BAB I PENDAHULUAN. pembangunan ekonomi. (Prasetyo, 2009). Kegiatan investasi merupakan

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ekonomi. Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah

BAB I PENDAHULUAN. dengan pihak yang membutuhkan tambahan dana atau uang tidak hanya dapat

BAB I PENDAHULUAN. baik secara langsung maupun tidak langsung. Banyaknya sektor yang tergantung

BAB I PENDAHULUAN. yang cukup andil dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Menurut. Prasanjaya dan Ramantha (2013) bank memberikan kontribusi besar

BAB I PENDAHULUAN. dengan harapan bisa memberikan informasi yang berkaitan dengan tingkat

BAB I PENDAHULUAN. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Masalah. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang masih mengalami gejolak-gejolak

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian sebagai wujud peningkatan kualitas hidup. Peningkatan kualitas hidup

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan perekonomian mencakup semua sektor, baik sektor industri. (manufaktur), jasa, dan perbankan. Perkembangan perekonomian ini

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lain dalam rangka

BAB I PENDAHULUAN. pihak yang kelebihan dana (surplus spending unit), kemudian menempatkanya

BAB I PENDAHULUAN. penting dalam pembangunan nasional yang berfungsi sebagai financial. pihak-pihak yang memerlukan dana (Mahardian, 2008).

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. pertama kali yang berdiri di Indonesia yaitu Bank Muamalat dapat membuktikan

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan salah satu alternatif pilihan sumber dana jangka panjang bagi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perbankan merupakan lembaga keuangan yang berintensitas misal

BAB I PENDAHULUAN. Dunia perbankan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini telah. mengalami perkembangan yang cukup pesat, ini dibuktikan dengan

BAB I PENDAHULUAN. biasanya ditandai dengan adanya kenaikan tingkat pendapatan masyarakat. Dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Menurunnya kapasitas permintaan dan produksi di sektor riil berpotensi

BAB I PENDAHULUAN. memberikan jasa bank lainnya (Martono, 2010 : 37). Tujuan fundamental bisnis

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. terjadi perkembangan yang sangat pesat dari tahun-tahun sebelumnya. Hal

BAB I PENDAHULUAN. akuntansi. Pengukuran ini perlu diketahui pihak yang berkepentingan untuk

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

SKRIPSI. Diajukan kepada Fakultas Ekonomi. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Untuk Menyusun Skripsi S-1 Jurusan Akuntansi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. dan atau bentuk-bentuk lainnya, dalam rangka meningkatkan taraf hidup. kepada masyarakat yang kekurangan dana (Abdullah, 2005:17).

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

I. PENDAHULUAN. satu lembaga keuangan yang paling besar peranannya adalah perbankan. disalurkan kembali kepada komponen penggerak ekonomi.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pembiayaan perekonomian suatu Negara membutuhkan suatu institusi

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan tersebut semakin membaik pada akhir 2015 seiring dengan. semakin baik (Laporan Tahunan Perbankan, 2015).

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dan lainnya (Hanafi dan Halim, 2009). Sedangkan kinerja keuangan bank dapat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. beraneka ragam berawal dari krisis moneter pada bulan Juli-Agustus Krisis

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pasal 1 Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 (Merkusiwati, 2007:100)

BAB I PENDAHULUAN UKDW. termasuk satu negara bank based yaitu negara yang sebagian besar

BAB I PENDAHULUAN. sejak adanya Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Dalam hal ini penulis akan melakukan analisa kinerja keuangan bank yang

BAB I PENDAHULUAN. utama suatu bank adalah menghimpun dana dari masyarakat melalui simpanan

BAB I PENDAHULUAN. Bank merupakan lembaga perantara keuangan ( financial. intermediaries) yang menyalurkan dana dari pihak kelebihan dana ( surplus

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Bank merupakan suatu bidang usaha yang bergerak pada jasa keuangan yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Seiring dengan adanya krisis ekonomi yang menimpa Indonesia sejak

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan sistem keuangan dunia. perkembangan perekonomian dunia

BAB I PENDAHULUAN. lembaga keuangan bank dalam sebuah negara akan memberikan dukungan. ekonomi dan hingga kondisi perbankan pada saat sekarang ini..

BAB I PENDAHULUAN. suatu badan usaha terus-menerus memperoleh laba, ini berarti kelangsungan hidup

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Krisis moneter pada tahun 1998 yang terjadi di indonesia memberikan

BAB I PENDAHULUAN. satunya ialah kredit melalui perbankan. penyediaan sejumlah dana pembangunan dan memajukan dunia usaha. Bank

BAB I PENDAHULUAN. Perbankan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bank, mencakup

BAB I PENDAHULUAN. serius dalam bisnis perbankan, sebagian besar bank kesulitan karena modal

BAB I PENDAHULUAN. kembali dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk kredit.

