PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN

dokumen-dokumen yang mirip
PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

BAB I PENDAHULUAN. realistik terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari. 2 Studi di Amerika

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencangkup bidang Ilmu Kedokteran Jiwa. Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DAN DEPRESI PADA MAHASISWA SISTEM PERKULIAHAN TRADISIONAL DENGAN SISTEM PERKULIAHAN TERINTEGRASI

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TINGKAT SUGESTIBILITAS PADA MAHASISWA KEDOKTERAN TAHUN PERTAMA LAPORAN HASIL AKHIR KARYA TULIS ILMIAH

HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN ORGANISASI DENGAN REGULASI DIRI PADA REMAJA : STUDI KASUS DI SMA N 2 NGAWI

PERBANDINGAN TINGKAT DEPRESI ANTARA MAHASISWA PEROKOK DENGAN MAHASISWA NON-PEROKOK LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA SEMESTER ENAM ANGKATAN

TINGKAT STRES PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA ANGKATAN 2013

LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana strata-1 kedokteran umum

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN PERILAKU MASTURBASI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN TAHUN PERTAMA. Laporan Hasil Karya Tulis Ilmiah

Hubungan di antara merokok dengan tingkat kecemasan di kalangan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 2014

PENGARUH INTERVENSI MUSIK KLASIK MOZART DIBANDING MUSIK INSTRUMENTAL POP TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DENTAL PASIEN ODONTEKTOMI

ABSTRAK. Kata kunci: premenopause, menopause, gingivitis, permen karet, probiotik

HUBUNGAN FEAR OF FAILURE DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN TAHUN PERTAMA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SKRIPSI

Abstract. Healthy Tadulako Journal 11. Hubungan antara pendampingan persalinan...( Abd. Halim, Fajar, Nur)

HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN SITUS JEJARING SOSIAL DENGAN KECEMASAN PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2012

BAB I PENDAHULUAN. Prevalensi depresi di dunia diperkirakan 5-10% per tahun dan life time prevalence

PERNYATAAN. Yogyakarta, 3 Maret Moch Aris Setyawan. vii

ABSTRAK UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

GAMBARAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA PENDIDIKAN SARJANA KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA. Oleh: CAROLIN

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi kesehatan fisik manusia tersebut. 1 Stres normal merupakan. sehingga timbul perubahan patologis bagi penderitanya.

PERBEDAAN INDEKS HIGIENE ORAL DAN ph PLAK KELOMPOK PEMAKAI DAN BUKAN PEMAKAI PESAWAT ORTODONTI CEKAT LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

EFEKTIVITAS DANCE/MOVEMENT THERAPY

Hubungan Penyuluhan Bahaya Merokok dengan Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Bahaya Merokok di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Kedokteran Gigi serta Ilmu

Abstrak. Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Semester Satu di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Tahun 2014.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Disiplin ilmu yang terkait dengan penelitian ini adalah ilmu psikiatri.

HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DENGAN SINDROM PREMENSTRUASI PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN ANGKATAN 2014 FAKULTAS KEDOKTERAN UNS SKRIPSI

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran. G Harldy Parendra G

PERBEDAAN KECEMASAN PADA MAHASISWA LULUSAN SARJANA KEDOKTERAN UNS ANGKATAN 2005 YANG IPK-NYA DI ATAS 2,75 DENGAN IPK-NYA DI BAWAH 2,75 SKRIPSI

SKRIPSI SENAM JANTUNG SEHAT DAPAT MENURUNKAN PERSENTASE LEMAK TUBUH PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI FISIOTERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU ANGKATAN 2011

BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa adalah peserta didik pada jenjang pendidikan tinggi. 1 Menurut

HUBUNGAN JENIS KELAMIN DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

PENGARUH ANDROPAUSE TERHADAP KEJADIAN DEPRESI PADA PRIA DI KECAMATAN JEBRES, SURAKARTA SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan

SKRIPSI. Untuk memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN PERILAKU ORANG TUA TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN KARIES GIGI PADA ANAK KELAS 1 DI SDN X DAN Y

