Psl. 119 BW jo. Psl. 124 BW

dokumen-dokumen yang mirip
Seorang pria yang telah 18 tahun dan wanita yang telah 15 tahun boleh

(van rechtswege nietig)

BAB III KEPENGURUSAN HARTA PERSATUAN

HUKUM KELUARGA ANAK RAHMAD HENDRA FAKULTAS HUKUM UNRI

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG HUKUM PERKAWINAN DI INDONESIA. Perkawinan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Perkawinan

BAB II PERKAWINAN DAN PUTUSNYA PERKAWINAN MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN

FH UNIVERSITAS BRAWIJAYA

BAB I PENDAHULUAN. perkawinan yang ada di negara kita menganut asas monogami. Seorang pria


Pada prinsipnya asas pada Hukum Acara Perdata juga berlaku di PA Asas Wajib Mendamaikan Asas Persidangan Terbuka Untuk Umum, kec.

BAB III AKIBAT HUKUM TERHADAP STATUS ANAK DAN HARTA BENDA PERKAWINAN DALAM PERKAWINAN YANG DIBATALKAN


BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Berdasarkan Pasal 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang

AKIBAT PERKAWINAN & PUTUSNYA PERKAWINAN

BAB IV PENDAFTARAN BOEDEL. seseorang, dalam arti keseluruhan aktiva dan pasiva. mengkonstatir harta boedel (mencari tahu isi dari boedel).

diasuh oleh team-teaching PROGRAM PASCASARJANA USU Program Magister Kenotariatan

Dalam praktek hukum istilah ini acap kali digunakan, tetapi dalam berbagai konteks pengertian, sbb. : mengalami suasana kejiwaan tertentu

BAB V PENUTUP. dengan membuat Permohonan penetapan kepada Pengadilan Negeri. Surabaya yang isinya menyatakan bahwa benar telah didaftarkannya

HUKUM WARIS PERDATA BARAT

Prof. H.T. Syamsul Bahri, SH H. Syahril Sofyan, SH, MKn

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sebagaimana diketahui bahwa setiap perkawinan masing-masing pihak dari suami

DERDEN VERZET (Oleh : Drs. H. M. Yamin Awie, SH. MH. 1 )

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG WARISAN

JENIS SITA. Sita Jaminan thdp barang milik Debitur/Tergugat (Conservatoir Beslag) Sita Jaminan thdp barang bergerak milik Penggugat :

BAB IV WASIAT KEPADA NON MUSLIM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF. dan ditegakkan oleh atau melalui pemerintah atau pengadilan dalam negara

B A B I P E N D A H U L U A N. Sebagaimana prinsip hukum perdata barat di dalam KUH Perdata tersebut, telah

BAB I PENDAHULUAN. Manusia dalam hidupnya akan mengalami berbagai peristiwa hukum.

The Enactment of Marriage Agreement Post Constitutional Court Verdict

Notaris adalah Pejabat Umum yang berwenang untuk. kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam UU ini (Pasal 1 ayat 1)

HUKUM WARIS. Hukum Keluarga dan Waris ISTILAH

PENGERTIAN Hak Milik Hak Guna Usaha Hak Guna Bangunan Hak Pakai Hak Milik adalah hak turuntemurun,

BAB I PENDAHULUAN. untuk saling ketergantungan antara manusia yang satu dengan manusia yang

STIE DEWANTARA Subyek Hukum Bisnis

Diskusi Mata Kuliah Gemar Belajar Perjanjian dan Waris

BAB I PENDAHULUAN. Pada waktu manusia dilahirkan ke dunia ini telah tumbuh tugas baru

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menurut Pasal 1 Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang

b. Hutang-hutang yang timbul selama perkawinan berlangsung kecuali yang merupakan harta pribadi masing-masing suami isteri; dan

BUPATI BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN DI KABUPATEN BANDUNG

RAHMAD HENDRA FAKULTAS HUKUM UNRI

Tanah, dan Kepemilikan Harta Benda lainnya

PERJANJIAN KAWIN YANG DIBUAT SETELAH PERKAWINAN TERHADAP PIHAK KETIGA (PASCA PUTUSAN MAHKMAH KONSTITUSI NOMOR 69/PUU-XIII/2015) Oleh

TINJAUAN HUKUM SURAT WASIAT MENURUT HUKUM PERDATA M. WIJAYA. S / D

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG Y A Y A S A N

Dimyati Gedung Intan: Prosedur Pemindahan Hak Atas Tanah Menuju Kepastian Hukum

PERJANJIAN KAWIN SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN TERHADAP HARTA KEKAYAAN DALAM PERKAWINAN

TINJAUAN YURIDIS ANAK DILUAR NIKAH DALAM MENDAPATKAN WARISAN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN

BAB II KEDUDUKAN HUKUM BILA PENANGGUNG KEHILANGAN KECAKAPAN BERTINDAK DALAM PERJANJIAN PENANGGUNGAN

Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 1 TAHUN 1974 (1/1974) Tanggal: 2 JANUARI 1974 (JAKARTA)

