dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

Deskripsi LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM YANG DITINGKATKAN

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI Diagram Alur Produksi Mesin. Gambar 3.1 Alur Kerja Produksi Mesin

RAB ENERGI TERBARUKAN (SMA/SMK)

BAB IV PENGUJIAN DAPUR BUSUR LISTRIK

BAB I PENDAHULUAN. (ingot) yang diperoleh dari hasil pengolahan biji logam. Biji logam

BAB III PROSES MANUFAKTUR. yang dilakukan dalam proses manufaktur mesin pembuat tepung ini adalah : Mulai. Pengumpulan data.

BAB IV PENGUJIAN PROPELLER DISPLAY


RANCANGAN PRODUK CHARGER HANDPHONE PORTABLE DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) *

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan Maret 2013 di

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III METODE PENELITIAN. Pada proses pembuatan Tugas Akhir ini banyak media-media alat yang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian hampir seluruhnya dilakukan di laboratorium Gedung Fisika Material

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboraturium Daya dan Alat Mesin Pertanian (Lab

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN MINI REFRIGERATOR THERMOELEKTRIK TENAGA SURYA. Pada perancangan ini akan di buat pendingin mini yang menggunakan sel

Pengaruh Perubahan Kecepatan dan Daya terhadap Lebar Celah Laser pada Mesin Laser Cutting Kapasitas 60 Watt dengan Material Akrilik

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

TUGAS DESAIN MEKATRONIKA II

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

Gambar 3.1. Gambar desain Front shovel

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PEMBUATAN MESIN ECM SINGLE AXIS. Alat-alat utama yang digunakan pada pembutan mesin ECM ini diantara lain :

PERANCANGAN MINI GENERATOR TURBIN ANGIN 200 W UNTUK ENERGI ANGIN KECEPATAN RENDAH. Jl Kaliurang km 14,5 Sleman Yogyakarta

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN. Diketahui : Ditanya : m Al : 200g : 0,2kg Q :... (Joule) c Al

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN ALAT. berasal dari motor. Selain kuat rangka juga harus ringan. Rangka terdiri dari beberapa bagian yaitu:

Gambar 3.1 Susunan perangkat keras sistem steel ball magnetic levitation

2 Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 3 Departemen FISIKA FMIPA USU

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Power bank dengan spesifikasi : Panasonic QE-QL105 berkapasitas

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Sumber dari masalah yang dihadapi di dunia sekarang ini adalah mengenai

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN DAN PABRIKASI

: Teknologi Industri Pembimbing : 1.Dr. Rr Sri Poernomo Sari, ST., MT. : 2.Irwansyah, ST., MT

Gambar 2.1 Baja tulangan beton polos (Lit 2 diunduh 21 Maret 2014)

Pengaruh Kecepatan Potong Pada Pemotongan Polymethyl Methacrylate Menggunakan Mesin Laser Cutting

BAB III PERANCANGAN SISTEM ATAP LOUVRE OTOMATIS

BAB III METODE PENELITIAN. makanan menggunakan termoelektrik peltier TEC sebagai berikut :

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

EXHAUST SYSTEM GENERATOR: KNALPOT PENGHASIL LISTRIK DENGAN PRINSIP TERMOELEKTRIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Prinsip Kerja Sistem Pengiriman Transfer Daya Nirkabel

BAB IV KONSEP. 2. Tataran System a. Bagian Bagian Casing PC.

