BAB V KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN

dokumen-dokumen yang mirip
Studi Deskriptif Mengenai Kekuatan Karakter (Character Strength) pada Relawan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah character strength

Studi Deskriptif Mengenai Character Strength Pada Guru Di Sekolah Menengah Pertama Terbuka Cibeunying Kidul Kota Bandung

Studi Deskriptif Mengenai Profil Kekuatan Karakter Pada Mahasiswa Hafidz Qur an di Pesantren Daarut Tauhiid Bandung

Studi Deskriptif Mengenai Character Strength pada Perawat di RS. Muhammadiyah Kota Bandung

BAB I PENDAHULUAN. sama halnya yang dikemukakan oleh Purdi E. Chandra yang merupakan salah satu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang mengarah pada Character Strengths untuk bertahan di lingkungan yang

Studi Deskriptif Character Strength Suami dengan Istri Pasca Stroke di RSAI Bandung.

Prosiding SNaPP2014 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN EISSN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. merupakan salah satu bidang kajian dalam Psikologi Positif. Teori Kekutan

Hubungan Kekuatan Karakter dengan Komitmen Kerja pada Guru di TK dan SD Bakti Asih Bandung

CHARACTER STRENGTH PADA ATLET PENYANDANG TUNA DAKSA DI NPCI KOTA BANDUNG. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara Indonesia. Pendidikan memiliki

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (Character strength) yang merupakan salah satu bidang kajian Psikologi Positif.

BAB I PENDAHULUAN. mengalami perubahan. Terjadi kekosongan (emptiness) karena anak-anak sudah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Asosiasi Psikologi Amerika, Martin Seligman, ilmu psikologi hanya mampu

BAB I PENDAHULUAN. Indera penglihatan merupakan salah satu potensi vital yang dimiliki manusia

KEKUATAN KARAKTER DAN KEBAJIKAN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

BAB II TINJAUAN TEORITIS

PROFIL KEKUATAN KARAKTER DAN KEBAJIKAN PADA MAHASISWA BERPRESTASI

Hubungan antara Character Strength dengan Komitmen Organisasi pada Guru Honorer di SLB Negeri Cinta Asih Soreang

Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Character Strength Orang Tua dari Anak Penderita Kanker di Rumah Cinta Bandung

BAB I PENDAHULUAN. Berbicara mengenai masalah hukum, semakin banyak orang yang. melakukan tindak pidana. Tindak pidana memang tidak akan pernah musnah

Hubungan Character Strength dengan Employee Engagement pada Kelompok Kerja Reporter Stasiun RRI Bandung

C.02 PENDIDIKAN KARAKTER OLEH GURU (Studi Kasus di Sekolah Dasar Islam di Jakarta)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Multi Level Marketing (MLM). Perusahaan Multi Level Marketing (MLM)

PENGARUH KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. MONDRIAN KLATEN

BAB 5 KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN

BAB V PENUTUP. 1. Layanan Konseling Individual Bagi Siswa Kelas Akselerasi. a. Guru bimbingan dan konseling dalam layanan konseling individual

BAB V PENUTUP. kewirausahaan pada pemilik percetakan Sinar Pandawa. kebebasan, nilai-nilai pribadi, pengalaman.

Positive cognitive states and processes KEBIJAKSANAAN DAN KEBERANIAN. Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi

Tabel 3.1 Desain Penelitian KE

Pembentukan Karakter dan Kaitannya dengan Pendidikan

PERBEDAAN KEKUATAN KARAKTER (CHARACTER STRENGTHS) NARAPIDANA PADA TINDAK PIDANA KRIMINAL DAN NARKOTIKA DI LAPAS KELAS II A PEMUDA TANGERANG.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikenal sebagai kota pelajar yang diminati oleh para pencari ilmu. Berdasarkan data yang dimiliki oleh BPS, tahun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. meneliti Character Strength pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di Rumah Sakit Al-