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia perbankan yang sangat pesat disertai dengan tingkat

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Bank merupakan jantung perekonomian di suatu Negara.

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi sebagai Financial Intermediary (perantara keuangan ) atau perantara

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Sektor perbankan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan Terhadap Objek Studi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. sistem perekonomian dan sebagai alat dalam pelaksanakan kebijakan moneter

BAB I PENDAHULUAN. berkembangnya pertumbuhan ekonomi suatu negara (Dietrich dkk, 2014). Dimana Bank

BAB I PENDAHULUAN. menyediakan dana. Oleh karena itu, keberadaan lembaga keuangan dalam

I. PENDAHULUAN. Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional

BAB 1 PENDAHULUAN. ekonomi di Indonesia. Dalam Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 bank

BAB 1 PENDAHULUAN. (Nopirin, 2009:34). Kelangkaan dana yang dimiliki dunia perbankan memicu

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan dana serta menawarkan surat berharga dengan cara listing

BAB I PENDAHULUAN. kelebihan dana dengan pihak yang memiliki kekurangan dana. Dimana kegiatan. kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit.

BAB I PENDAHULUAN. pemerintah. Perbankan yang profitable akan menyokong perekonomian untuk dapat

UCAPAN TERIMA KASIH...

BAB I PENDAHULUAN. lembaga keuangan terbesar didunia asal Amerika Lehman Brother, kredit

ABSTRACT. Keywords: Interest, loan to deposit ratio (LDR), non performing loan (NPL), profitability and stock return

ANALISIS PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR, DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP HARGA SAHAM PERBANKAN

BAB I PENDAHULUAN. lembaga perbankan sangat dibutuhkan dalam suatu perekonomian. Kestabilan ini

BAB I PENDAHULUAN. aktivitas perbankan selalu berkaitan dengan bidang keuangan. Seperti telah

BAB I PENDAHULUAN. juga memberikan pelayanan dalam bentuk jasa jasa perbankan. Bank memiliki

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan perekonomian melalui fungsinya sebagai intermediary service, stabilitas ekonomi di lain pihak.

BAB I PENDAHULUAN. bagi pembangunan dan perekonomian Indonesia, serta menjadi intermediary

BAB I PENDAHULUAN. menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat secara efektif dan efisien dengan

BAB I PENDAHULUAN. investasi, seperti pemberian kredit, pembelian surat-surat berhaga dan penanaman

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latarbelakang. Bank merupakan sektor penting dan berpengaruh dalam perekonomian suatu

BAB I PENDAHULUAN. Bank memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi sebagai

BAB I PENDAHULUAN. menyalurkan dana dari pihak pihak yang memiliki dana yang idle kepada pihak

BAB I PENDAHULUAN. karena melibatkan pengelolaan uang masyarakat dan diputar dalam bentuk

BAB I PENDAHULUAN. dampak terhadap munculnya peluang peluang diberbagai bidang usaha yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. memiliki fungsi intermediasi yaitu menghimpun dana dari masyarakat yang

BAB I PENDAHULUAN hingga tahun 2012 terlihat cukup mengesankan. Di tengah krisis keuangan

BAB I PENDAHULUAN. dan pengeluaran dalam satu periode. Kinerja keuangan bank merupakan salah satu kondisi keuangan bank pada

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam bidang ekonomi secara global ini, menyebabkan berkembangnya

BAB I PENDAHULUAN. stabilitas ekonomi. Bank untuk bisa menjaga kepercayaan masyarakat, maka harus

BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi

BAB I PENDAHULUAN. menunjang berjalannya roda perekonomian mengingat fungsinya sebagai

BAB I PENDAHULUAN. alokasi sumber-sumber dana secara efektif dan efisien, bank juga memberikan

BAB I PENDAHULUAN. besar atau paling tidak sama dengan return (imbalan) yang dikehendaki

BAB I PENDAHULUAN. dan krisis moneter terjadi pada tahun yang memberikan dampak

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian suatu negara bisa berjalan dengan lancar. Pertumbuhan

BAB I PENDAHULUAN. perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus unit)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perekonomian di Indonesia pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari

BAB I PENDAHULUAN. pihak yang mengalami kelebihan dana untuk di produktifkan pada sektorsektor

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan kehidupan masyarakat pada masa sekarang ini, tidak pernah

