BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Laboratorium Analitik Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan. Penelitian ini

dokumen-dokumen yang mirip
BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Rumah Kasa, Laboratorium Kesuburan dan

Lampiran 3. Analisis AwalLimbah Padat Kertas Rokok PT. Pusaka Prima Mandiri Parameter Satuan Hasil Uji Metode Uji. 14,84 IK.01.P.

BAHAN DAN METODE. Sumatera Utara (USU), Medan pada ketinggian tempat sekitar 25 m dpl. Analisis

BAHAN METODE PENELITIAN

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Metode Percobaan

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. dengan ketinggian tempat ± 25 di atas permukaan laut, mulai bulan Desember

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Metode Penelitian

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Metode Penelitian

BAHAN DAN METODE Metode Percobaan

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ± 32 meter di atas permukaan

MATERI DAN METODE. dilaksanakan di lahan percobaan dan Laboratorium. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih pakcoy (deskripsi

III. METODE PENELITIAN A.

III. METODOLOGI. Penelitian ini dilaksanakan di jalan Depag, Komplek Perumahan. Wengga 1 Blok B Nomor 54 Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan

III. BAHAN DAN METODE

III. BAHAN DAN METODE. Tuan dengan ketinggian 25 mdpl, topografi datar dan jenis tanah alluvial.

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Kota Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu,

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Metode Penelitian

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Percobaan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

III. MATERI DAN METODE

I. BAHAN DAN METODE. dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru,

BAHAN DAN METODE. Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ± 25 meter diatas permukaan

TATA CARA PENELITIAN

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Mei 2016

HASIL DAN PEMBAHASAN. perlakuan Pupuk Konvensional dan kombinasi POC 3 l/ha dan Pupuk Konvensional

HASIL DAN PEMBAHASAN

MATERI DAN METODE. Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan dimulai dari bulan Juni sampai

IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAHAN DAN METODE. Waktu dan Tempat. Bahan dan Alat

III. BAHAN DAN METODE. laut, dengan topografi datar. Penelitian dilakukan mulai bulan Mei 2015 sampai

III. MATERI DAN METODE. No. 155 KM. 15 Simpang Baru Panam Kecamatan Tampan Pekanbaru, dari bulan

I. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian telah dilaksanakan dengan percobaan rumah kaca pada bulan

III. METODE PENELITIAN. Medan Area yang berlokasi di jalan kolam No.1 Medan Estate, Kecamatan Percut

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat

III. MATERI DAN METODE. beralamat di Jl. H.R. Soebrantas No. 155 Km 18 Kelurahan Simpang Baru Panam,

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan dilahan percobaan Fakultas Pertanian dan

I. BAHAN DAN METODE. Soebrantas KM. 15 Panam, Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan gambut Desa Rimbo Panjang

BAHAN DAN METODE. Pada musim tanam pertama penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Screen House, Balai Penelitian Tanaman Sayuran

BAHAN DAN METODE. Y ij = + i + j + ij

METODE. Lokasi dan Waktu. Materi

I.MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2013 hingga Februari. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

BAB III MATERI DAN METODE. sampai panen okra pada Januari 2017 Mei 2017 di lahan percobaan dan

BAHAN DAN METODE. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Kelurahan

III. METODE PENELITIAN. Pembuatan biochar dilakukan di Kebun Percobaan Taman Bogo Lampung Timur.

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Ilmu Tanah, Laboratorium Ilmu Tanah dan

MATERI DAN METODE. Urea, TSP, KCl dan pestisida. Alat-alat yang digunakan adalah meteran, parang,

BAHAN DAN METODE. penelitian ini dilakukan di Gang Metcu, Desa Guru Singa, Kecamatan

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu

III. MATERI DAN METODE. HR. Soebrantas KM 15 Panam, Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Mei

I. MATERI DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan Alat dan Bahan Metode Percobaan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil Sifat Kimia dan Fisik Latosol sebelum Percobaan serta Komposisi Kimia Pupuk Organik

III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Universitas Medan Area yang berlokasi di jalan Kolam No. 1 Medan Estate,

