Keywords: Mathematics Learning Outcomes, Cooperative Learning, Numbered Heads, Classroom Action Research.

dokumen-dokumen yang mirip
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR METEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI 65 PRTANI TP.

Departement of Mathematic Education Mathematic and Sains Education Major Faculty of Teacher Training and Education Riau University

Seprotanto Simbolon 1, Sakur 2, Syofni 3 Contact :

Oleh: Lusi Lismayeni Drs.Sakur Dra.Jalinus Pendidikan Matematika, Universitas Riau

Oleh: Mutiara Rizky Ilzanorha Syofni Titi Solfitri ABSTRACT

Oleh: Asih Pressilia Resy Armis Zuhri D ABSTRACT

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 003 KOTO PERAMBAHAN

Oleh: Ririne Kharismawati* ) Sehatta Saragih** ) Kartini*** ) ABSTRACT

Indah Purnama *) Kartini dan Susda Heleni **) Progam Studi Pendidikan Matematika FKIP UR HP :

Monica Eka Yulianda 1, Atma Murni 2, Jalinus 3 Contact :

Asmarita 1, Sehatta Saragih 2, Zuhri D 3 Contact :

Oleh: Windi Prastiwi Japet Ginting Sakur ABSTRACT

Eka Mayani 1 H. Zuhri D 2 Sehatta Saragih 3 Kampus Bina Widya Km Simpang Baru Pekanbaru Telp. (0761) Abstract

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X MA DINIYAH PUTERI PEKANBARU

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIA 1 SMA NEGERI 8 PEKANBARU

Rusdel Syam, Rini Dian Anggraini, Jalinus No. HP.

Oleh: Tiaranita Dekriati * ) Japet Ginting ** ) Sakur *** ) ABSTRACT

Siti Nasuha 1, Jalinus 2, Rini Dian Anggraini 3 Hp.

Fatma Kumala 1, Sehatta Saragih 2, Nahor Murani Hutapea 3 No. Hp.

Aryanita 1 * Syofni ** Sehatta Saragih ***

Ermiwati*) Putri Yuanita**) Syofni **) Key word : Cooperative Learning, Think Pair Square, Learning Achievement

APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE THINK PAIR SQUARE (TPS) TO IMPROVE MATHEMATICS ACHIEVEMENT GRADE X AP 1 SMK PGRI PEKANBARU

PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 5E (LC 5E) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X 8 SMA NEGERI 2 SIAK HULU

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN OTENTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII 4 SMP NEGERI 17 PEKANBARU

Lilia Mutiara *) Susda Heleni dan Kartini **) Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Riau

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

Oleh: Marfi Ario Susda Heleni Jalinus

PENERAPAN PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E (LC 5E) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X 1 SMA NEGERI 2 KUANTAN HILIR

Wirma Niasari *), Susda Heleni, Titi Solfitri **) Keyword : Cooperative Learning, Two Stay Two Stray, Learning Achievement

Nur Rahmi, Suhermi, Atma Murni Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Riau

Nurain *) Japet Ginting, dan Armis **) ABSTRACT

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER

Wiwin Crisdayanti 1, Sakur 2, Rini Dian Anggraini 3 Contact :

Key Word : Students Math Achievement, Realistic Mathematics Education, Cooperative Learning Model of STAD, Classroom Action Research.

Riwa Giyantra *) Armis, Putri Yuanita **) Kampus UR Jl. Bina Widya Km. 12,5 Simpang Baru, Pekanbaru

Bambang Irawadi*), Yenita Roza, Zuhri**) ( )

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII B SMPS CENDANA PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PENDEKATAN STRUKTURAL THINK PAIR SQUARE

Oleh: Dessi Fitriah Herista Armis Titi Solfitri ABSTRACT

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SQUARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII 4 SMP Negeri 5 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS VIII.2 SMPN 3 BANGKINANG

Rika Aprilia 1, Yenita Roza 2, Rini Dian Anggraini 3 No.

