BAB IV ANALISIS DATA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V PENUTUP. 1. Implementasi Metode Menghafal Pondok Pesantren Tah{fi>z{ Al Qur an. Shohihuddin Surabaya dan Pondok Pesantren Modern Al Azhar Gresik

BAB III PENYAJIAN DATA. pesantren taḥfīẓ Al-Qur`ān yaitu Pondok Pesantren Taḥfīẓ Rauḍatul Qur`ān

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN TAHFIDZUL QUR AN DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUL FALAH BERMI GEMBONG PATI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penutup A. KESIMPULAN. 1. Kesejarahan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

MENGHAFAL AL-QUR AN DALAM PENDIDIKAN FORMAL 1

BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB III SYARAT MENGHAFAL ALQURAN DAN GAMBARAN METODE MENGHAFAL ALQURAN YANG DIGUNAKAN OLEH KH. AHMAD NUR SYAMSI BAGI MASYARAKAT

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Hasil Observasi Lapangan di Pondok pesantren al-madani

BAB I PENDAHULUAN. (al-qattan, 1973: 11). Di dalam al-qur an Allah menjelaskan beberapa ketentuan


BAB V PENUTUP. Metode One Day One Ayat Pada Santri Dalam Menghafal Al Qur an Di

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN. 1. Fitri Amalia, 2014, Efektivitas Metode Sima an Sebagai Solusi Alternatif

BAB I PENDAHULUAN. Secara mutlak Alquran merupakan perkataan yang paling agung dan paling

BAB I PENDAHULUAN. Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya (Q.S. al-hijr/15: 9).

BAB VI PENUTUP. Qur an dalam meningkatkan kualitas baca Al-Qur an di MTs Negeri 2 Kota. Blitar, maka penulis simpulkan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

KEMENTERIAN AGAMA RI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER PASCASARJANA

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

KEMENTERIAN AGAMA RI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER PASCASARJANA

EFEKTIVITAS TRADISI PONDOK PESANTREN BAGI SANTRI Oleh : Ida Dwi Septiningsih (STIKI{ Catur Sakti Yogyakarta)

keterpeliharaannya Al-Qur an. Allah berfirman:

BAB III METODE PENELITIAN

METODE TAHFIDZ AL-QUR AN

BAB I PENDAHULUAN. (Jogjakarta: Diva Press, 2012), hlm. 13. (Jogjakarta: Diva Press, 2009), hlm. 85. hlm. 52.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. tidak akan terjadi tanpa adanya ingatan, bahkan untuk sekedar melakukan

PENGUMUMAN NOMOR : DT.I.III /HM.01 / 674/2016 TENTANG SELEKSI CALON PESERTA PROGRAM BEASISWA TAHFIZH AL-QUR AN TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. 2014), hlm Imam Musbikin, Mutiara Al-Qur an, (Yogyakarta: Jaya Star Nine,

BAB I PENDAHULUAN. Syaikh Sulaiman bin Husain bin Muhammad al Jamzury Tuhfatul Athfal, Toha Putra, Semarang, 1381 H, hal. 1. 2

BAB I PENDAHULUAN. membacanya ibadah dan tidak ditolak kebenarannya (Al-hafidz, 2005: 1).

BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian

BAB III GAMBARAN UMUM PONDOK PESANTREN MODERN KHAFIDUL QUR AN JATIREJO KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN PEMALANG

BAB I PENDAHULUAN. umat manusia. Ayat Al-Qur an yang ditulis dalam bahasa Arab kemudian

BAB VI KESIMPULAN. yaitu: Kesimpulan, Implikasi Penelitian dan Saran.

BAB II : LANDASAN TEORI A.

