Oleh: Eni Musrifah SLB Setya Darma Surakarta ABSTRAK

dokumen-dokumen yang mirip
PENGGUNAAN MEDIA BENDA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANAK TUNAGRAHITA PADA POKOK BAHASAN PERKALIAN

SKRIPSI Oleh : HANDI ASMORO NIM : X

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA CERITA MELALUI MEDIA ANIMASI BAGI SISWA KELAS VI SDLB C SWADAYA SEMARANG TAHUN 2013

BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENDEKATAN GUIDED DISCOVERY LEARNING SISWA KELAS XE SMA NEGERI1 TANJUNGSARI, GUNUNG KIDUL TAHUN AJARAN 2012/2013

UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1, Maret 2014

MENINGKATKAN KETERAMPILAN HITUNG PENJUMLAHAN PADA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PERMAINAN BUJUR SANGKAR AJAIB KELAS II SD 1 PEDES ARTIKEL JURNAL

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMK PGRI 2 SIDOARJO MELALUI PENDEKATAN OPEN ENDED

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS IV SDN 27 SAGO PESISIR SELATAN

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING

Noviana Kusumawati Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pekalongan Jl. Sriwijaya No 3 Pekalongan, ABSTRAK

PENINGKATAN KEMAMPUAN BINA DIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS II SEMESTER 2 DI SLB

Oleh: Wahyu Trimei Pujilestari SLB Negeri Surakarta ABSTRAK

LINDA ROSETA RISTIYANI K

PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE

UNION: Jurnal Pendidikan Matematika, Vol 1 No 1, November 2013

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN CBSA PADA PESERTA DIDIK KELAS V.A SDN 18 LEMBAH MELINTANG Arjuni 1)

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA SISWA KELAS V SDN 26 PASAMAN

Ngatiyem SD Negeri 3 Kemiling Permai ABSTRACT

PENERAPAN PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP N 1 BANGUNTAPAN

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna memenuhi derajat sarjana S-1 Pendidikan Matematika

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VI SD NEGERI 30 SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK

PENERAPAN PENDEKATAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH DASAR-DASAR AKUNTANSI II PADA POKOK BAHASAN ASET TETAP

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING LEARNING (PSL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH BANGUN DATAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENERAPAN TEKNIK BERMAIN KARTU PINTAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT

Idawati Mahanurani 1, Toto Bara Setiawan 2, Ervin Oktavianingtyas 3

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN LINGKUNGAN ALAM SEKITAR PADA SISWATUNAGRAHITA KELAS 7. Oleh: Tawar

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMELAJARAN IPS MELALUI METODE PROBLEM SOLVING DI SD NEGERI 03 KOTO KACIAK MANINJAU

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS V SLB-A YKAB SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI.

Peningkatan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Dengan Menggunakan Metode Inkuiri. Zaiyasni PGSD FIP UNP Padang

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENEMUAN TERBIMBING PADA SISWA KELAS VII 7 SMPN 1 SOLOK SELATAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MEDIA GARIS BILANGAN PADA SISWA KELAS IV

HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN MEDIA ARSIRAN KELAS IV SDN 27

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKANALAT PERAGA PADA SISWA KELAS III SEMESTER II SD NEGERI 67 PAGARALAM

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALISATION

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV A PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL SCRAMBLE DI SDN 03 KOTO PULAI PESISIR SELATAN.

MENINGKATKAN KEBERANIAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT DAN HASIL BELAJAR PKN MATERI PEMBELAAN NEGARA MELALUI TEKNIK NUMBERED HEADS TOGETHER

Manib Absari SMP Negeri 2 Gatak

Jurnal Santiaji Pendidikan, Volume 7, Nomor 1, Januari 2017ISSN

Rohmawati et al., Penerapan Metode Role Playing...

MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DI SDN 05 PADANG PASIR KOTA PADANG

JURNAL PGSD INDONESIA P-ISSN E-ISSN Vol 3 No 1 Tahun 2017

Penggunan Model Pembelajaran Team Games Tournament Dan Picture And Picture

Lia Agustin. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK

Briandika Doni Arnanda Dr. T.Sulistyono, M.Pd., MM. Universitas PGRI Yogyakarta ABSTRAK

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PLC MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING PADA SISWA SMKN2 WONOSARI

PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG WAKTU PADA JAM

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN HASIL BELAJAR MERAKIT PERSONAL KOMPUTER MENGGUNAKAN STRUCTURED DYADIC METHODS (SDM)

Economic Education Analysis Journal

PENERAPAN PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DENGAN MODEL GUIDED TEACHING DI SD NEGERI 23 TAMPUNIK PESISIR SELATAN

THE USE OF POSITIVE NEGATIVE CARDS TO INCREASE LEARNING ACHIEVEMENT OF INTEGERS FOR FOURTH GRADE STUDENTS

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL TALKING STICK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV DI SDN 10 SUNGAI SAPIH PADANG

Widhati 1), Chumdari 2), Siti Kamsiyati 3) PGSD FKIP Universitas Negeri Sebelas Maret, Jalan Slamet Riyadi 449 Surakarta

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG

BAB III METODE PENELITIAN. terkendali untuk menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran di kelas.

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IV SDN 01 LUHAK NAN DUO

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS DAN MIND MAPPING

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI MODEL LEARNING CYCLE (PEMBELAJARAN BERSIKLUS) PADA SISWA SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION MATA PELAJARAN PKN SD KOTA TEBING TINGGI

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN STRATEGI COURSE REVIEW HORAY PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KENDEL BOYOLALI TAHUN PELAJARAN

PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DENGAN CUTTING ENGINE

PENERAPAN PENDEKATAN SAVI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI JOHO 02 SUKOHARJO TAHUN 2015/2016

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM SIRKULASI MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CTL SMP NEGERI 2 MEMPAWAH

PENERAPAN MODEL MEANS ENDS ANALYSIS (MEA) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITAMATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Linda Syarif 1, Zulfa Amrina 1, Syafni Gustina Sari 1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Dengan Menggunakan Metode Diskusi di Kelas IV SDN 12 Biau

Anna Hartati MTs Negeri Barabai Abstract

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BOGA DAN BUSANA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU

PENERAPAN METODE BELAJAR MEMBACA TANPA MENGEJA DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PADA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR

PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING PERMAINAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 05 METRO SELATAN

PENINGKATAN KEDISIPLINAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER

PUBLIKASI ILMIAH AFRINA NUR BAITI A

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN FIRING LINE UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR

Jurnal Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sidoarjo Vol. 1, No. 2, September 2013 ISSN:

ARTIKEL JURNAL. Oleh: Ahmad HeruWibowo NIM

Kata Kunci: aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa, pendidikan matematika, teori Bruner dalam metode diskusi kelompok.

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

PENINGKATAN HASIL PEMBELAJARAN PERKALIAN MENGGUNAKAN MEDIA KOTAKMATIKA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN OLEH MISLAH NIM F

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN TWO STAY TWO STRAY SISWA KELAS X-AK SMK BHUMI PAHALA PARAKAN TEMANGGUNG

BAB III METODELOGI PENELITIAN

Peningkatkan Hasil Belajar Ipa Materi Membuat Senter Sederhana Dengan Metode Demonstrasi Sularno SD Negeri 03 Nglebak Karanganyar

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER

Oleh: Ari Herliyanto, Pendidikan Teknik Elektronika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta.

MEKAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM PADA ANAK TUNAGRAHITA. Oleh: Tawar SLB-C YPAALB Prambanan ABSTRACT

ilmiah serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan yang Maha Esa perlu ditanamkan kepada siswa. Hal tersebut dapat tercapai salah

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEMBACA SISWA KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI INDEX CARD MATCH SD NEGERI 04 PUNGGUANG KASIAK KABUPATEN PADANG PARIAMAN

PENGGUNAAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD. 1 Mahasiswa PGSD FKIP UNS 2,3 Dosen PGSD FKIP UNS

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN

Rahman et al., Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Sugestif...

PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG CERITA MENGGUNAKAN METODE BERMAIN PERAN PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SEKOLAH DASAR

Transkripsi:

JRR Tahun 24, Nomor 2, Desember 2015, hal 113-120 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR METEMATIKA MELALUI METODE PROBLEM SOLVING DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA HITUNG CAMPURAN BAGI SISWA TUNAGRAHITAKELAS IX DI SLB-C SETYA DARMA SURAKARTA 2014/2015 Oleh: Eni Musrifah SLB Setya Darma Surakarta ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan prestasi belajar siswa tunagrahita ringan kelas IX di SLB-C Setya Darma Surakarta dalam memecahkan masalah matematika bentuk soal cerita pada operasi hitung campuran. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu mengajak siswa memecahkan masalah, dengan penekanan pada peningkatan subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX semester I (satu) di SLB-C Setya Darma Surakarta tahun 2014/2015. Teknik analisa data yaitu analisis kritis dan membandingkan pada siklus tindakan dan pada tiap siklus. Nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas IX pada pra kondisi 50. Siklus I terjadi peningkatan nilai hasil belajar menjadi 57,5. Siklus II nilai hasil belajar siswa kelas IX 65. Guru memberikan pembelajaran metode problem solving untuk meningkatkan prestasi belajar. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran metode problem solving dapat meningkatan prestasi belajar siswa tunagrahita ringan kelas IX di SLB-C Setya Darma Surakarta dalam memecahkan masalah matematika bentuk soal cerita pada operasi hitung campuran. Kata Kunci : Problem Solving, Prestasi Belajar ABSTRACT The purpose of this research is to improve student achievement mild mentally disable in SLB-C Setya Darma Surakarta nineth grade students in solving mathematical word problems in the form of a mixture of arithmetic operations. The method used in this research approach is the Classroom Action Research (PTK), which invites students to solve problems, with an emphasis on improving the subject of this study is the first semester nineth grade students in SLB-C Setya Darma Surakarta 2014/2015. Data analysis technique that critical analysis and comparing the cycle of action and at each cycle. The value average of the class learning outcomes in Cycle 50. The first pre-condition an increase in the value of learning outcomes to 57.5. The second cycle the value of student learning outcomes IX grade 65. Teachers provide learning problem solving methods to improve learning achievement. So it can be concluded that the teaching method of problem solving can improve student achievement mild mentally dissable in nineth grade studentsslb -C Setya Darma Surakarta in solving mathematical word problems in the form of a mixture of arithmetic operations. Keywords: Problem Solving, Learning Achievement 113

