Pedoman Pola Pengasuhan Taruna 2014

dokumen-dokumen yang mirip
TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG SEKOLAH UNGGUL Tahun Pelajaran 2017/2018

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SEKOLAH UNGGUL SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG SEKOLAH UNGGUL Tahun Pelajaran 2016/2017

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI)

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

PEMERIKSAAN KESEGARAN JASMANI ANAK USIA SEKOLAH LANJUTAN. Oleh: Cerika Rismayanthi, M.Or NIP

TATA TERTIB PESERTA POSTER 2016

3. Tata tertib ini wajib ditaati oleh semua siswa selama mereka masih berlajar di SMK. BONAVITA TANGERANG.

Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Kewajiban Siswa

JADWAL KEGIATAN STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS (SPESIVIK) XI 2016

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

TATA TERTIB STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS X (SPESIVIK X) A. TATA TERTIB SPESIVIK

Ditulis oleh Administrator Selasa, 21 Desember :32 - Terakhir Diperbaharui Senin, 27 Desember :28

Latihan Kekuatan Otot Tubuh Bagian Atas

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI

TATA KRAMA DAN TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 1 SIDOARJO

PEMERINTAH KOTA BEKASI DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 KOTA BEKASI Jalan KH. Agus Salim No. 181 Telp Fax Bekasi 17112

BAB III METODE PENELITIAN

PERATURAN PKKMB FIK UNESA 2017 TATA TERTIB PKKMB

LAMPIRAN 7. Prosedur Pelaksanaan Tes. Prosedur tes : pernafasan atau dapat pula untuk mengukur VO2 Max. kebutuhan

BAB V KEBUGARAN JASMANI. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 117

1. Peraturan Tata Tertib Kehidupan Kampus Dalam rangka menjaga ketertiban kampus, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan mahasiswa di lingkungan

PENERAPAN ETIKET PERSIAPAN Waktu menghubungi yang tepat 3. Lama pembicaraan. 5. Kuasai masalah yang di bicarakan

KEPUTUSAN KEPALA SMA NEGERI 1 PURI KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR: / 660 / / 2017 TENTANG

INGAT: DIISI DITANDATANGANI DIKEMBALIKAN KE SEKOLAH

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jl.Sekolah pembangunan NO. 7A Medan Sunggal

PERATURAN SISWA. Setiap siswa/ siswi Madrasah Aliyah YATPI wajib mengikuti ketentuanketentuan

DOKUMEN INSTRUMEN PENILAIAN UJIAN KETERAMPILAN

Kecakapan Antar Personal

PERATURAN DAN TATA TERTIB RUSUNAWA MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA

TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI 10 PADANG TP 2007/2008

BAB III METODE PENELITIAN

PANDUAN. PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB) Tahun 2017/2018

INFORMASI ACARA UPH SURABAYA FESTIVAL 06 TAHUN 2013

BAB III METODE PENELITIAN. membuktikan sesuatu atau untuk mencari sebuah jawaban.

OKK TAHUN 2010 UNDIKSHA PANITIA PELAKSANA 0KK TAHUN 2010 BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA TERSEDIA:

2. Tata tertib ini sifatnya mengikat dan wajib ditaati oleh seluruh siswa

Mencetak manusia yang unggul dalam intelektual dan keterampilan dalam bidang akuntansi serta terpuji dalam moral

A. Daya Tahan dan Kekuatan Otot

PERATURAN PESERTA OSMARU COR 2015

BAB III METODE PENELITIAN

PERATURAN ASRAMA SMP PRESIDEN

tempat umum gambar 1

PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB) PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA UNIVERSITAS NEGERI PADANG TAHUN AKADEMIK 2013/2014

BAB III METODE PENELITIAN

INFORMASI ACARA UPH SURABAYA FESTIVAL 08 TAHUN 2015

Suplemen untuk mendukung Perut Sixpack Anda

PERATURAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 78 JAKARTA NOMOR 165 TAHUN 2011 TENTANG TATA TERTIB PESERTA DIDIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBAR KESEDIAAN DALAM PENELITIAN. Penelitian yang berjudul : Hubungan status gizi dengan tingkat kebugaran pada siswa kelas XI SMAN 1 Palimanan.

Suplemen untuk mendukung Perut Sixpack Anda

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG TATA TERTIB KERJA PEGAWAI BADAN NARKOTIKA NASIONAL

II. TINJAUAN PUSTAKA. (Casady, Mabes, dan Alley :1971) yang dikutip oleh Sudarno,SP (1992:9)

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut di atas diperlukan tata tertib siswa yang terdiri dari hak, kewajiban, larangan dan sanksi.

TATA TERTIB SEKOLAH SD NEGERI 01 DUKUH

KEWAJIBAN Setiap peserta didik mempunyai kewajiban sebagai berikut : 1. Memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila serta mentaati semua ketentuan

ketertiban biasakanlah mematuhi tata tertib tata tertib melatih sikap disiplin sejak kecil kita disiplin sudah besar jadi orang berguna

BAB III METODE PENELITIAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB III METODE PENELITIAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG

Petunjuk Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia. 1) lintasan lurus, datar, tidak licin, berjarak 30 meter, dan mempunyai

Template Standar Powerpoint Etik UMB

Memelihara kebersihan lingkungan merupakan salah satu contoh aturan yang ada di masyarakat.

