PENDEKATAN DALAM PSIKOLOGI SOSIAL Anggota Kelompok : 1. Kitti Permata Hati (17071103) 2. Maria Rosalia Delvina Wela (17071145) 3. Litasya Aulia Permata (17071157) 4. Muhammad Haris Saukani (17071158) 5. Hesy Ferinia (17071218) 6. Anggie Puspariana (17071239) PSIKOLOGI KOMUNIKASI DOSEN PENGAMPU : ROSALIA PRISMARINI N, S.Sos.,M.A. FAKULTAS KOMUNIKASI DAN MULTIMEDIA TAHUN AJARAN 2017/2018 PENDEKATAN DALAM PSIKOLOGI SOSIAL
I. Pengertian Psikologi Sosial Psikologi sosial merupakan ilmu dasar yang bertujuan untuk memahami perilaku sosial manusia serta motivasi, kognisi, dan emosi yang berhubungan dengan perilaku tersebut. Sebagai contoh, psikologi sosial mencoba memahami mengapa orang begitu mudah menyerah pada tekanan sosial, mengapa orang sering tampak tidak peka terhadap kebutuhan orang lain, mengapa orang menjadi agresif, mengapa orang saling menyukai atau mengapa orang tidak bahagia meskipun mereka tampaknya memiliki segalanya. Psikologi sosial mencoba untuk membangun pengetahuan, dan karena itu teori dan temuan dari psikologi sosial mungkin kadang-kadang tampak jauh dari masalah-masalah aktual di masyarakat. Namun, sebagian besar masalah sosial memiliki aspek-aspek sosial-psikologis, yaitu berakar dalam perilaku atau kognisi manusia. Misalnya, masalah integrasi mungkin akibat dari konflik antarkelompok dan kecenderungan manusia yang melekat untuk mendukung kelompok sendiri, dan kecelakaan lalu lintas untuk sebagian besar disebabkan oleh gaya mengemudi yang tidak aman dan persepsi realistis bahwa dirinya adalah pengemudi yang lebih baik dibandingkan orang lain. Akibatnya, solusi dan pencegahan dari masalah tersebut memerlukan perubahan dalam sikap, nilai, perilaku, dan gaya hidup (Zimbardo, 2002). II. Sejarah Psikologi Sosial Terhadap Proses Komunikasi Sejarah perkembangan psikologi sosial melalui beberapa tahap seperti masa dalam kandungan, masa bayi, masa kanak-kanak, masa dewasa, dan masa lansia. Adapula tahap perkembangan psikologi sosial ini berupa masa prenatal, masa awal, masa perang dunia I dan II, masa kini, dan masa yang akan datang. Ada beberapa manfaat dari psikologi sosial, diantaranya adalah memberikan gambaran kepada manusia tentang bagaimana menjalin kehidupan bermasyarakat yang ideal, mencegah terjadinya konflik ditengah kehidupan masyarakat, memberikan solusi ketika muncul konflik ditengah masyarakat, dan sebagai pedoman masyarakat dalam mengelola setiap perbedaan yang muncul ditengah masyarakat.
Proses komunikasi tidak lepas dari pesan (message) yaitu berupa symbol dan kode. Manusia istimewa karena selain memiliki kemampuan daya fikir (superrational), juga memiliki keterampilan berkomunikasi yang indah dan canggih (supersophisticated system of communication), sehingga dalam berkomunikasi bisa mengatasi rintangan jarak dan waktu. Simbol adalah lambang yang memiliki suatu objek. Sementara kode adalah seperangkat simbol yang telah disusun secara sitematis dan teratur sehingga memiliki arti. Simbol yang sederhana seperti bunyi dan isyarat, contoh simbol yang ada di modifikasi dalam bentuk sinyal-sinyal melalui gelombang udara dan cahaya, seperti radio, tv, telegram, dan satelit. Lampu pengatur lalu lintas yang dipasang di pinggir jalan misalnya adalah simbol polisi lalu lintas, sedangkan simbol warna yang disusun secara teratur adalah kode bagi pemakai lalu lintas. III. Pendekatan Psikologi Sosial Pendekatan-pendekatan dalam Psikologi Sosial bermaksud untuk menerapkan bagaiman tingkah laku sosial individu dapat dipelajari oleh individu yang bersangkutan. Dalam pendekatan ini dikemukakan pendapat sebagai berikut : 1. Pendekatan menurut S. Stansfeld Sargend a. Pendekatan Sosiologis Adanya pengaruh kelompok seperti kebiasaan, intuisi, dan tingkah laku sosial terhadap kepribadian individu menyebabkan individu yang bersangkutan memiliki tingkah laku sosial sehingga menjadi makhluk sosial, artinya individu tersebut dapat berkomunikasi dengan individu lainnya. b. Pendekatan Psikologis Pendekatan ini dikemukakan oleh Floyd H. Alport yang mempunyai pendapat sebagai berikut : 1) Bahwa tingkah laku sosial individu hanya dapat dipelajari dari individu yang bersangkutan bukan dari lingkungan. 2) Tiap-tiap kelompok mempunyai jiwa kelompok yang berbeda dengan jiwa individu.
