ISSN: Anita Rahmawati

dokumen-dokumen yang mirip
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penentuan metode dalam sebuah penelitian ilmiah merupakan langkah yang

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 23

Susti Rahmah Yulita S 1

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Eksperimen Semu (quasi

BAB III METODE PENELITIAN. berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 34. Rancangan penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 oktober sampai 18

Pengaruh Metode Karyawisata Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VII SMP Swasta Yapendak Tinjowan Tahun Pembelajaran 2013/2014

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. eksperimen. Tujuan penelitian yang menggunakan metode kuasi eksperimen

BAB III METODE PENELITIAN. semester genap tahun ajaran Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam mencapi satu tujuan. Penetapan metode yang digunakan merupakan hal

PENGARUH MEDIA TAYANGAN TALK SHOW KICK ANDY TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS HASIL WAWANCARA SISWA KELAS X SMA NEGERI 8 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen kuasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mempengaruhi pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBASIS LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI

PENINGKATAN PEMAHAMAN MATERI LEMBAGA PEMERINTAHAN DESA DAN KECAMATAN MELALUI MODEL BERMAIN PERAN. Bambang Turjayus

PENERAPAN METODE PANGALIRAN IMAJI (IMAGE STREAMING) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Eksperimen Semu (quasi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU GIZI PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 8 MEDAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam pelaksanaanya, penulis membuat dua kelompok yang pertama yaitu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional. Dalam penelitian ini definisi operasionalnya adalah

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DAN THINK PAIR SHARE DI SMA NEGERI PURWODADI

BAB III METODE PENELITIAN. Pembelajaran Advance Organizer terhadap hasil belajar siswa (Studi Kuasi

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS MACROMEDIA FLASH 8 TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI. Desi Ilva Maryani 1), Pargito 2), Irma Lusi 3)

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK USAHA DAN ENERGI KELAS VIII MTS N-3 MEDAN

OLEH: AYU RAKHMA NOVITA SARI NPM:

Oleh Nike Yesika Saragih ABSTRAK

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen karena peneliti tidak

III. METODE PENELITIAN. Lampung tahun ajaran 2011/2012 yang tersebar dalam sepuluh kelas yang berjumlah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang

PENGARUH JIGSAW TERHADAP PEMAHAMAN SISWA XI IPA MENGENAI FAKULTAS TEKNIK DI SMA 36 JAKARTA

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 7 UBUKLINGGAU.

Perbedaan Hasil Belajar Fisika melalui Penerapan Metode Problem Solving dan Metode Konvensional di SMP Negeri Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2011/2012

12Ilmu. Penelitian Eksperiman. Sri Wahyuning Astuti, S.Psi. M,Ikom

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap orang termasuk peserta didik memiliki rasa ingin tahu (curiousity),

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Bandar

Wiwik Andriyani 1), Dr.H. Suratno, M.Pd 2), Rosmiati, S.Pd, M.Pd 3)

BAB III METODE PENELITIAN. exsperimen (eksperimen semu) dengan desain Nonequivalent Control Group

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Persada Bandar

PEMANFAATAN KOMIK STRIP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UM METRO

BAB III METODE PENELITIAN

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN QUIZ TEAM PADA MATA KULIAH LOGIKA KOMPUTER DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA

Pengaruh Model Problem Based Learning Menggunakan Simulasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Gerak Lurus Kelas VII MTs Bou

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang sesuai dengan jenis penelitian yang akan dilaksanakan. Metode tersebut

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi

BAB III METODE PENELITIAN. bentuk Nonequivalent Control Group Design karena pada kenyataanya penelitian

PENGARUH PENGUNAAN METODE EVERYONE IS TEACHER HERE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SDN 1 MIDANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL TUTORIAL UNTUK PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK

Iramaya Fridayanti Sinaga dan Nurdin Siregar Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan ABSTRAK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuasi eksperimen (quasi

Journal of Arabic Learning and Teaching

BAB III METODE PENELITIAN. sungguhan (true experimental research) dan semu (quasi experimental research).