INFORMASI ACARA UPH FESTIVAL 19 TAHUN /UPHFes19/VII/2012

TATA TERTIB PENGENALAN PROGRAM STUDI (PPS) STIKES JENDERAL A. YANI CIMAHI TAHUN 2017/2018

PANITIA PEMILIHAN RAYA IKATAN KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA

PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 57 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lampiran 1. Data Siswi Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola Putri SMP Negeri 2 Pengasih Tahun 2012

Denah Lokasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Langsa KANTOR PU TEMPAT TEMU BESUK KANTIN

Lampiran 3. Petunjuk Pelaksanaan TKJI untuk Anak Usia Tahun. Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan.

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian dari Fakultas

Amatilah gambar berikut dengan cermat! Perhatikan penjelasan guru! Ayo membersihkan kelas! Siapkan alat dan bahan! Bagaimana cara melakukannya?

TATA TERTIB PKK MABA BAGI MAHASISWA BARU FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2015 BAB I PESERTA PKK MABA FIA UB 2015.

BAB III METODE PENELITIAN. 2002: 108). Sedangkan menurut (Sudjana, 1996: 6) populasi adalah totalitas

MENDIDIK (Educating), MENGINSPIRASI (Inspiring) dan MEMBENTUK (Transforming) Siswa untuk menjadi yang terbaik dalam dunia media

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian

SMA NEGERI 23 JAKARTA KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT. KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 23 JAKARTA Nomor : 22 Tahun 2015 TENTANG

WALIKOTA YOGYAKARTA PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB SEKOLAH

KODE ETIK KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

KODE ETIK KEHIDUPAN KAMPUS BAGI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

Bentuk-bentuk latihan kebugaran bagi atlet Oleh : Teguh Santoso


BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH

BAB IV ANALISIS PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PEMBINAAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI 3 WARUNGASEM KABUPATEN BATANG

METODOLOGI PENELITIAN

UNDANG-UNDANG PONDOK PESANTREN ROUDLOTUSSOLIHIN

METODE PENELITIAN. perlakuan (treatment), seperti pendapat Thomas dan Nelson (1997:352).

Lampiran 8. Petunjuk Pelaksanaan Tes Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk Umur tahun TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA UNTUK UMUR TAHUN

1 Asimetri Kemampuan usia 4 bulan. selalu meletakkan pipi ke alas secara. kedua lengan dan kepala tegak, dan dapat

PANITIA PEMILIHAN RAYA IKATAN KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA

BAB III METODE PENELITIAN

SMA NEGERI 10 SAMARINDA

Perancangan Teknik Industri 2

Olahraga Bagi Orang yang Sibuk Di Kantor

Lampiran 1: Lembar Permohonan Pembimbing Tugas Akhir Skripsi

MENINGKATKAN NILAI KEINDONESIAN MELALUI UPACARA BENDERA DI SEKOLAH DASAR

AKTIVITAS PENGEMBANGAN DAN KESEHATAN

Transkripsi:

3. Program latihan fisik semester 3-6 Tabel 6. 31 Latihan fisik semester 3-6 (minggu 1) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Jump Rope (1-2) 3 x 1' (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Med.Ball Throw (5kg) 10x2 (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 4 x 30" (15mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) - Jogging 5 mnt., Releksasi, Stretching - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Motorik - Stretching Balestic, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Sprint 20m (3x). SELASA - Running ABC (20mnt) JUMAT - Game Beberapa Cabor (60') - Jalan di Atas Garis Lurus (10mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Stretching Seluruh Tubuh (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll (Sendiri & Berpasangan) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 76

Tabel 6. 32 Latihan fisik semester 3-6 (minggu 2) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Squat Jump 5 x 30" (15mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Squat Thrust 4 x 1' (15mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 5 x 30" (15mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) Motorik - Stretching Balestic, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Sprint 20m (3x). SELASA - Lader (3x7 jns). (20mnt) JUMAT - Hijau-Hitam (10x) (10mnt) - Renang (60') - Side Step (multi bench) 4x1' (20mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - In-Out Step to the Box (20mnt) Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 77

Tabel 6. 33 Latihan fisik semester 3-6 (minggu 3) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Jump Rope (1-2) 3 x 1' (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Med.Ball Throw (5kg) 10x2 (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 4 x 30" (15mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) Motorik - Stretching Balestic, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Sprint 20m (3x). SELASA - Body Twist Walk (20m) 2x3.* (10mnt) JUMAT - Game Beberapa Cabor (60') - Russian Dance (5x30") (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - One Leg Lateral Box (3x1') (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Walking on the block (20m) (10mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 78

Tabel 6. 34 Latihan fisik semester 3-6 (minggu 4) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Squat Jump 5 x 30" (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Squat Thrust 4 x 1' (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 5 x 30" (20mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching statis. - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching statis. Motorik - Stretching Balestic, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Sprint 20m (3x). SELASA - Running ABC (20mnt) JUMAT - Jalan Jinjit di Atas Garis (10mnt) - Renang (60') - Jalan Tumuit di Atas Garis (20mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Stretching Seluruh Tubuh (Sendiri & Berpasangan) Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Catatan: Intensitas dan volume latihan fisik selama semester 3-6 bersifat fleksibel Program latihan bulanan adalah pengulangan latihan mingguan Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 79

4. Program latihan fisik semester 7-8 Tabel 6. 35 Latihan fisik semester 7-8 (minggu 1) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Jump Rope (1-2) 3 x 1' (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Med.Ball Throw (5kg) 10x2 (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 4 x 30" (15mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) Motorik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SELASA - Running ABC (20mnt) JUMAT - Game Beberapa Cabor (60') - Jalan di Atas Garis Lurus (10mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Stretching Seluruh Tubuh (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 80