BAB IV PROSES PENGERJAAN DAN PENGUJIAN

Polyurethane pada Dashboard

BAB IV HASIL PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Rancang Bangun Generator Portable Fluks Aksial Magnet Permanen Jenis Neodymium (NdFeB)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV PROSES PEMBUATAN MESIN

BAB I PENDAHULUAN. machining adalah proses pemotongan bahan dengan memanfaatkan energi

BAB 3 PERANCANGAN PROSES PENGERJAAN KOMPONEN PROTOTYPE V PISTON MAGNETIK

PEMBUATAN SEPEDA LISTRIK BERTENAGA SURYA SEBAGAI ALAT TRANSPORTASI ALTERNATIF MASYARAKAT

Rancang Bangun Alat Ukur Berat Menggunakan Load Cell kapasitas 300 kg

BAB IV HASIL DAN ANALISIS Perancangan Sistem Pembangkit Listrik Sepeda Hybrid Berbasis Tenaga Pedal dan Tenaga Surya

Rancang Bangun Alat Bantu Potong Plat Bentuk Lingkaran Menggunakan Plasma Cutting

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB II PERTIMBANGAN DESAIN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

2 METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 hingga Oktober 2015

ANALISIS TAHANAN DAN STABILITAS PERAHU MOTOR BERPENGGERAK SOLAR CELL

BAB III METODE PROSES PEMBUATAN

BAB III DESAIN DAN MANUFAKTUR

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PROYEK AKHIR. Motor dengan alamat jalan raya Candimas Natar. Waktu terselesainya pembuatan mesin

BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT. perancangan pembuatan simulasi listrik, Pada perancangan sistem simulasi ini di

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

OPTIMASI RANCANG BANGUN ALAT PEMERAS BUAH JERUK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PERPUTARAN MOTOR LISTRIK 0,3 HP

BAB IV PEMILIHAN MATERIAL DAN INSTALASI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pengembangan teknologi di bidang konstruksi yang semakin maju tidak

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil dan pembahasan merupakan pemaparan dari spesifikasi alat, kinerja

BAB III PERANCANGAN SISTEM

c = b - 2x = ,75 = 7,5 mm A = luas penampang v-belt A = b c t = 82 mm 2 = 0, m 2

IV. PENDEKATAN DESAIN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II METODE PERANCANGAN

4.1. Menghitung Kapasitas Silinder

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. ini mengalami kemajuan yang semakin pesat. Perkembangan tersebut

BAB IV METODE PENGUJIAN CIGARETTE SMOKE FILTER

5 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III PERANCANGAN ALAT. menjadi acuan dalam proses pembuatannya, sehingga kesalahan yang mungkin

PENGENDALIAN SUDUT PADA PERGERAKAN TELESKOP REFRAKTOR MENGGUNAKAN PERSONAL COMPUTER

Transkripsi:

BAB III DANA DAN ANALISA PERANCANGAN A. Kelompok Data Berkaitan Aspek Fungsi Produk Rancangan Kelompok data pada table berikut berkenaan dengan produk rancangan berupa dudukan ponsel untuk sepeda. No Jenis-Jenis Dudukan Ponsel 1. Universal Adjustable Gambar Keterangan Dudukan ponsel yang dapat di sesuaikan dengan ukuran ponsel cerdas 3,5 inch 7 inch. Dapat berputar 360. Terbuat dari material plastik ABS. Menggunakan sistem penguncian baut. 2. Fit Waterproof Dry Bag Dudukan ponsel yang anti air, terbuat dari material tahan air, menggunakan zip lock dan Velcro. Sistem penguncian dudukan menggunakan baut ke pengait wadah ponsel, dan menggunakan cable ties dari dudukan ke setang sepeda. Hanya untuk ponsel cerdas dengan ukuran 165 80 12 mm. Tabel 1. Kelompok aspek fungsi rancangan dudukan ponsel (Sumber : google.com, 2017) 16

