HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT DAN INTENSIVE CARE UNIT DI RSU PANCARAN KASIH GMIM MANADO

dokumen-dokumen yang mirip
e-journal Keperawatan (e-kp) Volume 5 Nomor 1, Februari 2017

Khodijah, Erna Marni, Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2013

ejournal Keperawatan (e-kp) Volume 3 Nomor 2,Mei 2015

maupun sebagai masyarakat profesional (Nursalam, 2013).

ejournal Keperawatan (e-kp) Volume 3 Nomor 2 Mei 2015

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

BAB I PENDAHULUAN. secara terus menerus, tulus, ikhlas, peduli dengan masalah pasien yang di hadapi

ejournal Keperawatan (ekp) Volume 5 Nomor 1, Februari 2017

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRACT. Key word: Nurse Service, Patient Satisfaction, Service Dimension RINGKASAN

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN KELUARGA PASIEN DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSU GMIM KALOORAN AMURANG

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan dasar tersebut (Depkes, 2009). yang meliputi pelayanan: curative (pengobatan), preventive (upaya

HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN SIKAP PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

HUBUNGAN PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RSUD MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG

ANALISIS MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT DAERAH MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH. Aminuddin 1) Sugeng Adiono 2)

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi, Manado

HUBUNGAN ANTARA PELAYANAN DOKTER DAN PELAYANAN PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PANCARAN KASIH GMIM MANADO

HUBUNGAN PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT INAP DI RUANG HANA RSU PANCARAN KASIH GMIM MANADO

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan harus memberikan kualitas

*Fakultas Kesehatan Mayarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

BAB I PENDAHULUAN. Pelayanan kesehatan di Rumah sakit yang diberikan kepada pasien

HUBUNGAN PERAN KEPALA RUANG TERHADAP MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RS. A JAKARTA

Fitri Arofiati, Erna Rumila, Hubungan antara Peranan Perawat...

GAMBARAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIRUANG RAWAT INAP RSUD SULTANSYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK

HUBUNGAN PERAN PARAWAT SEBAGAI CARE GIVER

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUANGAN INTERNIS RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2015

KUALITAS DOKUMENTASI KEPERAWATAN DAN BEBAN KERJA OBJEKTIF PERAWAT BERDASARKAN TIME AND MOTION STUDY (TMS)

HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PADA KLIEN STROKE DI RSUD WATES

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PERAWAT DI RSUD KOTA KOTAMOBAGU

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KEPUASAN PERAWAT PADA UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MAJENE

Windi Tatinggulu*, Rooije.R.H.Rumende**, Tinneke Tololiu**.

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan penunjang. Rumah sakit dalam menjalankan fungsinya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sistem pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini telah menunjukkan

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PENERAPAN KOMPENSASI PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD MUNTILAN NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RSUD SARAS HUSADA PURWOREJO

HUBUNGAN ANTARA PELAYANAN DOKTER DENGAN KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP A BADAN LAYANAN UMUM RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF. DR. R. D. DR. R.

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL DOKTER PASIEN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PANCARAN KASIH GMIM MANADO

RESPONSE TIME PERAWAT DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RESPONSE TIME NURSE IN EMERGENCY GENERAL INSTALLATION

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG REKAM MEDIS DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN CATATAN KEPERAWATAN JURNAL PENELITIAN MEDIA MEDIKA MUDA

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien yang Dirawat di Ruangan Kelas III Rumah Sakit Immanuel Bandung

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT MYRIA KOTA PALEMBANG

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN TINGKAT KINERJA PERAWAT DI UNIT KEGAWATDARURATAN RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

JST Kesehatan, Januari 2015, Vol.5 No.1 : ISSN

HUBUNGAN KETEPATAN PELAKSANAAN TRIASE DENGAN TINGKAT KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUP PROF. DR. R. D.

HUBUNGAN ANTARA MUTU PELAYANAN DENGAN PEMANFAATAN APOTEK RUMAH SAKIT PANCARAN KASIH GMIM MANADO Margreit I. Musak*

BAB I PENDAHULUAN. perawat dalam praktek keperawatan. Caring adalah sebagai jenis hubungan

HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUANGAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2016

Jurnal CARE, Vol. 3, No. 1, 2015 ABSTRACT

Abstrak. Abstract. Kata Kunci: Stres Kerja, Kinerja Perawat

HUBUNGAN KOMPENSASI DAN DISIPLIN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA TENAGA KEPERAWATAN DI RSJ. PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG MANADO