Oleh: Desfi Harianty HS 1 Putri Yuanita 2 Rini Dian Anggraini 3

Manah Kibtiyah 1 Sehatta Saragih 2 Suhermi 3 Kampus Bina Widya Km Simpang Baru Pekanbaru Telp. (0761)63266

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PENDEKATAN STRUKTURAL THINK PAIR SQUARE

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PENDEKATAN PAIR CHECK

Akhmad Suyono *) Dosen FKIP Universitas Islam Riau

Vadhillah Rivha Vicry, H. Zuhri D, Suhermi No Hp

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE

Maya Anggraini 1, Putri Yuanita 2, Atma Murni 3 No.

PENERAPAN STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP AN NAMIROH PEKANBARU

Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau ABSTRACT

PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS DALAM UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENERAPKAN MODEL STAD

Oleh: Dewi Sri Yuliati 1, Zuhri D 2, Sehatta Saragih 3

Asari* Rini Dian Anggraini ** Zuhri D *** Key word : cooperative learning, STAD, mathematics learning outcomes

Rokiah Syafitri 1 Sehatta Saragih 2 Suhermi 3 Kampus Bina Widya Km Simpang Baru Pekanbaru Telp. (0761) Abstract

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 013 GANTING KECAMATAN SALO

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 005 SEGATI KEC. LANGGAM T.

Selva Mardhatilla*), Zulkarnain, Rini Dian Anggraini **) ( )

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD NEGERI 003 SIABU KECAMATAN SALO

Faculty of Teacher Training and Education Mathematic and Sains Education Major Mathematic Education Study Program Riau University

Lucia Helen Dewi Ariani * ), Japet Ginting,Yenita Roza ** ) ( )

ARTIKEL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika

Program Studi Pendidikan Matematika

Mivafarlian et al., Penerapan Metode Diskusi Berbantuan Garis Bilangan. 1

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS IIIB SDN 001 SALO

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING DI SEKOLAH DASAR

PENERAPAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII B SMP BEER SEBA PEKANBARU

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 15 BULUKUMBA

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SQUARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPIT AL-FITYAH PEKANBAU

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray

Afriyenti, Hendri Marhadi, Lazim N HP:

PENERAPAN METODE BELAJAR AKTIF TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 025 SUNGAI TUNGGAK

Noni Vera Helvida*, Putri Yuanita**, Syarifah Nur Siregar**)

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS X 2 SMA NEGERI 1 TANAH MERAH

Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Negeri 1 Bonai Darussalam

Darmawati, Imam Mahadi dan Ria Syafitri Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan PMIPA FKIP Universitas Riau Pekanbaru ABSTRACT

Lestaria Meri, Atma Murni, Syofni No Hp :

Transkripsi:

1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KEPALA BERNOMOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR METEMATIKA SISWA PADA MATERI BILANGAN PECAHAN DI KELAS VII MTs MUHAMMADIYAH DURI Muhammad Silmi Kaffah, Zuhri. D, Jalinus Email: msilmikaffah@yahoo.co.id, zuhri.daim@yahoo.com, jalinus_lintau@yahoo.com Hp. 085298039595 Progam Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau Abstract : This study aims to improve the learning process and improve learning outcomes class VII learners of MTs Muhammadiyah Duri by applying cooperative learning numbered heads model. The subjects were learners in class VII which consisted of 8 women and 8 men with heterogeneous academic ability. This research is a class act with two cycles. Each cycle has four stage : planning, implementation, observation and reflection. Data collection instrument in this study is the observation sheet activities teachers and learners, as well as the achievement test. Sheets were analyzed qualitatively descriptive narrative, while the achievement test were analyzed by descriptive statistical study by analyzing the development of the individual and group values, KKM achievement analysis, and analysis of the success of the action. Results of research on the observation sheet shows the activity of teachers and learners have done well and according to plan after the action. Improvements in the learning process of students and increase the number of learners who achieve KKM at the end of each cycle UH compared to the number of learners who achieve a score of KKM on base score. At the base score only 31% of learners who reach KKM, the UH I increased to 63% and the UH II also increased to 81%. The results of this study indicate that the application of cooperative learning numbered heads model can improve the learning process and improve learning outcomes class VII learners of MTs Muhammadiyah Duri in the first semester of the academic year 2013/2014. Keywords: Mathematics Learning Outcomes, Cooperative Learning, Numbered Heads, Classroom Action Research.

