ELEKTRONIK WARUNG KELOMPOK USAHA BERSAMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN DIREKTORAT PENANGANAN FAKIR MISKIN PESISIR PULAU- PULAU KECIL DAN PERBATASAN ANTAR NEGARA
Arahan Presiden Rapat Terbatas Tentang Keuangan Inklusif 26 April 2016 1 Segera dirumuskan strategi nasional keuangan inklusif. Perpres tentang layanan keuangan digital agar disiapkan dengan baik. 2 Setiap bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non-tunai dan menggunakan sistem perbankan untuk kemudahan mengontrol, memantau, dan mengurangi penyimpangan. Penggunaan sistem perbankan dengan memanfaatkan keuangan digital dimaksudkan untuk memperluas inklusi keuangan 3 Penggunaan beragam kartu dalam menyalurkan dana bansos agar dapat diintegrasikan dalam satu kartu 3
Arahan Menteri Sosial Sesuai dengan Arahan Presiden 1 Semua program penanganan Kemiskinan perlu di sinergikan agar out-come-nya memberikan dampak luas, efisien dan efektif. 2 3 Pendamping dan masyarakat yang didampingi perlu diberdayakan, dan menjadi pelaku dari sistem keuangan inklusif, dalam rangka mempercepat meningkatan kesejahteraan mereka. Proses penanganan KUBE harus holistik, mulai dari pembentukan, pengorganisasian, sampai pada pemasaran hasil usahanya. 4
Sinergitas dan komplementaritas program untuk Keluarga Miskin Sasaran 16,2 Juta Keluarga Miskin
Bantuan Sosial dan Subsidi Program Keluarga Harapan (PKH) Program Indonesia Pintar (PIP) R RASTRA Jaminan Kesehatan Nasional Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) Jenis Bantuan Tunai Tunai Beras Asuransi Mekanisme Saat ini sosial Tunai Tunai melalui PT Pos LKD Berbasis Bank (Pilot) Rekening bank reguler Diantar langsung ke penerima - Tunai Melalui PT Pos LKD (Pilot)
Prinsip Bantuan Sosial Non-Tunai 1 2 Semua penerima bantuan akan memiliki rekening tabungan bank Semua bantuan sosial (tunai dan e-voucher) akan masuk ke dalam rekening tersebut 4 Pencairan bantuan dilakukan melalui agen/outlet 3 Pencairan bantuan oleh penerima manfaat dilakukan dengan menggunakan teknologi moda transaksi yang tersedia 7
LANDASAN KEBIJAKAN Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 2011, tentang Penanganan Fakir Miskin; Peraturan Pemerintah No 63 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Upaya Penanganan Fakir Miskin Melalui Pendekatan Wilayah; Peraturan Presiden No. 63 Tahun 2017, tentang Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 20 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sosial; Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK No.254/PMK.05/2015, tentang Belanja Bantuan Sosial pada Kementerian Negara/Lembaga PMK Nomor 228/PMK.05/2016 tentang Perubahan Atas PMK No.254/PMK.05/2015, tentang Belanja Bantuan Sosial pada Kementerian Negara/Lembaga Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2016 Tentang bantuan Pengembangan Sarana Usaha Melalui Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (E- Warong KUBE-PKH). Permensos No. 8 Tahun 2017 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2016 Tentang bantuan Pengembangan Sarana Usaha Melalui Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (E-Warong KUBE- PKH
Peraturan Mensos RI Nomor 25 Tahun 2016 Tentang bantuan Pengembangan Sarana Usaha Melalui Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (E-Warong KUBE-PKH).
Apa itu E-Warong Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama-Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disebut e-warong KUBE-PKH adalah sarana usaha yang didirikan oleh KUBE di bidang jasa sebagai sarana pencairan bantuan sosial berupa bahan pangan pokok dan/atau uang tunai secara elektronik, kebutuhan usaha, serta pemasaran hasil produksi anggota KUBE Dari pengertian tersebut di atas e-warong KUBE-PKH melayani 4 (empat) hal yaitu: (1) Pelayanan jasa pencairan bantuan sosial non-tunai berupa bahan pangan pokok secara elektronik; (2) penyediaan kebutuhan-kebutuhan pokok warga masyarakat lingkungan sekitarnya; (3) Pemasaran hasil produksi penerima bantuan dan (4) Penarikan dana tunai.
