BAB I GAMBARAN UMUM KELUARGA DAMPINGAN KKN-PPM atau Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat adalah salah satu program yang telah diselenggarakan oleh Universitas Udayana disetiap tahunnya yang biasanya dilaksanakan pada bulan Agustus dan Februari. Kegiatan KKN ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Universitas Udayana yang berasal dari semua Fakultas yang akan mempraktikkan secara langsung ilmu yang diperoleh dari pembelajaran yang dilakukan di perkuliahan masing-masing. Salah satu program yang menjadi unggulan dari KKN-PPM UNUD adalah Program Pendampingan Keluarga (PPK). PPK merupakan program pokok non-tema yang wajib dilaksanakan oleh tiap peserta KKN-PPM UNUD. Setiap peserta KKN-PPM akan membantu permasalahan yang ada dan dialami oleh keluarga yang didampingi di desa binaan masing-masing. Tujuan utama dari pelaksanaan KKN PPM terutama dalam program Pendampingn Keluarga ini adalah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dan mempunyai permasalahan dalam keluarga yang membutuhkan pendampingan khusus. Karena keluarga dampingan adalah keluarga pra sejahtera, maka tentu saja masalah ekonomi merupakan masalah yang utama. Peserta KKN PPM diharapkan dapat memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh KK Dampingan mereka. Kategori program Pendampingan Keluarga ini adalah KK yang kurang mampu, mengalami permasalahan dalam keluarga yang membutuhkan pendampingan khusus untuk membantu permasalahan yang dialami oleh keluarga tersebut. Manfaat yang dapat mahasiswa KKN PPM dapatkan dalam program Pendampingan Keluarga ini adalah mendapatkan pengalaman baru dan dapat bersosialisasi langsung dengan masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu untuk melakukan perencanaan dalam mengatasi permasalahan yang ada dalam keluarga binaan tersebut dari aspek ilmu yang telah diperoleh dalam perkuliahannya dan mahasiswa dapat meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Dimana keluarga binaan saat ini berada di Desa Bungaya Kecamatan Bebandem, Karangasem. i
Program Pendampingan Keluarga ini dilakukan di 7 dusun yang ada di Desa Bungaya yang terdiri dari dusun Beji, Dharmakarya, Timbul, Lebah Sari, Papung, Desa, Subagan. Pada KKN-PPM tahun 2016 ini saya melaksanakan Program Pendampingan Keluarga di Dusun Desa dari keluarga Ibu Ni Wayan Werdi. Program Pendampingan Keluarga ini akan saya lakukan selama KKN berlangsung selama 5 minggu. 1.1 Profil Keluarga Tabel 1. Daftar Anggota Keluarga Ibu Ni Wayan Werdi No. Nama Status Umur Pendidikan Pekerjaan Keterangan 1. Ni Wayan Werdi Cerai Mati 48 SD Buruh Serabutan - 2. Ni Luh Adri Belum Kejar Paket Belum Tamat 18 Pelajar Kawin C SMA 3. Ni Made Diantari Belum Kejar Paket Belum Tamat 15 Pelajar Kawin C SMA Ibu Ni Wayan Werdi bertempat tinggal di Br Dinas Desa. Rumah Ibu Werdi merupakan rumah ibu kandungnya yang pernah mendapat bantuan Bedah Rumah. Rumah ini berlantai semen dan beratapkan genteng tanah liat yang terdiri dari 4 ruangan yaitu 3 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Tetapi Ibu Werdi dan anaknya tidur dalam 1 kamar saja, untuk 2 kamar sisanya itu ditempati oleh ibu dan kakak dari Ibu Werdi. Sedangkan dapurnya hanya terbuat dari kayu dan bambu yang tidak dibangun secara layak. Ibu Werdi bekerja sebagai buruh serabutan terkadang Ibu Werdi berjualan canang setiap 15 hari sekali. Ibu Werdi sudah dikaruniai 2 orang anak perempuan yang bernama Ni Luh Adri berusia 18 tahun yang sedang menempuh jenjang pendidikan kelas 3 kejar Paket C dan anak kedua bernama Ni Made Diantari berusia 15 tahun yang sedang menempuh pendidikan kelas 1 kejar Paket C. Sekarang Ibu Werdi menjadi orangtua tunggal karena suaminya sudah meninggal dunia dan Ibu Werdi harus membiayai kedua anaknya dengan ii
penghasilan sehari-harinya yang tidak menentu. Kedua anak Ibu Werdi saat ini harus mengikuti pendidikan paket C dikarenakan Ibu Werdi kesulitan dalam membiayai sekolah kedua anaknya. Karena jika bersekolah di SMA/SMK memerlukan biaya yang cukup mahal, maka dari itu anak-anak Ibu Werdi hanya dapat menempuh kejar Paket C. 1.2 Ekonomi Keluarga Dampingan Ekonomi Keluarga Dampingan dibagi menjadi dua yaitu pendapatan keluarga dan pengeluaran keluarga. 1.2.1 Pendapatan Keluarga Keluarga Ibu Werdi tergolong keluarga yang memiliki pendapatan rendah. Ibu Werdi membiayai kedua anaknya sendiri tanpa bantuan suami dengan hasil bekerja sebagai buruh serabutan dan menjual canang. Perkerjaan yang sering dilakukan Ibu Werdi adalah bekerja sebagai buruh mengangkut kelapa dengan upah 15.000/300 biji kelapa, selain itu ibu Werdi juga menjadi buruh membuat tamas dengan upah 3.500/50 biji tamas. Dari hasil menjual canang yang dilakukan Ibu Werdi setiap 15 hari sekali kira-kira mendapat penghasilan sebesar Rp 80.000. Dengan penghasilan yang minim pendapatan Ibu Werdi belum dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya kedua anaknya sekolah. 1.2.2 Pengeluaran Keluarga Kebutuhan sehari-sehari Untuk kebutuhan sehari-hari keluarga Ibu Werdi berasal dari biaya dapur untuk masak sehari-hari sebanyak Rp 20.000 sehingga dalam sebulan Ibu Werdi menghabiskan Rp 600.000 untuk biaya makan seharihari. Selain itu Ibu Werdi juga mengeluarkan uang saku untuk dua orang anaknya yang masih bersekolah, biaya air, biaya listrik. Pendidikan Untuk biaya pendidikan Ibu Werdi masih mengeluarkan biaya karena anak-anaknya masih mengenyam bangku pendidikan yaitu kejar Paket C yang setiap bulannya memerlukan biaya sebesar Rp 40.000 untuk masing- iii
asing anaknya. Selain itu keperluan pendidikan yang mungkin dikeluarkan yaitu biaya untuk membeli perlengkapan sekolah maupun seragam sekolah. Sosial Pengeluaran Ibu Werdi di bidang sosial berasal dari iuran pura dan pengeluaran untuk keperluan adat lainnya ditambah dengan acara Ngusaba Dangsil yang sedang berlangsung di bulan Agustus 2016 ini yang mewajibkan setiap KK membayar iuran yang cukup besar. iv
i
1