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Penelitian

III. BAHAN DAN METODE

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Metode Penelitian

I. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat Dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2016 Agustus 2016 yang

BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN

III. MATERI DAN METODE

HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Electric Furnace Slag, Silica Gel dan Unsur Mikro terhadap Sifat Kimia Tanah

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan

Tata Cara penelitian

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian dan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Dulomo Utara, Kecamatan Kota

BAHAN DAN METODE 1.1. Tempat dan Waktu 1.2. Bahan dan Alat 1.3. Metode Penelitian

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Metode Penelitian

III. MATERI DAN METODE

III. MATERI DAN METODE. Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sebelumnya dilakukan oleh

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

III. MATERI DAN METODE

MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian dan

TATA CARA PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. Pengamatan pertumbuhan tanaman kedelai Edamame dilakukan di rumah. B. Bahan dan Alat Penelitian

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

III. MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan Oktober 2013 di lahan

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dileksanakan dari bulan Juni sampai September 2013, lahan

MATERI DAN METODE. Jl. HR. Soebrantas KM 15 Panam, Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada

PENGUJIAN PUPUK TULANG AYAM SEBAGAI BAHAN AMELIORASI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SORGHUM DAN SIFAT- SIFAT KIMIA TANAH PODZOLIK MERAH KUNING PEKANBARU

BAHAN DAN METODE. Y ijk = μ + U i + V j + ε ij + D k + (VD) jk + ε ijk

MATERI DAN METODE. Riau Jalan H.R Subrantas Km 15 Simpang Baru Panam. Penelitian ini berlangsung

BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pemberian Bahan Organik Kompos Jerami Padi dan Abu Sekam Padi dalam Memperbaiki Sifat Kimian Tanah Ultisol Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

I. MATERI DAN METODE. OT1 = Tanpa Olah Tanah OT2 =Olah Tanah Maksimum Faktor kedua :Mulsa (M)

III. BAHAN DAN METODE

III. MATERI DAN METODE. Laboratorium Agronomi. Waktu penelitian dilakaukan selama ± 4 bulan dimulai

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Kab. Serdang Bedagai dan analisis tanah di Laboratorium analitik PT. Nusa

III. MATERI DAN METODE

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas

III. MATERI DAN METODE. Agronomi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat

III. METODE PENELITIAN A.

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan Januari sampai Maret B. Penyiapan Bahan Bio-slurry

METODE PERCOBAAN. Tempat dan Waktu. Alat dan Bahan

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat Metode

Transkripsi:

BAHAN DAN METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa Fakultas Pertanian USU dan di Laboratorium Analitik Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2016 sampai Februari 2017. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan adalah bahan tanah Ultisol Tambunan A sebagai objek yang akan diamati,benih jagung varietas Pioneersebagai tanaman indikator, limbah padat pabrik kertas rokok, pupuk kandang ayam sebagai perlakuan yang akan diaplikasikan pada tanah Ultisol, air untuk menyiram tanaman dan bahanbahan lain yang mendukung penelitian ini. Alat yang digunakan yaitu cangkul, ayakan, pacak sampel, meteran, timbangan analitik, gembor, ovenserta alat pendukung lainnya. Metode Penelitian Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor : Faktor I : Limbah Kertas (L) dengan 5 taraf, yaitu : L 0 : Tanpa Limbah Padat Kertas Rokok L1 :Kapur CaCO 3 8 g/ 10 kg tanah (Berdasarkan 1,0 x Aldd) L L 2 Aldd) 3 :Limbah Kertas Rokok setara 4 g/10 kg tanah (Berdasarkan 0,5 x : Limbah Kertas Rokok setara 8 g/10 kg tanah(berdasarkan 1,0 x Aldd) L4: Limbah Kertas Rokok setara 12 g/10 kg tanah Berdasarkan 1,5 x Aldd)