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TENTANG FAKTOR RISIKO PENYAKIT SEREBROVASKULAR TERHADAP KEJADIAN STROKE ISKEMIK ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH

DERAJAT DAN FAKTOR PENYEBAB DEPRESI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA ANGKATAN 2008 PERIODE SEPTEMBER 2009 DESEMBER

BAB III METODE PENELITIAN

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN ANTARA SISWA KELAS VIII SMP NAWA KARTIKA ISLAMIC BOARDING SCHOOL DENGAN SMP NEGERI 1 WONOGIRI SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG NAPZA DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA SISWA SMA NEGERI 3 SEMARANG SKRIPSI

PENGARUH BUKU SAKU TERHADAP TINGKAT KECUKUPAN GIZI PADA REMAJA (Studi Di SMA Teuku Umar Semarang Tahun 2016)

HUBUNGAN ANTARA STATUS ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH LAPORAN AKHIR HASIL KARYA TULIS ILMIAH

HUBUNGAN RIWAYAT ATOPIK ORANG TUA DAN KEJADIAN ASMA PADA ANAK USIA TAHUN DI SEMARANG LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

PENGARUH PEMBERIAN PERMEN KARET YANG MENGANDUNG XYLITOL TERHADAP CURAH DAN ph SALIVA PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PAPARAN PADA PEROKOK PASIF DENGAN VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL (VO2MAX) PADA REMAJA USIA TAHUN SKRIPSI

PERBEDAAN PROPORSI JUMLAH SISWA KELAS XII SMA AL ISLAM

PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR DITINJAU DARI STATUS EKONOMI KELUARGA PADA MAHASISWA Oleh : Meriam Yuliana Mahasiswi jurusan Psikologi Fakultas Psikologi U

HUBUNGAN INSOMNIA DENGAN JENIS KELAMIN PADA MAHASISWAFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA ANGKATAN 2011 YANG MENGALAMI STRES

BAB I PENDAHULUAN. Kecemasan dan ketakukan adalah sinyal peringatan. dan bertindak sebagai peringatan atas ancaman dari dalam

PENGARUH TERAPI BERCERITA TERHADAP SKALA NYERI ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) SELAMA TINDAKAN PENGAMBILAN DARAH VENA DI RSUD TUGUREJO SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari

PENINGKATAN KECEMASAN SISWA MENJELANG UJIAN AKHIR SEMESTER DI SMAN 4 DENPASAR. Odilia Dea Novena 1, Krisna Dinata 2

Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang 2)

ANGKA KEJADIAN GANGGUAN CEMAS DAN INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WANA SERAYA DENPASAR BALI TAHUN 2013

ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI GANGGUAN MENSTRUASI PADA SISWI KELAS 2 SMA X KOTA BANDUNG TAHUN 2015

PERBEDAAN TINGKAT DISMENOREA PRIMER DENGAN PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER PADA SISWI SMA NEGERI 3 SURAKARTA KARYA TULIS ILMIAH

PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP DEPRESI PADA LANSIA TESIS. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai derajad Magister Psikologi

PERBEDAAN DEPRESI ANTARA GURU SMA BERJENIS KELAMIN PRIA YANG BEKERJA DENGAN TUGAS TAMBAHAN DAN YANG BEKERJA SECARA REGULER DI SMA NEGERI SURAKARTA

ABSTRAK. Kata kunci : Kemampuan dalam pengambilan keputusan karir, Pelatihan perencanaan karir pendekatan trait-factor. Universitas Kristen Maranatha

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL ISOLAT PROPOLIS GUNUNG LAWU TERHADAP HITUNG SPERMATOZOA MENCIT MODEL INFERTILITAS PRIA

HUBUNGAN TINGKAT ANSIETAS DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA FUNGSIONAL MENJELANG UJIAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN USU STAMBUK 2015.

