HILMAN FAJRI ( )

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia, bukan hanya dalam permasalahan ibadah ubūdiyah saja

BAB IV ANALISIS FATWA DSN-MUI NOMOR 25/III/2002 TERHADAP PENETAPAN UJRAH DALAM AKAD RAHN DI BMT UGT SIDOGIRI CABANG WARU SIDOARJO

BAB IV ANALISIS TERHADAP PENERAPAN SISTEM LOSS / PROFIT SHARING PADA PRODUK SIMPANAN BERJANGKA DI KOPERASI SERBA USAHA SEJAHTERA BERSAMA

MURA>BAH}AH DAN FATWA DSN-MUI

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KLAIM ASURANSI DALAM AKAD WAKALAH BIL UJRAH

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP UTANG PIUTANG HEWAN TERNAK SEBAGAI MODAL PENGELOLA SAWAH DI DESA RAGANG

BAB II LANDASAN TEORI

MURA<BAH{AH BERMASALAH DI BPRS BAKTI MAKMUR

BAB II LANDASAN TEORI TENTANG PEMBIAYAAN MURABAHAH DAN UANG MUKA. Secara bahasa, murābahah berasal dari kata ar-ribhu ( الر بح ) yang

ب س م االله الر ح من الر ح ي م

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBIAYAAN LETTER OF CREDIT PADA BANK MANDIRI SYARI AH

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HUTANG-PIUTANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM MULTIJASA DI PT. BPRS LANTABUR TEBUIRENG KANTOR CABANG MOJOKERTO

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP APLIKASI PERUBAHAN PENGHITUNGAN DARI SISTEM "FLAT" KE "EFEKTIF" PADA

BAB II LANDASAN TEORI. yang disepakati. Dalam Murabahah, penjual harus memberi tahu harga pokok

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP APLIKASI TABUNGAN RENCANA MULTIGUNA DI PT. BANK SYARI AH BUKOPIN Tbk. CABANG SURABAYA

BAB IV. oleh Baitul mal wat Tamwil kepada para anggota, yang bertujuan agar anggota

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan sehari-hari, dan dalam hukum Islam jual beli ini sangat dianjurkan

BAB I PENDAHULUAN. Islam merupakan agama yang memiliki aturan-aturan untuk mengatur

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM PINJAM MEMINJAM UANG DENGAN BERAS DI DESA SAMBONG GEDE MERAK URAK TUBAN

mura>bahah terdapat berbagai formulasi definisi yang berbeda-beda

BAB I PEDAHULUAN. peluang terjadinya jual-beli dengan sistem kredit atau tidak tunai dalam

BAB I PENDAHULUAN. Islam adalah agama yang amat damai dan sempurna telah diketahui dan dijamin

Contoh Penghitungan Murabahah (Hipotesis)

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK SIMPANAN WADI AH BERJANGKA DI BMT TEGAL IJO DESA GANDUL KECAMATAN PILANGKENCENG KABUPATEN MADIUN

BAB I PENDAHULUAN. disetujuinya UU No. 10 Tahun Undang-Undang tersebut mengatur

BAB III TINJAUAN PUSTAKA. Sedangkan pengawasan adalah : a. Menurut Sondang P. Siagian pengawasan adalah proses pengamatan

BAB IV PEMANFAATAN GADAI SAWAH PADA MASYARAKAT DESA SANDINGROWO DILIHAT DARI PENDAPAT FATWA MUI DAN KITAB FATH}UL MU I<N

secara tunai (murabahah naqdan), melainkan jenis yang

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP DENDA YANG TIDAK UMMAT SIDOARJO. Keuangan Syariah dalam melakukan aktifitasnya yaitu, muraba>hah, ija>rah

A. Analisis Mekanisme Angsuran Usaha Kecil dengan Infaq Sukarela pada Bantuan Kelompok Usaha Mandiri di Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya

BAB II PEMBIAYAAN MURABAHAH

BAB IV. Seperti di perbankan syari ah Internasional, transaksi mura>bah}ah merupakan

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TENTANG PENERAPAN SYARAT HASIL INVESTASI MINIMUM PADA PEMBIAYAAN MUDHARABAH UNTUK SEKTOR PERTANIAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD PEMBIAYAAN MUDHARABAH DENGAN SISTEM KELOMPOK DI BMT KUBE SEJAHTERA KRIAN SIDOARJO

BAB IV. A. Mekanisme Penundaan Waktu Penyerahan Barang Dengan Akad Jual Beli. beli pesanan di beberapa toko di DTC Wonokromo Surabaya dikarenakan

4. Firman Allah SWT tentang perintah untuk saling tolong menolong dalam perbuatan positif, antara lain QS. al- Ma idah [5]: 2:./0*+(,-./ #%/.12,- 34 D

MURA>BAH}AH DALAM PEMBIAYAAN USAHA PERIKANAN DI

TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PENGUASAAN BARANG GADAI OLEH RAHIN (STUDY KASUS DI DESA KUMESU KEC. REBAN KAB. BATANG) SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Setiap manusia mempunyai kepentingan yang berbeda-beda, maka. satu dengan lainnya dalam berbagai kepentingan. 1

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTEK MURA>BAH}AH PROGRAM PEMBIAYAAN USAHA SYARIAH (PUSYAR) (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM)

BAB I PENDAHULUAN. hukum Islam. Pembentukan sistem ini berdasarkan adanya larangan dalam agama Islam untuk

BAB IV ANALISIS TERHADAP MEKANISME PEMBIAYAAN EMAS DENGAN AKAD RAHN DI BNI SYARIAH BUKIT DARMO BOULEVARD CABANG SURABAYA

4. Firman Allah SWT QS. al-baqarah [2]: 275: &$!%#*#$ 234 +#,-.,(/01 '() )5'(2%6.789:;<= & #AB7CDE3" Orang yang makan (mengambil) riba ti

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP TRANSAKSI QARD} UNTUK USAHA TAMBAK IKAN DI DESA SEGORO TAMBAK KECAMATAN SEDATI KABUPATEN SIDOARJO

BAB IV PENERAPAN AKAD BAYʽ BITHAMAN AJIL DALAM PENINGKATAN KEUNTUNGAN USAHA DI KOPONTREN NURUL HUDA BANYUATES SAMPANG MADURA

Musha>rakah di BMT MUDA Kedinding Surabaya

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI BARANG SERVIS DI TOKO CAHAYA ELECTRO PASAR GEDONGAN WARU SIDOARJO

FATWA DEWAN SYARI'AH NASIONAL NO: 81/DSN-MUI/III/2011 Tentang

adalah suatu transaksi yang sering terjadi saat masyarakat membutuhkan adalah penjual mencari seorang pembeli melalui jasa makelar.

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTEK MURĀBAḤAH DALAM BENTUK PERJANJIAN PIUTANG MURĀBAḤAH

BAB IV ANALISIS TENTANG APLIKASI PERJANJIAN SEWA SAFE DEPOSIT BOX DITINJAU DARI BNI SYARIAH HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN

s}ahibul ma>l. Yang digunakan untuk simpanan dengan jangka waktu 12 (dua belas)

dasarnya berlandaskan konsep yang sesuai dengan Syariat agama Islam. perubahan nama di tahun 2014 Jamsostek menjadi BPJS (Badan

BAB 1 PENDAHULUAN. mengatur hubungan manusia dan pencipta (hablu min allah) dan hubungan

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP APLIKASI RIGHT ISSUE DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) SURABAYA

ب س م االله الر ح من الر ح ي م

BAB IV. suatu transaksi. Pembiayaan yang terjadi yaitu pembiayaan mura>bah}ah bi alwaka>lah.

