IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1. Letak Geografis dan Administrasi Wilayah Kabupaten Halmahera Timur merupakan salah satu kabupaten pemekaran di Propinsi Maluku Utara, memiliki luas wilayah sebesar 14.22,2 km 2 yang terdiri dari daratan 6.56,2 km 2 (46%), dan lautan 7.695,82 km 2 (54%). Secara geografis wilayah Halmahera Timur terletak di bagian timur Pulau Halmahera, dan berada pada posisi 1º 4' - º 4' LS dan 126º 45' - 13º 3' BT. Secara administratif wilayah Kabupaten Halmahera Timur berbatasan dengan; (a) Teluk Kao di sebelah utara (Wilayah Kabupaten Halmahera Utara), (b) Teluk Buli di sebelah timur, Laut Halmahera dan Samudra Pasifik, (c) sebelah selatan kecamatan Patani dan kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, (d) sebelah barat Teluk Kao (Wilayah Kabupaten Halmahera Utara) dan Kota Tidore Kepulauan. Wilayah Kabupaten Halmahera Timur pada awal pembentukannya tahun 23 hanya memiliki 4 kecamatan, yaitu kecamatan Wasile, Wasile Selatan, Maba dan Maba Selatan. Kemudian pada tahun 27 dilakukan pemekaran desa dan kecamatan, sehingga saat ini jumlah kecamatan menjadi 1 (Tabel 7) dan desa menjadi 73. Selain itu, wilayah Halmahera Timur juga memiliki 27 buah pulau, dan sampai tahun 29 pulau-pulau tersebut belum dihuni masyarakat. Pada Tabel 7 terlihat bahwa kecamatan yang memiliki luas wilayah paling luas dan memiliki jumlah desa terbanyak adalah kecamatan Wasile Selatan dan Wasile Utara. Luasnya wilayah pada kedua kecamatan ini tentu akan berdampak pada panjangnya proses pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu dalam upaya mengefektifkan sistem pelayanan dan pengawasan pemerintah kepada masyarakat, sekaligus percepatan pembangunan, perlu adanya suatu kebijakan untuk memperpendek rentang kendali pelayanan dan pengawasan tersebut. Salah satunya adalah melalui kebijakan pemekaran kecamatan, khususnya kecamatan Wasile Selatan dan Wasile Utara.
Tabel 7. Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Halmahera Timur No Kecamatan Luas wilayah Ibukota (Km 2 Jumlah desa ) Kecamatan 1 Maba 183.4 7 Buli 2 Kota Maba 1631.4 5 Maba Sangaji 3 Maba Tengah 1759.9 8 Wayamli 4 Maba Selatan 1814.6 6 Bicoli 5 Maba Utara 16.2 7 Dorosago 6 Wasile Utara 235.2 6 Labi-labi 7 Wasile Tengah 467.71 8 Lolobata 8 Wasile Timur 443.8 6 Dodaga 9 Wasile 435.8 6 Subaim 1 Wasile Selatan 2453.2 14 Nusa Jaya Kab. Halmahera Timur 14. 22,1 73 Sumber : Kabupaten Halmahera Timur dalam Angka, 29 4.2. Kondisi Sosial dan Budaya 4.2.1. Kondisi Sosial Kondisi sosial penduduk Halmahera Timur dapat dilihat dari perkembangan jumlah penduduk dan struktur penduduk menurut jenis kelamin, tingkat pendidikan, agama, asal suku (etnis), dan pekerjaan. Penduduk kabupaten Halmahera Timur sejak dimekarkan pada tahun 23-29 cenderung mengalami peningkatan rata-rata per tahun sebesar 5,76%. Hal tersebut terlihat dari jumlah penduduk sebanyak 47.924 jiwa pada tahun 23, meningkat menjadi 69.912 jiwa pada tahun 29. Perkembangan penduduk di Kabupaten Halmahera Timur, bila dilihat menurut penyebaran penduduk pada setiap kecamatan, maka kecamatan yang memiliki penduduk terbanyak sampai tahun 29 adalah kecamatan Wasile Selatan, kemudian kecamatan Wasile dan Wasile Timur, sedangkan kecamatan yang memiliki penduduk paling sedikit adalah kecamatan Wasile Utara dan Kota Maba. Untuk tingkat kepadatan penduduk Halmahera Timur, wilayah yang memiliki tingkat kepadatan tertinggi terdapat pada kecamatan Wasile dan Wasile Timur, sedangkan kepadatan penduduk terendah terdapat pada kecamatan Kota Maba dan Maba Selatan yang secara lengkap ditampilkan dalam Tabel 8.