2 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KEPALA BERNOMOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR METEMATIKA SISWA PADA MATERI BILANGAN PECAHAN DI KELAS VII MTs MUHAMMADIYAH DURI Muhammad Silmi Kaffah, Zuhri. D, Jalinus Email: msilmikaffah@yahoo.co.id, zuhri.daim@yahoo.com, jalinus_lintau@yahoo.com Hp. 085298039595 Progam Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII MTs Muhammadiyah Duri dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Kepala Bernomor. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII yang terdiri dari 8 orang perempuan dan 8 orang lakilaki dengan kemampuan akademik heterogen. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Setiap siklus memiliki empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Lembar pengamatan dianalisis secara kualitatif deskriptif naratif, sedangkan tes hasil belajar dianalisis secara statistik deskriptif dengan menganalisis nilai perkembangan individu dan kelompok, analisis ketercapaian KKM, dan analisis keberhasilan tindakan. Hasil penelitian pada lembar pengamatan menunjukkan aktivitas guru dan siswa telah terlaksana dengan baik dan sesuai dengan rencana setelah dilakukannya tindakan. Terjadi perbaikan pada proses pembelajaran peserta didik dan peningkatan jumlah peserta didik yang mencapai KKM pada UH diakhir setiap siklus dibandingkan dengan jumlah peserta didik yang mencapai KKM pada skor dasar. Pada skor dasar hanya 31% peserta didik yang mencapai KKM, pada UH I meningkat menjadi 63% dan pada UH II juga meningkat menjadi 81%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Kepala Bernomor dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas VII MTs Muhammadyah Duri pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Kata kunci: Hasil Belajar Matematika, Pembelajaran Kooperatif, Kepala Bernomor, Penelitian Tindakan Kelas.

3 PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara (BSNP, 2006). Kegiatan pembelajaran matematika merupakan bagian dari proses pendidikan di sekolah dan mempunyai peranan penting dalam segala jenis dimensi kehidupan. Sesuai dengan fungsinya matematika berperan untuk mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur menurunkan dan menggunakan rumus yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari (Depdiknas, 2006). Tujuan pembelajaran matematika yang dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi adalah agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut : (1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antara konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, dan tepat dalam memecahkan masalah. (2) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan memanipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun buku atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. (3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh, (4) Mengkomunikasikan gagasan dalam simbol, tabel, diagram atau media lain untuk menjelaskan keadaan atau masalah. (5) Memiliki sifat menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika serta sikap ulet dan percaya diri dalam menyelesaikan masalah. Tujuan pembelajaran matematika tersebut, memberi makna bahwa pembelajaran matematika dapat dijadikan sarana untuk melatih siswa dalam mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, dan mengkomunikasikan gagasan, serta menata cara berfikir dan pembentukan keterampilan matematika untuk mengubah tingkah laku peserta didik. Perubahan tingkah laku peserta didik akan terlihat pada akhir proses pembelajaran yang dinyatakan dalam pembelajaran. Berdasarkan data yang diperoleh dari guru matematika kelas VII MTs Muhammadiyah Duri diketahui bahwa hanya 5 siswa (31%) dari 16 siswa pada materi pokok Bilangan Bulat yang mencapai KKM yang ditetapkan, yaitu 70, Hal ini berarti ketercapaian KKM matematika di kelas VII MTs Muhammadiyah masih rendah. Berkaitan dengan hasil belajar siswa, penulis melakukan wawancara dengan beberapa siswa kelas VII MTs Muhammadiyah Duri yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang proses pembelajaran dan kendala-kendala yang dialami siswa selama proses pembelajaran matematika berlangsung. Dari wawancara tersebut diperoleh informasi bahwa siswa kurang termotivasi untuk belajar matematika. Dalam belajar matematika siswa banyak menghapal rumus sehingga siswa malas untuk belajar matematika dan kurang terlibat aktif dalam pembelajaran. Siswa juga mengakui lebih senang belajar dengan diskusi kelompok, karena merasa lebih nyaman jika bertanya kepada teman sendiri jika ada bagian dari pelajaran yang tidak dimengerti. Kemudian, penulis melakukan wawancara dengan guru untuk memperoleh informasi tentang hasil belajar siswa dan kendala-kendala yang dialami guru saat proses pembelajaran berlangsung. Dari wawancara tersebut, diperoleh informasi bahwa kesadaran siswa untuk mengulang kembali pelajarannya sangat rendah, sehingga ketika mereka ditanya

