Beton sebagai bahan bangunan teknik sipil telah lama dikenal di Indonesia, lokal, sehingga beton sangat populer dipakai untuk struktur-struktur besar

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Dunia konstruksi bangunan di Indonesia saat ini mengalami perkembangan

baku beton tersedia cukup melimpah dengan harga yang sangat murah, sehingga

BAB I 1.1 LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN. Beton merupakan salah satu material yang banyak digunakan sebagai material

BAB I PENDAHULUAN. ekonomis, lebih tahan akan cuaca, dan lebih tahan terhadap korosi.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mempermudah penyebaran fiber kawat secara merata kedalam adukan beton. Dari

I. PENDAHULUAN. Beton dan bahan dasar butiran halus (cementitious) telah digunakan sejak

PENINGKATAN KUALITAS BETON DENGAN PENAMBAHAN VIBER BENDRAT

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. baja sehingga menghasilkan beton yang lebih baik. akan menghasilkan beton jadi yang keropos atau porous, permeabilitas yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan pada setiap bidang kehidupan pada era globalisasi saat ini

PENGARUH SUSUNAN LAPISAN KAWAT TERHADAP KUAT TEKAN SERTA BEBERAPA SIFAT FISIS BETON. Skripsi

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Seiring dengan laju pembangunan yang semakin pesat, beton telah banyak

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada masa sekarang, dapat dikatakan penggunaan beton dapat kita jumpai

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENGARUH SUPERPLASTICIZER TERHADAP BETON PASIR SERAT KAWAT BENDRAT 60 MM

TINJAUAN KUAT TEKAN DAN KERUNTUHAN BALOK BETON BERTULANG MENGGUNAKAN TRAS JATIYOSO SEBAGAI PENGGANTI PASIR. Naskah Publikasi

BAB I PENDAHULUANb Latar Belakang Permasalahan

Campuran Beton terhadap Kuat Tekan

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGGUNAAN STELL FIBER TERHADAP UJI KUAT TEKAN, TARIK BELAH DAN KUAT LENTUR PADA CAMPURAN BETON MUTU f c 25 MPa

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kualitas bahan, cara pengerjaan dan cara perawatannya.

Analisis Pengaruh Penambahan Serat Kawat Berkait Pada Beton Mutu Tinggi Berdasarkan Optimasi Diameter Serat BAB I PENDAHULUAN

PENELITIAN AWAL TENTANG PENGGUNAAN CONSOL FIBER STEEL SEBAGAI CAMPURAN PADA BALOK BETON BERTULANG

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang. Beton didapat dari pencampuran bahan-bahan agregat halus, agregat kasar,

Perencanaan Campuran Beton WINDA TRI WAHYUNINGTYAS

STUDI EKSPERIMENTAL PENGGUNAAN PORTLAND COMPOSITE CEMENT TERHADAP KUAT LENTUR BETON DENGAN f c = 40 MPa PADA BENDA UJI BALOK 600 X 150 X 150 mm 3

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini perkembangan konstruksi bangunan di Indonesia semakin

Heru Indra Siregar NRP : Pembimbing : Ny. Winarni Hadipratomo, Ir. FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

1. PENDAHULUAN 1.1. BETON

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii. HALAMAN PERSEMBAHAN... iii. KATA PENGANTAR... iv. DAFTAR ISI... vi. DAFTAR TABEL...

commit to user 1 BAB 1 PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. beton. Sebenarnya masih banyak alternatif bahan lain yang dapat dipakai untuk

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Beton merupakan material bangunan yang paling umum digunakan dalam

PEMAKAIAN SERAT HAREX SF DENGAN SERUTAN BAJA LIMBAH LABORATORIUM TEKNOLOGI MEKANIKA STTNAS TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN TARIK BELAH BETON

BAB 1 PENDAHULUAN. mudah dibuat, baik di pabrik (precast) maupun langsung di tempat proyek

TINJAUAN KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN PENAMBAHAN KAWAT YANG DIPASANG LONGITUDINAL DI BAGIAN TULANGAN TARIK.