Tabel 8. Perkembangan dan Kepadatan Penduduk Tahun 29 No Kecamatan Luas Wilayah Laki- Laki Perempuan Jumlah Kepadatan Rasio 1 Maba Selatan 183.4 3,146 2,935 6,81 12.52 17 2 Kota Maba 1631.4 3,749 3,159 6,98 8.27 119 3 Maba 1759.9 4,892 4,231 9,123 25.26 116 4 Maba Tengah 1814.6 2,663 2,354 5,17 16.68 113 5 Maba Utara 16.2 3,526 3,144 6,67 9.4 112 6 Wasile Utara 235.2 2,23 1,84 3,863 6.73 11 7 Wasile Tengah 467.71 2,389 2,283 4,672 8.13 15 8 Wasile Timur 443.8 4,387 4,7 8,457 28.65 18 9 Wasile 435.8 4,592 4,212 8,84 1.37 19 1 Wasile Selatan 2453.2 5,423 4,894 1,317 4.98 111 Jumlah 1422.3 34,98 31,985 69,912 1.81 111 Sumber: Halmahera Timur Dalam Angka Tahun 29 (data diolah) Agama yang dianut oleh penduduk di Kabupaten Halmahera Timur meliputi agama Islam, Kristen, dan Hindu. Mayoritas penduduk di kabupaten Halmahera Timur adalah memeluk agama Islam, dan selebihnya beragama Kristen baik Protestan maupun Katholik, serta beragama Hindu. Pada tahun 29 penduduk yang beragama Islam sebanyak 65,5%, Kristen Protestan 34,31%, Kristen Katolik,18%, dan Hindu,2%. Lebih jauh penyebaran penduduk menurut agama yang di anut pada 1 kecamatan di Halmahera Timur sampai dengan tahun 29 terdapat 6 (enam) kecamatan yang penduduknya mayoritas beragama Islam (diatas 5%) diantaranya kecamatan Maba Selatan, Kota Maba, Maba Utara, Wasile Timur, dan Wasile. Sedangkan kecamatan yang penduduknya mayoritas beragama Kristen (diatas 5%) terdapat pada 4 (empat) wilayah kecamatan yaitu kecamatan Maba, Wasile Utara, Wasile Tengah, dan Wasile Selatan yang secara lengkap ditampilkan pada Tabel 9. Penduduk di kabupaten Halmahera Timur berasal dari berbagai suku bangsa (etnis) seperti lokal (Halmahera Timur), Maluku Utara, Jawa, Sulawesi, dan lainlain (NTT, Maluku, Sumatera, Kalimantan dan Papua). Dari total jumlah penduduk tahun 29 sebanyak 66.965 orang, sebagian besar adalah penduduk (suku) lokal yaitu sekitar 54,92%, suku Jawa 23,7%, Maluku Utara 12,68%,
Sulawesi 7,4%, Cina,24%, dan lainnya 2,5% secara lengkap ditampilkan dalam Gambar 4. Tabel 9. Penyebaran Pemeluk Agama Tahun 29 No Kecamatan Islam Protestan Katolik Hindu Jumlah 1 Maba Selatan 1.... 1. 2 Kota Maba 9.97 8.8.22. 1. 3 Maba 48.58 5.82.49.1 1. 4 Maba Tengah 73.39 26.55.6. 1. 5 Maba Utara 51.23 47.95.75.7 1. 6 Wasile Utara 19.91 79.95.11.2 1. 7 Wasile Tengah 34.18 65.8.2. 1. 8 Wasile Timur 87.57 12.43.. 1. 9 Wasile 92.44 7.51.1.4 1. 1 Wasile Selatan 42.68 57.27.5. 1. Jumlah 65.5 34.3.18.2 1. Sumber: Halmahera Timur Dalam Angka Tahun 29 (data diolah). Persentase Penduduk Menurut Suku Tahun 29 6 54.92 5 4 3 2 1 23.7 12.68 7.4.24 2.5 Lokal Malut Jawa Sulawesi Cina Lainnya Gambar 4. Persentase Penduduk Menurut Suku (Etnis) Tahun 29 Sumber: Data diolah dari 1 Kecamatan, Tahun 29. Keterangan: Suku Lainnya: NTT/NTB, Sumatera, Maluku, Papua, Kalimantan Suku bangsa (etnis) penduduk sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar 4 berada pada semua kecamatan (1 kecamatan) dalam Wilayah Halmahera Timur. Berdasarkan data pada tahun 29, mayoritas penduduk lokal umumnya berada
pada 7 (tujuh) kecamatan yaitu kecamatan Maba Selatan, Kota Maba, Maba, Maba Tengah, Maba Utara, Wasile Utara, Wasile Tengah. Kemudian pada kecamatan Wasile dan Wasile Timur mayoritas penduduknya merupakan etnis (suku) Jawa. Sedangkan pada kecamatan Wasile Selatan keberagaman etnis (suku) sangat menonjol. Tingkat penyebaran penduduk menurut suku (etnis) secara lengkap ditampilkan dalam Tabel 1. Pada Tabel 1 terlihat bahwa`penduduk suku (etnis) Jawa sebagian besar berada pada kecamatan Wasile, Wasile Timur, Wasile Selatan, Maba Tengah dan Maba Utara. Hal ini disebabkan karena kecamatan-kecamatan tersebut dulunya merupakan kecamatan penerima program transmigrasi. Suku (etnis) Cina dan lainnya menyebar pada semua kecamatan dengan persentase yang relatif kecil. Tabel 1. Persentase Penyebaran Suku (Etnis) Tahun 29 No Kecamatan Lokal Malut Jawa Sulawesi Cina Lainnya Jumlah 1 Maba Selatan 92.15 6.71.7.15.1.89 1. 2 Kota Maba 7.17 18.81 1. 9.2. 1. 1. 3 Maba 54.39 22.26 2.96 15.36 1.51 3.52 1. 4 Maba Tengah 7.57 6.4 17.88 3.76.26 1.13 1. 5 Maba Utara 75.63 9.8 13.38.13.13.93 1. 6 Wasile Utara 89.11 7.47.9 2.27.5 1.1 1. 7 Wasile Tengah 69.7 3.14.21 21.22.8 6.28 1. 8 Wasile Timur 12.45 11.9 72.87 1.1.1 1.66 1. 9 Wasile 12.3 12.9 71.31 3.7. 1.23 1. 1 Wasile Selatan 46.24 2.6 14.42 15.45.21 3.9 1. Jumlah 54.92 12.68 23.7 7.4.24 2.5 1. Sumber:Data diolah dari 1 Kantor Camat Tahun 29.