BAB I PENDAHULUAN. Dalam fase kehidupan manusia terdapat tiga peristiwa penting yaitu, kelahiran,

Lex Administratum, Vol. V/No. 2/Mar-Apr/2017

BAB I PENDAHULUAN. istri dengan tujuan untuk membentuk keluarga ( Rumah Tangga ) yang bahagia

BAB II TINJAUAN UMUM. rakyat bukan dalam pengertian di jalankan oleh rakyat. 1

BAB I PENDAHULUAN. (selanjutnya ditulis dengan UUP) menjelaskan, Perkawinan ialah ikatan lahir bathin

BAB I PENDAHULUAN. (hidup berkelompok) yang biasa kita kenal dengan istilah zoon politicon. 1

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. kepada Pengadilan Agama Malang yang Penggugat dan Tergugat sama-sama

HUKUM WARIS ISLAM DAN PERMASALAHANNYA

FUNGSI PERJANJIAN KAWIN TERHADAP PERKAWINAN MENURUT UNDANG- UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN

Ditulis oleh Administrator Kamis, 07 Oktober :57 - Terakhir Diperbaharui Kamis, 28 Oktober :12

ASAS TANGGUNG RENTENG PADA BENTUK USAHA BUKAN BADAN HUKUM DAN AKIBAT HUKUM BAGI HARTA PERKAWINAN

BAB I PENDAHULUAN. yang berlaku dalam masyarakat. Dapat pula dikatakan hukum merupakan

REVISI UNDANG-UNDANG PERKAWINAN

BAB III HAK WARIS ANAK SUMBANG. A. Kedudukan Anak Menurut KUH Perdata. Perdata, penulis akan membagi status anak ke dalam beberapa golongan

SUAMI DAN ISTERI SEBAGAI PENDIRI C.V. P.T.

BAB I PENDAHULUAN. Hukum waris perdata dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, termasuk

BAB V PERSAMAAN DAN PERBEDAAN WASIAT KEPADA NON MUSLIM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF

BAB III HUTANG PIUTANG SUAMI ATAU ISTRI TANPA SEPENGETAHUAN PASANGANNYA MENURUT HUKUM POSITIF DI INDONESIA

BAB I TENJAUAN UMUM TENTANG HUKUM WARIS

AKIBAT HUKUM PERCERAIAN TERHADAP HARTA. BERSAMA di PENGADILAN AGAMA BALIKPAPAN SKRIPSI

SOAL : KASUS POSISI :

Judul buku: Kebatalan dan pembatalan akta notaris. Pengarang: Dr. Habib Adjie, S.H., M.Hum. Editor: Aep Gunarsa

Kompilasi UU No 28 Tahun 2004 dan UU No16 Tahun 2001

BAB I PENDAHULUAN. yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhan Yang Maha Esa. 5 Dalam perspektif

KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA (Burgerlijk Wetboek voor Indonesie) BUKU KESATU ORANG

BAB I PENDAHULUAN. menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 2 Undang-Undang

BAB III KEWENANGAN PERADILAN AGAMA

Psl. 463 BW tidak memberikan definisi ketidakhadiran, melainkan hanya memberikan gambaran kapan ketidakhadiran itu dapat terjadi menurut hukum

BAB I PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhannya manusia tetap bergantung pada orang lain walaupun sampai

BAB V PENUTUP. terhadap pengaruh perjanjian pranikah pasca perkawinan dapat disimpulkan:

Oleh Administrator Kamis, 15 Januari :42 - Terakhir Diupdate Rabu, 22 Desember :51

BAB V. KOMPARASI PEMBAGIAN WARIS DAN WASIAT DALAM PERSPEKTIF KHI, CLD KHI DAN KUHPerdata

PERWALIAN MENURUT K.U.H.P. PERDATA DAN U.U. NO. 1 TAHUN 1974 SUNARTO ADY WIBOWO. Program Studi Keperdataan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara

TINJAUAN YURIDIS DAMPAK PERKAWINAN BAWAH TANGAN BAGI PEREMPUAN OLEH RIKA LESTARI, SH., M.HUM 1. Abstrak

PERJANJIAN PERKAWINAN MENURUT KITAB UNDANG- UNDANG HUKUM PERDATA DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974

BAB I PENDAHULUAN. seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri. Ikatan lahir ialah

TINJAUAN MENGENAI ASPEK HUKUM PEMBAGIAN HARTA WARISAN MENURUT KUHPERDATA (Studi Kasus Di Pengadilan Negeri Jepara)

