PENGARUH FREE CASH FLOW, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, KEBIJAKAN UTANG, DAN COLLATERALIZABLE ASSETS TERHADAP KEBIJAKAN DEVIDEN

dokumen-dokumen yang mirip
Keywords : Current Ratio, Debt to Equity Ratio (DER), Return on Assets (ROA), Dividend Payout Ratio (DPR). vii Universitas Kristen Maranatha

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. antara variabel-variabel melalui analisis data dalam pengujian hipotesis.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang listed di BEI pada tahun Penelitian ini akan menganalisis

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGARUH FREE CASH FLOW,

BAB III METODE PENELITIAN. riset. Lokasi penelitian ini dipilih karena dianggap sebagai tempat yang tepat bagi peneliti

ABSTRACT. Keywords: Profitability, Liquidity, Solvency, Activity, Company Size, Age Company and Dividend Payout Ratio. viii

A R T I K E L I L M I A H. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Strata Satu Jurusan Akuntansi.

BAB III METODE PENELITIAN. tahun 2009 sampai Dalam penelitian ini, pengambilan sampel

ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, TINGKAT PERTUMBUHAN, DAN RISIKO BISNIS TERHADAP STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES

PENGARUH RETURN ON EQUITY, DEBT TO EQUITY RATIO, CURRENT RATIO, EARNING PER SHARE DAN INVESTMENT OPPORTUNITY SET TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. maksimum. Penelitian ini menggunakan current ratio (CR), debt to equity ratio

BAB III METODE PENELITIAN. di Bursa Efek Indonesia. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode nonprobability

Albert, Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas...

BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. keuangan tahunan yang diteliti adalah laporan keuangan tahun

ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS DAN STRUKTUR AKTIVA TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI

BAB III METODE PENELITIAN. yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode melalui website :

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN PADA KEBIJAKAN DIVIDEN PERUSAHAAN MANUFAKTUR

BAB III DESAIN PENELITIAN. perdagangan, jasa, dan investasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, baik perusahaan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS PENGARUH EFISIENSI MODAL KERJA, LIKUIDITAS DAN LEVERAGE TERHADAP PROFITABILITAS

ANALISIS PENGARUH RASIO PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR

ABSTRAK. Kata Kunci: Cash Ratio, Return on Equity, Ukuran Perusahaan, dan Kebijakan Dividen

PENGARUH STRUKTUR MODAL, PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

BAB IV PEMBAHASAN. ini merupakan data sekunder, yaitu laporan keuangan tahunan dan laporan

ANALISIS PENGARUH CASH POSITION

BAB III METODE PENELITIAN. sampel adalah mengunakan teknik purposive sampling. Adapun Kriteria yang

Pengaruh Arus Kas, Laba Akuntansi dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Properti dan Real Estate

BAB 3 METODE PENELITIAN. jenis data yang berbentuk angka (metric) yang terdiri dari:

PENGARUH CURRENT RATIO (CR), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), TOTAL ASSET SHARE (DPS) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR

terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode kuantitatif yaitu data sekunder dan didapat dari laporan keuangan

BAB IV PEMBAHASAN. Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun

ABSTRAK. Kata kunci: rasio keuangan, CR, ROA, EPS, dan harga saham

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH RETURN ON EQUITY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh invesment opportunity

SKRIPSI ANALISIS PROFITABILITAS

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bagus et al, Pengaruh likuiditas, Leverage dan Profitabilitas Terhadap Kebijakan Deviden...

BAB III METODE PENELITIAN. manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode

BAB III METODE PENELITIAN. menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. saham pada perusahaan food and beverages di BEI periode Pengambilan. Tabel 4.1. Kriteria Sampel Penelitian

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Oleh:

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa

Kata kunci: Leverage, Likuiditas, Profitabilitas, Pertumbuhan Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Kebijakan Dividen

: Muhamad Henryzal Arief Wicaksono Npm : Dosen Pembimbing : Anne Dahliawati, SE., MM

PUBLIKASI ILMIAH. Disusun Oleh: NOVIA CANDRA UTAMI B PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

BAB III METODE PENELITIAN

SETYO ANUNG DEWANTOKO NIM. F

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan,dapat melakukan menahan uang sebagai laba. yang tepat dan memaksimalisasi keuntungan untuk perusahaan.

