Praktikum 3 Operator dan Asignment

dokumen-dokumen yang mirip
A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mengenal berbagai macam bentuk operator 2. Memahami penggunaan berbagai macam jenis operator yang ada di Java

Pemrograman Berorientasi Obyek. Operator & Assignment

BAB III OPERATOR compiler operasi operand A. Operator Aritmatika Operator Penggunaan Deskripsi Latihan 4. Aritmatika.java

Operator dan Assignment. Pertemuan 3 Pemrograman Berbasis Obyek

Operator dan Assignment

Pemrograman Berbasis Objek Operator dan Assignment

OBJECT ORIENTED PROGRAMMING. Day 3 : Operator dan Assignment

Dasar Pemrograman Java

Java Operators. Nurochman

TIPE DATA DAN VARIABLE

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DATA

TIPE DATA DAN VARIABLE

BAB 3 TYPE DATA, VARIABLE DAN OPERATOR

PEMROGRAMAN JAVA. Operator. Yoannita

MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK (JAVA) PERTEMUAN 3 OPERATOR JAVA

PEMROGRAMAN JAVA. Operator. Yoannita. Special thanks : Some slides are from Josephine Petrina K & Gasim Alkaff

Pemrograman. Pertemuan-3 Fery Updi,M.Kom

OPERATOR-OPERATOR DALAM JAVA

Modul Praktikum 2 Pemograman Berorientasi Objek

Identifier, Keywords, Variabel, Tipe Data Primitif dan Operator PBO. Ramos Somya

DASAR PEMOGRAMAN JAVA

Dasar-Dasar Pemrograman Java

Merupakan tipe data bilangan pecahan seperti 1.5, 2.1, dsb Tipe data ini memiliki ukuran 32 bit dengan panjang range 3.4 x 1038.

MODUL PRAKTIKUM KE 3 A.

TIPE DATA, VARIABEL DATA DAN OPERATOR

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK. Operator. Budhi Irawan, S.Si, M.T

Imam Fahrur Rozi. Algoritma dan Pemrograman OPERATOR

DASAR PEMROGRAMAN JAVA

MODUL 3 KONVERSI DATA DAN OPERATOR

T I P E D A T A P R I M I T I F V A R I A B E L D A N S T A T E M E N P E N U G A S A N E K S P R E S I D A N O P E R A T O R A R I T M A T I K A

disebut ternary operator. Di dalam suatu operasi dapat terdapat banyak operator. Urutan eksekusi dari operatoroperator

Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya.

MODUL PEMOGRAMAN WEB II STMIK IM BANDUNG MODUL PEMOGRAMAN WEB II. Oleh: CHALIFA CHAZAR. Chalifa Chazar edu.script.id

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LABSHEET ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

BAB 3. OPERATOR DALAM BHS C

Operator Precedence dan Associativity DASAR PEMROGRAMAN. JULIO ADISANTOSO Departemen Ilmu Komputer IPB. Pertemuan 2

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

Basic Input/Output Operator Yoannita

Ekspresi, Pernyataan & Operasi Aritmetika/Logika

OPERATOR JAVA. g = x + y; System.out.println("Penjumlahan (x+y) : " + g); g = y - x; System.out.println("Pengurangan (y-x) : " + g);

Badiyanto, S.Kom., M.Kom. PBO java

MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK (JAVA) PERTEMUAN 2 DASAR PEMROGRAMAN JAVA

Operator, Statement kondisional, dan Iterasi pada Java

Bahasa Pemrograman Java. Yudi Adha. ST. MMSI

KONSEP DASAR PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBYEK

Percabangan & Perulangan

OPERATOR DAN EKSPRESI

Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya.

MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK (JAVA) PERTEMUAN 2 DASAR PEMROGRAMAN JAVA

Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya.

Operator Precedence dan Associativity DASAR PEMROGRAMAN. JULIO ADISANTOSO Departemen Ilmu Komputer IPB. Pertemuan 2

2 TIPE DATA DAN VARIABEL

FUNGSI STANDAR. Dalam pemrograman, termasuk pembuatan web, string merupakan tipe data yang kerap kali dijumpai dalam berbagai kasus.

