BAB 1 Arsitektur Layanan E-Mail Dewasa ini E-Mail telah menjadi sarana komunikasi standar bagi para user komputer. Fasilitas yang 5 tahun lalu masih terbilang langka tersebut saat ini telah tersedia di hampir setiap kota yang terjangkau fasilitas telepon. E-Mail juga mulai menggeser peranan surat konvensional yang menggunakan kertas. Kecepatan dan kepraktisan menjadi alasan utama para pengguna E-Mail dibandingkan menggunakan surat konvensional. Buku ini berusaha membahas penyediaan layanan E-Mail di sisi servernya. Para administrator sistem dituntut untuk mengetahui arsitektur dan konfigurasi mail server dengan baik sehingga dapat memberikan layanan serta pengamanan terhadap para usernya secara maksimal. 1.1 Perangkat Pendukung E-Mail Untuk memberikan layanan E-Mail diperlukan software dan hardware pendukung yang meliputi software untuk mail server dan klien E-Mail, serta perangkat hardware berupa komputer yang bertindak sebagai server layanan E-Mail. 1
Published by BSMDaemon.com CopyRight BSMDaemon.com 1.1.1 Mail Server Aplikasi mail server merupakan software yang berfungsi sebagai pusat pengendali dan manajemen layanan E-Mail. Fungsi utamanya adalah menyediakan konfigurasi account user, pengaturan routing E-Mail, serta pembatasan terhadap hak-hak user. Selain itu aplikasi ini memiliki fungsi pelindung terhadap berbagai gangguan eksternal seperti spam dan virus. Fungsi mail server dapat dianalogikan dengan kantor pos dalam sistem pengiriman surat konvensional. Berikut ini adalah beberapa jenis mail server yang umum digunakan saat ini : Microsoft Exchange Server Lotus Notes MDaemon Sendmail Qmail Setiap aplikasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masingmasing, tergantung pada tingkat kebutuhan anda serta dana yang tersedia. Dalam buku ini anda akan mempelajari lebih lanjut mengenai pemanfaatan MDaemon versi 6.5 sebagai mail server. Gambar berikut memberikan contoh jendela tampilan utama MDaemon, yang merupakan salah satu mail server populer saat ini. 2 www.bsmdaemon.com Gambar 1.1 Menu utama MDaemon
1.1.2 E-Mail Client Untuk mengakses layanan E-Mail diperlukan aplikasi di sisi klien sehingga pengguna dapat mendownload E-Mail. Aplikasi ini menghubungi mail server dengan mengirimkan informasi account user dan password. Apabila server menerima account dan password tersebut maka E-Mail untuk suatu account akan didownload ke klien, biasanya menggunakan protokol POP3. Apabila seorang user mengirimkan E-Mail maka mail server akan mendownload E- Mail tersebut menggunakan protokol SMTP. Anda dapat menggunakan berbagai software klien E-Mail baik berbasis windows maupun web. Beberapa mail server telah membundel software klien berbasis web tersebut dengan mail servernya. Misalnya bila anda menggunakan MS Exchange Server 2000 maka anda dapat memakai Outlook Web Access sebagai kliennya. Sedangkan MDaemon memiliki WorldClient sebagai klien webnya. Beberapa contoh aplikasi klien E-Mail yang menggunakan antar muka windows antara lain adalah : MS Outlook Express Eudora The Bat! Gambar berikut adalah contoh jendela utama Outlook Express, yang merupakan klien E-Mail paling populer saat ini. 3
Published by BSMDaemon.com CopyRight BSMDaemon.com Gbr 1.2 Jendela Utama Outlook Express 1.1.3 Kebutuhan Hardware Spesifikasi hardware untuk mail server sangat tergantung pada tingkat kebutuhan dan software yang digunakan. Beberapa faktor yang mempengaruhi spesifikasi hardware mail server adalah sebagai berikut : Jumlah user yang dilayani Ruang lingkup layanan E-Mail Tingkat kesibukan lalu lintas E-Mail Software mail server yang digunakan Kebutuhan hardware minimum untuk MDaemon sebagai mailserver adalah komputer minimal kelas Pentium dengan RAM 32 MB. Untuk jumlah user yang besar disarankan menggunakan komputer kelas Pentium III dengan RAM 128 MB. Sistem operasi yang dapat digunakan adalah Windows 98, Windows NT, maupun Windows 2000. Untuk aplikasi yang serius disarankan anda menggunakan Windows NT atau Windows 2000 sehingga sistem keamanan dan stabilitasnya dapat ditingkatkan. 