Faktor II : Kotoran Ayam (K) dengan 3 taraf, yaitu : K 0 K K 1 2 : Tanpa Pupuk Kandang Ayam :37,5 g/10 kg (Berdasarkan 7,5 ton/ha) :50 g / 10 kg (Berdasarkan 10 ton/ha) Sehingga diperoleh 15 kombinasi perlakuan, yaitu : L0K0 L1K0 L2K0 L3K0 L4K0 L0K1 L1K1 L2K1 L3K1 L4K1 L0K2 L1K2 L2K2 L3K2 L4K2 Jumlah ulangan/blok Jumlah polibag Jarak antar polibag Jarak antar blok : 3 ulangan/blok : 45 polibag : 30 cm : 30 cm Jumlah tanaman seluruhnya : 45 tanaman Jumlah sampel seluruhnya : 45 tanaman Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dengan model linear sebagai berikut : dimana : Y ijk = μ + ρ i + α j + β k + (αβ) jk + ε ijk Y ijk : Data hasil pengamatan dari unit percobaan blok ke-i dengan perlakuan Limbah Kertas taraf ke-j dan Kotoran Ayam taraf ke-k μ ρ i α j : Nilai tengah : Efek blok ke-i : Efek limbah kertas pada taraf ke-j

β k : Efek perlakuan kotoran ayam pada taraf ke-k (αβ) jk : Efek interaksi dari limbah kertas pada taraf ke-j dan perlakuan kotoran ayam pada taraf ke-k ε ijk : Galat dari blok ke-i, limbah kertas pada taraf ke-j dan perlakuan kotoran ayam pada taraf ke-k Jika dari hasil analisis sidik ragam menunjukkan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Beda Rataan berdasarkan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%.

PELAKSANAAN PENELITIAN Survei Lokasi Kegiatan penelitian ini diawali dengan survei ke lokasi pembuangan limbah padatyang berasal dari proses pembuatan pembungkus rokok PT.Pusaka Prima Mandiri. Pengambilan Contoh Tanah Ultisol Pengambilan contoh tanah dilakukan secara zig zag dengan kedalaman 0 20 cm dan dikompositkan lalu dikering udarakan dan diayak dengan ayakan 10 mesh. Persiapan Limbah Padat Kertas Rokok Limbah padat pabrik kertas rokok diperoleh dari PT. Pusaka Prima Mandiri Kecamatan Medan johor terlebih dahulu dikeringkan dan dihaluskan hingga menjadi tepung kemudian diayak dengan ayakan 70 mesh. Persiapan Media Tanam Media tanam yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah Ultisol Tambunan A. Tanah Ultisol Tambunan A yang telah dikering udarakan dan diayak dengan ayakan 10 mesh dimasukkan ke dalam polybag ukuran 10 kg sebanyak10 kg/polybag kemudian dicampurkan dengan limbah padat kertas rokok dan pupuk kandang ayam sesuai perlakuan yang telah ditentukan.setelah tercampur,kemudian dilakukan inkubasi selama 3 minggu. Analisis Awal Tanah dan Limbah Padat Pabrik Kertas Rokok Tanah dianalisis untuk mengukur ph tanah dan Al-dd untuk menentukan dosis limbah padat kertas rokok serta % KA dan % KL untuk inkubasi di

Laboratorium. Selanjutnya, analisis awal dilakukan pada limbah padat pabrik kertas rokok yaitu CaCO 3. Pengaplikasian Limbah Padat Pabrik Kertas Rokok Pengaplikasian limbah padat pabrik kertas dilakukan dengan cara ditabur kemudian dicampurkan ke tanah sampai merata. Di aplikasikan 3 minggu sebelum benih jagung di tanam.kebutuhan kapur sesuai dengan perlakuan. Pengaplikasian Pupuk Kandang Ayam Pengaplikasian pupuk kandang ayam dilakukan dengan cara ditabur kemudian dicampurkan ke tanah sampai merata. Di aplikasikan 3 minggu sebelum benih jagung di tanam.kebutuhan pupuk kandang ayam sesuai dengan perlakuan. Penanaman Benih jagung yang digunakan sebagai tanaman indikator ditanam sebanyak 2 benih per lubang tanam pada setiap polibag. Pemupukan Dasar Pemupukan dasar dilakukan satu minggu setelah tanam.pupuk yang diberikan sesuai dengan dosis anjuran kebutuhan pupuk jagung.pupuk diaplikasikan secara tugal dan ditutup kembali dengan tanah. Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap hari yaitu pagi atau sore hari tergantung kondisi cuaca. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor. Penyulaman Penyulaman dilakukan apabila ada tanaman jagung yang tidak tumbuh atau rusak pada tiap polibag pada saat 1 minggu setelah tanam.