MODUL. Operator. Modul Praktikum C++ Dasar Pemrograman Komputer JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

Pertemuan 4 OPERATOR DAN STATEMEN I/O

PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR

Pendahuluan. Tujuan MODUL

SEKILAS JENIS-JENIS OPERATOR OPERATOR PENUGASAN OPERATOR ARITMATIKA OPERATOR MAJEMUK

BAB II VARIABEL DAN TIPE DATA

MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK (JAVA) PERTEMUAN 4 CONTROL FLOW STATEMENT

3. Elemen Dasar C++ S. Indriani S. L., M.T L.,

Module 4. Ekpresi, Operator, dan Konstanta

PEMAHAMAN DASAR DASAR JAVA

Tujuan. Dasar Pemrograman. Mempelajari Program Java Pertama. Mempelajari Program Java Pertama. Mempelajari Program Java Pertama

BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

Algoritma dan Struktur Data I 2014

Bahasa Pemrograman 2.

LAB PEMROGRAMAN I (JAVA FUNDAMENTAL) PERTEMUAN 3 Dosen : Bella Hardiyana S. Kom

Pemrograman Berorientasi Obyek. Dasar Pemrograman Java

BAB 3 STRUKTURE PROGRAM JAVA

Modul 2 Dasar Pemrograman Java. Oleh: Mike Yuliana PENS-ITS

OPERATOR. Percobaan 1: Mengimplementasikan Assignment operator dalam bahasa C.

Pengenalan Java, Tipe Data, Variabel dan Operator. Putu Putra Astawa

Dasar Pemrograman Java

PEMROGRAMAN JAVA : VARIABEL DAN TIPE DATA

LAPORAN STRUKTUR DATA OPERATOR BAHASA JAVA. Disusun oleh :

BAHASA PEMROGRAMAN JAVA PUTU INDAH CIPTAYANI JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Java Basic. Variabel dan Tipe Data. Lokasi di dalam memori komputer yang digunakan untuk menyimpan suatu informasi (nilai)

Operator. Donny Reza, S.Kom Aplikasi IT 2 Program Studi Akuntansi

Praktikum 2 Dasar Pemrograman Java dan Tipe Data

Pertemuan 04. Pemrograman Dasar 2012

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

Pada artikel ini, akan dibahas masalah dasar-dasar pemrograman Java secara singkat, meliputi : 1. Operator 2. Dasar operasi IO 3.

OPERATOR BAHASA C. Obyektif : 4. Mengetahui macam-macam operator dalam Bahasa C. 5. Mengetahui dan dapat menggunakan format pada tiap tipe data..

A. Judul Percobaan/praktikum Tipe Data, Keyword, Variabel, Operator dan Teknik Konfersi

BAB 4 Dasar-Dasar Pemrograman

OPERATOR DAN UNGKAPAN

Dasar Pemrograman Java

BAB 4 Dasar-Dasar Pemrograman

Pertemuan 04. Pemrograman Dasar 2012

Tipe data dasar merupakan tipe data yang disediakan oleh kompailer, sehingga dapat langsung dipakai Dalam algoritma dan pemrograman yang termasuk dala

elemen Dasar Bahasa Pemrograman C

BAB 4. System.out.println("Hello world!");

LOGIKA ALGORITMA. Pertemuan 4. By: Augury

MODUL 2 OPERATOR DAN OPERASI KONDISI

IV. OPERATOR DAN STATEMENT I/O

TPI4202 e-tp.ub.ac.id. Lecture 5 Mas ud Effendi

Minggu ke-3 Tipe Data Dalam C

Bahasa Pemrograman :: Dasar Pemrograman Java

MODUL 3 OPERATOR. A. TUJUAN Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa akan mampu: - Menjelaskan tentang fungsi operator

Transkripsi:

Praktikum 3 Operator dan Asignment Tujuan Mengenal dan memahami bentuk dan jenis operator yang ada di Java, serta dapat mengaplikasikannya dengan tepat dalam bahasa pemrograman Java. Dasar Teori Operator dapat diklasifikasikan menjadi 2 bentuk, yaitu unary operator dan binary operator. Unary operator adalah operator yang hanya melibatkan 1 operan. Sedangkan binary operator adalah operator yang melibatkan 2 operan. Java mempunyai berbagai macam jenis operator, dapat digolongkan menjadi operator aritmatika, increment decrement, bitwise, boolean, logika, shift (geser), penugasan, kombinasi dan kondisi. Arithmatic operator (operator aritmatika) adalah operator yang berfungsi untuk operasi aritmatika. Yang termasuk dalam arithmatic operator adalah sebagai berikut : Increment decrement operator adalah operator yang berguna untuk menaikkan 1 nilai (increment) dan menurunkan 1 nilai (decrement). Berdasarkan urutan eksekusi penaikkan dan penurunan nilainya, increment-decrement operator ini dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu pre-increment/decrement dan postincrement/decrement. Yang termasuk increment-decrement operator ini sebagai berikut : Bitwise operator adalah operator yang dipakai untuk operasi bit pada nilai operan. Yang termasuk bitwise operator ini adalah sebagai berikut : 1