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI UNIT RAWAT INAP RSUD TOBELO KABUPATEN HALMAHERA UTARA TAHUN

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN MOTIVASI PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN KEBERSIHAN DIRI PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSU

E-Jurnal Sariputra, Oktober 2016 Vol. 3(3)

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRAK

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN TINGKAT STRES KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD BITUNG

Eunike Relsye Umboh Billy J. Kepel Rivelino S. Hamel

BAB I PENDAHULUAN. adanya mutu pelayanan prima rumah sakit. Mutu rumah sakit sangat dipengaruhi

PERAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN PERSONAL HYGIENE MENURUT PERSEPSI PASIEN IMOBILISASI FISIK

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan proses belajar seumur hidup bagi perawat. Perawat terus

HUBUNGAN KOMPENSASI DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT MELALUI MOTIVASI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM BETHESDA TOMOHON

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi **Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sam Ratulangi

BAB I PENDAHULUAN. mengharuskan rumah sakit memberikan pelayanan berkualitas sesuai kebutuhan

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSU BETHESDA GMIM TOMOHON

HUBUNGAN PELAYANAN POSYANDU X DENGAN TINGKAT KEPUASAN LANSIA

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Mutu pelayanan keperawatan merupakan salah satu keberhasilan

BAB I PENDAHULUAN. kolaborasi dengan berbagai pihak. Hal ini membuat perawat berada pada

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI SAAT ANTENATAL DAN INTRANATAL DENGAN BOUNDING ATTACHMENT PADA IBU POST PARTUM DI RSU PANCARAN KASIH GMIM MANADO

ANALISIS HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM BETHESDA GMIM TOMOHON

Kata Kunci : Variasi Makanan, Cara Penyajian Makanan, Ketepatan Waktu Penyajian Makanan, Kepuasan Pasien

FUNGSI MANAJERIAL TERHADAP PELAKSANAAN MANAJEMEN ASKEP DI RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU. Zulkarnain

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA WAKTU TANGGAP PERAWAT PADA PENANGANAN ASMA DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulanfi

Jurnal Keperawatan, Volume IX, No. 2, Oktober 2013 ISSN PERILAKU CARING PERAWAT DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP

KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RS ADI HUSADA KAPASARI SURABAYA

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

ejournal keperawatan (e-kp) Volume 1. Nomor 1. Agustus 2013

UNIVERSITAS ESA UNGGUL FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS Laporan analisis kasus, September 2014 ABSTRAK

BEBAN KERJA OBYEKTIF TENAGA PERAWAT DI PELAYANAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT OBJECTIVE WORKLOAD OF NURSES IN THE INPATIENT SERVICES AT THE HOSPITAL

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dunia (Potter & Perry, 2009). American Nurses Association

Jurnal Keperawatan JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN DAN KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO.

ejournal Keperawatan (e-kp) Volume 3 Nomor 2 Mei 2015

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN SUPERVISI DENGAN KINERJA PRAKTEK PERAWAT DI PUSKESMAS RANOTANA WERU KOTA MANADO.

HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN ADAPTASI PADA PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI

HUBUNGAN PENGAWASAN KEPALA RUANG DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENGGUNAAN GLOVE PADA TINDAKAN INJEKSI DI RSUD WONOSARI

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

FAKTOR KEPUASAN PASIEN TENTANG MUTU PELAYANAN PERAWATAN PADA PASIEN BEDAH DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA

Correlation Analysis between Patient Characteristic with Patient Satisfactory Level in RSGMP UMY

Keywords : Work motivation, Labor productivity

HUBUNGAN SUPERVISI DENGAN PENDOKUMENTASIAN BERBASIS KOMPUTER YANG DIPERSEPSIKAN PERAWAT PELAKSANA DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD BANYUMAS JAWA TENGAH

HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KELAS III DI BANGSAL MARWAH RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN ADAPTASI PADA PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI

BAB I PENDAHULUAN. meliputi kebijakan manajerial, kebijakan teknis serta pengembangan standar dan

* Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PERAWAT DENGAN SIKAP PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN

Keywords: nurse s motivation, 12 principles of right in giving medicines, inpatient wards

Transkripsi:

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT DAN INTENSIVE CARE UNIT DI RSU PANCARAN KASIH GMIM MANADO Trifena Rumagit Mulyadi Reginus Malara Program Studi Ilmu KeperawatanFakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi E-mail : Rumagitfhena@yahoo.com Abstract Motivation of work is a condition that can affect, move, awaken and maintain the behavior of someone who will carry out the work that reaches the goal. Caring is an ability to be dedicated to others, monitoring with caution, showing concern, empathetic feelings to others and feelings of love or affection that is the will of nursing. Purpose: to analyze the relation of work motivation with caring behavior of nurses in Emergency Installation room and Intensive care unit of GMIM hospital in love of Manado. Sample: taken by total sampling technique, that is 30 people. Research Design: analytical descriptive with Cross Sectional approach and sampling technique 30 Nurse using questionnaire. Result: Chi-square test obtained value p = 0.001 or value α 0,05. Conclusion: There is a correlation between work motivation and nurse behavior in emergency department and intensive care unit in GMIM Manado Pancaran Kasih Hospital. Keywords: Nurse Motivation, Caring Nurse Behavior. Abstrak Motivasi kerja merupakan suatu kondisi yang dapat mempengaruhi, menggerakan, membangkitkan dan memelihara perilaku seseorang yang akan melaksanakan pekerjaan yang mencapai tujuan. Caring meupakan suatu kemampuan untuk berdedikasi bagi orang lain, pengawasan dengan waspada, menunjukkan perhatian, perasaan empati pada orang lain dan perasaan cinta atau menyayangi yang merupakan kehendak keperawatan. Tujuan: menganalisis hubungan motivasi kerja dengan perilaku caring perawat di ruang Instalasi gawat darurat dan Intensive care unit rumah sakit GMIM pancaran kasih Manado. Sampel: diambil dengan teknik pengambilan total sampel, yaitu berjumlah 30 orang. Desain Penelitian: deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel 30 Perawat menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian: Uji Chisquare didapatkan nilai p=0.001 atau nilai α 0,05. Kesimpulan : Ada hubungan antara motivasi kerja dengan perilaku perawat di instalasi gawat darurat dan intensive care unit di Rumah sakit Pancaran Kasih GMIM Manado. Kata kunci : Motivasi Perawat, Perilaku Caring Perawat. 1

PENDAHULUAN Rumah Sakit merupakan salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Peningkatan derajat kesehatan yang memberikan pelayanan yang bermutu dari rumah sakit harus sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat menjangkau sebuah lapisan masyarakat. (Rinami, 2015) Di Indonesia saat ini banyak orang yang sudah menggunakan jasa perawat dirumah sakit bagi mereka yang sakit. Karena rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki peran sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia dan makin banyak juga tenaga kesehatan yang harus disediakan oleh pusat pelayanan kesehatan yang memuaskan bagi para pasien, khususnya perawat karena perawat merupakan tenaga kesehatan yang setiap saat ada untuk pasiennya (Aryandini,2015). Perawat dalam meningkatkan asuhan keperawatan untuk kebutuhan rasa aman pasien hendaknya menerapkan penggunaan caring. Perilaku caring perawat merupakan hal yang penting bagi pasien sebagai pengguna jasa dalam pelayanan keperawatan yang akan membantu salah satu proses dari kesembuhan pasien itu sendiri (Manurung, 2013). Kenyataannya masih banyak perawat yang belum caring yang ditunjukan dengan lebih banyaknya kegiatan caring yang diberikan perawat kepada pasien, bahkan ada perawat yang tidak memiliki waktu untuk mendengarkan klien, memberikan kenyamanan dan tindakan caring lainnya. Terkadang perawat meilhat hubungan teraupetik perawat-klien sebagai sesuatu yang kurang penting untuk diperhatikan. Untuk meningkatkan perilaku caring perawat diperlukan dorongan dari dalam diri perawat. Perasaan empati merupakan salah satu dari carative caring, dimana dengan adanya perasaan empati akan dapat memotivasi dalam melakukan caring (Purwaningsih 2015). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dilapangan, banyak unit kerja dirumah sakit membutuhkan 2 tenaga keperawatan yang cukup banyak. Jumlah perawat yang ada di IGD 21 orang dengan jumlah tempat tidur sebanyak 14 dengan system kerja menggunakan shift yang dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu pagi, sore dan malam. Perawat yang ada di IGD masih ada yang belum berkomunikasi teraupetik yang baik kepada pasien dan keluarga, sikap yang cuek, hanya datang memberikan injeksi kemudian pergi tanpa senyuman dan tanpa banyak bicara serta raut muka yang seperti marah-marah, akibat kecapean dan adanya masalah.begitu juga diruangan ICU ruang perawatan terpisah didalam rumah sakit yang khusus dikelola untuk merawat pasien sakit berat dan kritis dengan melibatkan tenaga terlatih khusus dan didukung dengan peralata khusus. Sesuai data yang diobservasi dan diwawancara, bahwa perawat diruang ICU belum melakukan tindakan dengan sepenuh hati. Akibat keterlambatan penerimaan gaji dan motivasi mereka sesuai dengan perasaan mereka, apabila perasaan mereka sedang senang maka motivasi kerja mereka meningkat, apabila perasaan mereka tidak senang maka motivasi kerja mereka berkurang dan berdampak pada tindakan yang mereka lakukan pada pasien. Berdasarkan fenomena diatas, maka peneliti tertarik mengangkat judul Hubungan motivasi kerja dengan perilaku caring di Instalasi gawat darurat (IGD) dan intensive care unit (ICU) RSU Pancaran kasih GMIM Manado. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dimana pengambilan variabel dependent (terikat) dan independent (bebas) dilakukan secara bersamaan. Tempat dan waktu penelitian dilakukan diruang IGD dan ICU RSU Pancaran kasih GMIM Manado, pada Bulan September-Oktober. Populasi yang diambil sebanyak 30 0rang.

