BAB III METODE PENELITIAN. kader terhadap motivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengukurannya atau observasi data variabel independen (bebas) dan

BAB III METODE PENELITIAN. cross sectional. Metode cross sectionalmerupakan suatu metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-eksperimen

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian correlative (hubungan/ asosiasi)

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen dengan metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen dengan metode kuantitatif.

O1 (X) O2. BAB lll METODOLOGI PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental design:

BAB III METODEOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasi

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan hubungan antar

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental yang

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik untuk mengetahui faktor

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif yaitu suatu metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. correlative dengan menggunakan pendekatan cross-sectional yaitu jenis

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. eksprimental yaitu deskriptif korelasional yaitu hubungan antara dua variabel

BAB III METODE PENELITIAN. (Nursalam, 2013). Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner pada

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan cross sectional karena

BAB III METODE PENELITIAN. usia, jenis kelamin, masa kerja, pengetahuan, tingkat pendidikan, ketersediaan

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan desain descriptive untuk melihat gambaran self awareness

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian dan Metode Penelitian. variabel. Peneliti dapat mencari, menjelaskan suatu hubungan,

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. correlative (hubungan) dengan menggunakan pendekatan cross sectional.

BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi, karena menjelaskan hubungan antara dua variabel yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. metode survei dengan pendekatan Cross Sectional. Cross Sectional adalah data

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross-sectional. Pendekatan cross-sectional yaitu jenis penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. descriptive analytic dengan pendekatan cross sectional, dimana waktu

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskritif korelasi, yaitu. menggambarkan suatu kejadian pada variabel dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif komparatif. Komparatif merupakan penelitian non-eksperimen

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non-eksperimental dan

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara variabel independent dan

BAB III METODE PENELITIAN. cross sectional yaitu penelitian yang pengukuran variabel bebas (dukungan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian dan Metode Penelitian. Demak, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif korelasional dengan metode pendekatan cross sectional, yaitu suatu

BAB III METODE PENELITIAN. rancangan yang digunakan dalam prosedur penelitian. Desain penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental pretest-posttest with control

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif correlational

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi korelasi (correlation

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian noneksperimental

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah correlation study yaitu penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah dekriptif kuantitatif non eksperimental bersifat

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian non-ekperimen dengan desain cross sectional. Penelitian. diambil dalam waktu yang bersamaan.

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan desain korelasional, pada waktu yang sama (Notoatmodjo, 2010).

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan desain cross

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang di gunakan adalah pendekatan cross sectional.

BAB III METODA PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif

BAB III METODA PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif, dengan rancangan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mempengaruhi perilaku dosen FKIK UMY dalam penyediaan first aid kit

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode. adanya perlakuan dari peneliti (Nursalam, 2013).

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pengambilan yang dilakukan dalam waktu yang bersamaan dengan sebyek yang

BAB III METODE PENELITIAN. desain yang digunakan dalam penilitian ini adalah pendekatan cross sectional

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang mengkaji hubungan antara variabel dengan melibatkan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen yang bersifat

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode explanatory

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. variabel dengan variabel lain yang ada pada suatu objek

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian non-eksperimen dengan rancangan cross sectional. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental dengan metode diskriptif korelasional dan dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional

BAB III METODE PENELITIAN. cross sectional ini dimana variabel-variabel yang termasuk faktor resiko dan

BAB III METODE PENELITIAN. dalam satu kelompok (One-group pre-post test design). Sebelum diberikan

Rumus Pearson Product Moment.(19)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional. analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mempelajari

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian descriptive correlation dengan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis atau Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian observasional dengan bantuan kuesioner. Desain penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODA PENELITIAN. A. Jenis / Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan untuk menyediakan informasi yang saling berkaitan dengan. kemauan, perilaku dan nilai ( Nursalam, 2013).

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang ingin membandingkan dua atau tiga suatu masalah / hal dengan

III METODE PENELITIAN. adalah suatu penelitian yang bertujuan menyajikan secara teliti (accurately

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang menyangkut variable bebas dan variable terikat akan dikumpulkan. Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Bantul.

