26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Analisis Metode analisis yang akan digunakan adalah metode aliran data, metode ini memmiliki konsep yaitu bagaimana data mengalir sesuai dengan struktur model aliran data dan proses-proses yang kemudian menghasilkan informasi yang detail dan terperinci. Fungsinya adalah untuk menganalisis kebutuhan pengembangan sistem. 3.1.1 Analisis Kebutuhan Data Data yang dibutuhkan pada Aplikasi Crowdsourcing Estimasi Waktu Kedatangan Bus TransJogja adalah sebagai berikut. 1. Data lokasi halte Pengambilan data lokasi halte bus Transjogja dilakukan dengan obsevasi langsung ke lapangan. Data yang diperoleh dari observasi ini antara lain; Latitude, Longitude dan nama halte tersebut. 2. Data Rute Bus TransJogja Pengambilan data rute bus TransJogja dilakukan dengan cara wawancara dengan kepala UPTD TransJogja yang dilakukan di kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Data yang diperoleh yaitu informasi 8 rute Bus TransJogja antara lain 1A, 1B, 2A, 2B, 3A, 3B, 4A dan 4B. 3. Data Waktu Trafik Data Waktu Trafik merupakan pembagian waktu untuk menentukan kondisi keadaan keramaian jalan yang nantinya akan diperoleh kecepatan rata-rata bus. Data ini digunakan sebagai acuan perkiraan keadaan kecepatan rata-rata bus pada waktu yang telah ditentukan. Kecepatan bus nantinya akan digunakan sebagai perhitungan untuk
27 mendapatkan estimasi waktu yang diperlukan oleh pengguna. Pembagian waktu terdiri dari 06:00 08:00 WIB, 08:00 12:00 WIB, 12:00 14:00 WIB, 14:00 16:00 WIB, 16:00 18:00 WIB dan 18:00 22:00 WIB. 4. Data Jarak Antar Halte Data Jarak Antar Halte merupakan perhitungan jarak baku antara halte berdasarkan rute bus TransJogja. Data ini berdasarkan Surat Keputusan Nomor 188/1646 yang diperoleh dari kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. 3.1.2 Analisis Kebutuhan Proses Identifikasi sistem yang dibangun akan menampakkan bagian-bagian software yang berjalan pada Hardware. Hardware yang terlihat secara fisik adalah smartphone yang digunakan oleh pengguna dan admin yang mengelola aplikasi ini. Software yang akan digunakan untuk membangun sistem adalah Android Studio sebagai IDE untuk pengembangan aplikasi di platform Android dan php pada web service. Aplikasi Crowdsourcing Estimasi Waktu Kedatangan Bus TransJogja dengan implementasi berbasis Android terbagi menjadi dua sisi, yaitu 1. Sisi Client Pengguna sebagai client menggunakan aplikasi yang di install di smartphone berbasis Android. Pengguna dapat berbagi dan mendapatkan informasi kedatangan bus dengan menggunakan aplikasi di smartphone berbasi Android tersebut. Informasi yang ditampilkan juga berupa rute bus beserta halte-halte yang di tampilkan dari Google Maps. Register diperlukan untuk melakukan proses login pada aplikasi tersebut. 2. Sisi Server
28 Pada sisi server admin menggunakan web sebagai server untuk mengelola data posisi koordinat halte, rute bus dan waktu trafik. Web service juga diperlukan sebagai database penyimpanan informasi user seperti posisi koordinat yang dipelukan untuk memperoleh estimasi waktu kedatangan serta waktu tiba di halte. Aplikasi Crowdsourcing Estimasi Waktu Kedatangan Bus TransJogja dengan implementasi berbasis Android yang akan dibagun nantinya akan lebih menonjolkan ke sisi client dan bersifat online. Pada sisi server digunakan untuk menambah, mengedit dan menyimpan data yang diperlukan client ke basis data MySql. Untuk menghubungkan client dan server diperlukan jaringan internet. Jaringan internet digunakan juga untuk menjalankan fitur google maps. Dari identifikasi masalah diatas, maka dapat dilihat arsitektur sistem aplikasi terdapat pada gambar berikut. Gambar 3.1 Arsitektur Sistem
