5 PEMBAHASAN 5.1 Performa Fyke Net Modifikasi Fyke net yang didisain selama penelitian terdiri atas rangka yang terbuat dari besi, bahan jaring Polyetilene. Bobot yang berat di air dan material yang sangat kuat menunjang performa fyke net tetap stabil terhadap pengaruh arus di sekitar tubir karang. Volume air yang terbentuk dalam rangkaian jaring dan rangka fyke net relatif besar pada bagian kantong (5,4 m 3 ) sehingga ikan yang masuk masih dapat berenang dan berlindung di dalam kantong sebelum hauling. Dimensi serambi terdiri atas rangka depan 3 buah masing-masing pada bagian kanan, tengah dan kiri berukuran tinggi 180 cm dan lebar 150 cm. Disain ini membentuk serambi berbentuk huruf V. Celah selebar 20 cm dan tinggi 150 m memberikan kesempatan ikan untuk masuk dengan ukuran sesuai celah. Celah yang terbentuk ini dapat menyeleksi ikan tertentu yang masuk, ikan dengan bentuk tubuh compressed (gepeng vertikal) akan leluasa masuk dibanding ikan berbentuk depressed (gepeng horizontal). Hal ini dibuktikan dari ikan hasil tangkapan fyke net yang seluruhnya berbentuk compressed. Berdasarkan perhitungan volume air yang terbentuk pada bagian serambi sebanyak 8,2 m 3 memungkinkan keleluasaan pergerakan berbagai jenis ikan yang baru masuk untuk mengitari dinding jaring pada serambi. Pergerakan ikan pada akhirnya akan diarahkan masuk menuju mulut kantong yang dilengkapi bingkai dengan rigi-rigi. Rigi-rigi merupakan modifikasi pada mulut kantong fyke net yang tergolong non-return device (NRD) dengan jarak antar rigi yang membentuk gap vertikal 38 cm dan gap horizontal 8 cm (Gambar 4). Gap yang terbentuk akan menyeleksi ukuran ikan yang dapat masuk dengan ukuran tinggi maksimal 36 cm dan ketebalan maksimal 8 cm. Gap ini juga berfungsi sebagai penahan masuknya penyu dengan ukuran kerabang (karapaks) lebih besar dari 36 cm akan tetapi belum ada disain untuk meloloskan penyu bila tertahan di bagian serambi sehingga perlu dibuatkan konstruksi untuk pelolosan penyu (turtle excluder device, TED) pada fishing ground yang diketahui terdapat penyu.
5.2 Operasi Penangkapan Ikan dengan Fyke Net di Terumbu Karang Ikan karang yang tertangkap oleh fyke net setelah melakukan modifikasi pada bagian sayap dan mulut kantong berhubungan dengan sifat ikan karang. Pada pengoperasian fyke net diduga keberadaan ikan masuk ke serambi karena mendeteksi keberadaan alat sebagai tempat berlindung (shelter), mekanisme ini serupa dengan sifat ikan karang memutuskan masuk ke bubu sebagai tempat berlindung seperti yang dikemukakan oleh Furevik (1994). Sifat ikan karang yang melakukan bermigrasi vertikal dan horizontal (Spotte, 1992) yang akhirnya menjadikan fyke net sebagai tempat berlindung juga menjadi alasan ikan karang tertangkap. Migrasi horizontal dilakukan oleh jenis ikan karang herbivor dan pemakan plankton seperti pada famili Apogonidae, Holocentridae dan Scaridae, yang juga ditemukan tertangkap oleh fyke net. Famili Apogonidae tertangkap sebanyak 62 ekor (23,5 %) berat 886 g (8,41 %); Holocentridae 39 ekor (14,50 %) seberat 1418 g (13,46 %); Scaridae 4 ekor (1,49 %) berat 195 g (1,85 %) (Lampiran 1, Gambar 11). Migrasi vertikal keluar terumbu karang dilakukan oleh jenis ikan predator dan aktif makan pada malam hari dan kembali lagi ke karang pada saat tidak aktif makan (Hobson, 1973 yang diacu Versteegh, 2003); (Spotte, 1992), jenis ini juga ditemukan tertangkap oleh fyke net seperti pada Famili: Lutjanidae sebanyak 11 ekor (4,09 %) berat 2.148 g (20,39 %); Lethrinidae sebanyak 6 ekor (2,23 %) berat 1.102 g (10,46 %); Serranidae 2 ekor (0,74 %) berat 332 g (3,15 %); Haemulidae 1 ekor (0,37 %) berat 310 g (2,94 %) (Gambar 11). Material utama penyusun fyke net yang berat (besi batangan 35 kg, jaring 5 kg) memberi dampak terhadap pengoperasian alat selama penelitian. Penanganan saat setting dan hauling membutuhkan tenaga yang kuat untuk mengangkat, menarik dan memindahkan fyke net selama penelitian. Kesulitan penanganan juga berasal dari keberadaan bahan-bahan terlarut di air dan yang menempel (fouling) pada jaring yang menambah beban saat diangkat dan harus senantiasa dibersihkan. Berdasarkan kenyataan ini maka pemilihan material yang tepat 42
sebagai penyusun fyke net yang terbuat dari bahan yang lebih ringan dan dapat mengurangi fouling perlu dipertimbangkan. Dimensi fyke net yang relatif besar dengan ukuran panjang 9 m dan lebar 2 m membutuhkan penanganan khusus dalam pengoperasiannya. Fyke net sebelum di-setting terlebih dahulu ditarik dari pantai menuju ke fishing ground. Demikian pula pengoperasian yang dilakukan secara berpindah-pindah, fyke net ditarik dengan posisi dibawah perahu yang memberi gesekan kepada air yang cukup besar untuk memperlambat laju dan olah-gerak perahu penarik. Posisi penarikan alat dibawah perahu memperbesar resiko kapal tersangkut karena membutuhkan jarak lebih besar terhadap dasar perairan. Berdasarkan uraian tersebut maka konstruksi fyke net disarankan mempertimbangkan kesulitan-kesulitan teknis dalam pengoperasiannya. Oleh karena itu maka perlu dipertimbangkan penelitian lanjutan yang memodifikasi bagian-bagian fyke net yang dapat dibongkar-pasang (portable). Konstruksi fyke net portable diharapkan lebih mempermudah dalam pengoperasian dan dapat menjadi pilihan nelayan yang masih menggunakan metoda penangkapan ikan yang merusak karang seperti pembiusan dan pengeboman serta pengoperasian bubu yang menggunakan karang hidup sebagai bahan penyamar untuk ikan karang masuk ke mulut bubu. 5.3 Hasil Tangkapan Fyke Net Berdasarkan berat hasil tangkapan ikan target lebih dominan yang umumnya bersifat karnivor seperti famili Lutjanidae, Serranidae, Lethrinidae dan Haemullidae (Gambar 12)(Lampiran 2b). Ikan target umumnya bersifat karnivor dan tertangkap dengan ukuran lebih besar walaupun dengan jumlah individu lebih sedikit. Ikan target karnivor yang tertangkap berukuran panjang 198-322 mm dengan berat 155-420 g sedangkan jumlah individu hanya 20 ekor (0,07 %). Ikan target karnivor tertangkap dengan jumlah individu relatif lebih sedikit diduga berhubungan dengan sifat soliter yang cenderung hidup menyendiri dan sifat kompetisi sesama jenis yang mengejar ikan lain untuk mempertahankan wilayah feeding ground sehingga ikan yang tertangkap fyke net terbatas pada ikan target 43
karnivor yang wilayah feeding ground-nya berada pada lokasi pemasangan fyke net. Ikan non-target berdasarkan jumlah individu tertangkap fyke net dominan karena umumnya berenang diseputar terumbu karang dan membentuk kawanan dalam berinteraksi dengan fyke net seperti pada Famili Pomacentridae, Labridae, Diodontidae, Scorpaenidae, Zanclidae (Gambar 11). Ikan non-target yang tertangkap fyke net adalah ikan karang yang bersifat migrasi horizontal (Spotte, 1992) dan berinteraksi dengan fyke net sebagai shelter (Furevik, 1994). Ikan migrasi horizontal yang tertangkap fyke net terdiri atas Famili Apogonidae, Holocentridae dan Scaridae (Lampiran 2b). Famili Apogonidae (Spesies