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian. data yang menggunakan pendekatan Retrospektif yaitu, melihat ke

BAB III METODE PENELITIAN. dan waktu penelitian, identifikasi variabel dengan definisi operasional,

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional yaitu penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN

sedangkan status gizi pada balita sebagai variabel terikat.

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian non ekperimental yaitu merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif mengenai hubungan dukungan kader terhadap motivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kasihan I Bantul. Pendekatan yang digunakan dengan pendekatan cross sectional, yaitu melakukan pengamatan secara simultan atau hanya sesaat dalam waktu dari data primer yang diperoleh dari mengisi daftar pertanyaan (kuesioner) yang telah disediakan (Nursalam, 2014). B. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2010). Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah semua ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan yang berada diwilayah kerja Puskesmas Kasihan I Bantul. 2. Sampel Sampel merupakan sebagian yang diambil dari keseluruhan objek penelitian dan dianggap mewakili seluruh populasi dengan menggunakan cara atau teknik tertentu sehingga sampel tersebut dapat mewakili 40

41 populasinya Notoatmojo (2009). Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Cara penghitungan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin. Hal ini dikarenakan jumlah populasi yang akan menjadi sampel sudah diketahui. Rumusnya adalah sebagai berikut: n = N 1+N( d 2 ) Katerangan : n = 262 1+262( 0,05 2 ) = 158,3= 159 orang n = besar sampel N = besar populasi d = derajat kesalahan 5%. (Nursalam, 2013) diperoleh sampel penelitian sebanyak 159 responden. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti responden yang mengundurkan diri secara tiba-tiba atau drop out, maka sampel ditambah 10% dari total sampel (Sastroasmoro, 2011). Sehingga sampel pada penelitian ini ditambah 8 orang menjadi 167 responden. Kriteria inklusi merupakan karakteristik subjek penelitian dari suatu populasi target yang akan diteliti. Sedangkan kriteria eksklusi adalah subjek penelitian yang tidak memenuhi kriteria inklusi (Nursalam, 2013). Responden yang diambil harus memenuhi kriteria inklusi.

42 Kriteria Inklusi : a. Ibu yang menyusui b. Ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan c. Bersedia menjadi responden d. Ibu yang berkunjung ke posyandu e. Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Kasihan I Bantul Kriteria Eksklusi : a. Ibu yang sedang sakit Hepatitis B b. Ibu yang menderita AIDS (HIV) c. Ibu yang memberikan susu formula kepada bayinya sejak usia 0 bulan d. Ibu yang menderita kanker payudara e. Ibu yang menderita mastitis berat f. Ibu yang mempunyai sakit gagal jantung g. Ibu yang mempunyai pengobatan hormon C. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi penelitian Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kasihan I Bantul. 2. Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan bulan November 2016 - April 2017 D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian a. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu dukungan kader.

43 b. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu motivasi ibu dalam pemberian ASI eksklusif. c. Variabel yang dapat dikendalikan faktor usia, faktor social budaya, faktor jumlah anak, faktor pendidikan, faktor fisiologis d. Variabel pengganggu yang tidak dapat dikendalikan dalam penelitian ini adalah faktor pengetahuan, faktor pendapatan keluarga, faktor eksternal, faktor psikologis ibu. 2. Definisi Oprasional Tabel 1. Definisi Oprasional No. Variabel Definisi Operasional 1. Dukungan Dukungan kader Kader adalah tindakan yang dilakukan oleh kader posyandu berupa memberikan nasehat, anjuran, informasi tentang ASI eksklusif pada ibu yang datang keposyandu. Alat Ukur Hasil ukur Kuesioner Baik = 76%- 100% Cukup baik = 56% -75% Kurang baik = <56% Skala Ordinal 2. Motivasi ibu dalam pemberian ASI Motivasi ibu dalam pemberian ASI eksklusif bagi bayinya dengan tidak memberi campuran makanan pendamping ASI. Kuesioner a. Tinggi =76-100% b.sedang= 56-75 c. Rendah = 56 Ordinal