Penjarangan Penjarangan tanaman indikator dilakukan apabila kedua benih yang ditanam pada satu lubang tanam tumbuh, yaitu dengan memotong salah satu tanaman.sehingga hanya terdapat 1 tanaman per lubang tanam. Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk mengendalikan gulma sekaligus menggemburkan tanah. Tumbuhan pengganggu perlu dikendalikan agar tidak menjadi saingan bagi tanaman utama dalam hal penyerapan unsur hara serta untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Penyiangan dilakukan secara manual dengan mencabut gulma agar perakaran tanaman tidak terganggu. Pengendalian hama dan penyakit Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan dengan cara manual dengan mencabut tanaman yang terkena penyakit dan diganti dengan tanaman transplanting, sedangkan pada tanaman yang terkena penyakit menjelang tanaman panen tidak diganti dengan tanaman transplanting. Panen Panen dilakukan pada saat tanaman telah memasuki akhir fase vegetatif. Panen dilakukan dengan cara memotong bagian tajuk tanaman jagung dan akarnya.

Parameter Pengamatan Sifat Kimia Tanah Dianalisis Setelah 3 minggu di Inkubasi 1.pH Tanah, Metode Electrometry 2.Al dapat dipertukarkan, Metode ekstrak KCl1N 3.Kadar P Tersedia, P-tersedia dengan metode Bray 2 Pertumbuhan Tanaman 4. Tinggi tanaman (cm) Tinggi tanaman diukur mulai pangkal batang (diatas permukaan tanah) hingga ujung daun yang diluruskan, dan dilakukan pada 8 MST. 5.Bobot Kering Akar (g) Dilakukan penimbangan bobot kering akar jagung dengan suhu 70 C selama 24 jam untuk mendapatkan berat yang konstan. 6.Bobot Kering Tajuk (g) Dilakukan penimbangan bobot kering tajuk jagung dengan suhu 70 C selama 24 jam untuk mendapatkan berat yang konstan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dari pengamatan yang dilakukan selama penelitian berlangsung, tanaman tumbuh baik, warna daun normal dan tidak terserang hama dan penyakit sampai pada masa panen. Analisis Sifat Kimia Tanah Kemasaman Tanah Data hasil pengukuran kemasaman tanah (ph), aplikasi limbah padat pabrik kertas rokokdan pupuk kandang ayam berpengaruh nyata menurunkan kemasaman tanah (ph). Kemasaman tanah Ultisol pada interaksi perlakuan limbah padat pabrik kertas rokok dan pupuk kandang ayam dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Kemasaman tanah Ultisol akibat interaksi pemberian limbah padat pabrik kertas rokok dan pupuk kandang ayam Pupuk kandang ayam Limbah padat pabrik kertas rokok K0 K1 K2 (0 g/10 kg) (37,5 g/10 kg) (50 g/10 kg) L0 (0 g/10 kg) 3,82l 4,00k 4,08j L1 (Kapur CaCO 3 8 g/10 kg) 5,95b 6,52a 5,94b L2 (limbah kertas rokok 4 g/10 kg) 4,44h 4,59g 4,35i L3 (limbah kertas rokok 8 g/10 kg) 4,74f 5,80c 5,44e L4 (limbah kertas rokok 12 g/10 kg) 5,47e 5,92b 5,66d Interaksi dari pemberian limbah padat pabrik kertas rokok dan pupuk kandang ayam dapat menaikkan kemasaman tanah sampai 6,52 pada perlakuan kapur CaCO 3 8 g/10 kg tanah dengan pupuk kandang ayam 37,5 g/ 10 kg tanah.