Boolean operator (operator boolean) adalah operator yang mengharuskan operannya bertipe boolean (true atau false). Operator!, &, dan ^ mempunyai implementasi yang sama sebagaimana ketika ia menjadi bitwise operator. Hanya saja di logical operator, operan yang dilibatkan disini harus bertipe boolean, yang hanya mempunyai nilai true atau false. Yang termasuk boolean operator adalah sebagai berikut : Logical operator (operator logika) adalah operator yang sering dipakai untuk operasi perbandingan dan selalu menghasilkan suatu nilai bertipe Boolean (true atau false). Yang termasuk logical operator adalah sebagai berikut: Shift operator (operator geser) adalah operator yang berfungsi untuk menggeser susunan bit pada suatu nilai. Yang termasuk dalam shift operator ini adalah sebagai berikut: Combination operator (operator kombinasi) adalah operator yang terdiri dari gabungan 2 operator. Biasanya combination operator ini dipakai untuk mempersingkat waktu penulisan program. Yang termasuk operator combination ini adalah: 2

Conditional operator (operator konditional) adalah operator yang dipakai untuk operasi kondisi (persyaratan), sama sebagaimana if-then-else dan hanya berlaku untuk pernyataan tunggal. Operator ini mengembalikan suatu nilai yang benar sesuai dengan kondisi yang diberikan. Conditional operator (operator kondisional) ini hanya ada 1 macam, yaitu? disertai dengan tanda : (titik dua). Jika kondisi persyaratan yang terletak di sebelah kiri tanda? bernilai benar, maka pernyataan yang berada di sebelah kiri tanda : yang akan diambil. Demikian juga sebaliknya, jika kondisi persyaratan bernilai salah, maka pernyataan yang berada di sebelah kanan tanda : yang akan diambil. 3

A. Unary Operator, Aritmatika Operator, Shift Operator, Comparison Operator Percobaan 1: Percobaan berikut ini menunjukkan unary operator untuk fungsi increment dan decrement. public class IncrementDecrement { public static void main (String args[]) { int a=1, b=9; System.out.println("Nilai sebelum increment-decrement"); System.out.println("a="+a+";b="+b); a=++a; b=--b; System.out.println("Nilai sebelum increment-decrement"); System.out.println("a="+a+";b="+b); Percobaan 2: Percobaan berikut ini menunjukkan unary operator untuk fungsi complement. public class Complement { public static void main(string args[]){ int i; i =~-7;//mengubah 1 bit biner ke 0s dan 0 bit ke 1s System.out.println("Hasil operasi ~ : "+i); Percobaan 3: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian unary operator untuk beberapa tipe data. public class TestUnaryOperator { public static void main(string[] args){ byte b; int i; long l = 0L; double d = 0D; System.out.println("!(false) = \t\t\t->"+!(false) ); System.out.println("!(true) = \t\t\t->"+!(true) ); b = -5; System.out.println("b = -5 \t\t\t ->"+b); b =(~5) +1; System.out.println("b = (~5)+1 \t\t\t -> " +b); 4