Mayorove., Pengaruh Rasio Profitabilitas, Solvabilitas, Likuiditas, dan Aktivitas terhadap return...

PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris: PT. Mayora Indah, Tbk.

keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun kuantitatif berupa laporan keuangan dan annual report yang

Disusun oleh : ARUM DESMAWATI MURNI MUSSALAMAH B

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. penelitian ini rasio likuiditas yang digunakan adalah Current Ratio (CR)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIVIDEND PER SHARE PADA INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO,

BAB V PENUTUP. perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

PENGARUH PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. hipotesis dan memperoleh jawaban atau hipotesis yang digunakan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. BEI (Bursa Efek Indonesia) selama periode tahun 2010 sampai 2014.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. yang digunakan dalam penelitian ini adalah DPR, Net Profit Margin

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tinjauan teori yang mencerminkan keterkaitan antara variabel yang diteliti dan

BAB III METODE PENELITIAN

Syaiful Arif Raden Rustam Hidayat Zahroh Z.A Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

ABSTRAK Pengaruh Cash Ratio, Return on Equity

BAB III METODE PENELITIAN. independensi dari dua variabel atau lebih (Sekaran dan Bougie, 2010).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pengambilan data melalui ICMD (Indonesia Capital Market Directory).

TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan. Salah satu kebijakan yang utama untuk memaksimalisasi keuntungan

akibatnya dapat menghambat tingkat pertumbuhan perusahaan (rate of growth)

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Stice, at al, (Pasadena, 2013) Dividen adalah pembagian kepada

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian. terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun yang

BAB I PENDAHULUAN. berharga seperti saham, sertifikat saham, dan obligasi. 1 Bursa Efek Indonesia

BAB III METODE PENELITIAN. purposive sampling dengan bebrapa pertimbangan kriteria tertentu yaitu:

BAB III. berubahnya suatu variabel lain (variabel dependen). Variabel independen. dalam penelitian ini yaitu: Struktur Kepemilikan Manajerial (X 1 ),

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENGARUH FREE CASH FLOW, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, DAN LEVERAGE TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN

AQLI Lembaga Penelitian dan Penulisan Ilmiah

: JAYANTI NUSARI HARYANTO NPM

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. data dari perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (penawaran saham

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian terdahulu yang mendukung penelitian ini, antara lain sebagai berikut:

ABSTRACT. Keywords: Return on Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), firm size, and Cash Effective Tax Rate (CETR).

BAB III METODE PENELITIAN

Nama : Suherman Pembimbing : Suryandari Sedyo Utami, SE., MM.

PENGARUH FIRM SIZE, ROE, ROI, GROWTH DAN NPM TERHADAP DPR. Arif Siswanto ABSTRAK

PENDANA. (Studi. Disusun Oleh: ARI RTA

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

PENGARUH FREE CASH FLOW, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, KEBIJAKAN UTANG, DAN COLLATERALIZABLE ASSETS TERHADAP KEBIJAKAN DEVIDEN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012 2014) Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Program Studi Strata 1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Oleh: RIO PUTRA SUGESTA B 200 130 355 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2017

