1. DASAR PEMBENTUKAN DINAS

dokumen-dokumen yang mirip
LAUT JAWA. Juwono KM.PKL Bulu KM.PKL KM.SMG Losari. Sale 001 KENDAL. Bulu 112. Ngawen BLORA

Rekapitulasi Anggaran Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan

Rekapitulasi Anggaran Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Tinjauan Umum

BAB I DATA KONDISI UMUM

RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA SKPD DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH SUMBER DANA APBD TAHUN ANGGARAN 2012

Nama Sekolah Peminatan Daya Tampung

Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah Magelang, 18 Februari Renstra

BAB I PENDAHULUAN 1.1 TINJAUAN UMUM

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG

PERSIAPAN PELAKSANAAN APBD PROV. JATENG TA DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH

DATA ALOKASI RKAS BOS SMA NEGERI TAHUN PELAJARAN 2017 /2018 DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI JAWA TENGAH

DAFTAR NOMINASI SEKOLAH PENYELENGGARA UN CBT TAHUN 2015

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG

LEAD TIME LAYANAN PAS-IDM SEMARANG

PENILAIAN PENGARUH SEKTOR BASIS KOTA SALATIGA TERHADAP DAERAH PELAYANANNYA

GUBERNUR JAWA TENGAH

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 561.4/52/2008 TENTANG UPAH MINIMUM PADA 35 (TIGA PULUH LIMA) KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2009

Periode Pembayaran : 26 s.d 31 Mei 2016

(Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2831); PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TENGAH NOMOR 21 TAHUN 2003

PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 116 TAHUN 2016 TENTANG

RUANG LINGKUP KERJA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI JAWA TENGAH

LAYANAN KURIR DAN LEAD TIME CABANG SEMARANG

REKAP JUMLAH KELAS GELOMBANG 5 ( 2 s/d 6 JULI 2014 ) PELATIHAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU SASARAN

Gambar 4.1 Peta Provinsi Jawa Tengah

GUBERNUR JAWA TENGAH

PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 7 TAHUN 2018 TAHUN 2012 TENTANG

BOKS PERKEMBANGAN KINERJA BPR MERGER DI JAWA TENGAH

GUBERNUR JAWA TENGAH

Lampiran Keputusan Menteri Pertanian No. 01/Kpts/SR.130/I/2006 Tgl. 3 Jan

GUBERNUR JAWA TENGAH

BAB I PENDAHULUAN. turun, ditambah lagi naiknya harga benih, pupuk, pestisida dan obat-obatan

KEGIATAN PADA BIDANG REHABILITASI SOSIAL TAHUN 2017 DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 27 TAHUN 2015 TENTANG

Rencana Umum Pengadaan

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TENGAH

BAB I PENDAHULUAN. berinteraksi mengikuti pola yang tidak selalu mudah dipahami. Apabila

TABEL 4.1. TINGKAT KONSUMSI PANGAN NASIONAL BERDASARKAN POLA PANGAN HARAPAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BPTJ WILAYAH PEKALONGAN Jl. Yos Sudarso No. 595 Ds. Bebel, Kec. Wonokerto Kab. Pekalongan Telp/ Fax.(0285) ,

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB 1 PENDAHULUAN. dan Jusuf Kalla, Indonesia mempunyai strategi pembangunan yang

pada huruf a, dan sesuai hasil konsultasi dengan Dewan PerwakUan Rakyat Daerah Provinsi Jawa TcnSi pes a b u ^ / K ^ * ^vinsi Jawa

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PROVINSI JAWA TENGAH

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

ASPEK : PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

ASPEK : PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK

ASPEK : PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU

Jln. Hanoman No. 18 Telp. (024) Fax. (024) Semarang

RAPAT EKUINDA DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TENGAH

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu Provinsi di Jawa, letaknya diapit

PROPINSI KOTAMADYA/KABUPATEN TARIF KABUPATEN/KOTAMADYA HARGA REGULER. DKI JAKARTA Kota Jakarta Barat Jakarta Barat

DAFTAR DISTRIBUSI INSTRUKTUR NASIONAL (IN) DIKLAT GURU SASARAN DISELENGGARAKAN OLEH PPPPTK MATEMATIKA

PROVINSI JAWA TENGAH. Data Agregat per K b t /K t

KONDISI UMUM PROVINSI JAWA TENGAH

SKPD TUGAS PEMBANTUAN DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA DAN CIPTA KARYA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN ANGGARAN 2017

