BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Ginjal Ginjal merupakan organ ekskresi utama pada manusia. Ginjal mempunyai peran penting dalam mempertahankan kestabilan tubuh. Ginjal memiliki fungsi yaitu mempertahankan keseimbangan cairan tubuh dengan cara mengatur volume cairan, keseimbangan osmotik, asam basa, dan ekskresi sisa metabolisme. Fungsi ginjal melewati berbagai mekanisme dalam proses produksi urin yang berlangsung sepanjang nefron, yaitu proses penyaringan, penyerapan, sekresi dan pengasaman (Price, 2003). Anatomi ginjal Ginjal memiliki bentuk seperti kacang merah berjumlah dua buah. Ginjal terletak di dalam rongga perut bagian samping di kedua sisi tulang belakang. Letak ginjal kanan sedikit lebih rendah dibanding dengan ginjal kiri karena tertekan oleh hati. Berat ginjal 0,5 % dari berat badan panjangnya ± 10 cm. Setiap menit 20-25 % darah dipompa oleh jantung yang mengalir menuju ginjal. Bentuk sisi dalam ginjal menghadap ke punggung, sisi luarnya cembung. Ginjal kanan lebih pendek dan tebal dari ginjal yang kiri. Ginjal tersebut di bagian belakang terlindungi oleh kosta, sedangkan di bagian depan terlindungi oleh lemak. Orang yang kekurangan makan, lemak akan menipis sehingga perlindungan ginjal akan terganggu oleh goncangan (Rahmawati, Urifah & Wijayanti, 2009). 4
5 Ginjal dilindungi oleh jaringan fibrus yang di dalamnya terdapat strukturstruktur ginjal yaitu medula, nefron, kortek. Struktur modula tersusun atas 15-16 massa berbentuk piramid yang disebut piramid ginjal (Pearce, 2009). Ginjal terdiri atas unit-unit fungsional yang dinamakan nefron yang memiliki jumlah sampai 1,5 juta nefron, memiliki panjang ± 6 cm. Nefron memiliki komponen-komponen yaitu simpai bowman, tubulus kontraktus proksimal, ansa henle, tubulus kontraktus distal dan saluran pengumpul (Diastuti, 2009). B. Gagal Ginjal Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan sehingga pada akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia dalam tubuh seperti sodium dan kalium di dalam darah atau produksi dalam urin (Carpernito, 2009). Jenis Gangguan pada Ginjal : a. Gagal Ginjal Akut Gagal ginjal akut adalah suatu penyakit yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara cepat atau mendadak dan terganggunya kemampuan ginjal untuk mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme (Brooker, 2005). b. Gagal Ginjal Kronik Gagal ginjal kronik adalah suatu penyakit yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara perlahan-lahan atau menahun. Penyakit ini umumnya tidak dapat pulih kembali (Bunner & Suddarth, 2002).
6 C. Penyakit Gagal Ginjal Akut Gagal Ginjal Akut adalah hilangnya kemampuan ginjal untuk menyaring darah sehingga cairan, elektrolit dan kotoran akan tercampur di dalam darah. Gagal ginjal akut terjadi karena menurunnya fungsi ginjal secara mendadak yang terlihat pada penurunan laju filtrasi glomerulus dan terganggunya kemampuan ginjal untuk mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme. Penyebabnya bermacam-macam seperti diet yang tidak teratur, kekurangan cairan tubuh secara berlebihan akibat diare atau muntah, pendarahan hebat atau trauma pada ginjal akibat kecelakaan, keracunan obat, dan luka bakar. Gagal Ginjal Akut juga dapat disebabkan karena terjadi penyumbatan yang menghalangi pengeluaran urin dari ginjal, misalnya karena adanya batu ginjal, tumor yang menekan saluran kemih atau pembengkaan kelenjar prostat (Graber et al, 2006). Gagal ginjal akut memiliki gejala berupa rasa lelah, lesu, gatal-gatal, mengantuk, pusing, sesak nafas dan perubahan volume urin. Penderita gagal ginjal akut memerlukan dialisis, apabila pasien dapat disembuhkan, fungsi ginjal kembali normal (Almatsier, 2010). Gagal Ginjal Akut dapat diklasifikasikan menjadi : a. Pra renal, yaitu aliran darah di luar ginjal yang menimbulkan penurunan aliran darah ginjal. b. Renal, yaitu penyakit perenkim ginjal dimana tipe utamanya adalah radang glomerulus ginjal dan radang pembuluh darah ginjal. c. Pasca renal, yaitu gangguan sistem kemih akibat pembendungan yang menghalangi keluarnya urin (Hartono, 2001).