1.2 Manfaat Mengelola Mail Server Sendiri Mungkin anda bertanya mengapa suatu organisasi non ISP perlu mengelola mail servernya sendiri, dan bukan langsung menghubungkan setiap usernya ke internet untuk mengakses E-Mail. Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai hal tersebut : 1) Menjamin keamanan jaringan dari serangan virus, trojan, maupun berbagai file berbahaya lainnya. Pada mail server dipasang antivirus yang selalu diupdate secara rutin. Karena setiap E-Mail keluar dan masuk jaringan selalu melewati mail server maka E-Mail tersebut terlebih dahulu discan oleh antivirus yang terpasang. 2) Melindungi jaringan dari gangguan spam maupun berbagai E-Mail yang dipandang dapat mengganggu produktivitas pekerjaan. MDaemon memiliki berbagai tool untuk anti spam, E-Mail filter, maupun address surpression untuk melakukan black list terhadap alamat E-Mail, domain, maupun host tertentu sehingga E-Mail yang masuk dalam daftar banned akan ditolak sebelum diterima oleh user. 4 www.bsmdaemon.com
3) Menghemat biaya koneksi internet, baik dari segi waktu maupun bandwidth. Cara ini terutama sangat bermanfaat bagi anda yang masih menggunakan koneksi dial up. Koneksi dengan internet dapat diatur dengan metode penjadwalan baik untuk pengiriman maupun penerimaan. Dengan demikian biaya koneksi internet dapat lebih dikendalikan. Useran mail server juga menghemat jumlah koneksi internet, karena anda dapat menyediakan layanan E-Mail hanya dengan menggunakan 1 account ke ISP. 4) Memudahkan administrasi dan pengaturan account E-Mail, terutama jika jumlah account yang dikelola berjumlah sangat banyak. Bila jumlah user E-Mail dalam jaringan anda sudah mencapai ratusan, maka akan sangat sulit mengatur koordinasi dengan ISP anda untuk menentukan hak maupun kebutuhan tiap user yang berbeda-beda. Dengan mengelola mail server sendiri anda sebagai administrator akan lebih leluasa dalam menentukan kebijakan dan hak tiap user sesuai dengan aturan perusahaan. 1.3 Protokol layanan E-Mail Secara umum layanan E-Mail berjalan pada protokol TCP/IP yang telah menjadi standar komunikasi di internet dan jaringan komputer saat ini. Protokol TCP/IP sendiri sebenarnya merupakan kumpulan berbagai macam protokol dan kemudian terangkum dalam satu set seperti yang dikenal saat ini. Terdapat dua protokol utama yang sering digunakan dalam layanan E- Mail : Simple Mail Transfer Protokol (SMTP) Post Office Protocol Version 3 (POP3) Selain kedua protokol tersebut juga dikenal Internet Mail Access Protocol (IMAP) yang fungsinya mirip POP3 dengan beberapa kelebihan. Berikut akan dijelaskan fungsi dan cara kerja masing-masing protokol tersebut. 1.3.1 Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) Protokol SMTP merupakan metode standar yang digunakan untuk pengiriman E-Mail dalam jaringan berbasis TCP/IP. Spesifikasi teknis SMTP dijelaskan dalam RFC 82 dan 822. Fungsi utama SMTP adalah menyampaikan E-Mail dari suatu host ke host lainnya dalam jaringan. Protokol ini tidak memiliki kemampuan untuk 5