Apogon exostigma) tertangkap dengan jumlah yang paling dominan yaitu 62 ekor (23,05 %), hal ini disebabkan sifat ikan ini yang membentuk kawanan sehingga tertangkap lebih banyak yaitu 4-8 ekor pada 10 hauling tertangkapnya. Famili Holocentridae (spesies Myripristis pralinia, Sargocentron diadema) juga tertangkap 39 ekor (14,50 %), kedua spesies ini bersifat migrasi nokturnal dan cenderung berdiam diri ditempat perlindungan sehingga dapat tertangkap oleh fyke net di 8 hauling. Ikan karang target seperti jenaha (Lutjanidae), lencam (Lethrinidae), kuniran (Mullidae) diduga tertangkap karena sifat ikan yang bermigrasi keluar karang secara horizontal untuk mencari makan sehingga dapat berinteraksi dengan fyke net yang terpasang di luar karang. Interaksi ikan setelah berada disekitar fyke net berhubungan dengan sifat tigmotaxis ikan yang cenderung mendekati bendabenda asing yang padat. Proses inilah yang kemudian menuntun ikan untuk menemukan celah menuju serambi yang akhirnya terkurung dalam kantong. Ikan karang target tertangkap pada kisaran panjang 198-322 mm dengan berat pada kisaran 155-420 g, hal ini menunjukkan fyke net menangkap ikan karang target pada ukuran yang layak dikonsumsi. Ikan non-target tertangkap pada kisaran panjang 71-137 mm dengan berat pada kisaran 9-155 g, hal ini menunjukkan ikan tertangkap yang relatif berukuran kecil dengan nilai ekonomis rendah dan merupakan komponen tangkapan sampingan (by-catch) sehingga disarakan untuk memperbesar ukuran mata jaring fyke net yang lebih besar dari ¾ 44
inci (2 cm). Penggunaan ukuran mata jaring fyke net yang lebih besar diharapkan akan mengurangi komponen by-catch hasil tangkapannya sehingga tetap menjaga konsistensi ekologis biodiversitas terumbu karang. Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian uji coba pengoperasian fyke net ternyata dapat menangkap ikan karang setelah dilakukan modifikasi pada bagian sayap dan mulut kantong. Keberhasilan pengoperasian fyke net selain ditentukan oleh modifikasi konstruksi juga pemilihan lokasi yang tidak pada koloni karang melainkan pada tubir karang yang memiliki areal lebih landai. Dasar perairan tubir karang yang tidak terdapat koloni karang memudahkan ikan karang target dengan sifat migrasi horizontal dan vertikal pada terumbu karang menurut Spotte (1992) (Veersteegh, 2003) akan mudah dideteksi keberadaan fyke net sebagai shelter (tempat berlindung) (Furevik, 1994) kemudian masuk ke dalam serambi dan akhirnya tertangkap. Migrasi horizontal dilakukan oleh jenis ikan karang non-target yang umumnya bersifat herbivor ( dan pemakan plankton yang juga ditemukan tertangkap oleh fyke net hal ini diduga karena ikan ini mendeteksi keberadaan fyke net juga sebagai shelter (Furevik, 1994). 5.3.1 Hasil Tangkapan Fyke Net Tipe A Hasil tangkapan fyke net tipe A dengan disain sayap dengan serambi didominasi kategori ikan target penangkapan yang membentuk kawanan baik berdasarkan jumlah maupun berdasarkan berat. Jumlah individu spesies ikan tertangkap dominan adalah pepetek (Secutor indicus) sebanyak 38 ekor (18,91 %) dengan jumlah kawanan 8-16 ekor, selanjutnya hasil tangkapan paling berat yaitu sembilang karang (Plotosus lineatus) seberat 1.165 g (13,19%) dengan jumlah kawanan 9-14 ekor. Famili Lutjanidae merupakan hasil tangkapan terberat pada fyke net tipe A hal ini disebabkan ikan yang tertangkap berukuran relatif lebih besar seperti umumnya ikan-ikan predator di terumbu karang. Famili Lutjanidae tertangkap seberat 2.148 g (24,31%) dari total tangkapannya (Lampiran 3b), selanjutnya ukuran tertangkap pada kisaran panjang 198 322 mm. Hal lain yang mendukung tertangkapnya Famili Lutjanidae pada fyke net tipe A adalah sifat ikan 45