HASIL dan PEMBAHASAN Tabel 1. Distribusi berdasarkan karakteristik umur responden Karakteristik Umur Responden 26 35 Tahun 7 23.3 36 45 Tahun 16 53.3 46 55 Tahun 7 23.3 mayoritas umur responden berada pada kelompok umur 36 45 tahun yakni sebanyak 16 responden (53.3%) dari 30 responden keseluruhan. Tabel 2. Distribusi berdasarkan karakteristik jenis kelamin responden Karakteristik Jenis Kelamin Responden 1. Laki-laki 13 43.3 2. Perempuan 17 56.7 Sumber Data primer 2017 Hasil penelitian didapatkan menunjukan bahwa sebanyak 17 responden (56.7%) yang berjenis kelamin perempuan, dan 13 responden (43.3%) yang bejenis kelamin laki-laki. Tabel 3. Distribusi berdasarkan lama kerja responden Karakteristik Lama Kerja Responden 1. > 6 Tahun 18 60.0 2. < 6 Tahun 12 40.0 sebanyak 18 responden (60.0%) yang telah bekerja selama > 6 tahun, dan 12 responden (40.0%) yang bekerja < 6 tahun. Tabel 4. Distribusi berdasarkan motivasi kerja responden Karakteristik Lama Kerja Responden 1. Rendah 17 56.7 2. Tinggi 13 43.3 sebanyak 17 responden (56.7%) yang memiliki motivasi kerja berada pada kategori rendah, dan 13 responden (43.3%) memiliki motivasi kerja berada pada kategori tinggi. Hasil penelitian sesuai dengan penelitian Nasution (2008), di RSU dr. Pirngadi Medan bahwa lebih banyak perawat yang melakukan tindakan kurang baik dalam melaksanakan tindakan perawatan pada pasien pasca bedah yaitu 45,5%. Tabel 5. Distribusi berdasarkan perilaku caring perawat Karakteristik Lama Kerja Responden 1. Kurang 19 63.3 2. Baik 11 36.7 sebanyak 19 responden (63.3%) yang memiliki perilaku caring masih berada pada kategori yang kurang, dan sebanyak 11 responden (36.7%) yang memiliki perilaku caring berada pada kategori baik. Hasil penelitian Fitri (2017) juga menunjukan bahwa sebanyak 29 (74,4%) memiliki perilaku caring buruk, dengan perilaku baik sebanyak 6 (28,6%) diuang rawat inap RSUD Dr.Rasidin Padang Tahun 2016. 3