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA semester genap SMA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Pendekatan Penelitian dan Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif,

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang dilaksanakan secara terencana dan cermat dengan maksud

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I Natar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen semu (quasi experiment). Sugiyono (2010:114) mengemukakan

BAB III METODE PENELITIAN. berbeda dengan metode eksperimen. Metode kuasi eksperimen ini merupakan

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 PERCUT SEI TUAN T.A 2012/2013

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakkan seluruh subjek dalam kelompok belajar untuk diberi perlakuan

Transkripsi:

Pengaruh Media Animasi Terhadap Pemahaman Matakuliah Sistem Reproduksi Pada Mahasiswa Semester V Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima Tahun 2015/2016 Anita Rahmawati Abstrak; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Media Animasi Terhadap Pemahaman Mata Kuliah Sistem Reproduksi. Penelitian ini dilakukan di STKIP Bima. Dengan menggunakan metode quasi eksperimen. sampel diambil secara purposive sampling dari 2 kelas yang berjumlah 32 dan 30 Mahasiswa dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok control. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrument tes tingkat pemahaman. Tingkat pemahaman mahasiswa kelompok eksperimen lebih tinggi (mean = 71,56 dan simpangan baku = 9,22) daripada kelompok kontrol (mean = 61,13 dan simpangan baku = 10,7) dan dari hasil perhitungan uji-t diperoleh nilai thitung sebesar 4,18 sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 0,05 sebesar 2,000 atau t hitung > t tabel. Maka dapat disimpulkan menolak Ho yang menyatakan ada pengaruh antara pembelajaran media animasi terhadap pemahaman mata kuliah system reproduksi diterima atau disetujui. Kata Kunci: Pengaruh Media Animasi, Tingkat Pemahaman, Sistem Reproduksi. PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan mengajar adalah salah satu tantangan terbesar, dimana bukan hanya penguasaan materi tetapi juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi, antusisme, kreativitas dan flesibilitas dalam mengajar. Andri hakim (2010) mengatakan mengajar adalah suatu bentuk komunikasi dengan tingkatan kompleksitas yang tinggi. Dan oleh sebab itu maka di katakan bahwa mengajar adalah suatu seni, sekaligus merupakan ilmu pengetahuan yang di latih dan dapat di pelajari. Seperti yang di kemukakan oleh Robert Gagne (1989) mengajar adalah seni, tetapi itu hanya terdapat di prakteknya saja untuk dapat memperindah estetika dalam penampilannya, contohnya adalah seni di dalam berinteraksi dan melakukan komunikasi, seni dalam mengatur lingkungan untuk membuat siswa menjadi senang belajar, seni dapat membangkitkan motivasi dan lain-lainnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI mendefinisikan bahwa teknologi merupakan suatu keseluruhan sarana untuk menyediakan barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan juga kenyamanan hidup manusia. Dari pernyataan Kamus besar bahasa Indonesia tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa teknologi merupakan suatu metode ilmiah untuk kepentingna praktis yang dapat 16 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 5 Nomor 1 April 2016