44 E. Instrument Penelitian Instrument penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa kuesioner yang terdiri dari 2 bagian, kelompok pertanyaan yang digunakan untuk mengukur dukungan kader tentang ASI eksklusif, dan kelompok pertanyaan untuk mengetahui motivasi ibu dalam memberikan ASI eksklusif pada bayinya yang diadopsi dari wayudi (2010) dan dimodifikasi oleh peneliti dan diuji Validitas secara terpisah oleh peneliti. 1. Dukungan kader Alat untuk mengukur dukungan kader adalah dengan kuesioner yang berupa pertanyaan tertutup yang berisi dua alternatif jawaban (Ya, Tidak). Terdapat 27 item pertanyaan dalam kuesioner ini yang terkait dengan variabel penelitian. Pertanyaan yang diberikan berupa pertanyaan tertutup dengan alternative jawaban ya, tidak untuk kuesioner dukungan kader kesehatan. Tabel 2.1 Kisi-kisi kuesioner tentang dukungan kader No. Komponen Variabel Nomor kuesioner 1. Dukungan kader kesehatan 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19 telah didapatkan hasil kemudian diskoring yang penilaiannya menggunakan skala Guttman yang berisi dua alternatif jawaban. Pertanyaan favorable jawaban Ya diberi bobot 1 dan jawaban Tidak diberi bobot 0. Interprestasi skor untuk penilaian dukungan kader tentang ASI eksklusif adalah dengan menjumlahkan alternative jawaban pada setiap item soal kemudian dibandingkan dengan jumlah item dikalikan 100%. Hasil berupa presentase

45 untuk menilai data dukungan kader tentang ASI eksklusif. Menggunakan rumus menurut Arikunto sebagai berikut : P = X N 100% Keterangan : P : Presentase X : Skor yang didapat N : Jumlah item hasilnya kemudian dikategorikan dalam skala ordinal Menurut Arikunto (2010) hasil total tersesbut dikategorikan sebagai berikut : a. Baik, apabila presentase skornya 76-100% b. Cukup baik, apabila presentase skornya 56% -75% c. Kurang baik, apabila presentase skornya <56% 2. Motivasi ibu memberikan ASI eksklusif Alat untuk mengukur motivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya adalah dengan kuesioner yang berupa pertanyaan tertutup (multiple choice) yang menggunakan skala ikert yaitu sangat setuju (SS) = 4, setuju (S) = 3, tidak setuju (TS) = 2, dan sangat tidak setuju (STS) = 1. Interprestasi skor untuk penilaian motivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya adalah dengan menjumlahkan alternative jawaban pada setiap item soal kemudian dibandingkan dengan jumlah item dikalikan 100%. Hasil berupa

46 presentase untuk menilai motivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya menggunakan rumus menurut Arikunto (2010) sebagai berikut : P = X N 100% Keterangan : P : Presentase X : Skor yang didapat N : Jumlah item Menurut Nursalam (2013) hasilnya kemudian dikategorikan dalam skala ordinal (tinggi, sedang maupun rendah), dengan kriteria sebagai berikut : 1. Motivasi tinggi apabila skor 76-100% 2. Motivasi sedang apabila skor 56-75% 3. Motivasi rendah apabila skor kurang dari atau sama dengan 55% Tabel 2.2 Kisi-kisi kuesioner tentang motivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif. No. Pertanyaan Nomor kuesioner Favourable Unfavourable 1. Motivasi untuk memberikan ASI dan menghentikan pemberian ASI 1, 2, 6, 7, 8, 9 3, 4, 5 F. Metode Pengambilan Data

47 Dalam melakukan penelitian, peneliti melalui beberapa tahap dalam proses pengambilan data yang meliputi: 1. Tahap persiapan a. Peneliti memulai dari penyusunan proposal penelitian. b. Mencari tempat untuk penelitian dengan cara observasi dibeberapa tempat maupun lembaga kesehatan. c. Mengurus izin dan surat studi pendahuluan. d. Peneliti mencari kuesioner yang tepat yang sesuai dengan tema penelitian. e. Peneliti melakukan beberapa kali konsultasi dengan dosen pembimbing. f. Peneliti melakukan seminar proposal g. Peneliti membuatsurat etik penelitian di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY. 2. Tahap kerja a. Peneliti bekerjasama dengan petugas kesehatan yang bertugas di puskesmas untuk memilih subjek yang akan menjadi responden. b. Setelah itu peneliti diberi data posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kasihan I Bantul c. Peneliti datang ke posyandu-posyandu yang berada pada wilayah kerja Puskesmas Kasihan I Bantul yang memiliki kader posyandu sebanyak 60 orang d. Peneliti menggunakan asisten penelitian sebanyak tiga orang yang telah diapersepsi dengan peneliti, asisten tersebut adalah mahasiswa UMY