29 Pada Aplikasi Crowdsourcing Estimasi Waktu Kedatangan Bus TransJogja Berbasis Android ini membutuhkan perhitungan untuk menentukan ETA (Estimate Time Arrival) atau perkiraan waktu tempuh sampai maupun kedatangan bus. Metode perhitungan yang dibutuhkan ada dua yaitu, 1. Mencari Kecepatan Rata-rata Kecepatan rata-rata diperlukan untuk menentukan waktu estimasi kedatangan dan tiba pengguna pada halte. Kecepatan rata-rata di dapatkan dari jarak antar halte dibagi dengan waktu tempuh bus. Data jarak antar halte didapatkan dari data yang diberikan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan waktu tempuh halte, didapatkan berdasarkan pengamatan langsung dilapangan dan dilakukan pencatatan dalam Microsoft Excel. Berikut contoh hasil pengamatan langsung di lapangan. Gambar 3.2 Data Kecepatan Rata-rata 2. Mencari Jarak antar Koordinat pada Google Maps Dalam mencari jarak antar koordinat pada aplikasi ini menggunakan metode perhitungan haversine. Jarak merupakan selisih dari posisi awal dan posisi akhir. Pada aplikasi ini dilakukan pengukuran jarak dengan hanya mengetahui koordinat bumi yang disebut koordinat lintang dan koordinat bujur (Veness, 2Rumus untuk metode Haversine seperti berikut.
30 Gambar 3.3 Rumus Haversine Metode perhitungan Rumus Haversine apabila diubah ke dalam bentuk java maka akan tampil seperti berikut. Gambar 3.4 Haversine Dalam Bentuk Java Dalam metode perhitungan diatas nilai R menunjukkan nilai dari radius bumi. 3.1.3 Analisis Kebutuhan input (Masukan Sistem) Analisis input pada Aplikasi Crowdsourcing Estimasi Waktu Kedatangan Bus TransJogja terdiri dari beberapa masukan, yaitu: 1. Data user
31 Data pengguna diperlukan untuk proses login pada aplikasi. Prosesnya yaitu data yang telah di input akan disimpan di database, kemudian untuk pengguna yang telah register dapat langsung login. Setelah proses login pengguna dapat memilih rute bus dan dapat melihat estimasi kedatangan serta kapan bus akan tiba di halte tujuan. 2. Data Admin Data Admin diperlukan pada web service untuk mengelola data koordinat halte, rute serta pembagian jam trafik. 3.1.4 Analisis Kebutuhan Keluaran Keluaran utama pada aplikasi ini berupa tampilan estimasi kedatangan bus TransJogja sesuai dengan rute yang dipilih oleh pengguna aplikasi. 3.2 Metode Perancangan 3.2.1 DFD Metode yang digunakan dalam perancangan Aplikasi Crowdsourcing Estimasi Waktu Kedatangan Bus TransJogja adalah metode perancangan data berarah yang lebih dikenal dengan sebutan diagram arus data (Data Flow Diagram atau DFD), karena selain mudah dipahami dan efisien, metode ini juga dinilai sudah cukup menggambarkan keseluruhan sistem. Data Flow Diagram adalah alat pembuat model yang memungkinkan pembuat sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. Menurut Jogiyanto H. M DFD adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan
32 lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan. DFD ini adalah salah satu alat pembuat model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuat model yang memberikan penekana hanya pada fungsi sistem Berikut merupakan gambar diagram Konteks aplikasi. Gambar 3.5 DFD diagram Konteks Setelah dari bentuk yang paling global yaitu diagram konteks aplikasi, selatjutnya diagram dilanjutkan yang menunjukkan aliran pada sistem admin. Gambar diagram sistem alur admin dapat dilihat pada gambar berikut.