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH. PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH Tahun Anggaran 2018

DAMPAK BENCANA ALAM (CUACA EKSTRIM) TERHADAP INFRASTRUKTUR JALAN BAHAN JUMPA PERS DITJEN BINAMARGA

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR: SK.1321/AJ.401/DRJD/2005

REKAPITULASI PESERTA PAMERAN SOROPADAN AGRO EXPO 2017 TANGGAL JULI 2017

BAB I PENDAHULUAN I - 1

I. PENDAHULUAN. cepat, sementara beberapa daerah lain mengalami pertumbuhan yang lambat.

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH AGUSTUS 2011: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA SEBESAR 5,93 PERSEN

Jln. Hanoman No. 18 Telp. (024) Fax. (024) Semarang Website :

BERITA RESMI STATISTIK

IR. SUGIONO, MP. Lahir : JAKARTA, 13 Oktober 1961

LETAK GEOGRAFIS DAN KEADAAN ALAM

PENEMPATAN TENAGA KERJA. A. Jumlah Pencari Kerja di Prov. Jateng Per Kab./Kota Tahun 2016

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

GUBERNUR JAWA TENGAH,

BAB 3 GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN KEUANGAN DAERAH KAB/KOTA DI JAWA TENGAH

PENEMPATAN TENAGA KERJA

BAB I PENDAHULUAN I-1

Lampiran 1 Jumlah Penduduk, Kepadatan Penduduk dan Pertumbuhan Penduduk di Wilayah BARLINGMASCAKEB Tahun 2009

BAB 1. PENDAHULUAN 1.2. Latar Belakang

DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI JAWA TENGAH

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 20 TAHUN 2014 TAHUN 2013 TENTANG

BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Jawa Tengah merupakan sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 TINJAUAN UMUM 1.2 LATAR BELAKANG. Bab 1 Pendahuluan 1-1

Nomor : W11-A/97/KU.00/I/ Januari 2018

BAB I PENDAHULUAN. yang melibatkan seluruh kegiatan dengan dukungan masyarakat yang. berperan di berbagai sektor yang bertujuan untuk meratakan serta

BULETIN PRAKIRAAN HUJAN BULAN MARET 2018 TEAM PENYUSUNAN BULETIN. Pahami Iklim untuk Kehidupan STASIUN KLIMATOLOGI SEMARANG

Daftar Sekolah SMP Berdasarkan Jumlah Nilai UJIAN NASIONAL SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2014/2015

GUBERNURJAWATENGAH. PERATURANGUBERNUR JAWA TENGAH NOM0R '2 TAJroJii 2e15 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan kekhasan daerah

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

BAB I PENDAHULUAN. pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumber-sumber yang ada

PPDB Pemenuhan Daya Tampung SMK

Lampiran 1. Data Penelitian No Kabupaten Y X1 X2 X3 1 Kab. Cilacap Kab. Banyumas Kab.

I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Tembakau merupakan salah satu komoditas perdagangan penting di dunia. Menurut Rachmat dan Sri (2009) sejak tahun

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Transkripsi:

DATA KONDISI UMUM 1. DASAR PEMBENTUKAN DINAS a. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No. 1 tahun 2002, tanggal 2 April 2002, tentang Struaktur Organisasi dan Tata Kerja Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah; penggabungan 16 Cabang Dinas Bina Marga menjadi 8 Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Wilayah; b. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah, No. 6 tahun 2008, tanggal 7 Juni 2008, tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah. Jumlah Balai Pelaksana Teknis Bina Marga dari 8 (delapan) menjadi 9 (sembilan)balai Pelaksana Teknis Bina Marga Wilayah; c. Peraturan Gubernur Jawa Tengah, No. 59 tahun 2016, tanggal 15 Desember 2016, tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah; d. Peraturan Gubernur Jawa Tengah, No. 97 tahun 2016, tanggal 27 Desember 2016, tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah. 2. STRUKTUR ORGANISASI Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah, No. 59 tahun 2016, tanggal 15 Desember 2016, tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah dan Peraturan Gubernur Jawa Tengah, No. 97 tahun 2016, tanggal 27 Desember 2016, tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, bahwa Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi dipimpin oleh Kepala Dinas dan dibantu 4 (empat) Bidang dan 11 (sebelas) UPTD se Jawa Tengah sebagaimana bagan Struktur Organisasi di bawah ini:

STRUKTUR ORGANISASI DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA DAN CIPTA KARYA PROVINSI JAWA TENGAH KEPALA DINAS BAGAN ORGANISASI BALAI PELAKSANA TEKNIS BINA MARGA SEKRETARIS KEPALA BALAI PROGRAM KEUANGAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG RANCANG BANGUN DAN PENGAWASAN RANCANG BANGUN BIDANG WILAYAH TIMUR TIMUR 1 BIDANG WILAYAH BARAT BARAT 1 SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG SARPRAS PERMUKIMAN DAN BANGUNAN GEDUNG PENGEMBANGAN AIR MINUM PENGAWASAN TEKNIS TIMUR 2 BARAT 2 PENGEMBANGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL PENGELOLAAN ASET KEBINAMARGAAN DAN KECIPTAKARYAAN ADMINISTRASI TEKNIS TIMUR JALAN ADMINISTRASI TEKNIS BARAT JEMBATAN TATA BANGUNGAN DAN JASA KONSTRUKSI KA. UPTD

STRUKTUR ORGANISASI BALAI PELAKSANA TEKNIS JALAN KEPALA BALAI PELAKSANA TEKNIS JALAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL TATA USAHA JALAN DAN JEMBATAN WILAYAH 1 JALAN DAN JEMBATAN WILAYAH 2

STRUKTUR ORGANISASI BALAI PENGUJIAN DAN PERALATAN KEPALA BALAI PENGUJIAN DAN PERALATAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL TATA USAHA PENGUJIAN MUTU PERALATAN DAN ALAT BERAT

STRUKTUR ORGANISASI BALAI JASA KONSTRUKSI DAN INFORMASI KONSTRUKSI KEPALA BALAI JASA KONSTRUKSI DAN INFORMASI KONSTRUKSI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL TATA USAHA JASA KONSTRUKSI INFORMASI KONSTRUKSI

3. TUGAS POKOK DAN FUNGSI Berdasarkan c. Peraturan Gubernur Jawa Tengah, No. 59 tahun 2016, tanggal 15 Desember 2016, tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut: a. Tugas Pokok Dinas mempunyai tugas membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan Bidang Pekerjaan Umum sub urusan jalan, air minum, persampahan, air limbah, drainase, permukiman, bangunan gedung, penataan bangunan dan lingkungannya dan jasa konstruksi yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada Daerah. b. Fungsi 1. Perumusan kebijakan di bidang rancang bangun dan pengawasan, pelaksana jalan serta sarana prasarana permukiman dan bangunan gedung; 2. Pengoordinasian kebijakan bidang rancang bangun dan pengawasan pelaksana jalan serta sarana prasarana permukiman dan bangunan gedung; 3. Pelaksanaan kebijakan di bidang bidang rancang bangun dan pengawasan pelaksana jalan serta sarana prasarana permukiman dan bangunan gedung; 4. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang rancang bangun dan pengawasan, pelaksana jalan serta sarana prasarana permukiman dan bangunan gedung; 5. Pelaksanaan dan pembinaan administrasi dan kesekretariatan kepada seluruh unit kerja di lingkungan Dinas; dan 6. Pelaksanaan fungsi kedinasan lain yang diberikan oleh Gubernur, sesuai dengan tugasnya.

4. VISI DAN MISI a. Visi : Terwujudnya jaringan jalan yang andal dan permukiman yang layak untuk pembangunan jawa tengah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. b. Misi : 1. Meningkatkan kinerja jalan dan jembatan untuk mencapai standarisasi jalan Provinsi sebagai jalan kolektor primer dan kolektor sekunder; 2. Meningkatkan kinerja sarana dan prasarana pendukung kebinamargaan; 3. Memperkuat manajemen kelembagaan dan kualitas aparatur kebinamargaan; 4. Mewujudkan pemukiman yang layak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. 5. RUANG LINGKUP DAN AREA TUGAS DINAS BINA MARGA Penyelenggaraan pembinaan, pembangunan dan pemeliharaan serta pengawasan infrastruktur jalan provinsi sepanjang 2.404,741 Km dan Jembatan Provinsi sepanjang 23.933,790 M, jalan Nasional sepanjang 1.518,090 Km dan jembatan nasional sepanjang 20.286 M, termasuk juga jalan non status sepanjang 4,040 Km. Kondisi jalan Provinsi dengan konstruksi beton dan fleksibel / Hotmix, Mengingat rentang kendali yang begitu luas, maka diperlukan suatu manajemen pengelolaan sumberdaya yang baik agar tujuan yang telah direncanakan dapat dicapai. Rapat rapat koordinasi mengenai administrasi maupun teknis dilaksanakan baik dikantor pusat maupun diwilayah wilayah berupa Rakor POK (Pengendalian Operasional Kegiatan) yang dilaksanakan setiap bulan bergantian/bergilir pada 9 kantor BPTJ Wilayah, serta dikantor induk Satuan Kerja untuk menangkap permasalahan permasalahan secara langsung dilapangan maupun pembinaan kepegawaian. Penyelenggaraan Ruas Jalan nasional dan provinsi sebagaimana Peta Jaringan Jalan di bawah ini:

JAWA TIMUR JAWA BARAT LAMPIRAN II KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 620 / 2 TAHUN 2016 TENTANG PENETAPAN STATUS RUAS JALAN SEBAGAI JALAN PROVINSI JAWA TENGAH 205 206 Tayu JEPARA KM.SMG.159.420 207 204 Colo 026 Kedungmalang 103 LAUT JAWA Pecangaan REMBANG Lasem 208 PATI 025 Margoyoso 203 201 200 Juwono KM.PKL.0+000 102 202 213 KUDUS KM.SMG.0+000 024 Bulu KM.PKL.102+434 Welahan 209 104 021 Jati 023 BREBES Losari TEGAL 101 020 Trengguli 022 Pejagan 002 003 004 PEMALANG PEKALONGAN 211 DEMAK Todanan Sale 001 005 006 018 019 098 BATANG KENDAL Bulu 112 Wiradesa Ketanggungan 016 Kayen Bantarsari 076 012 015 SEMARANG 017 199 210 105 007 Jatibarang 008 Kersana Banyuputih 010 114 013 SLAWI 158 121 014 016K 197 Klambu Sukolilo 115 Kebonagung 009 Weleri Ngawen BLORA 136 099 116 Bantarbolang 120 Wonotunggal 011 198 212 Songgom 014k 177 127 Penanggapan Godong Grobogan Bandungsari 119 077 117 122 131 100 Jatinegara KAJEN 178 Boja Sukorejo Wirosari 118 124 Tegowanu Gubug 128 Kunduran 106 137 Kesesi 144 102 Plantungan 091K 191 130 125 Prupuk Randudongkal Surjo Blimbing 126 Tanggung Kapung 129 138 Moga Cangkiran PURWODADI Cepu 107 Patean 132 142 143 UNGARAN Kuwu Salem Tuwel 145 090 190 Doplang Padangan Morongso Batur 105 Dieng 176 Lemahbang 196 Kalibening 103 Bandungan Kedungjati 078 Sulursari Singget 079 Wanayasa 140 139 Kedu Kejajar 187 188 214 Belik 104 133 106 Kaloran Bawen Galeh Sirampog Majenang 141 146 043 044 045 051 189 Bumiayu Parakan 186 Ambarawa Cilopadang Baturaden Bobotsari 050 215 159 107 027 147 041 042Bulu 175 TEMANGGUNG SALATIGA Geyer WONOSOBO 046 049 040 Kr.Gede 080 PURBALINGGA Kranggan 179 193 Wanareja Cukangleuleus 152 181 195 Kr.Pucung Andong Ajibarang PURWOKERTO 036 037 039 Pringsurat 025 Ngrampal 149 047 Kertek 048 052 150 194 153 192 Gemolong 059 084 087148 Kalimanah BANJARNEGARA Klampok 038 Selokromo Kaliangkrik 174 092 Secang 180 Ngablak Sidoharjo Sruwen SRAGEN 113 028 081 085 Sokaraja Patikraja 164 108 Mandiraja Sidareja 088 173 MAGELANG 053 216 Menganti Kaliori 151 035 157 Sapuran 172 184 SURAKARTA 058 Wangon 030086 089 Ketileng 161 163 Kepil Blondo Jrakah Pegalongan 183 Batujamus 060 029 Rawalo 034 082 SampangBanyumas Sempor Bruno 167 Blabak 054 031 MUNGKID 055 056 057 Palur 217 Patimuan 061 083 BOYOLALI 033 156 Wadaslintang 094 237 Kartosuro KARANGA NYAR Jeruklegi 154 Kemiri Bener Keprekan 032 066 067 Gombong 168 182 Muntilan Jatinom Kesugihan Salaman Buntu 166169 218 155 062 Mendut 096 064 065 160 162 171 095 236 185 220 339 219 Tawangmangu KEBUMEN Adipala 068 Maron Gumilir 170 Klangon Salam Karangwuni Kalisoro SUKOHARJO Cemorosewu 063 Slarang 099Jladri 165 Prembun Sibolong 340 229 098 Tambakmulyo 069 071 072 CILACAP 070 097 Ayah 231 230 Buluspesantren Kutoarjo 221 Jatipuro 100 PURWOREJO Prambanan KLATEN Wawar 232 Nguter Nusakambangan Kr.Bolong 073 Cawas 228 Jali 050 Watukelir Krendetan 233 222 WONOGIRI 101 Jatimalang Jentir 235 Grogol 224 ketawang 223 DI. YOGYAKARTA 234 Namengan Manyaran Ngadirojo Purwantoro Kr.Nongko Blimbing 227 Biting Wuryantoro 226 225 Congot 238 Nawangan Eromoko SAMUDERA HINDIA Keling Pracimantoro Giriwoyo 074 075 Duwet Glonggong Keterangan : PANJANG JALAN JAWA TENGAH : 3.922,831 KM PANJANG JALAN NASIONAL : 1.518,09 KM PANJANG JALAN PROVINSI : 2.404,741 KM LEGENDA JALAN ARTERI ( NASIONAL ) JALAN KOLEKTOR 1 ( NASIONAL ) JALAN KOLEKTOR 2 ( PROVINSI ) JALAN KOLEKTOR 3 ( PROVINSI ) RENC.STRATEGIS NAS. TERSAMBUNG JALAN TOL RENC.STRATEGIS NAS. Belum TERSAMBUNG RENCANA JALAN TOL