Tingkat pendidikan penduduk di kabupaten Halmahera Timur sampai tahun 29 umumnya didominasi oleh pendidikan sekolah dasar (SD) yaitu sebanyak 43,98%, pendidikan menengah yang terdiri pendidikan menengah pertama (SMP) Persentase Tingkat Pendidikan Penduduk 5. 45. 4. 35. 3. 25. 2. 15. 1. 5.. 43.98 28.43 25.62 1.97 Tdk/Blm SD SD Menengah Tinggi dan pendidikan menengah atas (SMA) sebesar 25,62%, pendidikan tinggi yang meliputi Diploma, S1, dan S2 sebesar 1,97%, sedangkan yang belum sekolah maupun tidak menamatkan pendidikan SD sebanyak 28,43% secara lengkap ditampilkan dalam Gambar 5. Gambar 5. Persentase Tingkat Pendidikan Penduduk Tahun 29. Sumber: Halmahera Timur Dalam Angka (Data diolah) Penduduk di Kabupaten Halmahera Timur umumnya bekerja dan berusaha di sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran, jasa kemasyarakatan, dan lainnya (pertambangan dan penggalian, listrik, gas dan air bersih, bangunan, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan). Berdasarkan data tahun 29 dari jumlah penduduk yang sudah bekerja sebanyak 25.22 orang, sebagian besar bekerja di sektor pertanian yaitu 7,77%, kemudian industri pengelohan 4,2%, perdagangan, hotel dan restoran 6,97%, jasa kemasyarakatan 4,5%, lainnya 14,1% secara lengkap ditampilkan dalam Gambar 6.
Persentase Penduduk Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan 8. 7. 7.77 6. 5. 4. 3. 2. 1. 4.2 6.97 4.5 14.1. Pertanian Industri Pengolahan Perdagangan Hotel & Restoran Jasa Kemasyarakatan Lainnya Gambar 6. Persentase Penduduk Bekerja Tahun 29. Sumber: Halmahera Timur Dalam Angka (data diolah) 4.3.2. Budaya (Nilai dan Tradisi) Wilayah Kabupaten Halmahera Timur yang dulunya (sebelum kemerdekaan) sebagai bagian dari wilayah pemerintahan Kesultanan Tidore, memiliki beragam budaya, adat istiadat dan tradisi masyarakat seperti mari torang baku bantu, bari/marong (tolong menolong/gotong royong), dan ngaku se rasai, budi se bahasa yang merupakan ekspresi dari kesantunan dalam bersikap, dan kehalusan bertutur kata, dan menghargai/menghormati orang yang lebih tua usianya dengan yang lebih muda, dan dianggap berjasa. Disamping itu, terdapat budaya atau kebiasaan masyarakat yang bersifat ritual baik dikalangan umat muslim (Islam), maupun nasrani (Kristen). Acara ritual dikalangan umat muslim seperti Mauludan dan Gisbayu. Mauludan adalah ritual perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam bentuk lantunan bacaan riwayat Nabi yang disemarakkan oleh sajian berbagai jenis makanan untuk dikonsumsi bersama, dan Gisbayu yaitu ritual magis yang dilaksanakan rutin setiap bulannya atau berdasarkan kebutuhan tertentu oleh sekelompok warga yang segaris keturunan (Bappeda, 25). Sedangkan dikalangan umat nasrani seperti makan-makan tahun baru (makan bersama), acara ini biasanya diselenggarakan pada waktu akhir tahun dan menyambut tahun baru (bulan Desember-Januari). Bentuk acaranya biasanya dimulai dengan ibadahibadah ritual, diselingi dengan sajian makanan-makanan khas untuk dikonsumsi bersama dan disemarakan dengan lagu-lagu dan tarian.