BAB I PENDAHULUAN. Komanditer atau sering disebut dengan CV (Commanditaire. pelepas uang (Geldschieter), dan diatur dalam Kitab Undang-Undang

Transkripsi:

Psl. 119 BW jo. Psl. 124 BW Pada asasnya dalam suatu perkawinan (keluarga) terdapat satu kekompok harta (harta persatuan) dan hak melakukan beheer atas harta tersebut dilakukan oleh suami. Penyimpangan terjadi dalam hal satu pihak menerima warisan atau hibah dari pihak-ketiga, dgn syarat warisan atau hibah itu tidak akan masuk kedalam harta persatuan (Psl. 120 BW)

Psl. 35 UU No. 1/1974 Harta bawaan dari masing-masing suami dan isteri dan harta-benda yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan, adalah dibawah penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain (ayat-2)

(Psl.119 BW jo. Psl.139 BW jo. Psl. 29 UU No. 1/1974)

ditentukan oleh pemberi hibah atau pemberi hibah-wasiat (Pihak-Ketiga) dalam syaratsyarat yang terdapat pada aktaakta yang dibuat untuk membuktikan perbuatan hukum yang berkenaan

PERJANJIAN PERKAWINAN Persetujuan antara calon suami-isteri, untuk mengatur akibat perkawinan terhadap harta kekayaan mereka, yang menyimpang dari persatuan harta kekayaan, dengan atau tanpa disertai dengan penyimpangan atas asas beheer atau pengelolaannya, yang dalam perkawinan dengan persatuan harta secara bulat, ada ditangan suami

Perjanjian Perkawinan itu sendiri dapat diadakan, baik dalam hal suami-isteri akan kawin dengan campur harta secara bulat, maupun dalam hal mereka memperjanjikan adanya harta yang terpisah, artinya adanya harta kekayaan tersendiri di luar harta persatuan

Dalam hal mereka kawin dengan persatuan harta secara bulat, maka yang diperjanjikan adalah pengelolaan atau beheernya (Psl. 140 ayat 2 dan 3 BW) baik dalam bentuk mengesampingkan pengurusan atau beheer suami atas harta isteri maupun membatasinya

Apabila calon suami dan/atau calon isteri pada saat akan menikah memang telah mempunyai harta atau selama perkawinan mengharapkan atau melihat kemungkinan didapatnya harta kekayaan

agar isteri terlindung dari kemungkinan tindakan beheer suami yang tak baik, yang meliputi tindakan beschikking (atas harta tetap dan harta bergerak tertentu lainnya) yang dibawa isteri ke dalam perkawinan.

Tanpa ada pembatasan yang diperjanjikan isteri dalam perjanjian kawin, suami memiliki wewenang penuh bahkan tanpa harus memberikan pertanggungjawaban atas tindakantindakan beheernya atas harta persatuan, dalam persatuan mana termasuk semua harta, baik bergerak maupun tetap, yang dibawa pihak isteri ke dalam persatuan tersebut

Untuk menghindarkan kemungkinan adanya tindakan tindakan beschikking atas barang-barang tak bergerak dan surat-surat berharga tertentu milik isteri, yang dianggap oleh isteri bisa merugikan dirinya, dapatlah isteri memperjanjikan dalam perjanjian kawin bahwa tanpa izinnya maka sang suami tak diperkenankan mengalihkan atau membebani barang-barang tetap dan surat-surat berharga lain atas nama si isteri

Agar barang-barang tertentu atau semua barang yang dibawa suami atau isteri ke dalam perkawinan tidak masuk dalam persatuan harta perkawinan dan dengan demikian tetap menjadi harta pribadi isteri atau suami

Adanya perjanjian yang demikian merupakan perlindungan bagi isteri, terhadap kemungkinan dipertanggungjawabkannya harta tersebut terhadap hutang-hutang yang dibuat oleh suami dan sebaliknya

Agar harta pribadi tersebut terlepas dari beheer suami, dan isteri dapat mengurusnya sendiri atas harta tersebut. Untuk mewujudkan maksud ini maka dalam perjanjian kawin harus dibuat secara tegas. Jadi yang diperjanjikan disini adalah adanya harta pribadi dan atau beheer atas harta pribadi

BW tak menentukan penyimpanganpenyimpangan yang bagaimana saja yang boleh diperjanjikan antara calon suami-isteri tersebut, tetapi hanya menetapkan dalam beberapa ketentuan apa saja yang dilarang untuk dikesampingkan dengan perjanjian kawin

1. Yang mengenai diri pribadi 2. Cara pembuatan akta dari mulai berlakunya perjanji an kawin 3. Mengenai isi perjanjian kawin