BAB IV ANALISIS TERHADAP PRAKTIK PEMANFAATAN BARANG TITIPAN. A. Analisis Praktik Pemanfaatan Barang Titipan di Kelurahan Kapasari

BAB I PENDAHULUAN. rizki guna memenuhi kebutuhan kehidupannya. Agama telah menganjarkan

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA TERHADAP SURABAYA. A. Analisis Berdasarkan Hukum Islam Terhadap Kontrak, Prosedur, Realisasi

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PEMBIAYAAN MURA<BAH{AH DI BMT MADANI TAMAN SEPANJANG SIDOARJO

BAB I PENDAHULUAN. dalam rangka mengatasi krisis tersebut. Melihat kenyataan tersebut banyak para ahli

BAB II LANDASAN TEORI. A. Konsep Akad Bai Bitsaman Ajil dalam Fiqh Muamalah

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PEMOTONGAN HARGA JUAL BELI BESI TUA DAN GRAM BESI DI PT. FAJAR HARAPAN CILINCING JAKARTA UTARA

BAB II LANDASAN TEORI. A. Konsep Akad Musyarakah dalam Fiqh Muamalah. tanggung jawab yang sama. Musyarakah bisa berbentuk mufawadhah atau

BAB I PENDAHULUAN. syariah dianggap sangat penting khususnya dalam pengembangan sistem ekonomi

BAB I PENDAHULUAN. berupa uang atau barang yang akan dibayarkan diwaktu lain sesuai dengan

RESCHEDULING NASABAH DEFAULT PEMBIAYAAN MURA>BAH}AH

Pada hakikatnya pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Bank. pemenuhan kebutuhan akan rumah yang disediakan oleh Bank Muamalat

BAB IV ANALISIS PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. merupakan suatu agama yang mengajarkan prinsip at ta awun yakni saling

BAB II PRODUK PENGHIMPUNAN DANA

BAB I PENDAHULUAN. tuntunan dalam tuntutan dinamika realitas masyarakat dari segala kompleksitas

ب س م االله الر ح من الر ح ي م

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI SAWAH BERJANGKA WAKTU DI DESA SUKOMALO KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENERAPAN AKAD QARD\\} AL-H\}ASAN BI AN-NAZ AR DI BMT UGT SIDOGIRI CABANG WARU SIDOARJO

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM DAN STANDARISASI TIMBANGAN DIGITAL TERHADAP JUAL BELI BAHAN POKOK DENGAN TIMBANGAN DIGITAL

Solution Rungkut Pesantren Surabaya Perspektif Hukum Islam

BAB IV PRAKTIK UTANG-PIUTANG DI ACARA REMUH DI DESA KOMBANGAN KEC. GEGER BANGKALAN DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Sebagaimana firman Allah Qs. An- Nisa ayat 29 :

BAB III TINJAUAN UMUM TENTANG JUAL BELI ISTISHNA. atas dasar saling merelakan, atau jual beli merupakan pemilikan harta benda

BAB IV PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA HUKUM ISLAM DAN UU NO 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PEMBULATAN HARGA

BAB I PENDAHULUAN. satu sama lain agar mereka tolong-menolong dalam semua kepentingan hidup

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PERSEPSI NASABAH TENTANG APLIKASI MURA<BAH}AH DI BMS FAKULTAS SYARIAH

Transkripsi:

HILMAN FAJRI (10220053) PRAKTIK MURÂBAHAH DI KOPERASI SERBA USAHA UNIT JASA KEUANGAN SYARIAH ALHAMBRA KANTOR CABANG KEDUNG BARUK NO 58 RUNGKUT SURABAYA (Prespektif Fatwa Dewan Syariah Nasional No.4 Tahun 2000 Tentang Murâbahah) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Islam sebagai agama penyempurna membawa perubahan dalam kehidupan manusia, bukan hanya dalam permasalahan ibadah ubūdiyah saja namun juga dalam hal di luar ibadah ghairu ubūdiyah. Salah satu bentuk ajaran non ubūdiyah adalah tata cara bermuamalah. 1 Ruang lingkup muamalah sangat luas dan berhubungan erat dengan interaksi antar manusia. Pada umumnya yang menjadi pembahasan dalam muamalah adalah jenis, akad, dan tata cara transaksitransaksi yang dapat dilakukan oleh manusia dalam kehidupannya, seperti jual beli, kerjasama, hutang piutang, gadai, dan lain sebagainya. Pembiayaan murâbahah di Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syariah Alhambra Surabaya dimana pihak Koperasi diumpamakan sebagai pihak yang apabila seseorang ingin membeli suatu barang seperti sepeda motor dan orang tersebut kekurangan uang untuk membelinya maka pihak Koperasi memberikan pinjaman uang untuk digunakan membeli motor tersebut. Dengan 1 Gufron A.M., Fiqih Muamalah Kontemporer. (Jakarta: Raja Grafindo Persada,2001), h.2. 1

suatu asumsi bahwa pihak permohonan membeli motor bukan dari Koperasi sebagaimana sesuai aturan dalam murâbahah, melainkan dari si pemohonnya sendiri. Dari itulah yang melatarbelakangi penulis untuk meneliti sejauh mana praktik pembiayaan murâbahah di Koperasi Serba Usaha Alhambra Unit Jasa Keuangan Syariah Surabaya apakah sudah sesuai dengan Hukum Islam atau bahkan sama sekali menyimpang. Berdasarkan uraian yang sudah di paparkan serta melihat adanya beberapa perbedaan dalam implementasi fatwa Dewan Syariah Nasional pada praktik murâbahah di Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syariah Alhambra Surabaya, maka penulis tertarik untuk lebih jauh memahami, mengkaji, dan menganalisis praktik murâbahah pada Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syariah Alhambra Surabaya tersebut dan menyusunnya dalam skripsi yang berjudul : Praktik Murâbahah Di Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syariah Alhambra Kantor Cabang Kedung Baruk No 58 Rungkut Surabaya (Prespektif Fatwa Dewan Syariah Nasional No.4 Tahun 2000 Tentang Murâbahah). B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana praktik Murâbahah di Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syariah Alhambra Surabaya? 2. Apakah praktik Murâbahah di Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syariah Alhambra Surabaya sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional No.4 Tahun 2000 tentang murâbahah? 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA B. Kajian Teori 1. Pengertian Murâbahah Murâbahah adalah prinsip bai (jual beli) dimana harga jualnya terdiri dari harga pokok barang ditambah nilai keuntungan (ribh) yang disepakati. Pada murâbahah, penyerahan barang dilakukan pada saat transaksi sementara pembayarannya dilakukan secara tunai, tangguh, ataupun dicicil. 2 Murâbahah merupakan bagian terpenting dari jual beli dan prinsip akad ini mendominasi pendapatan lembaga keuangan dari produk-produk yang ada. Dalam islam, jual beli sendiri sebagai sarana tolong menolong antara sesama umat manusia yang diridhai oleh allah SWT. Dan juga, perdagangan dan perniagaan sendiri selalu dihubungkan dengan nilai-nilai moral, sehingga semua transaksi bisnis yang bertentangan dengan kebijakan tidaklah bersifat alami. Sebagai contoh, setiap pedagang atau penjual harus menyatakan kepada pembeli bahwa barang atau benda tersebut layak dipakai dan tidak ada cacat. Atau seandainya ada cacat maka itu pun harus diungkapkan dengan jelas. 2 Sunarto Zulkifli, Panduan Praktis Transaksi Perbankan Syariah, (Jakarta : Zikrul Hakim, 2007), 40. 3