i

ii

iii

PENGARUH FREE CASH FLOW, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, KEBIJAKAN UTANG, DAN COLLATERALIZABLE ASSETS TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012 2014) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh free cash flow, profitabilitas, likuiditas, kebijakan utang, dan collateralizable assets terhadap kebijakan deviden. Variabel independen yang digunakan adalah free cash flow, profitabilitas, likuiditas, kebijakan utang, dan collateralizable assets. Variabel dependen yang digunakan adalah kebijakan deviden. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2012-2014. Sampel yang dikumpulkan menggunakan metode purposive sampling. Total 57 perusahaan ditentukan sebagai sampel. Metode analisis penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa free cash flow, likuiditas, kebijakan utang, dan collateralizable assets tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan deviden. Sementara itu, profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap kebijakan deviden. Hasil koefisien determinasi menunjukkan sebesar 20,1%. Hasil tersebut menandakan kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sementara 79,9% dijelaskan oleh variabel lain. Kata Kunci: Free Cash Flow, Profitabilitas, Likuiditas, Kebijakan Utang, Collateralizable Assets, Kebijakan Dividen Abstract This research aims to analyze and obtain empirical evidence about the effects of free cash flow, profitability, liquidity, debt policy, and collateralizable assets to dividend policy. Independent variables were used free cash flow, profitability, liquidity, debt policy, and collateralizable assets. Dependent variable was used dividend policy. The research population was manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) in period of 2012-2014. Sample was collected by purposive sampling method. Total 57 manufacturing companies were taken as study s sample. Analysis method of this research used multiple regression. The results of this research showed that free cash flow, liquidity, debt policy, and collateralizable assets did not significantly effect to dividend policy. As for profitability has significantly effect to dividend policy. The determination coefficient result showed 20,1%. That s about 20,1% indicated the ability of the independent variables explained the dependent variable while 79,9% explained by the other variables. Keywords: Free Cash Flow, Profitability, Liquidity, Debt Policy, Collateralizable Assets, Dividend Policy 1

1. PENDAHULUAN Kebijakan dividen merupakan keputusan untuk menentukan besarnya bagian pendapatan yang akan dibagikan pada para pemegang saham dan bagian yang akan ditahan perusahaan. Kebijakan pembayaran dividen mempunyai dampak yang sangat penting bagi investor maupun perusahaan yang akan membayarkan dividen. Besar kecilnya dividen yang akan dibagikan oleh perusahaan tergantung pada kebijakan dari masing-masing perusahaan, sehingga pertimbangan manajemen sangat di perlukan. Ini dikarenakan adanya perbedaan kepentingan pihak-pihak yang ada dalam perusahaan (Haryetti dan Ekayanti, 2012). Namun, manajemen sering mengalami kesulitan untuk memutuskan apakah akan membagikan dividennya atau akan menahan laba untuk diinvestasikan kembali kepada proyek-proyek yang menguntungkan yang dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan. Dengan demikian perlu bagi pihak manajemen untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen (Lopolusi, 2013). Free cash flow atau arus kas bebas adalah kas perusahaan yang dapat didistribusikan kepada kreditor atau pemegang saham yang tidak diperlukan untuk operasi dan investasi. Arus kas ini merefleksikan tingkat pengembalian bagi penanam modal, baik itu dalam bentuk hutang atau ekuitas. Free cash flow dapat digunakan untuk membayar hutang, pembelian kembali saham, pembayaran dividen atau disimpan untuk kesempatan pertumbuhan perusahaan masa mendatang (Setiana dan Sibagariang, 2013). Profitabilitas merupakan elemen penting bagi perusahaan yang berorientasi pada laba. Bagi pimpinan perusahaan profitabilitas dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengetahui keberhasilan dari perusahaan yang dipimpinnya, sedangkan bagi investor profitabilitas dapat dijadikan sebagai sinyal dalam melakukan investasi pada suatu perusahaan. Kemampuan perusahaan untuk membayar dividen merupakan fungsi dari keuntungan. Dengan demikian profitabilitas sangat diperlukan perusahaan bila hendak membayar dividen. Karena profitabilitas mempengaruhi jumlah dividen yang akan dibagikan oleh perusahaan. Profitabilitas bagi perusahaan merupakan kemampuan penggunaan modal kerja tertentu untuk menghasilkan laba tertentu sehingga 2

perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam mengembalikan hutang-hutangnya baik hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang serta pembayaran dividen bagi para investor yang menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Semakin tinggi tingkat profitabilitas yang mampu dicapai perusahaan maka semakin lancar pula pembayaran dividen kepada para investornya (Haryetti dan Ekayanti, 2012). Selain free cash flow dan profitabilitas, kebijakan dividen juga dipengauhi oleh likuiditas. Likuiditas merupakan aspek yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang harus segera dipenuhi. Dengan demikian, semakin kuat posisi likuiditas suatu perusahaan terhadap prospek kebutuhan dana di waktu-waktu mendatang, semakin tinggi pula dividen dalam suatu perusahaan tersebut. Kebijakan utang perusahaan merupakan kebijakan yang diambil oleh pihak manajemen dalam rangka memperoleh sumber pembiayaan (dana) dari pihak ketiga untuk membiayai aktivitas operasional perusahaan dan memiliki pengaruh terhadap pendisiplinan perilaku manajer. Hutang akan mengurangi konflik agensi dan meningkatkan nilai perusahaan (Setiana dan Sibagariang, 2013). Collateralizable assets adalah besarnya aset yang dijamin untuk kreditor. Collateralizable asstes yang tinggi akan menurunkan konflik antara pemegang saham dan manajer karena aset yang dijamin kepada kreditor besar. Menurunnya konflik di perusahaan maka biaya agensi juga mengecil dan dividen yang dibayar akan semakin dikit (Roring dan Ronni, 2014). Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Arfan dan Maywindlan (2013) dengan perbedaan yang terletak pada objek penelitian, yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI); penambahan variabel independen, yaitu profitabilitas dan likuiditas; dan tahun penelitian, yaitu tahun 2012 sampai dengan tahun 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh free cash flow, profitabilitas, likuiditas, kebijakan utang, dan collateralizable assets terhadap kebijakan dividen. 3

2. METODE PENELITIAN 2.1.Populasi, Sampel dan Teknik Sampling Penelitian ini termasuk jenis penelitian yang bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012 2014. Pemilihan sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling dari seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun kriteria penentuan sampel dalam penelitian ini, yaitu: (1) Perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan telah menyampaikan laporan keuangan serta catatan atas laporan keuangan per 31 Desember secara rutin selama tiga tahun sesuai dengan periode penelitian yang diperlukan, yaitu 2012, 2013, dan 2014; (2) Perusahaan yang menyampaikan datanya secara lengkap dan data untuk perhitungan variabel yang sesuai dengan informasi yang diperlukan, yaitu Free Cash Flow, Profitabilitas, Likuiditas, Kebijakan Utang, Collateralizable Assets, dan Kebijakan Dividen; (3) Perusahaan manufaktur yang membagikan dividen secara berturut-turut selama periode pengamatan yaitu tahun 2012-2014. 2.2.Definisi dan Operasional Variabel 2.2.1. Variabel Dependen Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kebijakan dividen. Kebijakan dividen adalah salah satu keputusan penting bagi perusahaan karena kebijakan tersebut berkaitan dengan keputusan perusahaan dalam menentukan besarnya laba bersih yang akan dibagikan sebagai dividen. Kebijakan dividen dapat dihitung dengan Dividend Payout Ratio (DPR). Dividend payout ratio didefinisikan sebagai rasio antara dividend per share terhadap earning per share. Rumus yang dapat digunakan untuk memnentukan kebijakan dividen yaitu (Pasaribu, Kowanda, dan Nawawi, 2014). Dividend Payout Ratio (DPR) = Dividend per Share (DPS) Earning per Share (EPS) 4

2.2.2. Variabel Independen 2.2.2.1. Free Cash Flow Arus kas bebeas (free cash flow) dalam penelitian ini menggunakan selisih antara arus kas operasi bersih dan arus kas investasi bersih. Selanjutnya, nilai arus kas bebas tersebut dibagi dengan total aset pada periode yang sama dengan tujuan agar lebih sebanding bagi perusahaan sampel dan menjadi relatif. Free cash flow dapat dihitung dengan rumus (Yogi dan Damayanthi, 2016): FCF = 2.2.2.2. Profitabilitas Arus Kas Operasi Bersih Arus Kas Investasi Bersih Total Aktiva Rasio profitabilitas mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukkan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Dalam penelitian ini rasio profitabilitas diukur dengan Return on Investment (ROI). Return on Investmen (ROI) adalah rasio antara laba setelah pajak (EAT) dengan total aktiva. Rasio ini mengukur tingkat keuntungan yang dihasilkan dari investasi total (Sartono, 2000:64). 2.2.2.3. Likuiditas ROI = Laba Setelah Pajak (EAT) Total Assets Rasio likuiditas mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangk pendek tepat pada waktunya. Dalam penelitian ini rasio likuiditas diukur dengan current ratio. Current ratio adalah rasio antara aktiva lancar dibagi dengan utang lancar (Sartono, 2000:62). Current Ratio (CR) = Aktiva Lancar Utang Lancar 5