Dari berbagai macam adat istiadat dan tradisi di atas, tradisi yang sampai saat ini masih menonjol dan terus dipelihara dalam kehidupan sosial masyarakat Halmahera Timur yang sudah semakin dinamis dan majemuk adalah mari torang baku bantu, dan mari torang baku bawa bae-bae. Tradisi ini sangat nampak dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti kerja bakti membersihkan kampong (desa), membangun rumah, hajatan kawinan (orang kawin) dan sunatan (khitanan) anak, hajatan mendoakan orang meninggal (tahlilan), dan dalam kegiatan-kegiatan ekonomi seperti membersihkan kebun (ladang), panen hasil-hasil pertanian dan perkebunan. Tradisi atau budaya mari torang baku bantu, dan mari torang baku bawa bae-bae yang sangat kuat dan menonjol, dalam kehidupan sosial masyarakat, maka oleh pemerintah daerah Halmahera Timur sejak dibentuk pada tahun 23, mengformulasikan substansi dari kearifan lokal tersebut dalam kalimat LIMABOT FAIFIYE (mari torang baku bawa bae-bae dan saling bantu). Filosofi ini mengajak kepada semua penduduk yang ada di Halmahera Timur tanpa memandang suku bangsa (etnis), budaya dan agama, untuk selalu hidup rukun dan damai, yang dilandasi dengan semangat persaudaraan dan saling membantu dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. LIMABOT FAIFIYE saat ini menjadi spirit yang melandasi tata pergaulan sosial masyarakat, dan berbagai aktifitas pemerintah, sehingga masyarakat Halmahera Timur yang majemuk, hidup dengan rukun, damai, dan penuh persaudaraan, serta dapat berkompetisi secara fair dalam bidang ekonomi dan politik. Bahkan dalam bidang politik, siapa saja dapat menjadi pemimpin politik di daerah ini, seperti menjadi anggota DPRD dan Bupati. Hal ini memberikan gambaran bahwa Halmahera Timur merupakan daerah yang memiliki budaya toleran, santun, dan terbuka kepada semua suku (etnis) dan agama untuk hidup bermasyarakat dalam wilayah Halmahera Timur sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4.3. Prasarana dan Sarana Wilayah 4.3.1. Prasarana Wilayah a. Jaringan Jalan Prasarana jaringan jalan di Kabupaten Halmahera Timur setelah dilakukan pemekaran wilayah menunjukkan peningkatan. Hal tersebut terlihat pada tahun 25 dari perkiraan panjang ruas jalan kurang lebih 334,4 km, baru 7,4 km jalan beraspal, dan 15, km jalan sirtu, selebihnya merupakaan jenis tanah (belum dibangun). Kemudian sampai tahun 29, perkiraan pembangunan panjang jalan mengalami peningkatan menjadi kurang lebih 654,92 km. Dari perkiraan panjang jalan tersebut, telah diaspal 153,58 km, sirtu 236,21 km, jalan tanah 11,3 km, dan sisa yang belum dibangun (dibuka jalan baru) 163,83 km. Ruas jalan di wilayah kabupaten Halmahera Timur sampai tahun 29 belum ada jalan negara, yang ada hanya ruas jalan yang berstatus jalan propinsi kurang lebih 23,1 km, dan kabupaten 451.82 km (lihat Tabel 11). Tabel 11. Pembangunan Jalan di Kabupaten Halmahera Timur Tahun 29. No Nama Ruas Jalan Status Ruas jalan Aspal Jenis Permukaan (Km) Jalan Belum Sirtu Tanah dibuka Panjang Ruas Jalan 1 Ekor-Subaim Propinsi 45. 48. 93. 2 Buli-Subaim Propinsi 8.3 29.6 37.9 3 Buli-Maba Propinsi 15.6 23.6 39.2 Maba-Sagea 18. 15. 33. Jumlah 23.1 4 Subaim-Lolobata Kabupaten 24.9 13.3 37.93 5 Lolobata-Labi2 Kabupaten 12. 26.8 49.8 88.6 6 Labi2-Bololo Kabupaten 22. 5.3 4.7 32. 7 Bololo-Patlean Kabupaten 9.7 18.6 28.3 8 Patlean -Lolasita Kabupaten 2. 12. 22.28 54.28 9 Lolasita-Miaf Kabupaten 11.5 37.5 49. 1 Miaf-Wayamli Kabupaten 5. 18. 15.95 38.95 11 Wayamli-Lapter Kabupaten 5. 18.56 23.56 12 Lapter-Buli Kabupaten 17.22 17.22 13 Maba-Bicoli Kabupaten 16.5 18.5 35. 14 Dalam Kota Maba Kabupaten 21.6 25.92 46.98 Jumlah 153.58 236.21 11.3 163.83 654.93 Sumber : DPPK dan Dinas PU Kab.Halmahera Timur