yang bermigrasi horizontal Spotte (1992) (Veersteegh, 2003) keluar terumbu karang sehingga memungkinkan berinteraksi dengan fyke net. Famili Lutjanidae yang tertangkap umumnya bersifat soliter (Allen & Swainston, 1984) yaitu kakap jenaha (Lutjanus gibbus), kakap bengali (L. bengalensis,) tanda-tanda batu (L. decuscatus) dan tanda-tanda karang (L. sebae), hal ini sesuai hasil pengamatan yang menunjukkan masing-masing didapati hanya satu ekor pada hauling tertangkapnya pada fyke net tipe A. 5.3.2 Hasil Tangkapan Fyke Net Tipe B Hasil tangkapan fyke net tipe B (sayap tanpa serambi) berdasarkan jumlah didominasi ikan target yaitu pepetek (Secutor indicus, 27 ekor ; 39,71 %) sedangkan berdasarkan berat didominasi ikan non-target yaitu capungan (Apogon exostigma, berat 372 g; 21,8%). Jika hasil tangkapan digolongkan berdasarkan Famili, baik jumlah maupun berat hasil tangkapan didominasi ikan target Famili Leioghnatidae yaitu: 27 ekor (39,71%) dengan berat 372 g (21,8%). Sifat membentuk kawanan dan berinteraksi dengan fyke net sebagai shelter pada spesies Pepetek (S. indicus) yang merupakan penyebab utama ikan ini tertangkap dominan oleh fyke net tipe B, kenyataan saat hauling tertangkap dengan jumlah kawanan 5-9 ekor. Hal serupa juga terjadi pada capungan (A.exostigma), spesies ini juga cenderung membentuk kawanan dan berinteraksi dengan Fyke netsebagai shelter, kenyataan saat hauling tertangkap dengan jumlah kawanan 5-8 ekor. 5.4 Perbandingan Hasil Tangkapan Fyke Net Tipe A dan Tipe B Berdasarkan individu hasil tangkapan ikan karang berbeda sangat signifikan antara fyke net tipe A dan tipe B (A > 2,96*B) (Gambar 13). Hal ini menunjukkan disain fyke net yang menggunakan sayap dengan serambi lebih produktif dari segi jumlah hasil tangkapan dibanding disain sayap tanpa serambi. Hal serupa juga terjadi pada berat hasil tangkapan, Selanjutnya berat ikan karang hasil tangkapan juga berbeda sangat signifikan antara tipe fyke net A dan tipe B (A > 5,19*B) (Gambar 13). Hal ini menunjukkan bahwa disain fyke net 46
yang menggunakan sayap dengan serambi lebih produktif dari segi berat hasil tangkapan dibanding disain sayap tanpa serambi. Perbedaan hasil tangkapan ikan karang tipe A dan B ditinjau dari jumlah individu dan berat individu diduga berkaitan dengan perbedaan disain sayap. Disain sayap pada fyke net tipe A memiliki serambi sedangkan tipe B tidak memiliki serambi. Disain serambi pada tipe A memiliki celah pemasukan (entrance) untuk ikan dapat dengan mudah berenang masuk serambi tanpa menyadari bahwa telah terkurung pada serambi. Sedangkan serambi adalah ruang yang terbentuk di dalam fyke net yang memudahkan ikan berenang-renang mengitari dinding serambi yang berakhir pada mulut kantong. Oleh karena itu rancangan fyke net untuk kepentingan produktifitas hasil tangkapan ikan karang dengan penggunaan disain sayap dengan serambi menjadi pilihan yang tepat dibanding dengan sayap tanpa serambi. 