33 Gambar 3.6 DFD Diagram Admin 3.2.2 Diagram Aktivitas User Diagram aktivitas User merupakan bentuk visual dari alir kerja yang berisi aktivitas dan tindakan dari pengguna, yang juga dapat berisi pilihan, pengulangan, dan concurrency. Dalam Unified Modeling Language, diagram aktivitas dibuat untuk menjelaskan aktivitas komputer maupun alur aktivitas dalam organisasi. Diagram aktivitas menggambarkan alur kontrol secara garis besar. Diagram aktivitas memiliki komponen dengan bentuk tertentu, dihubungan dengan tanda panah. Panah mengarahkan urutan aktivitas terjadi, dari awal sampai akhir. Pada diagram aktivitas user disini ada beberapa proses yang harus dilalui oleh pengguna antara lain: proses Register, proses Login, proses Pilih Halte Awal, proses Pilih Halte Tujuan. Alur Aktivitas User dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 3.7 Diagram Aktivitas User 34
35 3.3 Basis Data Basis data merupakan komponen penting dalam pembuatan sistem aplikasi ini, karena sebagai sarana penyedia informasi datanya disimpan dalam sistem basis data di sistem informasi ini 3.3.1 Perancangan Tabel 1. Tabel Halte Gambar 3.8 Tabel Halte Tabel Halte adalah tabel yang berisi data koordinat halte berupa latitude dan longitude. Tabel halte juga terdapat nama halte. 2. Tabel Rute Gambar 3.9 Tabel Rute Tabel Rute adalah tabel yang berisi informasi rute jalur TransJogja berupa nama jalur, halte awal dan halte akhir.
36 3. Tabel Trafik Gambar 3.10 Tabel Halte Tabel Trafik adalah tabel yang berisi informasi pembagian waktu kondisi trafik jalan. Informasi tabel berupa label trafik, jam awal dan jam akhir waktu trafik. 4. Tabel Eta Gambar 3.11 Tabel Eta Tabel Eta adalah tabel yang memuat informasi kecepatan rata-rata bus TransJogja. Kecepatan rata-rata diperoleh dari perhitungan jarak bus antar halte.
37 5. Tabel Admin Gambar 3.12 Tabel Admin Tabel Admin adalah tabel yang berisi informasi admin berupa nama dan password. 6. Tabel User Gambar 3.13 Tabel User Tabel User adalah tabel yang digunakan tempat penyimpanan informasi data pengguna. Informasi ini nantinya akan digunakan dalam proses login.
38 7. Tabel Sumber Gambar 3.14 Tabel Sumber Tabel sumber adalah tabel yang digunakan sebagai acuan dalam menentukan perhitungan estimasi. 3.3.2 Perancangan Relasi Antar Tabel (RAT) Perancangan relasi antar tabel Aplikasi Crowdsourcing Estimasi Waktu Kedatangan Bus Transjogja Berbasis Android dapat dilihat pada gambar berikut.
39 Gambar 3.15 Rancangan Relasi Antar Tabel 3.4 Rancangan Antarmuka Aplikasi Perancangan antarmuka Aplikasi Crowdsourcing Estimasi Waktu Kedatangan Bus TransJogja dibagi menjadi dua yaitu rancangan antarmuka aplikasi pada sisi client dan pada sisi server. 3.4.1 Rancangan Antarmuka Aplikasi Pada Sisi Client Rancangan antarmuka client Aplikasi Crowdsourcing Estimasi Waktu Kedatangan Bus TransJogja dari rancangan struktur menu dan prototype antarmuka aplikasi yang masing-masing digambarkan sebagai berikut. 1. Tampilan Awal Menu Pada tampilan awal menu terdapat kolom untuk mengisi email beserta password, tombol Masuk dan Daftar. Halaman ini digunakan untuk melakukan login sebagai user sehingga dapat mengakses menu-menu yang lain. Rancangan tampilan awal menu dapat dilihat pada gambar berikut.