PEMBERIAN INFORMASI KARIR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN PROGRAM JURUSAN

PENGARUH PEMBERIAN PERMEN KARET YANG MENGANDUNG XYLITOL TERHADAP CURAH DAN ph SALIVA PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN TERAPI AMLODIPINE

HUBUNGAN ANTARA ESTIMASI KAPASITAS CRANIUM DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA SISWA LAKI-LAKI DI SMP NEGERI 19 SURAKARTA SKRIPSI

TERAPI TOPIKAL AZELAIC ACID DIBANDINGKAN DENGAN NIACINAMIDE+ZINC PADA AKNE VULGARIS LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

vii UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

PERBEDAAN PENGARUH MEDIA YOUTUBE DAN ALAT PERAGA TERHADAP KECEMASAN DAN PRESTASI KETERAMPILAN LABORATORIUM KEBUTUHAN DASAR MANUSIA TESIS

Kata kunci: kepercayaan diri, perawatan ortodontik cekat, remaja, PIDAQ.

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG REKAM MEDIS DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN CATATAN KEPERAWATAN JURNAL PENELITIAN MEDIA MEDIKA MUDA

BAYU ADHY TAMA K

HUBUNGAN FREKUENSI OLAHRAGA DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA ANGKATAN 2011, 2012, DAN 2013.

EFEK KAFEIN TERHADAP KEJADIAN TREMOR TANGAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA ANGKATAN TAHUN 2010.

LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

PERBEDAAN TINGKAT STRES DAN GEJALA SOMATIK ANTARA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KEPERAWATAN DI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGARUH PEMBERIAN KLOROFIL TERHADAP KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS MODEL ANEMIA

BAB III METODE PENELITIAN

ABSTRAK PREVALENSI GANGGUAN CEMAS PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 1 DENPASAR

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini mencangkup bidang Ilmu Kedokteran Gigi dan Ilmu

BAB 4 METODE PENELITIAN

e-journal Keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Februari 2018

PERBEDAAN ph SALIVA SEBELUM DAN SESUDAH BERKUMUR DENGAN LARUTAN TEH PUTIH DAN TEH HIJAU SKRIPSI

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup ilmu kedokteran jiwa. Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.

PERBEDAAN PENGARUH INTERVAL TRAINING DAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP VO2MAX SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA UNDIP LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

ABSTRAK PENGARUH KURANG TIDUR TERHADAP PENINGKATAN RISIKO OBESITAS

ABSTRAK HUBUNGAN SARAPAN DENGAN TINGKAT KONSENTRASI PADA MAHASISWA ANGKATAN 2011 DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

Jurusan Kimia, Jalan Mannuruki IX, Makassar 90224

ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN PASTA GIGI YANG MENGANDUNG SODIUM LAURYL SULFATE 5% TERHADAP PENURUNAN SENSITIVITAS SENSASI RASA PADA LIDAH

PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP SKOR GERIATRIC DEPRESSION SCALE LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

SKRIPSI SENAM HAMIL MENURUNKAN GANGGUAN TIDUR PADA IBU HAMIL TRIMESTER KETIGA DI RUMAH SEHAT MADANI LARAS SURYA SORE RIANITA

SKRIPSI G Surakarta commit to user

DUKUNGAN DOSEN DAN TEMAN SEBAYA DENGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Kata kunci: Stres akademis mahasiswa kedokteran, indeks plak, plak gigi.

BAB IV METODE PENELITIAN

PENGARUH TERAPI MUSIK DANGDUT RITME CEPAT TERHADAP PERBEDAAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN DEPRESI DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA

Prevalensi Ansietas Menjelang Ujian Tulis pada Mahasiswa Kedokteran Fk Unand Tahap Akademik

Transkripsi:

PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN Veronika Subagio 1, Natalia Dewi Wardani 2, Innawati Jusup 2 1 Mahasiswa Program Pendidikan S-1 Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro 2 Staf Pengajar Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, SH., Tembalang -Semarang 50275, Telp. 02476928010 ABSTRAK Latar belakang: Gangguan kecemasan sering dijumpai pada anak maupun remaja. Mahasiswa merupakan salah satu yang sering mengalami kecemasan, termasuk mahasiswa kedokteran yang berada pada tingkat awal terutama saat menghadapi ujian. Mengunyah permen karet adalah salah satu cara mengurangi kecemasan. Dengan demikian dilakukan penelitian pengaruh mengunyah permen karet terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat awal Program Studi Pendidikan Dokter ketika menghadapi ujian. Tujuan: Mengetahui pengaruh mengunyah permen karet terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat awal ketika menghadapi ujian. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan desain quasi eksperimental pre-post test control group. Pengambilan sampel menggunakan cara purposive sampling pada 78 mahasiswa FK Undip angkatan 2014. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu perlakuan dan kontrol. Subjek diberi informed consent, mengisi data demografi, dan mengisi Zung Self-rating Anxiety Scale sebelum perlakuan. Mengunyah permen karet dilakukan pada kelompok perlakuan sebanyak 2 kali sehari selama 1 bulan. Analisis statistik menggunakan uji Marginal Homogeneity. Hasil: Terdapat penurunan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah mengunyah permen karet pada kelompok perlakuan dengan nilai p=0,034. Pada kelompok kontrol terdapat peningkatan tingkat kecemasan secara bermakna (p=0,002). Uji beda tidak berpasangan antar kelompok setelah 1 bulan antara kelompok kontrol dan perlakuan menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p=0,003). Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh secara bermakna sebelum dan setelah mengunyah permen karet terhadap tingkat kecemasan. Tingkat kecemasan menurun setelah mengunyah permen karet. Kata kunci: Kecemasan, permen karet, mahasiswa tingkat awal ABSTRACT THE EFFECT OF CHEWING GUM TO ANXIETY LEVEL IN FIRST GRADE MEDICAL STUDENTS WHEN FACING EXAM Background: Anxiety disorders are common in children and adolescents. Student is the one who often have anxiety, including medical students in the first year of college, especially when facing exams. Chewing gum is one way to reduce anxiety. The writter did the experiment to prove whether there is the effect of chewing gum to anxiety level in first grade medical students when facing the exams. Aim: To determine the effect of chewing gum to anxiety level in first grade medical student when facing exam. Methods: This study was an experimental with quasi experimental pre-post test control group design. The sampling method was using purposive sampling method on 78 students from 1576

Faculty of Medicine Diponegoro University year 2014. Subjects were divided into two groups, consist of treatment group and control group. The subjects were given informed consent, filled out the demographic data and filled out the Zung Self-rating Anxiety Scale questionnaire. The treatment group chewed gum two times per day for 1 month. Statistical analysis was calculated using Marginal Homogeneity test. Results: The result of the analysis showed there was a decrease on anxiety levels after chewing gum in treatment group with the value of p=0,034. In the control group there was a significant increase on anxiety levels (p = 0.002). Independent test between groups after 1 month showed a significant difference with the value of p=0,003. Conclusion: There was significant effect between chewing gum and the anxiety level. The anxiety level decreased after chewing gum. Key words: anxiety, chewing gum, first grade medical student PENDAHULUAN Gangguan cemas merupakan gangguan yang sering dijumpai pada pada anak maupun remaja. 1 Berupa kondisi gangguan yang ditandai dengan kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan dan tidak rasional bahkan terkadang tidak realistik terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari. 2 Studi di Amerika mengatakan bahwa 6,8 juta remaja berusia 18 tahun di Amerika (3,1 %) mengalami gangguan cemas menyeluruh. 3 Di Indonesia angka kecemasan mencapai 6,7%. 4 Menurut National Comorbidity Survey prevalensi kecemasan pada laki-laki 2% dan perempuan 4,3%. 3,6 Wanita lebih banyak mengalami gangguan cemas pada rentang usia 16-40 tahun. 4 Kecemasan dipengaruhi oleh faktor genetik, perkembangan, psikologi, perilaku, biokimia, serta lingkungan. 6 Gangguan kecemasan memiliki dampak pada kualitas hidup, kesehatan, penyalahgunaan zat, hubungan personal dan orangtua, akademik, produktivitas pekerjaan, serta tingginya biaya dalam segi perawatan kesehatan. 5 Mahasiswa merupakan salah satu yang sering mengalami kecemasan, termasuk mahasiswa kedokteran terutama mahasiswa yang berada pada tingkat awal. Kecemasan pada mahasiswa terutama disebabkan karena 3 masalah utama yang berkaitan dengan masalah akademik, yaitu banyaknya materi yang harus dipelajari, kurangnya waktu untuk mengulang pelajaran, dan ujian. Saat ujian mahasiswa cenderung merasa waktu yang dimiliki kurang untuk mencapai target mereka saat ujian sehingga hal ini sering kali menimbulkan kecemasan. Mahasiswa tingkat awal cenderung memiliki tingkat cemas yang lebih tinggi diasumsikan karena masih beradaptasi dengan lingkungan dan kurikulum perkuliahan yang baru. 7-8,12-13,15 1577