3) Dasar tingkah laku sosial individu berasal dari prepostent reflexes yang artinya semacam insting yang telah diubah oleh pengaruh kondisi sosial. c. Pendekatan Intergratif 1) Dari Ahli Antropologi Kepribadian kebudayaan individu sangat dipengaruhi oleh pola kebudayaan di mana individu itu dibesarkan. Dalam kepribadian individu teramasuk trait, emosi, dorongan, sikap dan kebiasaan, sedangkan tingkah laku sosial termasuk peran jenis kelamin, reaksi motorik sosial dan interaksi sosial. 2) Dari Ahli Psikoanalisa Adanya pengaruh kebudayaan terhadap kepribadian yang menyimpang dari kebiasaan pada umumnya. Penyimpangan ini tampak pada tingkah laku individu yang berupa penyesuaian diri yang salah, sakit mental, selalu menentang dan neurosis. 3) Dari Ahli Teori Medan Setiap situasi sosial selalu mempengaruhi individu sehingga dalam situasi sosial tersebut yang penting bagaimana individu yang bersangkutan menanggapi dan menginterpretasikan situasi sosial serta berbuat sesuai dengan situasi sosialnya. 2. Pendekatan menurut David O. Scars a. Pendekatan Psikologis 1) Naluri Konrad Lorenz berpendapat bahwa dorongan agresif dalam setiap diri individu ada sejak lahir dan tidak dapat diubah. Dorongan ini sangat berpengaruh terhadap tingkah laku individu. Sigmund Freud berpendapat bahwa dorongan bawaan mengarahkan individu untuk melakukan aktivitas yang sifatnya merusak atau sebaliknya.
IV. 2) Perbedaan Genetik Setiap individu memiliki susunan genetik yang berebeda satu dengan yang lain. Dari perbedaan itu ternyata menimbulkan tingkah laku pada masing-masing individu. b. Pendekatan Belajar Pendekatan belajar ini menjadi dasar teori Behaviorisme dalam upaya menerangkan dari mana tingkah laku individu itu berasal. c. Pendekatan Insentif Secara umum pendekatan insentif menerangkan bahwa individu berperilaku sebagai sesuatu hal yang ditentukan oleh insentif yang tersedia bagi bermacam-macam tindakannya. Pertimbangan adalah tingkah lakunya didasarkan pada keuntungan dan kerugian inilah merupakan insentif (dorongan) seseorang untuk melakukan sesuatu kegiatan pada situasi yang sedang dihadapi. d. Pendekatan Kognitif Pendekatan kognitif menggambarkan bahwa seseorang individu bertingkah laku sangat bergantung pada cara individu tersebut mengenali situasi sosial. Dalam pengamatan terhadap situasi sosial, individu dituntut untuk melaksanakan persepsi sosial yang baik, artinya bagaimana individu menanggapi, berpikiran dan berkeyakinan terhadap situasi sosialnya sehingga individu tersebut dapat mengambil tingkah laku yang benar dan tepat. Pendekatan Psikologi Sosial Secara Universal Selain menurut para Ahli, tingkah laku dapat dijelaskan dengan cara yang berbeda-beda. Secara universal dalam psikologi sedikitnya ada 5 cara pendekatan, yaitu : Pendekatan Neurobiologis Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf. Pendekatan neurobiologis berupaya mengaitkan perilaku yang terlihat dengan impuls listrik dan kimia yang terjadi di dalam tubuh serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan proses mental.
Pendekatan Perilaku Menurut pendekatan perilaku, pada dasranya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S-R atau suatu kaitan Stimulus-Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti B.F. Skinner, dan melahirkan banyak subaliran. Pendekatan Kognitif Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (otganisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang. Pendekatan Psikoanalisa Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai olrh lam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan. Pendekatan Fenomenologi Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berati melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.
V. Model Pendekatan Dalam Psikologi Sosial Menurut Saymor Epstain Model Pendekatan disposisi kepribadian (traits personality approach) Pendekatan ini biasa dianut dan dikembangkan oleh penganut behaviorisme dan conceptualisme. Mereka berasumsi yang menjadi penyebab perilaku sosial dikarenakan sifat sifat kepribadian yang melekat pada diri individu dan seperti sudah terbentuk dalam diri kita sendiri. Pendekatan ini bersifat permanen dan resisten. Kesimpulannya penyebab dari perilaku sosial dikarenakan faktor faktor sifat kepribadian yang sifatnya bawaan bersifat permanen sehingga membentuk karakter. Model pendekatan situasi lingkungan ( Situational Enviroment Approach ) Pendekatan ini bisanya dianut dan dikembangkan oleh Empirisme dan Humanisme. Perilaku berubah dari satu situasi ke situasi yang lain. Kesimpulannya situasi mendominasi pengaruh perilaku sosial Model Pendekatan Interaksi ( Interaction Approach ) Pendekatan ini adalah konvergen antara model pendekatan disposisi kepribadian dan situasi lingkungan. Dan memberikan win win solutions. Bawaan dan situasi saling berinteraksi sehingga membentuk kontribusi pengaruh perilaku sosial. Dan yang mendominasi tergantung intensitas antara keduannya.
Daftar Pustaka Anisah Fitriah, Elis. 2014. Psikologi Sosial Terapan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Fiske, John. 2016. Pengantar Ilmu Komunikasi. Yogyakarta : Buku Litera Yogyakarta. Rakhmat, Jalaluddin. 2013. Psikologi Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Santoso, Slamet. 2010. Teori-Teori Psikologi Sosial. Bandung : PT Refika Aditama. Uchjana Effendy, Onong. 2007. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek.. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. https://www.hedisasrawan.blogspot.co.id/2013/09/psikolgi-sosial-artikellengkap.html?m=1 http://inirifasp96.blogspot.co.id/2015/12/tugas-ilmu-komunikasipendekatan.html?m=1 http://shiroze.blogspot.co.id/2010/05/pendekatan-dalam-psikologisosial.html?m=1 https://www.slideshare.net/mobile/qurliwahyu/makalah-metode-penelitiananis