6. MOTTO Bekerja Keras; Bergerak Cepat; Bertindak Tepat; dan Berperilaku Hemat. 7. POTENSI DAN SUMBER DAYA Potensi dan Sumber Daya yang dimiliki Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah sampai dengan April 2017 mencakup sebagai berikut : a. Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor : 620/2/2016 tanggal 25 Januari 2016 tentang Penetapan Status Ruas Jalan sebagai Jalan Provinsi Jawa Tengah Panjang Jalan : 2.404,741 Km ( 340 Ruas ) Panjang Jembatan : 23.933,790 M b. Didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) akhir April 2017 yaitu : Total Jumlah pegawai : 945 Orang Di Kantor Pusat : 195 Orang Balai Se Jawa Tengah : 750 Orang c. Program kebinamargaan yang dilakukan: 1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2) Program Peningkatan Saranadan Prasarana Aparatur 3) Program Peningkatan Disiplin Aparatur 4) Program Peningkatan KapasitasS umber Daya Aparatur 5) Program Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 6) Program Peningkatan Jalan dan Penggantian Jembatan 7) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan 8) Program Peningkatan Kinerja Pengelolaan Air Minum Dan Sanitasi 9) Program Pembangunan Dan Pengelolaan Bangunan Gedung Serta Pengembangan Jasa Konstruksi d. Dalam rangka melaksanakan program-program tersebut diatas termasuk pula untuk penanganan darurat dan mendesak, telah didukung sumber daya

manusia dan peralatan yang dimiliki oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya. 8. PRESTASIDAN PENGHARGAAN a. Pencapaian Kinerja Terbaik Peringkat Pertama Tingkat Nasional Bidang Pekerjaan Umum Sub Bidang Bina Marga(Penghargaan Jalan dan Jembatan) Tahun 2007; b. Pencapaian Kinerja Terbaik Peringkat Pertama Tingkat Nasional Bidang Pekerjaan Umum Sub Bidang Bina Marga (Penghargaan Jalan dan Jembatan) Tahun 2008; c. Pencapaian Kinerja Terbaik Peringkat Pertama Tingkat Nasional Bidang Pekerjaan Umum Sub Bidang Bina Marga (Penghargaan Jalan dan Jembatan) Tahun 2009; d. Penghargaan Khusus Tingkat Nasional Bidang Pekerjaan Umum Sub Bidang Bina Marga Tahun 2010; e. Terbaik I Kategori Provinsi, Sub Bidang Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Penghargaan Pekerjaan Umum Tahun 2014.