Tabel 6. 36 Latihan fisik semester 7-8 (minggu 2) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Squat Jump 5 x 30" (15mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Squat Thrust 4 x 1' (15mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 5 x 30" (15mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) Motorik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SELASA - Lader (3x7 jns). (20mnt) JUMAT - Hijau-Hitam (10x) (10mnt) - Renang (60') - Side Step (multi bench) 4x1' (20mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - In-Out Step to the Box (20mnt) Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 81

Tabel 6. 37 Latihan fisik semester 7-8 (minggu 3) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Jump Rope (1-2) 3 x 1' (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Med.Ball Throw (5kg) 10x2 (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 4 x 30" (15mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) Motorik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SELASA - Body Twist Walk (20m) 2x3.* (10mnt) JUMAT - Game Beberapa Cabor (60') - Russian Dance (5x30") (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - One Leg Lateral Box (3x1') (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Walking on the block (20m) (10mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 82

Tabel 6. 38 Latihan fisik semester 7-8 (minggu 4) H A R I MATERI H A R I MATERI Plyometrik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SENIN - Game Beberapa Cabor (60') KAMIS - Squat Jump 5 x 30" (20mnt) Sepakbola, Futsal, Bolavoli, - Squat Thrust 4 x 1' (20mnt) Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Tuck Jump 5 x 30" (20mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Clap Push Up (3x15) (15mnt) - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching statis - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching statis. Motorik - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Stretching Dinamis, Sprint 20m (3x). SELASA - Running ABC (20mnt) JUMAT - Jalan Jinjit di Atas Garis (10mnt) - Renang (60') - Jalan Tumuit di Atas Garis (20mnt) - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') - Stretching Seluruh Tubuh Pemanasan : - Stretching Statis, Jogging 5 mnt., Inti : RABU - Game Beberapa Cabor (60') SABTU Off Season Sepakbola, Futsal, Bolavoli, Bolabasket, Tenis meja, Tenis, dll - Sit-Up, Push-Up, Back-Up, (5x1') (30') Pendinginan : - Jogging 5 mnt., Relaksasi, Stretching statis. Catatan : Jumlah hari latihan wajib min. 2x seminggu; Terdiri dari 1 hari latihan fisik, dan 1 hari latihan game cabang olahraga. Istirahat BPSDM PERHUBUNGAN 83

6.1.3. Kegiatan penutup 1. Setelah selesai melaksanakan latihan kebugaran jasmani, dilakukan gerakan pendinginan yang berguna untuk menormalkan kembali aliran darah. Gerakan pendinginan dapat dilakukan melalui relaksasi dan gerakan peregangan otot sesudah latihan. 2. Tutuplah gerakan pendinginan dengan melakukan gerakan ambil nafas bebas. Posisi tubuh berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu, kedua tangan dijulurkan ke bawah, badan membungkuk lalu angkat ke atas sambil tarik nafas kemudian buang nafas saat badan dibungkukkan ke bawah. Lakukan gerakan ambil nafas bebas sebanyak 3x. 3. Pengakhiran. a. Setelah selesai melaksanakan latihan fisik, Taruna/i berkumpul di tempat yang tentukan untuk dilakukan pengecekan personel. b. Pelatih membuat laporan mengenai kegiatan kebugaran jasmani. 6.1.4. Evaluasi kebugaran jasmani Pelaksanaan evaluasi/tes kebugaran jasmani dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kebugaran yang dimiliki oleh Taruna/i. Pelaksanaan tes kebugaran jasmani dibagi berdasarkan kelompok, yang dilakukan setiap 6 bulan sekali. Sebelum pelaksanaan tes kebugaran jasmani, Taruna/i harus dipastikan dalam keadaan sehat. Tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut: 1. Sprint Sprint atau lari cepat bertujuan untuk mengukur kecepatan. Kategori jarak yang harus ditempuh adalah sprint sejauh 60 meter dengan ketentuan pencatatan waktu dilakukan dalam satuan detik dengan satu angka dibelakang koma. Kriteria penilaian tesnya adalah: Tabel 6. 39 Kriteria penilaian sprint Nilai Taruna Taruni 5 s/d 7.2 detik s/d 8.4 detik 4 7.3 8.3 detik 8.5 9.8 detik 3 8.4 9.6 detik 9.9 11.4 detik 2 9.7 11.0 detik 11.5 13.4 detik 1 11.1 detik keatas 13.5 detik keatas BPSDM PERHUBUNGAN 84

2. Pull up Pull up bertujuan untuk mengukur kekuatan otot lengan dan bahu. Gerakan pull up dilaksanakan selama 1 menit. Penilaian untuk Taruna dihitung frekuensinya, sedangkan untuk Taruni yang dihitung adalah waktunya. Sebelum tes dimulai pelatih memberikan contoh tata cara pelaksanaan pull up yang benar. Gerakan pull up yang dihitung adalah gerakan yang dilaksanakan secara benar. Kriteria penilaian pull up adalah sebagai berikut: Tabel 6. 40 Kriteria penilaian pull up Nilai Taruna Taruni 5 19 keatas 40 detik keatas 4 14-18 kali 20-39 detik 3 9-13 kali 8-19 detik 2 5-8 kali 2-7 detik 1 0-4 kali 0-2 detik 3. Sit up Sit up bertujuan untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot perut. Sebelum tes dimulai pelatih memberikan contoh tata cara pelaksanaan sit up yang benar. Sit up dilaksanakan secara bergilir per kelompok orang peserta yang pelaksanaannya selama 1 menit. Gerakan sit up yang dihitung hanya jika gerakan dilaksanakan dengan benar. Kriteria penilaian sit up yaitu: Tabel 6. 41 Kriteria penilaian sit up Nilai Taruna Taruni 5 41 keatas 29 keatas 4 30-40 kali 20-28 kali 3 21-29 kali 10-19 kali 2 10-20 kali 3-9 kali 1 0-9 kali 0-2 kali BPSDM PERHUBUNGAN 85