48 e. Pemilihan responden sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. f. Setelah mendapatkan responden yang sesuai dengan kriteria, peneliti menjelaskan tujuan, manfaat serta dampak dari penelitian yang dilakukan dan didampingi oleh kader posyandu. g. Setelah itu peneliti meminta responden untuk menandatangani inform consent untuk menjadi responden. h. Setelah itu peneliti menjelaskan prosedur pengisian kuesioner i. Responden mulai mengisi kuesioner data demografi selama 2 menit, setelah itu mengisi kuesioner dukungan kader selama 5 menit, dan terakhir responden akan mengisi kuesioner motivasi pemberian ASI eksklusif. j. Setelah responden mengisi semua kuesioner, kemudian kuesioner dikumpulkan kembali kepada peneliti. 3. Tahap akhir a. Mengolah dan menganalisis data yang didapat. b. Melakukan beberapa kali konsultasi terkait penelitian c. Seminar hasil penelitian d. Melakukan revisi pada laporan hasil penelitian e. Percetakan dan penjiliddan KTI (Karya Tulis Ilmiah). f. KTI dikumpulkan. G. Uji Validitas dan Reabilitas 1. Uji validitas

49 Uji validitas dilakukan sebelum penelitian dilakukan untuk menguji tingkat kesahihan atau kevalidan suatu instrument, instrument yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Arikunto, 2006). Untuk Kuesioner yang pertama tentang dukungan kader dan motivasi ibu memberikan ASI eksklusif dan tekhnik yang digunakan untuk mengukur validitas kuesioner yaitu dengan menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment Corelation dengan level of confidence interval 95% atau dengan tingkat kesalahan 5% (α= 0,05). Instrumen dikatakan valid apabila nilai r hitung data tersebut lebih dari nilai r tabelnya. Nilai r tabel yang digunakan adalah 0,361 dengan taraf signifikan sebesar 5% (α= 0,05) (Riyanto, 2013). Rumus Product Moment adalah : r xy= Keterangan: nσxiyi (ΣXi)(ΣYi) ((nσxi 2 (ΣXi) 2 )((nxyi 2 (ΣYi) 2 ) r xy n X Y = koefisien korelasi = jumlah responden uji coba = skor tiap item = skor seluruh item responden uji coba Uji validitas dilakukan pada tanggal 26 April 2017 di Puskesmas Kasihan II dengan menggunakan 30 ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan

50 yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kasihan II sebagai responden. Hasil uji validitas dari 26 pertanyaan dukungan kader yang dinyatakan tidak valid ada 7 pertanyaan yaitu pada no 2, 3, 5, 7, 12, 21, 24. Sedangkan hasil uji validitas dari 10 pertanyaan motivasi yang dinyatakan tidak valid ada 1 pertanyaan. Dinyatakan valid karena nilai correlation > 0,361. Pertanyaan yang tidak valid selanjutnya dihilangkan dalam kuesioner karena telah terwakili sehngga untuk pertanyaan motivasi berjumlah 9 pertanyaan dan kuesioner dukungan kader menjadi 19 pertanyaan. 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah kesamaan hasil pengukuran yang diamati secara berulang dan dalam waktu yang berbeda (Nursalam, 2013). Suatu kuesioner dikatankan mempunyai reliabilitas tinggi apabila nilai koefisien yang diperoleh 0,6 (Sugiono, 2009). Uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian adalah Alpha Cronbach, karena jawaban kuesioner berupa skala likert. Menggunakan rumus Cronbach Alpha, yaitu : R = ( K Σab2 ) (1 K 1 G1 2 ) Keterangan: R K = reliabilitas instrumen = banyak butir pertanyaan Σab 2 = jumlah varian butir G1 2 = varian total Uji reliabilitas dilakukan setelah pertanyaan sudah valid yaitu dengan membandingkan r tabel, dengan r hasil (r alpha). Jika r hasil(r alpha)

