MODUL 2 SINYAL DAN SUARA

dokumen-dokumen yang mirip
MODUL 1 PROSES PEREKAMAN DAN PENGEDITAN SINYAL WICARA

ANALISIS MODEL PROSODI UNTUK KALIMAT TANYA PADA BAHASA INDONESIA Desi Novianti ABSTRAK

MODUL II : SPEECH AND AUDIO PROCESSING

PENGOLAHAN SUARA. : Fadlisyah Bustami M. Ikhwanus. Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2013

BAB II LANDASAN TEORI

Proses Pembentukan dan Karakteristik Sinyal Ucapan

Proses Pembentukan dan Karakteristik Sinyal Ucapan

udara maupun benda padat. Manusia dapat berkomunikasi dengan manusia dari gagasan yang ingin disampaikan pada pendengar.

BAB II PENCUPLIKAN DAN KUANTISASI

BAB II DASAR TEORI Suara. Suara adalah sinyal atau gelombang yang merambat dengan frekuensi dan

MODUL 4 SAMPLING SINYAL

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Emosi Emosi Marah

MODUL 2 PENGHITUNGAN ENERGI PADA SINYAL WICARA

BAB 2 LANDASAN TEORI. klasifikasi dari objek atau pola menjadi beberapa kategori atau kelas. Dan bertujuan

MODUL 2 PENGHITUNGAN ENERGI PADA SINYAL WICARA

LAPORAN PRAKTIKUM DSP

SINYAL DAN SISTEM DALAM KEHIDUPAN

MODUL 2 PEMBANGKITKAN SINYAL

Bab 1 Pengenalan Dasar Sinyal

Analog to Digital Converter (ADC)

MATERI PENGOLAHAN SINYAL :

BAB II LANDASAN TEORI

KONSEP DAN TERMINOLOGI ==Terminologi==

Digital to Analog Conversion dan Rekonstruksi Sinyal Tujuan Belajar 1

Identifikasi Suara Vokal Suku Banjar Berdasarkan Frekuensi Formant

SINYAL DISKRIT. DUM 1 September 2014

IDENTIFIKASI CAMPURAN NADA PADA SUARA PIANO MENGGUNAKAN CODEBOOK

Pengantar. Aspek Fisiologis Bahasa. Aspek Fisik Bahasa 13/10/2014. Pengantar Linguistik Umum 01 Oktober Aspek Fisiologis Bahasa

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan

ANALISA PENGARUH PENYAKIT FLU DAN BATUK TERHADAP SUARA PENDERITA DENGAN MENGGUNAKAN KOMPUTER

Bab II Teori Dasar. Gambar 2.1 Diagram blok sistem akuisisi data berbasis komputer [2]

MODUL 4 SAMPLING DAN ALIASING

BAB 2 LANDASAN TEORI. berdasarkan ciri-ciri dan pengetahuan yang pernah diamatinya dari obyek-obyek

KOMPUTASI SINYAL DIGITAL SINYAL DAN SISTEM. GEMBONG EDHI SETYAWAN, S.T., M.T. -

KOMUNIKASI DATA SUSMINI INDRIANI LESTARININGATI, M.T

BAB II DIGITISASI DAN TRANSMISI SUARA. 16Hz 20 khz, yang dikenal sebagai frekwensi audio. Suara menghasilkan

KOMPUTASI SINYAL DIGITAL SINYAL DAN SISTEM. GEMBONG EDHI SETYAWAN, S.T., M.T. -

TRANSMISI ANALOG DAN TRANSMISI TRANSMI DIGIT SI AL DIGIT

KOMUNIKASI DATA PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER DOSEN : SUSMINI I. LESTARININGATI, M.T

(2) dengan adalah komponen normal dari suatu kecepatan partikel yang berhubungan langsung dengan tekanan yang diakibatkan oleh suara dengan persamaan

ANALISA KARAKTERISTIK SPEKTRUM SUARA ANAK PAUD MENGGUNAKAN SOFTWARE PRAAT. Juli Hartanti *, Erwin, Riad Syech

PENGGOLONGAN SUARA BERDASARKAN USIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE K MEANS

PENGENALAN UCAPAN ANGKA SECARA REAL TIME MENGGUNAKAN EKSTRAKSI CIRI FFT DAN FUNGSI SIMILARITAS KOSINUS

MODUL PRAKTIKUM SISTEM KOMUNIKASI DIGITAL

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. yang akan menjalankan perintah-perintah yang dikenali. Sistem ini dibuat untuk

Bab 3. Transmisi Data

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

1. Sinyal adalah besaran fisis yang berubah menurut. 2. X(z) = 1/(1 1,5z 1 + 0,5z 2 ) memiliki solusi gabungan causal dan anti causal pada