Published by BSMDaemon.com CopyRight BSMDaemon.com melakukan penyimpanan dan pengambilan E-Mail dari suatu mailbox. Service SMTP berjalan pada protokol TCP port 25, yang merupakan port standar service SMTP. Karena SMTP tidak memiliki kemampuan penyimpanan E-Mail dalam mailbox, maka diperlukan protokol lain untuk menjalankan fungsi tersebut yaitu POP3 dan IMAP. Ketika sebuah E-Mail dikirimkan ke suatu alamat maka server DNS akan mencari host tujuan berdasarkan informasi MX record yang telah didaftarkan. Host tujuan tersebut merupakan server SMTP yang siap menerima koneksi dari host lain. Setelah koneksi berhasil dilakukan maka E-Mail akan didownload ke host tujuan dan disimpan dalam mailbox pengguna untuk diambil menggunakan protokol POP3. Komputer pengirim menggunakan beberapa perintah berikut dalam proses pengiriman E-Mail : Mail fr : memberitahukan identitas host pengirim kepada host penerima Rcpt to : memberitakan identitas pengirim ke host tujuan, misal anto@abc.com Data : merupakan pesan yang dikirim dalam E-Mail berupa text ASCII Quit : perintah menutup koneksi SMTP Dari sisi klien E-Mail, server SMTP merupakan sarana untuk melakukan outgoing connection atau mengirimkan pesan. Sedangkan untuk incoming connection digunakan protokol POP3. 1.3.2 Post Office Protocol version 3 (POP3) Protokol POP yang banyak digunakan saat ini adalah versi 3 atau lebih dikenal sebagai POP3. Peran potokol ini adalah untuk mengambil E-Mail yang tersimpan dalam mailbox tiap user di mail server, yang biasanya juga berfungsi sekaligus sebagai SMTP server. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa SMTP tidak memiliki mekanisme penyimpanan E-Mail ke mailbox dan mendistribusikannya tiap user, sehingga protokol POP3 mengambil peran tersebut. Server POP3 menyimpan sementara E-Mail tiap user di dalam mailboxnya masing-masing sebelum akhirnya didownload oleh user bersangkutan menggunakan klien E-Mail seperti Outlook maupun Eudora. Dalam proses pengambilan tersebut klien E-Mail terhubung ke mail server menggunakan protokol POP3 yang berjalan pada TCP port 110. 6 www.bsmdaemon.com
Skenario pengambilan E-Mail dengan POP3 ini juga dapat digunakan oleh suatu mail server untuk mengambil E-Mail dari mail server lain, jadi tidak terbatas digunakan oleh klien E-Mail saja. Dalam berhubungan dengan server, klien POP3 menggunakan beberapa berintah sebagai berikut : Stat : meminta informasi jumlah pesan yang tersedia List : menentukan ukuran setiap pesan yang akan diambil Retr : mengambil pesan yang terdapat di server Quit : mengakhiri session POP3 1.3.3 Internet Mail Access Protocol version 4 (IMAP4) IMAP4 adalah standar protokol internet yang digunakan dalam penyimpanan dan pengambilan E-Mail dari host SMTP. Peranan IMAP4 hampir sama dengan POP3 dengan beberapa kelebihan yang dimiliki. Sebuah server IMAP4 menyimpan E-Mail tiap user yang diterima oleh server SMTP, dan mengirimkannya kepada klien E-Mail ketika user mendownload pesan tersebut dengan klien IMAP4 seperti Microsoft Outlook atau Outlook Express. Protokol IMAP4 memiliki beberapa fasilitas yang tidak dimiliki oleh POP3 yaitu : Akses terhadap beberapa folder sekaligus, termasuk public folder. Penyimpanan pesan di server setelah dibaca oleh pengguna, sehingga seorang pengguna dapat membaca kembali E-Mail tersebut pada waktu maupun lokasi lain. Fasilitas pencarian pesan tertentu untuk didownload. Pembuatan hirarki folder untuk penyimpanan pesan di server. Pemilihan download suatu pesan sekaligus bersama lampiran (attachment) atau hanya mengambil lampirannya saja. Untuk mengambil pesan dari server IMAP4, sebuah klien IMAP4 menghubungkan diri ke server dan membentuk session TCP pada port 143. Klien tersebut menyampaikan beberapa perintah ke server untuk mengambil E-Mail. List : mengambil daftar folder yang terdapat dalam mailbox 7