Kelompok data pada tabel berikut berkenaan dengan fungsi panel surya yang akan disematkan pada produk rancangan. Tabel dikutip dari jurnal yang membahas dan menganalisa rancangan produk pengisi daya ponsel cerdas portable dengan menggunakan energi matahari. Fungsi Cara Mencapai Fungsi 1 2 3 Bentuk produk Kotak persegi Bulat Oval Panjang produk 12 cm - - Lebar produk 5 cm 10 cm 5 cm Kapasitas sollar 1 panel 2 panel 1 panel cell Panjang sollar cell 5 cm 10 cm 5 cm Lebar sollar cell 5 cm 5 cm 5 cm Voltase baterai 6 Volt 1,5 Volt 9 Volt Voltase modul 6 volt DC 6 volt DC 6 volt DC Tinggi produk 5 cm 7 cm 5 cm Periode perawatan 3 bulan 6 bulan 3 bulan Output modul 6 volt DC 6 volt DC 6 volt DC Sistem modular Bongkar pasang Permanen Permanen Jenis baterai Li-ion Li-po Li-ion rechargeable rechargeable rechargeable Diameter baterai 1,5 cm 0,8 cm - Bahan baku Polymer clay Polyster Acrylic casing Panjang baterai 6 cm 3 cm 3 cm Komponen standar standar Standar elektronik Jumlah part 2 3 3 Jenis plug Satu plug Semua plug Semua plug Tabel 2. Data fungsi terkait komponen pada produk yang sudah ada (Sumber : Imron, 2014 : 373) 17

1. Aspek Fungsi Desain pengisi daya baterai ponsel cerdas yang akan dibuat memiliki fungsi sebagai dudukan ponsel dengan fungsi tambahan berupa pengisi daya dari pemanfaatan panel surya. B. Kelompok Data Berkaitan Dengan Estetika Produk Rancangan No Jenis-Jenis Dudukan Ponsel Gambar Keterangan 1. Universal Adjustable Dudukan ponsel yang dapat di sesuaikan dengan ukuran ponsel cerdas 3,5 inch 7 inch. Dapat berputar 360. Terbuat dari material plastik ABS. Menggunakan sistem penguncian baut. 2. Fit Waterproof Dry Bag Dudukan ponsel yang anti air, terbuat dari material tahan air, menggunakan zip lock dan Velcro. Sistem penguncian dudukan menggunakan baut ke pengait wadah ponsel, dan menggunakan cable ties dari dudukan ke setang sepeda. Hanya untuk ponsel cerdas dengan ukuran 165 80 12 mm. Tabel 3. Kelompok aspek estetika rancangan dudukan ponsel (Sumber : google.com, 2017) 1. Aspek Estetika Pemilihan warna casing panel surya dan dudukan ponsel akan disesuaikan dengan warna dari panel surya yang berwarna dasar hitam. 18

C. Kelompok Data Berkaitan Dengan Aspek Teknis Produk Rancangan 1. Proses Penentuan Desain a. Spesifikasi panel surya yang digunakan Ukuran : 11 cm x 11 cm x 2mm V-out (tegangan keluar) : 7V I-out (arus keluar) : 120mA Untuk pengisian ponsel cerdas dibutuhkan tegangan sebesar 3,8 V sampai dengan 5V, sedangkan untuk arus adalah sebesar 240mA sampai dengan 760mA. Dari keterangan diatas, maka untuk melakukan pengisian ponsel cerdas dibutuhkan panel surya sebanyak 2 sampai dengan 6 panel. Gambar 6 Panel Surya Ukuran 11cm x 11cm 7V, 120mA (Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2017) 19

b. Data berkaitan teknis produk mencakup bentuk dan jenisjenis sepeda. Beragam jenis sepeda yang bisa dijadikan penentu acuan pembuatan produk. Penulis melakukan riset terhadap bentuk-bentuk stang sepeda yang banyak digunakan oleh kelompok pengguna produk. Jenis Sepeda Ukuran Sepeda Lingkar Batang Stang Lebar/Panjang Stang WIM Cycle 26 Inch 7,8-13 cm 43 cm WIM Cycle 26 Inch 7 cm, 10 cm 40 cm Genio 26 Inch 10cm 40 cm United Sepeda lipat 16 Inch 7 cm 23 cm United Touring Rock 26 Inch 7 cm 28 cm Giant ATXPro 26 Inch 7 cm 43 cm Tabel 4. Jenis dan ukuran stang sepeda (Sumber : Pribadi, 2017) Gambar 7 Variasi bentuk dan ukuran stang sepeda (Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2017) 20