Eni Musrifah-Metode Problem Solving PENDAHULUAN Pendidikan adalah salah satu hal penting bagi manusia dan merupakan suatu usaha untuk menuju kearah hidup yang lebih baik. Agar tujuan pendidikan bisa tercapai dengan maksimal, maka guru sebagai pendidik diharapkan untuk selalu mengembangkan proses pembelajaran agar sesuai dengan kondisi zaman sekarang. Sistem Pendidikan Nasional Indonesia pada pasal 5 ayat 2 yang menyatakan bahwa: Warganegara yang mengalami kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Hal ini berarti bahwa anak yang mengalami kelainan dalam penglihatan (tunanetra), pendengaran (tunarungu), proses mental (tunagrahita), menfungsikan sebagian anggota badan (tunadaksa), tingkah laku (tunalaras) dan anak yang mengalami kesulitan belajar berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam dunia pendidikan. Pendidikan harus dilaksanakan secara merata tanpa pengecualian, di antaranya sekolah negeri, sekolah swasta, bahkan Sekolah Luar Biasa (SLB) juga menjadi tempat formal untuk mendapatkan pendidikan. Pendidikan khusus yang diberikan pada siswa tuna grahita bertujuan untuk mengembangkan kemampuannya secara optimal disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. Masalah dalam pelajaran matematika diinterprestasikan dalam soal bentuk matematika. Hudojo (2001) mengemukakan bahwa soal matematika disebut masalah bagi seorang siswa, jika pertanyaan yang dihadapkan dapat dimengerti oleh siswa, namun pertanyaan itu harus merupakan tantangan baginya untuk menjawabnya. Dalam memecahkan masalah matematika terjadilah suatu proses berpikir dalam benak siswa sehingga dapat menemukan jawaban masalah matematika. Siswa tunagrahita ringan tergolong kemampuan mental dibawah orang normal tetapi siswa tersebut mampu berpikir dan mampu belajar memproses data atau informasi, sehingga dibutuhkan peran guru dalam pembelajaran matematika. Dalam memecahkan masalah matematika pada soal cerita operasi hitung campuran dapat diamati dengan langkah pemecahan masalah oleh Santrock (2009) diantaranya ketika siswa:(1) menemukan dan menyusun masalah, jika siswa tersebut mampu mengidentifikasikan hal apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, dan menyusun masalah untuk menemukan strategi atau rencana penyelesaian masalah, (2) mengembangkan strategi pemecahan masalah, jika siswa tersebut mampu menggunakan algoritma (strategi yang menjamin solusi atas satu persoalan) dalam melaksanakan rencana penyelesaian masalah, (3) mengevaluasi solusi, jika siswa tersebut dapat mengecek ulang dari hasil jawaban yang sudah dikerjakan dan meyakini atas hasil jawaban tersebut, (4) memikirkan serta mendefinisikan kembali masalah dan solusi, jika siswa tersebut menemukan ide/cara lain dalam pemecahan masalah. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik dan bermaksud ingin mengetahui lebih 114

JRR Tahun 24, Nomor 2, Desember 2015, hal 113-120 jauh tentang proses berpikir siswa tunagrahita ringan dalam memecahkan masalah matematika terutama pada bentuk soal cerita operasi hitung campuran dengan menggunakan langkah pemecahan masalah. METODOLOGI PENELITIAN Arikunto (2007: 16) mengemukakan model yang didasarkan atas konsep pokok bahwa penelitian tindakan terdiri dari empat komponen pokok yang juga menunjukkan langkah, yaitu: 1. Perencanaan (planning) 2. Tindakan (acting) 3. Pengamatan (observing) 4. Refleksi (reflecting) Tindakan Perencanaan Pengamatan Refleksi Gambar 3.1. Model Dasar PTK Arikunto (2006) Model Kurt Lewin yang terdiri dari empat komponen tersebut kemudian dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Kedua ahli ini memandang komponen sebagai langkah dalam siklus, sehingga mereka menyatukan dua komponen yang kedua dan ketiga, yaitu tindakan dan pengamatan sebagai suatu kesatuan. Hasil dari pengamatan ini kemudian dijadikan dasar sebagai langkah berikutnya, yaitu refleksi kemudian disusun sebuah modifikasi yang diaktualisasikan dalam bentuk rangkaian tindakan dan pengamatan lagi, begitu seharusnya. Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Untuk melihat kemampuan siswa dilakukan evaluasi tes. Hasil sebagai dasar untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka meningkatkan kemampuan Tabel 3. 2. Prosedur Penelitian Siklus I Siklus II 1 Penyusunan Rencana Tindakan 2 Pelaksanaan Tindakan a. Merencanakan pembelajaran dengan menerapkan metode problem solving. b. Menentukan pokok bahasan. c. Mengembangkan skenario pembelajaran. d. Menyiapkan sumber belajar. e. Mengembangkan format secara lebih luas Menerapkan tindakan mengacu pada skenario pembelajaran. 3 Pengamatan Melakukan observasi dengan memakai 4 Evaluasi/ Refleksi 1 Perencanaan dan penyempurnaan tindakan a. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan. b. Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario pembelajaran dan lain-lain. c. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk digunakan siklus Atas dasar hasil siklus I, dilakukan penyempurnaan tindakan. Pengamatan program tindakan II. 2 Tindakan Pelaksanaan program tindakan II. 3 Pengamatan Pengumpulan data tindakan II. 115

