BATUAN BEKU IGNEOUS ROCKS

dokumen-dokumen yang mirip
BATUAN BEKU. Disusun Oleh :

Magma dalam kerak bumi

Petrogenesa Batuan Beku

BAB II PETROLOGI BATUAN BEKU EKSTRUSI A. PENGERTIAN BATUAN BEKU EKSTRUSIF

MINERAL OPTIK DAN PETROGRAFI IGNEOUS PETROGRAFI

OKSIDA GRANIT DIORIT GABRO PERIDOTIT SiO2 72,08 51,86 48,36

Gambar 6. Daur Batuan Beku, Sedimen, dan Metamorf

Diferensiasi magma pembagian kelas-kelas magma sesuai dengan komposisi kimiawinya yang terjadi pada saat magma mulai membeku.

A. BATUAN BEKU ULTRABASA (ULTRAMAFIK)

LABORATORIUM GEOLOGI OPTIK DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA

What is a rocks? A rock is a naturally formed aggregate composed of one or more mineral

Metamorfisme dan Lingkungan Pengendapan

DIAGRAM ALIR DESKRIPSI BATUAN BEKU

Gambar 2.1 Siklus batuan, tanda panah hitam merupakan siklus lengkap, tanda panah putih merupakan siklus yang dapat terputus.

Siklus Batuan. Bowen s Reaction Series

Sekumpulan mineral-mineral yang menjadi satu. Bisa terdiri dari satu atau lebih mineral.

Struktur batuan beku ekstrusif. a. Masif. b. Columnar joint (kekar kolom)

LAPORAN PRAKTIKUM PETROLOGI

Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, "api") adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan

BAB IV UBAHAN HIDROTERMAL

hiasan rumah). Batuan beku korok

Lokasi : Lubuk Berangin Satuan Batuan : Lava Tua Koordinat : mt, mu A B C D E F G A B C D E F G

Proses Pembentukan dan Jenis Batuan

BAB I PRAKTIKUM PETROLOGI. 1.1 Pendahuluan

(25-50%) terubah tetapi tekstur asalnya masih ada.

DASAR-DASAR ILMU TANAH WIJAYA

A B C D E A B C D E. A B C D E A B C D E // - Nikol X Nikol mm P mm

Mineral Seri Reaksi Bowen

DASAR-DASAR ILMU TANAH

Tekstur dan Struktur Batuan Beku Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah petrografi

PETROGENESA LAVA GUNUNG RINJANI SEBELUM PEMBENTUKAN KALDERA

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan praktikum mineral optik hanya mendeskripsikan mineralnya saja.

MODUL III DIFERENSIASI DAN ASIMILASI MAGMA

Gambar 2.8. Model tiga dimensi (3D) stratigrafi daerah penelitian (pandangan menghadap arah barat laut).

REKAMAN DATA LAPANGAN

BAB II TATANAN GEOLOGI

Bab III Karakteristik Alterasi Hidrotermal

Gambar 3.13 Singkapan dari Satuan Lava Andesit Gunung Pagerkandang (lokasi dlk-13, foto menghadap ke arah barat )

Citra LANDSAT Semarang

ACARA IX MINERALOGI OPTIK ASOSIASI MINERAL DALAM BATUAN

3.2.3 Satuan lava basalt Gambar 3-2 Singkapan Lava Basalt di RCH-9

MAKALAH BATUAN BEKU BAB I PENDAHULUAN

batuan, butiran mineral yang tahan terhadap cuaca (terutama kuarsa) dan mineral yang berasal dari dekomposisi kimia yang sudah ada.

BAB II DASAR TEORI 2.1. Mineral Dalam Batuan Batuan Beku

RORO RASI PUTRA REDHO KURNIAWAN FAJAR INAQTYO ZALLAF AHMAD ABDILLAH DOLI ALI FITRI KIKI GUSMANINGSIH BENTI JUL SOSANTRI ALFI RAHMAN

MINERALOGI, PETROLOGI DAN TERAPANNYA

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

PANDUAN PRAKTIKUM P E T R O L O G I

dan Satuan Batulempung diendapkan dalam lingkungan kipas bawah laut model Walker (1978) (Gambar 3.8).