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia tidak lepas dari sejarah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pembangunan nasional suatu negara salah satu yang mencakup di

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. akan datang. Setiap perusahaan akan melakukan berbagai upaya dalam. sumber daya, seperti modal, material dan mesin.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,

Hubungan antara Character Strength dengan Penyesuaian Diri yang Efektif Pada Narapidana di Lapas Sukamiskin Kelas IIA Bandung

BAB I PENDAHULUAN. kepada para orang tua yang telah memasuki jenjang pernikahan. Anak juga

GAMBARAN VIRTUE MAHASISWA PERANTAU. (Studi Deskriptif di kota Medan) SKRIPSI RUTH WIDYA WIRA LOGIASARI LINGGA

PENGARUH ANTARA KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KEMAMPUAN MENJUAL ADAPTIF TERHADAP PRESTASI PENJUALAN. Skripsi

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Tujuan penghabisan dari setiap orang sukses adalah mencapai

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu kebutuhan manusia dalam mempersiapkan

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah individu yang selalu belajar. Individu belajar berjalan, berlari,

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. United Nations Drugs Control Programee (UNDPC), saat ini kurang lebih 200 juta

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan maka. dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. bergantung kepada perkembangan dan kontribusi dari sektor perbankan (Levine

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN OPTIMISME MAHASISWA PSIKOLOGI UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI

BAB 1 PENDAHULUAN. Karyawan perusahaan sebagai makhluk hidup merupakan sumber daya

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. dengan penyebaran angket, serta pengujian analisis jalur (path analysis) yang dilakukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. mengembangan berbagai potensi yang dimiliki anak. Usia 4-6 tahun adalah suatu tahap

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. yang melibatkan respon-respon mental dan tingkah laku, di mana individu

BAB II KAJIAN PUSTAKA. kajian Psikologi Positif, teori Strenght of Character ini terdapat dalam buku

TINJAUAN PUSTAKA. tujuan perusahaan. Tujuan ini tidak mungkin terwujud tanpa peran aktif

BAB I PENDAHULUAN. Masa dewasa awal, merupakan periode selanjutnya dari masa remaja. Sama

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Indonesia maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. keras untuk meraih kebahagiaaan (Elfida, 2008).

PEMA UNDIKNAS Standar & Borang SPMI Sertifikat Keahlian Tenaga Kependidikan A6/D.32 1

Kata kunci: Motivasi Kerja, Pengembangan Karier, Kinerja Karyawan.

EFIKASI DIRI, DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN SELF REGULATED LEARNING PADA SISWA KELAS VIII. Abstract

BAB I PENDAHULUAN. berbagai umur dan lapisan masyarakat. Kebahagiaan bukan hanya berkisar pada

Positive Psychology. The Science of Human Strengths Danang Setyo Budi Baskoro

Transkripsi:

100 BAB V KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis untuk mengetahui perbedaan Kebahagiaan, Kepuasan Hidup dan Karakter positif antara Petugas Keamanan tetap dengan Keamanan Alih Daya di Pt Plaza Indonesia Realty Tbk, di Jakarta Pusat. Maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 5.1.1. Kesimpulan Kebahagiaan 1. Tidak ada perbedaan Kebahagiaan antara Petugas Keamanan tetap dengan Keamanan Alih Daya. 5.1.2. Kesimpulan Kepuasan Hidup 1. Tidak ada perbedaan Kepuasan Hidup antara Petugas Keamanan tetap dengan Keamanan Alih Daya.

