BAB 2 LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

JURNAL 1 : POTENSI ADOPSI STRATEGI E-COMMERCE UNTUK DI LIBYA.

BAB VI HUBUNGAN PELANGGAN

Customer Relationship Management (CRM) Software dari SAP Fitur & Fungsi Sistem CRM: Marketing Software

BAB 1 PENDAHULUAN. yang paling besar di dunia. Menurut Wikipedia, negara Indonesia adalah negara

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Siklus Adopsi & Model Operasi e-bisnis

CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) SOFTWARE FROM SAP

BAB 1 PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Jumlah Pengguna Internet di 6 negara

BAB 2 LANDASAN TEORI. utama yaitu komponen, ketergantungan dan tujuan. Artinya, setiap sistem akan selalu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II. LANDASAN TEORI dan KERANGKA PEMIKIRAN

FAKTOR INTERNAL PERUSAHAN APPLE Inc.

SISTEM BISNIS DENGAN ELEKTRONIK

APLIKASI PENJUALAN PADA CV. ANANDAM KOMPUTER MAGELANG BERBASIS WEBSITE. Rizal Ari Ardianto. Program studi Teknik Informatika S-1

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang UD. Kurnia merupakan salah satu badan usaha wirausaha yang menjual berbagai alat

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERENCANAAN PEMASARAN USAHA KECIL (Tugas Kelompok Kewirausahaan)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

Enterprise Resource Planning

BAB VII PRODUK Apa itu produk? Barang dan Jasa

BAB 2 LANDASAN TEORI

SISTEM INFORMASI. Oleh Iwan Sidharta, MM NFORMASI

E-Commerce. Pertemuan : 1 Dosen : Shinta Rahmani, Se., M.Si. 1. Definisi electronic commerce (EC) dan pengkategoriannya.

Manajemen Strategi dan E-Commerce

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Aplikasi Web Channel dari SAP Mampu Menjadikan Internet Menjadi Penjualan, Pemasaran dan Layanan yang Menguntungkan Untuk Pelanggan dan Perusahaan

2.1.2 SEO (Search Engine Optimization)

Konsep E-Business. Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom

Electronic Commerce: Definisi dan Konsep

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

E-BUSINESS. Materi E-Business untuk ST INTEN

BAB 11 DISTRIBUSI. Jenis Saluran Pemasaran Online

BAB 2 LANDASAN TEORI

Capaian Pembelajaran

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. pada perkembangan dari sistem informasi. E-commerce adalah salah satu

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. jurang kesenjangan digital (digital divide), yaitu keterisolasian dari perkembangan

BAB III LANDASAN TEORI. Henry Simamora (2000) dalam buku Akuntansi Basis Pengambilan

Perencanaan Sumber Daya

E-Commerce Dimensi e-commerce

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Pemasaran Pengertian Manajemen Pemasaran Orientasi Manajemen Pemasaran

UKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN ANALISIS BSC DAN SWOT PADA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK, KCU BEKASI

BAB II Landasan Teori

Pemasar dapat menawarkan lebih banyak produk dan jasa dari sebelumnya. Pemasar dapat mengumpulkan informasi mengenai konsumennya dengan lebih cepat

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. teknologi informasi memacu perubahan dalam bidang pemasaran, operasional,

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek data penulis adalah Sistem Informasi Penjualan Produk untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SILABUS. 1 PENGENALAN ELECTRONIC COMMERCE (E- COMMERCE) 2 MANFAAT, TANTANGAN E-COMMERCE & KLASIFIKASI MODEL BISNIS E COMMERCE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. baik internal maupun eksternal untuk melakukan inovasi dalam. mengembangkan produk dan servisnya. Bank diharapkan dapat merespons

1. Komunikasi, E-Commerce merupakan pengiriman informasi, produk/layanan,atau sarana elektronik lainnya.

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi yang begerak cepat telah

BAB 2 LANDASAN TEORI

B2B E-Commerce. Achmad Yasid, S.Kom Web blog :

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan di beberapa media teknologi yang didapat dari internet, kios

PEMASARAN INTERNASIONAL MINGGU KE SEPULUH BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.Si. FAKULTAS EKONOMI UNIV. IGM

PENGENALAN DAN KONSEP E-COMMERCE

STRATEGI MARKETING DALAM E BISNIS

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Pemasaran

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian The International Journal of Bussiness and Management

I. PENDAHULUAN. dan juga tidak dapat dipisahkan dari seluruh aspek kehidupan manusia. Hal

Muhammad Bagir, S.E.,M.T.I. Sistem Informasi Bisnis

RINGKASAN EKSEKUTIF TESIS

E-CRM (1) Pertemuan 6 Diema Hernyka Satyareni, M.Kom

STRATEGIC PLANNING Strategic Planning Proses manajerial Growth Competitive Position Geographic Scope Objective lain

KARYA ILMIAH E-COMMERCE PEDOMAN dalam E-COMMERCE

LANDASAN TEORI. Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sebuah aplikasi bisnis yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terhadap kinerja suatu produk dan harapan-harapannya. Persaingan semakin

BAB 1 PENDAHULUAN. sering disebut dengan e-commerce (Electronic Commerce). E-Commerce

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada Toko Nada Bandung yang beralamat di

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. sarana jasa pengiriman. Bisnis jasa pengiriman di dalam negeri beberapa tahun

BAB II MANAJEMEN PEMASARAN

BAB I PENDAHULUAN. metode transaksi yang di lakukan secara online mulai berkembang pesat,