bermanfaat bagi kebutuhan dan juga kenyamanan hidup manusia. Seiring berkembangnya peradaban manusia, teknologipun ikut berkembang. Perkembangan teknologi ini berdampak pada bermuncul nya berbagai macam kegiatan berbasis teknologi, termasuk dalam dunia pendidikan yang salah satunya adalah media pembelajaran sebagai alat bantu tercapainya tujuan pendidikan. Materi system reproduksi sangat kompleks dikarenakan hanya gambar yang di tampilkan dalam buku, dan untuk lebih jelasnya dijabarkan dengan tulisan, oleh sebab itu media animasi diharapkan mampu menjelaskan secara detail tentang system reproduksi, diamana dapat memberikan visual tentang proses dan cara kerja system reproduksi. Media sendiri di desain untuk mampu memberikan pemahaman lebih rinci tentang organ-orang dan fungsinya, sehingga memberikan kemudahan dalam proses belajar mengajar. METODE Penelitian ini dilaksanakan dengan kuasi-eksperimen. Kelompok pertama kelas eksperimen melakukan pembelajaran dengan media animasi yang mengintegrasikan nilai. Kelompok kedua adalah kelompok kelas kontrol atau kelompok pembanding melakukan pembelajaran secara normal. Tujuan Penelitian kuasi-eksperimen adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan/atau memanipulasikan semua variabel yang relevan. Dalam penelitian ini, tidak dilakukan randomisasi untuk memasukan subjek ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, melainkan menggunakan kelompok subjek yang sudah ada sebelumnya. Setelah ditentukan kelompok eksperimen dan kelompok control selanjutnya kedua kelompok mengalami proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran tersebut kedua kelompok itu mendapat porsi sama dalam hal waktu dan SK/KD. Perbedaanya, bahwa untuk kelompok eksperimen proses belajar menggunakan media animasi, sedangkan kelompok kontrol proses belajar mengajarnya normal. Sebelum proses belajar dilaksanakan kedua subjek penelitian diberi pretest dan setelah proses belajar mengajar dilaksanakan kedua subjek penelitian tersebut diberi postes. Hasil dari tes kedua kelompok ini dianalisis untuk dicari perbedaannya. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonrandomzed Control-Group Pretest-Postest 17 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 5 Nomor 1 April 2016

Design (Pretes-Postes Kelompok Kontrol Tidak Secara Random). Sukardi (2007). Desain penelitian yang digunakan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Desain Penelitian Kelompok Eksperimen Kontrol Keterangan: Pre Test Y1 Y1 Treatment (Variabel Bebas) X - Post Test Y2 Y2 Y1 : Pretest yang diberikan sebelum kegiatan pembelajaran X : Pembelajaran dengan media animasi yang mengintegrasikan nilai - : Pembelajaran secara konvensional Y2 : Postest yang diberikan setelah kegiatan pembelajaran HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan, maka diperoleh data pre test dan Post-test pada kelompok eksperimen dengan jumlah mahasiswa 32 orang dengan jumlah nilai 1375. Table 2. Nilai Hasil Pre-test dan Pos-test Mahasiswa Kelompok Eksperiment dan Kontrol No Eksperimen Kontrol Pretestest Post- No Pre-test Posttest 1 50 80 1 30 45 2 45 75 2 40 50 3 60 85 3 45 55 4 35 70 4 50 65 5 50 75 5 40 50 6 40 65 6 35 65 7 40 65 7 50 70 8 60 90 8 45 65 9 40 70 9 45 65 10 55 70 10 50 65 11 40 75 11 40 50 12 30 65 12 40 50 13 45 80 13 50 75 14 40 70 14 35 70 15 50 75 15 40 50 16 50 80 16 35 55 17 50 75 17 45 65 18 45 75 18 30 40 19 40 65 19 35 55 20 40 70 20 40 50 21 40 75 21 60 80 22 45 80 22 50 65 23 35 70 23 40 70 24 35 75 24 25 55 25 35 75 25 40 65 26 50 80 26 50 55 27 30 65 27 40 45 28 50 80 28 45 65 29 50 75 29 50 70 30 40 65 30 40 50 31 25 55 1260 1775 32 35 65 1375 2335 Dari hasil perhitungan didapat nilai thitung sebesar 2,27 dan ttabel sebesar 2,00. Dengan begitu memenuhi kriteria pengujian ttabel thitung atau 2,00 2,27. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima pada taraf kepercayaan 0.95. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan data berupa hasil tes tentang tingkat pemahaman terhadap matakuliah system reproduksi, serta respon mahasiswa terhadap pembelajaran dengan media 18 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 5 Nomor 1 April 2016