b. Pelabuhan Laut dan Udara Sarana dan prasarana dibidang transportasi udara, sejak tahun 24 bandara udara Buli telah dimanfaatkan, dan sampai tahun 29 telah beroperasi 3 (tiga) armada penerbangan yaitu Wings Air, Express Air, dan Trigana Air, yang melayani rute Buli-Ternate-Manado, dengan rata-rata penerbangan 1 (satu) hari 3 (tiga) kali penerbangan. Kemudian sejak tahun 27 telah dibangun dermaga (pelabuhan) Samudera di ibukota kabupaten, sedangkan untuk pelabuhan rakyat di kota Maba, Buli, Subaim, dan Wayamli telah aktif melakukan kegiatan bongkar muat barang dan penumpang. c. Listrik, Telekomunikasi dan Air Bersih Pembangunan jaringan listrik, telekomunikasi, dan air bersih di Kabupaten Halmahera Timur semakin membaik. Wilayah Halmahera Timur yang telah memiliki jaringan listrik yang dikelola PLN Cabang Ternate dan Soa Sio, sampai tahun 29 baru terdapat pada 4 kecamatan, yaitu Buli (Ibukota Kecamatan Maba), Bicoli (Ibukota Kecamatan Maba Selatan), Subaim (Ibukota Kecamatan Wasile), dan Lolobata (Ibukota Kecamatan Wasile Tengah). Sedangkan pada ibukota kabupaten di Maba dan Nusajaya (kecamatan Wasile Selatan) masih dikelola oleh pemerintah daerah. Jaringan komunikasi di wilayah Halmahera Timur terdapat tiga jaringan komunikasi antara lain SSB (alat komunikasi satu arah), Wartel (Warung telepon) dan telepon seluler (handphone). Kemudian untuk penyediaan air bersih dengan sistem perpipaan di wilayah Kabupaten Halmahera Timur, sampai tahun 29 telah memiliki jaringan air bersih dengan sistem perpipaan yang telah menjangkau hampir sebagian besar ibukota kecamatan dan desa-desa dan sebagian desa lainnya masih menggunakan air sumur. 4.3.2. Sarana Wilayah a. Fasilitas Perkantoran (Fasilitas Pelayanan Umum) Fasilitas perkantoran di pusat ibukota kabupaten Halmahera Timur, sampai tahun 29 telah dibangun dan digunakan bangunan kantor DPRD, Kantor Bupati, 16 kantor Dinas, 7 kantor badan. Kemudian di pusat pemerintahan 1 kecamatan, sampai tahun 29 telah dibangun 1 kantor camat, dan terus dilakukan
peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana di pusat pemerintahan kecamatan, termasuk telah dibangun kantor desa pada 73 desa, dan sebagian besar desa telah dibangun pula kantor BPD dengan menggunakan dana yang bersumber dari alokasi dana desa (ADD). b. Fasilitas Pendidikan Ketersediaan fasilitas pendidikan mulai TK, SD, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK di Kabupaten Halmahera Timur setelah pemekaran wilayah secara agregate semakin meningkat. Pada tahun 24 jumlah sekolah TK sebanyak 12 buah, SD 78 buah, SMP/MTs 16 buah, dan SMA/MA/SMK 9 buah, meningkat pada tahun 29 untuk TK menjadi 28 buah, SD 79 buah, SMP/MTs 36 buah, dan SMA/MA/SMK 16 buah (Gambar 7) TK SD SMP/MTs SMA/MA/SMK 9 8 7 6 5 4 3 2 1 78 78 78 78 79 79 36 26 3 3 2 28 16 23 17 18 18 12 16 9 1 12 12 12 24 25 26 27 28 29 Gambar 7. Perkembangan Fasilitas Sekolah Tahun 24-29. Sumber : Dinas Pendidikan Kab.Halmahera Timur, 29. Perkembangan sekolah khusunya sekolah SD sampai tahun 29 sudah merata pada semua desa (73 desa) di 1 kecamatan dalam wilayah kabupaten Halmahera Timur. Kemudian sekolah TK belum merata pada 73 desa. Sedangkan untuk sekolah SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK walaupun belum seluruhnya merata pada desa-desa, namun untuk skala kecamatan seluruh kecamatan sudah memiliki sekolah SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK (lihat Tabel 12).
Tabel 12. Jumlah Sekolah Menurut Kecamatan Tahun 29 No Kecamatan Jumlah Desa TK SD SMP/MTs SMA/MA/SMK 1 Maba Selatan 7 2 7 3 1 2 Kota Maba 5 2 5 3 2 3 Maba 8 2 8 3 2 4 Maba Tengah 6 2 8 3 2 5 Maba Utara 7 7 4 1 6 Wasile Utara 6 6 2 1 7 Wasile Tengah 8 2 8 2 1 8 Wasile Timur 6 7 9 4 2 9 Wasile 6 7 7 4 2 1 Wasile Selatan 14 4 14 8 2 Jumlah 73 28 79 36 16 Sumber: Halmahera Timur Dalam Angka Tahun 29 (data diolah) Peningkatan fasilitas sekolah di Kabupaten Halmahera Timur, diikuti pula dengan penambahan jumlah tenaga pengajar (guru) TK, SD, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, yang selama tahun 24-29 cenderum mengalami peningkatan secara lengkap di tampilkan dalam Gambar 8. TK SD SMP/MTs SMA/MA/SMK 7 6 5 4 3 2 1 578 476 476 476 439 329 23 144 144 144 185 1 111 97 78 97 97 65 29 3 32 32 32 5 24 25 26 27 28 29 Gambar 8. Perkembangan Jumlah Guru di Kab.Halmahera Timur Sumber : Dinas Pendidikan Kab.Halmahera Timur, 29. Distribusi guru (tenaga pengajar) pada semua kecamatan dalam wilayah Kabupaten Halmahera Timur sampai tahun 29, untuk sekolah SD secara kuantitas dipandang cukup merata, sedangkan TK, SMP/MTs, dan