51 konstanta (0,6), maka pernyataan tersebut reliabel (Budiman & Riyanto, 2013). Hasil uji reliabilitas didapatkan nilai untuk kuesioner dukungan kader yaitu 0,917 sedangkan untuk kuesioner motivasi memiliki nilai 0,814 dari hasil uji reliabilitas tersebut dapat disimpulkan bahwa instrument yang digunakan dalam penelitian ini telah reliable sehingga layak untuk digunakan. H. Pengolahan Data dan Analisis Data 1. Pengolahan Data Pengolahan data merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan penelitian setelah kegiatan pengumpulan data. Agar analisis penelitian menghasilkan informasi yang benar, paling tidak ada empat tahapan dalam pengolahan data yang harus dilalui yaitu : a. Pengumpulan semua data yang diperoleh. b. Editing : Mengecek kembali kuesioner yang telah diberikan kepada responden dan diisi oleh reponden. Hal ini dilakukan dengan meneliti semua pertanyaan apakah sudah terisi, isinya jelas dan jawaban konsisten antara pertanyaan satu dengan lainnya. Apabila ada kuesioner yang tidak diisi dengan lengkap, maka kuesioner tersebut tidak digunakan. c. Coding : Dilakukan dengan memberikan tanda pada masing-masing jawaban dengan kode berupa angka, sehingga memudahkan proses pemasukan data di komputer.

52 d. Data entry : Kuesioner yang sudah diklasifikasikan dan diberi kode kemudian dimasukan ke dalam master tabel atau data base computer. e. Skoring : Setelah selesai pengkodean kemudian dilanjutkan pemberian nilai sesuai skor yang telah ditentukan oleh peneliti. f. Tabulating : Kuesioner yang sudah diklasifikasikan dan diberi kode kemudian dimasukan ke dalam master tabel atau data base computer. g. Cleanning : Mengecek kembali data yang sudah dimasukan, apakah ada kesalahan atau tidak, dan membuang data yang tidak terpakai. 2. Analisis Data a. Analisa Univariat Analisis univariat bertujuan untuk mendapatkan gambaran distribusi dan frekuensi dari variabel dependen dan independen. Analisis ini menggunakan karakteristik demografi responden yang ditampilkan dalam bentuk presentase dan frekuensi. Data yang dilakukan uji univariat adalah usia, pekerjaan, dan pendidikan. Data disajikan dalam bentuk tabel kemudian di interprestasikan (Riyanto, 2011). b. Analisa Bivariat Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan skala ordinal. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji Spearman Rank. Dahlan (2015) menyebutkan bahwa uji korelasi antarvariabel dengan skala pada kedua variabelnya adalah skala ordinal maka menggunakan uji Spearman Rank. Uji ini digunakan untuk melihat hubungan antara dukungan kader terhadap motivasi ibu untuk memberikan ASI

53 eksklusif. Derajat kepercayaan yang digunakan adalah 95% dengan nilai α = 0,05. Berdasarkan hal tersebut dapat diartikan jika p > 0,05 maka H0 diterima, sedangakan jika p < 0,05 maka H0 ditolak. I. Etika Penelitian Dalam melakukan penelitian ini peneliti tetap memperhatikan kode etik Nomor: 253/EP-FKIK-UMY/IV/2017. Hidayat, 2007 menjelaskan dalam bukunya bahwa etik penelitian dalam keperawatan ada 3, yaitu: 1. Informed Consent Merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Informed consent diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan untuk responden dengan tujuan agar responden mengerti maksud penelitian. Jika subjek bersedia menandatangani lembar ini maka subjek dapat dimasukkan dalam responden penelitian peneliti, tetapi jika subjek tidak bersedia maka peneliti harus tetap menghargai keputuasan yang diambil oleh subjek. 2. Anonimity (tanpa nama) Anonimity merupakan jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menulis kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan disajikan. 3. Confidentiality Confidentiality yaitu peneliti harus dapat merahasiakan informasi/ masalahmasalah yang dianggap menjadi rahasia oleh responden. Peneliti boleh

54 membagikan informasi hanya pada kelompok tertentu dan tim medis yang memang membutuhkan informasi responden untuk kepentingan tertentu.