Tantangan Manajemen. Teknologi. Informasi. Sistem. Informasi. Konsep-konsep Dasar

TUGAS KARYA ILMIAH E-BISNISS

CRM Hello, Goodbye. Babak Baru dalam Kesetiaan Pelanggan

BAB I PENDAHULUAN. penerimaan yang luas, maka penggunaan internet sebagai fasilitas

Menurut Lou Gerstner: Menurut Mohan Sawhney :

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. commerce seiring dengan meningkatnya perkembangan teknologi web yang tumbuh

ABSTRAK. Kata Kunci: behaviour prediction, upselling, e-commerce, online, pemesanan, pengiriman, sms gateway. Universitas Kristen Maranatha

Strategi perdagangan melalui jaringan elektronik

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada toko AP Music Gallery Bandung yang

Transkripsi:

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Penjualan Pengertian Penjualan Elidjen, Gandi Cahyadi, dan Mario Andika (2011) mendefinisikan penjualan sebagai hubungan timbal balik antara pembeli potensial dan penjual yang memenuhi tiga tugas, yaitu mengidentifikasikan kebutuhan dari pembeli potensial, mencocokkan kebutuhan dengan satu atau lebih barang atau layanan yang dimiliki perusahaan dan menyakinkan pembeli membayar produk atau layanan tersebut. Penjualan merupakan sasaran akhir dari kegiatan pemasaran karena pada bagian ini ada penetapan harga, diadakan perundingan dan perjanjian serah terima barang maupun cara pembayaran yang disepakati oleh kedua belah pihak, sehingga tercapai suatu titik kepuasan. Menurut Suhendra (2007) penjualan terbagi menjadi dua berdasarkan bentuknya yaitu: 1. Penjualan Tunai Penjualan tunai adalah penjualan atas barang dagangan atau jasa yang dilakukan oleh penjual kepada konsumen atau pembeli yang pembayaranya dilakukan secara tunai / cash. 2. Penjualan Kredit Penjualan kredit adalah penjualan barang dagangan atau jasa yang pembayaranya dilakukan dengan memakai jangka waktu atau batas waktu yang disepakati oleh pihak penjual dan pihak pembeli. 2.1.2 Pemasaran (Marketing) Definisi pemasaran oleh UK s Charted Institute of Marketing pada Dave Chaffey (2011) yaitu, pemasaran adalah proses manajemen yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, mengantisipasi pelanggan, dan memuaskan kebutuhan pelanggan secara menguntungkan. Menurut Kotler dan Amstrong (2012) Marketing is the process by which companies create value for customers and build strong customer relationship in order to capture value from customers in return. Pemasaran 7

8 adalah sebuah proses bagaimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang kuat untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalan. Menurut Vollmer dan Precourt (2008), Pemasaran di era ini membutuhkan strategi dan alat-alat baru untuk menghubungkan secara efektif dengan konsumen. Bukannya puas dengan mengetahui berapa banyak orang yang terkena pesan brand mereka, beberapa pemasar bekerja keras untuk menentukan seberapa baik pesan mereka diterima, apakah mereka cukup kuat untuk menghasilkan tanggapan pelanggan, dan apa tanggapan saja mereka. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa definisi dari pemasaran adalah suatu proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan tujuan untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya. 2.1.3 Internet. Menurut Laudon dan Traver (2010, p51), Internet adalah suatu jaringan global yang menggunakan standar umum untuk menghubungkan jutaan jaringan yang berbeda. Dari definisi-definisi terebut dapat disimpulkan bahwa Internet adalah sebuah jaringan komputer global yang dapat menghubungkan berbagai jenis jaringan pengguna yang berbeda diseluruh dunia. Jurnal pendukung tentang Internet market 1 E-commerce merupakan salah satu sektor ekonomi yang menunjukkan beberapa pertumbuhan yang signifikan bahkan di tahun-tahun resesi mengenai baik volume dan omset penjualan komersial. Kebiasaan belanja di Hongaria telah sangat berubah, sebagian karena pengembangan model distribusi baru, namun penyebaran inovasi teknologi (misalnya: smartphone, tablet, dll) dapat memainkan peran penting juga. Pengembangan teknologi dan metode pembayaran dan perluasan ruang sosial menjamin peluang lebih lanjut perbaikan. Di sisi lain, ini juga membawa risiko yang dapat sebanding dengan informasi, kesadaran dan langkah-langkah keamanan yang sesuai. Jurnal pendukung tentang Internet market 2 : Munculnya Internet dan teknologi terkait mengubah cara melakukan bisnis secara global. Beberapa teknologi web dan terkait berkembang yang