Sebuah cara untuk mengurangi kecemasan mahasiswa dapat bermanfaat bagi psikologis, kesejahteraan, tingkat energi, prestasi akademis dan kesehatan. 9 Mengunyah permen karet dapat disebabkan oleh berbagai alasan, salah satunya untuk mengurangi kecemasan. 10 Cemas dikurangi dengan pengurangan ketegangan otot dan energi yang dihasilkan melalui gerakan mengunyah. 9 Proses ini adalah langkah pertama dari pencernaan dan meningkatkan aliran saliva dan menyebabkan kadar kortisol menurun. Hal ini akan diikuti dengan penurunan kadar kecemasan. 10-11 METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan quasi eksperimental pre-post test control group design yang bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh mengunyah permen karet terhadap tingkat kecemasan ketika menghadapi ujian pada mahasiswa tingkat awal (2014). Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2014 pada mahasiswa tingkat awal (2014) Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, dengan metode sampling purposive sampling dimana subjek didapatkan dari populasi terjangkau yang ditetapkan oleh peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Subjek harus memenuhi kriteria inklusi yaitu mahasiswa akif perkuliahan, merupakan mahasiswa tingkat awal (2014) dan bersedia menjadi subjek penelitian. Subjek yang sedang dalam masa cuti, skorsing, dan mengkonsumsi obat-obatan seperti obat anti kecemasan, anti depresi, antipsikotik akan diesklusi. Dalam penelitian apabila subjek tidak mengikuti prosedur untuk mengunyah untuk mengunyah permen karet dalam rentang waktu 1 bulan serta memiliki alergi terhadap bahan karet dari permen karet tersebut maka akan di drop out sebagai subjek. Didapatkan 78 subjek yang memenuhi kriteria sebagai sebjek. Pada penelitian terdapat dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol, di mana kelompok perlakuan akan mengunyah permen karet dalam rentang waktu 1 bulan. Kuesioner akan dibagikan di awal dan diakhir penelitian baik pada kelompok kontrol maupun perlakuan. Mengunyah permen karet akan dilakukan sebanyak 2 kali setiap hari pada pagi dan sore hari dalam rentang waktu 1 bulan. Analisis statistik menggunakan program komputer SPSS versi 20. 1578

HASIL PENELITIAN Variabel Tabel 1. Distribusi umum subjek penelitian Kategori Kontrol Kelompok Perlakuan n % n % Total Jenis kelamin Laki-laki 9 23,1 8 20,5 17 0,784* Perempuan 30 76,9 31 79,5 61 Umur 16 tahun 1 2,6 0 0 1 17 tahun 8 20,5 7 17,9 15 18 tahun 18 46,2 14 35,9 32 0,233 δ 19 tahun 11 28,2 18 46,2 29 20 tahun 1 2,6 0 0 1 Tempat tinggal Kos 24 61,5 25 64,1 49 Indeks prestasi kumulatif Obat/alkohol Keterangan : * Chi Square Test Kolmogorov-Smirnov δ Mann Whitney β Fisher Exact test Rumah Orang Tua Rumah Sendiri Rumah Saudara 11 28,2 14 35,9 25 1 2,6 0 0,0 1 0,986 1 2,6 0 0,0 1 Kontrakan 2 5,1 0 0,0 2 <2,00 0 0 0 0 0 2,00-2,75 4 10,3 1 2,6 5 2,76-3,50 11 28,2 20 51,3 31 0,745 3,51-4,00 24 61,5 18 46,2 42 Ya Tidak 1 38 2,6 97,4 1579 0 39 0 100 4 74 p 1,000 β