i = -(-2147483648); System.out.println("i = -(-2147483648) \t\t ->" +i); i = (~i) +1; System.out.println("i = (~i) +1 \t\t\t -> " +i); l = -(-9223372036854775808L) ; System.out.println("l = -(-9223372036854775808L) \t -> " +1); l= (~1) +1; System.out.println("l = (~1) +1 \t\t\t -> " +1); d = -(15.63); System.out.println("d = -(15.63) \t\t\t -> " +d); d= -(-15.63);//nilai d berubah menjadi positif System.out.println("d= -(-15.63) \t\t\t -> " +d); Percobaan 4: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian unary operator untuk fungsi konversi atribut ke tipe data lainnya. public class TestConversion { public static void main ( String[] args) { double d = 2.12345D; float f = 150.50F; long l = 15000L; int i = 55; char c = 20; short s = 1000; byte b = 126; System.out.println("Implicit Widening Conversions: "); System.out.println("------------------------------ "); System.out.println("byte to short : \t -> " +(s = b)); System.out.println("short to in : \t -> " +(i = s)); System.out.println("int to long : \t -> " +(l = i)); System.out.println("long to float : \t -> " +(f = l)); System.out.println("float to double :\t -> " +(d = f)); System.out.println("Explicit Widening conversions: "); System.out.println("------------------------------ "); System.out.println("cast byte to char : \t -> " + (char)b); System.out.println("cast short to char : \t -> " + (char)s); d = 150; System.out.println("Explicit Narrowing conversions: "); System.out.println("------------------------------- "); System.out.println("double to float: -> " +(f = (float)d)); System.out.println("float to long : ->" +(l = (long)f)); System.out.println("long to int : -> " +(i =(int) l)); System.out.println("int to short : -> " +(s= (short)i)); System.out.println("short to byte : -> " +(b = (byte)s)); 5

Percobaan 5: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian arithmatic operator pada beberapa tipe data. public class TestArithmetic { public static void main (String[] args){ System.out.println("Integer Division - results truncated :"); System.out.println("--------------------------------------"); System.out.println("\t 10.3/3 \t = " + (10/3)); System.out.println("\t 10/-3 \t = " + (10/-3)); System.out.println("\t -10/3 \t = " + (-10/3)); System.out.println("Floating-point Division by 0:"); System.out.println("-----------------------------"); System.out.println("\t 10.34 /0 \t = " + (10.34/0)); System.out.println("\t -10.34 /0\t = " + (-10.34 /0)); System.out.println("\t 10.34/-0 \t = " + (10.34/-0)); System.out.println("\t 0.0/0 \t = " + (0.0/0)); System.out.println("\t 0.0/ -0 \t = " + (0.0/ -0) ); System.out.println("Modulo operations : "); System.out.println("\t 5% 3\t = " + (5%3) ); System.out.println("\t -5%3 \t = " + (-5%3)); System.out.println("\t 5%-3 \t = " + (5%-3)); System.out.println("\t 5.0%3 \t = " + (5.0%3)); System.out.println("\t 5.0%-3 \t= " + (5.0%-3)); System.out.println("\t -5.0%3 \t= " + (-5.0%3)); System.out.println("\t 5.0%0 \t = " + (5.0%0)); Percobaan 6: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian shift operator pada tipe data integer. public class ShiftInteger { public static void main (String args[]) { int x =7; System.out.println("x=" +x); System.out.println("Right shift n-bit: "); System.out.println("x>>1= " + (x>>1)); System.out.println("x>>2= " + (x>>2)); System.out.println("Left shift n-bit: "); System.out.println("x<<1= " + (x<<1)); System.out.println("x<<2= " + (x<<2)); System.out.println("Unsigned right shift n-bit: "); System.out.println("x>>>1=" + (x>>>1)); System.out.println("x>>>2=" + (x>>>2)); 6

Percobaan 7: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian comparison operator (pembanding) pada fungsi relasional. public class Relational { public static void main(string [] args){ int x=5; int y=6; int z=5; float f0=0.0f; float f1=-0.0f; float f2=5.0f; System.out.println("Relational operators: "); System.out.println("---------------------"); System.out.println("Less than: 5<6 "+(x<y)); System.out.println("Less than or equal to: 5<=5 "+(x<=z)); System.out.println("Greater than: 5>6 "+(x>y)); System.out.println("Greater than or equal to: 5>=5 "+(x>=z)); System.out.println("Less than: -0.0 < 0.0 "+(f1<f0)); System.out.println("Less than or equal to: -0.0<=0.0 "+(f1<f0)); System.out.println("Greater than: 5 > NaN (Not a Number)" +(x>(f0/f1))); Percobaan 8: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian comparison operator (pembanding) pada fungsi equality (persamaan). public class Equality { int x = 5; float f2 = 5.0f; int arr1[] = {1,2,3; int arr2[] = {4,5,6; int arr3[] = arr1; String s1 = "hello"; String s2 = "hello"; String s3 = s1; String s4 = new String("hello"); System.out.println("Equality operator :"); System.out.println("-------------------"); System.out.println("Equals: 5== 5.0 \t "+ (x==f2) ); System.out.println("Not Equals: 5!= 5.0\t "+ (x!=f2) ); System.out.println("Equals: arr1 == arr2\t "[different array object]"); "+ (arr1==arr2)+ System.out.println("Equals: arr1 == arr3\t "+ 7