9 mendukung E-business dan diadaptasi oleh organisasi utama untuk mendukung kegiatan rantai suplai mereka. Supply Chains dikelola secara efisien dan responsif melalui teknologi web dan tren dalam E-business. Studi ini menunjukkan bagaimana tren E-business sejalan dengan perspektif manajemen rantai pasokan. Melalui penyelarasan eksplorasi ini teknologi web untuk solusi perusahaan, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan dan memperkuat kekambuhan lanjutan dari fenomena teknologi terkemuka untuk solusi enterprise. Artikel ini diakhiri dengan menghubungkan solusi rantai pasokan yang muncul dengan perkembangan berlanjut di generasi web barubaru ini 2.2 Teori Khusus 2.2.1 Pengertian E-commerce Menurut Dave Chaffey (2011), E-commerce adalah semua media elektronik yang digunakan sebagai media pertukaran informasi antara organisasi dengan pelanggan. E-commerce sering juga dianggap untuk merujuk pembelian dan penjualan menggunakan Internet, orang-orang akan langsung berpikir pembelian tersebut seperti membeli dari perusahaan ritel seperti Amazon. Tapi E-commerce lebih melibatkan transaksi keuangan dengan menggunakan media elektronik antara organisasi dan pelanggan. E- commerce juga perlu dipertimbangkan karena semua transaksi diproses dengan media elektronik antara organisasi dan akan berhubungan dengan pihak ketiga. Menurut definisi, transaksi non finansial seperti pemesanan barang / jasa oleh pelanggan untuk mendapatkan informasi lebih tentang barang / jasa juga dianggap sebagai bagian dari E-commerce. Menurut Laudon dan Traver (2010) ada 4 jenis e-commerce, yaitu: 1. Business to Consumer (B2C) Bisnis (perusahaan, pedagang. dll) yang menjual atau menyalurkan produk atau jasanya kepada pengguna akhir (konsumen). Dalam B2C, konsumen adalah pelanggan yang membeli produk / menyewa jasa suatu perusahaan dengan maksud hanya sebagai pengguna akhir bukan untuk dijadikan sebuah bisnis kembali. Jenis E-commerce ini umum, dimana tidak ada transaksi yang bersifat kontrak. Dalam jenis

10 ini, konsumen tidak hanya perorangan tetapi juga perusahaanperusahaan yang membeli dengan cara tersebut. 2. Business to Business (B2B) Bisnis perusahaan antar perusahaan. Dalam B2B, perusahaan bertransaksi produk atau jasa mereka dengan perusahaan lain dengan maksud untuk keperluan bisnis bukan sebagai pengguna akhir. Pada jenis ini, biasanya pelanggannya adalah perusahaan dengan perusahaan, pedagang dengan pedagang, dan lainnya. 3. Peer to Peer (P2P) Pertukaran yang terjadi antara konsumen dengan konsumen. Pertukaran ini dapat melibatkan pihak ketiga seperti pada kasus pelelangan di website ebay. 4. Consumer to Business (C2B) Pertukaran secara online dimana konsumen mencari pembeli, kemudian bisnis (perusahaan, pedagang, dll) mempelajari penawaran mereka, dan memulai pembelian, bahkan terkadang secara berkala. 2.2.2 Dimention of E-commerce Menurut Chaffey (2009), dimensi E-commerce dapat dibagi menjadi : 1. Brick and Mortar Sebuah organisasi tradisional dengan keterbatasan penggunaan Internet. Pada tahap ini, proses penjualan masih berbentuk offline dan perusahaan hanya mempunyai toko fisik. 2. Click and Mortar Sebuah bisnis yang menggabungkan kehadiran offline (toko fisik) dan online (Internet). Pada tahap ini, Perusahaan sudah mulai merambah ke dunia Internet namun masih melayani pembelian atau penjualan secara fisik. 3. Click only or Internet Pureplay Sebuah organisasi dengan prinsip keberadaan online. Pada tahap ini seluruh proses bisnis dalam perusahaan sudah dialih fungsikan ke dalam media Internet, mulai dari pemesanan, pembayaran, sampai pengecekan inventory.

11 2.2.3 Pengertian Buy-Side E-commerce Menurut Dave Chaffey(2011), Buy-Side E-commerce adalah sebuah proses bisnis transaksi E-commerce perusahaan / organisasi yang mengacu pada pembelian kebutuhan antara organisasi / perusahaan dengan pemasoknya. Buy-Side E-commerce juga mengacu pada transaksi untuk mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi dari pemasoknya. 2.2.4 Pengertian Sell-Side E-commerce Menurut Dave Chaffey(2011), Sell-Side E-commerce adalah sebuah proses bisnis transaksi E-commerce antara perusahaan dengan pelanggan yang mengacu pada transaksi yang bersifat penjualan produk ke pelanggan sehingga transaksi E-commerce organisasi dapat dipertimbangkan dari dua perspektif, Sell-Side dari perspektif penjualan organisasi dan Buy-Side dari perspektif pembelian organisasi. 2.2.5 Pengertian E-business Menurut Dave Chaffey(2011), E-business adalah sebuah media elektronik yang digunakan untuk pertukaran informasi, baik didalam organisasi dan diluar organisasi yang dapat menjadi pendukung dari berbagai proses bisnis pada organisasi / perusahaan. Kunci utama dari E-business adalah proses organisasi, proses bisnis tersebut termasuk penelitian, pengembangan, pemasaran, manufaktur dan proses keluar-masuk nya logistik. Transaksi buy-side E-commerce dengan pemasok dan transaksi sell-side E-commerce dengan pelanggan juga dapat dianggap sebagai proses bisnis utama pada perusahaan / organisasi. 2.2.6 Strategi E-commerce Dalam pengembangannya E-commerce hanya merupakan jual-beli yang di lakukan dengan menggunakkan media Internet. Tetapi dalam

12 pengembangannya Chaffey membuat pemahaman strategi yang baru bernama generic strategy proses model. (Sumber : Dave Chaffey,2011) Gambar 2.1 Generic Strategy Process Model Dalam bahasannya Chaffey mengembangkan strateginya menjadi 4 tahapan. Dimana terdapat panah di sebelah kiri dan kanan yang digunakan untuk kembali ketahap sebelumnya atau lanjut ketahap sesudahnya. Jadi dengan menggunakkan strategi ini perusahaan dapat lebih kritis dalam mengambil keputusan.