Dan setelah melakukan analisa, penulis menarik kesimpulan untuk menentukan sepeda yang digunakan sebagai penentu komponen teknis produk yang akan dibuat adalah sepeda merek Giant ATXpro 26 inch. Sepeda ini dijadikan sebagai acuan pembuatan produk karena ukuran sepeda tersebut merupakan sepeda yang banyak digunakan oleh kelompok pengguna produk umur 17 30 tahun. Sepeda ini juga bisa digunakan diberbagai medan selain dijalan raya, sepeda ini juga bisa digunakan sebagai sepeda jelajah alam atau sepeda gunung (Mountain Bike). Gambar 8 Sepeda merek Giant ATXpro 26 inch (Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2017) 21

c. Ponsel cerdas yang dijadikan acuan pembuatan produk rancangan adalah Lenovo A7000. Dimensi ponsel ini 152.6 x 76.2 x 8 mm. memiliki berat 140gr dengan ukuran layar 5,5 inci. Ponsel cerdas ini dipilih untuk mewakili ponsel cerdas yang kebanyakan dipakai oleh kelompok pengguna produk. Gambar 9 Ponsel cerdas merek Lenovo Tipe A7000 (Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2017) 2. Proses Produksi a. Pemilihan Bahan Baku Pemilihan bahan baku bertujuan untuk menentukan material atau bahan dasar utama yang digunakan pada produk rancangan. Bahan baku utama produk ini menggunakan material akrilik. 22

Akrilik merupakan polimethyl methacrylate yang berupa polimer sintetis dari metakrilat yang bersifat mencair bila dipanaskan dan memiliki permukaan yang transparant. Dikutip dari laman mandiriart.com akrilik memiliki beberapa ciri khas diantaranya : 1. Bening dan tembus pandang 2. Kuat, lentur dan tahan lama 3. Aman karena tidak memungkinkan berkembangnya mikroorganisme seperti lumut 4. Dapat dibentuk menjadi berbagai jenis bentuk yang beragam 5. Lebih ringan dibandingkan dengan kaca b. Laser Cutting Laser cutting adalah teknologi yang menggunakan laser untuk memotong material dan biasanya diaplikasikan pada industry manufaktur. Laser cutting bekerja dengan mengarahkan laser dengan daya tinggi melalui optic dan menggunakan computer untuk mengarahkannya. Ada tiga jenis laser yang digunakan dalam laser cutting. Laser CO2 cocok untuk memotong, membuat boring, dan mengukir. Neodymium (Nd) digunakan untuk membuat boring dimana dibutuhkan energi yang besar akan tetapi memiliki repetisi atau pengulangan yang rendah. Sedangkan laser neodymium yttrium-aluminum-garnet (Nd-YAG) digunakan dimana daya yang sangat tinggi dibutuhkan untuk membuat boring dan mengukir. Baik CO2 dan Nd atau Nd-YAG laser dapat digunakan untuk pengelasan. Kelebihan dan Kekurangan Keuntungan dari laser cutting dari pemotongan mekanik adalah pengerjaan lebih mudah dan mengurangi 23