kembali tentang materi yang sama keesokkan harinya, mereka kesulitan bahkan tidak bisa menjawabnya. Dari hasil wawancara guru dan siswa, penulis melakukan observasi proses belajar mengajar dengan tujuan memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat, dari observasi tersebut. Pada saat observasi di kelas VII MTs Muhammadiyah, proses pembelajaran yang terjadi yaitu terlihat guru tidak ada memotivasi siswa. Terlihat bahwa siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Setelah menjelaskan materi pelajaran dan memberikan contoh soal, selanjutnya guru memberikan latihan soal. Pada saat pembelajaran berakhir, siswa takut untuk bertanya tentang apa yang tidak dimengerti. Dari hasil wawancara dan observasi saat proses pembelajaran diperoleh kesimpulan hasil belajar siswa rendah disebabkan oleh guru tidak ada memotivasi siswa, kurangnya kesadaran dan tanggung jawab siswa saat mengerjakan latihan yang diberikan, sebagian besar siswa kurang aktif dalam pembelajaran dan saat proses pembelajaran siswa takut untuk bertanya tentang apa yang tidak dimengerti. Adapun usaha guru untuk membantu siswa agar aktif dalam pembelajaran berlangsung dan mampu menyelesaikan soal-soal matematika yaitu dengan menerapkan pembelajaran kelompok. Guru membagi siswa-siswanya ke dalam beberapa kelompok hanya berdasarkan posisi tempat duduk yang terdekat. Hal ini membuat kelompok belajar yang tidak heterogen, dimana ada siswa yang berkemampuan rendah sekelompok dengan siswa yang berkemampuan rendah dan juga saat diskusi kelompok hanya beberapa siswa yang aktif dan kurangnya tanggung jawab setiap anggota kelompok. Tentunya hal ini tidak akan membuat diskusi berjalan sebagaimana mestinya dan hasilnya tentu tidak optimal. Melihat fenomena di atas, maka perlu diterapkan suatu sistem pembelajaran yang melibatkan peran siswa secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar, guna meningkatkan prestasi belajar matematika disetiap jenjang pendidikan. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan peran siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif sangat cocok diterapkan pada pembelajaran matematika karena dalam mempelajari matematika tidak cukup hanya mengetahui dan menghafal konsep-konsep matematika tetapi juga dibutuhkan suatu pemahaman serta kemampuan menyelesaikan persoalan matematika dengan baik dan benar. Melalui model pembelajaran ini siswa dapat mengemukakan pemikirannya, saling bertukar pendapat, saling bekerja sama jika ada teman dalam kelompoknya yang mengalami kesulitan. Hal ini dapat meningkatkan motivasi siswa untuk mengkaji dan menguasai materi pelajaran matematika sehingga nantinya akan meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Model pembelajaran kooperatif terdiri dari : STAD (Student Teams Achievement Division), Jigsaw, IK (Investigasi Kelompok), Kepala Bernomor dan pendekatan struktural. Melihat penguasaan siswa terhadap materi matematika khususnya pokok bahasan Bilangan Bulat, maka dalam penelitian ini model pembelajaran yang dipilih adalah model pembelajaran kooperatif tipe Kepala Bernomor, model pembelajaran ini memberi kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan pertimbangan jawaban yang paling tepat. Selain itu, model ini juga mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerjasama mereka. Setiap anggota kelompok mempunyai tanggung jawab yang sama dan terbagi sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa. Siswa yang berkemampuan rendah akan lebih terdorong untuk belajar. Model pembelajaran kooperatif tipe Kepala Bernomor diterapkan dengan membentuk kelompok yang berpusat kepada siswa, mengarahkan siswa pada pembelajaran yang aktif, kreatif, 4