4. Vertical jump Tes ini bertujuan untuk mengukur daya ledak otot tungkai. Ukuran papan skala selebar 30 cm dan panjang 150 cm, dimana jarak antara garis skala satu dengan yang lainnya masing-masing 1 cm. Papan sekala ditempelkan di tembok dengan jarak skala nol (0) dengan lantai 150 cm. Pertama berdiri menyamping papan skala dengan mengangkat tangan keatas ukur tinggi yang didapat, kemudian lakukan lompatan setinggi mungkin sebanyak tiga kali, tiap lompatan dicatat tinggi yang diperoleh kemudian ambil yang tertinggi, selisih antara raihan tertinggi dengan pengukuran yang pertama saat tidak melompat adalah hasil vertical jump. Dengan kreteria penilaiannya Tabel 6. 42 Kriteria penilaian vertical jump Nilai Taruna Taruni 5 73 cm keatas 50 cm keatas 4 60-72 cm 39-49 cm 3 50-59 cm 31-38 cm 2 39-49 cm 23-30 cm 1 Dibawah 39 cm Dibawah 23 cm 5. Lari jarak sedang a. Lari jarak sedang dilakukan untuk mengukur daya tahan paru, jantung, dan pembuluh darah. Tes yang dilakukan adalah lari sejauh 1200 meter. Pada tes ini nilai kebugaran didasarkan kepada waktu tempuh. Lari dilaksanakan mulai dari garis start sampai dengan garis finish tanpa henti. Apabila terasa lelah dapat diselingi dengan jalan akan tetapi tidak diperbolehkan untuk berhenti. b. Urutan pelaksanaan tes: 1) Taruna/i melaksanakan pemanasan dan peregangan sebelum melaksanakan tes 2) Taruna/i menuju garis start yang telah ditentukan sambil memperhatikan aba-aba dari pelatih 3) Taruna/i lari sejauh 1200 meter setelah mendengar aba-aba ya atau peluit 4) Setelah sampai di garis finish, pelatih mencatat waktu yang ditempuh oleh Taruna/i. BPSDM PERHUBUNGAN 86

c. Kriteria penilaiannya sebagai berikut: Tabel 6. 43 Kriteria penilaian Lari jarak sedang Nilai Taruna Taruni 5 Sd 3 14 Sd 3 52 4 3 15-4 25 3 53-4 56 3 4 26-5 12 4 57-5 58 2 5 13-6 33 5 59-7 23 1 Dibawah 6 33 Dibawah 7 23 6. Penilaian tes kebugaran jasmani Kriteria katergori kebugaran dilakukan dengan menjumlahkan semua nilai dari lima item tes tersebut, kemudian dicocokkan dengan tabel berikut: Tabel 6. 44 Kriteria tes kebugaran jasmani No Jumlah Nilai Klasifikasi 5 22-25 Baik Sekali (BS) 4 18-21 Baik (B) 3 14-17 Sedang (S) 2 10-13 Kurang (K) 1 05-09 Kurang Sekali (KS) BPSDM PERHUBUNGAN 87

BAB VIIA KRAMA STANDAR PRILAKU / TATA KRAMA 7.1. Hubungan Antar Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan 1. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan yang tingkatnya lebih tinggi harus : a. Dapat dijadikan contoh bagi Taruna/i yang tingkatnya lebih rendah dalam ketaatan terhadap aturan, sopan santun dan tingkah laku serta kerapihan dan kebersihan dalam penampilan. b. Selalu memberikan bimbingan dan bantuan kepada Taruna/i yang tingkatnya lebih rendah, untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi terutama di bidang akademis. 2. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan yang tingkatnya lebih rendah harus: a. Menghargai perintah dan nasihat dari Taruna/i yang lebih tinggi tingkatannya. b. Sopan santun dalam tutur kata dan tindak tanduk, berpenampilan rapih serta menjaga kebersihan badan maupun perlengkapan atau atribut. c. Mencontoh dan meneladani serta mengembangkan hal-hal positif yang telah dicontohkan Taruna/i yang lebih tinggi tingkatannya. 3. Hubungan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan sesama tingkat harus saling bekerja sama dan menghormati. 4. Semua Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus berusaha menegakkan dan menghidupkan korps Taruna/i yang sehat, kreatif dan dinamis. 7.2. Hubungan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dengan Generasi Muda Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dalam menjalin hubungan dengan generasi muda senantiasa menjunjung tinggi budaya bangsa, pemegang teguh Pancasila dan UUD 1945. Bentuk hubungan Taruna/ dengan generasi muda berupa kemitraan dalam mengembangkan program pendidikan melalui kerjasama di bidang agama, olah raga, seni budaya, ilmu pengetahuan teknologi yang bersifat konstruktif dengan prinsip saling menghargai dan menghormati. BPSDM PERHUBUNGAN 88