Tujuan E-Warong. Memastikan bahwa bantuan yang diterima masyarakat tepat sasaran; Meningkatkan kapasitas penerima manfaat untuk mengembangkan kemampuan berusaha Menyediakan sarana pelayanan transaksi keuangan secara elektronik untuk pencairan Bantuan Sosial Mengenalkan transaksi pelayanan perbankan kepada penerima manfaat seperti menabung, penggunaan kartu elektonik untuk transaksi pembayaran dan tarik tunai Sebagai tempat menampung dan memasarkan hasil produksi masyarakat sekitar terutama penerima manfaat Menyediakan bahan pangan pokok sehari-hari dengan harga terjangkau bagi penerima manfaat (penerima PKH, BPNT).
Sasaran Penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),terdiri dari: penerima bantuan sosial peserta program keluarga harapan, penerima bantuan pangan nontunai, penerima bantuan subsidi gas elpiji, Penerima Program Indonesia Pintar. Masyarakat bukan penerima kartu KKS, terdiri dari: Penerima bantuan UEP Anggota kelompok KUBE Masyarakat sekitar
Pembentukan E-Warong. Proses pembentukan KUBE Jasa: Diawali dengan penentuan lokasi, (desa, Kecamatan pada setiap kabupaten) Validasi terhadap peserta PKH yang produktif untuk mendapatkan 10 sepuluh) orang Bimbingan teknis kepada yang tervalidasi Fasilitasi musyawarah membentuk kelompok dan kepengurusannya (ketua merangkap anggota 1 orang; sekretaris merangkap anggota 1 orang; bendahara merangkap anggota 1 orang dan anggota) Pengurus yang terpilih melaporkan ke Dinas Sosial Kabupten dengan surat pengantar dari Kepala Desa Setempat. Dinas Sosial kabupaten menetapkan kepengurusan KUBE
Lanjutan Struktur organisasi (dibuatkan bagan struktur saja) Ketua merangkap anggota sebanyak 1 orang Sekretaris merangkap anggota sebanyak 1 orang Bendahara merangkap anggota sebanyak 1 orang Anggota sebanyak 7 orang Penyelia sebanyak 1 orang Keanggotan KUBE Peserta PKH, memiliki kartu keluarga sejahtera Memiliki identitas diri, dan berdomisili tetap Usia 18 s/d 60 tahun dan telah menikah dan sehat produktif untuk melakukan akvitas usaha Memiliki minat berusaha dan keterampilan Keanggotaan KUBE Jasa berakhir, apabila : Telah meninggal dunia Mengundurkan diri Pindah tempat tinggal ke kecamatan lain Melakukan tindak pidana
Tempat E-Warong Tempat untuk mendirikan e-warong KUBE PKH harus bertempat di rumah salah satu pengurus KUBE Jasa atau tempat lain berdasarkan kesepakatan anggota KUBE Jasa. Pemilik rumah/tempat lain yang menjadi lokasi e- warong harus menandatangani surat pernyataan dengan bermaterai cukup mengenai kesediaan penggunaan rumah untuk digunakan sebagai tempat e- Warong KUBE PKH. Surat pernyataan (format terlampir) memuat:» kesediaan rumah untuk digunakan sebagai tempat e-warong KUBE PKH paling singkat 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan.» tidak menuntut biaya sewa dan/atau biaya lainnya atas penggunaan rumah sebagai tempat e-warong KUBE PKH.
Contoh SURAT PERNYATAAN Saya yang bertandatangan di bawah ini: Nama :.. Umur :.. Jenis Kelamin :.. Alamat Rumah : Menyatakan: Bersedia meminjamkan secara sukarela tanah atau teras dari rumah saya menjadi tempat kegiatan Elektonik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan yang akan dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama bidang jasa sebanyak 10 orang sebagai upaya penanganan dan pemberdayaan fakir miskin secara berkelanjutan. Selama peminjaman ini atau masih berjalannya kegiatan Elektonik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan, saya tidak menerima biaya sewa atau sejenisnya Mendukung kegiatan Eloktronik Warung Gotong Royong Demikian surat pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan sehat walaifiat, tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Jakarta.. Juli 2017 Yang membuat Pernyataan Materai 6000 Kepala Desa (.) Mengetahui Pendamping.