7 D. Pengaruh Gagal Ginjal Terhadap Asam Urat 1. Berdasarkan Umur Kadar asam urat tinggi sering dijumpai pada usia lanjut karena terjadi penurunan produksi beberapa enzim dan hormon didalam tubuh yang berperan dalam proses pengeluaran asam urat, salah satunya yaitu hormon estrogen dan enzim urikinase. Hormon estrogen yaitu hormon yang berfungsi membantu dalam pembuangan asam urat, tetapi seiring bertambahnya usia hormon ini mengalami penurunan produksi sehingga dapat mempengaruhi proses pengeluaran asam urat. Enzim urikinase merupakan enzim yang berfungsi untuk merubah asam urat menjadi bentuk alantoin yang akan dikeluarkan melalui urin, apabila produksi enzim urikinase terganggu akan mempengaruhi proses pengeluaran asam urat sehingga asam urat menjadi tinggi (Price, 2003). 2. Berdasarkan Jenis Kelamin Kadar asam urat pada pria maupun wanita sejak lahir sampai usia remaja umumnya rendah tetapi setelah pubertas kadar asam urat dalam darah pada pria akan meningkat dan selalu lebih tinggi dari wanita karena kadar asam urat pada wanita baru meningkat setelah menopause hal ini disebabkan adanya peranan hormon estrogen pada wanita yang membantu dalam pembuangan asam urat melalui urin. Asam urat lebih banyak menyerang pada laki-laki karena pada lakilaki tidak mempunyai hormon estrogen yang membantu ekskresi asam urat dan juga disebabkan karena kebiasaan pola hidup yang tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol. Konsumsi alkohol sangat berpengaruh terhadap kenaikan
8 kadar asam urat karena kandungan etanol dan purin yang terdapat dalam alkohol sangat memicu peningkatan produksi asam urat (Wijayakusuma, 2006). E. Asam Urat Asam urat adalah hasil akhir dari metabolisme purin, purin yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada komponen inti sel-sel tubuh. Perputaran purin terjadi secara terus menerus bersamaan dengan penguraian RNA dan DNA, sehingga walaupun tidak ada asupan purin, tetap terbentuk asam urat dalam jumlah yang normal (Saraswati, 2009). Asam urat disintesis oleh hati yang dikatalisis oleh enzim xantin oksidase. Asam urat mengalir melalui darah ke ginjal untuk disaring, diserap sebagian dan akhirnya dikeluarkan melalui urin (Ronald, 2004). Kadar asam urat dalam darah normal pada pria dan wanita berbeda. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 7,2 mg/dl dan pada wanita 2,6 6,0 mg/dl, bila kadar asam urat melebihi batas normal disebut hiperurisemia (Sari, 2010). Seseorang pada keadaan hiperurisemia, darah tidak mampu lagi menampung asam urat sehingga terjadi pengendapan di ginjal, untuk mempertahankan konsentrsi asam urat darah dalam batas normal asam urat tersebut harus dikeluarkan melalui ginjal (Misnadiarly, 2007). 1. Pengaruh Asam Urat Terhadap Fungsi Ginjal Asam urat merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh peningkatan produksi asam urat dalam darah dan penurunan pengeluaran asam urat dalam darah. Asam urat dalam darah dikeluarkan oleh ginjal melalui urin
9 dimana pengeluaran asam urat berpengaruh pada fungsi ginjal yang bekerja mengatur kestabilan kadar asam urat dalam darah dan membuangnya sebagian melalui urin (Wachjudi, 2006). Kadar asam urat dalam darah meningkat dapat disebabkan oleh dua hal yaitu produksi asam urat dalam tubuh berlebihan seperti konsumsi makanan yang banyak mengandung purin dan disebabkan oleh pengeluaran asam urat melalui urin terhambat seperti akibat penyakit ginjal. Makanan yang mengandung banyak purin adalah kacang-kacangan, daging, jeroan, ikan sarden dan seafood. Kadar asam urat meningkat yang disebabkan oleh penyakit ginjal disebut sebagai pertanda bahwa fungsi ginjal terganggu, bila hal itu terjadi gangguan fungsi ginjal menjadikan faktor resiko terjadi peningkatan penyakit ginjal. Asam urat sangat berpengaruh pada fungsi ginjal karena sebagian besar asam urat diekskresikan melalui ginjal (Kertia, 2009). 2. Macam-macam Pemeriksaan Asam Urat a. Pemeriksaan Holistik Prinsip pemeriksaan holistik adalah menyeluruh dimana pemeriksaan dilakukan dari kapan mulai sakit, bagaimana bisa muncul sakit, selain itu dilihat dari faktor turunan, setelah itu baru ditegakkan diagnosis. b. Pemeriksaan Enzimatik Prinsip pemeriksaan enzimatik adalah asam urat dioksidasi menjadi alantoin oleh enzim uricase. Hidrogen Peroksida bereaksi dengan 4- aminoantipyrine dan 2,4,6-tribromo-3-hydroxybenzoid acid menjadi quinoneimine (Ronald, 2004).
10 F. Kerangka Teori Faktor resiko : umur, jenis kelamin Riwayat keluarga : genetik Sisa metabolisme (asam urat, kreatinin, ureum, protein) Gagal Ginjal Cairan (darah, urin, LCS) dan elektrolit (Cl, Na, Ka) Tekanan darah (sistolik, diastolik) Kegagalan ekskresi Gagal Ginjal Kronis Gagal Ginjal Akut Kegagalan endokrin ginjal Asam Urat