BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Lokasi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional regresi. Menurut Azwar (2008), penelitian korelasional adalah penelitian yang digunakan untuk menyelidiki sejauh mana variabel berkaitan dengan variabel lain, berdasarkan koefisien korelasi. Dengan tehnik regresi linier sederhana, peneliti akan mengetahui seberapa besar pengaruh antar variabel. Besarnya pengaruh variabel akan dinyatakan dalam bentuk koefisien regresi. Penelitian ini akan dilakukan kepada guru Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 09 Salatiga yang berjumlah 3 orang guru Bimbingan dan Konseling, Sekolah Menengah Pertama ini terletak di kota Salatiga tepatnya sebelah utara Ramayana Salatiga. 3.2 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto,2006). Sedangkan menurut Sugiyono ( 2010), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 09 Salatiga berjumlah 710 orang siswa. Arikunto (2006) menyatakan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sedangkan sampel menurut Sugiyono (2010) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Jumlah siswa SMP Negeri 09 Salatiga sebanyak 710 orang siswa. Penelitian ini menggunakan tehnik sampling, yang diambil secara random cluster dengan taraf kesalahan diambil 5% sehingga jumlah sampel yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 235 orang siswa yang tersebar dalam berbagai kelas.(issac dan Michael dalam Sugiyono 2010) 3.3. Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2006). Ditetapkan variabel penelitian sebagai berikut: variabel bebas ( independent variable) adalah Gaya kepemimpinan guru BK (X), sedangkan variabel terikatnya (dependent variabel) adalah kepuasan atas layanan guru BK (Y). berikut: Hubungan variabel independen dan variabel dependen digambarkan sebagai GAYA KEPEMIMPINAN GURU BK KEPUASAN ATAS
3.4. Definisi Variabel Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu gaya kepemimpinan guru BK dan kepuasan atas layanan BK. Berikut akan dipaparkan definisi masing-masing variabel penelitian. 1.4.1 Gaya Kepemimpinan Guru BK Gaya kepemimpinan guru BK adalah pola tindakan/metode yang dilakukan oleh guru BK, dalam menyampaikan sebuah program BK yang disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan siswa sehingga siswa dapat merasakan kepuasan ataupun ketidakpuasan. 1.4.2 Kepuasan Atas Layanan BK Kepuasan atas layanan BK adalah perasaan puas, rasa senang dan kelegaan seseorang dikarenakan mengkonsumsi produk atau jasa untuk mendapatkan suatu pelayanan dari jasa yang diberikan oleh guru BK yang disesuaikan dengan layanan program bimbingan dan konseling SMP Negeri 9 Salatiga. 3.5. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah: skala sikap untuk mengukur gaya kepemimpinan dan kepuasan atas layanan Bimbingan dan Konseling. Data variabel terikat berupa kepuasan atas layanan BK berdasarkan yang berjumlah 51 item pernyataan (tabel 3.1) sedangkan skala sikap data variabel bebas dari gaya kepemimpinan guru Bimbingan dan Konseling (tabel 3.2).
Tabel 3.1 tabel kepuasan atas layanan BK Kepuasan atas layanan BK Aspek-aspek layanan BK No butir Bidang Pribadi Pemantauan sikap dan kebiasaan 1,16,24 bermoral Pengembangan kekuatan dan kelemahan 2,17,25 diri Pemahaman bakat dan minat pribadi 26,18,3 Pemahaman dan pengalaman hidup sehat 27,4,19 Bidang Sosial Pemahaman dan pengalaman disiplin peraturan sekolah 5,6,20,29 Pengaruh hubungan dengan teman sebaya 13,28,7,18 Pengaruh hubungan harmonis dengan keluarga 12,14,18 Pengembangan kemampuan hub.sosial dg menjujung tinggi nilai dan nurma 9,22,11,8
agama,adat dan aturan hukum Pengembangan komunikasi secara lisan 10,30,23 dan tulisan Bidang Belajar Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik Menumbuhkan disiplin belajar secara 31,43,46 44,32,42 mandiri dan kelompok Memanfaatkan kondisi sekolah untuk 45,41,33 pengembangan,pengetahuan,keterampila n dan kepribadian Orientasi belajar dijenjang pendidikan 40,34,50 yang lebih selanjutnya Bidang Karier Pengenalan dunia kerja 35,39,48 Orientasi informasi jabatan dan usaha 47,36,38 Pengenalan konsep diri berkaitan dengan 57,49,37 bakat dan kecenderungan pilihan jabatan serta pengembangan karier Total 51