13 2.2.6.1 Strategi Analiysis (Sumber : Dave Chaffey,2011) Gambar 2.2 Strategic Situation Analysis untuk E-business Strategi analisis atau situasi analisis melibatkan antara lain: 1. Sumber daya internal dan proses-proses dari perusahaan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam penerapan E-business dan hasil sampai saat ini dalam konteks peninjauan kegiatannya dipasar. 2. Lingkungan kompetitif langsung, termasuk permintaan dan perilaku pelanggan, aktivitas pesaing, struktur pasar dan hubungan dengan pemasok, mitra dan perantara. 3. Lingkungan luar dimana dapat mempengaruhi perusahaan beroperasi, termasuk faktor sosial hukum, teknologi, ekonomi dan politik. 2.2.6.1.1 Tahap pengembangan model E-business Stage Model berguna dalam meninjau bagaimana kelanjutan perusahaan dalam penggunaan sumber daya teknologi informasi dan komunikasi untuk

14 mendukung proses-prosesnya. Stage model secara tradisional telah populer dalam analisis penerapan sistem informasi bisnis dalam sebuah organisasi(chaffey, 2011). 2.2.6.1.2 Sell-side E-commerce pada Chaffey. 1. Tingkat 0: Tidak ada website atau kehadiran di web. 2. Tingkat 1: Keberadaan web bersifat mendasar. Perusahaan hanya mengambil domain untuk websitenya. Masih tidak memiliki tampilan website di tahap ini. 3. Tingkat 2: website hanya menyediakan informasi sederhana. Berisi dasar dari perusahaan dan informasi produk, kadang-kadang disebut sebagai 'brochureware'. 4. Tingkat 3: website interaktif sederhana. Pengguna dapat mencari situs dan membuat query untuk mendapatkan informasi. Tahapan ini juga didukung oleh pertanyaan menggunakan e-mail. 5. Tingkat 4: website Interaktif mendukung transaksi dengan pengguna. Fungsi yang ditawarkan akan bervariasi sesuai dengan perusahaan tetapi biasanya mereka akan terbatas pada pembelian secara online. 6. Tingkat 5: website yang sudah sepenuhnya interaktif yang mendukung proses pembelian secara keseluruhan. Menyediakan hubungan pemasaran dengan pelanggan individu dan memfasilitasi berbagai pertukaran pemasaran. 2.2.6.1.3 Buy-side-E-commerce, 1. Tingkat I: Tidak ada penggunaan website untuk mendapatkan sumber produk dan tidak ada integrasi elektronik dengan pemasok. 2. Tingkat II: Ulasan dan seleksi dari pemasok saingan menggunakan situs perantara, pertukaran B2B dengan website pemasok. Pesanan ditempatkan dengan cara konvensional.

15 3. Tingkat III: Pesanan ditempatkan secara elektronik melalui EDI, melalui situs perantara, tukar menukar atau website pemasok. Tidak ada integrasi antara sistem organisasi dan sistem pemasok. Diperlukan perintah ke dalam pembelian stok atau sistem akuntansi sederhana. 4. Tingkat IV: Pesanan ditempatkan secara elektronik dengan integrasi sistem pembelian stok perusahaan. 5. Tingkat V: Pesanan ditempatkan secara elektronik yang integrasi penuh, perencanaan manufaktur pembelian stok perusahaan dan sistem yang menkontrol stok. 2.2.6.1.4 External Environment 2.2.6.1.4.1 SLEPT Factor Menurut Chaffey (2011), Untuk melihat faktor lingkungan eksternal pada suatu perusahaan maka digunakan kerangka kerja SLEPT. SLEPT terdiri dari faktor Social, Legal, Economic, Political, dan Technological. SLEPT berguna untuk menekankan pentingnya faktor luar yang mempengaruhi praktek bisnis melalui Interenet. Faktor-faktor SLEPT yaitu: 1. Social factors - Pengaruh persepsi konsumen dalam menentukan penggunaan Internet untuk suatu kegiatan tertentu. 2. Legal and ethical factors Metode yang menentukan faktor luar apa yang dapat mempengaruhi dan mendukung bisnis secara online, baik itu aturan dari pemerintah atau masyarakat dan usaha untuk melindungi hak-hak individu untuk privasi. 3. Economic factors Faktor luar dari bidang ekonomi di berbagai negara dan wilayah yang dapat mempengaruhi pola berbelanja dan mempengaruhi model perdagangan internasional.

16 4. Political - Organisasi pemerintah nasional dan transisi memiliki peran penting dalam menentukan masa depan adopsi dan kontrol Internet dan aturan dengan yang diatur. 5. Technological factors - Perubahan teknologi menawarkan kesempatan baru dengan cara produk dapat dipasarkan. 2.2.6.1.5 Internal Resources 2.2.6.1.5.1 Resource Analysis Analisa sumber daya untuk perusahaan terutama berkaitan dengan kemampuan internal perusahaan, yaitu sejauh mana perusahaan memiliki tempat sumber daya teknologi, infrastruktur aplikasi, keuangan dan sumber daya manusia yang tepat untuk mendukungnya. Sumber daya ini harus dimanfaatkan bersama-sama untuk memberikan proses bisnis yang efisien, Dave Chaffey(2011). Analisis sumber daya juga akan mempertimbangkan beberapa faktor: 1. Sumber daya manusia. Untuk identifikasi sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan E- business. Dalam analisis strategis sumber daya, perusahaan harus memiliki ketersediaan sumber daya manusia untuk memberikan solusi E-business. 2. Teknologi. Untuk identifikasi sumber daya teknologi yang dimiliki oleh perusahaan. Tujuannya untuk mengetahui apakah perusahaan memiliki teknologi yang mendukung dalam menjalakan E-business. 3. Sumber daya keuangan. Menilai sumber daya keuangan untuk sistem informasi biasanya dilakukan sebagai bagian