SMA/MA/SMK secara kuantitas belum merata, secara lengkap ditampilkan dalam Tabel 13. Tabel 13. Distribusi Guru Menurut Tingkat Pendidik Tahun 29 No Kecamatan TK SD SMP/MTs SMA/MA/SMK 1 Maba Selatan 3 55 22 17 2 Kota Maba 4 5 23 21 3 Maba 4 49 32 24 4 Maba Tengah 4 48 13 1 5 Maba Utara 4 41 14 4 6 Wasile Utara 4 42 7 7 Wasile Tengah 4 6 2 8 8 Wasile Timur 8 72 35 19 9 Wasile 9 51 31 27 1 Wasile Selatan 6 11 37 22 Jumlah 5 578 234 143 Sumber: Halmahera Timur Dalam Angka (Data diolah) Pertambahan jumlah sekolah dan guru selama tahun 24-29, diharapkan dapat memberikan pelayanan pada siswa (murid) yang lebih baik, karena setiap tahun jumlah siswa mulai TK, SD, SMP/MTs dan SMA/MK/SMK terus mengalami peningkatan secara lengkap ditampilkan pada Gambar 9. 14 12 1 8 TK SD SMP/MTs SMA/MA/SMK 1324 11231 983 9927 1468 12211 6 4 2 4419 4744 3853 3283 282 2842 16 1321 1684 224 2354 2637 692 758 876 943 112 1232 24 25 26 27 28 29 Gambar 9. Perkembangan Jumlah Murid Sumber : Dinas Pendidikan Kab.Halmahera Timur, 29 Pada Gambar 11 terlihat pada tahun 24 jumlah siswa (murid) TK sebanyak 692 orang, SD 9.83 orang, SMP/MTs 2.82 orang, SMA/MA/SMK
1.6 orang, kemudian meningkat untuk TK menjadi 1.232 orang, SD 12.211 orang, SMP/MTs 4.744 orang, SMA/MA/SMK 2.637 orang pada tahun 29. Perkembangan jumlah murid pada semua jenjang pendidikan terjadi pada semua kecamatan dalam wilayah Kabupaten Halmahera Timur. Pada tahun 29 jumlah murid terbanyak untuk TK terdapat pada kecamatan Maba dan Wasile Selatan, kemudian murid SD dan SMP/MTs terbanyak terdapat di kecamatan Wasile Selatan, Maba, dan Maba Selatan, sedangkan untuk murid SMA/MA/SMK terbanyak terapat di kecamatan Kota Maba dan Wasile (Tabel 14). Tabel 14. Jumlah Murid Tahun 29 No Kecamatan TK SD SMP/MTs SMA/MA/SMK 1 Maba Selatan 75 1,295 58 32 2 Kota Maba 151 1, 384 334 3 Maba 2 1,343 581 428 4 Maba Tengah 5 1,12 361 86 5 Maba Utara 3 1,39 317 2 6 Wasile Utara 4 88 25 7 Wasile Tengah 1 837 311 333 8 Wasile Timur 199 1,211 521 323 9 Wasile 187 1,142 528 47 1 Wasile Selatan 2 1,993 841 29 Jumlah 1232 12,211 4557 246 Sumber: Halmahera Timur Dalam Angka (Data diolah) c. Fasilitas Kesehatan Penyediaan fasilitas kesehatan merupakan salah satu kebutuhan untuk meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat. Fasilitas kesehatan yang terdapat di kabupaten Halmahera Timur terdiri atas rumah sakit, puskesmas kecamatan puskesmas pembantu, dan poskesdes selama tahun 25-29 cenderum mengalami peningkatan secara lengkap ditampilkan pada Gambar 1.
RS Puskesmas Pustu Poskesdes 6 5 4 44 44 51 51 4 3 2 1 22 22 22 22 22 11 11 12 8 8 1 1 1 1 25 26 27 28 29 Gambar 1. Perkembangan Fasilitas Kesehatan Sumber: Dinas Kesehatan Kab.Halmahera Timur (data diolah), 29 Peningkatan fasilitas kesehatan di Kabupaten Halmahera Timur selama tahun 25-29, disertai pula dengan peningkatan tenaga dokter PNS, dokter PTT, Bidan, dan perawat selama tahun 25-29 lebih lengkap ditampilkan pada Gambar 11. Dokter Bidan Perawat 14 12 1 8 6 4 2 115 11 11 84 74 47 47 39 27 31 1 14 16 16 19 25 26 27 28 29 Gambar 11. Perkembangan Jumlah Tenaga Medis. Sumber: Dinas Kesehatan Kab.Halmahera Timur, 29. Penyebaran fasilitas kesehatan dan tenaga medis (kesehatan) di semua kecamatan dalam wilayah kabupaten Halmahera Timur sampai tahun 29 sudah mulai membaik. Hal tersebut dapat diamati dari 1 ibukota kecamatan yang di wilayah Halmahera Timur semuanya telah memiliki puskesmas, dan untuk Pustu