Transkripsi:

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Investasi adalah sebagai penentu utama pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. (Prasetyo, 2009). Kegiatan investasi merupakan menempatkan dana satu atau lebih dari satu aset dalam periode tertentu, dengan tujuan untuk memaksimalkan hasil (return) dari nilai investasi pada modal awal, (Johannes dan Arisandi, 2013). Harapan investor dalam berinvestasi saham adalah salah satunya ingin menjadi pemilik sebanding dengan kepemilikan perusahaan tersebut. Menurut (Ningsih dan Hermanto, 2015), laporan keuangan bisa memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak-pihak yang memerlukannya. Maka para investor dapat melihat informasi mengenai kinerja perusahaan tersebut dengan laporan keuangannya. Jika tingkat kinerja perusahaan itu rendah maka profit yang dihasilkan juga akan turun, hal ini menyebabkan harga saham juga ikut menurun, besar kecilnya return tergantung pada harga saham. (Muhamad, 2015). Pada awal tahun 2015 menurunnya investasi di Indonesia dipengaruhi adanya keadaan pertumbuhan ekonomi. Pada pertumbuhan ekonomi kuartal awal 2015 menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah, karena pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 tercatat lebih rendah dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2014 sebesar 5,0% dan ditahun 2015 menurun menjadi 4,8%. Perlambatan perekonomian tersebut menyebabkan investasi diberbagai sektor menurun yaitu sektor primer, sektor sekunder dan sektor tersier. (www.bi.go.id). Berdasarkan grafik dibawah ini adalah beberapa sektor yang mengalami penurunan investasi, yaitu sebagai berikut: 1

2 Grafik 1.1 Investasi berdasarkan sektor Sumber: perkembangan perekonomian 2015, www.bi.go.id Dari grafik 1.1 merupakan gambaran menurunnya investasi ketiga sektor. Sektor tersier atau disebut juga sebagai sektor perbankan dilihat sebelum tahun 2015 mengalami peningkatan yang sangat tinggi dari sektor-sektor lainnya,yaitu ditunjukkan pada tahun 2012 didukung oleh (Lindayani dan dewi, 2016) bahwa sektor yang sekarang banyak diminati para investor adalah perbankan, karena return atas saham yang diperoleh menjanjikan. Dan mengalami penurunan yang sangat rendah ditunjukkan pada tahun 2015 triwulan pertama. Menurunnya investasi tersebut dipicu dari sektor primer karena kurangnya menjaga kestabilan makroekonomi sehingga masalah tersebut merambat ke sektor-sektor lainnya termasuk sektor tersier.

3 Menurut (Prasanjaya dan Ramantha, 2013), sektor perbankan merupakan pemegang peran yang sangat penting untuk mempertahankan dalam perekonomian di suatu negara, karena perbankan bertindak sebagai urat nadi perdagangan yang bertujuan menyediakan berbagai kebutuhan pembiayaan dan peminjaman. Dalam sebuah kinerjanya sektor tersebut harus dijaga dengan baik agar pertumbuhan perekonomian tidak menurun. Pada laporan keuangan dapat menggambarkan baik buruknya suatu kinerja perusahaan yaitu dapat dilihat dari laporan laba rugi, neraca dan laporan perubahan ekuitas. Laporan keuangan tersebut berguna juga bagi investor untuk membuat pertimbangan keputusan berinvestasi, (Kurniadi, 2012). Pada sektor tersier atau sektor perbankan yang mengalami penurunan kinerja karena adanya menurunan perekonomian yaitu mengalami perlambatan dari 12,29% menjadi 7,26% pada pendanaan pihak ketiga (DPK) dan resiko kreditnya (NPL) meningkat sebesar 2,49% dari 2,16%. Dengan fungsi intermediasi yang belum pulih dan resiko kredit yang meningkat, tingkat profitabilitas bank menurun 2,27%. Adanya uraian tersebut sektor perbankan mengalami penurunan investasi yang membuat keadaan perekonomian melambat (www.bi.go.id). Bahwa prospek keuntungan (return) perusahaan dipengaruhi oleh keadaan ekonomi. (Johannes dan Arisandi, 2013). Maka seorang investor harus memperhitungkan variabel kondisi ekonomi yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Dalam sistem perekonomian, hubungan tabungan dan investasi biasanya dipengaruhi adanya tingkat suku bunga. (Prasetyo, 2009). Menurut (Johannes dan Arisandi, 2013), pengaruh return suatu investasi ada dua faktor yaitu: faktor internal perusahaan (perbankan) dan faktor eksternal. Faktor