Tabel 6. Distribusi berdasarkan motivasi kerja dengan perilaku caring perawat Motivasi Kerja Total Rendah Tinggi Perilaku Caring perawat Kurang 15 50.0% 4 13.3% 19 63.3% Baik 2 6.7% 9 30.0% 11 36.7% Total 17 56.7% 13 43.3% 30 100.0% P Value OR 0.001 16.875 sebanyak 17 responden (56.7%) yang memiliki motivasi kerja berada pada kategori rendah, terdapat 15 responden yang memiliki perilaku caring yang kurang, dan 2 responden yang memiliki perilaku caring yang baik. Dan juga sebanyak 13 responden (43.3%) yang memiliki motivasi kerja berada pada kategori tinggi, terdapat 9 responden (30.0%) yang memiliki perilaku caring baik, dan 4 responden (13.3%) memiliki perilaku caring yang kurang. Hasil analisis memperoleh nilai signifikan 0.001 atau (α) 0.05 yang berarti terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan perilaku caring perawat di Ruang IGD dan ICU RS Pancaran Kasih GMIM Manado dengan nilai Odds Ratio 16.875 dengan artian bahwa motivasi yang tinggi lebih mempengaruhi perilaku caring perawat dibandingkan dengan motivasi yang rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Waskiyah (2011) mengenai hubungan antara motivasi kerja dengan perilaku caring perawat di Rumah Sakit Umum Kraton, Kabupaten Pekalongan menunjukkan hasil bahwa ada hubungan yang bermakna antara motivasi kerja dan perilaku caring perawat tersebut dapat terlihat dari bagaimana niat atau dorongan serta bentuk kepribadian yang dimiliki responden itu sendiri. 1. Motivasi Kerja Motivasi kerja adalah suatu kondisi yang dapat mempengaruhi, menggerakkan, membangkitkan dan memelihara perilaku seseorang yang akan melaksanakan pekerjaan yang mencapai tujuan (Kurniadi, 2013). 4 Dalam dunia keperawatan sangat dibutuhkan motivasi yang tinggi dalam melakukan suatu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Perawat yang memiliki motivasi kerja yang tinggi cenderung akan memberikan pelayanan yang baik, namun jika perawat memiliki motivasi kerja yang rendah, maka membuat perawat tersebut menjadi malas dalam melakukan aktifitasnya yaitu melayani dan merawat pasien (Tawale, 2011). Hasil analisa juga menunjukkan bahwa motivasi kerja yang dimiliki responden yang tinggi yaitu berjumlah 13 orang (43%), dan rendah 17 responden (56,7%). Masih ada hampir sebagian perawat yang bekerja di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado yang memiliki motivasi kerja yang rendah. Kecendurungan disebabkan masih banyaknya faktor-faktor yang mendukung motivasi perawat tersebut yang belum terpenuhi baik dari dalam diri maupun luar diri yang mampu mempengaruhi. Hasil penelitian sesuai dengan penelitian Nasution (2008), di RSU dr. Pirngadi Medan bahwa lebih banyak perawat yang melakukan tindakan kurang baik dalam melaksanakan tindakan perawatan pada pasien pasca bedah yaitu 45,5%. 2. Perilaku Caring Perawat Caring dalam keperawatan sebagai sebuah proses interpersonal esensial yang mengharuskan perawat melakukan aktivitas peran spesifik dalam sebuah cara menyampaikan ekspresi emosi-emosi tertentu kepada, aktivitas tersebut meliputi membantu, menolong, dan melayani orang yang mempunyai kebutuhan khusus dan mengartikan keperawatan sebagai proses menolong, melayani, caring menunjukkan bahwa keperawatan dan caring adalah sesuatu yang tidak terpisahkan dimana pada saat yang sama mengidentifikasikan bahwa beberapa aktivitas praktik dilakukan dalam proses caring didalam keperawatan (Morrison, 2009). Hasil penelitian Fitri (2017) juga menunjukan bahwa sebanyak 29 (74,4%) memiliki perilaku caring buruk, dengan perilaku baik sebanyak 6 (28,6%) diuang rawat inap RSUD Dr.Rasidin Padang Tahun 2016. Hasil analisa diuang IGD dan ICU juga menunjukan bahwa sebanyak 19 responden (63.3%) yang memiliki perilaku

