BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Statistik Deskriptif Setelah semua data yang dibutuhkan dalam penelitian ini terkumpul dari berbagai sumber, maka dilanjutkan dengan menganalisa data tersebut sesuai dengan pokok permasalahan dan hipotesis yang telah ditemukan pada bab pertama dan bab kedua. Analisis yang dikemukakan dalam penelitian ini meliputi Suku Bunga, Bagi Hasil, Inflasi, FDR ( Finance of Deposit Ratio), Ukuran Bank dan sebagai variabel dependennya adalah Deposito Mudharabah.
Tabel 4.1 Statistik Deskriptif variabel Penelitian Tahun Varibel keterangan 2012 2013 2014 2015 Suku Bunga (%) minimum 5.75 5.75 7.5 5.83 maximum 5.83 7.42 7.67 7.58 mean 5.77 6.42 7.54 7.47 Bagi Hasil (%) minimum 35 34 35 35 maximum 55 54 54 50 mean 43.38 42.63 43.44 40.81 Inflasi (%) minimum 3.76 5.26 4.35 3.76 maximum 4.49 8.6 7.76 7.07 mean 4.285 6.97 6.42 6.27 FDR (%) minimum 32 56 52 83 maximum 106 95 135 119 mean 88.34 75.81 89.03 95.78 Ukuran Bank (Ln) minimum 15.60 15.97 16.00 15.97 maximum 17.30 17.55 17.86 17.96 mean 16.65 16.77 16.91 17.00 Deposito Mudharabah(Ln) minimum 15.31 15.59 15.73 15.75 maximum 16.73 16.90 17.08 17.35 mean 16.10 16.30 16.38 16.49 Sumber: Data Sekunder yang diolah 2012-2015 Untuk mengetahui karekteristik sampel, maka dapat dilihat statistic deskriptif pada table 4.1 berdasarkan pengolahan dengan menggunakan SPSS maka diperoleh hasil statistik deskriptif masing-masing Variabel, baik dependen maupun variable independen. Dari table 4.1 diatas terlihat bahwa variable dependen Suku Bunga memiliki nilai minimum sebesar 5,75% dan nilai maksimum sebesar 7,67% Sedangkan nilai rata-rata sebesar 6,81% dengan standar deviasi sebesar 0,83%. Nilai suku bunga cendrung naik dari tahun 2012-2015 walaupun sempat menurun sebesar
0,09% pada tahun 2015, hal ini cukup pluktuatif untuk menarik nasabah untuk permodalan di bank konvensional dari pada bank syariah. Sehingga suku bunga berpengaruh negative terhadap deposito mudharabah. Pada variabel independen, Bagi Hasil memiliki nilai minimum sebesar 34,00%, dan nilai maksimum sebesar 55,00%. Sedangkan nilai rata-rata sebesar 42,56% dengan standar deviasi sebesar 6,91%. Nilai bagi hasil menunjukan penurunan dilihat dari table 4.1 hal ini dikarenakan oleh ketidak konsisten BPR syariah yang ada di yogyakarta dalam menentukan jumlah porsi bagi hasil untuk nasabah. Contohnya pada BPR syariah FORMES yang memberikan porsi bagi hasil sebeser 55% pada tahun 2012 namun mengalami penurun setiap tahunnya sehingga menjadi 36%. Hal ini berkemungkin dilakukan untuk menarik minat nasabah untuk melakukan transaksi. Sehingga suku bunga berpengaruh positif terhadap deposito mudharabah. Variable Inflasi memiliki nilai minimum sebesar 3,76%, dan nilai maksimum sebesar 8,60%. Sedangkan nilai rata-rata sebesar 6,01% dengan standar deviasi sebesar 1,51%. Nilai inflasi sempat naik drastic dari tahun 2012 2013 dilihat dari table 4.1 kenaikan berkisar dari 4,49% menjadi 8,6%. Hal ini disebabkan oleh tingginya harga pasar pada tahun 2013, sehingga mendorong nasabah untuk menarik dananya pada BPR syariah, dan dapat disimpulkan bahwa Inflasi berpengaruh
negative terhadap deposito mudharabah karena kecendrungan nasabah untuk menarik dananya. Variable FDR (Finance of Deposit Ratio) memiliki nilai minimum sebesar 0%, dan nilai maksimum sebesar 135,00%. Sedangkan nilai rata-rata sebesar 82,79% dengan standar deviasi sebesar 24,52%. Dilihat dari table 4.1 FDR mengalami naik turun setiap tahun, hal ini kemungkinan disebabkan oleh jumbalah nasabah yang tak menentu setiap tahunnya untuk melakukan deposito mudharabah di BPR Syariah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa FDR berpengaruh negative