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara. 1 Kardiyono Tjokrodimuljo, 1994, Teknologi Beton.

TINJAUAN KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG BAJA DENGAN PENAMBAHAN KAWAT YANG DIPASANG DIAGONAL DI TENGAH TULANGAN SENGKANG.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. umumnya berupa pasir dan agregat kasar yaitu kerikil.

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP KUAT TEKAN BETON

material lokal kecuali semen dan baja tulangan. Pembuatan benda uji, pengujian

BAB I PENDAHULUAN. belum tentu kuat untuk menahan beban yang ada. membutuhkan suatu perkuatan karena kolom menahan balok yang memikul

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian laboratorium dengan membuat

BAB I PENDAHULUAN. Beton merupakan salah satu bahan material yang selalu hampir digunakan pada

PERBANDINGAN UJI TARIK LANGSUNG DAN UJI TARIK BELAH BETON

PEMANFAATAN KAWAT GALVANIS DIPASANG SECARA MENYILANG PADA TULANGAN BEGEL BALOK BETON UNTUK MENINGKATKAN KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG

BAB 1 PENDAHULUAN. proyek pembangunan. Hal ini karena beton mempunyai banyak keuntungan lebih

BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

PENGARUH JARAK SENGKANG PADA PEMASANGAN KAWAT GALVANIS MENYILANG TERHADAP KUAT LENTU BALOK BETON BERTULANG

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Ada tiga jenis bahan bangunan yang sering digunakan dalam dunia

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan kebutuhan bahan-bahan pendukungnya. Salah satu yang meningkat

BAB I PENDAHULUAN. dengan banyaknya dilakukan penelitian untuk menemukan bahan-bahan baru atau

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dilakukan yaitu Studi Kekuatan Kolom Beton Menggunakan Baja Profil Siku

REKAYASA PENULANGAN GESER BALOK BETON BERTULANG DENGAN MENGGUNAKAN SENGKANG VERTIKAL MODEL U

Laboratorium Bahan, Struktur, dan Konstruksi Bangunan, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.

TINJAUAN KUAT LENTUR PLAT LANTAI MENGGUNAKAN TULANGAN WIRE MESH DENGAN PENAMBAHAN POLYVINYL ACETAT

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Di zaman sekarang, perkembangan ilmu dan teknologi pada setiap bidang

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Kemajuan teknologi telah berdampak positif dalam bidang konstruksi di

PENINGKATAN KUAT LENTUR PADA BETON DENGAN PENAMBAHAN FIBER POLYPROPHYLENE DAN COPPER SLAG (TERAK TEMBAGA)

BAB 1 PENDAHULUAN. Beton memiliki berat jenis yang cukup besar (± 2,2 ton/m 3 ), oleh sebab itu. biaya konstruksi yang semakin besar pula.

BAB 4 DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. meningkat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Perkembangan yang. perkuatan untuk elemen struktur beton bertulang bangunan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Naskah Publikasi. untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana-1 Teknik Sipil. diajukan oleh : BAMBANG SUTRISNO NIM : D

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENGARUH VARIASI KADAR LIGHTWEIGHT EXPANDED CLAY AGGREGATE (LECA) TERHADAP KARAKTERISTIK BETON SERAT BAGU

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. ekonomis, lebih tahan akan cuaca, lebih tahan korosi dan lebih murah. karena gaya inersia yang terjadi menjadi lebih kecil.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang banyak, menurut

PENGARUH PEMANFAATAN SERAT KELAPA TERHADAP KINERJA BETON MUTU TINGGI

BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TINJAUAN KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU LAMINASI DAN BALOK BETON BERTULANGAN BAJA PADA SIMPLE BEAM. Naskah Publikasi

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

bersifat sebagai perekat/pengikat dalam proses pengerasan. Dengan demikian

DAFTAR ISI. BAB III LANDASAN TEORI Beton Serat Beton Biasa Material Penyusun Beton A. Semen Portland

KAJIAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BETON RINGAN MEMANFAATKAN SEKAM PADI DAN FLY ASH DENGAN KANDUNGAN SEMEN 350 kg/m 3

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Abdul Halim 1) Kata Kunci: Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, dan Bendrat

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Beton sebagai bahan bangunan teknik sipil telah lama dikenal di Indonesia, karena memiliki kelebihan dalam mendukung tegangan desak, mudah dibentuk sesuai kebutuhan, perawatan yang murah, dan dapat memanfaatkan bahan-bahan lokal, sehingga beton sangat populer dipakai untuk struktur-struktur besar maupun kecil. Beton adalah suatu komposit dari beberapa bahan batuan yang diikatkan oleh bahan ikat. Beton dibentuk dari agregat campuran ( halus dan kasar ) ditambah dengan semen. Ada banyak macam jenis beton, salah satunya adalah beton pasir, beton pasir adalah beton yang terbuat dari campuran semen, air, dan agregat yang ukuran butir-butirnya <4,8 mm, berupa pasir, dengan proporsi agregeat yaitu untuk agregat dengan ukuran butirannya < 2,4 mm dianggap sebagai agregat halus, sedangkan untuk ageragat yang ukuran butirannya >2,4 mm dan <. 4,8 mm dianggap agregat kasar. Pada penelitian-penelitian tcrdahulu dapat disimpulkan bahwa beton memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan beton yang paling utama adalah kemampuannya mendukung tegangan tekan yang cukup tinggi. Sedangkan kelemahan beton adalah bahan yang memiliki sifat getas (brittel) dan praktis tidak mampu menahan tegangan tarik, menurut Murdock dan Brook (1986),

kuat tarik beton berkisar ^ kuat desaknya pada saat umur beton masih muda, dan berkisar MQ sesudahnva- Kuat tarik merupakan ba8ian P"*"* didalam menahan retakan akibat proses pengerasan, untuk mengatasi hal tersebut beton diperkuat dengan batang baja tulangan sebagai bahan yang dapat bekerjasama dengan beton, serta mampu memperbaiki kelemahan beton terutama dalam menahan gaya tarik, kerjasama seperti ini disebut sebagai beton bertulang baja atau lazim disebut beton bertulang. Pada struktur yang mengalami tegangan tarik (misal pada struktur balok), bagian tarik beton akan segera terjadi retak apabila mendapat tegangan yang tidak begitu besar. Hal ini juga disebabkan adanya retak rambut yang merupakan sifat alami beton. Secara struktural kondisi ini tidak membahayakan karena tegangan tarik sepenuhnya telah didukung oleh tulangan. Namun demikian, akibat adanya retak akan menyebabkan korosi sehingga luas tampang baja menjadi berkurang, sebagai konsekuensi dari berkurangnya tampang tulangan baja maka kuat layan baja tersebut akan berkurang dari seharusnnya. Dinegara maju seperti Amerika dan Eropa, para peneliti telah berupaya memeperbaiki sifat-sifat kurang baik beton dengan cara menambahkan serat pada adukan beton, ide dasarnya adalah dengan menulangi beton dengan fiber yang disebarkan secara merata ( Uniform) kedalam beton dengan orientasi yang random sehingga dapat mencegah terjadinya retakan-retakan mikro dalam beton