2. Landasan Syar i Murâbahah (jual beli) hukumya halal berdasarkan dalil Al Qur an, sunnah dan iijma. Adapun dalil Al Qur an adalah firman Allah : Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (QS. Al Baqarah ayat 275), dan persaksikanlah apabilakamu berjual beli (QS. Al Baqarah ayat 282). 3 III BBB N OTI N M EBOBIM A. Jenis Penelitian Metode penelitian ini adalah penelitian empiris, yaitu penelitian dengan adanya data-data lapangan sebagai sumber data utama, seperti hasil wawancara dan observasi. Penelitian empiris digunakan untuk menganalisis hukum yang dilihat sebagai perilaku masyarakat yang berpola dalam kehidupan masyarakat yang selalu berinteraksi dan berhubungan dalam aspek kemasyarakatan. B. Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan merupakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. 3 Wiroso, Jual Beli Murâbahah, 15. 4

C. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat dimana melakukannya pengamatan untuk menemukan suatu pengetahuan. Penelitian ini dilakukan di salah satu Koperasi yaitu Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syariah Alhambra Surabaya Kantor Cabang Kedung Baruk No 58 Rungkut Surabaya. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN C. Analisis Praktik Ketentuan Murâbahah di Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syariah Alhambra Surabaya Dalam transaksi murâbahah yang terjadi di Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syariah Alhambra Surabaya tidak menyediakan barang jika melihat akad yang digunakan adalah murâbahah. Sedangkan salah satu syarat dalam murâbahah adanya barang sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas dan dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang murâbahah menjelaskan adanya barang sebagaimana yang tercantum dalam poin dua. barang yang diperjualbelikan tidak diharamkan oleh syariat Islam. Melihat praktik yang demikian maka dapat dikatakan bahwa di Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syariah Alhambra Surabaya tidak memenuhi syarat murâbahah sehingga praktik di Koperasi Serba Usaha Unit 5

Jasa Keuangan Syariah Alhambra Surabaya tidak bisa disebut dengan murâbahah tetapi qard. Walaupun bai al- murâbahah tidak memiliki rujukan atau referensi langsung dari Al Qur an dan Sunnah. Para ilmuwan, ulama, dan praktisi lembaga keuangan syariah menggunakan rujukan atau dasar hukum jual beli sebagai rujukannya. Agama Islam sendiri mengajarkan bahwa dalam bermuamalah tidak boleh terjadi penipuan, pengkhianatan, dan ghasab, sebaliknya wajib diselenggarakan dengan jelas dan terang-terangan serta tidak memasukkan syarat atau praktik yang tidak jelas, agar tidak melanggar hak masyarakat karena itu kepercayaan tersebut harus dijaga, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta ala: ي اأ ي ه ا ال ذ يه ء ام ى ىا ال ت خ ىو ىا هللا و الر س ىل و ت خ ىو ىا أ م او ات ك م و أ وت م ت ع ل م ىن Hai orang-orang beriman, janganlah kamu, mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahu (Al-Anfaal:27) Pada prinsipnya, dalam sistem keuangan Islam, lembaga-lembaga keuangan non bank yang diperlukan mempunyai peran yang hampir sama. Perbedaannya terletak pada prinsip dan mekanisme operasional dengan menghapuskan sistem bunga, baik dalam mekanisme investasi (langsung 6