BAB IV ALTERASI HIDROTERMAL

1.1 Hasil Analisis Petrografi 1.2. Lampiran 1

IV. BATUAN METAMORF Faktor lingkungan yang mempengaruhi

BATUAN BEKU I. PENDAHULUAN

DAFTAR PUSTAKA. Bemmelen, R.W., van, 1949, The Geology of Indonesia, Vol. I-A, Gov. Printed

BAB V ALTERASI PERMUKAAN DAERAH PENELITIAN

BAB III TATANAN GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Vulkanisme. Yuli Ifana Sari

Berdasarkan susunan kimianya, mineral dibagi menjadi 11 golongan antara lain :

BAB 4 ALTERASI HIDROTERMAL

DERET BOWEN DAN KLASIFIKASI BATUAN BEKU ASAM DAN BASA

LATIHAN DAN TES JARAK JAUH (LTJJ) Persiapan OSK Bidang : Kebumian. Solusi. Latihan 1. Bahan : Geologi -1

Analisis Litofasies Batuan Vulkanik Pare-Pare di Daerah Lumpue Sulawesi Selatan

SD kelas 5 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 11. PEMBETUKAN TANAH SUBUR DAN STRUKTUR BUMILATIHAN SOAL BAB 11. magma. kawah. lahar. lava

BAB II TATANAN GEOLOGI

INTERPRETASI HASIL ANALISIS GEOKIMIA BATUAN GUNUNGAPI RUANG, SULAWESI UTARA

Lampiran 1.1 Analisis Petrografi

STRUKTUR DAN TEKSTUR BATUAN METAMORF

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB III ALTERASI HIDROTERMAL

BAB III TATANAN GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Bab IV Sistem Panas Bumi

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN LAPORAN HASIL KAJIAN

Perbedaan Karakteristik Mineralogi Matriks Breksi Vulkanik Pada Endapan Fasies Proksimal Atas-Bawah Gunung Galunggung

Gambar 3.6 Model progradasi kipas laut dalam (Walker, R. G., 1978).

Kata Pengantar. Jakarta, Januari Direktur Pembinaan SMK. Drs. M. Mustaghfirin Amin, MBA iii

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

KLASIFIKASI BATUAN BEKU

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.3. linier. effusif. sentral. areal. eksplosif

PENGARUH INTRUSI VULKANIK TERHADAP DERAJAT KEMATANGAN BATUBARA KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN

BAB IV UBAHAN HIDROTERMAL DAERAH PENELITIAN

LATIHAN DAN TES JARAK JAUH (LTJJ) Persiapan OSK Bidang : Kebumian. Latihan 1. Bahan : Geologi -1

Umur, Lingkungan dan Mekanisme Pengendapan Hubungan dan Kesebandingan Stratigrafi

Adi Hardiyono Laboratorium Petrologi dan Mineralogi, Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran ABSTRACT

III.4.1 Kuarsa sekunder dan kalsedon

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

Gambar Singkapan batulempung I (gambar kiri) dengan sisipan batupasir yang tersingkap pada dinding Sungai Cipaku (gambar kanan).

Proses metamorfosis meliputi : - Rekristalisasi. - Reorientasi - pembentukan mineral baru dari unsur yang telah ada sebelumnya.

PETROLOGI FASIES SENTRAL BATUAN GUNUNG API PARE-PARE

Dasar Ilmu Tanah semester ganjil 2011/2012 (EHN & SIN) Materi 03: Batuan & Tanah

PAPER FELDSPAR DI SUSUN OLEH: DESAN DESITNA ARUNG 41202A0045 PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Identifikasi Karakteristik Aktivitas Gunung Api Merbabu Didasarkan Pada Petrologi dan Vulkanostratigrafi

ANALISIS PETROGRAFI AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON PERKERASAN KAKU

MEKANIKA TANAH ASAL USUL TERBENTUKNYA TANAH. UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Jl. Boulevard Bintaro Sektor 7, Bintaro Jaya Tangerang Selatan 15224

STAG3012 Petrologi batuan endapan

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

LATIHAN DAN TES JARAK JAUH (LTJJ) Persiapan OSK Bidang : Kebumian. Tes 1. Bahan : Geologi -1

Transkripsi:

BATUAN BEKU IGNEOUS ROCKS TEGUH YUWONO, S.T ILMU BATUAN SMK N 1 PADAHERANG

DEFINISI merupakan batuan yang berasal dari hasil proses pembekuan magma dan merupakan kumpulan interlocking agregat mineral-mineral silikat hasil pendinginan magma. Igneous berasal dari kata ignis yang berarti api atau pijar,karena magma merupakan material silikat yang panas dan pijar yang terdapat di dalam bumi.

