BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Perubahan warna gigi diukur menggunakan spektrofotometer untuk

BAB III METODE PENELITIAN. laboratorium teknik tekstil Universitas Islam Indonesia.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris secara in-vitro.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN. Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan penyinaran dilakukan

BAB I PENDAHULUAN. Warna gigi normal manusia adalah kuning keabu-abuan, putih

Nurbaetty Rochmah, Dwi Merry Ch.R, Sri Lestari Potensi Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dalam Memutihkan Gigi yang Mengalami Diskolorasi

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. estetika yang sangat mempengaruhi penampilan. Hal ini menjadi permasalahan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen laboratories murni in

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Rerata Zona Radikal. belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap bakteri penyebab

BAB I PENDAHULUAN. dan putih kekuning-kuningan. Warna gigi ditentukan oleh ketebalan ,

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. yaitu aquades sebagai variabel kontrol dan sebagai variabel pengaruh

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENGARUH PERASAN BUAH LEMON TERHADAP PENINGKATAN WARNA GIGI

BAB 1 PENDAHULUAN. putih akan membuat orang lebih percaya diri dengan penampilannya (Ibiyemi et

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. seseorang (Herdiyati, 2006 dalam Syafriadi dan Noh, 2014). Diskolorasi gigi

BAB I PENDAHULUAN. pulpa. Gigi manusia dapat berubah warna, itu dinamakan diskolorisasi gigi. (perubahan warna) (Grossman dkk, 1995)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. (RelyX) dan semen ionomer kaca tipe 1 tipe 1 terhadap restorasi veneer

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian mengenai perbedaan kekuatan geser antara self adhesif semen

KARYA TULIS ILMIAH. Disusun oleh: SAUSAN AFRA AZIZAH

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. masalah estetika yang berpengaruh terhadap penampilan dan menimbulkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. lebih percaya diri karena memiliki nilai estetika yang tinggi.perubahan warna gigi

BAB I PENDAHULUAN. keindahan dari penampilan dari diri seseorang (Istianah et al, 2015). Terutama

THE DIFFERENCE LENGTH OF TIME SUBMERSION TEETH IN STARFRUIT EXTRACT

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. dan bersih menjadi tujuan utamanya. Bleaching merupakan salah satu perawatan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Estetika sudah menjadi kebutuhan utama, terutama bagi orang yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian mengenai perbedaan kekuatan tarik antara adhesif semen dan

THE EFFECT OF BLEACHING WITH STARFRUIT EXTRACT (Averrhoa Carambola) TOWARDS THE DEGREE OF THE CHANGE OF THE COLOUR OF TEETH

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penampilan gigi berpengaruh dalam interaksi sosial manusia karena

PENGARUH JUS BUAH STROBERI (FRAGARIA X ANANASSA) TERHADAP DISKOLORASI GIGI YANG DISEBABKAN OLEH KOPI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Lama Perendaman Daging Ayam Kampung Dalam Larutan Ekstrak Nanas Terhadap ph

BAB I PENDAHULUAN. bidang esthetic dentistry (Ibiyemi dan Taiwo, 2011). Salah satu masalah

EFEKTIVITAS ASAM ASKORBAT DALAM EKSTRAK BUAH TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) TERHADAP PEMUTIHAN GIGI DENGAN KONSENTRASI 30%, 70%, DAN 100%

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mencuci pakaian, untuk tempat pembuangan kotoran (tinja), sehingga badan air

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. insisif, premolar kedua dan molar pada daerah cervico buccal.2

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. sebelum dan sesudah perendaman dengan beberapa jenis sediaan susu telah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilaksanakan di RSGM UMY dengan tujuan untuk melihat adanya

Bab IV Hasil dan Pembahasan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. karena selain dapat menghasilkan senyum yang indah juga sangat membantu

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. penampilannya (Ibiyemi, dkk. 2011). Alasan tersebut menjadi satu dari berbagai

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. gigi yang populer belakangan ini adalah perawatan bleaching yaitu suatu cara

BAB 1 PENDAHULUAN. minuman yang sehat bagi tubuh untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal. 1