caring berada pada kategori kurang, dan sebanyak 11 responden (36.7%) yang memiliki peilaku caring baik. 3. Hubungan Motivasi Kerja Dengan Perilaku Caring Perawat di Ruang IGD dan ICU RS Pancaran Kasih GMIM Manado. Penelitian yang dilakukan oleh Waskiyah (2011) mengenai hubungan antara motivasi kerja dengan perilaku caring perawat di Rumah Sakit Umum Kraton, Kabupaten Pekalongan menunjukkan hasil bahwa ada hubungan yang bermakna antara motivasi kerja dan perilaku caring perawat tersebut dapat terlihat dari bagaimana niat atau dorongan serta bentuk kepribadian yang dimiliki responden itu sendiri. Hasil penelitian di ruang IGD dan ICU RSU Pancaran Kasih GMIM Manado, bahwa Motivasi kerja yang rendah dengan perilaku caring perawat terdapat 17 responden (56,7%), akibat masih ada perawat yang belum berkomunikasi teraupetik yang baik kepada pasien dan keluarga, sikap yang cuek, hanya datang memberikan injeksi kemudian pergi tanpa senyuman dan tanpa banyak bicara, serta raut muka yang seperti marah-marah akibat kecapean, adanya masalah pibadi serta keterlambatan penerimaan gaji, motivasi yang tinggi dengan perilaku caring perawat terdapat 13 responden (43,3%), dan terdapat 15 responden (50,0%) yang kurang caring pada pasien, 2 responden (6,7%) yang baik, dan yang membuat mereka tetap caring pada pasien karna faktor Kepercayaan mereka kepada Tuhan, juga karna tuntutan pekerjaan yang harus professional, dan 4 responden (13,3%) memiliki perilaku caring yang kurang. Hasil uji yang diperoleh dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa (p value = 0.001) sehingga terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan perilaku caring perawat. Hasil analisis hubungan kedua variable tersebut memiliki nilai signifikan kurang dari alpha (α = 0.05), artinya pertanyaan hipotesis adanya hubungan motivasi kerja dengan perilaku caring perawat di Ruang IGD dan ICU RS Pancaran Kasih GMIM Manado dapat diterima. Motivasi kerja yang baik akan menunjukkan perilaku caring perawat yang baik (Data Primer, 2017). Peneliti menyimpulkan setiap dorongan yang mengarahkan perilaku yang dimiliki perawat dalam bekerja berbeda sehingga perawat dalam mengungkapkan perilaku caring yang dimilikinya kepada klien juga akan berbeda. Perawat merupakan sumber daya terbanyak dirumah sakit, jadi untuk membangun pribadi caring, perawat dituntut harus mengetahui hubungan antara keperawatan dan caring, dan juga didukung oleh motivasi kerja yang baik sehingga berpengaruh untuk membangkitkan, mengarahkan, dan memelihara perilaku caring yang diwujudkan dengan cinta kasih dari dalam diri seseorang yang dituangkan dalam setiap melakukan suatu tindakan kepada orang lain, dalam penelitian ini didapatkan sebagian besar perawat dirumah sakit memiliki motivasi kerja yang kurang kepada pasien terutama dalam memberikan asuhan keperawatan, sehingga perilaku caring pun kurang dirasakan oleh perawat dan pasien. SIMPULAN Hasil penelitian yang dilakukan di Ruang Instalasi gawat darurat dan Intensive care unit Rsu Pancaran kasih Manado, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Motivasi kerja responden sebagian besar masih berada pada kategoi yang rendah. 2. Perilaku caring perawat masih belum diterapkan sehingga masih berada pada kategori yang kurang. 3. Ada hubungan yang bermakna antara motivasi kerja dengan perilaku caring perawat di ruang IGD dan ICU RSU Pancaran kasih GMIM Manado. DAFTAR PUSTAKA Aryandini. E. 2015. Hubungan motivasi kerja dengan tingkat kinerja perawat diunit kegawatdaruratan Rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Fitri Mailani, 2017. Hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien BPJS di RSUD Dr.Rasidin Padang, Stikes YPAK Padang. 5

Imam, 2012. Kepemimpinan dan Keorganisasian, UII pres, Yogyakarta. Manurung, 2013.Persepsi Pasien Terhadap Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, (Online), Vol. 8, No. 3, (http://jurnalkesmas.ui.ac.id, diakses 14 juli 2017 Pukul 20.00 WIB). Morrison, P. (2009). Caring and Communicating : The Interpersonal Relationship in Nursing. (2rd ed). Jakarta : EGC Nasution, D. (2008). Pengaruh Motivasi Perawat terhadap Tindakan Perawatan pada Pasien Pasca Bedah di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan Tahun 2008. Tesis Keperawatan. Medan. USU (Diakses 02 Agustus 2017 Pukul 20.00). Purwaningsih. 2015. Strategi peningkatan perilaku caring perawat dalam mutu pelayanan keperawatan. Rinami. 2015. Hubungan caring perawat pelaksanan dengan kepuasan pasien diruang rawat inap SMC Rumah sakit Telogorejo. Tawale, 2011.Hubungan antara Motivasi Kerja Perawat dengan Kecenderungan mengalami Burnout pada Perawat di RSUD Serui Papua, Jurnal Insan, (Online), Vol. 13, No. 02 (http://download.portalgaruda.org, 4 Juli 2017Pukul 19.30 WIB). Waskiyah, Y. (2011). Hubungan antara motivasi kerja dengan perilaku caring perawat di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Skripsi. Tidak dipublikasikan. 6

7