5 menumbuhkan keberanian, dan memberikan proses belajar yang tidak monoton dan menyenangkan karena siswa terlibat aktif untuk belajar bekerja sama dalam kelompok. Anita Lie (2010) mengemukakan bahwa dalam model pembelajaran kooperatif tipe Kepala Bernomor, setiap siswa akan diberi nomor dan dituntut untuk menyelesaikan tugas yang diberi oleh guru. Setiap siswa bertanggung jawab penuh terhadap kelompoknya. Kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan memastikan setiap anggota kelompok mengetahui jawaban tersebut. Setiap kelompok ingin kelompoknya unggul dari yang lain. Siswa yang pandai dan yang belum pandai dalam suatu kelompok akan saling membantu menyelesaikan tugas kelompoknya sehingga kemampuan untuk menguasai pelajaran akan semakin merata untuk semua siswa. Ibrahim, dkk, (2000) memaparkan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Kepala Bernomor sebagai berikut: 1. Penomoran.: Guru membagi siswa kedalam kelompok yang beranggotakan 3-5 orang dan kepada setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1 s/d 5 2. Pengajuan pertanyaan : Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan dapat bervariasi. Pertanyaan bisa lebih spesifik dan dalam kalimat Tanya. 3. Berpikir bersama : Siswa mengajukan pendapatnya terhadap jawaban dari pertanyaan itu dan meyakinkan bahwa setiap anggota dalam timnya mengetahui jawabannya. 4. Menjawab : Guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai akan menjawab. Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Kepala Bernomor dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi Bilangan Pecahan di Kelas VII MTs Muhammadiyah Duri semester ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014? Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas dan meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Kepala Bernomor pada materi Bilangan Pecahan di Kelas VII MTs Muhammadiyah Duri semester ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk kedalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar matematika yang dilaksanakan di MTs Muhammadiyah Desa Petani Duri, Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dengan 3 kali pertemuan dan ditambah satu kali ulangan harian untuk setiap siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Muhammadiyah Duri dengan jumlah siswa sebanyak 16 orang yang terdiri dari 8 orang laki-laki dan 8 orang perempuan dengan karakteristik kemampuan akademis heterogen. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Perangkat pembelajaran terdiri dari Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Sedangkan instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar observasi untuk memperoleh data tentang aktivitas guru dan

