROPER.
Terima Kasih