PROSIDING ISSN: E-ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Opak Jepit

Implementasi Alat Cetak Mekanis Opak Ketan Guna Meningkatkan Produktivitas (Studi Kasus: IKM Opak Ketan, Sumedang)

PENERAPAN ALAT PENCAMPUR BUMBU DI SENTRA INDUSTRI KECIL KERIPIK TEMPE SANAN

IPTEKS BAGI MASYARAKAT ( IbM ) HOME INDUSTRI NATA DE COCO ( SARI KELAPA) Setia Iriyanto. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang

BAB III METODE PELAKSANAAN. Menengah (UKM teratai) Kelurahan Padebuolo, Kec. Kota Timur Kota

ANALISIS NILAI TAMBAH, KEUNTUNGAN, DAN TITIK IMPAS PENGOLAHAN HASIL RENGGINANG UBI KAYU (RENGGINING) SKALA RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU

Bisnis Kerupuk Udang, Renyah Menguntungkan

BAB I PENDAHULUAN. R.S. Bridger dalam bukunya yang berjudul Introducton to Ergonomics,

PENGABDIAN MASYARAKAT PADA UMKM BAKSO SAPI

PENGEMBANGAN USAHA MIKRO INDUSTRI KREATIF KERUPUK PULI

IbM PENGUSAHA KERIPIK SINGKONG RUMAH TANGGA

1. Pendahuluan PENGABDIAN BAGI PETANI IKAN BANDENG DESA JAMBO TIMU PEMKOT LHOKSEUMAWE YANG MENGHADAPI MASALAH TINGGINYA HARGA PAKAN IKAN

PENDAHULUAN. Pada tahap awal pembangunan, ekspor setiap negara didominasi oleh hasil hasil

IbM PENGUSAHA ABON PINDANG TONGKOL DESA KADEMANGAN KABUPATEN BONDOWOSO

ANALISIS BIAYA, PENDAPATAN DAN R/C AGROINDUSTRI TEMPE (Studi Kasus pada Perajin Tempe di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran)

INOVASI PENGOLAHAN LIMBAH TAHU GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT KAMPUNG SIDO BINANGUN KECAMATAN WAY SEPUTIH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

PELUANG BISNIS MAKANAN TENTANG KRIPIK TEMPE

ANALISIS PERBANDINGAN METODE PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA CV. SATU ANGIN PERSADA

PENGUATAN USAHA PRODUKSI KEMBANG GOYANG DI NGAMPIN AMBARAWA

USAHA MIKRO GULA MERAH TEBU DI DESA MANGUNREJO KECAMATAN NGADILUWIH DAN DESA CENDONO KECAMATAN KANDAT KABUPATEN KEDIRI

JOURNAL OF BUSINESS STUDIES

ANALISIS BREAK EVEN POINT PADA INDUSTRI KUE KHAS TORAJA JAYA PUTRA DI KECAMATAN MAKALE KABUPATEN TANA TORAJA

Lomba Penggalian Sumber Sejarah Dalam Bentuk Audiovisual PENYELENGGARA

Makalah. Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ketrampilan. Dosen Pengampu: DRA. Y. Flori Setiarini, M.Pd.

LAPORAN AKHIR PROGRAM IPTEKS BAGI MASYARAKAT

PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DAN KUALITAS DENDENG SAPI DI UD. RIDWAN S. KEFAMENANU

BAB I PENDAHULUAN. Sakur, Kajian Faktor-Faktor yang Mendukung Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Spirit Publik, Solo, 2011, hal. 85.

Skema Program Pengabdian Kepada Masyarakat

INOVASI FORMULASI ADONAN PEMBUATAN KERUPUK IKAN DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG UBI JALAR

Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan

Bab 5 Aspek Teknis. Bagaimana bentuk tempe yang anda suka? Apa warna tempe yang anda suka? Jenis bahan tempe apa yang anda sukai?