yang terlalu dini, baik akibat panas hidrasi maupun akibat pembebanan. Dengan tercegahnya retakan mikro beton yang terlalu dini, kemampuan bahan untuk mendukung tegangan-tegangan internal (aksial, lentur, geser) yang terjadi akan jauh lebih besar, jenis fiber yang dipakai diluar negeri adalah fiber baja (steel fiber), untuk jenis fiber atau serat yang dipakai untuk memperbaiki sifat kurang baik beton antara lain stell,glass,polypropylene,carbon dan alami sebagaimana dilaporkan oleh ACI (American Concrete Institute) committe 544 (1982) serta Sorousian dan Bayashi (1987). Dengan demikian pemilihan jenis bahan fiber tersebut perlu disesuaikan dengan sifat yang akan diperbaiki dalam aplikasinya. Salah satu yang perlu menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan jenisfiber yang akan dipakai adalah kemudahan sewaktu pencampuran, tahan terhadap korosi, dan sebagainya. Pada penelitian yang dilakukan oleh Suhendro (1990) telah dibuktikan bahwa steel fiber yang asli dapat digantikan dengan menggunakan fiber lokal yang hasilnya tidak jauh berbeda. Pada penelitiannya dibuktikan bahwa penggunaan fiber lokal pada campuran beton akan memperbaiki sifat-sifat kurang baik dari beton, yaitu getas, praktis tidak mampu menahan tegangan tarik dan momen lentur, dan ketahanan yang rendah terhadap beban kejut dapat diperbaiki.

1.2 Rumusan Masalah Dari uraian diatas terlihat bahwa seratfiber dapat meningkatkan kekuatan beton normal, maka dalam penelitian ini menggunakan serat berupa kawat bendrat yang ditambahkan pada beton pasir dengan menggunakan variasi panjang untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kuat desak, kuat tarik dan kuat lenturpada beton pasir. 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan utama dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kawat bendrat pada beton pasir dengan menggunakan variasi panjang terhadap kuat tarik dan kuat desak serta kuat lentur beton pasir dan, 2. Untuk mendapatkan panjang serat kawat optimum.

1.4 Manfaat Penelitian 1. Penambahan serat kawat bendrat diharapkan dapat memperbaiki kualitas beton sehingga menghasilkan beton yang memenuhi syarat standar dengan biaya produksi murah. 2. Menambah wawasan serta pengetahuan dalam pengembangan ilmu teknik sipil khususnya dalam teknologi bahan konstruksi. 1.5 Batasan Masalah Pada penelitian ini perlu ada batasan masalah agar penelitian tidak menyimpang dari tujuan, mengingat waktu yang tersedia sangatlah terbatas, maka ruang lingkup penelitian perlu dibatasi pada hal-hal sebagai berikut: 1. Perencanaan campuran beton pasir dalam penelitian ini menggunakan metoda Dreux, dengan rumusan dasar perhitungan campuran seperti berikut: 028 = G. ac --0,5 E 2. Kuat tekan beton yang direncanakan setelah beton berumur 28 hari (ct2s) = 25MPa. 3. Portland Cement yang dipergunakan adalah Semen Gresik Tipe I, yang memiliki kuat tekan semen (ctc) = 500 kg/cm2. 4. Di rencanakan nilaiyas = 0,6 atau (C/E) = 1,61. 5. Nilai Slump yang direncanakan adalah 10 cm.

6. Pengujian kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur beton dilakukan setelah beton berumur 28 hari. 7. Agregat yang digunakan adalah agregat halus (pasir) yang digunakan berasal dari Kali Krasak; untuk pasir yang lolos saringan 2,40 mm sebagai agregat halus (pasir), sedangkan pasir yang tertahan saringan 2,40 mm dianggap sebagai agregat kasar(kerikil). 8. Air menggunakan air dari laboratorium Bahan Konstruksi Teknik Universitas Islam Indonesia. 9. Diameter serat kawat bendrat ± 1,00 mm. 10. Panjang serat kawat bendrat ±3 cm, 4 cm, 5 cm dan 6 cm 11. Komposisi serat kawat bendrat sebesar 0% dan 1,5 %dari berat beton 12. Komposisi campuran benda uji dibuat sebanyak 11 buah yang terdiri dari: 1. 5 buah benda uji kuat tekan, selinder 15 cm dantinggi 30 cm, 2. 3 buah benda uji kuat tarik, selinder 15 cm dan tinggi 30cm, dan 3. 3 buahbenda ujikuat lentur, balok 10 x 10x 40 (cm). 14. Penelitian ini merupakan uji laboratorium yang diadakan di Laboratorium Bahan Konstruksi Teknik Universitas Islam Indonesia.