Aluminium yang Dapat Dipertukarkan (Al-dd) Tanah Dari analisis sidik ragam yang dilakukan diperoleh bahwa limbah padat pabrik rokok tidak berpengaruh nyata terhadap Al-dd. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 2 berdasarkan hasil uji sidik ragam. Tabel 2. Al-dd tanah Ultisol akibat pemberian limbah padat kertas rokok Perlakuan Dosis Al-dd --me/100g-- L0 0g/10kg 0,05 L1 Kapur CaCO 3 8g/10kg 0,02 L2 Limbah kertas rokok 4g/10kg 0,02 L3 Limbah kertas rokok 8g/10kg 0,02 L4 Limbah kertas rokok 12g/10kg 0,02 Data hasil pengukuran terhadap Al-dd tanah, aplikasipupuk kandang ayam tidak berpengaruh nyata menurunkan Al-dd tanah. Hasil uji beda rataan dapat dilihat pada Tabel 5 berikut. Tabel 3. Al-dd tanah Ultisol akibat pemberian pupuk kandang ayam Perlakuan Dosis Al-dd ---me/100g--- K0 0 g/10 kg 0,03 K1 37,5 g/10 kg 0,02 K2 50 g/10 kg 0,03

Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa limbah padat kertas rokok memberikan pengaruh dalam menurunkan kandungan Al dalam tanah Ultisol hingga mencapai nilai sebesar 0,02 me/100g. P-tersedia Tanah Dari analisis sidik ragam yang diperoleh bahwa limbah aplikasi padat pabrik kertas rokok tidak berpengaruh terhadap ketersediaan Fosfat dalam tanah dapat dilihat pada Tabel 4 berikut. Tabel 4. P-tersediatanah Ultisol akibat pemberian limbah padat kertas rokok Perlakuan Dosis P-tersedia ---ppm--- L0 0g/10kg 32,62 L1 Kapur CaCO 3 8g/10kg 34,86 L2 Limbah kertas rokok 4g/10kg 40,47 L3 Limbah kertas rokok 8g/10kg 43,41 L4 Limbah kertas rokok 12g/10kg 40,84 Dari Tabel 4 dapat dilihat limbah padat pabrik kertas rokok tidak berpengaruh nyata terhadap ketersediaan P dalam tanah, karena P-tersedia tanah sebelum aplikasi sudah tinggi sehingga tanah tidak terlalu merespon pemberian limbah tersebut. Data hasil pengukuran P tersedia tanah, aplikasi pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap ketersediaan P dalam tanah yang dapat dilihat pada Tabel 5 berikut. Tabel 5. P tersediatanah Ultisol akibat pemberian pupuk kandang ayam Perlakuan Dosis P-tersedia

-----ppm----- K0 0 g/10 kg 28,15a K1 37,5 g/10 kg 38,12b K2 50 g/10 kg 49,05c Dari Tabel 5 dapat dilihat bahwa pupuk kandang ayam dapat meningkatkan ketersediaan P dalam tanah Ultisol yang memang sudah tinggi hingga mencapai nilai sebesar 49,05 ppm. Pertumbuhan Tanaman Tinggi Tanaman (cm) Dari hasil sidik ragam diketahui bahwa limbah padat pabrik kertas rokok berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman yang dilakukan pada 8 MST seperti yang disajikan pada Tabel 6. Tabel 6. Tinggi tanaman jagung akibat pemberian limbah padat pabrik kertas rokok di tanah ultisol Perlakuan Dosis Tinggi tanaman ---cm--- L0 0g/10kg 116,00a L1 Kapur CaCO 3 8g/10kg 139,72b L2 Limbah kertas rokok 4g/10kg 147,44c L3 Limbah kertas rokok 8g/10kg 158,67e L4 Limbah kertas rokok 12g/10kg 152,89d Dari Tabel 6 dapat dilihat bahwa aplikasi limbah padat pabrik kertas rokok dapat mempengaruhi tinggi tanaman hingga 158,67 cm.