6 peserta didik selama proses pembelajaran dan tes hasil belajar untuk memperoleh data tentang hasil belajar metematika peserta didik setelah proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi/pengamatan terhadap semua aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan hasil tes setelah proses belajar berlangsung. Tes ini dilaksanakan dalam bentuk Ulangan Harian (UH). Teknik analisis data pada penelitian ini adalah: (1) analisis data aktifitas guru dan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran yang didasarkan pada hasil yang didapat dari lembar observasi yang diambil pada saat proses pembelajaran dengan melihat kesesuaian perencanaan yang dibuat dengan pelaksanaan tindakan. Setelah melakukan pengamatan pada siklus I, hasil pengamatan akan didiskusikan dan dianalisis oleh peneliti dan pengamat untuk mengetahui kekuatan kekuatan dan kelemahan kelemahan yang terjadi selama pelaksanaan siklus I. Selanjutnya, untuk kekuatan yang ditemui diusahakan tetap terlaksana dan untuk kelemahan yang ditemukan direncanakan tindakan baru sebagai usaha perbaikan pada pelaksanaan pembelajaran selanjutnya pada siklus 2. Tindakan dikatakan berhasil jika pembelajaran yang dilaksanakan telah sesuai dengan apa yang diharapkan pada sintaks pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor; (2) analisis hasil belajar matematika peserta didik untuk menentukan skor perkembangan individu, skor perkembangan kelompok dan penghargaan kelompok, pencapaian ketuntasan peserta didik, dan keberhasilan tindakan; (3) analisis ketercapaian KKM, dilakukan dengan membandingkan skor hasil belajar yang diperoleh peserta didik pada setiap ulangan harian dengan KKM yang ditetapkan sekolah. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari membandingkan skor awal, skor ulangan harian I dan ulangan harian II. Berdasarkan KKM yang ditetapkan di MTs Muhammadiyah Duri, maka siswa dikatakan tuntas secara individu jika nilainya 70; (4) analisis keberhasilan tindakan (ketercapaian tujuan pembelajaran), dilihat dari skor dasar siswa sampai dengan nilai ulangan harian I dan II. Kriteria keberhasilan tindakan pada penelitian ini adalah: a) terjadinya perbaikan proses pembelajaran, dilihat berdasarkan hasil refleksi terhadap proses pembelajaran yang diperoleh melalui lembar pengamatan aktivitas guru dan peserta didik. Apabila proses pembelajaran yang dilakukan semakin baik dan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Kepala Bernomor, maka terjadi perbaikan pada proses pembelajaran; b) peningkatan hasil belajar matematika peserta didik, dilihat dari analisis distribusi frekuensi hasil belajar matematika peserta didik yang dibuat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Apabila pada tabel distribusi frekuensi menyatakan bahwa frekuensi peserta didik yang mendapat nilai tinggi meningkat dari skor dasar ke UH I dan UH II maka dapat dikatakan hasil belajar peserta didik meningkat. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis Data Aktivitas Guru dan Siswa Berdasarkan kesimpulan analisis data proses pembelajaran siklus pertama dan kedua dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran baik pada siklus pertama maupun pada siklus kedua semakin membaik. Perbaikan proses pembelajaran yang terjadi pada siklus pertama dan siklus kedua ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika di kelas VII MTs. Muhammadiyah Duri semakin membaik. Hal ini terlihat dari jumlah siswa yang mencapai KKM pada ulangan harian I lebih banyak daripada jumlah siswa yang mencapai KKM pada skor dasar siklus pertama dan jumlah siswa yang mencapai