(arr1==arr3)+"[ref to same array objects]"); System.out.println("Not Equals: arr1!= arr2 \t"+ (arr1!=arr2)); System.out.println("Not Equals: arr1!= arr3 \t"+ (arr1!=arr3)); System.out.println("Equals; s1 == s2 \t "+ (s1 == s2) + "[same literal]"); System.out.println("Equals; s1 == s3 \t "+ (s1 == s3) + "[same object reference]"); System.out.println("Equals: s1 == s4 \t "+ (s1 == s4) + "[s4 is new object]"); Percobaan 9: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian comparison operator (pembanding) pada fungsi instance of. public class InstanceOf { public static void main(string[] args){ int arr1[]={1,2,3; String[] arr= new String[5]; String[] arr4=arr; Object mynull = null; Object o= new Object(); System.out.println("InstanceOf operator"); System.out.println("-------------------"); System.out.println("arr instanceof String[] \t -> " +( arr instanceof String[])); System.out.println("myNull instanceof Object\t -> " +( arr4 instanceof Object)); System.out.println("arr1 instanceof int[] \t instanceof int[])); -> " +( arr1 B. Bitwise Operator, Conditional Operator, Assignment Operator, Logical Operator Percobaan 10: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian bitwise operator pada fungsi AND, OR dan XOR. public class Bitwise { int x=5,y=6; System.out.println("x=" +x); System.out.println("y=" +y); 8

System.out.println("Bitwise operator AND,OR,XOR "); System.out.println("x&y=" +(x&y)); System.out.println("x y=" +(x y)); System.out.println("x^y=" +(x^y)); Percobaan 11: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian logical operator pada tipe data boolean. public class Logical { boolean a=true; boolean b=true; boolean c=false; boolean d=false; System.out.println("Logical operator:"); System.out.println("-----------------"); System.out.println("\t true & true = \t"+(a&b)); System.out.println("\t true & false = \t"+(a&c)); System.out.println("\t true ^ false = \t"+(a^c)); System.out.println("\t true ^ true = \t"+(a^b)); System.out.println("\t true false = \t"+(a b)); System.out.println("\t true false = \t"+(c d)); System.out.println("\t true && true = \t"+(a&&b)); System.out.println("\t false && true= \t"+(c&&a)); System.out.println("\t false true = \t"+(c a)); System.out.println("\t false false = \t"+(c d)); System.out.println("\t true false = \t"+(a d)); System.out.println("\t true true = \t"+(a b)); Percobaan 12: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian beberapa operator pada Short Circuit. public class ShortCircuit { int x=0; int y=0; boolean A=true; boolean B= false; System.out.println("Test with normal operator '&', value of x increase."); if(a==b & x++ <0){ 9

System.out.println("After test x ="+x+ "y="+y+"\n"); x=0; y=0; System.out.println("test with short circuit operator '&&', value of y does not change"); if(a==b && y++ <0){ System.out.println("After test x ="+x+"y="+y); Percobaan 13: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian operator equal( ) public class BooleanEquals { public static void main(string[] args){ // Object equals() Class_A a = new Class_A(); Class_B b = new Class_B(); Class_A c = new Class_A(); Class_B d = b; Class_A e = null; System.out.println("a.equals(b) \t -> " + (a.equals(b) ); System.out.println("a.equals(c) \t -> " + (a.equals(c) ); System.out.println("b.equals(d) \t -> " + (b.equals(d) ); System.out.println("a.equals(e) \t -> " + (a.equals(e) ); // String equals() String s0 = "Hello"; String s1 = new String("Hello"); String s2 = s0; System.out.println("s0.equals(s1) \t -> " + (s0.equals(s1) ); System.out.println("s0.equals(s2) \t -> " + (s0.equals(s2) ); // Boolean equals() Boolean b0 = new Boolean(true); Boolean b1 = new Boolean(false); Boolean b2 = new Boolean(true); Boolean b3 = b1; System.out.println("b0.equals(b1) \t -> " + (b0.equals(b1) ); System.out.println("b0.equals(b2) \t -> " + (b0.equals(b2) ); System.out.println("b3.equals(b1) \t -> " + (b3.equals(b1) ); class Class_A(){ // null class class Class_B() extends Class_A{ // null class 10