Kriteria E-Warong Lokasi terkoneksi jaringan internet dan jaringan listrik; Melayani 500 (lima ratus) sampai dengan 1000 (seribu) penerima manfaat yang berasal dari anggota KUBE peserta PKH, dan penerima beras untuk rakyat sejahtera yang berasal dari 1 (satu) kecamatan atau lebih, dalam 1 (satu) kabupaten Menggunakan rumah pengurus atau anggota KUBE Jasa Pengurus atau anggota yang rumahnya menjadi tempat usaha e- Warong KUBE-PKH tidak meminta sewa dan juga menandatangani surat pernyataan dengan bermaterai cukup atas kesediaan penggunaan rumah untuk e-warong KUBE-PKH Melaksanakan transaksi bantuan sosial nontunai. Aksesibilitas jalan yang memadai
Mekanisme Kepala Dinas Sosial Kabupaten mengusulkan permohonan e-warong KUBE-PKH kepada Menteri Sosial dengan dilengkapi data nama dan alamat penerima bantuan pengembangan sarana usaha dan tembusan disampaikan kepada kepala dinas sosial provinsi (format proposal terlampir) Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Cq. Direktorat Penanganan Fakir Miskin Pesisir, Pulau-pulau Kecil dan Perbatasan Antar Negara melakukan verifikasi terhadap usulan permohonan dari dinas sosial kabupaten Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Cq. Direktorat Penanganan Fakir Miskin Pesisir, Pulau-pulau Kecil dan Perbatasan Antar Negara menetapkan lokasi dan penerima bantuan e-warong KUBE-PKH yang telah lolos hasil verifikasi. Hasil penetapan lokasi dan penerima bantuan e-warong KUBE-PKH disampaikan kepada dinas sosial kabupaten dengan tembusan Dinas Sosial Provinsi. Dinas Sosial Kabupaten menyampikan hasil penetapan lokasi kepada KUBE Jasa untuk membentuk e-warong KUBE PKH. KUBE Jasa yang telah ditetapkan untuk dibentuk e-warong KUBE PKH mengajukan proposal permohonan BPSU dan bantuan KUBE kepada Menteri c.q Direktorat Penanganan fakir Miskin Perkotaan dan Direktorat Penanganan Fakir Miskin Pesisir, Pulau-Pulau Kecil dan Perbatasan Negara melalui dinas sosial kabupaten. Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin melakukan verifikasi atas keberadaan KUBE Jasa dan e- Warong KUBE PKH. Hasil verifikasi setelah memenuhi persyarataan sebagai KUBE Jasa dan e-warong KUBE PKH ditetapkan sebagai penerima BPSU dan bantuan KUBE. KUBE Jasa yang telah menerima BPSU dan bantuan melakukan pembentukan e-warong KUBE PKH dan pelaksanaan kegiatan e-warong KUBE PKH.
Lanjutan Dalam hal pembentukan e-warong KUBE PKH dilakukan koordinasi dengan Instansi terkait, meliputi: Perum Bulog/Distibutor dalam penyediaan bahan pangan pokok HIMBARA dalam penyediaan layanan transaksi keuangan secara elektronik Koperasi dalam rangka penguatan kapasitas e-warong KUBE PKH yang meliputi SDM dan kelembagaan Setelah e-warong KUBE-PKH dan penerima bantuan sudah ditetapkan, maka dilanjutkan dengan penyaluran dana bantuan stimulant e-warong KUBE PKH yang meliputi Bantuan Sosial KUBE Jasa senilai Rp.20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) berupa modal usaha dan modal kerja. Pemanfaatan bantuan permodalaan ini 25% (dua puluh lima persen) pembelian bahan pangan pokok dan 75% (tujuh puluh lima persen) modal kerja mendukung usaha sesuai dengan kebutuhan prioritas seperti pembelian: listrik dengan kapasitas sebesar 900 Wat, timbangan barang, mesin pengemas hampa udara, lemari pendingin, dan/atau alat pengangkut barang. Dalam hal sisa dari pembelian modal kerja atau belum digunakan untuk pembelian modal kerja, harus dimanfaatkan untuk modal usaha.
Lanjutan Bantuan Pengembangan Sarana Usaha sebesar Rp. Rp.10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) untuk rehabilitasi ruangan, pengadaan lemari etalase, dan rak tempat barang. Pembelian barang tersebut faktur pembelian barang atau bukti lainnya yang sah. Bantuan stimulant yang telah diterima tidak digunakan untuk pembelian alat tulis kantor, honorarium pengurus, transport, dan kegiatan politik. Cara penyaluran bantuan dengan dilakukan dengan cash transfer melalui rekening KUBE Jasa.
Pengembangan Sarana Usaha Melalui Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (E-Warong KUBE-PKH) sebagai Sarana Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai dan Bantuan Sosial Non Tunai 1. Kementerian Sosial 2. Kemeterian Teknis Lainnya 3. Perbankan (Himbara) 4. Perum Bulog/Distributor Pangan 5. Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten 6. Bappeda Kabupaten 7. Dinas Teknis Lainnya 8. Camat 9. Kepala Desa/Lurah 10. Kelompok Usaha Bersama di Bidang Jasa 11. Penyelia/Pendamping