40 Gambar 3.16 Tampilan Awal Menu 2.Tampilan Menu Register Pada tampilan Menu Register terdapat tiga kolom untuk pengisian sebagai pengguna yang baru mendaftar. Pendaftaran diperlukan untuk melakukan proses login. Menu Register terdapat tiga kolom yaitu, kolom nama lengkap pengguna, email pengguna dan password. Tombol kirim digunakan sebagai proses yang selanjutnya sistem akan menyimpan di dalam database. Rancangan tampilan Menu Register dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 3.17 Menu Register 3. Tampilan Menu Pilih Rute Pada tampilan Menu Pilih Rute akan muncul sebuah halaman menu yang berisi delapan rute TransJogja yaitu, 1A, 1B, 2A, 2B, 3A, 3B, 4A, 4B. Apabila pengguna memilih salah satu rute yang diinginkan maka akan di
41 lanjutkan ke tampilan menu selanjutnya. Tombol Keluar digunakan untuk kembali ke menu login. Rancangan Tampilan Menu Pilih Rute dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 3.18 Menu Pilih Rute 4.Menu Halte Awal Pada rancangan Tampilan Halte Awal berisikan tampilan peta rute bus beserta Loction Base Service dalam bentuk marker. Marker apabila di sentuh akan menunjukkan nama halte yang dipilih sebagai halte awal pengguna. Setelah pengguna menyentuh atau memilih halte awal maka akan dilanjutkan ke menu selanjutnya. Rancangan tampilan Menu Halte Awal dapat dilihat pada gambar berikut.
42 Gambar 3.19 Menu Halte awal 5. Menu Halte Tujuan Rancangan Menu Halte Tujuan merupakan lanjutan dari rancangan Menu Halte Awal. Sama seperti tampilan menu sebelumnya, Menu Halte Tujuan berisi peta rute TransJogja beserta LBS (Location Base Service) dalam bentuk marker. Marker apabila disentuh atau di pilih akan muncul nama halte yang menjadi tujuan tersebut. Tombol Proses merupakan tombol untuk melakukan perhitungan berdasarkan lokasi terakhir pengguna. perhitungan ini menggunakan metode Haversine dan perhitungan kecepatan rata-rata bus yang terdapat pada database. Rancangan Tampilan Menu Halte Tujuan dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 3.20 Menu Halte Tujuan 6. Menu Hasil Menu Hasil merupakan tampilan menu hasil dari perhitungan yang dilakukan sebelumnya. Pada menu ini terdapat informasi yaitu, nama Halte Awal, Kedatangan Bus dalam bentuk menit, nama Halte Tujuan, dan Estimasi Sampai yang menunjukkan informasi waktu bus sampai pada halte tujuan. Tampilan rancangan Menu Hasil terdapat dua tombol yaitu, tombol menu Kembali dan Keluar. Tombol Kembali akan menuju ke halaman Pilih
43 Rute. Pada tombol Keluar berfungsi sebagai pengguna akan keluar dari aplikasi ini. Rancangan tampilan Menu Hasil dapat dilihat pada Gambar berikut. Gambar 3.21 Menu Hasil 3.4.2 Rancangan Antarmuka Aplikasi Pada Sisi Server Perancangan antarmuka Aplikasi Crowdsourcing Estimasi Waktu Kedatangan Bus TransJogja padasisi server dapat digambarkan pada beberapa menu seperti berikut. 1. Menu Login Admin Pada rancangan Menu login admin terdapat dua kolom yaitu kolom username dan password. Pada kolom diisi nama admin yang sudah didaftarkan pada PhpMyAdmin dan kolom password merupakan password yang sesuai dengan username admin. Perancangan Menu Login Admin dapat dilihat pada gambar berikut.
44 Gambar 3.22 Rancangan Login Admin 2. Menu Utama Admin Pada Menu utama Admin terdapat beberapa pilihan menu berfungsi sebagai admin untuk mengelola data. Menu tersebut antara lain menu Halte, Rute, Trafik dan Eta. Rancangan tampilan Menu Utama Admin dapat dilihat pada Gambar 3.4.8 Gambar 3.23 Rancangan Menu Admin