Ringkasan Materi Seminar Mitigasi Bencana 2014

dokumen-dokumen yang mirip
Jenis Bahaya Geologi

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 15 TAHUN 2011 TANGGAL : 9 SEPTEMBER 2011 PEDOMAN MITIGASI BENCANA GUNUNGAPI

Bab I Pendahuluan I.1. Latar Belakang Penelitian

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terletak di antara tiga lempeng aktif dunia, yaitu Lempeng

DAFTAR ISI. Sambutan Rektor Institut Teknologi Bandung i. Prakata- Majelis Guru Besar Institut Teknologi Bandung iii. Sambutan-Dewan Editorial v

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. lempeng Indo-Australia dan lempeng Pasifik, serta lempeng mikro yakni lempeng

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Geologi dan Analisis Struktur Daerah Cikatomas dan Sekitarnya, Kabupaten Lebak, Banten. BAB I PENDAHULUAN

Pemahaman Masyarakat Pada Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Ijen, Jawa Timur (Imam Santosa)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA BADAN GEOLOGI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

4.8. G. INIE RIE, Nusa Tenggara Timur

Imam A. Sadisun Pusat Mitigasi Bencana - Institut Teknologi Bandung (PMB ITB) KK Geologi Terapan - Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian - ITB

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara kepulauan. Menurut Bakosurtanal, pulau di

BAB I PENDAHULUAN. geologi secara detail di lapangan dan pengolahan data di studio dan laboratorium.

MITIGASI BENCANA ALAM II. Tujuan Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. Sejarah telah mencatat bahwa Indonesia mengalami serangkaian bencana

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Peta Tektonik Indonesia (Bock, dkk., 2003)

BAB I PENDAHULUAN. tembok bangunan maupun atap bangunan merupakan salah satu faktor yang dapat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

5.5. G. LAWARKAWRA, Kepulauan Banda, Maluku

4.15. G. LEWOTOBI PEREMPUAN, Nusa Tenggara Timur

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia, terutama Pulau Jawa. Karena Pulau Jawa merupakan bagian dari

7.4. G. KIE BESI, Maluku Utara

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Longsoran translasi adalah ber-geraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko tinggi

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang

Studi Pengaruh Lahar Dingin Pada Pemanfaatan Sumber Air Baku Di Kawasan Rawan Bencana Gunungapi (Studi Kasus: Gunung Semeru)

1.1. G. PUET SAGOE, NANGGROE ACEH DARUSSALAM

BAB I PENDAHULUAN. Geologi Daerah Beruak dan Sekitarnya, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN BERBASIS MITIGASI BENCANA

BAPPEDA Kabupaten Probolinggo 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. sehingga masyarakat yang terkena harus menanggapinya dengan tindakan. aktivitas bila meningkat menjadi bencana.

BAB I PENDAHULUAN. lempeng tektonik besar yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Daerah

POTENSI KERUSAKAN GEMPA BUMI AKIBAT PERGERAKAN PATAHAN SUMATERA DI SUMATERA BARAT DAN SEKITARNYA. Oleh : Hendro Murtianto*)

BAB I PENDAHULUAN. bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan

Masyarakat perlu diberikan pelatihan mengenai caracara menyelamatkan diri saat bencana terjadi. Sebenarnya di Indonesia banyak perusahaan tambang dan

BAB I PENDAHULUAN. Secara geografis Indonesia terletak di daerah khatulistiwa dan melalui

BADAN GEOLOGI - ESDM

Pemanfaatan Peta Geologi dalam Penataan Ruang dan Pengelolaan Lingkungan

BAB I PENDAHULUAN. samudra Hindia, dan Samudra Pasifik. Pada bagian selatan dan timur

Pengembangan Program Analisis Seismic Hazard dengan Teorema Probabilitas Total Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. tindakan dalam mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat suatu bencana.

4.10. G. IYA, Nusa Tenggara Timur

TANAH LONGSOR; merupakan salah satu bentuk gerakan tanah, suatu produk dari proses gangguan keseimbangan lereng yang menyebabkan bergeraknya massa

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan Indonesia termasuk dalam daerah rawan bencana gempabumi

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan sampah (pasal 6 huruf d).

Oleh: Dr. Darsiharjo, M.S.

BAB II GAMBARAN UMUM. Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung. 2.1 Sejarah Singkat Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi.

BAB I PENDAHULUAN. Tuban adalah sebuah kabupaten di Jawa Timur, Indonesia. Penduduknya

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng aktif (triple junction) yang saling

Penyebab Tsunami BAB I PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN. semakin kuat gempa yang terjadi. Penyebab gempa bumi dapat berupa dinamika

BAB I PENDAHULUAN. utama, yaitu lempeng Indo-Australia di bagian Selatan, lempeng Eurasia di bagian

II. PENGAMATAN 2.1. VISUAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. atau menurunnya kekuatan geser suatu massa tanah. Dengan kata lain, kekuatan

Gambar 1. Lokasi kesampaian daerah penyelidikan di Daerah Obi.