terhadap deposito mudharabah. Variable Ukuran Bank memiliki nilai minimum sebesar 15,60, dan nilai maksimum sebesar 17,96. Sedangkan nilai rata-rata sebesar 16,84 dengan standar deviasi sebesar 0,51. Dilihat dari table 4.1 nilai ukuran bank pluktuatif mengalami meningkatan setiap tahunya, semakin besarnya ukuran bank maka akan semakin menarik minat nasabah untuk melakukan deposito mudharabah di BPR syariah, sehingga ukuran bank berpengaruh positif terhadap deposito mudharabah Variable Deposito Mudharabah memiliki nilai minimum sebesar 15,31%, dan nilai maksimum sebesar 17,35%. Sedangkan nilai rata-rata sebesar 16,55% dengan standar deviasi sebesar 0,46%. Dilihat dari table 4.1 deposito mudharabah mengalami
kenaikan setiap tahunnya, hal ini menunjukan peningkatan minat nasabah untuk melakukan deposito mudharabah pada BPR syariah di yogyakarta Semua variable yang diuji menunjukkan standar deviasi yang lebih kecil dari nilai rata-rata. Hal ini menunjukkan sebagian variable data yang kecil atau tidak terdapat kesenjangan yang cukup besar dari rasio di atas antara yang terendah dan tertinggi. B. Pengujian Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Pengujian normalitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data yang digunakan telah terdistribusi secara normal atau tidak. Untuk menguji normalitas data, penelitian ini menggunakan uji Kologrov-Smirnov. Data dinyatakan normal jika memiliki nilai signifikansi > 0,05. Hasil uji kologriv-smirnov dapat ditunjukkan pada table berikut :
Tabel 4.2 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandard ized Residual N 128 Normal Parameters a,b Mean.0033242 Std. Deviation.01745335 Absolute.112 Most Extreme Differences Positive.045 Negative -.112 Kolmogorov-Smirnov Z 1.269 Asymp. Sig. (2-tailed).080 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Berdasakan tabel 4.2 menunjukkan bahwa variabel diatas memiliki nilai signifikan sebesar 0,080. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikan lebih besar dari nilai tingkat kepercayaan (a=0,05). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa nilai seluruh variabel memiliki distribusi normal. 2. Uji Multikolinieritas Uji Multikolonieritas diperlukan untuk mengetahui apakah ada tidaknya variabel independen yang memiliki kemiripan dengan variabel independen lain dalam satu model, berdasarkan hasil regresi variabel dependen dan variabel independen menghasilkan nilai toleransi dan Variance Inflation Factor (VIP). Untuk membuktikan ada atau tidaknya pelanggaran multikolinieritas dapat
digukanan uji VIF. Apabila nilai dari VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,1 maka dapat disimpulkan penelitian ini tidak terdapat gejala multikolinieritas (Ghozali, 2011: 105). Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut: Tabel 4.3 Uji Multikolinieritas Model 1 Coefficients a Unstandardized Standardized t Sig. Collinearity Coefficients Coefficients Statistics B Std. Error Beta Toleranc VIF e (Constant) 1.086.200 5.423.000 Suku Bunga -.041.018 -.156-2.263.025.732 1.366 Bagi Hasil.032.013.173 2.460.015.699 1.430 Inflasi -.015.008 -.138-1.986.049.718 1.393 FDR -.021.010 -.139-2.213.029.879 1.138 Ukuran Bank.630.081.604 7.803.000.578 1.731 a. Dependent Variable: Deposito Mudharabah Berdasarkan hasil uji multikolinieritas pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa nilai VIF < 10 dan tolerance > 0,1 yang berarti bahwa model regresi tidak mengandung multikolinieritas atau dalam model regresi tidak terjadi korelasi diantara variabel independennya. 3. Uji Auto Korelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan
ada problem autokorelasi. Auto korelasi muncul karena observasi yang beruntun sepanjang waktu berkaitan dengan satu sama lainnya. Pengujian asumsi ini dilakukan dengan menggunakan uji Durbin & Watson (DW Test), yaitu untuk menguji apakah terjadi korelasi serial atau tidak dengan menghitung nilai di statistic (Ghozali, 2011: 110). Hasil uji statistik Durbin-Watson dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut: Tabel 4.4 Uji Auto Korelasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1.760 a.578.561.02088 1.896 a. Predictors: (Constant), Ukuran Bank, Suku Bunga, FDR, Inflasi, Bagi Hasil b. Dependent Variable: Deposito Mudharabah Dari hasil pengujian tabel 4.4 diperoleh nilai DW sebesar 1,896 sedangkan nilai d U sebesar 1,7932 sehingga nilai DW kurang dari 2,2068 (4 2,2068). Hasil ini membuktikan nilai DW terletak dibawah nilai d U, sehingga keputusan korelasi bisa diterima karena tidak terjadi autokolerasi. 4. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu ke pengamatan yang lain. Model
regresi yang baik adalah yang tidak homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas itu dengan menggunakan Uji Glejser. Hasil pengujian Heteroskedastisitas dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut: Tabel 4.5 Uji Heteroskedastisitas Model 1 Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. (Constant) -.278.121-2.291.024 Suku Bunga.008.011.071.701.485 Bagi Hasil.004.008.048.461.646 Inflasi.007.005.156 1.530.129 FDR.011.006.177 1.921.057 Ukuran Bank.072.049.167 1.469.144 a. Dependent Variable: ABS_RES Hasil uji heteroskedastisitas (Uji Glejser) pada tabel 4.5 diatas menunjukkan bahwa variabel independen Suku Bunga memiliki nilai signifikan sebesar 0,485 dan variabel Bagi Hasil dengan nilai signifikan sebesar 0,646. Variabel Inflasi memiliki nilai signifikan sebesar 0,129. Variabel FDR (Finance of Deposit Ratio) memiliki nilai signifikan sebesar 0,057. Variabel Ukuran Bank memiliki nilai signifikan sebesar 0,144. Tidak ada satupun variabel independen yang memiliki nilai signifikan dibawah nilai a (0,05). Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terdapat gejala heteroskedastisitas.
C. Analisis Regresi berganda Analisis regresi linier berganda berguna untuk menganalisis hubungan antara dua variabel independen atau lebih dengan satu variabel dependen. Model persamaannya adalah sebagai berikut : Y = α - + - - + +е Hasil perhitungan regresi berganda dengan program SPSS dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut: Tabel 4.8 Analisis Regresi Linear Berganda Model 1 Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. (Constant) 1.086.200 5.423.000 Suku Bunga -.041.018 -.156-2.263.025 Bagi Hasil.032.013.173 2.460.015 Inflasi -.015.008 -.138-1.986.049 FDR -.021.010 -.139-2.213.029 Ukuran Bank a. Dependent Variable: Deposito Mudharabah.630.081.604 7.803.000 Berdasarkan tabel 4.9 diatas, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Deposito Mudharabah = 1,086-0,041Suku_Bunga + 0,032Bagi_Hasil 0,015Inflasi - 0,021FDR + 0,630Ukuran_Bank + е. Berdasarkan hasil perhitungan diatas, maka hasil koefisien regresinya dapat diinterpretasikan sebagai berikut :
a. Nilai konstanta = 1,086 artinya jika variabel bebas yang terdiri dari Suku Bunga, Bagi Hasil, Inflasi, FDR, dan Ukuran Bank dianggap konstan atau tidak mengalami perubahan maka besarnya tingkat Deposito sebesar 1,086. b. Nilai koefisien Suku Bunga = -0,041 artinya variabel Suku Bunga mempunyai koefisien regresi yang Negatif terhadap tingkat Deposito Mudharabah. Artinya apabila variabel independen lainnya tetap, maka setiap kenaikan per satuan variabel Suku Bunga akan menyebabkan penurunan pada Deposito Mudharabah sebesar 0,041 demikian pula sebaliknya. c. Nilai koefisien Bagi Hasil = 0,032 artinya variabel Bagi Hasil