7.3. Hubungan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dengan Para Pejabat dan Tenaga Pendidik Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus selalu menjaga hubungan baik dengan para tenaga pendidik didalam maupun diluar kampus. 7.4. Hubungan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dengan Masyarakat 1. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus senantiasa menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat dan kesadaran ini perlu dibina serta ditingkatkan setiap saat. 2. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan sebagai generasi muda dan calon insan perhubungan di masa datang perlu saling mengenal sesama generasi. Dalam menjalankan hubungan tersebut Taruna/i harus menjunjung tinggi peraturan tata tertib Taruna/i. 3. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan wajib mengikuti perkembangan masyarakat melalui media cetak dan elektronik yang sifatnya konstruktif dan edukatif. 4. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dilarang mengeluarkan pernyataan resmi yang berhubungan dengan kedinasan maupun perseorangan, terutama yang tidak ada kaitannya dengan statusnya sebagai Taruna/i. 7.5. Hubungan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan Dengan Sesama Peserta Diklat Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus selalu menjaga hubungan baik dengan sesama peserta diklat termasuk dengan Taruna/i penjenjangan, di dalam maupun di luar kampus. 7.6. Panggilan dan Sebutan 1. Panggilan terhadap Taruna/i laki-laki adalah Taruna 2. Panggilan terhadap Taruna/i perempuan adalah Taruni 3. Sebutan dan panggilan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan terhadap tenaga pendidik beserta BPSDM PERHUBUNGAN 89

manajemen adalah dengan menyebut pangkat, jabatan, profesinya atau dengan sebutan bapak yang disingkat pak atau ibu dengan disingkat bu. 4. Panggilan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan terhadap masyarakat umum adalah dengan menyebut bapak, ibu, kakak, adik, jabatan atau profesinya 7.7. Berdiri, Berjalan dan Duduk Ketentuan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan saat berdiri, jalan dan duduk adalah sebagai berikut: 1. Apabila berdiri di tempat umum, Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus memilih tempat berdiri yang pantas dan sesuai dengan pakaian dinas yang dipakai dengan menjunjung tinggi Kode Kehormatan Taruna/i. 2. Apabila berbicara dengan orang yang lebih tua sambil berdiri, lakukan dengan bersikap sopan. 3. Pada saat berdiri dan berjalan tidak memasukkan tangan ke dalam saku dan tidak meletakkan tangan di depan dada (bersedekap). 4. Berjalan dengan langkah yang wajar, lengan dilenggangkan secukupnya dan tidak boleh menoleh ke kanan atau kiri lebih dari 45 serta telapak tangan menggenggam. 5. Jika berjalan bersama orang lain, sesuaikan langkah dan temponya serta tidak berbicara berlebihan. Apabila berjalan bersama Taruna/i yang lebih tinggi tingkatannya, pengasuh atau pegawai Kementrian Perhubungan Republik Indonesia, tempatkanlah diri di sebelah kiri. Apabila berjalan dengan wanita atau orang lain yang pantas dilindungi, tempatkanlah diri di sebelah kanan atau posisi yang melindungi mereka. 6. Apabila akan melewati sekumpulan orang, perhatikan sopan santun dan adat istiadat atau kebiasaan setempat tanpa mengurangi sikap ketarunaan. 7. Duduklah dengan badan yang tegak, sikap yang baik dan sopan di tempat yang pantas. 7.8. Berbicara 1. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan wajib menggunakan Bahasa Indonesia dengan sopan. Tidak diperbolehkan menggunakan bahasa daerah. BPSDM PERHUBUNGAN 90

2. Pada waktu-waktu tertentu Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan wajib menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, seperti pada saat melaksanakan kegiatan/berkomunikasi dengan tamu asing dan English day. 3. Dilarang berbicara tentang masalah suku,agama, ras dan antar golongan (SARA). 7.9. Berkenalan 1. Berkenalan dengan seseorang dilakukan dengan berjabat tangan secara sungguh-sungguh dan menghadap ke arah orang tersebut. 2. Sebutkan nama dengan ucapan yang jelas dan lengkap. 3. Berpisah dengan kenalan harus mengucapkan salam dengan: selamat pagi, selamat siang atau selamat malam. 7.10. Bertamu dan Menerima Tamu 1. Usahakanlah bertamu tidak lebih dari 4 orang, kecuali mendapat undangan. 2. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus mengetuk pintu atau menekan bel terlebih dahulu, memberi hormat, senyum, salam dan sapa kepada tuan rumah. 3. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dapat menerima tamu pada hari pesiar di tempat yang telah ditentukan (ruang tamu yang disediakan). 4. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dilarang menerima tamu pada saat jam kuliah, jam wajib belajar, jam pengasuhan, kecuali hal yang mendesak dengan seizin pengasuh. 5. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan wajib melapor pada pengasuh, mengisi buku tamu dan menunggu di ruang tungu. 6. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan dilarang membawa tamu memasuki ruang tidur asrama. 7. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus mengantarkan tamu yang hendak pulang sampai ke depan ruang jaga atau ke kendaraannya. BPSDM PERHUBUNGAN 91