BAB 5 HASIL PENELITIAN Hari 1 Hari 2 Hari 7 Hari. Lama Perendaman

BAB I PENDAHULUAN. untuk memperbaiki estetik penampilan seseorang. Gigi yang bersih dan warna

BAB I PENDAHULUAN. mereka yang bidang pekerjaannya sangat menuntut penampilan seperti pramugari

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

Mirna Renasya Syahland 1, Any Setyawati 2 1

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pertumbuhan Candida albicans Pada Plat Resin Akrilik telah dilakukan bulan

BAB I PENDAHULUAN. Susunan gigi yang rapi serta warna gigi yang putih merupakan faktor yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Ekstraksi Zat Warna Rhodamin B dalam Sampel

4 Hasil dan Pembahasan

HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Karakterisasi Bahan Baku Karet Crepe

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) dengan konsentrasi 25%, 50%

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. lain dan merupakan aspek penting dari komunikasi non verbal (Graham dan

KARYA TULIS ILMIAH. PENGARUH BLEACHING DENGAN EKSTRAK BUAH BELIMBING MANIS (Averrhoa Carambola) TERHADAP DERAJAT PERUBAHAN WARNA GIGI

4.1. Penentuan Konsentrasi Gel Pektin dalam Cookies

BAB I PENDAHULUAN. karbohidrat dari sisa makanan oleh bakteri dalam mulut. 1

contoh-contoh sifat Pengertian sifat kimia perubahan fisika perubahan kimia ciri-ciri reaksi kimia percobaan materi

HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. penampilan seseorang secara keseluruhan (Torres dkk., 2012). Salah satu aspek

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pengaruh Lama Pengaplikasian Bahan Bonding

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. membentuk konsistensi setengah padat dan nyaman digunakan saat

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berperan dalam interaksi sosial manusia (Tin-Oo dkk., 2011). Sebuah survei yang

BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Alat Alat Adapun alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah: Alat-alat Gelas.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

KIMIA. Sesi KIMIA UNSUR (BAGIAN IV) A. UNSUR-UNSUR PERIODE KETIGA. a. Sifat Umum

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PERCOBAAN IV PENENTUAN KOMPOSISI ION KOMPLEKS

PERBANDINGAN APLIKASI BUAH DELIMA PUTIH

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perubahan warna gigi dapat diperbaiki dengan dua cara yaitu dengan

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK (KI2051)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

4 Hasil dan Pembahasan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni 2015 sampai November

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. bertingkat dengan empat dosis tidak didapatkan kematian pada

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh rasio w/p terhadap

GUGUS FUNGSI

I. PENDAHULUAN. A.Latar Belakang Masalah. mengenai , dentin, dan sementum. Penyakit ini disebabkan oleh aktivitas

BAB I PENDAHULUAN. warna gigi. Pada gigi yang mengalami perubahan warna atau diskolorisasi

Skala ph dan Penggunaan Indikator

PENGARUH LAMA PERENDAMAN GIGI DENGAN JUS BUAH PIR. (Pyrus communis) TERHADAP PERUBAHAN WARNA GIGI PADA PROSES PEMUTIHAN GIGI SECARA IN VITRO

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

REDOKS dan ELEKTROKIMIA

PENENTUAN RUMUS ION KOMPLEKS BESI DENGAN ASAM SALISILAT

Transkripsi:

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan perubahan warna email gigi pada sampel yang diberi bahan pemutih gigi yaitu hidrogen peroksida 3% dan ekstrak bayam 100%. Sampel gigi yang digunakan terlebih dahulu direndam dalam larutan kopi hitam selama 12 hari agar terjadi perubahan warna ekstrinsik. Perubahan warna email gigi setelah direndam kopi hitam selama 12 hari dijadikan warna awal gigi. Pengukuran warna email gigi pada sampel dilakukan dengan menggunakan alat ukur spectrophotometer. Pengukuran dengan spectrophotometer dilakukan di laboratorium teknik tekstil UII untuk menetukan parameter warna pada jarak L*,a* dan b*. Dimana L* (lightness) sebagai colour coordinate untuk melihat penerangan dari obyek, a* ( chroma ) colour coordinate untuk medapatkan jumlah warna per unit area, b* ( hue ) colour coordinate merupakan warna spesifik dari cahay yang pada panjang gelombang tertentu dapat mengenai retina mata. Dari nilai L*, a*.b* didapatkan nilai de*ab sebagai jumlah perbedaan warna atau jarak antar 2 warna sebagai penelitian ini lebih difokuskan pada nilai de*ab. Berikut tabel hasil data pengukuran. 29