mempunyai koefisien regresi positif terhadap tingkat Deposito Mudharabah. Artinya apabila variabel independen lainnya tetap, maka setiap kenaikan persatuan variabel Bagi Hasil akan mengalami kenaikan pada Deposito Mudharabah sebesar 0,032 demikian pula sebaliknya. d. Nilai koefisien Inflasi = -0,015 artinya variabel Inflasi mempunyai koefisien regresi yang Negatif terhadap tingkat deposito Mudharabah. Artinya apabila variabel independen lainnya tetap, maka setiap kenaikan per satuan variabel Inflasi akan menyebabkan penurunan pada Deposito Mudharabah sebesar 0,015 demikian pula sebaliknya. e. Nilai Koefisien FDR = -0,021 artinya variabel FDR mempunyai koefisien regresi negatif terhadap tingkat Deposito Mudharabah. Artinya apabila
variabel independen lainnya tetap, maka setiap kenaikan persatuan variabel FDR akan menyebabkan penurunan pada Deposito Mudharabah sebesar 0,021 demikian pula sebaliknya. f. Nilai Ukuran Bank = 0,630 artinya variabel Ukuran Bank mempunyai koefisien regresi negatif terhadap tingkat Deposito Mudharabah. Artinya apabila variabel independen lainnya tetap, maka setiap kenaikan persatuan variabel Ukuran Bank akan menyebabkan kenaikan pada deposito mudharabah sebesar 0,630 demikian pula sebaliknya. 1. Koefisien Determinasi (R 2 ) Koefisien determinasi R 2 dinyatakan dalam presentasi yang nilainya berkisar antara 0 < R 2 < 1. Nilai R 2 yang kecil menunjukkan kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2011: 97). Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel 4.9 berikut:
Tabel 4.9 Koefisien Determinasi (R 2 ) Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1.760 a.578.561.02088 1.896 a. Predictors: (Constant), Ukuran Bank, Suku Bunga, FDR, Inflasi, Bagi Hasil b. Dependent Variable: Deposito Mudharabah Dari tabel 4.9 diatas dapat diketahui koefisien determinasi yang ditunjukkan dari nilai Adjusted R 2 sebesar 0,561. Dengan ini dapat diartikan bahwa 56,1% variabel tingkat Deposito Mudharabah dapat dijelaskan dengan menggunakan variabel Suku bunga, Bagi Hasil, Inflasi, FDR (Finance of Deposit Rasio), dan Ukuran Bank. Nilai R 2 yang besar membuktikan bahwa variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Sedangkan sisanya 43,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. 2. Uji F Uji F pada dasarnya berfungsi untuk melihat sejauh mana keseluruhan variabel independen yang dimasukkan kedalam model, mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat. Uji ini dapat terlihat dari tabel ANOVA dikarenakan Anova (Analysis of Variance) adalah metode
untuk menguji hubungan antara satu variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen (Ghozali: 2011: 98). Hasil uji F dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut: Tabel 4.6 Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Regression.073 5.015 33.458.000 b 1 Residual.053 122.000 Total.126 127 a. Dependent Variable: Deposito Mudharabah. b. Predictors: (Constant), Ukuran Bank, Suku Bunga, FDR, Inflasi, Bagi Hasil. Dari tabel 4.7 diatas dapat dilihat nilai F hitung sebesar 33.458 dengan signifikansi 0,000. Karena nilai signifikansi kurang dari ( < ) 0,05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi Deposito Mudharabah atau dapat dikatakan Suku Bunga, Bagi Hasil, Inflasi, FDR (Finanance of Deposit Ratio), Ukuran Bank secara simultan berpengaruh terhadap tingkat Deposito Mudharabah. 2. Uji t Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan
menggunakan significance level 0,05 (α = 5%). Kriteria pengujian dilakukan terhadap koefisien regresi dengan menggunakan uji t sebagai berikut: jika probabilitas signifikansi < 0,05 maka Hipotesis didukung (koefisien regresi signifikan). Ini berarti secara parsial variabel independen tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika probabilitas signifikansi > 0,05 maka Hipotesis tidak didukung (koefisien regresi tidak signifikan). Ini berarti secara parsial variabel independen tersebut mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel dependen (Ghozali, 2011: 98-99). Hasil uji t dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut: Tabel 4.7 Hasil Uji t Model 1 Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. (Constant) 1.086.200 5.423.000 Suku Bunga -.041.018 -.156-2.263.025 Bagi Hasil.032.013.173 2.460.015 Inflasi -.015.008 -.138-1.986.049 FDR -.021.010 -.139-2.213.029 Ukuran Bank.630.081.604 7.803.000 Hasil uji t menunjukkan bahwa dari lima variabel independen terdapat 5 (lima) variabel independen yang signifikan mempengaruhi variabel dependen dengan tingkat kesalahan kurang dari 5%. Variabel tersebut adalah Suku Bunga
(Sig:0,025), Bagi Hasil (Sig:0,015), Inflasi (Sig:0,049), FDR (Finance of Deposit Ratio) (Sig:0,029) dan Ukuran Bank (Sig:0,000). Sedangkan nilai Suku Bunga, Bagi Hasil, Inflasi, FDR (Finance of Deposit ratio), dan Ukuran Bank signifikan mempengaruhi tingkat Deposito Mudharabah dikarenakan nilai signifikansi dibawah nilai a (0,05). Hal ini dapat dilihat dari tingkat kesalahan Suku Bunga sebesar 0,018%, Bagi Hasil sebesar 0,013%, Inflasi sebesar 0,008%, dan FDR (Finance of Deposit Ratio) sebesar 0,010%, Ukuran Bank sebesar 0,081% sehingga resiko kesalahan yang akan ditanggung untuk menerima hipotsis sangat kecil. D. Pembahasan 1. Untuk hasil pengujian antara variabel Suku Bunga dengan variabel Deposito Mudharabah menyimpulkan bahwa secara parsial mempunyai pengaruh negatif signifikan, hal ini dibuktikan dengan nilai t = -2,263 dengan signifikansi sebesar 0,025 sehingga nilai signifikansi tersebut lebih kecil daripada 0,05. Secara teori apabila suku bunga bank konvensional naik, maka deposito mudharabah akan mengalami penurunan karena masyarakat akan cendrung menyimpan dananya di bank konvensional. pada dasarnya rasio Suku Bunga harus selalu berada diatas 6,8% sebagai mana yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Sehingga hasil dari penelitian ini sejalan dengan hipotesis awal H1 yang menyatakan bahwa Suku Bunga berpengaruh negatif signifikan terhadap Deposito Mudharabah dan
ditemukan hasil bahwa Suku Bunga berpengaruh negatif terhadap Deposito Mudharabah. 2. Untuk hasil pengujian antara Variabel Bagi Hasil dengan variabel Deposito Mudharabah menyimpulkan bahwa secara parsial mempunyai pengaruh positif signifikan, hal ini terbukti dari nilai t = 2,460 dengan signifikansi sebesar 0,015. Nilai signifikansi 0,015 lebih kecil dibandingkan 0,05. Artinya, setiap kenaikan Bagi Hasil akan berakibat meningkatnya tingkat Deposito Mudharabah. Hal ini berbeda dengan hipotesis awal H1 yang diberikan peneliti. Menurut peneliti jika dikaji secara teori dan memperhatikan hasil dari penelitian, seperti yang dilihat nilai maksimal dalam Bagi Hasil rasio keuangan BPR Syariah yang dijadikan sampel belum melebihi 50% atau lebih tepatnya 56,1%%. Melihat hasil penelitian bahwa semakin besar Bagi Hasil maka semakin besar pula nilai Deposito Mudharabahnya, akan tetapi pada dasarnya nilai Bagi Hasil ini tidak boleh terlalu besar dikarenakan semakin tinggi rasio ini artinya modal yang dimiliki bank kurang dalam menunjang aktiva tetapnya, oleh karenanya dapat kita lihat nilai maksimal yang terdapat pada sampel penelitian hanya 55,00%. Akan tetapi hal ini dipandang berpengaruh Positif signifikan, dimana penurunan nilai rasio Bagi Hasil penurunan nilai pada Deposito Mudharabah juga, dan kenaikan pada Rasio Bagi hasil akan menyebabkan kenaikan pada rasio Deposito Mudharabahnya, akan tetapi kenaikan rasio Bagi Hasil ada batasnya, sehingga tidak terlalu besar, dilihat