4 internal dapat berupa kinerja perbankan atau rasio profitabilitas dan analisis rasio lainnya. Dan Faktor eksternalnya diluar perusahaan seperti pengaruh kebijakan moneter. Faktor kondisi ekonomi dengan kebijakan moneternya yang biasanya digunakan adalah suku bunga. Faktor-faktor inilah yang akan mempengaruhi keputusan untuk para investor untuk memilih investasi saham dengan return yang tinggi. Sebagai lembaga termediasi perbankan juga mempunyai peran yaitu sebagai jalur pembiayaan, penyimpanan dan peminjaman, (Prasanjaya dan Ramantha, 2013). Sebagai lembaga perantara perbankan harus bisa menunjukkan kinerja yang baik. Laporan keuangan sebagai bentuk nyata hasil dari kinerja perusahaan. Informasi keuangan tersebut digunakan untuk mengevaluasi kinerja yang dilakukan oleh pihak internal, dan untuk pihak eksternal digunakan mengetahui kondisi perusahaan sebagai pihak investasi oleh para investor. (Fidhayatin dan Dewi, 2012). Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan yang baik, terercermin inflasi tersebut rendah sehingga suku bunga juga ikut menurun, (Wibowo dan Syaichu, 2013). jika inflasi tinggi akan menyebabkan profitabilitas perbankan menurun sehingga menurunkan pembagian deviden dan mengakibatkan tingginya tingkat bunga kredit, karena meningkatnya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) berpengaruh peningkatan bunga deposito yang mengakibatkan perekonomian menjadi menurun. Menurut (Zulfiah dan Susilowibowo, 2014), bahwa tingkat profitabilitas juga dipengaruhi adanya dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dari laporan keuangan bank untuk penelitian ini dengan mencakup masalah diatas dalam penelitian ini mengambil rasio NPL (kredit

5 bermasalah) dan rasio LDR (rasio likuiditas). Dan faktor eksternalnya yaitu tingkat suku bunga kredit. Salah satu indikator untuk mengukur kinerja perbankan yang paling tepat untuk melihat keberhasilan suatu bank adalah rasio profitabilitas. Rasio profitabilitas perbankan diukur menggunakan Return On Asset (ROA). Return On Asset memfokuskan perusahaan untuk mendapatkan earning dalam operasi perbankan. Semakin tinggi nilai Return On Asset semakin tinggi pula keuntungan yang dicapai bank tersebut, dan semakin baik pada segi penggunaan aset, (Muliawati dan Khoiruddin, 2015). Berdasarkan masalah pertumbuhan ekonomi diatas, return dan profitabilitas ada pengaruh terhadap faktor internal dan eksternal perusahaan. Tetapi dari hasil penelitian terdahulu mengindikasikan adanya Research Gap dari variabel independen yang mempengaruhi profitabilitas (ROA) dan Return Saham dengan hasil yang berbeda-beda oleh peneliti lainnya yaitu dengan menggunakan variabel Suku Bunga riil adalah faktor eksternal, dan variabel Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL) adalah faktor internal. Berikut adalah beberapa penelitian yang telah dilakukan, antara lain: Penelitian mengenai tingkat suku bunga juga menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Penelitian yang dilakukan oleh (Kalengkongan, 2013) menyatakan suku bunga berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, sedangkan peneliti (Wibowo dan Syaichu, 2013) mengatakan tidak ada pengaruh signifikan terhadap ROA. Dan yang return saham pada peneliti (Sudarsono, 2016) mengatakan suku

6 bunga mempunyai pengaruh positif terhadap return saham, sedangkan penelitian (Halim, 2013) suku bunga tidak ada pengaruh signifikan terhadap return saham. Perbankan yang menyalurkan kredit tinggi kepada dana pihak ketiga maka akan meningkatkan pendapatan bunga kredit, hal tersebut dapat diukur dengan Loan to Deposit Ratio (LDR). Pada hasil penelitian yang dilakukan (Margaretha dan Zai, 2013) mengatakan jika LDR berpengaruh positif terhadap ROA, Sedangkan peneliti (Dewi, 2014) LDR tidak ada pengaruh signifikan terhadap ROA. Pada return saham juga mempunyai pendapat yang berbeda-beda, peneliti (Kurniadi, 2012) menyatakan bahwa LDR berpengaruh positif terhadap return saham, tetapi peneliti (Azhar, 2013) menyatakan LDR tidak ada pengaruh terhadap return saham. Non Performing Loan (NPL) adalah rasio kredit yang bermasalah. Penelitian yang dilakukan oleh (Eng, 2013) memperlihatkan Non Performing Loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap ROA. Berbeda dengan penelitian (Muhamad, 2015) yang mengatakan bahwa NPL tidak berpengaruh terhadap ROA. Dan pada return saham Menurut (Muhamad, 2015) NPL berpengaruh positif. Tetapi berbeda dengan penelitian (Christie, 2016) yang mengatakan bahwa Non Performing Loan (NPL) tidak ada pengaruh pada return saham. Dan untuk pengaruh profitabilitas dengan return saham peneliti (Lindayani dan dewi, 2016) dan (Johannes dan Arisandi, 2013) mengatakan profitabilitas berpengaruh positif terhadap return saham. Sedangkan peneliti (Christie, 2016) mengatakan sebaliknya bahwa profitabilitas tidak ada pengaruh signifikan terhadap return saham.