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PROSES-PROSES INDUSTRIALISASI PEDESAAN

IbM PENGRAJIN KUE BAGIAK DI KABUPATEN BANYUWANGI. Herlina dan Triana Lindriati

4 KEADAAN UMUM HOME INDUSTRY KERUPUK IKAN. Penelitian dilakukan pada daerah sentra home industry pengolahan kerupuk

PENGEMBANGAN SISTEM PENGERING KELOM GEULIS BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN DUA SISI BERPEMANAS PIPA

BEBAN KERJA DAN KELUHAN SISTEM MUSCULOSKELETAL PADA PEMBATIK TULIS DI KELURAHAN KALINYAMAT WETAN KOTA TEGAL

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada proses penggolahan stick singkong, singkong yang digunakan yaitu

IV.B.10. Urusan Wajib Koperasi dan UKM

KERANGKA ACUAN KERJA RISET TEMATIK

Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan ISSN: Vol. 2 No. 1 Tahun 2017

PENERAPAN VALUE ENGINEERING UNTUK MENGHEMAT BIAYA PRODUKSI DAN MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM KRIPIK TEMPE PENDAHULUAN

PENGARUH PEMBIAYAAN MUDHARABAH DAN MUSYARAKAH TERHADAP NON PERFORMING FINANCING (NPF) PADA BANK UMUM SYARIAH

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini penulis melakukan penelitian di PT. Maju Jaya

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENINGKATAN EFISIENSI PROSES PRODUKSI OLAHAN BERBASIS LABU KUNING

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA PEMBUATAN KARAK NON-BORAKS DI DESA TAWANG SARI, BOYOLALI. Oleh : Asri Laksmi Riani 1), Machmuroch 2)

BAB I PENDAHULUAN. di kalangan pendidikan maupun masyarakat untuk menambah pengetahuan

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1. 1 Kelompok Industri Pangan Kabupaten Majalengka. No Jenis Industri/ Produksi Sentra Produksi.

PENINGKATAN EFISIENSI PADA PRODUKSI SAMBAL MELALUI SCALE-UP ALAT PENGGILING BAHAN BAKU

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DAN PENGUATAN USAHA OPAK SILI MELALUI PERANCANGAN ALAT PENGHALUS SINGKONG DAN PERBAIKAN PENGEMASAN

PENINGKATAN KUALITAS PRODUK, PERLUASAN PANGSA PASAR DAN PERBAIKAN MANAJEMEN USAHA PADA HOME INDUSTRY RENGGINANG ABSTRAK ABSTRACT

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1. Universitas Kristen Maranatha

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada proses pencampuran adonan diawali dengan gula 200gr dan 3 biji telur

Penerapan Mesin Pencetak Batako Untuk Meningkatkan Hasil Produksi Di Desa Jatiguwi Sumberpucung Malang

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Milly Puspasari, 2014 Analisis Deskriptif Usaha Batu Alam Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEMASAN BUMBU INSTAN PRODUK LOKAL INTISARI

INOVASI PRODUK USAHA OLAHAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA JUAL LELE

BAB 1 PENDAHULUAN. Suatu perusahaan, baik perusahaan kecil, menengah atau perusahaan besar

Analisis kelayakan Usaha Kue Semprong (kasippi) di Mega Rezky Skala Rumah Tangga Desa Lagi-Agi Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar

INTRODUKSI TEHNOLOGI PENGOVENAN DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI PADA USAHA PEMBUATAN BAKPIA

NASKAH PUBLIKASI PROGRAM IPTEKS BAGI MASYARAKAT (I b M)

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif dengan cara metode survey. Metode penelitian kuantitatif

IV.B.10. Urusan Wajib Koperasi dan UKM

BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. dari kedelai yang melalui proses fermentasi. Berdasarkan data dari BPS, produksi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. aroma spesifik dan mempunyai nilai gizi cukup tinggi. Bagian kepala beratnya

HIBAH KOMPETISI DIKTI PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. digunakan yaitu, wajan, kompor, pisau, pengaduk, gilingan daging dan siler.

JURNAL MEDIA EKONOMI Vol. 21, No.3 Desember 2016 ISSN:

Pembinaan Kelompok UPPKS Maju Bersama Deli Serdang. Sulaiman Lubis (Dosen Jurusan Manajemen Universitas Negeri Medan)

Minat Beli Konsumen Terhadap Unting Sagu Instan Berbagai Varian Rasa dan Jenis Kemasan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Adapun proses pengolahan Kue Bola-bola Wijen disajikan dalam

PENINGKATAN USAHA KRUPUK AMPLANG DI DESA KERTASADA KECAMATAN KALIANGET KABUPATEN SUMENEP

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Berdirinya Usaha Bersama Jagung Goreng Gurih di Kelurahan

TINJAUAN PUSTAKA. menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, dan sifatnya lebih dekat kepada