PEDOMAN OBSERVASI DAN WAWANCARA PONDOK PESANTREN HAMALATUL QUR AN. Pada Penelitian Tentang:

BAB I PENDAHULUAN. di seluruh dunia. Ia mempunyai satu sendi utama yang berfungsi sebagai pemberi

BAB I PENDAHULUAN. untuk dihafal. Karena keaslian dan kemurnian Al-Qur'an haruslah tetap

BAB I PENDAHULUAN. manusia, karena berkaitan dengan hubungan kita kepada Allah dan hubungan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

HAFALAN AL-QUR AN SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL IHSAN TANJUNGSARI NGESREP NGEMPLAK BOYOLALI TAHUN 2014

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang manajemen. 1. Model manajemen kesiswaan MTs Darul Amin berupa :

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

PERBEDAAN REGULASI EMOSI ANTARA PENGHAFAL QURAN 1-15 JUZ DAN PENGHAFAL QUR'AN JUZ DI PONDOK PESANTREN NURUL QUR AN KRAKSAAN, PROBOLINGGO

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Guru merupakan pihak yang bersinggungan langsung dengan

Alquran adalah kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. yang mengandung petunjuk-petunjuk bagi umat manusia dan menjadi pedoman

BAB I PENDAHULUAN. Secara garis besar pendidikan Agama Islam yang diberikan di sekolah atau. keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah Swt.

1. BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN. segenap kegiatan pendidikan (Umar Tirtarahardja, 2005: 37).

PENUTUP. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Eksistensi pondok pesantren Mamba us Sholihin dalam memenuhi kebutuhan

IMPLEMENTASI METODE DIROSATI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR AN DI TPQ AL-FALAH WULUHAN JEMBER TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SKRIPSI

BAB III PANDANGAN UMUM OBYEK PENELITIAN. Pesantren biasanya sangat diwarnai oleh sosok pendiri. Sehingga nama dan

BAB I PENDAHULUAN. berkualitas, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi kehidupannya. Dalam

BAB I PENDAHULUAN. Abdul Majid, Strategi Pembelajaran, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2013, hlm. 3. Ibid., hlm. 5.

Visi : Mewujudkan Generasi Qurani yang Berwawasan global dan Mandiri

2016 EFEKTIVITAS METODE TALAQQI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR AN ANAK USIA DINI

BAB I PENDAHULUAN. Aksara, 2005), hlm. 23. Penerbit Diponegoro, 2008), hlm Ahsin W., Bimbingan Praktis Menghafal Al-Qur an, (Jakarta: Bumi

KEGIATAN SIMA AN AL-QUR AN SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN HAFALAN SANTRI TAḤFῙẒ PUTRI DI PONDOK PESANTREN AL-QUR ANIYY MANGKUYUDAN SURAKARTA

BAB V PEMBAHASAN. 1. Peran Guru Mata Pelajaran Diniyah Qur an dalam meningkatkan. Kelancaran Hafalan Juz Amma Siswa Di MTs Miftahul Huda

BAB V PENUTUP. ini yang berjudul Pelaksanaan Metode Tasmi dan Muraja ah dalam. Menghafal Al-Qur an di SD Islam Al-Azhaar Kedungwaru

BAB IV ANALISIS PELAKSANAAN KURIKULUM PROGRAM TAHFIDZ AL-QURAN 2 JUZ DI SDIT ULUL ALBAB PEKALONGAN

BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. dalam berbagai dimensi kehidupan.sudah sangat jelas bahwa dalam Al-Qur an

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Abdul Djalal dalam bukunya menjelaskan, Al-Qur an. dan memelihara Al-Qur an oleh sebagian umat Islam terus berlanjut dari

MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PENGGUNA PRIMER DI PONDOK PESANTREN DARUL HUFFAZ KABUPATEN PESAWARAN LAMPUNG TESIS

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB I PENDAHULUAN. jasmaniah dan rohaniah berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada saat ini dihadapkan pada tuntutan tujuan yang semakin

BAB V KESIMPULAN. peran yang cukup penting bagi dinamika intelektual bangsa Indonesia. Pesantren

hanya diajarkan ilmu eksak saja tetapi juga ilmu agama. Sibuk bekerja dan pengetahuan yang kurang memadai mengenai ilmu agama menjadi alasan sebagian

BAB 1 PENDAHULUAN. bukunya Praktikum Qira at adalah Kalam Allah yang mengandung mukjizat

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN. 1. Skripsi dengan judul Metode Menghafal Al-Qur an dan Problematikanya

BAB V PEMBAHASAN PENELITIAN. Qur an Hadits melalui Metode Drill di MAN Kunir. metode drill dengan jalan: 1) siswa harus mengetahui pengetahuan membaca

BAB IV HASIL PENELITIAN. Huda Bandung. Peneliti memfokuskan permasalahan pada peran guru

