56 BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Konsep Visual a. Visual Visual desainnya banyak menonjolkan kesan kuno dan klasiknya dengan sedikit sentuhan gaya Art Nouveau yang memang sesuai dengan gaya desain yang sedang banyak dipakai pada awal tahun 1900-an. Karena yang akan dipromosikan adalah tempat wisata maka visualnya juga banyak didukung dengan foto-foto yang juga dibuat sedemikian klasik untuk memperkuat kesan yang didapat calon konsumen. b. Tipografi Font Batik Regular digunakan sebagai font standar untuk bodycopy pada aplikasi mulai dari poster, brosur, booklet, dan lain sebagainya. Jenis tulisan ini menyerupai hasil yang dibuat dengan mesin ketik jaman dahulu, karakternya sangat kuno, meskipun terlihat pecah-pecah tapi secara keterbacaa masih cukup jelas. Sedangkan untuk headline menggunakan jenis font Jellyka Saint Andrew syang karakternya sangat klasik, bergaya script kuno. Sebenarnya secara keterbacaan, jenis font ini kurang baik, tapi jenis font ini lebih bersifat menghias dan menonjolkan kesan klasiknya. c. Warna Warna yang banyak digunakan adalah warna coklat, coklat muda, dan merah kecoklatan. Tidak ada warna yang spesifik, tetapi secara keseluruhan range
warnanya adalah warna-warna tanah, bersifat dull, dan terkesan kuno serta klasik. 57 5.2 Hasil Visual Media utama dalam mempromosikan Indonesian Steam Odyssey ini adalah website. Berikut ini adalah item-item yang dibuat untuk menarik minat turis terutama turis asing : Logo Promosi Logo Indonesian Steam Odyssey hanya menggunakan logotype saja tanpa adanya logogram, karena nama paket perjalanan Indonesian Steam Odyssey ini cukup panjang. Karena itu untuk menghindari kesan yang terlalu berat maka, logo dipilih yang berupa logotype saja. Jenis font yang digunakan adalah perpaduan antara Goudy Handtooled yang sifatnya tegas, gagah, mencerminkan karakter kereta api yang juga sangat keras dan garang dengan font Freebooter Script berjenis font script untuk mengimbangi font di atasnya agar tidak terlalu kaku dan kesan klasiknya dapat diperkuat. Gambar 5.1 Logo promosi
58 Website Website adalah salah satu media utama yang akan digunakann sebagai senjata untuk menarik para turis asing mancanegara datang ke Indonesia dan mencoba Indonesian Steam Odyssey. Website dibuat lebih interaktif dan tidak terpaku padaa klasik yang cenderung serius untuk menghindari kesan kaku dan monoton. Beriku ini adalah flowchart dari website tersebut : a. Halaman Flash introduction b. Home : Penjelasan singkat mengenai apa itu Indonesian Steam Odyssey c. Guides : Penjelasan singkat mengenai Museum Kereta kereta uap yang digunakan, dan tentang perjalanan yang Api Ambarawa, ditempuh dalam Indonesian Steam Odyssey. d. Gallery : Berisi koleksi foto e. Booking : Penjelasan cara pembelian tiket serta form pembelian f. Contact : Profil dan contact person dari Museum Kereta Api Ambarawa. Gambar 5.2 Preview website (intro) Gambar 5.3 Preview website (Home)
59 Gambar 5.4 Preview website (Guides) 1 Gambar 5.5 Preview website (Guides) 2 Gambar 5.6 Preview website (Guides) 3 Gambar 5.7 Preview website (Gallery) Gambar 5.8 Preview website (Booking) Gambar 5.9 Preview website (Contacts)
60 Print Ad Iklan media cetak akan menggunakan 2 jenis media yaitu, majalah yang bisa berupa majalah travelling atau infigt magazine dan satu lagi adalah koran seperti Jakarta Post, Kompas, dan lain sebagainya. Gambar 5.10 Print Ad (Koran) Gambar 5.11 Print Ad (Majalah) Poster Ada 3 seri poster yang akan disebarkan untuk mempromosikan Indonesian Steam Odyssey kepada para turis baik lokal maupun asing. Berikut ini akan dibahas satu persatu.