Published by BSMDaemon.com CopyRight BSMDaemon.com Select : memilih folder tertentu untuk mengakses pesan di dalamnya Fetch : mengambil pesan tertentu untuk didownload Logout : mengakhiri session IMAP4 1.3.4 Peranan DNS Server dalam Layanan E-Mail Dalam jaringan internet yang berbasis protokol TCP/IP, server DNS (Domain Name Service) memegang peranan sangat penting. Tugas utamanya adalah menterjemahkan host name menjadi IP address yang dapat dimengerti oleh komputer. Komputer mengenali komputer lain dalam jaringan berdasarkan IP address yang dimilikinya, sedangkan manusia terlalu susah untuk menghafal IP address tersebut. Karena manusia lebih mudah menghafalkan nama suatu domain maka diperlukan server DNS sebagai penterjemahnya. Dalam layanan E-Mail server DNS berperan sebagai penunjuk jalan routing suatu E-Mail. Apabila terdapat suatu E-Mail maka server DNS akan mengecek nama domain yang terdapat pada alamat tujuan. Berdasarkan domain tujuan tersebut maka server DNS menunjukkan informasi mail exchanger (MX) record suatu domain. Selanjutnya pesan akan diteruskan ke host tujuan berdasarkan nama host yang terdapat dalam MX record, dimana host tersebut adalah server SMTP dari alamat tujuan. Pesan tersebut disimpan di mail server tujuan sampai tiba saatnya pengguna mendownload E-Mail. Suatu domain yang memiliki alamat E-Mail harus didefinisikan server SMTP nya. Informasi tersebut disimpan di dalam server DNS berupa entri MX record. Misalkan untuk alamat budi@yahoo.com, maka domain yahoo.com harus didefinisikan MX recordnya sehingga server DNS dapat mencari mail server untuk menyampaikan E-Mail. Di dalam server DNS dibuat entri MX record yang menunjukkan apabila terdapat E-Mail yang ditujukan kepada suatu alamat di yahoo.com maka pesan tersebut diteruskan ke suatu host bernama mail.yahoo.com, yang merupakan server SMTP sekaligus mail server untuk yahoo.com. Sebuah domain dapat memiliki beberapa MX record sekaligus yang masing-masing didefinisikan prioritasnya. Dengan demikian apabila server utama mengalami gangguan maka dapat dikirim ke server berikutnya dengan prioritas di bawahnya. Apabila anda mendaftarkan domain untuk organisasi anda dan mendapatkan fasilitas layanan E-Mail maka domain tersebut akan didaftarkan MX recordnya ke server DNS. Pengisian entri MX record tersebut menjadi 8 www.bsmdaemon.com
tanggung jawab pengelola domain tempat anda mendaftar. Anda perlu memastikan entri MX record serta alamat server SMTP dan POP3 untuk domain anda. Dengan demikian apabila terjadi gangguan akan lebih mudah bagi anda melakukan perbaikan dan penelusuran sumber gangguan tersebut. 1.4 Memahami Routing E-Mail Pemahaman terhadap sistem routing E-Mail sangat penting bagi seorang administrator mail server. Dengan mengetahui tahap-tahap pengiriman suatu pesan maka akan lebih mudah bagi anda untuk mengatasi gangguan yang mungkin terjadi pada server anda. Pengetahuan terhadap routing E-Mail juga berguna apabila anda akan melakukan perencanaan sistem E-Mail yang akan digunakan. Terdapat banyak alternatif untuk memilih metode pengiriman dan penerimaan E-Mail, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Apabila anda memahami routing E-Mail maka akan lebih mudah bagi anda menentukan metode yang akan digunakan. 1.4.1 E-Mail di dalam LAN Penyediaan layanan E-Mail di lingkungan LAN umumnya bertujuan untuk memudahkan koordinasi antar bagian dalam suatu organisasi. Lingkup LAN tersebut sebenarnya bisa diperluas dalam skala MAN maupun WAN, selama jaringan tersebut masih bersifat privat bagi organisasi tersebut. Penerapan E- Mail di lingkungan ini sering disebut sebagai E-Mail internal, karena tidak menggunakan jaringan publik atau internet. Apabila seorang user mengirimkan pesan ke user lain sesama anggota jaringan, maka E-Mail tersebut akan dikirim ke mail server di jaringan tersebut. User di alamat tujuan mendownload E-Mail dengan menghubungkan diri ke mail server. Peranan mail server di LAN dapat diandaikan sebagai ISP bagi para usernya, tentunya dalam lingkup yang lebih kecil. Mail server tersebut berfungsi sebagai server SMTP dan POP3 bagi para user jaringan. Gambar 1.3 memberikan deskripsi routing E-Mail di LAN. 9