BAB I. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 2 pasal 3. 2

BAB I PENDAHULUAN. muslimin di seluruh dunia, merupakan way of life yang menjamin kebahagian

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat yang berminat mendaftarkan putra-putrinya pada lembaga

BAB I PENDAHULUAN. Pesantren merupakan pusat pendidikan Islam di Indonesia, tempat

Transkripsi:

101 BAB IV ANALISIS DATA Dari lima pondok pesantren yang menjadi kajian penulis, maka terdapat kelebihan dan kelemahan nya. Metode yang digunakan oleh kelima pesantren taḥfīẓ di Kabupaten Jember beragam, dari Jibril, Turki Uthmani, talaqqī, takrir serta target. Menurut hasil penelitian penulis, target merupakan yang paling efektif diimplementasikan di lima pesantren taḥfīẓ Al-Qur`ān Kabupaten Jember. Metode target yakni menghafal Al- Qur`ān yang disertai program dan komitmen serta batasan bagi penghafal Al-Qur`ān dalam proses dan waktu menghafal. Metode ini dinilai efektif dikarenakan memenuhi tiga parameter, yaitu lama waktu menghafal, cara membaca Al-Qur`ān dalam menghafal dan tingkat keberhasilannya. Dalam target pencapaian nya sesuai dengan program yang direncanakan (2-3 tahun) serta menghasilkan para penghafal Al-Qur`ān yang 70-80% khatam serta lancar dalam membaca Al-Qur`ān secara bi al-ghoib (tanpa melihat Al- Qur`ān). Cara membacanya nya pun berada pada tingkat sedang yakni dengan tartil tapi sedikit cepat. Metode ini juga mendorong para hafīẓ dan hafiẓah untuk merampungkan hafalan nya dalam waktu yang telah ditentukan dan sesuai target. Sebelum memulai menghafal maka para santri harus melalui taḥsin yaitu pembenahan atau perbaikan bacaan yang bertujuan supaya bacaan santri lebih baik lagi dan tidak menyimpamg dari kaidah-kaidah yang ada, hal itu dilakukan secara bi al-naẓar (melihat Al-Qur`ān). Kemudian semua hafalan Al-Qur`ān disetorkan memakai talaqqī yang menurut pendapat penulis talaqqī dapat membangun rasa emosional antara kyai dan santrinya sehingga dapat

102 memudahkan proses penghafalan Al-Qur`ān. Sehingga mempermudah para santri untuk mencapai targetnya. Selanjutnya untuk dapat menguatkan dan melekatkan hafalan, santri menggunakan murāja`ah yakni mengulang bacaan secara individu sehingga mempermudah santri untuk mengingat kembali hafalan yang telah lalu maupun yang akan disetorkan. Dari hasil pengamatan penulis terhadap ke lima pesantren taḥfīẓ Al-Qur`ān Kabupaten Jember terhadap implementasi menghafal Al-Qur`ān hampir seluruhnya memakai atau prosedur yang rata-rata hampir sama, hanya ada beberapa yang membedakannya. Berbicara soal Al-Qur`ān maka tidak jauh dari yang namanya penafsiran. Keterlibatan ilmu tafsīr dalam dunia penghafalan Al-Qur`ān di pesantren taḥfīẓ masih sangat minim, dikarenakan menurut sebagian pengasuh santri fokus kepada hafalan Al-Qur`ān terlebih dahulu jika sudah dirasa mampu untuk memahami tafsīrnya barulah akan diberikan pemahaman makna tafsīr Al-Qur`ān-nya. Karena melancarkan hafalan dianggap sulit jika tidak fokus dan istiqomah. Dibawah ini merupakan tabel hasil analisis penulis selama penelitian berlangsung: A. Pondok Pesantren Taḥfīẓ Al-Ṣiddiqiyah Putri Sumbersari Jember 1. Takrir/Nderes 2. Taḥsin 3. Talaqqī 4. Murāja`ah 5. Mudārasah/Ayatan 6. Sima`an