Tabel 3.2 Gaya kepemimpinan guru BK Aspek Indikator No item Jumlah Telling Memberitahukan, 1,2,3 3 Menunjukkan, 13,14,15 3 Memimpin, 25,26,27 3 Menetapkan 37,38, 2 Pengamatan, 22,23, 2 Mengawasi, 34,35, 2 Selling Menjual,(mempromosikan) 4,5,6 3 Menjelaskan, 16,17 2 Kerjasama 31,32 2 Membujuk 40,41 2 Koordinasi 18,33,42 3 Participating Mengikutsertakan, 7,8,9 3 Memberi 19,20,21 3
semangat(memotivasi), Melibatkan orang lain 24,36, 39 3 Delegating Mendelegasikan, 10,11,12 3 Mempercayai 28,29,30 3 Penyelesaian 43,44,45 3 45 3.5.1 Validitas Item dan Reliabilitas Instrumen Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini disyaratkan memenuhi syarat valid dan reliabel. Arikunto (2006) menjeleskan bahwa yang dimaksud dengan validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Instrumen dikatakan valid berarti menunjukan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur, Sugiyono (2010: 363). Untuk mengukur validitas item instrumen menggunakan rumus statistic Corected item total correlatiaon dengan bantuan SPSS 1.16 for windows. Untuk menentukan validitas item digunakan acuan menurut Ali (1987) yang menyatakan bahwa suatu item dikatakan valid jika koefisien korelasi teruji dengan batas
bawahnya sama dengan 0,20 (validitas rendah). Berikut ini adalah kreteria untuk menentukan validitas item menurut Ali, sebagai berikut: 0,00-0,20 : dianggap tidak ada validitas 0,20-0,40 : validitas rendah 0,40-0,60 : validitas sedang 0,60-0,80 : validitas tinggi 0,80-1,00 : validitas sempurna Reliabilitas menunjukan pada suatu pengertian bahwa suatu instumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 2006). Untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen atau keajegan jawaban responden terhadap pernyataan dalam instrumen digunakan teknik Cronbach s Alpa dengan bantuan program SPSS. Untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen menggunakan kreteria yang dikemukakan oleh George dan Mallery (1995) sebagai berikut: α>0,9 = Istimewa 0,8<α 0,9 = Baik 0,7<α 0,7 = Dipertanyakan α< 0,6 = Tidak dapat diterima
Dalam penelitian ini uji coba validitas dan reliabilitas instrumen Skala sikap gaya kepemimpinan guru BK dan Skala sikap kepuasan atas layanan BK dilakukan pada siswa SMP Negeri 09 Salatiga kelas VIII F yang berjumlah 32 siswa pemilihan responden uji coba ini dilakukan di sekolah setempat yang akan diteliti akan tetapi di tempat dilakukannya uji instrumen ini menurut keterangan guru BK yang ada kelas ini terdiri dari berbagai kondisi siswa yang berbeda-beda dari berbagai latar belakang sehingga sangat baik apabila dibuat untuk uji instrumen. Uji coba instrumen dilakukan satu kali sekaligus dua skala sikap kepada 32 siswa, didapat corrected item total correlation dan reliability coefficient, Alpha pada lampiran 6. Dari tabel lampiran 6 terlihat bahwa dari 45 item indikator empirik gaya kepemimpinan guru BK memiliki koefisien correted item total terendah 0,2105 sedangkan indikator empirik untuk kepuasan layanan BK yang terdiri dari 51 item terendah 0,2056 merujuk pada ketentuan menurut Ali (1987) maka dapat disimpulkan bahwa keseluruhan item soal dinyatakan valid. Sedangkan untuk reliabilitas instrumen diperoleh angka koefesien Alpha 0,9327 untuk instrumen gaya kepemimpinan guru BK sedangkan untuk kepuasan atas layanan BK diperoleh Alpha sebesar 0,9312 sehingga instrumen ini bisa dikatakan istimewa merujuk ketentuan George dan Mallery (1995).
3.6. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan tehnik regresi linier sederhana. Analisis regresi antara gaya kepemimpinan guru BK terhadap kepuasan layanan BK akan dianalisis menggunakan tehnik regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS 1.16