61 P Gambar 5.12 Poster 1 oster ini menggambarkan sebuah catatan perjalanan seseorang yang baru saja mencoba Indonesian Steam Odyssey. Dalam catatan tersebut dia menceritakan betapa serunya pengalaman yang telah didapatnya, menceritakan secara ringkas apa yang dia rasakan. Di catatan harian tersebut juga ada sebuah foto kereta uapnya. Poster ini secara tidak langsung mencoba untuk menarik fantasi seseorang setelah membaca sekilas apa isi catatan tersebut.
62 Gambar 5.13 Poster 2 Poster ini menggambarkan sebuah jam meja kuno yang angka-angkanya tersusun terbalik. Gambar ini mengibaratkan Indonesian Steam Odyssey adalah perjalanan memutar waktu kembali ke masa lalu. Tidak ada image yang menggambarkan jelas apa itu Indonesian Steam Odyssey. Poster ini memang berniat untuk menarik rasa penasaran pembaca untuk menerka perjalanan seperti apa yang bisa membawa mereka ke masa lalu.
63 Gambar 5.14 Poster 3 Poster yang ketiga ini visualnya adalah sebuah peta harta karun yang tampak sudah sangat kuno. Peta tersebut sebenarnya adalah peta jawa tengah secara ringkas. Kemudian ada keterangan dan tanda yang menunjukkan bahwa harta karun salah satu kereta tertua dunia berada di kota Ambarawa. Brosur Pada brosur ini terdapat informasi singkat tentang Indonesian Steam Odyssey beseta dengan tabel harga dan jadwal perjalanan. Info mengenai cara pemesanan juga tercantum dalam brosur tersebut. Tidak lupa juga peta ringkas letak kota Ambarawa.
64 Gambar 5.15 Brosur (depan belakang) Booklet Booklet ini sifatnya untuk mendampingi pengunjung yang akan mengikuti Indonesian Steam Odyssey. Segala keterangan dan informasi mengenai kereta, lokasi, dan sejarahnya terdapat di booklet tersebut, sehingga tanpa harus tergantung pada tour guide pengunjung sudah bisa mendapatkan informasi yang cukup lengkap. Ukurannya adalah 60 cm x 15 cm (15 cm x 15 cm setelah dilipat dalam 4 lipatan).
65 Gambar 5.16 Booklet (hal 3 hal 4 - cover) Gambar 5.17 Booklet (hal 1 hal 2 cover belakang) Tiket Kereta Tiket kereta ini tujuannya memperkuat pengalaman klasik yang didapat oleh pengunjung. Visualnya berupa line art kereta uap B2503. Gambar 5.18 Tiket kereta
66 Standing Banner Banner ini hanya sebagai media pendukung yang diletakkan di hotel-hotel, bandar udara, dan juga travel-travel agen. Gambar 5.19 Standing Banner (60x160 cm)
67 Souvenir berupa miniatur kereta uap Packaging ini tujuannya mengemas miniatur kereta uap yang akan termasuk dalam paket perjalanan tersebut. Visual yang digunakan tidak terlalu banyak bermain karena ukurannya tidak terlalu besar. Gambar 5.20 Box souvenir miniatur kereta Pin Ada 4 desain pin yang dapat dibagikan kepada pengunjun. Pin pin ini sebagai souvenir yang dapat dipakai ataupun diberikan kepada keluarga atau rekan. Ukuran yang digunakan adalah pin dengan diameter 5,8 cm.
68 Gambar 5.21 Pin up (4 desain) Kartu Pos Kartu pos ini akan dibuat dalam 3 seri yang ketiganya menggambarkan kereta uap yang digunakan dalam Indonesian Steam Odyssey sebagai kenangkenangan atau bisa dikirimkan langsung ke rekan dan saudara. Gambar 5.22 (searah jarum jam dari kiri atas) Kartu pos 1, Kartu pos 2, sisi belakang kartu pos, Kartu pos 3.