kontaminasi benda kerja. Ketepatan pengerjaan mungkin lebih baik, karena kemampuan sinar laser tidak berkurang selama proses tersebut. Ada juga kemungkinan penurunan warping materi yang sedang dipotong, karena sistem laser memiliki zona terkena panas kecil. Beberapa bahan juga sangat sulit atau tidak mungkin untuk dipotong dengan cara yang tradisional. Laser cutting untuk logam memiliki keunggulan dibandingkan plasma cutting, yaitu pengerjaan menjadi lebih tepat dan penggunaan energi yang lebih sedikit ketika memotong lembaran logam, bagaimanapun juga, kebanyakan mesin laser cutting untuk industri tidak dapat memotong logam tebal seperti yang dilakukan oleh mesin plasma cutting. Mesin laser cutting baru yang beroperasi pada daya yang lebih tinggi (6000 watt, kontras dengan laser cutting awal dengan daya 1500 watt) sedang mendekati mesin plasma dalam kemampuan mereka untuk memotong bahan tebal, tetapi biaya modal mesin-mesin tersebut jauh lebih tinggi daripada mesin plasma cutting. Kerugian utama dari laser cutting adalah konsumsi daya tinggi. Efisiensi laser cutting industri bisa berkisar dari 5% sampai 15%. Konsumsi daya dan efisiensi dari laser tertentu akan bervariasi tergantung pada daya keluaran dan parameter operasi. Ini akan tergantung pada jenis laser dan seberapa cocok penggunaan laser dengan pekerjaan. Jumlah daya yang diperlukan laser cutting, yang dikenal sebagai masukan panas, untuk pekerjaan tertentu tergantung pada jenis material, ketebalan, proses (reaktif / inert) yang digunakan, dan tingkat pemotongan yang diinginkan. 24

Prospek Masa Depan Untuk prospek masa depan, laser cutting ini mungkin akan digunakan untuk seluruh proses pemotongan dan pembentukan. Karena telah ada mesin laser cutting yang menggunakan tiga sampai lima sumbu yang dapat memotong benda kerja yang memiliki bentuk selain lembaran. Laser cutting juga memiliki kemampuan untuk melebihi plasma cutting karena sekarang telah ditemukan laser cutting dengan daya yang empat kali lebih besar ketika laser cutting awal digunakan. Dengan kemampuan laser cutting yang hampir menyamai plasma cutting, laser cutting pun dapat memotong benda kerja yang tebal dan keras. Spesifikasi Mesin Laser Cutting Engraving ini mengadopsi sistem DSP Internasional yang menggunakan Teknologi Canggih. Mesin Laser ini juga memiliki kecepatan Tinggi dalam Potong dan Grafir Material serta Keakuratan yang sangat presisi. Software yang selalu diperbarui, mampu memberikan Output langsung dari File asli, cocok dengan format Aplikasi Grafis seperti Auto CAD, CAM, CAD, Corel DRAW, untuk memenuhi kebutuhan desain praktis. Mesin Laser Cutting Engraving ini menggunakan Port USB untuk mengirimkan data, yang dilengkapi dengan memori internal berkapasitas besar, sehingga meningkatkan kecepatan kerja dan efisiensi. 25

Gambar 10 Mesin Laser Cutting Engraving AS - 1290 (Sumber : www.deprintz.com, 2017) Tabel 5. Spesifikasi Detail Mesin Laser Cutting Baisheng AS-1290 (Sumber : www.deprintz.com, 2017) 26

c. Komponen Produk Yang Tidak Perlu Didesain No Deskripsi Komponen Bagian Dari Sistem Aspek Desain 1 Panel Surya Pengubah Energi Elektrik 2 Modul USB Converter Pengubah Daya Elektrik 3 Perkabelan Rangkaian Kabel Struktur 4 Engsel Akrilik Bentuk Produk Mekanis 5 Mur dan baut Bentuk produk Mekanis 6 Velcro dan busa ati aksesoris Estetika Tabel 6. Komponen Produk Yang Tidak Perlu Di Desain D. Kelompok Data Berkaitan Dengan Aspek Ekonomi Produk Rancangan Pada produksi pengisi daya ponsel cerdas menggunakan panel surya untuk sepeda ini terdapat beberapa anggaran biaya pengeluaran, diantaranya bahan baku dan biaya produksi dan lain-lain. Aspek material atau spare part seperti panel surya pada produk yang tinggi akan mempengaruhi harga jual, sehingga kemampuan penyerapan pasar atau daya beli masyarakat menjadi rendah. Namun diperlukan pengenalan atau promosi kepada khalayak umum untuk mengetahui respon pengguna secara langsung. 27