Published by BSMDaemon.com CopyRight BSMDaemon.com kirim terima Client1 terima Mail server kirim Client2 Gambar 1.3 Routing E-Mail di lingkungan LAN Client3 Jenis aplikasi yang digunakan di sisi klien dan server umumnya sama dengan penyediaan E-Mail di internet. Perbedaan utamanya terletak pada jaringan yang digunakan, karena penyediaan E-Mail di LAN tidak memerlukan ISP sebagai penyedia koneksi internet. Karena ruang lingkup layanan ini bersifat internal maka anda tidak perlu memiliki domain yang terdaftar resmi di internet. Layanan E-Mail internal dapat pula digabungkan dengan layanan E-Mail eksternal. Dengan demikian pengguna jaringan internal dapat berhubungan dengan pengguna di internet. Untuk menyediakan layanan jenis ini anda harus menggunakan domain yang terdaftar resmi di internet. MDaemon akan menentukan apakah suatu E-Mail bersifat internal atau eksternal berdasarkan alamat pengirim dan penerimanya. Apabila alamat pengirim dan penerima memiliki domain sama dan domain tersebut terdaftar di MDaemon maka E- Mail tersebut dianggap sebagai E-Mail internal sehingga tidak perlu didistribusikan melewati jaringan internet. Tetapi bila alamat tujuan tidak terdaftar di MDaemon maka akan dikirimkan melewati jaringan internet dan dianggap sebagai E-Mail eksternal. 1.4.2 E-Mail di Jaringan Internet Penyampaian E-Mail di internet mengunakan jaringan publik atau jaringan internet. Sebuah E-Mail akan melalui beberapa server sebelum akhirnya diterima alamat tujuan. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, server 10 www.bsmdaemon.com
DNS memegang peranan amat penting sebagai penunjuk jalan rute-rute yang dilalui. Perjalanan sebuah pesan dimulai ketika pengirim menggunakan klien E-Mail, misalnya Outlook untuk mengirimkan E-Mail. Klien E-Mail akan menghubungkan dirinya dengan server SMTP yang telah ditentukan. Server SMTP tersebut dapat berupa mail server di jaringan internal atau sebuah server di internet. Selanjutnya server SMTP akan memeriksa nama domain alamat tujuan. Mail server menghubungi server DNS yang telah ditetapkan untuk mencari alamat host tujuan sebagaimana tertulis pada entri MX record di server DNS. Apabila MX record alamat tujuan terdapat di server DNS tersebut, E-Mail segera dikirimkan ke host tujuan. Apabila MX record tidak terdapat di server DNS, maka server tersebut akan menghubungi server DNS lain untuk mendapatkan MX record alamat yang dituju. Begitu seterusnya sampai informasi alamat host tujuan didapat dari salah satu server DNS yang dihubungi. Aturan routing antar server DNS tersebut ditetapkan oleh ISP dan badan lain yang berwenang. Gambar 1.4 menjelaskan routing E-Mail di internet. Mail server ISP Mail server ISP Internet Server DNS kirim Pengirim Mail server LAN Alamat tujuan Gambar 1.4 Routing E-Mail di internet 11
Published by BSMDaemon.com CopyRight BSMDaemon.com 1.5 Metode Pengiriman E-Mail Terdapat 2 metode yang dapat dilakukan mail server untuk mengirimkan E- Mail ke alamat tujuan. Cara pertama adalah menggunakan SMTP relay, sedangkan cara kedua dengan pengiriman langsung ke server SMTP tujuan berdasarkan informasi yang terdapat dalam MX record. Cara mana yang akan anda gunakan sangat relatif tergantung pada kondisi jaringan, koneksi yang digunakan, serta fasilitas yang didapat dari mail hosting. Ketika mendaftar layanan E-Mail untuk domain organisasi anda, sebaiknya ditanyakan mengenai metode pengiriman dan penerimaan yang bisa gunakan dari mail server anda. Keterangan tersebut sangat penting untuk menghindari kesalahan konfigurasi yang berakibat pada penolakan pengiriman dan penerimaan E-Mail. 1.5.1 Relay SMTP Server Cara pertama adalah melakukan pengiriman E-Mail ke internet melalui SMTP Relay