PEMANFAATAN ENERGI SURYA DENGAN EFEK RUMAH KACA DALAM PERANCANGAN SISTEM PENGERING KERUPUK DAN IKAN DI DAERAH KENJERAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kue nusantara sebagai wujud warisan nenek moyang sangatlah bervariasi,

BAB I PENDAHULUAN. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan suatu isu yang

MODIFIKASI ALAT PENGGILING CIRENG UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI. Sulharman Baristand Industri Samarinda

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya hidup dari

LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TAHUN 2009

Jurnal OPSI Vol 10 No 2 Desember 2017 ISSN OPSI Jurnal Optimasi Sistem Industri

BAB III METODE PENELITIAN. selesai pada bulan September Lokasi penelitian ini bertempat di Bursa Efek. Tabel 1 Jadwal Penelitian

Peningkatan Produktivitas Usaha Briket dan Tungku di Daerah Sleman Guna Mendukung Penyediaan Bahan Bakar Alternatif yang Ramah Lingkungan

III. METODE PENELITIAN. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Daerah

10. URUSAN KOPERASI DAN UKM

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan berbasis agroindustri semakin ketat. Selain itu, ketatnya

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Transkripsi:

DAMPAK TTG PADA PENINGKATAN KINERJA UMKM DI GRESIK (STUDI KASUS PADA SENTRA PRODUK MAKANAN RINGAN) 429 Iramani* 1, Tatik Suryani 2, Nurul Hasanah Uswati Dewi 3 STIE Perbanas Surabaya; Jl. Nginden Semolo 34-36 Surabaya, 031-5947151 1,2 Program Studi Manajemen, STIE Perbanas Surabaya 3 Program Studi Akuntansi, STIE Perbanas Surabaya e-mail : iramani@perbanas.ac.id 1, tatik@perbanas.ac.id 2, nurul@perbanas.ac.id 3 Abstrak Salah satu produk unggulan kabupaten Gresik adalah opak jepit, Makanan ringan ini semula diproduksi dengan cara tradisonal oleh UMKM di desa Kedung Rukem. Dengan cara tradisional ini waktu yang dibutuhkan cukup lama sehingga kapasitas produksi sangat rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji dampak penerapan Tehnologi Tepat Guna (TTG) terhadap peningkatan kapasitas. TTG dalam penelitian ini adalah penggunaan alat produksi yang diciptakan untuk proses pembuatan produk opak jepit. Penelitian dilakukan di Sentra usaha opak jepit yang terletak di desa Kedung Rukem kabupaten Gresik. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dimana diambil sembilan UMKM yang memproduksi opak jepit secara kontinyu. Pengamatan dilakukan selama terhadap kapasitas produksi dan omset penjualan sebelum dan setelah penerapan TTG. Teknik analisis yang digunakan adalah paired sample t-test. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah terdapat peningkatan kapasitas produksi dan omset penjualan produk opak jepit sebagai dampak penerapan TTG. Implementasi bisnis dari penelitian ini adalah penerapan TTG pada UMKM sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing UMKM. Kata kunci : Teknologi Tepat Guna, kapasitas produksi, omset penjualan 1. PENDAHULUAN Adanya Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang telah dicanangkan sejak tahun 2015 akan memberikan peluang bagi perkembangan Usaha Kecil dan Menengah yang berpotensi ekspor untuk masuk ke pasar bebas Asia. Namun di sisi lain juga akan berdampak pada semakin sulitnya Usaha Kecil dan Menengah UKM untuk dapat bersaing dengan produk-produk dari luar di pasar domestik dan semakin sulitnya memasuki pasar luar negeri yang semakin kompetitif. Permasalahan mendasar yang dihadapi UKM adalah pertama, masih sulitnya akses UKM pada pasar atas produkproduk yang dihasilkannya; kedua masih lemahnya pengembangan dan penguatan usaha. Salah satu hal yang menyebabkan UKM lemah dalam pengembangan usaha adalah masih sederhananya alat produksi yang digunakan dalam menghasilkan produk. Hal ini terjadi juga pada sentra industri makanan ringan di Gresik, dimana salah satu hasil produksi adalah opak jepit yang merupakan makan ringan khas daerah ini. Produk ini dibuat dengan menggunakan alat tradisional yang sangat sederhana dan proses