2.2.2.4. Kebijakan Utang Kebijakan hutang adalah kebijakan pendanaan perusahaan yang bersumber dari eksternal yang diambil oleh pihak manajemen dalam rangka memperoleh sumber pembiayaan untuk membiayai aktivitas operasional perusahaan. Penentuan kebijakan hutang ini berkaitan dengan struktur modal karena hutang merupakan salah satu komposisi dalam struktur modal hutang yang tergolong tinggi dapat menurunkan nilai perusahaan, dan sebaliknya jika hutang perusahaan rendah nilai perusahaan dapat meningkat. Kebijakan hutang diukur dengan menggunakan indikator Debt to Equity Ratio (DER) yang merupakan rasio yang menggambarkan komposisi/struktur modal perusahaan yang digunakan sebagai sumber pendanaan usaha (Sukirni, 2012). Debt to Equity Ratio (DER) = 2.2.2.5. Collateralizable Assets Total Utang Total Ekuitas Collateralizable assets (COLLAS) adalah besarnya aktiva yang dapat dijaminkan oleh perusahaan kepada kreditor. Semakin tinggi collateralizable assets maka akan mengurangi konflik kepentingan antara pemegang saham dengan kreditor. Collateralizable assets dapat dihitung dengan rumus (Showalter, 1999) dalam Arfan dan Maywindlan (2013): Collateralizable Assets = Total Aktiva Tetap Total Aktiva 2.3.Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap kebijakan dividen, maka penelitian ini menggunakan 6

alat teknik regresi berganda yang dimasukkan variabel independen dan dependen ke dalam model persamaan regresi, sebagai berikut: DPR = α + β1 FCF + β2 ROI + β3 CR + β4 DER + β5 COL + ε Keterangan : DPR = Kebijakan Dividen α = Konstanta β1-5 = Koefisien regresi FCF = Free Cash flow ROI = Profitabilitas CR = Likuiditas DER = Kebijakan Utang COL = Collateralizable Assets ε = Kesalahan Residual (error) 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1.Uji Asumsi Klasik Masalah yang umum terjadi dalam model regresi linier berganda yaitu uji multikolinearitas, uji normalitas, uji autokorelasi, dan uji heterokedastisitas. Maka, dilakukan uji asumsi klasik mengenai keberadaan masalah tersebut. 3.2.Uji Normalitas Hasil Kolmogrov-Smirnov Z sebesar 0,711 dan Asymp. Sig. (2- tailed) sebesar 0,693 lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan data berdistribusi normal. 3.3.Uji Multikolearitas Hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa tidak ada variabel independen yang memiliki nilai tolerance kurang dari 0,10 atau 10% dan nilai VIF lebih dari 10. Dengan demikian model regresi dalam penelitian ini terbukti bahwa terbebas dari gejala multikolinearitas. 3.4.Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dalam penelitian ini sebelumnya diuji dengan uji Durbin-Watson (DW test) terlebih dahulu, namun nilai hitung Durbin- 7

Watson lebih kecil daripada nilai tabel Durbin-Watson sehingga model regresi dalam penelitian ini terdapat masalah autokorelasi, kemudian diobati dengan Uji Run Test. Berdasarkan hasil uji autokorelasi dengan Runs Test diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,690 lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, data yang dipergunakan cukup random sehingga tidak terdapat masalah autokorelasi pada data yang diuji. 3.5.Uji Heterokedastisitas Penelitian ini menggunakan uji park untuk mendeteksi adanya heterokedastisitas. Berdasarkan hasil uji park yang dilakukan menunjukkan tidak ada Ln variabel independennya yang memiliki nilai sigifikan dibawah 0,05. Dengan demikian model regresi dalam penelitian ini terbukti bahwa tidak adanya gangguan heterokedastisitas. 3.6.Pembahasan Hasil Uji Hipotesis 3.6.1. Pengaruh Free Cash Flow (FCF) terhadap Kebijakan Dividen (DPR) Variabel free cash flow (FCF) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,354. Tingkat signifikansi tersebut adalah lebih besar dari taraf signifikansi α = 0,05. Hal ini berarti bahwa free cash flow tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Roring dan Ronni (2014) yang menyatakan bahwa proporsi nilai akumulasi penyusutan untuk beberapa perusahaan cenderung lebih besar dari laba bersih sehingga nilai arus kas menjadi kecil. Nilai arus kas yang kecil mengakibatkan biaya agensi rendah sehingga tidak diperhitungkan dalam kebijakan dividen. 3.6.2. Pengaruh Profitabilitas (ROI) terhadap Kebijakan Dividen (DPR) Variabel profitabilitas yang dihitung dengan menggunakan indikator Return On Investment (ROI) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,035. Tingkat signifikansi tersebut adalah 8