pada server SMTP milik ISP langganan anda. Protokol SMTP berfungsi untuk mendownload pesan dari klien E-Mail ke server SMTP yang ada di ISP. Selanjutnya server SMTP melakukan pengiriman E-Mail ke alamat tujuan masing-masing. Dengan metode ini MDaemon tidak langsung mengirim E-Mail ke alamat tujuan, tetapi mengirimkannya ke server SMTP milik ISP. Sedangkan pengiriman E-Mail ke alamat tujuan menjadi tugas server SMTP tersebut. Karena tugas sebagai mediator tersebut maka server SMTP di ISP disebut sebagai SMTP relay. Cara kerja sistem ini dapat dilihat pada gambar berikut 12 www.bsmdaemon.com
Mail server ISP (SMTP Relay) Mail server tujuan Internet Server DNS MDaemon Alamat tujuan Gambar 1.5 Pengiriman E-Mail menggunakan SMTP relay Apabila anda akan menggunakan metode ini maka server SMTP harus mengijinkan untuk menerima relay E-Mail dari domain anda. Artinya Server SMTP tersebut dibuka fasilitas relaynya sehingga anda dapat mengirimkan E-Mail melalui server tersebut. Anda dapat menanyakan hal ini ke perusahaan mail hosting atau ISP pada saat anda melakukan registrasi domain dan fasilitas E-Mail. Biasanya perusahaan mail hosting dan ISP membuka server SMTP nya bagi domain pelanggannya yang terdapat di server tersebut. Apabila anda menggunakan domain lain yang tidak terdaftar di server tersebut maka E-Mail anda akan ditolak, karena domain yang anda gunakan tidak memiliki hak untuk menggunakan server SMTP nya. Ada beberapa ISP yang membuka server SMTP nya untuk melakukan relay selama anda melakukan dial dengan account ISP tersebut. Berdasarkan pengalaman penulis, ISP LinkNet membebaskan pelanggannya melakukan relay melalui smtp.link.net.id selama domain yang digunakan untuk mengirim terdaftar resmi di internet serta melakukan dial dengan account dari LinkNet. Sedangkan Telkomnet menutup servernya bagi pengiriman E-Mail dari domain non telkom.net. Sebelum anda mendaftar ke suatu ISP ada baiknya anda menanyakan hal-hal tersebut agar tidak menyulitkan di kemudian hari. Beberapa ISP mewajibkan anda melakukan autentifikasi dengan user name dan password sebelum anda mengirim melalui server SMTP mereka. Hal ini dilakukan untuk mencegah tindakan spam yang sangat merugikan ISP maupun penerima E-Mail. 13
Published by BSMDaemon.com CopyRight BSMDaemon.com Kelebihan menggunakan metode ini dibandingkan dengan cara lain adalah dalam hal kecepatan pengiriman. Karena semua E-Mail ke internet dikirimkan ke SMTP relay tersebut maka pengiriman menjadi lebih cepat. Ini berbeda apabila anda mengirim langsung ke alamat tujuan dengan menggunakan MX Record pada server DNS yang akan di bahas pada sub bab selanjutnya. Karena kecepatan metode ini, maka sangat cocok bagi anda yang masih menggunakan koneksi dialup ke internet. 1.5.2 MX Record pada DNS Server Cara lain dalam mengirimkan E-Mail adalah dengan mengirim langsung ke alamat tujuan tanpa melewati SMTP relay. Cara kerja metode ini adalah dengan memanfaatkan server DNS milik ISP untuk mencari mail server dari tiap-tiap alamat tujuan, yang terdapat dalam entri MX record. Dengan demikian apabila suatu E-Mail dikirim maka MDaemon akan menghubungi server DNS dan selanjutnya DNS mencari MX record dari tiap alamat tujuan. Setelah mail server tujuan ditemukan maka E-Mail dikirim ke server tujuan, selanjutnya server tersebut mendistribusikan E-Mail yang diterima ke masing-masing usernya. DNS server ISP Internet Mail server tujuan Mail server tujuan Alamat tujuan MDaemon Alamat tujuan Gambar 1.6 Pengiriman E-Mail langsung dengan MX record di DNS 14 www.bsmdaemon.com