17 dari penilaian investasi dan penganggaran untuk peningkatan sistem baru. 2.2.6.1.5.2 SWOT Analysis Analisis SWOT menurut Chaffey (2011) adalah alat yang relatif sederhana namun kuat yang dapat membantu organisasi menganalisis sumber daya internal mereka dalam hal kekuatan dan kelemahan dan mencocokkan mereka terhadap lingkungan eksternal dalam hal peluang dan ancaman. Analisis SWOT adalah nilai terbesar bila digunakan tidak hanya untuk menganalisis situasi saat ini, tetapi juga sebagai alat untuk merumuskan strategi. Hal ini berguna apabila kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman telah terdaftar kemudian menggabungkan mereka. Hal ini dapat digunakan untuk mengembangkan strategi E- business untuk melawan ancaman dan mengambil keuntungan dari peluang, kemudian dibangun ke dalam sistem yang dibangun. (Sumber : Dave Chaffey, 2011) Gambar 2.3 Contoh Analisa SWOT

18 2.2.6.1.5.3 Demand Analysis Faktor utama yang mendorong tujuan strategi E- business adalah tingkatan pada perusahaan saat ini dan prediksi masa depan perusahaan mengenai pelanggan, mitra, akses internal dan penggunaan berbagai jenis jasa E-commerce / Internet. Salah satu faktor eksternal utama direferensikan oleh Perrott (2005), analisis permintaan adalah kegiatan utama dalam memproduksi rencana E- business yang akan menjadi penyangga dan pendukung dalam strategi E-business. 2.2.6.1.5.4 Competitor Analysis Menurut Chaffey (2011), Competitor analysis adalah untuk review layanan yang ditawarkan oleh pesaing yang sudah ada dan pesaing yang baru dan diterapkan oleh pelanggan mereka. Menurut Chaffey (2011), Competitor analysis atau pemantauan para pesaing pengguna E-commerce untuk memperoleh dan mempertahankan pelanggan adalah sangat penting dalam E-commerce, karena sifat dinamis dari media Internet. Hal ini memungkinkan layanan baru akan diluncurkan dan promosi berubah jauh lebih cepat daripada melalui komunikasi cetak. Benchmarking dari layanan online dan strategi para pesaing merupakan bagian penting dari perencanaan kegiatan dan juga harus terjadi secara terus-menerus dalam rangka untuk merespon pendekatan pemasaran baru seperti harga atau promosi. Benchmarking para pesaing memiliki perspektif yang berbeda yang melayani tujuan yang berbeda: 1. Review pada kemampuan internal: seperti sumber daya, struktur dan proses vs pelanggan eksternal yang dihadapi fitur pada situs.

19 2. Dari proposisi inti melalui branding untuk online value proposition (OVP). Proposisi inti akan didasarkan pada kisaran harga produk yang ditawarkan, dan promosi. OVP menggambarkan jenis layanan web yang ditawarkan yang menambah nilai brand. 3. Berbagai aspek dari siklus hidup pelanggan: akuisisi pelanggan, konversi ke retensi. Kemampuan pesaing harus mengacu untuk semua kegiatan pemasaran digital masing-masing pesaing. Ini harus dinilai dari sudut pandang dari segmen pelanggan yang berbeda atau personal, mungkin melalui sesi kegunaan. 4. Kualitatif ke kuantitatif: dari penilaian kualitatif oleh pelanggan melalui survei dan kelompok fokus melalui analisis kuantitatif oleh auditor independen dari data di akuisisi pelanggan (misalnya jumlah pengunjung situ, biaya akuisisi, jumlah pelanggan, volume penjualan dan pendapatan dan pangsa pasar), konversi (tingkat konversi rata-rata) dan retensi seperti konversi berulang dan jumlah pelanggan aktif. 5. Di dalam sektor dan di luar sektor: benchmarking terhadap situs serupa dalam sektor dan peninjau sektor yang cenderung lebih maju, misalnya penerbit online, jejaringan sosial dan situs brand. 6. Tindakan keuangan ke non-keuangan. Meninjau melalui sumber-sumber intelijen kompetitif seperti laporan perusahaan atau pengiriman informasi pajak tambahan mungkin tersedia pada omset dan laba yang dihasilkan oleh saluran digital. 7. Dari pengalaman pengguna untuk evaluasi ahli. Penelitian benchmarking harus mengambil dua perspektif alternatif, dari ulasan pelanggan yang sebenarnya untuk kegunaan evaluasi ahli independen.