Eni Musrifah-Metode Problem Solving 4 Evaluasi/ Refleksi Kesimpulan HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL Siklus I Evaluasi tindakan II (berdasarkan indikator pencapaian). Pemilihan materi dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran materi yang dipilih dalam penelitian ini dilakukan dalam tahap perencanaan yaitu menyelesaikan soal cerita hitung campuran. Berdasarkan materi yang dipilih tersebut, kemudian disusun kedalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) masing-masing dengan alokasi waktu 2x30 menit. Tahap setelah perencanaan adalah tindakan melalui perbaikan pembelajaran Siklus I dilaksanakan pada Agustus 2014 dengan materi pokok hitungan campuran dengan menggunakan metode problem solving untuk menyelesaikan masalah soal cerita, menggunakan rencana pembelajaran pada lampiran I. proses pembelajaran diakhiri dengan tes yang dianalisa hasilnya untuk menentukan apakah upaya perbaikan pembelajaran tersebut berhasil meningkat atau tidak. Hasil tindakan pada siklus I ini kemudian dilakukan pengamatan berdasarkan data hasil pengamatan dari observer diketahui bahwa penggunaan metode problem solving sudah menunjukkan peningkatan. Hal ini terbukti dari jumlah prosentase kenaikan kelulusan siswa dan rata-rata kelas. Observasi yang dilakukan pada siklus I ini Peneliti mendapati masih ada 2 siswa yang belum yang belum bisa menunjukkan keaktifan dan keseriusannya yaitu Su dan Mo, berbeda dengan siswa Tyas dan Wahyu yang sudah menunjukkan keaktifan dan keseriusannya mereka dapat menunjukan hasil belajar yang lebih baik dari pra kondisi. Tahap terakhir dari serangkaian siklus adalah refleksi. Berdasarkan data analisa hasil evaluasi siklus I rata-rata prosentase kelulusan kelas 50% nilai terendah mencapai 50 dan nilai tertinggi 70 sedang rata-rata kelas 57,5 dan sebagian masih belum menunjukkan keaktifan dan keseriusannya dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini terlihat prosentase nilai keaktifan yang masih rendah yaitu 33,37%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perbaikan pembelajaran pada siklus I yang memfokuskan pada kegiatan guru dalam menggunakan metode problem solving sudah ada peningkatan namun belum sesuai yang diharapkan sehingga perlu direncanakan perbaikan pembelajaran siklus II. Siklus II dimulai dengan perencanaan Pemilihan materi dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran materi yang dipilih dalam penelitian ini adalah operasi hitung campuran berdasarkan materi pada siklus I yang dipilih tersebut, kemudian disusun kedalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) masing-masing dengan alokasi waktu 2x30 menit. Tindakan dilakukan pada siklus II melalui perbaikan pembelajaran siklus II dilaksanakan pada September 2014, dengan materi pokok hitung campuran. Proses pembelajaran diakhiri dengan tes formatif yang dianalisa 116