Keuntungan utama pengiriman dengan metode ini adalah anda tidak terikat pada peraturan pengunaan SMTP pada ISP, karena E-Mail dikirim langsung ke server tujuan tanpa melalui fasilitas relay. Karena dalam proses pengiriman E-Mail harus dicari alamat tujuan terlebih dahulu maka cara ini lebih lambat kecepatan kirimnya dibandingkan dengan mengunakan SMTP relay. Metode ini sangat cocok bagi anda yang memiliki koneksi internet cepat. Apabila suatu MX record gagal ditemukan maka akan dilanjutkan dengan mencari MX record lain dari alamat tujuan. Umumnya suatu domain minimal memiliki 2 buah MX record. Pada pengiriman pertama akan dicari MX record kategori A, apabila tidak ditemukan dilanjutkan dengan mencari kategori B. Apabila MX record ditemukan dan server tujuan telah siap menerima E-Mail maka pengiriman segera dilakukan. Dengan demikian apabila E-Mail yang dikirim jumlahnya banyak maka terjadi pengiriman ke beberapa server sekaligus yang masing-masing memiliki MX record berbeda. Hal ini berbeda dibandingkan dengan penggunaan SMTP relay, dimana MDaemon hanya berurusan dengan SMTP relay sebagai tujuan tunggal. Distribusi selanjutnya menjadi tugas server SMTP tersebut, karenanya server tersebut sering disebut sebagai smart host. 1.6 Metode Penerimaan E-Mail Anda dapat memilih salah satu atau lebih dari 4 jenis metode penerimaan E- Mail yang dapat dilakukan MDaemon yaitu : Menerima dengan jasa ETRN Menerima dengan jasa DomainPOP Menerima dengan fasilitas MultiPOP Menerima dengan fasilitas SMTP 1.6.1 Penggunaan jasa ETRN Metode ETRN atau QSND menggunakan sinyal ETRN ketika menghubungi server untuk mengirimkan E-Mail ke suatu domain. Ketika domain anda menerima E-Mail maka akan disimpan sementara di server ETRN, jadi tidak langsung dikirimkan ke komputer mail server anda. Penyimpanan oleh server ETRN tersebut bersifat sementara, menunggu mail server anda mengirimkan 15
Published by BSMDaemon.com CopyRight BSMDaemon.com sinyal ETRN untuk mengambil E-Mail yang disimpan. Metode ini dapat digambarkan sebagai berikut. Mail server ISP Server ETRN Satu mailbox : User1 User2 User3... Login : Pasword : ETRN string: Mailbox1----User1 Mailbox2----User2 Mailbox3----User3... MDaemon Client2 Client1 Gambar 1.7 Penerimaan E-Mail dengan ETRN Untuk menggunakan metode ini harus dibuat kesepakatan dengan mail hosting anda mengenai metode penerimaan yang digunakan. Ketika melakukan registrasi domain, informasi MX record untuk domain yang anda daftarkan dimasukkan ke server DNS sehingga server ETRN yang akan digunakan dapat dikenali di internet. Sebaiknya digunakan metode otentifikasi berdasarkan nama user dan password tertentu sebelum mengambil E-Mail dari server ETRN, sehingga keamanannya lebih terjamin. Untuk menggunakan metode ini anda harus berlangganan jasa ETRN ke penyelenggara jasa E-Mail atau ISP anda. 16 www.bsmdaemon.com
1.6.2 Metode DomainPOP Collection Metode kedua untuk mengambil E-Mail dari internet adalah dengan berlangganan jasa DomainPOP dari ISP. Jasa DomainPOP lebih mudah didapat dibandingkan ETRN, dan harganyapun relatif lebih murah. Cara kerja metode ini hampir sama dengan ETRN, yaitu semua E-Mail yang ditujuan untuk suatu domain ditampung sementara oleh server yang menyediakan layanan DomainPOP. Internet mengenali E-Mail untuk suatu domain berdasarkan informasi MX record yang dimasukkan ke server DNS, sehingga E-Mail untuk suatu domain akan ditujukan ke suatu mesin MX yang telah ditentukan. Mail server anda menghubungi server penyedia DomainPOP berdasarkan interval yang telah ditentukan, dan selanjutnya E- Mail yang disimpan di DomainPOP dikirimkan ke mail server untuk didistribusikan ke tiap user. Protokol yang digunakan adalah POP yang biasa dipakai untuk mengambil E-Mail pribadi dari POP3 account di ISP. Mail server ISP Server DomainPOP Satu mailbox : User1 User2 User3... Login : Pasword : Mailbox1----User1 Mailbox2----User2 Mailbox3----User3... MDaemon Client2 Client1 Gambar 1.8 Penerimaan E-Mail dengan DomainPOP Dalam metode ini ISP menyimpan E-Mail semua user yang terdapat dalam satu domain dalam satu mailbox untuk domain tersebut. Misalkan anda memiliki domain majuterus.com dimana terdapat 50 account E-Mail di dalamnya. ISP anda menampung E-Mail untuk 50 user tersebut dalam satu 17