Bersama ini dengan hormat disampaikan tentang perkembangan kegiatan G. Kelud di Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang, Provinsi Jawa Timur.

BAB I PENDAHULUAN. Geologi dan Studi Ubahan Hidrotermal Daerah Sumberboto dan Sekitarnya, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur 1

BAB I PENDAHULUAN. atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (2016), bencana tanah longsor

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Triantara Nugraha, 2015

DAFTAR ISI. BAB III. DASAR TEORI 3.1. Seismisitas Gelombang Seismik Gelombang Badan... 16

BAB I PENDAHULUAN. Secara geografis Indonesia terletak di daerah khatulstiwa dan berada pada

BAB I PENDAHULUAN. lempeng raksasa, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Sebaran episenter gempa di wilayah Indonesia (Irsyam dkk, 2010). P. Lombok

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu

Seminar Nasional Ke III Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Peta Indeks Rawan Bencana Indonesia Tahun Sumber: bnpb.go.id,

LANDSLIDE OCCURRENCE, 2004 STRATEGI MITIGASI DAN SIFAT GERAKAN TANAH PENYEBAB BENCANA DI INDONESIA. BENCANA GERAKAN TANAH 2005 dan 2006

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

Bencana dan Pergeseran Paradigma Penanggulangan Bencana

Bab I Pendahuluan. I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. sampai Maluku (Wimpy S. Tjetjep, 1996: iv). Berdasarkan letak. astronomis, Indonesia terletak di antara 6 LU - 11 LS dan 95 BT -

TINGKAT KERAWANAN BENCANA TSUNAMI KAWASAN PANTAI SELATAN KABUPATEN CILACAP

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dzikri Wahdan Hakiki, 2015

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Kerangka Pikir Studi...

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sumatera Utara secara geografis terletak pada 1ºLintang Utara - 4º Lintang Utara dan 98 Bujur Timur Bujur

Faktor penyebab banjir oleh Sutopo (1999) dalam Ramdan (2004) dibedakan menjadi persoalan banjir yang ditimbulkan oleh kondisi dan peristiwa alam

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan 1.3 Batasan Masalah

BAB I PENDAHULUAN. strategis secara geografis dimana letaknya berada diantara Australia dan benua Asia

UJI KOMPETENSI SEMESTER I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban paling tepat!

BAB I PEDAHULUAN. yang disebabkan, baik oleh faktor alam atau faktor non alam maupun. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 ).

KONSEP PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PELAPORAN BAHAN GALIAN LAIN DAN MINERAL IKUTAN. Oleh : Tim Penyusun

Transkripsi:

\ 1

A. TATANAN TEKTONIK INDONESIA MITIGASI BENCANA GEOLOGI Secara geologi, Indonesia diapit oleh dua lempeng aktif, yaitu lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik yang subduksinya dapat dilihat pada gambar di bawah: 2 1 Gambar di atas menunjukkan: 1. Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia ke arah utara dan timur laut 2. Lempeng lautan Pasifik yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia ke arah barat dan ke bawah Lempeng Indo-Australia ke arah selatan. Tatanan tektonik seperti di atas, memberikan dampak bagi Indonesia antara lain adanya potensi wisata yang menarik,endapan mineral logam, batubara, panas bumi, gunung api, gempa bumi, tsunami serta cekungan air tanah. 2

3

4

. 5

Secara garis besar, dampak tatanan tektonik di Indonesia antara lain: 1. Dampak positif yang meliputi adanya tanah subur, pemandangan yang indah, cekungan hidrokarbon, jalur mineralisasi, dan potensi energi terbarukan (panas bumi, biomassa, nuklir, dsb). Dampak positif ini mendorong adanya eksplorasi dan eksploitasi yang berbasis penelitian multidisiplin untuk kesejahteraan masyarakat dan ketahanan negara (pangan & energi). 2. Dampak negatif yang mencakup bencana-bencana geologi, antara lain gempabumi, tsunami, letusan gunungapi, tanah longsor, dsb. Hal tersebut mendorong adanya mitigasi bencana geologi yang berbasis penelitian multidisplin untuk mengurangi resiko bencana yang ditimbulkan. B. LANDASAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI BADAN GEOLOGI Secara garis besar ruang lingkup dalam Badan Geologi antara lain sumber daya geologi, bencana geologi, dan lingkungan yang saling berkesinambungan. Landasan Badan Geologi menjalankan tugasnya berlandaskan pada UUD 1945 Pasal 33 dan Mandat Undang-Undang tentang Panas Bumi, Migas, Pertambangan, Mineral dan Batubara, Sumber Daya Air, Tata Ruang, Kebencanaan, dan Pengelolaan Lingkungan. 6