dan Poskesdes juga sudah mulai merata pada semua desa dalam 1 kecamatan, sedangkan untuk rumah sakit (RS) saat ini hanya terdapat di ibukota kabupaten (Maba), dan mulai tahun 21 dibangun 1 (satu) buah rumah sakit (RS) tipe D di ibukota kecamatan Wasile (Subaim). Untuk tenaga medis seperti dokter, bidan dan perawat sampai tahun 29 sudah mulai tersedia pada 1 kecamatan, secara lengkap disajikan dalam Tabel 15. Tabel 15. Jumlah Fasilitas dan Tenaga Kesehatan Tahun 29 No Kecamatan RS Puskesmas Pustu Poskesdes Dokter Perawat Bidan 1 Maba Selatan 1 2 4 2 11 8 2 Kota Maba 1 2 2 4 4 28 6 3 Maba 1 4 3 11 2 4 Maba Tengah 2 5 4 2 8 4 5 Maba Utara 1 5 4 1 9 3 6 Wasile Utara 1 2 4 1 6 7 Wasile Tengah 1 1 4 2 7 2 8 Wasile Timur 1 1 4 1 12 5 9 Wasile 1 1 4 1 1 5 1 Wasile Selatan 1 4 4 2 13 4 Jumlah 2 12 22 4 19 115 39 Sumber: Halmahera Timur Dalam Angka d. Fasilitas Perekonomian Fasilitas perekonomian di kabupaten Halmahera Timur mencakup pasar, pertokoan, bank, KUD, restoran/rumah makan, toko/kios, warung dan pedagang kaki lima. Fasilitas perekonomian ini sampai dengan tahun 29, terdiri dari bank 4 buah (Bank Mandiri di Buli, dan Bank BRI di Buli, Subaim dan Kota Maba), KUD 3 buah, toko/kios 597 buah, pasar Pemda/Desa 5 buah. 4.4. PDRB dan PDRB per Kapita Produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Halmahera Timur atas dasar harga konstan selama tahun 25-29 cenderum mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat pada tahun 25 nilai PDRB sebesar Rp. 175,56.88, meningkat menjadi Rp. 235,283.98 pada tahun 29. Peningkatan PDRB Halmahera Timur telah mendorong pula peningkatan PDRB per kapita Halmahera Timur yang pada tahun 25 sebesar Rp. 3,79 menjadi Rp. 5,89 pada tahun
29. Peningkatan PDRB per kapita Halmahera Timur selama tahun 25-29 secara lengkap ditampilkan dalam Tabel 16. Tabel 16. Perkembangan PDRB dan PDRB per Kapita Tahu n Perkembangan PDRB Halteng Tidore Haltim Propinsi Halten g PDRB Per Kapita Tidor e Halti m 25 181,24.9 5 21,194.2 175,56.8 8 2,211,661.3 9 6,635 3,91 3,79 26 188,769.6 9 213,82.2 8 186,569.3 2,332,47.9 7 6,76 3,24 3,793 27 28 29 196,819.3 4 27,497.2 2 218,855.5 2 225,73.1 6 238,918.3 1 253,283.9 8 25,598.3 3 219,563.3 3 235,283.9 8 2,478,311.2 5 7,351 3,552 4,351 2,628,186.3 1 8,289 4,68 5,151 2,81,213.1 8 9,211 5,1 5,89 Sumber: Halmahera Timur Dalam Angka, Halmahera Tengah Dalam Angka, Kota TidoreKepulauan Dalam Angka, Propinsi Maluku Utara Dalam Angka. Besarnya peningkatan nilai PDRB dan PDRB per kapita Halmahera Timur tahun 25-29, bila dibandingkan dengan kota Tidore Kepulauan dan daerah induk Halmahera Tengah pada tahun yang sama, berada pada urutan ke-2 (lihat Tabel 16). 4.5. Pendapatan dan Belanja Daerah. Pendapatan daerah bersumber PAD, Dana Perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Berdasarkan data Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Halmahera Timur, realisasi pendapatan daerah mengalami pertumbuhan dari target yang ditetapkan, rata-rata per tahun dalam tahun 25-29 sebesar 27,32% lebih rinci ditampilkan dalam Gambar 12. Pertumbuhan pendapatan daerah dalam tahun 25-29, disebabkan adanya peningkatan sumber-sumber pendapatan daerah, yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan (DP), dan lain-lain pendapatan daerah yang sah secara lengkap ditampilkan dalam Gambar 13.
45,,, 4,,, 35,,, 3,,, 25,,, 2,,, 15,,, 1,,, 5,,, Target Realisasi 426,613,593,36 39,985,7,838 419,246,88, 297,885,295,247 382,473,833,71 247,9,87,931 29,,, 238,471,383,86 95,186,898,533 86,884,4, 25 26 27 28 29 Gambar 12. Perkembangan Pendapatan Daerah Sumber: Buku LKPJ Bupati dan APBD Halmahera Timur PAD Dana Perimbangan Lain-Lain PD yg sah 35,,, 3,,, 25,,, 2,,, 15,,, 1,,, 5,,, 25 26 27 28 29 PAD 1,552,7,2 3,855,83,5 3,94,848,2 23,974,844, 9,55,213,3 Dana Perimbangan 89,797,548, 242,65,4 268,28,447 32,686,463 327,753,38 Lain-Lain PD yg sah 3,837,28, 1,17,, 25,7,, 61,745,893, 69,355,, Gambar 13. Perkembangan Sumber-Sumber Pendapatan Daerah Sumber: Buku LKPJ Bupati tahun 25-29 Peningkatan pendapatan daerah kabupaten Halmahera Timur selama tahun 25-29, secara langsung telah mendorong peningkatan belanja daerah. Pada tahun 25 total jumlah belanja daerah sebesar Rp.29 milyar, meningkat menjadi Rp. 64,363,69,47 pada tahun 29 secara lengkap ditampilkan Gambar 14.