20 2.2.6.2 Strategy Objective (Sumber : Dave Chaffey,2011) Gambar 2.4 Contoh Strategi Objektif 2.2.6.2.1 Defining Vision and Mission Menurut Chaffey (2011), Visi dan Misi adalah sebuah ringkasan singkat mendefinisikan ruang lingkup dan tujuan secara luas suatu organisasi di masa depan, hal tersebut menjelaskan bagaimana mereka akan memberikan kontribusi pada organisasi, pelanggan dan interaksi dengan mitra. Visi dan Misi perusahaan didefinisikan sebagai citra mental dari perusahaan di masa depan dan hal-hal yang diinginkan oleh suatu organisasi. Visi yang jelas memberikan ringkasan untuk pengembangan tujuan dan strategi organisasi. Mendefinisikan visi dan misi perusahaan khususnya untuk E-business sangat membantu perusahaan karena mengkontekstualisasikan E-business dan berkaitannya dengan inisiatif perusahaan yang strategis dan pasar nya. Hal ini juga membantu memberikan penekanan

21 jangka panjang pada transformasi E-business dalam sebuah organisasi. 2.2.6.2.2 Objective Setting Strategi yang efektif untuk menghubungkan tujuan, strategi dan kinerja. Salah satu metode untuk mencapai ini adalah melalui tabulasi seperti yang ditunjukkan sebuah perusahaan. Seperti bentuk-bentuk lain dari tujuan strategis, tujuan E-business harus SMART dan termasuk efisiensi dan efektivitas setiap langkah-langkahnya: 2.2.6.2.3 SMART Objective Setiap perusahaan mungkin telah mendengar sebelumnya bahwa tujuan dan ukuran untuk menilai kinerja yang sukses adalah SMART. SMART digunakan untuk menilai kesesuaian tujuan yang ditetapkan untuk mendorong strategi yang berbeda atau perbaikan berbagai proses bisnis. 1. Specific. Apakah tujuan cukup spesifik / rinci untuk mengukur masalah yang ada dan menilai kesempatan? 2. Measurable. Dapatkah atribut kuantitatif atau kualitatif diterapkan untuk membuat pengukuran tujuan? 3. Actionable. Dapatkah tujuan dapat dilaksanakan? apakah meningkatkan kinerja? 4. Relevant. Apakah informasi dan strategi yang diterapkan sesuai untuk masalah yang spesifik? 5. Time-Related. Apakah ukuran atau tujuan perusahaan berhubungan dengan jangka waktu yang ditetapkan?

22 2.2.6.3 Strategy Definition (Sumber : Dave Chaffey,2011) Gambar 2.5 Strategy Definition untuk E-business Sebuah strategi dibuat untuk mendeskripsikan kemana arah dan kebutuhan E-business yang diperlukan, sehingga hal tersebut perlu ditinjau ulang dan direvisi. Ketika melihat kembali pilihan pilihan yang ada pada strategi E-business terdapat jajaran strategi yang mungkin dapat digunakan dan alternatif alternatif yang perlu dievaluasi (Chaffey, 2011). 1. Keputusan 1: E-business channel priorities, Strategi E-business harus diarahkan sesuai dengan prioritas sasaran strategis. Prioritas strategi dapat diringkas dalam penentuan apakah perusahaan tersebut berbentuk Brick and Click atau Click Only. Menurut Chaffey(2011) model Brick and Click biasanya mengacu pada sell-side E-commerce. Pada dasarnya mereka yang melakukan pendekatan 'Brick and Click' kebanyakan membutuhkan beberapa unsur manusia untuk bidang layanan. Pada pendekatan Click Only biasanya perusahaan lebih melakukan aktifitas bisnis dengan media Internet.

23 2. Keputusan 2: Busines, service and revenue models, adalah aspek lanjut untuk perumusan strategi model bisnis, pelayanan dan pendapatan perusahaan. Dengan meninjau inovasi, layanan yang baik dapat meningkatkan kualitas perusahaan E-business. Model bisnis adalah ringkasan bagaimana sebuah perusahaan akan menentukan model E- business nya apakah keseluruhan ataupun penjualan saja. Mengidentifikasi penawarannya produk dan layanan untuk menambah nilai pendapatan dan target pelanggan. Model pendapatan adalah menjelaskan apa saja yang menghasilkan pendapatan bagi suatu organisasi. 3. Keputusan 3: Marketplace restructuring, tinjauan ulang diperlukan karena adanya komunikasi menggunakan media elektronik. Komunikasi elektronik menawarkan kesempatan bagi struktur pasar baru yang akan diciptakan melalui disintermediasi(penghilangan distributor), reintermediation(penjualan online tanpa perantara) dan countermediation dalam pasar. Pilihan ini dapat ditinjau dari kedua buy- side dan perspektif sell -side. 4. Keputusan 4: Market and product development, Menentukan strategi pasar untuk menargetkan setiap tujuan perusahaan melalui saluran digital untuk menghasilkan suatu nilai. Hal tersebut adalah pertimbangan kunci strategis untuk E-commerce. Tujuan khusus harus ditetapkan untuk penjualan yang akan dihasilkan melalui strategi ini, sehingga keputusan ini berkaitan erat dengan pengaturan tujuan perusahaan. Sekarang mari kita meninjau strategi ini secara lebih rinci. a) Marketing Penetration, strategi ini melibatkan saluran digital untuk pemasaran produk yang lebih banyak ke setiap pasar. Internet memiliki potensi besar untuk mencapai pertumbuhan penjualan atau mempertahankan penjualan dengan strategi penetrasi pasar. b) Market Development, berikut media online yang akan digunakan untuk menjual produk ke pasar baru, dengan mengambil keuntungan dari rendahnya biaya pemasaran tanpa perlu untuk infrastruktur pendukung di negara pelanggan.