5.5 Perbandingan Hasil Tangkapan Ikan Target setiap Tipe Fyke Net Jumlah individu hasil tangkapan ikan target berbeda sangat signifikan antara fyke net tipe A dan tipe B (A > 15,50*B)(Gambar 14). Selanjutnya berat ikan karang hasil tangkapan juga berbeda sangat signifikan antara tipe fyke net A dan tipe B (A > 10,56*B (Gambar 14). Perbedaan yang signifikan antara fyke net tipe A dan B berdasarkan jumlah dan berat hasil tangkapan ikan target menunjukkan disain sayap dengan serambi lebih efektif menangkap ikan target. Perbedaan hasil tangkapan ikan karang target tipe A dan B ditinjau dari jumlah individu dan berat diduga juga berkaitan dengan disain sayap. Disain sayap pada fyke net tipe A memiliki serambi sedangkan tipe B tidak memiliki serambi. Ikan karang target seperti kerapu (Serranidae) jenaha, tanda-tanda (Lutjanidae), lencam (Lethrinidae), biji nangka, kuniran (Mullidae) adalah ikan predator yang bermigrasi secara horizontal mencari mangsa di luar terumbu karang sehingga memudahkan ikan-ikan tersebut menemukan fyke net yang berada di tubir karang. Proses selanjutnya adalah interaksi ikan karang target tersebut dengan bagian-bagian sayap fyke net. Tipe A dengan sayap memiliki serambi membentuk area pelolosan ikan (escapement area) lebih kecil di banding 47
dengan tipe B yang tidak memiliki serambi. Area pelolosan ikan pada tipe A hanya terdapat pada celah horizontal dengan lebar 20 cm, sedangkan area pelolosan ikan pada tipe B lebih besar yaitu pada bagian atas sayap yang tidak memiliki serambi atau ikan berenang berbalik arah menjauhi mulut kantong fyke net. Berdasarkan uraian tersebut menunjukkan bahwa disain serambi lebih baik untuk menangkap ikan karang target 5.6 Perbandingan Hasil Tangkapan Ikan non-target setiap Tipe Fyke Net Hasil tangkapan ikan karang non-target fyke net tipe A dan B tidak menunjukkan perbedaan. Hal ini diduga berhubungan dengan lokasi penempatan fyke net yang terletak diluar koloni karang dan sifat ikan karang non-target yang umumnya herbivora dan berenang serta mencari makan hanya disekitar koloni karang sehingga interaksi dengan fyke net lebih rendah jika dibanding dengan ikan karang target. Dengan demikian menunjukkan bahwa penempatan fyke net luar di koloni karang tergolong upaya selektif terhadap tertangkapnya ikan karang nontarget ditinjau dari segi metode pengoperasian. Ikan non-target adalah komponen tangkapan sampingan (by-catch) seperti pepetek, capungan dan kakatua yang umumnya berukuran kecil dan secara ekonomis bernilai rendah. Jika dihubungkan ikan karang non-target dengan disain fyke net menunjukkan bahwa modifikasi fyke net tidak mempengaruhi peningkatan jumlah tangkapan ikan karang non-target sehingga modifikasi yang dilakukan tergolong ramah terhadap konsistensi ekologis terumbu karang 5.7. Kriteria keramahan Fyke Net Bila ditinjau dari segi selektivitas seperti kriteria yang dikemukakan Monintja (2000) yang diacu Arifin, menunjukkan bahwa fyke net adalah alat tangkap yang masih menangkap ikan dengan jumlah 21 spesies dan variasi ukuran pada kisaran dengan rentang panjang yang jauh (71-322 mm) dan rentang berat yang jauh (9-420 g). Dengan demikian optimasi yang dilakukan diarahkan kepada penurunan jumlah spesies yang tertangkap dan pada ukuran yang relatif 48
seragam. Upaya optimasi untuk mengurangi jumlah ikan kurang dari 3 spesies hasil tangkapan fyke net agak sulit dilakukan mengingat atribut biodiversitas yang tinggi pada terumbu karang. Optimasi yang lebih memungkinkan dapat dilakukan adalah upaya menyeragamkan hasil tangkapan fyke net dengan memperbesar ukuran mata jaring > 2 cm (2 cm yang digunakan selama penelitian) Kriteria keramahan alat tangkap yang dikemukakan Monintja (2000) yang diacu Arifin (2008) berdasarkan hasil tangkapan sampingan menunjukkan bahwa fyke net masih menangkap