lebih kecil dari taraf signifikansi α = 0,05. Hal ini berarti bahwa profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Dengan demikian H0 ditolak dan H2 diterima, dimana Ha2 menunjukkan bahwa variabel Profitabilitas yang dihitung dengan menggunakan indikator Return On Investment (ROI) akan berpengaruh secara signifikan terhadap Dividend Payout ratio (DPR). Adapun nilai beta sebesar 0,013 sehingga return on investmen mempunyai pengaruh positif terhadap dividend payout ratio. Artinya, perolehan laba yang tinggi dapat meningkatkan pembayaran dividen yang tinggi pula. Hal ini dapat dijelaskan bahwa perusahaan yang memiliki profitabilitas (ROI) dapat memberikan pengaruh terhadap kebijakan dividen kepada para pemegang saham, karena perusahaan akan mempertimbangkan tingkat biaya yang akan dieluarkan dimasa mendatang. Peningkatan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan perusahaan yang terjadi. Dana yang dikeluarkan oleh perusahaan juga dapat digunakan untuk ekspansi demi perkembangan pertumbuhan perusahaan yang lebih baik. 3.6.3. Pengaruh Likuiditas (CR) terhadap Kebijakan Dividen (DPR) Variabel likuiditas yang dihitung dengan menggunakan indikator Current Ratio (CR) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,053. Tingkat signifikansi tersebut adalah lebih besar dari taraf signifikansi α = 0,05. Hal ini berarti bahwa likuiditas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Dengan demikian H0 diterima dan H3 ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lopolusi (2013) yang menyatakan bahwa likuiditas yang terlalu tinggi menunjukkan ketidakefektifan perusahaan manufaktur dalam menggunakan modal kerja yang disebabkan oleh proporsi dari aktiva lancar yang tidak menguntungkan sehingga menyebabkan perusahaan manufaktur kurang efisien dan dampaknya pada pembayaran dividen kepada investor semakin kecil. 9

3.6.4. Pengaruh Kebijakan Utang (DER) terhadap Kebijakan Dividen (DPR) Variabel kebijakan utang yang dihitung dengan menggunakan indikator Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,165. Tingkat signifikansi tersebut adalah lebih kecil dari taraf signifikansi α = 0,05. Hal ini berarti bahwa kebijakan utang tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Dengan demikian H0 diterima dan H4 ditolak. Hasil ini juga didukung oleh penelitian dari Budiman dan Harnovinsah (2016) yang menyatakan bahwa apabila kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban-kewajibannya semakin tinggi maka kemampuan perusahaan untuk membagikan dividen akan semakin rendah. Jal ini dikarenakan pada kondisi ekonomiyang belum menentu, sehingga likuiditas tidak digunakan untuk membayar dividen tetapi dialokasikan pada pembelian aktiva tetap yang dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan perusahaan yang lain. 3.6.5. Pengaruh Collateralizable Assets (COL) terhadap Kebijakan Dividen (DPR) Variabel collateralizable assets (COL) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,929. Tingkat signifikansi tersebut adalah lebih besar dari taraf signifikansi α = 0,05. Hal ini berarti bahwa collateralizable assets tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Dengan demikian H0 diterima dan H5 ditolak. Hasil ini juga didukung oleh penelitian dari Puspitasari dan Darsono (2014) yang menyebutkan bahwa adanya collateralizable assets yang dimiliki perusahaan tidak meningkatkan jumlah dividen yang dibagikan, walaupun tidak adanya tekanan dari pihak kreditor untuk menahan dividen. Hal ini dikarenakan keuntungan yang dimiliki perusahaan digunakan untuk kepentingan lainnya seperti ekspansi dan melunasi utang. Dengan demilikian aset yang dijaminkan tidak mempengaruhi dividen yang dibagikan. 10