24 c) Product Development, mengembangkan suatu produk baru atau produk yang sudah ada. Sebuah Web dapat digunakan untuk menambah pasar produk yang ada maupun produk baru bagi perusahaan. Misalnya, perusahaan mobil berpotensi untuk memberikan informasi kinerja mobil dan layanan informasi melalui situs web. Produk atau jasa yang benar-benar baru dapat disampaikan oleh Internet. d) Diversification. Di sektor ini, produk baru dikembangkan yang dijual ke pasar baru. Internet sendiri tidak dapat memfasilitasi strategi bisnis yang berisiko tinggi ini, tetapi dapat memfasilitasi mereka dengan biaya lebih rendah dari sebelumnya mungkin terjadi. 5. Keputusan 5: Positioning and differentiation strategies, Strategi harus meninjau sejauh mana perusahaan dapat meningkatkan penjualan produk dan kualitas layanan dapat disangkutkan oleh penurunan harga dan efisiensi. Sekarang kita akan melihat beberapa pendapat lain dari strategi positioning untuk E-business. Chaffey (2011) berpendapat bahwa ada empat pilihan untuk fokus strategis untuk memposisikan perusahaan di pasar online sebagai berikut : a) Product performance excellence, Meningkatkan dengan menyediakan kustomisasi produk online. b) Price performance excellence, Menggunakan fasilitas Internet untuk menawarkan harga yang menguntungkan bagi pelanggan setia atau untuk menurunkan harga di mana permintaan rendah. c) Transactional excellence, Sebuah situs menawarkan keunggulan transaksional melalui menggabungkan informasi harga dengan informasi ketersediaan barang yang dinamis pada setiap produk. Hal tersebut termasuk daftar stok dan jumlah pesanan. d) Relationship excellence, Fitur personalisasi untuk memungkinkan pelanggan memeriksa riwayat order penjualan dan melakukan repeat order.

25 6. Keputusan 6: Organizational resourcing and capabilities, Setelah keputusan strategi E-business yang telah diuraikan dan telah ditinjau serta dipilih, keputusan tersebut kemudian diperlukan pada bagaimana organisasi perlu berubah untuk mencapai prioritas ditetapkan untuk E- business. Gulati dan Garino (2000) mengidentifikasi sebuah kontinum pendekatan dari integrasi untuk pemisahan. Pilihannya adalah: a) divisi In-house (integrasi). Sebagai contoh, RS Components Internet Trading Saluran (www.rswww.com). b) Joint venture (mixed). Perusahaan ini menciptakan model online dalam hubungan dengan perusahaan lain. c) Kemitraan Strategis (mixed). Hal ini juga dapat dicapai melalui pembelian perusahaan dotcom yang ada. d) spin-off (pemisahan). Misalnya, hasil spin-off bank dari Prudential perusahaan jasa keuangan. 2.2.6.4 Strategy Implementation (Sumber : Dave Chaffey,2011) Gambar 2.6 Strategy Implementation untuk E-business

26 Strategy implementation mencakup semua taktik yang digunakan untuk menggapai tujuan perusahaan. Termasuk di dalamnya Planning and change management dan E-business analysis and design. 2.2.6.4.1 Use Case Diagram Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010), Use case diagram digunakan untuk menunjukkan interaksi pengguna actors) dengan suatu sistem. Actor merupakan pengguna dari suatu sistem yang secara langsung berinteraksi dengan sistem itu sendiri. Berikut ini adalah komponen-komponen dari suatu Use Case Diagram: 1. System Boundary Menggambarkan batasan antara sistem dengan actor. 2. Use case Menggambarkan apa yang dilakukan oleh actor di dalam sistem. 3. Actors Menggambarkan user atau pengguna dari suatu sistem. 4. Flow Menggambarkan hubungan antara use case dengan actor.

27 Gambar 2.7 Contoh Use Case Diagram Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010) 2.2.6.4.2 Flow Chart Diagram Secara konseptual sistem flowchart merupakan kombinasi dari System dan fungsi, karena flowchart memberikan detil dari setiap proses yang dilakukan oleh System(Usecase Diagaram). Namun, sistem flowchart, menyediakan lebih detil tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam system. Aliran data hanya menunjukkan bahwa setiap data masuk resmi untuk dicatat, sebagai tingkat 0 logis DFD tidak, sistem flowchart menunjukkan apa yang benar-benar terlibat dalam pencatatan permintaan yang akan masuk. Sistem flowchart juga analog peta proses, dibahas sebelumnya dalam bab ini. Ini akan memberikan lebih detil dari apa yang sebenarnya terjadi dalam setiap proses (atau persegi panjang) yang muncul dalam peta proses. Namun, berbeda peta proses, di mana entitas tercatat turun margin sebelah kiri, sistem flowchart daftar entitas di bagian atas dokumen. Tabel 2.1 Entity Relation Diagram No Simbol Keterangan 1 Terminal Digunakan untuk memulai, mengakhiri, atau titik henti dalam sebuah proses atau program, juga digunakan untuk menujukan pihak eksternal. 2 Dokumen Sebuah dokumen atau laporan, dokumen dapat dibuat dengan tangan atau dicetak dengan komputer