Published by BSMDaemon.com CopyRight BSMDaemon.com mailbox dan tidak dipisahkan untuk tiap user. Proses penyortiran E-Mail untuk tiap user dilakukan oleh mail server di jaringan anda dengan mencocokkan alamat penerima. 1.6.3 Fasilitas MultiPOP Pengambilan dengan metode MultiPOP menggunakan protokol POP3 untuk mendownload E-Mail dari server POP3 ke mail server di jaringan anda. Prinsip kerjanya sama dengan penggunaan protokol POP3 sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Sebelum mengambil E-Mail harus diberikan informasi mengenai account user serta password sehingga server POP3 dapat mengenali identitas mailbox yang akan didownload. Perbedaan utama teknik ini dengan metode DomainPOP adalah pada penyimpanan E-Mail untuk tiap user di ISP. Dalam metode ini E-Mail tiap user di simpan di mailboxnya masing-masing, tidak digabungkan dalam satu mailbox seperti teknik DomainPOP. Tiap account memiliki alamat dan password masing-masing sehingga harus dilakukan konfigurasi MultiPOP untuk tiap user di mail server. Metode ini paling murah dan mudah dibandingkan dengan cara ETRN dan DomainPOP. Teknik ini sangat mudah karena anda tidak perlu melakukan registrasi tambahan menyangkut fasilitas ETRN dan DomainPOP. Satusatunya yang anda perlukan adalah account E-Mail yang memiliki fasilitas POP3, dan ini sangat mudah didapatkan. Dengan menggunakan MultiPOP anda dapat memasukkan lebih dari satu account POP3 ke satu user sehingga seorang user dapat mengambil E-Mail dari beberapa account sekaligus. Metode ini juga dapat digunakan sebagai tambahan untuk digabung dengan teknik ETRN dan DomainPOP sehingga seorang user dapat mengambil E- Mail tambahan dengan MultiPOP selain E-Mail utama dari DomainPOP atau ETRN. Kekurangan metode ini adalah pada banyaknya pekerjaan tambahan yang harus anda lakukan sebagai administrator E-Mail. Karena teknik ini mengambil E-Mail dari account POP3 setiap user maka anda harus memasukkan informasi POP3 ke dalam menu MultiPOP tiap user. 1.6.4 Fasilitas SMTP Metode penerimaan E-Mail dengan server SMTP merupakan teknik yang lebih mahal dibandingkan metode lainnya karena anda membutuhkan koneksi internet tetap dan tidak dapat menggunakan koneksi dial up. Persyaratan utama metode ini adalah anda harus memiliki IP publik yang terdaftar resmi di internet dan telah didaftarkan sebagai mesin MX untuk E-Mail domain 18 www.bsmdaemon.com
anda. Dengan demikian apabila terdapat E-Mail yang ditujukan ke domain anda maka server DNS akan mengenali IP komputer tersebut berdasarkan entri MX record. Selanjutnya E-Mail akan langsung dikirim ke mail server anda yang telah dikonfigurasi dengan IP publik tersebut. Mail server ISP Server SMTP Pengirim Internet DNS Server Pengirim Client1 MDaemon Server SMTP Client2 Gambar 1.8 Penerimaan E-Mail dengan SMTP Karena E-Mail langsung dikirimkan ke mail server di jaringan anda maka komputer tersebut harus selalu aktif lengkap dengan koneksi internetnya sehingga dapat menerima E-Mail setiap saat. Metode jenis ini cocok bagi organisasi besar yang membutuhkan komunikasi E-Mail sangat tinggi. Apabila anda berminat menjadi ISP atau mail hosting maka metode ini harus dipilih agar dapat menerima E-Mail setiap saat, sekaligus menerima permintaan pengambilan E-Mail dari user yang berlangganan jasa ISP anda. Karena menggunakan IP publik dan koneksi tetap maka mail server tersebut dapat diakses dari internet dengan menggunakan Outlook, Eudora, maupun klien web. 19