7.11. Mendampingi Tamu Resmi 1. Sebelum tamu datang, harus diusahakan mendapat petunjuk yang berhubungan dengan kegiatan yang dihadapi. 2. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan harus mengetahui acara atau kegiatan yang akan dilakukan oleh tamu tersebut. 3. Berusaha mengetahui sebanyak mungkin identitas tamu, antara lain: nama, pangkat, jabatan, riwayat jabatan, keluarga, hobi dan sebagainya. 4. Apabila naik mobil, Taruna/i mengambil tempat di sebelah kanan tamu atau di samping pengemudi apabila tamu didampingi pejabat lain. 5. Apabila tamu akan pulang, Taruna/i mengantarkan sampai tempat yang telah ditentukan. 7.12. Bersama Rekan Wanita atau Pria 1. Apabila hendak bepergian dengan rekan wanita atau rekan pria, Taruna/i harus mendapat izin dari orang tua atau wali dan rekan wanita atau rekan pria tersebut harus berpakaian sopan. 2. Untuk menjaga sopan santun, sebaiknya rekan wanita tidak menggandeng lengan Taruna. 3. Untuk keselamatan pada saat naik tangga eskalator, Taruna berada di samping belakang rekan wanita dan pada waktu turun tangga berada satu anak tangga di samping depan rekanitanya. Bila menggunakan lift maka rekan wanita masuk/keluar terlebih dahulu. 4. Apabila bepergian menggunakan kendaraan umum maka rekan wanita naik terlebih dahulu dan turun belakangan dan senantiasa memperhatikan keselamatan. 5. Apabila Taruna/i bertemu dengan Taruna/i lain yang membawa rekan pria atau rekan wanita, maka Taruna/i tersebut memberikan salam terhadap rekan pria atau rekanita dari Taruna/i lain. 6. Berilah penghormatan terlebih dahulu apabila bertemu dengan Taruna/i lain sesama pangkat yang sedang bersama rekan pria atau rekan wanita. 7.13. Berbelanja 1. Apabila Taruna/i berbelanja, hendaklah di tempat yang bersih dan pantas sesuai petunjuk pengasuh serta tidak diperbolehkan berbelanja di tempat yang berdesakan. 2. Di dalam toko, tutup kepala tetap dipakai. 3. Belilah barang-barang yang dianggap perlu BPSDM PERHUBUNGAN 92

7.14. Makan 1. Apabila akan melaksanakan kegiatan makan, badan dan tangan dalam keadaan bersih dan berpakaian rapi. 2. Wajib makan di ruang makan Taruna/i, dilaksanakan bersama-sama secara terpimpin, dalam suasana hikmat, kekeluargaan dan komunikatif. 3. Berangkat ke ruang makan dengan berbaris secara tertib. 4. Masuk ke ruang makan dengan tertib dengan melakukan penghormatan. 5. Tutup kepala diletakkan di atas pangkuan atau tempat yang ditentukan. 6. Sebelum mengambil tempat duduk dengan tertib, melakukan penghormatan kepada Taruna/i yang lebih tinggi tingkatnya di meja tersebut. 7. Petugas piket menyiapkan seluruh Taruna/i dan laporan kepada Taruna/i yang lebih tinggi tingkatnya tentang jumlah Taruna/i yang makan saat itu dan bahwa makan siap dilaksanakan. 8. Taruna/i lebih tinggi tingkatnya memimpin untuk berdoa. 9. Semua Taruna/i mengucapkan SELAMAT MAKAN 10. Apabila Taruna/i yang lebih rendah tingkatnya ingin mendahului menambah makanan, maka ia wajib minta izin terlebih dahulu kepada Taruna/i yang lebih tinggi tingkatnya di meja tersebut. 11. Ketertiban makan pada tiap meja adalah tanggung jawab Taruna/i yang paling tinggi tingkatnya di meja tersebut. 12. Sebelum dan sesudah makan selalu didahului dengan doa. 13. Dekatkan makanan yang akan diambil ke piring, bukan sebaliknya. 14. Apabila menggunakan pisau dengan menggunakan tangan kanan. 15. Jangan berbicara dan jangan minum pada waktu mulut berisi makanan. 16. Apabila ingin minum ketika sedang makan letakkan sendok dan garpu dalam posisi terlentang. 17. Apabila sedang makan kedatangan orang yang kita hormati, berhenti sejenak untuk memberikan salam. 18. Jangan membersihkan sisa makanan di rongga mulut dihadapan orang lain tanpa menutup mulut dengan tangan atau sapu tangan. 19. Kembalikan kursi ke tempat semula setelah makan. Setelah selesai makan petugas piket meyiapkan dan laporan kepada Taruna/i yang lebih tinggi tingkatnya bahwa makan sudah selesai dilaksanakan. 20. Semua Taruna/i mengucapkan TERIMA KASIH. 21. Selesai makan Taruna/i berdiri, merapikan kursi dan meninggalkan ruang makan dengan tertib. BPSDM PERHUBUNGAN 93

7.15. Kantin Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan 1. Taruna/i Diklat diperkenankan ke kantin pada jam istirahat 2. Kantin yang diperbolehkan adalah yang berdasarkan instruksi pengasuh 3. Pakaian yang digunakan pada saat berada di kantin adalah pakaian dinas yang berlaku pada hari itu 4. Selama di kantin selalu menjaga sopan santun, tata tertib, tidak gaduh, dan duduk pada tempat yang telah disediakan 7.16. Integrasi Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan 1. Integrasi Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan diselenggarakan dengan maksud untuk mempererat persaudaraan antar sesama Taruna/i, masyarakat dan untuk melatih kemampuan Taruna/i dalam menyelenggarakan kegiatan sosial yang pelaksannaanya atas petunjuk Pengasuh. 2. Maksud lain dari intregasi Taruna/i ini adalah dalam rangka sosialisasi Taruna/i dengan masyarakat sekaligus untuk mengembangkan pergaulan dengan sesama generasi muda melalui media seni atau hiburan. 3. Intregasi Taruna/i yang dilaksanakan pada malam hari, pelaksanaannya dibatasi sampai pukul 22.00 WIB. 7.17. Undangan 7.17.1. Mengundang 1. Undangan paling sedikit harus memuat informasi tentang acara, waktu, tempat penyelenggaraan, pakaian yang digunakan. 2. Perhatikan waktu pengiriman undangan supaya yang diundang tidak merasa mendadak. 7.17.2. Menghadiri Undangan 1. Taruna/i hadir tepat pada waktunya. 2. Pakaian yang digunakan adalah pakaian dinas Taruna/i yang disesuaikan dengan ketentuan dalam undangan atau macam dan sifat acara. BPSDM PERHUBUNGAN 94