7 Berdasarkan masalah dan perbedaan hasil penelitian-penelitian terdahulu yang tidak konsisten, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian kembali, tentang pengaruh variabel yang diteliti yaitu ANALISIS PENGARUH SUKU BUNGA, NON PERFORMING LOAN (NPL) DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) TERHADAP PROFITABILITAS (ROA) DAN RETURN SAHAM PADA PERBANKAN DI INDONESIA 2012-2015. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana pengaruh Suku Bunga terhadap Profitabilitas (ROA) pada Bank Umum yang ada di Indonesia? 2. Bagaimana pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Profitabilitas (ROA) pada Bank Umum di Indonesia? 3. Bagaimana pengaruh Non Performing Loan (NPL) terhadap profitabilitas (ROA) pada Bank Umum di Indonesia? 4. Bagaimana pengaruh Suku Bunga terhadap Return Saham pada Bank Umum di Indonesia? 5. Bagaimana pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Return Saham pada Bank Umum di Indonesia? 6. Bagaimana pengaruh Non Performing Loan (NPL) terhadap Return Saham pada Bank Umum di Indonesia? 7. Bagaimana pengaruh Profitabilitas (ROA) terhadap Return Saham pada Bank Umum di indonesia?

8 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk menganalisis dan mengetahui kinerja bank umum yang ada di indonesia dengan adanya pengaruh eksternal yaitu tingkat suku bunga, dan pengaruh internalnya menggunakan rasio NPL untuk resiko kredit dan rasio LDR untuk resiko likuiditas. 2. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Tingkat suku bunga, Loan to deposit ratio (LDR) dan Non Performing Financing (NPL) terhadap return saham pada bank umum Indonesia 3. Untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh rasio profitabilitas (ROA) terhadap return saham pada bank umum yang ada di indonesia. 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Investor Sebagai salah satu bahan untuk mengambil keputusan dengan melihat laporan keuangan dan pengaruh luar perusahaan kepada para investor untuk menginvestasikan dananya di sebuah investasi saham. 2. Bagi Penulis Dapat menambah dan menerapkan ilmu, wawasan yang telah didapat selama penilitian dan masa perkuliahan. 3. Bagi penelitian yang akan datang

9 Dapat mendukung penelitian selanjutnya untuk memberikan referensi dan menambah variabel-variabel yang lain yang dapat menentukan profitabilitas dan return saham. 1.5 Sistem Penulisan Sistematika ini digunakan untuk lebih memudahkan untuk mengetahui dan memahami isi dari uraian dalam tiap-tiap bab penulisan skripsi ini. Sistematika penulisan penelitian ini terdiri dari lima bagian yang akan diuraikan secara ringkas sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, dengan latar belakang gtersebut, maka dilakukan perumusan masalah yang mendasari penelitian tersebut. Bagian terakhir dari bab ini menjelaskan tujuan penelitian dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi landasan teori yang digunakan sebagai dasar penelitian terdahulu yang sejenis dan kerangka pemikiran yang menggambarkan hubungan antar variabel penelitian serta hipotesis penelitian. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menerangkan dan mendeskripsian dari variabel-variabel penelitian, definisi operasional, penentu sampel penelitian, metode pengumpulan data penelitian serta metode analisis data dan mekanisme alat analisis yang digunakan dalam penelitian.

10 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini menjelaskan tentang deskripsi objek penelitian, dan menjelaskan analisis data yang digunakan dalam penelitian serta pembahasan hasil penelitian. BAB V PENUTUP Bab terakhir dari skripsi yang berisi kesimpulan dari analisis data yang telah dilakukan, implikasi dari hasil data yang dibuat keterbatasan penelitian serta saran-saran yang ditunjukkan untuk penelitian selanjutnya.