28 3 Proses, Kegiatan manual Sebuah kegiatan pemrosesan yang dilakukan secara manual 4 Arus Dokumen atau pemrosesan Arah arus dokumen atau pemrosesan, arus normal adalah kekanan dan kebawah. 5 Keputusan Sebuah tahap pembuatan keputusan, digunakan dalam bagan alir program komputer untuk menunjukan cabang bagi alternatif cara. 6 Penghubung dalam sebuah halaman Menghubungkan bagan alir pada halaman yang sama. Simbol ini digunakan untuk menghindari terlalu banyak anak panah yang saling melintang dan membingungkan. 7 Penghubung pada halaman berbeda Menghubungkan bagan alir yang berbeda di halaman yang berbeda. 8 Arsip N Arsip dokumen disimpan dan diambil secara manual. Huruf di dalamnya menujukan cara pengurutan arsip: N=Urut Nomor, A=Urut Abjad, T=Urut Tanggal. 9 Input/Output: Jurnal/Buku Besar Menggambarkan jurnal dan buku besar dalam bagan alir dokumen. 10 Anotasi

29 Tambahan penjelasan deskriptif atau keterangan, atau catatan sebagai klarifikasi. 11 Arus Barang Menggambarkan alirnya arus data barang 12 Database penyimpanan 13 Pemrosesan Komputer Sebuah fungsi pemrosesan yang dilaksanakan oleh komputer biasanya menghasilkan perubahan terhadap data atau informasi 14 Pemasukan Data Online Entri data oleh alat on-line seperti terminal CRT atau komputer pribadi 15 Tampilan data pada layar computer atau monitor. 2.2.6.4.3 Data Modeling: Entity Relation Diagram(ERD) Sistem data pemodelan E-business dan e commerce biasanya menggunakan teknik seperti normalisasi yang digunakan untuk analisis relasional database dan analisis desain. Karena itu, bagian ini lebih sederhana dibandingkan dengan proses pemodelan lain yang memperkenalkan beberapa teknik baru. Definisi dasar normalisasi dan desain database relasional adalah pembagian dalam beberapa bagian sebagai kunci. Perlu diketahui bahwa munculnya data mining dan pendekatan berorientasi objek berarti meningkatnya penggunaan desain database non-relasional. Pendekatan yang digunakan untuk menjelajahi pemodelan data untuk e -commerce

30 adalah dengan menggunakan contoh-contoh yang mengidentifikasi unsur-unsur khas pemodelan data untuk sistem e -commerce sell - side. Bab ini akan menggunakan pemodelan ER (Entity Relation) untuk meninjau struktur khas database yang akan digunakan. Dalam pemodelan ERD ada tiga tahap utama. 2.2.6.4.3.1 Identity Entities Entitas menentukan pengelompokan informasi yang luas seperti informasi tentang objek-objek yang bersangkutan, manusia, transaksi atau produk. Contohnya termasuk pelanggan, karyawan, order penjualan, order pembelian. Ketika desain diimplementasikan masingmasing desain akan membentuk table di database. 2.2.6.4.3.2 Identity Attributes For Entities Entitas memiliki sifat yang berbeda yang dikenal sebagai 'atribut' yang menggambarkan karakteristik dari setiap objek dari suatu entitas. Sebagai contoh, entitas pelanggan memiliki atribut seperti nama, nomor telepon dan alamat e-mail. Ketika desain diimplementasikan setiap atribut akan membentuk rows database, dan kolom database. 2.2.6.4.3.3 Identify Relationships between enities Hubungan antara entitas memerlukan identifikasi yang bidang yang digunakan untuk menghubungkan tabel. Sebagai contoh, untuk setiap pesanan pelanggan, kita perlu tahu bagaimana pesanan pelanggan, seperti apa pesanannya dan produknya yang mereka telah pilih. Seperti yang terlihat pada Gambar 2.10, atribut id pelanggan dan atribut id produk yang digunakan untuk menghubungkan informasi pesanan antara tiga tabel. Bidang yang digunakan untuk menghubungkan tabel yang disebut sebagai 'field keys'. Primary key akan digunakan untuk membedakan atribut id secara unik agar

31 mengidentifikasi setiap instance dari suatu entitas dan Foreign key yang digunakan untuk link ke primary key pada tabel lain. Pada Gambar 2.10 primary key dari tabel pelanggan adalah id pelanggan, tetapi atribut id pelanggan dalam tabel order ini sebagai Foreign Key yang menghubungkan kembali ke table pelanggan. Hubungan ini adalah contoh dari hubungan One-To-Many karena setiap pelanggan dapat menempatkan banyak pesanan. Normalisasi merupakan tahap tambahan, digunakan untuk mengoptimalkan database untuk meminimalkan redundansi atau duplikasi informasi. Ini tidak akan rumit jika Anda memiliki pengalaman sebelumnya dalam analisis dan desain untuk database. Gambar 2.10 Contoh Entity Relation Diagram Dave Chaffey (2011) 2.2.6.4.3.4 Entity Relation Diagram Notation 1. Enitity, Sebuah pengelompokan data yang terkait, seperti entitas pelanggan, diimplementasikan sebagai sebuah tabel. 2. Database Table, Setiap database terdiri dari beberapa tabel. 3. Attribute, Properti atau karakteristik dari suatu entitas, diimplementasikan sebagai sebuah bidang.

32 4. Field, Atribut produk, seperti tanggal lahir. 5. Record, Kumpulan kolom untuk satu contoh dari suatu entitas 6. Relationship, Menjelaskan bagaimana tabel yang berbeda terkait. 7. Primary Key, Tanda yang unik mengidentifikasi setiap record dalam sebuah tabel. 8. Secondary Key / Foreign Key, Tanda yang digunakan untuk menghubungkan tabel, dengan menghubungkan ke primary key pada tabel lain.