animasi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan pembelajaran dengan media animasi terhadap pemahaman mata kuliah system reproduksi. Sebelum dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media animasi, kegiatan pembelajaran berpusat pada dosen. Aktivitas mahasiswa dapat dikatakan hanya mendengarkan penjelasan dari dosen. Sehingga mahasiswa kurang mampu mengemukakan dan mengaplikasikan ide pada bermacam situasi serta kurang memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam kerja ilmiah. Akibatnya mahasiswa kurang menguasai konsep yang sedang dipelajari. Berdasarkan tes tertulis di awal pembelajaran, yang selanjutnya dilakukan uji kesamaan dua rata-rata pretest diketahui bahwa tingkat pemahaman mahasiswa kedua kelompok penelitian menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa pada kedua kelompok penelitian memiliki pengetahuan yang sama tentang system reproduksi. Pada pertemuan pertama aktivitas belajar masih belum tercapai dengan optimal. Dalam diskusi kelompok masih banyak mahasiswa yang sibuk mengobrol, bercanda, mengganggu kelompok lain. Pada saat mepresentasikan hasil temuannya di depan kelas jumlah mahasiswa yang bertanya maupun yang menanggapi pertanyaan masih sedikit dan terbatas hanya pada mahasiswa yang berkemampuan lebih dan memiliki keberanian. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan mahasiswa sebelumnya yaitu mahasiswa lebih banyak mendengarkan dan mencatat informasi yang disampaikan oleh guru dan sering menunggu penjelasan guru. Pada pertemuan kedua dan ketiga mahasiswa terlihat lebih bertanggung jawab misalnya serius dalam melaksanakan penyelidikan dan jujur dalam pengambilan data, selain itu mahasiswa sangat antusias dan bersemangat dalam menyampaikan ide dan gagasannya dalam pembelajaran. Ide gagasan tersebut harus dihargai dan mahasiswa diberi kesempatan mengembangkan ide dan kreatifitasnya. Penggunaan media animasi pada kelompok eksperimen memberikan tingkat pemahaman yang lebih tinggi terhadap mata kuliah system reproduksi dibandingkan dengan tingkat pemahaman kelompok kontrol.. Hal ini dibuktikan dari hasil nilai rata- rata posttest yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol dan hasil uji kesamaan dua rata-rata posttest yang 19 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 5 Nomor 1 April 2016

menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor posttest kelompok control. Selain itu, nilai rata-rata normal gain kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil uji-t pada normal gain, yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan normal gain antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, pada taraf kepercayaan 95% diperoleh nilai yang menunjukkan bahwa normal gain pada kelompok eksperimen berbeda secara signifikan dari kelompok control. Adapun sikap mahasiswa setelah diberikan penjelasan tentang system reproduksi menunjukkan respon yang positif. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan data angket mahasiswa sebanyak 78% menjawab cukup menilai bahwa pembelajaran system reproduksi sangat penting untuk dipelajari. Berdasarkan pernyataan di atas, seorang pendidik dituntut untuk memiliki kemampuan untuk memilih dan menentukan metode dan media pembelajaran yang bervariasi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Hal tersebut diantaranya adalah pemilihan metode dan pendekatan yang tepat untuk suatu konsep yang akan disampaikan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh nilai t-hitung 2,27 lebih besar dari t-tabel 2,00, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pada penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran menggunakan media animsi terhadap pemahaman mata kuliah system reproduksi pada mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima Tahun 2015/2016. DAFTAR PUSTAKA Andri Hakim, 2010. Hypnosis In Teaching, Jakarta: Visi Media. Arikunto, Suharsimi., 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. Arsyad, Azhar, 2003. Media Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Pers. Bararah, V. Fajri, EM Zul, Ratu Aprilia Senja. 2008. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Difa Publisher. Gagne. Robert M, 1989. Kondisi Belajar dan Teori Pembelajaran. (terjemah Munandir). PAU Dirjen Dikti Depdikbud. Jakarta. Nana Sudjana., 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Rusman. 2012. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer : Mengembangkan Profesionalisme Guru Abad 21. Bandung: Alfabeta. Sukardi, 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, Jakarta: PT. Bumi Aksara 20 Oryza Jurnal Pendidikan Biologi Volume 5 Nomor 1 April 2016