30 Tabel 1. Data nilai de*ab dan pada warna awal sampel Sampel Pengukuran Awal Spectrophotometer 1 88,23 2 86,31 3 84,44 4 82,12 5 82,37 6 90,67 7 96,82 8 98,31 9 89,59 10 98,68 Untuk mengetahui adanya perbedaan efektifitas antara ekstrak bayam 100% dan hidrogen peroksida 3 % dalam proses pemutuhan gigi dilakukan pengaplikasian bahan pemutih gigi (bleaching) pada sampel dengan menggunakan ekstrak bayam 100% dan gel hidrogen peroksia 3% selama 56 jam. Hasil pengukuran perubahan warna email gigi setelah perendaman ekstrak bayam 100% dan hidrogen peroksida 3% selama 56 jam dengan menggunakan spectrophotometer dapat dilihat pada tabel 2 dan 3. Tabel 2. Data nilai de*ab sebelum dan sedudah perendaman esktrak bayam Sampel Ekstrak Bayam 100% Sebelum Sesudah 1 90,67 89,68 2 96,82 91,88 3 98,31 96,49 4 89,59 88,79 5 98,68 97,21

31 Tabel 3. Data nilai de*ab sebelum dan sesudah perendaman hidrogen peroksida Sampel Hidrogen Peroksida 3% Sebelum Sesudah 1 88,23 88,13 2 86,31 86,25 3 84,44 84,34 4 82,12 82,07 5 82,37 82,23 Berdasarkan tabel 2 dan 3 dapat dilihat bahwa terjadi perubahan nilai de*ab sebelum dan sesudah gigi direndam pada ekstrak bayam 100% dan hidrogen peroksida 3%. Nilai sesudah perendaman dengan menggunakan spectrophotometer mengalami penurunan. Semakin kecil nilai tersebut dikarnakan sinar yang dipantulkan semakin kecil dan zat warna semakin banyak yang diserap semakin banyak zat warna yang diserap maka menyebabkan sampel gigi semakin putih. Hal ini dapat diartikan bahwa terjadi penyerapan warna pada sampel sehingga menurunkan warna sampel setelah dilakukan perendaman dengan menggunakan ekstrak bayam 100% dan hidrogen peroksida 3%. Hasil percobaan warna email gigi yang dilihat dari nilai de*ab pada kedua kelompok tersebit terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data, untuk menentukan uji hipotesis yang akan dilakukan selanjutnya, berikut data hasil uji normalitasnya.

32 Tabel 4. Data Uji normalitas Shapiro Wilk Variabel Signifikansi Sebelum Sesudah Bayam 0.481 0.556 Hidrogen Peroksida 0.379 0.425 Berdasarkan data hasil uji normalitas, maka penyebaran data pada kedua kelompok dapat dikatakan normal karna nilai p>0,05. Ekstrak bayam mempunyai nilai signifikansi sebelum sebesar 0,481 dan sesudah 0.556. Sedangkan hidrogen peroksida mempunyai nilai signifikansi sebelum sebesar 0.379 dan 0.425. Untuk menguji hipotesis jika data terdistribusi normal maka dilakukan uji parametrik. Uji parametrik yang digunakan untuk menentukan derajat perubahan warna sebelum dan setelah dilakukan perendaman selama 56 jam, yaitu uji t- Test berpasangan. Berikut data hasil pengujiannya. Tabel 5. Homogenitas Selisih nilai warna (de*ab) Signifikansi Berdasarkan rats-rata 0.802 Berdasarkan nilai tengah 0.839 Hasil tes homogenitas berdasar rata-rata sebesar 0.802 yang artinya data sudah homogen karena p>0,05.