7,,, 6,,, 5,,, 4,,, 3,,, 2,,, 1,,, Gambar 14. Perkembangan Belanja Daerah Sumber:Buku APBD Halmahera Timur Keterangan: TBD=Total belnja Daerah, BM=Belanja Modal, BBJ=Belanja Barang dan Jasa, BP=Belanja Pegawai, BL=Belanja lain-lain 4.6. Kelembagaan Pemerintahan Daerah Pada masa sebelum kemerdekaan, wilayah Halmahera Timur adalah bagian dari wilayah Kesultanan Tidore. Pada masa kemerdekaan wilayah Halmahera Timur masuk dalam wilayah distrik Maba yang merupakan salah satu distrik dari 3 (tiga) distrik (Maba, Weda dan Patani), yang berada dibawah wilayah autonomi pemerintahan Kesultanan Tidore yang beribukota di Kota Tidore. Kemudian pada akhir tahun 1962 ibukota pemerintahan Irian Barat di Soasioa (Tidore), ditarik kembali ke Jayapura (Papua), status wilayah autonomi Kesultanan Tidore berubah menjadi daerah administratif Halmahera Tengah yang beribukota di Soa Sio Tidore, sedangkan wilayah distrik seperti Maba, Patani dan Weda menjadi kecamatan. Selanjutnya pada tahun 1999 wilayah administrasi Halmahera Tengah ditetapkan menjadi kabupaten defenitif yang membawahi kecamatan Tidore, Weda, Patani, Maba, dan Wasile. TBD BM BBJ BP BL 25 26 27 28 29 TBD 113,54,432 277,281,44 338,764,998 538,6,38 64,5,269 BM 41,2,767, 139,391,28 177,551,435 36,11,614 333,662,787 BBJ 26,446,416, 66,965,48, 67,376,33, 98,354,523, 13,562,913 BP 39,59,913, 39,59,913, 43,183,126, 57,558,222, 75,959,39, BL 6,446,335, 31,334,197, 5,654,15, 76,37,2, 64,315,178, Pada tahun 23 dilakukan pemekaran wilayah Halmahera Tengah menjadi 3 (tiga) daerah otonom, yaitu Kabupaten Halmahera Tengah (kabupaten induk), Kota Tidore Kepulauan dan Halmahera Timur berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 23. Wilayah Kabupaten Halmahera Timur (dulunya distrik Maba) pada saat menjadi kabupaten defenitif membawahi 4 (empat) kecamatan yaitu
kecamatan Maba, Maba Selatan, Wasile dan Wasile Selatan, yang kemudian pada tahun 26 dimekarkan menjadi 1 kecamatan. Pemerintahan daerah Halmahera Timur setelah dimekarkan menjadi kabupaten defenitif pada tahun 23, dipimpin oleh penjabat Bupati yang diangkat oleh Gubernur Propinsi Maluku Utara atas nama Menteri Dalam Negeri RI. Untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, penjabat Bupati membentuk struktur organisasi pemerintahan daerah yang terdiri dari sekretariat daerah dan sekretariat DPRD dengan Surat Keputusan Nomor 4 tahun 23, dan 11 dinas daerah dengan Surat Keputuasn Nomor 5 Tahun 23, serta 2 badan dan 1 kantor dengan Surat Keputusan Nomor 6 tahun 23. Pada tahun 24 dibentuk DPRD yang pertama melalui Pemilu tahun 24, dengan jumlah anggota 2 orang (kursi). Dari 2 orang anggota DPRD tahun 24, yang terbanyak berasal dari partai Golkar yaitu 35% (7 kursi), kemudian Demokrat 2% (4 kursi), PDIP 1%, PAN 1%, sedangkan PPP, PKS, PSI, PBR dan PDS masing-masing 5%, secara lengkap ditampilkan dalam Gambar 15. Pada Pemilu 29 dilakukan pemilihan DPRD yang kedua dengan kursi yang diperebutkan masih tetap 2 kursi, karena jiwa pilih di Kabupaten Halmahera Timur masih dibawah 1 ribu. Hasil Pemilu 29, partai Golkar masih tetap menjadi pemenang pertama dengan perolehan jumlah kursi sebesar 2%, pemenang kedua PDIP 15%, dan Demokrat, PAN, PPP masing-masing 1%, serta PKS, PDK, PBR, PPRN, PKDI, Patriot, Hanura masing-masing 5 % secara lengkap ditampilkan pada Gambar 16. Persentase Anggota DPRD Hasil Pemilu 24 menurut Parpol 4 35 3 25 2 15 1 5 35 2 1 1 5 5 5 5 5 Golkar Demokrat PDIP PPP PAN PKS PSI PBR PDS Gambar 15. Persentase Anggota DPRD Hasil Pemilu 24
Sumber: Sekretariat DPRD Halmahera Timur Persentase Anggota DPRD Hasil Pemilu 29 Menurut Parpol 25 2 15 1 5 2 1 15 1 1 5 5 5 5 5 5 5 Golkar Demokrat PDIP PAN PPP PKS PDK PBR PPRN PKDI Patriot Hanura Gambar 16. Persentase Anggota DPRD Hasil Pemilu 29 Pada tahun 25 dilakukan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang pertama secara langsung. Untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan sesuai visi dan misi, maka Bupati/Wakil Bupati bersama DPRD merubah dan membentuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang diantaranya sekretariat daerah, sekretariat DPRD, 15 dinas, 7 badan, 1 kantor, dan 6 bagian, serta 1 kantor camat. Jumlah aparatur Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada seluruh SKPD maupun guru dan tenaga medis sampai tahun 29 berjumlah 2266 orang.