4. PENUTUP 4.1.Kesimpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan yang dilakukan, maka hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Free cash flow, likuiditas, kebijakan utang, dan collateralizable assets tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Sedangkan profitabilitas berpengaruh terhadap kebijakan dividen. 4.2.Keterbatasan Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan diantaranya sebagai berikut: (1) Variabel dalam penelitian ini hanya menggunakan Free Cash Flow, Profitabilitas, Likuiditas, Kebijakan Utang, dan Collateralizable Assets. Padahal masih banyak faktor makro dan mikro yang memengaruhi Kebijakan Dividen seperti risiko pasar, kesempatan investasi, pertumbuhan aset, dan berbagai rasio keuangan lainnya; (2) Perusahaan manufaktur yang menjadi objek penelitian hanya perusahaan yang membagikan dividen 3 tahun berturut-turut dan mengalami perusahaan aset yang positif, sedangkan perusahaan manufaktur yang juga membagikan dividen 3 tahun berturut-turut, namun tidak mengalami pertumbuhan aset positif tidak termasuk objek penelitian. 4.3.Saran Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan penelitian yang sudah dipaparkan maka dapat diberikan saran sebagai berikut: (1) Bagi calon investor yang ingin berinvestasi pada perusahaan manufaktur akan lebih baik jika mempertimbangkan faktor Profitabilitas (Return On Investment), karena faktor tersebut berpengaruh terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia; (2) Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian dengan topik yang sama disarankan untuk menambahkan variabel makro dan mikro seperti risiko pasar, kesempatan investasi, pertumbuhan aset, dan berbagai rasio keuangan lainnya; (3) Melihat dari nilai adjusted R square, hanya sebesar 20,1% saja variabel dependen atau DPR dipengaruhi oleh variabel 11

independen yaitu FCF, ROI, CR, DER, dan COL. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 79,9% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi DPR. Untuk itu penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel yang akan digunakan dalam penelitian. DAFTAR PUSTAKA Arfan dan Maywindlan. 2013. Pengaruh Arus Kas Bebas, Collateralizable Assets, dan Kebijakan Utang terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index. Jurnal Telaah & Riset Akuntansi Vol. 6 No. 2. Juli 2013. Hlm. 194-208 Brigham, Eugene dan Joel F Houston. 2001. Manajemen Keuangan II. Jakarta: Salemba Empat. Budiman dan Harnovinsah. 2016. Analisis Pengaruh Arus Kas, Leverage, Tingkat Pertumbuhan, Ukuran Perusahaan, dan Profitabilitas Terhadap Kebijakan Dividen (Studi Pada Industri Manufaktur yang Tercatat Pada Bursa Efek Indonesia Peiode 2011-2013). Jurnal TEKUN/Volume VII, No.01, Maret 2016: 49-61. Dahana. 2015. Pengaruh Arus Kas Bebas, Profitabilitas, dan Likuiditas Terhadap Praktik Perataan Laba Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Journal Of Accounting. Dewi dan Wirajaya. 2013. Pengaruh Struktur Modal, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan Pada Nilai Perusahaan. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 4.2 (2013): 358-372. ISSN: 2302-8556. Embara, Wiagustini, dan Badjra. 2012. Variabel-Variabel yang Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen Serta Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan Vol. 16, No. 2, Agustus 2012. Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Cetakan V. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hardiningsih dan Oktaviani. 2012. Determinan Kebijakan Hutang (Dalam Agency Theory dan Pecking Order Theory). Dinamika Akuntansi, Keuangan dan Perbankan, Mei 2012, Vol. 1, No. 1, Hal: 11-24. ISSN: 1979-4878. 12