Percobaan 14: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian conditional operator untuk membandingkan bilangan ganjil/genap dengan identifier iseven. public class Conditional01 { int x=0; boolean iseven=false; System.out.println("x="+x); x=iseven?4:7; System.out.println("x="+x); Percobaan 15: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian conditional operator dengan fungsi relasi. public class Conditional02 { int nilai=55; boolean lulus; lulus=(nilai>=60)?true:false; System.out.println("Anda lulus?"+lulus); Percobaan 16: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian ternary operator public class Ternary { System.out.println("true? op2:op3\t\t->"+(true?"op2":"op3")); System.out.println("false? op2:op3\t\t->"+(false?"op2":"op3")); byte br; short sr; byte b0=10; short s0=10; byte i0=10; br=true? b0:(byte)s0; System.out.println("byte=true? b0:s0 \t\t->"+s0); br=true? b0:i0; System.out.println("byte=true? b0:i0 \t\t->"+br); sr=true? s0:1000; System.out.println("short=true? s0:1000 \t\t->"+sr); sr=false? s0:1000; System.out.println("short=false? s0:1000 \t\t->"+sr); 11

Percobaan 17: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian bitwise operator dalam contoh pengunaan variable flag. Kemudian gambarkan operasi bit yang terjadi pada tiap barisnya. (Perubahan variabel flag pada tiap baris) public class BitwiseDemo { static final int VISIBLE =1; static final int DRAGGABLE =2; static final int SELECTABLE =4; static final int EDITABLE =8; int flags =0; flags = flags VISIBLE; flags = flags DRAGGABLE; if ((flags & VISIBLE)==VISIBLE){ if((flags & DRAGGABLE)==DRAGGABLE){ System.out.println("Flags are Visible and Draggable"); flags = flags EDITABLE; if((flags &EDITABLE)==EDITABLE){ System.out.println("Flags are now also Editable"); Percobaan 18: Percobaan berikut ini menunjukkan pemakaian precedence operator dan contoh pengunaan tanda kurung ( ) untuk menunjukkan operator mana yang dieksekusi terlebih dahulu. public class Precedence { public static void main(string[] args){ System.out.println("5+3*2 = \t"+(5+3*2)); System.out.println("(5+3)*2 = \t"+((5+3)*2)); int a; int b=5; int c=1; a=b=c; System.out.println("5-2+1 = \t"+(5-2+1)); System.out.println("5-2+1 = \t"+ a ); int d=10; int [] f = new int[2]; int i=0; f[i]= d-- + d*2 - ++d + i++; System.out.println("i:"+i+" f[0]"+f[0]+" f[1]:"+f[1]); 12

Tugas 1. Menampilkan representasi biner dari bilangan desimal bertipe int Buatlah suatu program untuk menampilkan susunan bit dari suatu bilangan desimal. Nilai bilangan input yang dimasukkan adalah bertipe int. Contoh tampilan: Masukkan nilai desimal: 13 Susunan bit dari 13 adalah 00000000000000000000000000001101 Masukkan nilai desimal: 612 Susunan bit dari 13 adalah 00000000000000000000001001100100 Masukkan nilai desimal: -1 Susunan bit dari 13 adalah 11111111111111111111111111111111 Masukkan nilai desimal: -13 Susunan bit dari 13 adalah 11111111111111111111111111110011 2. Menampilkan representasi biner dari bilangan desimal bertipe byte Buatlah suatu program seperti diatas untuk menampilkan susunan bit dari suatu bilangan desimal, akan tetapi nilai bilangan input yang dimasukkan adalah bertipe byte. 3. Mencari representasi biner dari suatu bilangan Tuliskan representasi bit dari nilai 19? Jelaskan. 4. Menganalisa pergeseran bit dari operasi shift Jelaskan apa yang terjadi pada potongan program berikut ini: byte a=-1; a=(byte) (a >>> 2); 13