Fungsi Badan Geologi memiliki fungsi dalam melakukan penelitian dan pelayanan dalam bidang geologi. Tugas Pokok Mencakup pengembangan sumber daya energy, pengembangan sumber daya mineral, pengelolaan air tanah, mitigasi bencana geologi, pengelolaan lingkungan/penataan ruang, dan pengelolaan data dan informasi geologi. C. STRATEGI MITIGASI BENCANA GEOLOGI Strategi dalam mitigasi bencana geologi meliputi identifikasi dan delineasi potensi bencana, pemetaan kawasan rawan dan resiko bencana, tanggap darurat dan kontijensi, adanya peringatan dini untuk bencana gunungapi dan gerakan tanah, meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana, dan pengurangan resiko bencana (risk assessment). Lingkup kerja mitigasi bencana geologi meliputi gunungapi, gempabumi, tsunami, dan gerakan tanah. Tahapan-tahapan yang dilakukan meliputi: 1. monitoring dan penelitian suatu daerah, 2. melakukan pemetaan geologi gunungapi kawasan rawan bencana, 3. melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan masyarakat setempat, dan 4. menciptakan sistem tanggap darurat. 7

a. Mitigasi Bencana Gunungapi Berikut ini adalah sistem pemantauan gunungapi di Indonesia. Dari gambar di atas, dapat ditunjukkan bahwa setiap daerah mempunyai Regional Centre (RC). Konsep teknis RC adalah mengintegrasikan data pemantauan dari beberapa gunungapi yang berdekatan ke satu Pos PGA. RC memiliki fungsi, antara lain: Mengumpulkan data dari pos-pos gunungapi terdekat. Mengolah data yang terkumpul. Melakukan analisis data dari gunungapi terdekat. Memberikan rekomendasi teknis kegiatan gunungapi ke pusat. Melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat. Memfasilitasi kelancaran transmisi data dari masing-masing pos PGA 8

yang masuk dalam jaringannya. Melakukan pemeliharaan jaringan transmisi data. Secara teknis bertanggung jawab kepada PVMBG atas pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunungapi, serta kelancaran pengamatan dan operasional Pos-pos PGA di wilayah kerjanya. Selain itu, RC juga bertugas menjamin kelancaran arus informasi dari Pos PGA di wilayah kerjanya ke kantor PVMBG Bandung. Dalam mitigasi bencana gunungapi, diperlukan kegiatan pengamatan dan penyelidikan gunungapi dalam suatu daerah. Kegiatan ini menggunakan GPS dan metode gelombang seismik dalam memperoleh data dari macam kegiatan yang dilakukan, antara lain pemantauan kegempaan gunungapi, pemantauan deformasi, pemetaan geologi gunungapi untuk penyebaran hasil letusan gunungapi dan penentuan umur lapisan, pemeriksaan dan pengukuran suhu kawah, dan analisis data-data geokimia dari daerah terdapatnya gunungapi. Peta Geologi Gunungapi Peta geologi gunungapi merupakan peta yang memuat informasi sebaran batuan/endapan dan stratigrafi gunungapi dengan skala 1:50000. Pemetaan ini menggabungkan tiga dasar penyusunan, antara lain penyelidikan lapangan, analisis laboratorium, dan citra satelit. 1. Dari penyelidikan lapangan diperoleh data: sumber yang merupakan tempat terjadinya erupsi berupa kawah atau kaldera; deskripsi batuan atau endapan gunungapi yang meliputi warna, tekstur, struktur, komposisi kimia, serta komposisi mineralnya; genesa yang merupakan proses terbentuknya batuan atau endapan gunungapi yang diwujudkan dengan istilah yang mencerminkan cara terbentuknya, misalnya kubah lava, aliran lava, jatuhan piroklastika, dan lain-lain. 2. Dari analisis laboratorium diperoleh komposisi kimia dan petrografi dari batuan hasil erupsi gunungapi. 3. Dari citra satelit diperoleh gambaran geomorfologi, batas satuan batuan, dan kelurusan atau struktur geologi. 9