Pengamatan tinggi tanaman dilakukan pada 8 MST. Dari hasil sidik ragam diketahui bahwa pupuk kandang ayam tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman seperti yang disajikan pada Tabel 7 di bawah ini. Tabel 7. Tinggi tanaman jagung akibat pemberian pupuk kandang ayam di tanah ultisol pada 8 MST Perlakuan Dosis Tinggi Tanaman -----cm----- K0 0 g/10 kg 133,57 K1 37,5 g/10 kg 144,40 K2 50 g/10 kg 150,87 Pada tabel 7 menunjukkan walaupun pupuk kandang ayam tidak berpengaruh secara statistik, namun mampu meningkatkan tinggi tanaman pada setiap penambahan dosis perlakuan. Bobot Kering Tajuk dan Bobot Kering Akar Aplikasi limbah padat pabrik kertas rokok berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk, namun tidak berpengaruh terhadap berat kering akar seperti Tabel 8. Tabel 8. Berat kering akar dan tajuk tanaman jagung akibat pemberian limbah padat pabrik kertas rokok di tanah ultisol Berat Kering Berat Kering Perlakuan Dosis Tajuk Akar -----------g---------- L0 0g/10kg 15,06a 9,40

L1 Kapur CaCO 3 8g/10kg 23,12b 16,78 L2 Limbah kertas rokok 4g/10kg 25,83c 17,42 L3 Limbah kertas rokok 8g/10kg 39,33d 20,01 L4 Limbah kertas rokok 12g/10kg 23,10b 22,39 Dari tabel 8 dapat dilihat bahwa walaupun tidak berpengaruh nyata, namun limbah padat pabrik kertas rokok dapat meningkatkan berat kering tajuk hingga mencapai 39,33 g sedangkan berat kering akar sebesar 22,39 g. Data bobot kering tajuk dan akar diambil setelah panen.dari hasil sidik ragam diketahui bahwa pupuk kandang ayam tidak berpengaruh terhadap berat kering tajuk dan akar seperti pada Tabel 9. Tabel 9. Berat kering tajuk dan akar tanaman jagung akibat pemberian pupuk kandang ayam di tanah ultisol Berat Kering Berat Kering Perlakuan Dosis Tajuk Akar ----------g---------- K0 0 g/10 kg 24,27 14,60 K1 37,5 g/10 kg 28,87 14,47 K2 50 g/10 kg 22,72 22,53 Dari Tabel 9 dapat dilihat bahwa meskipun tidak berpengaruh nyata terhadap berat kering tajuk dan akar, namun pupuk kandang ayam berpotensial dalam meningkatkan berat kering tajuk dan akar hingga mencapai 28,87 g pada berat kering tajuk dan 22,53 pada berat kering akar.

Pembahasan Pemberian limbah padat pabrik kertas rokok berpengaruh dalam meningkatkan ph tanah Ultisol. Dari hasil amatan diketahui bahwa pemberian limbah padat pabrik kertas rokok berpengaruh nyata dalam meningkatkan ph tanah, dimana ph tertinggi pada taraf L1 (6,14) dan terendah pada taraf L0 (3,97). Kenaikan phtanah Ultisol disebabkan oleh tingginya kandungan unsur hara Ca dalam limbah padat kertas rokok.limbah padat kertas rokok mengandung CaCO 3 70,81 % berpotensi sebagai amelioran berupa kapur. Kandungan Ca 2+ tersebut melakukan reaksi pertukaran dengan ion H dan meningkatkan jumlah kalsium yang dapat dipertukarkan, sehingga ph tanah meningkat. Hal ini dikarenakan OH - yang dihasilkan dari pengapuran akan mengurangi konsentrasi H + (sumber kemasaman tanah). Berdasarkan Mukhlis dkk (2011) menyatakan kation Ca 2+ akan melakukan reaksi pertukaran dengan kation H + dan Al 3+ yang terabsorbsi dengan permukaan di koloid tanah, dengan reaksi; - H + - Al 3+ - Ca 2+ + H + Ca 2+ - Ca 2+ + Al 3+ + Ion H + dan Al 3+ yang bebas, setelah dipertukarkan dengan ion Ca 2+, selanjutnyaakan dinetralkan oleh sisa asam kapur yaitu ion OH - sehingga tidak mengasamkan tanah lagi. Aplikasi limbah padat pabrik kertas rokok tidak memberikan pengaruh secara statistik terhadap penurunan Al-dd, namun berdasarkan hasil pengukuran ada kecenderungan untuk menurunkan Al-dd tanah.dari hasil amatan diketahui bahwa Al-dd tertinggi pada taraf L0 (0,05 me/100 g) dan menurun pada taraf L1, L2, L3, dan L4 menjadi 0,02 me/100 g. Kandungan kapur dalam limbah padat