101 5.1.3. Kesimpulan Karakter positif Secara umum Perbedaan Karakter positif antara Petugas Keamanan tetap dengan Keamanan Alih Daya diketahui terdapat tiga perbedaan karakter positif yaitu persistence, prudance, dan vitality. 5.1.3.1. Kesimpulan tambahan Karakter positif Ada 3 Karakter positif yang berbeda persistence, Prudence, Vitality. Selain itu penulis menyampaikan informasi tambahan yang dapat menambah dan memperkaya hasil penelitian yang dilakukan yaitu: Didalam penelitian ini, alat ukur psikologi VIA-IS (Values In Action Inventory Scale) digunakan untuk melihat 24 karakter yang ada pada individu, dimana lima Karakter positif dengan skor rata-rata tertinggi disebut sebagai Signature Strength (kekuatan khas), yaitu kekuatan yang melekat, yang disadari dan sering ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari (Seligman, 2002). Lima Karakter positif teratas pada Petugas Keamanan tetap adalah: - Love of learning (perasaan positif tentang pengetahuan) - Bravery (keberanian dan mengetahui resiko) - Perspective (taraf superior dari penguasaan ilmu) - Social Intelegence (kemampuan berpikir abstrak)

102 - Humor (berpikir yang menyenangkan) Kelima Karakter positif tersebut adalah signature Strength (kekuatan yang khas yang terdapat pada Petugas Keamanan tetap, yaitu kekuatan yang melekat, yang disadari, dan sering ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari. Lima Karakter positif teratas pada Keamanan Alih Daya adalah: - Creativity (memiliki ide orisinil) - Love of learning (perasaan positif tentang pengetahuan) - Social intelegence (kemampuan berpikir abstrak) - Bravery (keberanian dan mengetahui resiko) - Perspective (taraf superior dari penguasaan ilmu) Kelima Karakter positif tersebut adalah signature Strength (kekuatan yang khas yang terdapat pada Petugas Keamanan tetap, yaitu kekuatan yang melekat, yang disadari, dan sering ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari). Virtues (kebajikan) Virtues bersifat universal dan penting untuk keberlangsungan hidup. Karakter positif adalah unsur psikologi yang membentuk Virtues (Peterson & Seligman, 2004) Pada Petugas Keamanan tetap terdapat virtues berdasarkan dari hasil lima Karakter positif yang tertinggi adalah:

103 1. Wisdom & Knowledge (kekuatan kognitif yang mengandung perilaku, mencari dan menggunakan ilmu pengetahuan) 2. Courage (kekuatan emosional yang mengandung keinginan untuk mencapai tujuan pribadi walaupun terdapat halangan yang bersifat internal, ekternal, dalam pencapaianya) 3. Humanity & Love (kekuatan interpersonal termasuk keinginan untuk dekat dan bersahabat dengan orang lain) 4. Transendence (kekuatan yang menciptakan hubungan dengan lingkungan semesta dan memberi makna) Pada Keamanan Alih Daya terdapat virtues (kebajikan) berdasarkan dari hasil lima Karakter positif yang tertinggi adalah: 1. Wisdom & Knowledge (kekuatan kognitif yang mengandung perilaku, mencari dan menggunakan ilmu pengetahuan) 2. Humanity & Love (kekuatan interpersonal termasuk keinginan untuk dekat dan bersahabat dengan orang lain) 3. Courage (kekuatan emosional yang mengandung keinginan untuk mencapai tujuan pribadi walaupun terdapat halangan yang bersifat internal, ekternal, dalam pencapaianya). 4. Humanity & Love (kekuatan interpersonal termasuk keinginan untuk dekat dan bersahabat dengan orang lain).