dari contoh yang tidak melebihi setengahnya (50%). Meskipun belum terlalu banyak penelitian mengenai Deposito Mudharabah yang menggunakan Bagi Hasil sebagai variabel independennya, dalam penelitian ini dibuktikan bahwa justru Bagi Hasil memiliki pengaruh yang kuat terhadap Deposito Mudharabah sehingga hasil dari penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam penelitian Deposito Mudharabah jika ingin menggunakan variabel Bagi Hasil selanjutnya. 3. Untuk hasil pengujian antara variabel Inflasi dengan variabel Deposito Mudharabah menyimpulkan bahwa secara parsial mempunyai pengaruh negatif signifikan, hal ini dibuktikan dengan nilai t = -1,986 dengan signifikansi sebesar 0,049. Nilai signifikansi 0,049 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti kemungkinan variabel Inflasi mempengaruhi Deposito Mudharabah. Dari pernyataan tersebut menandakan Inflasi memiliki pengaruh negative terhadap Deposito Mudharabah karena semakin tinggi rasio Inflasi maka rentabilitasnya bank semakin berkurang. Akan tetapi jika dilihat lebih jauh, Inflasi meningkat dikarenakan turun naiknya harga bahan pokok di pasaran. Oleh karena itu, jika mengacu pada teori jual beli di pasaran oleh Hariyani (2010) maka tinggi rendahnya Inflasi berpengaruh terhadap Deposito Mudharabah karena naik turun inflasi di pasaran tidak dapat di prediksi. 4. Untuk hasil pengujian antara variabel FDR dengan variabel Deposito Mudharabah menyimpulkan bahwa secara parsial berpengaruh negatif signifikan, hal ini dibuktikan dengan nilai t = -2,213 dengan signifikansi sebesar 0,029. Nilai
signifikansi 0,029 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti kemungkinan variabel FDR untuk mempengaruhi Deposito Mudharabah ada jika dilihat hasil dari penelitian ini. Secara teori, FDR pada dasarnya berfungsi untuk menunjukan seberapa besarnya bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditas. Semakin tinggi rasio ini menandakan kemampuan likuiditas suatu bank rendah, sehingga kecendrungan nasbah untuk menarik dananya dari bank semakin besar. Pada penelitian andriyani dan wasilah (2010) ditemukan bahwa tingkat likuiditas memiliki kecendrungan negative terhadap deposito mudharabah. 5. Untuk hasil pengujian antara Ukuran Bank dengan variabel Deposito Mudharabah menyimpulkan bahwa secara parsial mempunyai pengaruh positif signifikan, hal ini terbukti dari nilai t = 7,803 dengan signifikansi sebesar 0.000. Nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dibandingkan 0,05. Artinya, setiap kenaikan Ukuran bank akan berakibat meningkatnya tingkat Deposito Mudharabah. Semakin besar Ukuran Bank maka masyarkat akan cendrung menyimpan dananya di bank tersebut, karena masyarakat berfikir akan aman jika menyimpan dana disana. Semakin besar ukuran suatu bank maka ada kesempatan yang lebih luas juga untuk bank meningkatkan pendapatannya sehingga bank akan mampu memberikan bagi hasil yang tinggi kepada para nasabah. Akan tetapi, dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa semakin banyak pihak nasabah menanamkan asset lancarnya untuk keuntungan
yang didistribusikan bank untuk (Deposito Mudharabah) maka akan meningkatkan distribusi bagi hasil yang diberikan. Meskipun belum terlalu banyak juga penelitian mengenai Deposito Mudharabah yang menggunakan Ukuran Bank sebagai variabel independennya, dalam penelitian ini dibuktikan bahwa justru Ukuran Bank memiliki pengaruh yang kuat terhadap Deposito Mudharabah sehingga hasil dari penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam penelitian Deposito Mudharabah jika ingin menggunakan variabel Ukuran Bank selanjutnya.