pembuatan dengan alat ini membutuhkan waktu dan tenaga yang kuat. Hasil riset yang telah dilakukan oleh Kukuh Pramudi [1], telah menciptakan mesin pengulen dan pengolah adonan bahan baku pelet bahan baku opak. Dengan pemanfaatan TTG tersebut mampu meringankan beban UKM dalam membuat bahan baku pelet. Aktivitas pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Iramani et al [2], telah menghasilkan alat produksi untuk mengolah adonan bahan baku opak menjadi produk opak jepit. Alat produksi ini merupakan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dapat mengurangi waktu proses dan juga meringankan beban tenaga UMKM. Sebagai tindak lanjutnya maka dilakukan pengkajian dampak TTG tersebut pada kinerja UMKM yang merupakan tujuan dari penelitian saat ini. 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak penerapan TTG pada kapasitas produksi dan omset penjualan UMKM penghasil makanan ringan di kabupaten Gresik. Adapun metode yang akan dilaksanakan pada penelitian ini sebagai berikut. 2.1 Rancangan Penelitian. Dari perspektif rumusan masalah, penelitian ini menggunakan rancangan eksplanatif atau formal study, karena bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara penerapan TTG dengan kinerja UMKM. Berdasarkan bargaining powernya peneitian ini menggunakan rancangan experimental research karena peneliti memberikan perlakukan berupa penerapan TTG dan membandingkan hasil sesudah dan sebelum penerapan TTG. Sementara dari perspektif pengumpulan data, penelitian ini menggunakan rancangan observasional, karena peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti yakni kapasitas dan omset penjualan yang dihasilkan masing-masing subyek penelitian. 2.2 Operasionalisasi dan Pengukuran Variabel Penelitian. Variabel yang akan diobservasi dan diuji dalam penelitian ini meliputi : 1. Kinerja UMKM, yakni hasil yang diperoleh oleh UMKM sebelum dan sesudah diterapkan TTG. Indikator kinerja UMKM yang digunakan dalam penelitian ini adalah kapasitas poduksi/hari (dalam satuan kilogram bahan baku) serta omset penjualan/hari (dalam satuan Rupiah). 430

2. Penerapan TTG (Teknologi Tepat Guna) sebagai variabel perlakuan, yakni penggunaan alat produksi opak jepit yang diciptakan dengan tujuan untuk efisiensi sumber daya yang diperlukan. 2.3 Teknik Sampling Penelitian ini dilakukan di desa Kedung Rukem kabupaten Gresik, tepatnya di sentra makanan ringan. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling, yakni UMKM yang memproduksi opak jepit secara kontinyu, Terdapat sembilan UMKM yang menjadi subyek dalam penelitian ini, enam UMKM pada sentra yang berlokasi di dusun Kedung Rukem dan tiga UMKM berlokasi di dusun Kedung Glugu. 2.4 Data dan Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan bersifat data kuantitatif yang bersumber pada data primer, dimana data diambil langsung dari sumber data, yakni UMKM. Data yang diambil adalah data kapasitas produksi dan omset penjualan sebelum dan sesudah penerapan alat produksi tepat guna. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara [3]. Observasi dilakukan sebelum penerapan TTG, dengan cara mencatat kapasitas produksi harian serta omset penjualan harian dari masingmasing UMKM. Selanjutnya setelah diterapkan TTG, dilakukan pengamatan kembali terhadap rata-rata kapasitas produksi/hari serta rata-rata penjualan per hari. Demikian selanjutnya sampai bulan ketiga. 2.5 Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini, data dianalisis dengan dua teknik, yakni analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran tentang alat produksi lama dan alat produksi baru yang lebih tepat guna untuk diterapkan serta menguraikan rata-rata kapasitas produksi dan omset penjualan dari subyek penelitian. Alat inferensial yang digunakan dalam penelitian ini adalah paired sample t-test untuk menguji dampak penerapan TTG pada kinerja UMKM. [4] Penyimpulan hasil ditentukan dengan melihat nilai signifikansinya, jika signifikan < 0,05 maka penerapan TTG dapat meningkatkan kinerja UMKM. 431