7.18. Menonton 1. Pada saat menonton bioskop atau pertunjukan seni dan lain-lain, pilihlah tempat yang dipandang pantas untuk Taruna/i. 2. Pakaian yang digunakan adalah pakaian dinas. 7.19. Membuat Janji 1. Taruna/i jangan mudah membuat janji. Bila membuat janji perhatian tanggal, waktu dan tempat. 2. Usahakan datang di tempat yang telah disepakati sebelum waktu yang telah dtentukan. 3. Jika mendadak tidak bisa menepati janji, secepat mungkin memberitahukan dengan permohonan maaf. 7.20. Meminjam Usahakan untuk tidak meminjam sesuatu dari orang lain, apabila terpaksa meminjam agar bertanggungjawab penuh atas barang yang dipinjam. 7.21. Merokok, Berzina, Judi, Miras, Mencuri dan Narkoba 1. Taruna/i dilarang merokok, berzina, judi, minum minuman keras, mengambil barang milik orang lain tanpa izin serta menyimpan atau menggunakan narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya. 2. Taruna/i dilarang membawa atau menyimpan senjata api atau senjata tajam. 7.22. Berobat 1. Taruna/i yang sakit wajib berobat di klinik yang disediakan. 2. Waktu berobat diatur oleh masing-masing lembaga pendidikan dan pelatihan. 3. Taruna/i mengisi buku berobat yang telah disediakan. 7.23. Mengunjungi Orang Sakit 1. Perhatikan ketentuan waktu berkunjung 2. Batasi jumlah pengunjung atau bergiliran 3. Batasi perbuatan dan pembicaraan yang dapat mengganggu ketenangan. 7.24. Melayat 1. Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan sedapat mungkin meluangkan waktu untuk melayat teman, BPSDM PERHUBUNGAN 95

kerabat atau keluarga yang meninggal khususnya pada waktu sedang cuti dan pesiar. 2. Apabila pergi melayat sebaiknya dilakukan sebelum dikebumikan dan diusahakan dapat ikut mengantar sampai tempat tujuan. 3. Sebaiknya tidak menanyakan sebab-sebab kematiannya pada sanak keluarga. 4. Taruna/i menggunakan pakaian dinas. 7.25. Pemakaman dan Ziarah 1. Menyesuaikan dengan ketentuan adat istiadat setempat. 2. Tabur bunga dilakukan secara khidmat, menghadap penuh ke pusara, mengambil sikap jongkok dan menabur bunga mulai dari kepala ke arah kaki. 3. Memberikan penghormatan sebelum dan sesudah meletakkan karangan bunga. 7.26. Berkendaraan 8.26. 1. Menunggu kendaraan 1. Perhatikan sikap dan kesopanan pada waktu menunggu kendaraan, baik dalam pesiar maupun bepergian 2. Menunggu kendaraan di tempat yang sudah disediakan dan tidak bergerombolan 3. Jangan berbuat sesuatu yang tidak pantas, sehingga dapat menimbulkan perhatian umum 4. Turun kendaraan tidak berebut dan dilakukan dengan tertib 8.26. 2. Naik jenis kendaraan Naik kendaraan agar memperhatikan ketentuan sebagai berikut: 1. Bus atau kendaraan sejenis, usahakan memilih kendaraan yang baik dan mengambil tempat duduk yang sesuai dengan aturan yang berlaku, selama dalam perjalanan dilarang membeli keperluan apapun lewat jendela, naik atau turun kendaraan tetap mengenakan pakaian dinas 2. Kereta api, mematuhi semua peraturan yang berlaku, menempati tempat duduk sesuai dengan aturan, membeli keperluan apapun sebaiknya di restorasi atau kantin stasiun 3. Becak, dilakukan hanya dalam keadaan terpaksa, tidak boleh naik lebih dari dua orang, duduk yang sopan, jika bersama rekan wanita, BPSDM PERHUBUNGAN 96

persilakan naik terlebih dahulu dan tempatkan di sebelah kiri. Pada waktu turun, Taruna/i mendahului dan beri pertolongan pada rekan wanita. Apabila dipandang perlu hindari tawar-menawar yang berkepanjangan 4. Pesawat terbang, tetap memperhatikan sikap, naik dan turun pesawat tetap menggunakan pakaian dinas dan aturan yang berlaku, perhatikan dan ikutilah petunjuk yang berlaku 5. Kapal laut dan sejenisnya, perhatikan tata cara naik dan turun kapal, perhatikan petunjuk dan larangan yang ada di dalam kapal, naik dan turun kapal tetap menggunakan pakaian dinas 6. Ojek, sepeda, andong atau bendi dan sejenisnya dilakukan dalam keadaan terpaksa, ikuti aturan yang berlaku 8.26. 3. Di dalam kendaraan 1. Harus tetap menjaga sopan santun, tata tertib dan mentaati peraturan 2. Tutup kepala di lepas 3. Taruna/i sebaiknya tidak berdiri di dalam kendaraan, apabila terpaksa berdiri agar tetap menjaga sopan santun 4. Bila ada orang sakit, orang tua, wanita hamil yang tidak mendapatkan tempat duduk, sebaiknya Taruna/i memberikan tempat duduknya kepada orang tersebut 5. Usahakan jangan tertidur dan jika terpaksa agar tetap menjaga sopan santun 7.27. Lagu Kebangsaan dan Lagu Wajib 1. Taruna/i wajib menunjukkan sikap hormat pada saat menyanyikan dan mendengarkan secara langsung lagu kebangsaan Indonesia Raya. 2. Taruna/i wajib menguasai lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu-lagu wajib lainnya. 7.28. Bertunangan, Menikah dan Perbuatan Asusila 1. Taruna/i dilarang bertunangan atau menikah selama pendidikan. 2. Taruna/i dilarang keras berbuat asusila atau berhubungan badan diluar nikah serta menyimpan atau menonton film, gambar, atau barang/alat yang mengandung unsur pornografi. BPSDM PERHUBUNGAN 97