Proses pembekuan lava

berdasarkan genesa atau tempat terjadinya batuan beku a. Batuan Ekstrusi / batuan Vulkanik b. Batuan Intrusi / batuan Plutonik c. Batuan beku gang/ korok

TABEL KOMPOSISI KIMIA BATUAN BEKU (Nelson, 2003)

Analisis pada batuan beku Dalam mendiskripsi suatu batuan beku, langkah kerjanya adalah sebagai berikut : 1. Amati warna dari batuan tersebut 2. Amati Struktur dari batuan tersebut 3. Amati dan pisahkan antara Fenokris dan Massa dasar yang ada dalam batu tersebut, untuk selanjutnya dihitung porsentasi Fenokris dan massa dasarnya. 4. Amati Tekstur dari batuan tersebut 5. Amati komposisi mineralnya dan hitunglah persentasenya 6. Gunakan tabel Walter T. Huang (1962) untuk mencari nama batu tersebut. 7. Tuliskan petrogenesa nya

Warna dari batuan beku Warna dari batuan beku bisa putih, pink, abu abu terang, abu abu gelap, kehijauan ataupun hijau gelap,hitam gelap. Warna yang dipakai adalah warna yang terlihat dominan di batu itu. Warna dari batu tersebut adalah ceminan dari mineral mineral didalamnya ( ingat difnisi batu adalah merupakan kumpulan dari mineral mineral ). Warna batu yang cerah atau terang maka komposisi mineralnya banyak didominasi oleh mineral mineral Felsic sehingga jenisnya dapat diprediksi kan sebagai batuan beku asam ataupun batuan beku piroklastik warna batu yang gelap maka komposisinya banyak didominasi oleh mineral mineral Mafc sehingga dapatlah diprediksikan sebagai batuan beku basa atau ultra basa warna campuran antara mineral Felsic dan mineral Mafc dalam jumlah relative seimbang akan menjadikan batu tersebut berwarna cenderung abu abu terang atau abu abu gelap, sehingga dapatlah diprediksikan sebagai batuan beku menengah atau jenis batuan beku intermediate.

Struktur batuan beku Struktur batuan beku adalah bentuk batuan beku dalam skala besar, seperti struktur lava bantal yang terbentuk di laut, struktur aliran dan lain lainnya. Bentuk struktur batuan sangat erat dengan waktu terbentuknya.

Dibawah ini adalah macam macam struktur batuan beku : Struktur Masif apabila batu itu tidak menunjukkan adanya sifat aliran atau lubang bekas keluarnya gas dan juga tidak ada xenolit. Struktur Xenolit apabila batu yang kita amati didalam terdapat fragmen batu lain yang masuk ( batu di dalam batu ) akibat peleburan yg kurang sempurna. Struktur Vesikuler apabila batu yg kita amati tampak berlubang lubang dengan arah yang teratur. Lubang ini terbentuk akibat bekas keluarnya gas. Struktur Scoria apabila batu yg kita amati tampak berlubang lubang tetapi dengan arah yang tidak teratur. Struktur Amigdaloidal apabila batu yg kita amati tampak berlubang lubang tetapi lubang lubang itu telah terisi oleh mineral sekunder seperti mineral Zeolit mineral karbonat dan bermacam mineral silika. Struktur Pillow lava atau lava bantal,seperti bantal guling ( terlihat dilapangan ) Struktur Joint apabila batu yg kita amati tampak rekah rekah yang tersusun secara tegak lurus arah aliran ( disebut columnar joint atau kekar meniang dan disebut sheeting joint apabila bentuknya horizontal searah aliran magma. )

Struktur masif

Struktur Xenolith

Struktur vesikuler

Struktur Skoria

Pillow Lava

Kekar tiang (Columnar Joint)

Tekstur batuan beku Tekstur batuan beku adalah : hubungan antara massa mineral dengan massa gelas yang membentuk massa yang merata dalam batuan itu. Kecepatan mengkristal dan orde kristalisasi suatu magma sangat tergantung pada temperatur, komposisi kandungan gas dalam magma itu, viscositas ( kekentalan ) dari magma dan tekanan. Dengan demikian tekstur yang ada dalam batuan itu dapatlah menceritakan sejarah pembentukan batuan beku itu.