Bedasarkan tabel 1 diatas didapatkan distribusi karakteristik subjek penelitian, yaitu jenis kelamin, umur, tempat tinggal, indeks prestasi kumulatif, obta/alkohol pada kelompok kontrol maupun perlakuan adalah merata. Tabel 2. Uji beda berpasangan dalam kelompok perlakuan dan kontrol Kontrol Perlakuan Keterangan : Kelompok * Signifikan p < 0,05 Awal penelitian Akhir penelitian Awal penelitian Akhir penelitian Marginal Homogeneity Test Normal (n) Tingkat kecemasan Ringansedang (n) Parah (n) Ekstrim (n) 39 0 0 0 29 10 0 0 31 8 0 0 38 1 0 0 p 0,002 * 0,020 * Tabulasi silang awal penelitian dan akhir penelitian pada kelompok perlakuan menunjukkan bahwa tingkat kecemasan responden yang menurun bertambah. Hasil uji Marginal Homogeneity Test menunjukkan nilai p sebesar 0,020. Nilai p lebih kecil dari 0,05 (0,020 < 0,05) maka H 0 ditolak, maka disimpulkan terdapat pengaruh bermakna mengunyah permen karet terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat awal (2014) yang sedang mengikuti perkuliahan modul. Tabulasi silang pada awal dan akhir penelitian pada kelompok kontrol menunjukkan adanya peningkatan tingkat kecemasan 1580

Tabel. 3 Uji beda tidak berpasangan awal penelitian pada kelompok perlakuan dan kontrol. Tingkat kecemasan Perlakuan Kontrol n % n % Normal 31 39,7 39 50 Ringan-sedang 8 10,3 0 0 Parah 0 0 0 0 Ekstrim 0 0 0 0 Total 39 50 39 50 Keterangan : P 0,385 Uji Kolmogorov-Smirnov Test Hasil uji Kolmogorov-Smirnov Test tingkat kecemasan awal penelitian pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol menunjukkan nilai p= 0,385. Nilai p > 0,005 (0,385 > 0,005), maka H 0 diterima, sehingga disimpulkan tidak terdapat perbedaan bermakna tingkat kecemasan antara kelompok perlakuan dan kontrol pada awal penelitian. Tabel. 4 Uji beda tidak berpasangan akhir penelitian pada kelompok perlakuan dan kontrol. Tingkat Kecemasan Normal Ringan-sedang Parah Ekstrim N % n % n % n % Kontrol 29 37,2 10 12,8 0 0 0 0 Perlakuan 38 48,7 1 1,3 0 0 0 0 Total 67 85,9 11 14,1 0 0 0 0 Keterangan : * Signifikan p < 0,05 Uji Chi Square P 0,003 * Hasil uji Chi Square Test tingkat kecemasan pada akhir penelitian menunjukkan nilai p= 0,003. Nilai p < 0,05 ( 0,003 < 0,05), maka H 0 ditolak, sehingga disimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat kecemasan antara kelompok perlakuan dan kontrol saat akhir penelitian. 1581