103 1. Daya hafalan kuat 2. Mampu menyambung ayat secara acak 1. Prosesnya lebih lama 2. Tidak ada target khusus Tingkat keberhasilan 1. 90%-95% 1. Menyatukan konsentrasi 2. Istiqomah 1. Tidak ada 1. Tafsir Jalalain 1. Pondok Pesantren Taḥfīẓ Ma`unah Sari Kediri. 2. Pondok Pesantren Taḥfīẓ Madrasatul Qur`ān Kediri. 3. Pondok Pesantren Darul Falah Jepara. 1. Pengajar taḥfīẓ 2. Pengasuh pesantren taḥfīẓ B. Pondok Pesantren Taḥfīẓ Rauḍatul Qur`ān Balung Kulon Jember 1. Turki Uthmani 2. Taḥsin 3. Talaqqī

104 4. Murāja`ah 1. Mampu membaca Al-Qur`ān dari akhir juz hingga awal juz dan begitu juga sebaliknya. 1. Tidak bisa memprediksi penghafal mendapat berapa juz hafalan. Tingkat keberhasilan 1. 85%-90% 1. Ayat-ayat pendek pada juz 29 dan 30. 2. Ayat-ayat yang panjang dan yang serupa. Dulu menerapkan menghafal secara berurutan juz nya lalu berinovasi dengan menggunakan Turki Uthmani. 1. Tafsir Al-Misbah 1. Pondok Pesantren Sulaimaniyah Jakarta 1. Beasiswa Kader Da`i di Turki selama 3 tahun. 2. Pembimbing taḥfīẓ di pesantrenpesantren yang menerapkan

105 Turki Uthmani. C. Pondok Pesantren Taḥfīẓ Al-Fanāni Universitas Muhammadiyah Jember 1. Taḥsin. 2. Murāja`ah. 3. Talaqqī. 4. Program takhasus (2 tahun khatam dan lancar). 1. Mampu menjaga kualitas hafalan. 1. Tidak adanya yang paten. Tingkat keberhasilan 1. 70%-79%. 1. Sulit istiqomah. 2. Sulit membagi waktu untuk murāja`ah dan mengerjakan tugas kuliah. 3. Lafaẓ-lafaẓ yang mirip dalam Al- Qur`ān 4. Ayat-ayat yang panjang. 1. Tidak ada.. 1. Tafsir Al-Ṭabari. 2. Tafsir Ibnu Kathir. 3. Metode pemahaman Al-Qurān Manhaji.

106 1. Pondok Pesantren Umar Bin Khattab Surabaya. 1. Pengasuh Pondok Pesantren Taḥfīẓ. 2. Praktisi Taḥfīẓ. 3. Pengajar Taḥfīẓ. D. Pondok Pesantren Taḥfīẓ Ibnu Kathir Patrang Jember 1. Metode target 3 tahun khatam dan lancar. 2. Taḥsin. 3. Talaqqī. 4. Murāja`ah. 1. Mencapai target. 2. Santri hafal 15-20 juz diluar kepala. 1. Terkesan memaksa. 2. Pengasuh tidak ikut andil dalam hal menerima setoran santri. Tingkat keberhasilan 1. 70%-75%. 1. Kesulitan membagi waktu. 2. Istiqomah. 3. Tidak memahami makna Al-Qur`ān. Dulu target 2 tahun khatam 2 tahun lancar kemudian berinovasi

107 menjadi 3 tahun khatam dan lancar. 1. Tafsir Ibnu Kathir. 2. Tafsir Ayat Al-Ahkam. 1. Pondok Pesantren ISKARIMAN Solo. 1. Guru taḥfīẓ di lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Ibnu Kathir. E. Pondok Pesantren Taḥfīẓ Nurul Qur`ān Al-Shadhili Loh Jejer Wuluhan Jember 1. Metode Jibril. 2. Taḥsin. 3. Talaqqī. 4. Murāja`ah. 1. Meminimalisir kesalahan bacaan santri. 1. Membutuhkan proses yang lama. Tingkat keberhasilan 1. 70%. 1. Ayat-ayat yang panjang susah dihafal. 2. Ayat-ayat yang pendek dalam juz 29 dan 30 sulit mengingat.

108 1. Tidak ada. 1. Tidak ada. 1. Tidak ada. 1. Pondok Pesantren Darussalam Bondowoso. 1. Melanjutkan studi ke Mesir. 2. Guru taḥfīẓ 3. Pengasuh Pesantren taḥfīẓ.