104 5.2. Diskusi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan Kebahagiaan, Kepuasan Hidup dan Karakter positif antara Petugas Keamanan tetap dengan Keamanan Alih Daya di Pt. Plaza Indonesia Realty, Tbk dijakarta Pusat berdasarkan status kepegawaianya yaitu Petugas Keamanan tetap dengan Petugas Keamanan Alih Daya. Sesuai dengan pernyataan dari Awaleodin Djamin sebagai pendiri Satpam di Indonesia yang mengatakan bahwa Petugas Keamanan tetap lebih baik dari Keamanan Alih Daya. Dalam hal ini penulis dari hasil penelitian psikologi yaitu diketahui bahwa Petugas Keamanan tetap Kebahagiaanya dan Kepuasan Hidupnya tidak ada perbedaan dengan Keamanan Alih Daya. Karena peneliti tidak meneliti dari berbagai aspek dan faktorfaktor pnunjang yang lain seperti faktor Budaya, pernikahan, dan lainnya. Sehingga hasil yang diketahui terbatas hanya pada sisi status kepegawaianya saja. Kemudian peneliti menyampaikan hasil yang didapat dari penelitian yang berkenaan dengan karakter positif yang diketahui terdapat perbedaan Karakter positif terdapat 3 karakter yang berbeda dari 24 karakter positif, dalam hal ini penulis memberikan komentar bahwa hal tersebut terjadi disebabkan karena latar belakang masing-masing individu berbeda, diantaranya Faktor status kepegawaian, penghasilan dan harapan mengapa demikian karena secara beban pekerjaan yang dikerjakan sama walaupun sama dalam pekerjaaan sebagai keamanan kedua kelompok

105 berbeda secara status kepegawaian. Sehingga berdampak kepada hasil karakter positif yang didapat pada masing-masing kelompok Keamanan. Dalam penelitian ini banyak kekurangan dan kelemahan sehingga tidak banyak yang dapat diungkap, dikarenakan keterbatasan waktu dan wawasan penulis. 5.3. Saran Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian mengenai perbedaan Kebahagiaan, Kepuasan Hidup dan Karakter positif pada Petugas Keamanan tetap dan Keamanan Alih Daya di Pt Plaza Indonesia Realty Tbk, maka penulis mencoba mengajukan beberapa saran yang semoga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dan perusahaan pengada tenaga kerja Keamanan Alih Daya dalam hal ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan keterampilan pekerja dibidang Keamanan, yaitu: 1. Secara umum Kebahagiaan dan Kepuasan Hidup Petugas Keamanan tetap dengan Keamanan Alih Daya tidak ada perbedaan. Perusahaan pengguna (user) diharapkan tidak membedaan karyawan dengan status Keamanan tetap atau Keamanan Alih Daya didalam memberikan penghargaan terhadap pekerja yang berprestasi yang bekerja maksimal sesuai dengan rencana perusahaan dan untuk kemajuan perusahaan.

106 Yaitu Bisa dengan cara diikutsertakan didalam acara-acara perusahaan dimana pekerja itu bekerja ( Keamanan Alih Daya) seperti acara Family outing perusahaan yang diadakan bagi semua karyawan sehingga berdampak kepada psikologis kepada pekerja yang berstatus Keamanan Alih Daya. 2. Secara umum hasil dari penelitian perbedaan Kebahagiaan, Kepuasan Hidup tidak ada perbedaan dan Karakter positif pada petugas Keamanan yang berstatus sebagai Petugas Keamanan tetap dengan petugas Keamanan Alih Daya, terdapat tiga perbedaan pada karakter positif persistence, prudence, dan vitality. Diharapkan perusahaanperusahaan yang mempekerjakan mereka dapat memberikan pelatihanpelatihan agar lebih profesional dibidangnya yaitu pelatihan dibidang Keamanan atau dengan cara diberikan kesempatan berkarier dibidang yang lain pada perusahaan yang mempekerjakan ( user) yaitu dengan mengadakan seleksi internal perusahaan (bagi Keamanan tetap) untuk bekerja dibidang yang lain seperti safety dan teknisi atau building maintenance dan lain sebagainya. 3. Penelitian ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu perlu ada penelitian lebih lanjut tentang ketenagakerjaan dibidang Keamanan yang ruang lingkupnya lebih luas bukan hanya disuatu perusahaan saja melainkan secara nasional dan internasional sehingga memberikan pengetahuan yang baik bagi masarakat dan perusahaan-perusahaan

107 pada khususnya yang akan mempekerjakan karyawan yang bekerja dibidang Keamanan.