PEMBAHASAN PENELITIAN Mahasiswa kedokteran cenderung mengalami kecemasan terutama pada mahasiswa tingkat awal. Hal ini dapat disebabkan karena mahasiswa harus mulai menyesuaikan diri terhadap lingkungan baru dan stesor akademik, yaitu ujian, banyaknya bahan yang harus dipelajari, dan kurangnya waktu untuk mengulang kembali pelajaran tersebut. 15, Informasi yang terlalu banyak membuat mahasiswa tidak mampu menyesuaikan diri terutama untuk meraih hasil yang diinginkan saat ujian. Hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan antara informasi yang diterima selama perkuliahan dengan hasil yang didapatkan setelah ujian berlangsung. 15-16 Meningkatnya kecemasan dapat memberikan efek yang buruk terhadap hasil belajar mahasiswa, selain itu dapat berakibat buruk terhadap aspek sosial. Mahasiswa akan cenderung sulit berkomunikasi, tidak peduli terhadap sesama, gangguan tidur, serta sulit berkonsentrasi. 16-,17 Karena itu salah satu usaha untuk mengurangi tingkat kecemasan adalah dengan menurunkan kadar kortisol sehingga stres menurun. Awal penelitian didapatkan hasil bahwa pada kelompok kontrol tingkat kecemasan berada dalam ketegori tingkat kecemasan normal, sedangkan kelompok perlakuan berada pada kategori tingkat kecemasan normal dan tingkat kecemasan ringan-sedang. Setelah dilakukan uji statistik didapatkan nilai signifikansi p = 0,385 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa saat awal penelitian baik kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan tidak terdapat perbedaan bermakna pada tingkat kecemasan. Pada akhir penelitian setelah 1 bulan didapatkan nilai signifikansi p=0,003 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat kecemasan antara kelompok perlakuan dan kontrol setelah 1 bulan penelitian. Pada kelompok perlakuan diakhir penelitian didapatkan hasil bahwa mahasiswa kedokteran tingkat awal memiliki tingkat kecemasan dalam kategori tingkat kecemasan normal. Pada kelompok kontrol setelah 1 bulan tingkat kecemasan menjadi tingkat kecemasan normal dan tingkat kecemasan ringan-sedang. Hal ini dapat disebabkan karena pada mahasiswa kedokteran terdapat banyak stresor, salah satunya adalah tugas perkuliahan di kedokteran yang banyak dan berat. Ujian merupakan salah satu stresor akademik utama pada mahasiswa kedokteran. Banyaknya materi yang akan diujikan serta kurangnya waktu untuk mempelajari dan mengulang materi adalah alasan kecemasan pada mahasiswa kedokteran. 15 Selain itu terdapat stresor lain lain seperti masalah keluarga, masalah pribadi, dan masalah ekonomi. 18 Hasil penelitian menunjukkan setelah mengunyah permen karet 2 kali sehari dalam rentang 1 bulan pada kelompok perlakuan tingkat kecemasan 1582

responden yang menurun bertambah dengan nilai p=0,020, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh mengunyah permen karet terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat awal (2014) ketika menghadapi ujian. Penelitian yang ada menunjukkan bahwa rasa permen karet tidak memberi perbedaan efek pada suasana hati, namun dengan mengunyah mengunyah permen karet akan mengurangi stres melalui pengurangan ketegangan otot yang berlebihan melalui gerakan mengunyah. 9 Secara signifikan mengunyah permen karet akan menurunkan kadar kortisol sehingga tingkat kecemasan menurun. 14 SIMPULAN Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2014 pada mahasiswa tingkat awal (2014) Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Diakhir penelitian dalam rentang waktu 1 bulan didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh antara mengunyah permen karet terhadap tingkat kecemasan menghadapi ujian pada mahasiswa tingkat awal (2014) Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Diponegoro Semarang. Distribusi karakteristik subjek penelitian didapatkan bahwa subjek penelitian lebih banyak berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 78,2%. Sebagian besar mahasiswa tingkat awal (2014) bertempat tinggal di kos dengan jumlah 49 subjek (62,8%) dan rumah orang tua, yaitu 25 subjek (32,1%). Indeks prestasi kumulatif dalam penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa tingkat awal (2014) meraih indeks prestasi paling banyak pada rentang 3,51-4,00, yaitu 42 subjek penelitian (53,8%). Indeks prestasi terendah 54 yang didapat oleh mahasiswa tingkat awal (2014) adalah 2,00-2,75, yaitu sebanyak 5 subjek (6,4%). Konsumsi obat/alkohol terjadi pada 1 subjek penelitian (1,3%). Tingkat kecemasan saat awal penelitian pada kelompok kontrol adalah kategori tingkat kecemasan normal. Saat akhir penelitian didapatkan bahwa terjadi peningkatan tingkat kecemasan. Pada kelompok perlakuan setelah mengunyah permen karet dalam rentang 1 bulan tingkat kecemasan yang menurun bertambah. SARAN Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh mengunyah permen karet terhadap tingkat kecemasan menggunakan instrumen penelitian yang lebih objektif. 1583