ikan non-target (by-catch) dengan jumlah individu 63,20 % (Gambar 12). Kriteria keramahan fyke net masih jauh dari harapan karena menangkap dengan jumlah lebih 3 spesies dan tidak laku/harga sangat rendah di pasar seperti capungan (Apogonidae), pepetek (Leioghnathidae), kakatua (Scaridae). Keramahan fyke net dapat ditingkatkan dengan memperbesar ukuran mata jaring fyke net yang lebih besar dari ¾ inci (2 cm). Penggunaan ukuran mata jaring fyke net yang lebih besar diharapkan akan mengurangi komponen by-catch hasil tangkapannya sehingga tetap menjaga konsistensi ekologis biodiversitas terumbu karang. Pengoperasian fyke net dalam menangkap ikan karang dilakukan pada tubir karang yaitu daerah landai yang berada di depan tubir karang dengan variasi kedalaman 5 25 m. Hasil penelitian berdasarkan secara observatif dengan melakukan penyelaman menunjukkan bagian-bagian fyke net dan alat bantu penangkapan tidak melakukan interaksi fisik dengan koloni terumbu karang. Hal ini didukung pula dengan pemanfaatan karung pasir sebagai pengganti jangkar untuk menahan fyke net sehingga kerusakan karang dapat dihindari. Bila ditinjau dari dampak pengoperasian alat tangkap seperti kriteria yang dikemukakan Monintja (2000) yang diacu Arifin, menunjukkan bahwa fyke net adalah alat tangkap yang tidak menimbulkan kerusakan terhadap habitat terumbu karang. Oleh Karena itu pengoperasian alat tangkap fyke net untuk menangkap ikan karang berdasarkan hasil penelitian dianggap ramah terhadap lingkungan. Prinsip penangkapan fyke net adalah tergolong alat tangkap yang pasif dan memiliki serambi dan sayap untuk mengarahkan ikan masuk ke kantong (Gambar 5). Berdasarkan hasil tangkapan fyke net menunjukkan bahwa ikan yang 49
tertangkap dalam posisi terkurung dalam kantong yang mulutnya di beri rigi-rigi penghalang (Gambar 4 dan 5). Ikan hasil tangkapan fyke net tertangkap dalam keadaan hidup dan dipindahkan ke palka sirkulasi pada perahu saat hauling. Kriteria keramahan alat tangkap yang dikemukakan Monintja (2000) yang diacu Arifin (2008) berdasarkan kualitas ikan hasil tangkapan menunjukkan bahwa fyke net tergolong alat tangkap yang ramah terhadap lingkungan karena hasil tangkapan dalam keadaan hidup yang tentunya memiliki kualitas yang tinggi. Dengan demikian pengoperasian fyke net dengan disain konstruksinya yang menjaga hasil tangkapan tetap hidup dapat dipertahankan. Hasil tangkapan terdiri atas 21 spesies yang terbagi ke dalam 11 famili. Famili yang tergolong ikan ekonomis yaitu Lutjanidae, Lethrinidae, Serranidae, Nemipteridae, Haemullidae dan ikan tangkapan sampingan adalah famili Leioghnatidae, Apogonidae, Scaridae, Plotosidae, Holocentridae. Ikan hasil tangkapan dalam keadaan hidup dan tidak menimbulkan kerusakan habitat dan kematian bagi individu lain yang bukan target penangkapan, hal ini disebabkan oleh pengoperasian fyke net yang pasif sehingga interaksi fisik bagian-bagain alat dengan terumbu karang tidak terjadi dan penempatan terumbu karang pada bagian tubir yang berada diluar terumbu karang menjamin biodiversitas terumbu karang. Rigi-rigi pada mulut kantong fyke net berfungsi untuk menghalangi penyu untuk tertangkap, sehingga konstruksi fyke net dapat menjamin tidak tertangkapnya hewan-hewan yang dilindungi seperti penyu. Oleh karena itu kriteria keramahan alat tangkap yang dikemukakan Monintja (2000) yang diacu Arifin (2008) berdasarkan dampak kepada biodiversitas dianggap optimum pada pengoperasian fyke net telah ramah lingkungan. 50