3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Gambaran Sentra Makanan Ringan Kedung Rukem merupakan salah satu desa di kabupaten Gresik yang terletak di sebelah barat kota Surabaya sebagai ibu kota propinsi Jawa Timur. Pada desa ini terdapat sentra opak jepit yang merupakan salah makanan ringan khas kabupaten Gresik. Opak jepit merupakan makanan ringan yang terbuat dari tepung Tapioka yang dicampur dengan santan dan bumbu penyedap/perasa, bentuknya tipis, rasanya gurih, dan krenyes. Opak Jepit tersebut, dikemas dalam plastik dengan menggunakan cara manual dan disertai dengan label yang sangat sederhana. 3.2 Gambaran Perkembangan Alat Produksi dan TTG yang diterapkan Produksi Opak Jepit ini awalnya dibuat secara manual yakni dengan menggunakan cetakan yang terbuat dari baja dan dimasak di atas kompor dengan cara disusun, kemudian dipindah dari atas ke bawah, secara bergantian. Waktu yang diperlukan dengan menggunakan cara ini tentunya sangat lama, serta tenaga yang diperlukan sangat besar dan membutuhkan kekuatan untuk mengangkat satu cetakan dara atas kebawah dan seterusnya (gambar 1a) Namun dengan berjalannya waktu, maka beberapa Rumah Tangga membuat kompor dengan memanfaatkan Velg bekas dan tungku bekas sehingga kurang dijamin kebersihannya. (gambar 1b). Oleh karena itu diperlukan adanya Teknologi Tepat Guna untuk produksi opak jepit tersebut yang hygenis dan dapat membantu menyelesaikan masalah UMKM yakni alat yang ringan dan nyaman serta dapat menghemat waktu. produksi, yang disajikan pada gambar 1c. Gambar 1a. Alat tradisional Gambar 1b. Velg bekas Gambar 1c. TTG opak jepit 432 Gambar 3.1 Perkembangan Penerapan Alat Produksi

Alat tersebut berupa Velg putar dengan empat tungku, sehingga empat cetakan yang diisi olahan bahan opak diputar secara bergantian akan menghasilan opak jepit. Pengguna alat tersebut, duduk di depan alat tersebut, serta memutar alat tersebut dan produk akan masak secara bergantian. Alat produksi ini mempercepat waktu proses produksi serta meningkatkan efesien sumber daya manusia [2] 3.3 Kinerja UMKM Sebelum dan Setelah Penapan TTG Kinerja UMKM yang diukur dalam penelitian ini adalah kapasitas produksi dan omset penjualan. Kapasitas produksi adalah berapa banyak bahan baku yakni tepung tapioka yang mampu diolah UMKM dalam sehari (dalam satuan kg). Tabel 1 menyajikan kapasitas produksi sebelum dan sesudah penerapan TTG serta hasil pengujian dampak TTG pada kapasitas produksi. 433 Tabel 3.1 Dampak TTG pada Kenaikan Kapasitas Produksi UMKM Sebelum Sesudah Kenaikan (%) UMKM1 2 4 100% UMKM2 2 3.5 75% UMKM3 2 5 150% UMKM4 3 7 133% UMKM5 2 5 150% UMKM6 3 6 100% UMKM7 3 6.5 117% UMKM8 2 4 100% UMKM9 2 4 100% Rata-rata 2.33 5.00 114% Std.deviation 0.50 1.25 Nilai t = 9.65 Sign.t = 0.000 Sign.Wilcoxon = 0 0.007 Sumber : hasil observasi, diolah Kapasitas produksi/hari dari UMKM yang diobservasi secara keseluruhan mengalami peningkatan. Sebelum penerapan TTG kapasitas produksi/hari maksimum sebanyak tiga kilogram Tepung Tapioka yang mampu diolah. Sementara sesudah penerapan TTG, kapasitas produksi maksimal dapat dicapai oleh UMKM4, yakni sebanyak tujuh kilogram tepung tapioka yang mampu diolah. Berdasarkan Tabel 1 dapat dijelaskan bahwa penerapan TTG mampu meningkatkan kapasitas produksi/hari. Kenaikan tertinggi terjadi pada UMKM3 dan UMKM5 yakni sebesar 150%. Hal ini dapat dijelaskan bahwa UMKM tersebut mampu