JRR Tahun 24, Nomor 2, Desember 2015, hal 113-120 hasilnya untuk menentukan apakah upaya perbaikan pembelajaran tersebut berhasil meningkat atau tidak. Berdasarkan data pengamatan yang dilakukan oleh observer, diketahui bahwa pada saat pembelajaran guru sudah menggunakan metode problem solving dengan baik dalam menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan tahap perencanaan. Dari tabel 4.3 yang telah disajikan diatas dapat dilihat rata-rata kelas menunjukkan hasil yang meningkat 65 dan prosentase kelulusan kelas juga meningkat yaitu menjadi 75%. Hasil yang telah dicapai pada siklus II ini sudah sesuai dengan indikator pencapaian hasil. Hasil yang sama juga terjadi pada nilai afektif siswa dimana siswa pun sudah kelihatan aktif, hanya ada 1 siswa yang masih kurang aktif yaitu monik, dan sebagian besar siswa sudah memahami penjelasan yang disampaikan guru terbukti hasil mengalami peningkatan. Hasil refleksi menunjukkan data prestasi belajar yang dicapai siswa pada tes formatif perbaikan pembelajaran siklus II, diketahui bahwa nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 80, nilai rata-rata kelas 65 dan sebagian besar siswa sudah aktif dalam mengikuti pembelajaran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perbaikan pembelajaran pada siklus II yang memfokuskan pada metode problem solving dalam menyelesaikan soal cerita hitung campuran dapat meningkatkan prestasi belajar matematika materi penjumlahan. Oleh karena itu proses perbaikan pembelajaran dianggap selesai. Perbandingan Kondisi Awal dan Antar Siklus Jika dibandingkan antara keadaan kondisi awal, siklus I dan siklus II dapat dilihat bahwa saat kondisi awal rata-rata kelas sebesar 5, sedangkan nilai rata-rata kelas siklus I sudah ada peningkatan menjadi 57,5 adapun kenaikan rata-rata pada siklus II menjadi 65. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 1. Daftar Perbandingan Nilai Antar Siklus kelas IX Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kelas menunjukan peningkatan dari pra kondisi sampai siklus I. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat melalui grafik berikut ini 117

Eni Musrifah-Metode Problem Solving 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Grafik 1. Daftar Perbandingan Nilai Antar Siklus kelas IX Dengan melihat data nilai hasil tes formatif siswa sebelum diadakan perbaikan pembelajaran nilai rata-rata siswa 50, pada perbaikan pembelajaran siklus I nilai rata-rata siswa 57,5, dan pada perbaikan pembelajaran siklus II nilai rata-rata siswa 65, pada materi pokok hitung campuran diketahui adanya peningkatan keaktifan belajar maupun hasil belajar siswa. Sehingga pelaksanaan perbaikan pembelajaran sampai siklus II sudah dianggap cukup, karena pemahaman siswa untuk menyelesaikan soalsoal sudah menunjukkan adanya peningkatan. Berdasarkan hasil temuan dan refleksi, serta hasil pelaksanaan tes formatif sebelum diadakan perbaikan pembelajaran tentang materi hitung campuran pada siswa kelas IX di SLB-C Setya Darma Surakarta, maka untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa terhadap materi tersebut diperlukan metode yang berbeda dari yang sebelumnya untuk meningkatan prestasi belajar siswa. Diantara cara yang ditempuh antara lain adalah dengan menerapkan metode problem solving. su ty wa mo nilai pra kondisi nilai siklus I nilai siklus II Pembahasan Berdasarkan hasil pengamatan dan tindakan selama 2 siklus dapat dilihat adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa tunagrahita kelas IX di SLB-C Setya Darma Surakarta. Peningkatan hasil belajar tersebut dapat dijelaskan bahwa pada kondisi awal nilai rata-rata kelas yang dicapai siswa adalah 50, sedangkan setelah ada tindakan pada siklus I rata- rata nilai siswa menjadi 57,5, dan pada akhir siklus II menjadi 65. Pada kondisi awal ini siswa yang mendapat nilai 70 keatas hanya 1 orang dari4 orang siswa atau 25%, pada akhir siklus I prosentase kelulusan meningkat menjadi 50% atau ada 2 siswa yang memenuhi standar nilai bawah yang telah ditetapkan dan pada akhir siklus II prosentase kelulusan meningkat menjadi 75%. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika materi hitung campuran sudah menunjukkan peningkatan dan bisa dikatakan berhasil karena sudah melebihi nilai yang dicapai siswa yaitu 60. Sedangkan hasil pengamatan terhadap aktifitas siswa selama proses pembelajaran pada siklus I dan siklus II juga mengalami peningkatan. Peningkatan aktifitas siswa dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Pada siklus I siswa yang menunjukkan keaktifan dan keseriusan serta memperhatikan penjelasan guru sebesar 33,37%. (2) Pada Siklus II keaktifan dan keseriusan siswa meningkat menjadi 65,62%. Peningkatan hasil belajar matematika siswa tunagrahita kelas IX di SLB-C Setya Darma Surakarta dapat dilihat pada uraian 118