Dari data-data di atas dapat diperoleh informasi secara menyeluruh yang akan memprediksi sifat dan karakteristik dan letusan dari gunungapi dengan prinsip The present is the key to the past (and the future). Selain dari data-data di atas, penyusunan peta geologi gunungapi dibuat dengan mengikuti kaedah dalam Sandi Stratigrafi Geologi Gunungapi (1998) dan SNI Penyusunan Peta Geologi Gunungapi (1999). Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunungapi Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunungapi merupakan peta yang menunjukkan tingkat ancaman bencana letusan di wilayah sekitan gunungapi aktif berdasarkan aktivitas sebelumnya dengan skala 1:50000. Dasar dalam penyusunan peta ini merupakan gabungan antara peta geologi gunungapi yang meliputi morfologi gunungapi, jenis endapan gunungapi, sebaran bahan letusan dari gunungapi, struktur geologi regionalnya, sifat letusan/evolusi gunungapi dan sejarah letusan dari gunungapi, potensi bahaya (yang meliputi gas beracun, aliran massa/debris avalanche, lontaran batuan, dan bahaya sekunder. Penyusunan Peta KRB Gunungapi mengikuti kaedah dalam SNI Penyusunan Peta KRB Gunungapi (2012). b. Mitigasi Bencana Gempabumi dan Tsunami Tujuan dari mitigasi bencana gempabumi dan tsunami adalah untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian sosial dan kerugian ekonomi akibat gempabumi. Aktivitas yang dilakukan dalam mitigasi ini antara lain: Penelitian, terutama sumber gempabumi yang diperoleh dari paleo-seismologi, metode geofisika (Graviti, Geomagnet, GPR), seismic monitoring, dan deformasi (GPS), 10

OBSERVED DATA CALCULATED MODEL A B Mikrozonasi yang merupakan pembagian wilayah rawan gempabumi menjadi subwilayah yang lebih kecil, Pemetaan kawasan rawan bencana gempabumi, dan Tanggap darurat bencana gempabumi untuk menentukan intensitas gempabumi dan pemutakhiran data katalog gempabumi yang merusak. 11

Jika dibandingkan dengan negara lain, tidak sedikit korban yang diakibatkan oleh bencana gempabumi di Indonesia. Tingginya korban di Indonesia ini pada dasarnya disebabkan oleh masih kurangnya kesadaran masyarakat serta pendidikan yang rendah oleh masyarakat di daerah yang rawan bencana. 12

Untuk keperluan mitigasi gempabumi, diperlukan Eatrhquake Hazard Map yang disusun melalui metode yang digunakan pada diagram PSHA (Probabilistic Seismic Hazard Assessments). Selain mitigasi bencana gempabumi, mitigasi bencana tsunami juga memerlukan Peta Probabilitas Terjadinya Tsunami. 13

Terdapat beberapa metode yang digabungkan dalam melakukan pengamatan potensi daerah tsunami, antara lain: Pengukuran topografi pantai meliputi elevasinya (semakin tinggi elevasi daerah pantai atau semakin terjal daerah pantai, maka cakupan arus akibat tsunami ke landward akan semakin kecil karena adanya penghalang/barrier gelombang tsunami yang datang). Data hasil pengukuran topografi pantai ini dikonversikan ke dalam model SRTM. Pemetaan karakteristik pantai, misalnya banyaknya sungai pada pantai akan mempengaruhi kerawanan daerah tersebut terhadap adanya tsunami (semakin banyak sungai, maka semakin rawan daerah tersebut terhadap tsunami karena sungai merupakan jalan tol bagi gelombang tsunami). Data dari hasil pemetaan karakteristik pantai tersebut digunakan dalam pembuatan Peta Karakteristik Pantai beserta Penampang Pantai. Selain kedua hal di atas, yang tidak kalah penting adalah memperhatikan kearifan lokal pada daerah yang diteliti. 14

Dari metode di atas, didapatkan pemodelan tsunami dari suatu daerah seperti misal tsunami Aceh pada gambar di bawah. Hasil analisis dari data yang diperoleh digunakan sebagai dasar dalam pembuatan Peta Kawasan Rawan Bencana Tsunami. c. Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Pada dasarnya, gerakan tanah memiliki bagian-bagian yang ditunjukkan pada gambar di bawah. 15

Gerakan tanah dapat terjadi melalui beberapa mekanisme yang menentukan jenis dari gerakan tanah itu sendiri, antara lain gerakan tanah translasi, gerakan tanah rotasi, aliran bahan rombakan, runtuhan/jatuhan batu, rayapan dan retakan, dan longsoran batu. Untuk keperluan mitigasi bencana gerakan tanah, diperlukan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah. Data-data yang diperlukan dalam pembuatan peta tersebut meliputi gerakan tanah lama, distribusi kejadian gerakan tanah, kemiringan lereng, rata-rata curah hujan, tata guna lahan, kondisi geologi, dan mekanika tanah. Data-data tersebut diolah dalam suatu software untuk kemudian dihasilkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah dibagi menjadi zona kerentanan gerakan tanah tinggi, menengah, rendah, dan sangat rendah yang dihasilkan dari gabungan antara Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah dan Peta Perkiraan Curah Hujan. 16

17