33 No Tabel 6. Data Uji t-test berpasangan Nilai warna sebelum dan sesudah perlakuan Ratarata Interval kepercayaan 95% Nilai terendah Nilai tertinggi Signifikansi 1 Ekstrak bayam 100% 1.42200 0.26964 2.57436 0.027 2 Hidrogen peroksida 3.17600 2.15600 4.19600 0.01 3% Berdasarkan hasil uji t-test berpasangan, maka diperoleh nilai signifikasi pada kelompok yang direndam ekstrak bayam dan pada kelompok yang direndan hidrogen peroksida. Pada uji t-test berpasangan dikatakan terdapat perbedaan bila p<0,05 sehingga dapat dikatakan pada kedua kelompok uji terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah direndam selama 56 jam. Pada data juga menunjukkan nilai korelasi antara kedua variabel dengan nilai dan secara statistika dikatakan terdapat korelasi antara kedua variabel bila nilai p<0,05 sehingga dapat diartikan bahwa korelasi antara warna gigi sebelum dan sesudah direndam ekstrak bayam dan hidrogen peroksida adalah sangat erat dan benar-benar berhubungan secara nyata. Tabel 7. Data selisih warna (de*ab) No Selisih nilai warna (de*ab) Ekstrak daun bayam 100% Hidrogen Peroksida 3% 1 1.61 4.48 2 1.26 2.28 3 0.40 2.77 4 0.96 3.30 5 2.88 3.06 Mean 0.802 0.839 Tabel 7 menunjukkan selisih nilai warna (de*ab) pada masing- masing bahan yang digunakan. Terdapat penurunan nilai warna (de*ab) sebelum dan

34 sesudah perendaman ekstrak daun bayam 100% dan hidrogen peroksida 3%. Selisih nilai paling besar terjadi pada perendaman hidrogen peroksida 3% B. PEMBAHASAN Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris untuk mengetahui adanya perbedaan efektifitas antara ekstrak bayam dan hidrogen peroksida dalam proses pemutihan gigi yang mengalami perubahan warna dilakukan penelitian dengan menggunakan beberapa gigi post-ekstraksi sebagai sampel penelitian. Penentuan waktu perendaman gigi ke dalam kopi hitam selama 12 hari didapat dari perhitungan sebagai berikut: Keterangan: a. 8 menit = rata-rata waktu konsumsi kopi dalam sehari, (Guller dkk., 2005) b. 365 hari = jumlah hari dalam 1 tahun c. 6 tahun = rata-rata usia pencabutan gigi premolar (16 tahun) untuk perawatan orthodontic dikurangi rata-rata usia erupsi gigi premolar (10 tahun) (Marchellina dkk., 2016 dan Harshanur, 2012) d. 1440 menit = jumlah menit dalam 1 hari (24 jam x 60 menit) Pada perhitungan diatas dapat terlihat bahwa diskolorisasi gigi dapat terjadi apabila gigi berkontak dengan kopi selama 17.520 menit yang setara dengan 12 hari.

35 Sepuluh gigi premolar dibagi menjdi 10 kelompok uji, masing masing kelompok uji direndam kedalam ekstrak daun bayam 100% selama 56 jam. Konsentrsi dipilih karna merupakan konsentrasi yang paling efektif untuk memutihkan gigi yang didapatkan setelah pengujian sebelumnya. Lama waktu dipilih berdasarkan pada perawatan home bleaching yaitu sehari 2-3 jam dan selama 4-6 minggu sehingga peneliti mengasumsikan waktu 56 jam. Proses bleaching dilakukan dengan cara mengaplikasikan bahan uji yaitu ekstrak daun bayam dan hidrogen peroksida selama 56 jam. Berdasarkan tabel hasil penyinaran dapat dilihat bahwa pada masing-masing sampel gigi memiliki nilai de*ab yang berbeda, hal ini dapat diartikan hasil perubahan warna pada masing-masing sampel berbeda. Warna gigi ditentukan oleh translusen ketebalan email, ketebalan dan warna dentin yang melapisi dibawahnya serta ketebalan pulpa. Perubahan warna dapat bersifat fisiologik dan patologik atau eksogen ( Grossman dkk, 2010) Berdasarkan penelitian didapatkan nilai de*ab pada hidrogen peroksida sesudah perendaman yang lebih kecil dibanding sebelum perendaman dan juga pada ekstrak daun bayam nila de*ab lebih rendah setelah perendaman dibandingkan sebelum. Semakin kecil nilai tersebut dikarenakan sinar yang dipantulkan semakin kecil dan zat warna semakin banyak yang diserap semakin banyak zat warna yang diserap maka menyebabkan sampel gigi semakin putih. Hasil uji t-test berpasangan menyebabkan terjadi perubahan warna gigi yang signifikan sebelum dan sesudah pengaplikasian pada kedua kelompok uji.