JRR Tahun 24, Nomor 2, Desember 2015, hal 113-120 di atas. Peningkatan belajar tersebut dipengaruhi oleh Metode yang diterapkan yaitu problem solving, Berdasarkan hasil pembelajaran dan pengamatan selama siklus I dan siklus II dapat dijelaskan bahwa pembelajaran matematika materi penjumlahan dengan menggunakan metode problem solving sesungguhnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran. Effendi dan organisasi American Association on Mental Retardation/AAMR (dalam Sunaryo dan Surtikanti, 2011: 57) mengatakan bahwa keterbelakangan mental menunjukkan dalam fungsi intelektual dibawah rata-rata, dan keterbatasan pada dua atau lebih keterampilan adaptif, seperti komunikasi, merawat diri, keterampilan sosial, kesehatan, fungsi akademis (membaca, menulis, berhitung), pekerjaan, dll. Dalam mengembangkan strategi pemecahan masalah, persamaan siswa tunagrahita ringan adalah ketika menyelesaikan soal, siswa butuh arahan, siswa menyelesaikan perhitungan dengan cara dibumbung susun atau disusun kebawah, dan siswa cenderung menggunakan kedua tangannya sebagai alat bantu hitung, karena kemampuannya yang terbatas dan cara berpikirnya secara kongkrit. Dalam hal ini, untuk kategori mengembangkan strategi pemecahan masalah terbukti bahwa anak tunagrahita ringan terlihat mampu dalam hal berhitung, dan siswa tunagrahita tidak mampu mendeteksi kesalahan-kesalahan dalam pernyataan, sesuai dengan karakteristik akademis dan mental. (Sunaryo dan Surtikanti, 2011:50). Menurut Somantri (2007: 111), siswa tunagrahita dengan kategori ringan yang disebut debil (mampu didik), mereka mampu dalam belajar membaca, menulis, dan berhitung sederhana, tetapi kemampuanya berbeda dengan orang normal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data yang telah dijelaskan pada Bab IV maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa metode problem solving dapat meningkatkan prestasi belajar siswa tunagrahita kelas IX SLB-C Setya Darma Surakarta dalam memecahkan masalah matematika bentuk soal cerita pada operasi hitung campuran. Siswa membutuhkan arahan ketika memulai menyelesaikan permasalahan, siswa menyelesaikan masalah sesuai strategi yang telah disusun dengan mengaitkan pada operasi hitung. Dalam proses menghitung, siswa sama-sama menyelesaikan perhitungan dengan cara disusun ke bawah dan cenderung menggunakan keduatangannyasebagai alat bantu hitung. 119

Eni Musrifah-Metode Problem Solving DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Suharsimi ( 2006). Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. ( 2007). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Herman Hudojo. (2001). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang: Universitas Negeri Malang. Santrock, J.W. (2009). Psikologi Pendidikan (Terjemahan). Jakarta: Salemba Humanika Soemantri, T Sutjihati. (2006). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung : Refika Sunaryo, Ilham dan Surtikanti. (2011). Pendidikan Anak Berkbutuhan Khusus (inklusif). Surakarta: FKIP UMS. Aditama 120