7.29. Tata cara penghormatan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan Tata cara penghormatan adalah diatur sebagai berikut: 1. Jarak minimal penghormatan adalah 10 langkah 2. Dalam keadaan berlari atau jalan, penghormatan dilakukan dalam keadaan berhenti dengan mengambil sikap sempurna dan dilanjutkan dengan memberi hormat 3. Dalam sikap duduk penghormatan dilakukan dengan mengambil sikap duduk siap 4. Orang perorang: wajib melakukan penghormatan baik sesama pangkat, maupun kepada yang lebih tinggi sebaliknya Taruna/i yang lebih tinggi status akademiknya wajib membalas 5. Pada saat pasukan berpapasan, yang memimpin barisan memberikan hormat kepada barisan yang berpapasan baik tingkatnya selevel dan terlebih dengan Taruna/i yang lebih tinggi status akademiknya 6. Penghormatan layaknya diberikan kepada pejabat lembaga pendidikan dan pelatihan serta pejabat di lingkungan KEMENHUB yang berada dalam kendaraan apabila berpapasan 7. Penghormatan wajib dibalas dan tata cara pembalasan penghormatan tidak harus dengan mengangkat tangan, tetapi bisa dengan anggukan kepala, dan atau sapaan. 8. Taruna/i memberikan penghormatan kepada siswa diklat yang sedang melaksanakan diklat atau berkunjung ke kampus. BPSDM PERHUBUNGAN 98

BAB VIII KEHIDUPAN TARUNA/I DIKLAT PEMBENTUKAN PADA UPT DI LINGKUNGAN BPSDM PERHUBUNGAN KEHIDUPAN TARUNA/I DIKLAT PEMBENTUKAN PADA UPT DI LINGKUNGAN BPSDM PERHUBUNGAN 8. 1. Kegiatan Harian 1. Kegiatan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan pada hakekatnya merupakan pelaksanaan tugas yang harus dilaksanakan dengan mempergunakan waktu sebaik-baiknya. 2. Alokasi kegiatan Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan sehari-hari disusun dalam jadwal yang ditunjukkan pada tabel 8.1 sampai dengan tabel 8.4, dengan catatan bahwa kondisi waktu disesuaikan dengan keadaan masing-masing lembaga pendidikan dan pelatihan yang dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala UPT yang bersangkutan. a. Hari Senin, Selasa,Kamis: Tabel 8. 1 Kegiatan harian Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan hari Senin s.d. Kamis Pukul Kegiatan 04.30 05.00 Bangun pagi dan sholat subuh 05.00 05.30 Olahraga Pagi (Strecthing/Pemanasan), Pembersihan/penataan lingkungan kamar/asrama 05.30 06.00 Mandi dan persiapan makan pagi Apel Penaikan Bendera Merah Putih oleh divisi jaga 06.00 06.30 Makan pagi 06.30 07.00 Apel pagi 07.00 12.30 Kegiatan perkuliahan 12.30 13.30 Ishoma 13.30 15.00 Kegiatan ekstrakurikuler 15.00 15.30 Sholat ashar dan Persiapan Olahraga Sore 15.30 17.30 Olahraga sore 17.30 18.30 Mandi dan Persiapan sholat Maghrib Apel Penurunan Bendera Merah Putih oleh divisi jaga 18.30 19.00 Makan malam 19.00 19.30 Sholat isya BPSDM PERHUBUNGAN 99

19.30 21.00 Wajib belajar 21.00 21.30 Apel malam 21.30 22.00 Persiapan Istirahat malam 22.00 04.30 Istirahat malam Catatan: 1. Jadwal Pesiar Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan ditentukan oleh Pengasuh Taruna/i dan dilaksanakan pada hari Rabu (Pk.15.30 s.d. 21.00 WIB) 2. Hari Kamis setelah sholat isya dilaksanakan pengajian di mesjid. b. Jum at: Tabel 8. 2 Kegiatan harian Taruna/i Diklat Pembentukan pada UPT di Lingkungan BPSDM Perhubungan hari Jum at Pukul Kegiatan 04.30 05.00 Bangun pagi dan sholat subuh 05.00 05.30 Olahraga Pagi (Strecthing/Pemanasan), Pembersihan/penataan lingkungan kamar/asrama 05.30 06.00 Mandi dan persiapan makan pagi Apel Penaikan Bendera Merah Putih oleh divisi jaga 06.00 06.30 Makan pagi 06.30 07.00 Apel pagi 07.00 11.00 Kegiatan perkuliahan 11.00 13.30 Shalat Jum at dan makan siang 13.30 15.00 Kegiatan ekstrakurikuler 15.00 15.30 Sholat ashar dan Persiapan Olahraga Sore 15.30 17.30 Olahraga sore 17.30 18.30 Mandi dan Persiapan sholat Maghrib Apel Penurunan Bendera Merah Putih oleh divisi jaga 18.30 19.00 Makan malam 19.00 19.30 Sholat isya 19.30 21.00 Wajib belajar 21.00 21.30 Apel malam 21.30 22.00 Persiapan Istirahat malam 22.00 04.30 Istirahat malam BPSDM PERHUBUNGAN 100