Macam-Macam Tekstur Batuan Beku Derajad kristalisasi ( degree of crystallinity ) Holokristalin (tersusun oleh massa kristal) Hipokristalin (tersusun oleh massa kristal dan massa gelas) Holohyalin (seluruhnya tersusun oleh massa gelas) GRANULARITAS FANERIK Porfritik AFANITIK Bentuk butir mineral Euhedral (bidang kristal yang sempurna) Subhedral (dari butiran mineral dibatasi oleh sebagian bidang kristal yang sempurna) Anhedral (dibatasi oleh bidang kristal yang semua tidak sempurna) RELASI (keseragaman antar butir) GRANULAR atau EQUIGRANULAR (ukurannya relatif seragam) INEQUIGRANULAR (mineral yang ada dalam batuan itu berukuran tidak seragam / tidak sama besar)

Derajat kristalisasi?

Granularitas?

Bentuk butir

Keseragaman antar butir?

KOMPOSISI MINERAL Menurut ahli Walter T. Huang, 1962. Komposisi mineral dalam suatu batuan beku dapat dikelompokkan kedalam tiga kelompok mineral, yaitu: kelompok Mineral Utama, kelompok Mineral Sekunder dan kelompok Mineral Tambahan atau biasa disebut Accessory Mineral

Kelompok Mineral Utama Kelompok mineral FELSIC ( mineral berwarna terang, dengan densitas ratarata 2,5-2, 7 ), yaitu : Mineral Kwarsa ( Si O) Feldspar grup, yang terdiri dari kelompok Alkali Feldspar ( terdiri dari mineral sanidin, mineral an orthoklas, mineral orthoklas, mineral adularia, dan mineral mikroklin ) Feldsfatoid grup, ( Na, K, Alumina silikat ) terdiri dari mineral nefelin mineral sodalit dan mineral Leusit Kelompok Seri Plagioklas ( terdiri dari mineral Anortit, mineral Bytownit, mineral Labradorit, mineral Andesin, mineral Oligoklas dan mineral Albit ) Kelompok mineral Mafi ( mineral mineral feromagnesia dengan warna-warna gelap dan densitas rata rata 3,0-3, 6, yaitu : Olivin grup ( Fayalite dan Forsterite ) Piroksin grup ( Enstatite, Hiperstein, Augit, Pigeonit, Diopsid ) Mika grup ( Biotit, Muscovit, Plogopit ) Amphibole grup ( Anthoflit, Cumingtonit, Hornblenda, Rieberckit,Tremolite, Aktinolit, Glaucofan )

Kelompok Mineral Sekunder Merupakan mineral mineral ubahan dari mineral utama, dapat dari hasil pelapukan, reaksi hidrothermal maupun hasil metamorfsme terhadap mineral mineral utama. Mineral sekunder terdiri dari : Kelompok Kalsit ( mineral kalsit, dolomit, magnesit, siderit ) dapat juga terbentuk dari hasil ubahan mineral Plagioklas grup. Kelompok Serpentin ( Antigorit dan Krisotil ) umumnya terbentuk dari hasil ubahan mineral mafc terutama kelompok olivin dan piroksin. Kelompok Klorit ( Proklor,Penin,Talk ), umumnya terbentuk dari hasil ubahan mineral kelompok plagioklas grup Kelompok Serisit ( lempung ) sebagai ubahan dari mineral plagioklas Kelompok Kaolin ( Kaolin,Haloysite ) umumnya ditemukan sebagai hasil ubahan batuan beku.