DAFTAR PUSTAKA 1. Sucheta C, David S, Cynthia P. In: Christine C, editor. Anxiety diorders. US: Chelsea House Publisher, 2006. 2. Sylvia DE, Gitayanti H, editor. Buku ajar psikiatri Universitas Indonesia. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Indonesia, 2010. 3. Cheryl WG. In: Julie KS. Anxiety. California: ABC-CLIO, 2010. 4. Luana NA, Sahala P, Joyce VML, Ika C. Media medika Indonesia: kecemasan pada penderita penyakit ginjal kronik yang mengalami hemodialisis di RS Universitas Kristen Indonesia [internet]. 2012. [diunduh tanggal 20 November 2014]. Diunduh dari : http://ejournal.undip.ac.id. 5. Thomas JH. Anxiety and depression in children and adolescents. USA: Springer. 2012. 6. Vishal. Review of general psychiatry. 5th, ed. Maryland: American Psychiatric Association, 2000. Dyah C, Susy P. Gangguan cemas pada mahasiswa semester I dan VI program studi pendidikan dokter fakultas kedokteran universitas Udayana [internet]. 2013. [diunduh tanggal 20 November 2014]. Diunduh dari: ojs.unud.ac.id. 7. Dyah C, Susy P. Gangguan cemas pada mahasiswa semester I dan VI program studi pendidikan dokter fakultas kedokteran universitas Udayana [internet]. 2013. [diunduh tanggal 20 November 2014]. Diunduh dari: ojs.unud.ac.id. 8. Beiter R, Nash R, McCrady M, Rhoades D, Linscomb M, Clarahan M, et al. The prevalence and correlates of depression, anxiety, and stress in a sample of college students [internet]. USA: Department of Psychology, Sociology, and Social Work, Franciscan University of Steubenville, 2014. [cited 2014 Nov 20]. Alvailable from: www.sciencedirect.com 9. Andrew PS, Martin W. Effects of chewing gum on the stress and work of university students [internet]. 2011. [cited 2014 Nov 20]. Alvailable from: www.sciencedirect.com. 10. Andrew S, Crystal H, Bernadette R, David K, Anthea M, Mark W. Chewing gum alleviates negative mood and reduces cortisol during acute laboratory psychological stress [internet]. 2009. [cited 2014 Nov 20]. Alvailable from: www. sciencedirect.com. 11. Akiyo SO, Yumiko S, Yoshiko M, Sadayo I, Yuka K, Chifumi S. Effect of regular gum chewing on levels of anxiety, mood, and fatigue in healthy young adults [internet]. 2011. [cited 2014 Nov 20]. Alvailable from: www.sciencedirect.com. 12. David AT. Buku saku psikiatri. Jakarta: EGC, 2010. 1584

13. Jeffrey SN, Spencer AR, Beverly G. Psikologi abnormal. Jakarta: Erlangga, 2005. 14. Laura KT, Andrew JJ, Christopher M. Chewing gum and impase-induced self reported stress [internet]. 2009. [cited 2015 Jan 18]. Alvailable from: www.sciencedirect.com 15. Muhamad SBY, Ahmad FAR, Abdul AB, Shaiful BI, Mohamad NMP, Ab RE. Prevalence and associated factors of stress, anxiety and depression among prospective medical students [internet]. 2012. [cited 2015 Jan 22]. Alvailable from: www.sciencedirect.com. 16. Kuo YH, Bahaudin GM. Stress, task, and relationship orientations of Taiwanese adults: an examination of gender in this high-context culture [inetrnet]. 2007. [cited 2015 Jun 01]. Alvailable from: www.ebsco.com 17. Motaz BI, Moataz HA. Prevalence of anxiety and depression among medical and pharmaceutical students in Alexandria University [internet]. 2014. [cited 2015 Jan 01]. Alvailable from: www.sciencedirect.com. 18. Yi CY, Cheng FY, Chung SL, Chun-HH, Keh ML, In TH. Correlations between academic achievment and anxiety and depression in medical students experiencing integrated curriculum reform [internet]. 2007. [cited 2015 Jun 01]. Alvailable from: www.sciencedirect.com. 1585