kertas rokok mampu mengikat Al dalam tanah meskipun tidak signifikan.apabila ph tanah telah meningkat, maka kation Aluminium akan mengendap sebagai gibsit(al(oh) 3 sehingga tidak lagi merugikan tanaman. Adanya pengapuran pada tanah masam, absorbsi unsur-unsurmo, P dan Mg akan meningkat pada dan pada waktu yang bersamaan akanmenurunkan secara nyata konsentrasi Fe, Al dan Mn yang dalam keadaan masamunsur-unsur ini dapat mencapai konsentrasi yang bersifat racun bagi tanaman. Pemberian limbah padat pabrik kertas rokoktidak berpengaruh nyata terhadap ketersediaan P dalam tanah dimana P-tersedia tertinggi pada taraf L3 (43,41) dan terendah pada taraf L0 (32,62). Hal ini terjadi dikarenakan ketersediaan P dalam tanah sebelum pengaplikasian limbah padat pabrik kertas rokok memang sudah tinggi sehingga tidak ada respon terhadap P tersedia tanah. Pemberian limbah padat pabrik kertas rokok mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman.dari hasil amatan diketahui bahwa pemberian limbah padat pabrik kertas rokok berpengaruh nyata dalam meningkatkan tinggi tanaman, dimana tanaman tertinggi pada taraf L3 (158,67 cm) dan terendah pada tarafl0 (116 cm). Hal ini dikarenakan kandungan kalsium karbonat yang tinggi pada limbah tersebut. Kalsium diketahui merupakan salah satu hara yang memiliki peran penting dalam pengangkutan hara dan air dalam tubuh tanaman sehingga proses perkembangan sel-sel dalam tanaman tidak terhambat. Kalsium berperan dalam struktur sel (dinding dan membran sel) dan diperlukan dalam pembentukan ataupembelahan sel-sel baru, yakni yang terdapat pada benang-benang (spindles) pada pembelahan mitosis. Kalsium merupakan unsur hara makro esensial bagi tanaman yang diserap tanaman dalam bentuk Ca ++.

Pemberian limbah padat pabrik kertas rokok berpengaruh dalam meningkatkan ph tanah Ultisol. Dari hasil analisis sidik ragam diperoleh bahwalimbah padat pabrik kertas rokok mempengaruhi berat kering tajuk dimana data tertinggi pada taraf L3 (39,33 g) dan terendah pada taraf L0 (15,06 g). Kalsium dalam limbah mempengaruhi pertumbuhan akar tanaman dan penebalan dinding sel tanaman. Kalsium membantu perkembangan akar, pergerakan karbohidrat dalam tanaman,pembentukan dinding sel, produksi biji dan prosesproses lain. Bobot kering akar tidak dipengaruhi oleh aplikasi limbah pabrik kertas rokok dan pupuk kandang ayam.dari hasil sidik ragam diketahui bahwa pemberian limbah padat pabrik kertas rokok tidak berpengaruh nyata dalam meningkatkan bobot kering akar, dimana bobot kering akar tertinggi pada taraf L4 (22,39 g) dan terendah pada taraf L0 (9,40 g). Kemungkinan dikarenakan ketersediaan hara yang tidak cukup untuk perkembangan akar tanaman seperti unsur P yang didukung dari hasil analisis P tersedia yang tidak berpengaruh nyata meskipun ada peningkatan. P dapat pula dikatakan menstimulir pertumbuhan dan perkembanganperakaran tanaman. Unsur hara yang akan diserap oleh akar ditentukan olehsemua faktor yang mempengaruhi ketersediaan unsur hara sampai unsur haratersebut berada di permukaan akar sehingga mempengaruhi pertumbuhan danperkembangan serta hasil tanaman. Dari data analisis sidik ragam diketahui bahwa pemberian pupuk kandang ayam ke tanah Ultisol berpengaruh terhadap ketersediaan P dalam tanah dimana data tertinggi pada taraf K2 (49,05) dan yang terendah pada taraf K0 (28,15). Pupuk kandang ayam mempunyai kandungan hara P yang relatif lebih tinggi