Terminolog1 (1) Transmitter Penerima Media. Media guide. Media unguide. e.g. twisted pair, serat optik. e.g. udara, air, hampa udara

Sistem Multimedia. Materi : Audio/Suara

BAB I PENDULUAN 1.1 Pengertian Digital

PENDAHULUAN. Latar Belakang

KARAKTERISASI PARAMETER AKUSTIK PADA SUARA YANG DIPRODUKSI OLEH PITA SUARA BUATAN

PENGOLAHAN SINYAL DAN SISTEM DISKRIT. Pengolahan Sinyal Analog adalah Pemrosesan Sinyal. bentuk m dan manipulasi dari sisi sinyal dan informasi.

Komunikasi Data Kuliah 3 Transmisi Data

KARAKTERISASI PARAMETER AKUSTIK PADA SUARA YANG DIPRODUKSI OLEH PITA SUARA BUATAN

BAB II DASAR TEORI. sebagian besar masalahnya timbul dikarenakan interface sub-part yang berbeda.

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

B A B III SINYAL DAN MODULASI

KOMPUTASI SINYAL DIGITAL SINYAL DAN SISTEM

Teknik Sistem Komunikasi 1 BAB I PENDAHULUAN

KONSEP FREKUENSI SINYAL WAKTU KUNTINYU & WAKTU DISKRIT

Jaringan Komputer. Transmisi Data

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KOMUNIKASI DATA SUSMINI INDRIANI LESTARININGATI, M.T

SINYAL DISKRIT. DUM 1 September 2014

Teknologi Multimedia. Suara dan Audio

BAB I PENDAHULUAN ! <!!!!!

FFT Size dan Resolusi Frekuensi 2012

PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT

ANALISIS FREKUENSI DASAR DAN FREKUENSI FORMANT DARI FONEM HURUH HIJAIYAH UNTUK PENGUCAPAN MAKHRAJ DENGAN METODE DTW

Aplikasi Fungsi Sinus Sebagai Pembangkit Sinyal Suara

By : RACHMAN HAKIM ADITYA M

ENCODING DAN TRANSMISI. Budhi Irawan, S.Si, M.T

SISTEM KEAMANAN BERBASIS SUARA

TINJAUAN PUSTAKA. Pengenalan Suara

Pengolahan Sinyal Digital

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dicolokan ke komputer, hal ini untuk menghindari noise yang biasanya muncul

PENGENALAN VOICED DAN UNVOICED DENGAN ANALISIS PITCH

Data and Computer BAB 3

BAB 2 LANDASAN TEORI. gambaran umum objek, seperti konsep konsep Pengenalan Pola, Pengenalan Suara,

MODUL 7 TRANSFORMASI FOURIER DISKRIT

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB I PENDAHULUAN

CEG4B3. Randy E. Saputra, ST. MT.

SUARA. Suara merupakan sinyal analog. Jenis Suara dalam Multimedia:

Tujuan dari Bab ini:

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Suara. Definisi Suara???

BAB II FONETIK 1. Bunyi Bahasa dan Terjadinya

PENGENALAN SUARA BURUNG MENGGUNAKAN MEL FREQUENCY CEPSTRUM COEFFICIENT DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA SISTEM PENGUSIR HAMA BURUNG

MODUL. Nyquist dan Efek Aliasing, dan Transformasi Fourier Diskrit

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. 4.1 Spesifikasi Hardware dan Software yang digunakan dalam penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. database dan database query, secara keseluruhan menggunakan cara yang sama.

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

PENDAHULUAN Tujuan Latar Belakang Ruang Lingkup Manfaat Penelitian TINJAUAN PUSTAKA Nada dan Chord Gitar

MODUL 3 REPRESENTASI SINYAL DALAM DOMAIN WAKTU DAN DOMAIN FREKUENSI

Transkripsi:

MODUL 2 SINYAL DAN SUARA 2.1. Pembangkitan Sinyal Ucapan pada Manusia Speech (ucapan/wicara) dihasilkan dari sebuah kerjasama antara paru-paru (lungs), pangkal tenggorokan pada pita suara (glottis) dan articulation tract (mouth/mulut dan nose cavity/rongga hidung). Untuk menghasilkan sebuah suara ucapan (voiced sounds), paru-paru menekan udara melalui katup nafas (epiglottis), pita suara (vocal cords) bergetar, menginterupt udara melalui aliran udara dan menghasilkan sebuah gelombang tekanan kuasi periodik. Gambar 1 menunjukkan penampang melintang dari organ ucapan manusia. Gambar 1. Organ Ucapan Manusia Impuls tekanan pada umumnya disebut sebagai pitch impulses dan frekuensi sinyal tekanan adalah pitch frequency atau fundamental frequency. Di dalam Gambar 2a sederetan impuls (fungsi tekanan suara) dihasikan oleh pita suara (vocal cords) untuk sebuah suara. Ini merupakan bagian dari sinyal suara yang mendefinisikan speech melody (melodi wicara). Ketika kita berbicara dengan sebuah frekuensi pitch konstan, maka sinyal wicara yang dihasilkan adalah monoton. Dalam kasus normal sebuah perubahan permanen pada frekuensi terjadi. Variasi frekuensi pitch dapat dilihat seperti pada Gambar 2b.