36 Penelitian ini menggunakan hidrogen peroksida. Pada proses pemutihan gigi, hidrogen peroksida berdifusi melalui matriks email. Radikal bebas yang dihasilkan ini tidak mempunyai pasangan, bersifat elektrofilik ekstrim dan sangat tidak stabil, dapat menyerang hampir semua molekul organik untuk menstabilkan elektronnya dan menghasilkan radikal bebas lainnya. Pada permukaan email gigi, hidrogen peroksida dapat bereaksi dengan ikatan tak jenuh, sehingga menghasilkan konjugasi elektron serta perubahan penyerapan energi molekul organik serta terbentuk juga molekul sederhana yang kurang dipengaruhi cahaya. Hal ini dapat menjelaskan timbulnya reaksi pemutihan (Goldstein dan Garber, 1995). Hidrogen peroksida merupakan salah satu bahan dasar yang sering digunakan dalam pemutihan gigi tetapi juga mempunyai efek dapat meyebabkan iritasi pada mukosa dan sakit TMJ (Matis, 2004 ). Hasil uji t-test tidak berpasangan terdapat hasil yang signifikan pada kedua kelompok uji hal ini sesuai dengan hipotesis peneliti yaitu terdapat perbedaan efektivitas antara ekstrak daun bayam dan hidrogen peroksida pada proses bleaching, bahan pemutih terbagi menjadi oksidator dan reduktor, semakin kuat bahan oksidator maka daya pemutih gigi semakin kuat. Menurut Nagiev (2007) hidrogen peroksida merupakan salah satu oksidator kuat dengan nilai reduksinya sebesar +1,77. Sedangkan menurut Ari (2008) asam oksalat yang terkandung dalam bayam cenderung bersifat reduktor.

37 Asam oksalat adalah termasuk jenis asam organik. Asam organik adalah asam yang tergolong senyawa organik dan asam organik tidak mempunyai oksida asam. Asam oksalat dengan rumus molekul apabila terurai akan menjadi 2H + dan C 2 O - 4. Asam oksalat mengandung anion yang bermuatan negatif, komponen negatif tersebut akan cenderung melepas elektron, karena proses melepas elektron ini asam oksalat disebut sebagai agen reduktor (Ari A,2008). Agen reduktor yang melepas elektron ini kurang efektif dibandingkan dengan agen oksidator dalam proses pemutihan gigi, tetapi dalam hal ini ekstrak daun bayam juga dapat digunakan sebagai alternatif bahan pemutih gigi yang alami karena terbukti efektif dapat memutihkan gigi. Bayam adalah bahan pemutih gigi yang alami karna mengandung asam oksalat. Reaksi pemutihan yang dilakukan asam oksalat adalah reaksi pelepasan elektron. Elektron yang dilepas berupa ion H + yang dihasilkan oleh gugus OH-(hidroksi) yang putus dari gugus rantai HOOC (karboksilat). Ion H + kemudian akan berikatan dengan 3 molekul C tersier yang terdapat pada kromofor pada permukaan email. Ikatan ini akan menyebabkan terganggunya konjugasi electron pada molekul organic sehingga menghasilkan struktur baru yang lebih terang ( Georgiades, 2002 ). Dalam penelitian ini terdapat beberapa kesulitan yang menjadi kelemahan penulis. Seperti warna gigi yang tidak sejenis, posisi gigi saat dilakukan penyinaran sebelum dan sesudah juga tidak tepat sama dan posisi mahkota gigi yang akan disinari tidak tepat berada ditengah area penyinaran

38 sinar. Hal ini disebabkan karena kesulitan dalam menempatkan gigi didalam alat spectrophotometer.