mengoptimalkan penggunaan TTG. Hasil pengujian diperoleh nilai t = 9.65 dengan Sign.t = 0.000 < 0.05 dan sign.wilcoxon = 0.007 yag berarti harus menolak Ho. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan TTG mampu meningkatkan kapasitas produksi UMKM. Kinerja UMKM selanjutnya yang diobservasi dan diukur adalah rata-rata omset penjualan UMKM. Omset penjualan yang diamati adalah jumlah uang dalam satuan rupiah yang diperoleh UMKM dari penjualan opak jepit dengan menggunakan alat tradisional dan setelah menggunakan alat produksi yang baru, yakni berupa Velg putar yang merupakan inovasi proses produksi guna efisiensi sumber daya. Omset penjualan per hari dari masing-masing UMKM dicatat selama satu bulan kemudian dirata-rata. Tabel 2 menyajikan rata-rata omset penjualan per hari dari masing-masing UMKM sebelum dan sesudah penerapan TTG serta hasil pengujian dari dampak TTG pada omset penjualan. Omset penjualan/hari dari UMKM yang diobservasi secara keseluruhan mengalami peningkatan. Sebelum penerapan TTG omset penjualan/hari yang diperoleh UMKM maksimum Rp 180.000,-. Sementara sesudah penerapan TTG, omset penjulan maksimal yang berhasil dicapai oleh UMKM4 dan UMKM7, yakni sebesar Rp 360.000,-. 434 Tabel 3.2 Dampak TTG pada Omset Penjualan UMKM Sebelum Sesudah Kenaikan (%) UMKM1 75,000 180,000 140% UMKM2 75,000 180,000 140% UMKM3 75,000 270,000 260% UMKM4 135,000 360,000 167% UMKM5 105,000 225,000 114% UMKM6 180,000 315,000 75% UMKM7 180,000 360,000 100% UMKM8 75,000 225,000 200% UMKM9 75,000 180,000 140% Rata-rata 108,333 255,000 148% Std.deviation 45,483 46,424 Nilai t = 9.95 Sign.t = 0.000 Sign.Wilcoxon = 0.007 Sumber : hasil observasi, diolah Berdasarkan Tabel 3.2 dapat dijelaskan bahwa penerapan TTG mampu meningkatkan

omset penjualan. Kenaikan tertinggi terjadi pada UMKM3 yakni sebesar 260%. Hal ini dapat dijelaskan bahwa UMKM tersebut mampu mengoptimalkan penggunaan TTG untuk menghasilkan penjualan. Hasil pengujian diperoleh nilai t = 9.95 dengan Sign.t = 0.000 < 0.05 dan sign.wilcoxon = 0.007 yag berarti harus menolak Ho. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan TTG mampu meningkatkan omset penjualan UMKM. 4 KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pengujian yang telah dilakukan sebelumnya, beberapa kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah : 1. Penerapan penggunaan alat produksi baru berhasil meningkatkan kapasitas produksi UMKM 2. Penerapan penggunaan alat produksi baru mampu meningkatkan omset penjualan UMKM 3. Penerapan TTG untuk produksi opak jepit mampu meningkatkan kinerja UMKM pada sentra makanan ringan di Gresik 5. SARAN Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menguji dampak TTG pada sentra industry selain makanan ringan, yang merupakan produk unggulan daerah tertentu, misalnya sentra meubel, sentra ukir, sentra batik dan lain sebagainya. Kinerja UMKM yang diamati atau diukur tidak hanya terbatas pada kapasitas produksi dan omset penjualan, namun diperluas lagi misalnya efisiensi waktu proses produksi, efisiensi biaya produksi serta produktivitasnya. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada DRPM Ristek Dikti yang telah memberi dukungan financial berupa Hibah Pengabdian Masyarakat IbM tahun 2017 sehingga dari kegiatan pengabdian tersebut dihasilkan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA Kukuh Prambudi 2017 Rancang Bangun Mesin Semiotomatis Pengulen dan Pencetak Adonan Pelet Bahan Baku Opak, JRM, vol. 04, no. 02, pp. 109-119 Iramani, Tatik Suryani, Nurul Hasanah Uswati Dewi 2017, Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Penghasil Opak Jepit Sebagai Makanan Ringan Khas Gresik, 435

presentasi makalah dalam Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Madiun, 23 September Teti Estiasih 2017, Format dan Isi Artikel Ilmiah di Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, catatan dosen pada Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Surabaya, 6-7 Oktober Iramani 2017, Statistika Dalam Bisnis, STIE Perbanas Press, SurabayaKSHOP PENULISAN JURNAL ILMIAH PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 436