ataupun tak langsung dan pasar uang antar bank) praktik atau sistem bebas bunga akan lebih mudah diterapkan secara integral. 4 Murâbahah pada awalnya merupakan konsep jual beli yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pembiayaan. Namun demikian bentuk jual beli ini kemudian digunakan oleh perbankan syariah dengan menambah beberapa konsep lain sehingga menjadi bentuk pembiayaan. Akan tetapi, validitas transaksi seperti ini tergantung beberapa syarat yang benar-benar harus diperhatikan agar transaksi tersebut diterima secara syariah. Dalam pembiayaan ini, bank sebagai pemilik dana membelikan barang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan oleh nasabah yang membutuhkan pembiayaan, kemudian menjualnya ke nasabah tersebut dengan penambahan keuntungan tetap. Sementara itu nasabah akan mengembalikan utangnya dikemudian hari secara tunai maupun cicilan. 5 Dengan tidak adanya ketersediaaan barang dalam akad murâbahah dan pihak nasabah yang tidak melaksanakan amanah serta tidak adanya pengontrolan dari pihak Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syariah Alhambra Surabaya sebagaimana mestinya maka hal tersebut bertentangan dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI sehingga akad murâbahah di Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syariah Alhambra Surabaya belum sesuai dengan ketetapan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI. 4 Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah: Deskripsi dan Ilustrasi (Yogyakarta: ekonsia, 2004), 3 5 Askarya, Akad & Produk Bank Syariah (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007), 83. 7

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai praktik murâbahah di Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syariah Alhambra Surabaya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Praktik murâbahah yang dilakukan Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syari ah Alhambra Surabaya mula-mula dimulai dari keinginan nasabah yang ingin mengajukan pembiayaan, kemudian nasabah mengajukan pembiayaan dengan datang ke kantor Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syari ah Alhambra Surabaya untuk memperoleh pembiayaan murâbahah dengan membawa persyaratan yang sudah diterangkan sebagaimana yang ada di atas. Setelah data diisi lengkap maka pihak koperasi Alhambra akan melakukan survey untuk kelayakan nasabah apakah nasabah memang layak untuk diberikan pembiayaan. Apabila dalam penyurveian nasabah dinyatakan layak untuk mendapat pembiayaan maka akan dilakukan akad murâbahah. Praktik yang terjadi pada nasabah yang penulis amati menunjukkan bahwa akad yang digunakan untuk biaya berobat dan biaya sekolah adalah murâbahah dengan pengadaan barang yang dikuasakan oleh Unit Jasa Keuangan Syari ah Koperasi Serba Usaha Alhambra kepada tanpa ada kejelasan barang apa yang harus dibeli. 8

2. Praktik murâbahah yang dilakukan Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syari ah Alhambra Surabaya menurut Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI belum sesuai karena dalam akad murâbahah pada poin kedua Fatwa tentang murâbahah disebutkan bahwa barang yang diperjualbelikan tidak diharamkan oleh syariat Islam. Dalam transaksi murâbahah yang terjadi di Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syariah Al Hambra Surabaya tidak menyediakan barang jika melihat akad yang digunakan adalah murâbahah. Sedangkan salah satu syarat dalam murâbahah adanya barang sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas dan dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional sendiri menjelaskan adanya barang sebagaimana yang tercantum dalam poin dua. barang yang diperjualbelikan tidak diharamkan oleh syariat Islam. Praktik murâbahah yang dilakukan Koperasi Serba Usaha Unit Jasa Keuangan Syari ah Alhambra Surabaya juga tidak memenuhi rukun jual beli murâbahah pada poin 3 yakni objek jual beli berupa barang, sedangkan dalam akad murâbahah di koperasi tersebut tidak adanya barang jadi akad murâbahah tidak sah. B. Saran Adapun saran-saran yang penulis anggap penting untuk diperhatikan adalah sebagai berikuat: 1. Bagi pihak Unit Jasa Keuangan Syari ah Koperasi Serba Usaha Alhambra Surabaya diharapkan mempertimbangkan kembali untuk 9

memperbaiki prosedur akad murâbahah agar sesuai dengan hukum Islam. 2. Bagi pihak nasabah diharapkan untuk melaksanakan ketentuan dalam akad yang telah disepakati sesuai dengan isi dalam surat perjanjian murâbahah tersebut. C. Penutup Syukur alhamdulillah peulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.tentunya penulisan skripsi ini jauh dari kesempurnaan.oleh karena itu saran dan kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan. Mudahmudahan skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi penulis, demikian juga bagi pembaca. Semoga Allah senantiasa mendengar doa penulis. 10