dibandingkan jenis pupuk kandang lainnya. Hartatik dan Widowati (2005) menyatakan bahwa pupuk kandangayam mempunyai kadar hara P yang relatif tinggi daripada pupuk kandang lainnya. Pemberian pupuk kandang ayam tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dimana yang tertinggi pada taraf K2 (150,87 cm) dan terendah pada taraf K0 (133,57 cm). Pupuk kandang mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman baik hara makro maupun mikro. Namun ketersediaannya memerlukan waktu untuk dapat terurai dalam tanah. Saragih (2008) menyatakan bahwa pada umumnya pupuk kandang ayam memberikan pengaruh yang nyata pada akhir pengamatan. Hal ini disebabkan karena pupuk kandang ayam memerlukan waktu untuk dapat terurai sehingga unsur-unsur yang terkandung didalamnya dapat tersedia bagi tanaman. Musnamar (2003) juga menyatakan bahwa pupuk kandang ayam mengandung hara N yang berperan penting dalam proses pertumbuhan tanaman, namun harus disuplai dengan kebutuhan unsur hara lainnya. Tanaman yang tumbuh harus mengandung nitrogen dalam bentuk sel-sel baru dan tetap seimbang dengan unsur hara lainnya karena pertumbuhan tidak akan berlangsung bila tidak ada unsur hara dalam tanah. Pupuk kandang ayam berpengaruh dalam meningkatkan ph tanah. Pada data analisis sidik ragam diperoleh bahwa data tertinggi pada taraf K1 (5,31) dan yang terendah pada taraf K0 (4,88). Pupuk kandang ayam berpengaruh dalam peningkatan ph tanah, N total dan P-tersedia. Katriani et al. (2003) menyatakan bahwasemakin tinggi dosis pupuk maka jumlah hara (seperti P, K, dan bahan organik) yang mempengaruhi karakteristik tanah menjadi semakin tinggi sehingga memungkinkan terjadinya peningkatan ph tanah, kandungan N total dan P

tersedia tanah. Tufaila dkk (2013) juga menyatakan bahwa peningkatan ph tanah diduga disebabkan oleh bahan organik yang terkandung dalam pupuk kandang ayam yang memiliki gugus fungsional yang dapat mengadsorpsi kation lebih besar daripada mineral silikat.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. a. Aplikasi limbah padat pabrik kertas rokok menurunkankemasaman tanah pada dosis 12 g/10 kg. b. Aplikasi limbah padat pabrik kertas rokok berpengaruh pada tinggi tanaman pada dosis 8 g/10 kg dan berat kering tajuk pada dosis 8 g/10 kg tanah. 2. Aplikasi pupuk kandang ayam berpengaruhmenurunkankemasaman tanah pada dosis 37,5 g/10 kg tanah dan meningkatkankandungan Fosfat-tersedia pada dosis 50 g/10 kg tanah. 3. Interaksi limbah padat pabrik kertas rokok dan pupuk kandang ayam menurunkan kemasaman tanah dengan ph tertinggi pada dosis limbah padat pabrik kertas rokok 12 g/10 kg dan pupuk kandang ayam 37,5 g/10 kg. 4. Limbah padat pabrik kertas rokok dapat berperan sebagai bahan kapur karena mampu mengatasi kemasaman tanah Ultisol. Saran Perlu penambahan dosis limbah padat pabrik kertas rokok untuk meningkatkan penurunan Al tukar di dalam tanah Ultisol.