Kelompok Mineral Tambahan (Accesory Mineral) Merupakan mineral mineral yang terbentuk pada kristalisasi magma, pada umumnya terdapat dalam jumlah yang sedikit dalam batuan Yang termasuk kedalam golongan mineral tambahan ini adalah : mineral Hematit, Kromit, Sphene, Rutile, Magnetit, Apatit, Zeoloit

Persentase untuk perkiraan komposisi mineral berdasarkan volume

CARA KERJA UNTUK MENENTUKAN KOMPOSISI MINERAL DALAM SUATU BATUAN BEKU 1. Amati seluruh mineral yang ada dalam sampel batuan 2. Adakah yang termasuk ke dalam mineral utama, sekunder dan tambahan? 3. Tuliskanlah nama-nama mineralnya berikut presentasenya dalam batuan yang diamati. 4. Selanjutnya hasil pengamatan dituliskan ke dalam lembar diskripsi komposisi batuan.

CARA KERJA UNTUK MENENTUKAN JENIS DAN NAMA BATUAN BEKU Cara menentukan jenis dan nama batuan beku yang dipakai ini adalah dengan mempergunakan tabel Determinasi Batuan Beku yang dibuat oleh ahli Walter T. Huang (1962) berdasarkan kandungan mineral kwarsa bebas atau silika dalam batuan itu. berdasarkan tekstur batuan yang diamati berdasarkan proporsi / perbandingan antara mineral ortoklas dengan plagioklas berdasarkan melimpahnya mineral piroksin, olivin dan hornblenda dalam batu itu

Tabel Penamaan Batuan Beku Menurut WT. Huang 1962

Petrogenesa batuan beku ( William, 1954 ).

No. Batuan Jenis Batuan Warna Batu Struktur Tekstur : 18 : Batuan Beku Asam : Putih ke abu abu an : Masif : - Derajad kristalisasi : Hipokristalin - Ukuran butir : Fanerik - Bentuk mineral : Subhedral - Anhedral - Relasi : Porfritik Komposisi Mineral : - Plagioklas : 30 % - Orthoklas : 4% - Hornblenda : 16 % - Kwarsa : 14 % - Biotit : 5 % Nama batuan beku ini : GRANODIORITE PORPHYRY ( W.T. HUANG 1962 ) Petrogenesa : Hasil dari Intrusi dangkal

Klasifikasi batuan beku (O Dunn & Sill, 1986)

BATUAN PIROKLASTIKA ROCKS) (PYROCLASTIC Batuan piroklastika adalah suatu batuan yang berasal dari letusan gunungapi, sehingga merupakan hasil pembatuan daripada bahan hamburan atau pecahan magma yang dilontarkan dari dalam bumi ke permukaan berasal dari kata pyro berarti api (magma yang dihamburkan ke permukaan hampir selalu membara, berpendar atau berapi), dan clast artinya fragmen, pecahan atau klastika.

Piroklatika? atau epiklastika? Pada kenyataannya, setelah menjadi batuan, tidak selalu mudah untuk menyatakan apakah batuan itu sebagai hasil kegiatan langsung dari suatu letusan gunungapi (sebagai endapan primer piroklastika), atau sudah mengalami pengerjaan kembali (reworking) sehingga secara genetik dimasukkan sebagai endapan sekunder piroklastika atau endapan epiklastika.

Klasifikasi batuan piroklastika

Kelompok Batuan Piroklastik William, 1982 dan Fisher 1984, mengelompokkan material penyusun batuan piroklastik menjadi tiga kelompok yaitu : 1. Kelompok juvenil (essential) Bila material penyusun dikeluarkan langsung dari magma, terdiri dari padatan, atau partikel tertekan dari suatu cairan yang mendingin dan kristal (pyrogenic crystal). 2. Kelompok Cognate (Accessory). Bila material penyusunnya dari material hamburan yang berasal dari letusan sebelumya, dari gunungapi yang sama atau tubuh volkanik yang lebih tua dari dinding kawah. 3. Kelompok aiiindental (bahan asing) Bila material penyusunnya merupakan bahan hamburan yang berasal dari batuan non gunungapi atau batuan dasar berupa batuan beku, sedimen, methamorf, sehingga mempunyai komposisi yang seragam

CONTOH BATUAN PIROKLASTIK

Batu Apung / Scoria

Tufa

Obsidian

Material Piroklastik (Bom Volkanik)