a. Sederetan impulse yang sama b. Variasi pada frekuensi pitch Gambar 2. Sederetan impuls dan pitch pada sinyal wicara Impuls pitch merangsang udara di dalam mulut, dan untuk suara tertentu (nasals) juga merangsang nasal cavity (rongga hidung). Ketika rongga beresonansi, akan menimbulkan radiasi sebuah gelombang suara yang mana merupakan sinyal wicara. Kedua rongga beraksi sebagai resonators dengan karakteristik frekuensi resonansi masing-masing, yang disebut formant frequencies. Pada saat rongga mulut dapat mengalami perubahan besar, kita mampu menghasilkan beragam pola ucapan suara yang berbeda. Di dalam kasus unvoiced sounds (suara tak terucap), exitasi pada vocal tract lebih menyerupai noise (derau). Gambar 3 menampilkan proses produksi suara-suara /a/, dan /f/. Untuk sementara perbedaan bentuk dan posisi pada organ articulation diabaikan saja.

a) pembangkitan ucapan /a/ b) pembangkitan ucapan /f/ Gambar 3. Proses produksi suara 2.2. Bentuk Sinyal Wicara dalam Domain Waktu Sinyal wicara merupakan sinyal yang bervariasi lambat sebagai fungsi waktu, dalam hal ini ketika diamati pada durasi yang sangat pendek (5 sampai 100 mili detik) karakteristiknya masih stasioner. Tetapi bilamana diamati dalam durasi yang lebih panjang (> 1/5 detik) karakteristik sinyalnya berubah untuk merefleksikan suara ucapan yang keluar dari pembicara.

V U S Gambar 4. Contoh sinyal wicara ucapan Selamat Datang Salah satu cara dalam menyajikan sebuah sinyal wicara adalah dengan menampilkannya dalam tiga kondisi dasar, yaitu silence (S) atau keadaan tenang dimana sinyal wicara tidak diproduksi, unvoice (U) dimana vocal cord tidak berfibrasi, dan yang ketiga adalah voiced (V) dimana vocal cord bervibrasi secara periodik sehingga menggerakkan udara ke kerongkongan melalui mekanisme akustik sampai keluar mulut dan menghasilkan sinyal wicara. 2.3. Proses Sampling Perhatikan sinyal sinus berikut ini: x(t) = A cos ( t + ) (1) Sinyal tersebut merupakan contoh sinyal waktu kontinyu. Kita juga seringkali menggunakan terminologi sinyal analog untuk menyebutnya. Untuk proses komputasi, sinyal waktu kontinyu harus dirubah menjadi bentuk waktu diskrit dan dilanjutkan dengan proses digitalisasi. Untuk memperoleh bentuk sinyal waktu diskrit, sinyal waktu kontinyu harus di-sampel.

Gambar 5. Diagram Blok konversi sinyal kontinyu menjadi sinyal diskrit Sekuen x[n] didapakan setelah proses perubahan dari continues to discrete (C-to-D). Kondisi realnya secara hardware adalah menggunakan rangkaian sampling seperti Gambar 6 berikut ini. Gambar 6. Rangkaian Sampling Rangkaian sampling diatas merupakan sebuah ujung tombak dari sebuah analog to digital conversion (ADC). Gambar 7. Blok diagram rangkaian ADC Persyaratan frekuensi sampling menurut teorema Shannon harus sama dengan atau melebihi 2 kali frekuensi sinyal yang di sample. fs 2x fi (2) Jika sinyal informasi yang kita sample memiliki komponen frekuensi beragam, misalnya untuk sinyal ucapan/wicara memungkinkan untuk memiliki frekuensi dari 20 sampai 4000 Hz, maka sinyal informasi tersebut bisa dituliskan sebagai:

Dan persyaratan untuk frekuensi sampling menjadi: fs 2x fimax (4) Frekuensi sampling seringkali dikatakan dengan terminology sampling rate, yaitu jumlah sample yang diambil setiap detik, fs=1/ts yang juga dikenal sebagai Nyquist rate.