7 KKM pada ulangan harian II lebih banyak daripada jumlah siswa yang mencapai KKM pada skor dasar siklus kedua. Dengan demikian hasil belajar matematika siswa kelas VII MTs Muhammadiyah Duri melalui model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor dapat meningkat. Pengamatan kegiatan pembelajaran secara keseluruhan sudah sesuai dengan langkah-langkah penerapan metode pembelajaran. Berdasarkan lembar pengamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa sudah mulai terbiasa dengan metode pembelajaran ini terlihat dari lembar pengamatan aktivitas dan interaksi guru dan siswa. Siswa terlihat senang belajar berkelompok. Siswa juga terlibat secara aktif di dalam kelompok untuk menemukan rumus/konsep yang di presentasikan. Dari hasil pengamatan di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran sebelum tindakan meningkat pada siklus I dan siklus II walaupun pada siklus I masih belum berjalan dengan baik dan penggunaan waktu masih belum sesuai perencanaan, sedangkan pada siklus II sudah mulai berjalan dengan baik sehingga terjadi perbaikan proses pembelajaran dari sebelum tindakan ke siklus I dan siklus II. Peningkatan hasil belajar matematika siswa sebelum dan sesudah tindakan dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini: Tabel 1 Persentase Ketercapaian KKM Siswa Jumlah siswa yang mencapai KKM dari 16 siswa Skor Dasar Ulangan Harian I Ulangan Harian II 5 10 13 Persentase (%) 31% 63% 81% Dari tabel 1 telihat bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan dari skor dasar, UH I dan UH II. Persentase hasil belajar matematika siswa pada skor dasar yaitu 31%, UH I yaitu 63% dan UH II sebesar 81%. Analisis Ketercapaian KKM Indikator pada Ulangan Harian I Penentuan skor dari UH ini tidak hanya dilihat dari benar atau salah jawaban siswa tapi juga dari kelengkapan langkah-langkah operasinya. Berdasarkan skor hasil belajar matematika yang diperoleh siswa untuk setiap indikator pada UH-I (Lampiran G 1 ) dapat diketahui jumlah siswa yang mencapai KKM untuk setiap indikator (Lampiran L 1 ).Jumlah siswa yang mencapai KKM indikator (mencapai nilai 70 untuk setiap indikator) pada UH-I dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. Tabel 2 Ketercapaian KKM Pada Ulangan Harian I Untuk Setiap Indikator No. 1 2 Indikator Menentukan berbagai bentuk dan jenis-jenis bilangan pecahan: biasa, campuran, desimal, persen dan permil Menentukan pecahan senilai dari suatu pecahan, membandingkan dan mengurutkan pecahan 3 Mengubah pecahan ke bentuk pecahan yang lain 4 Mengubah pecahan ke bentuk pecahan yang lain Jumlah siswa dalam kelas = 16 siswa Ketercapaian KKM Jumlah siswa Persentase 10 63% 8 50% 10 63% 7 44%

8 Analisis Ketercapaian KKM Indikator pada Ulangan Harian II Berdasarkan nilai hasil belajar matematika yang diperoleh siswa untuk setiap indikator pada UH-2 (Lampiran G 2 ), dapat diketahui jumlah siswa yang mencapai KKM untuk setiap indikator (Lampiran L 2 ). Jumlah siswa yang mencapai KKM indikator (mencapai nilai 70 untuk setiap indikator) pada UH-2, dapat dilihat pada Tabel 3 berikut. Tabel 3 Ketercapaian KKM Pada Ulangan Harian II Untuk Setiap Indikator No. 1 2 3 4 5 Indikator Menyelesaikan operasi tambah dan kurang pada bilangan pecahan dan menemukan sifat-sifat operasi hitung serta menggunakannya dalam pemecahan masalah Menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian pada bilangan pecahan dan menemukan sifat-sifat operasi hitung serta menggunakannya dalam pemecahan masalah Menyelesaikan operasi hitung campuran pada bilangan pecahan Ketercapaian KKM Jumlah Persentase 14 88% 10 63% 9 56% Menaksir bilangan pecahan dan menulis bentuk baku 11 69% bilangan Menaksir bilangan pecahan dan menulis bentuk baku bilangan 10 63% Jumlah siswa dalam kelas = 16 siswa Tabel 4 Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Hasil Belajar Siswa Interval Frekuensi Siswa Skor Dasar UH I UH II Kriteria 0 20 0 0 0 Rendah Sekali 21-40 0 3 0 Rendah 41-60 6 2 2 Cukup 61-80 9 8 5 Tinggi 81-100 0 3 9 Tinggi Sekali Jumlah siswa 16 16 16 Berdasarkan tabel distribusi frekuensi tersebut, terlihat bahwa terjadi perubahan hasil belajar siswa antara skor dasar, ulangan harian I, dan ulangan harian II. Hal ini menunjukkan bahwa setelah tindakan terjadi peningkatan hasil belajar yang ditandai dengan meningkatnya jumlah siswa yang menempati kelas interval 81-100 dari skor dasar ke ulangan harian I dan II. Berdasarkan analisis data di atas menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VIII mendukung hipotesis tindakan jika pembelajaran kooperatif tipe

9 kepala bernomor diterapkan maka dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi Bilangan Pecahan kelas VII MTs Muhammadiyah pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah peneliti lakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor dapat memperbaiki proses pembelajarann dan meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi Bilangan Pecahan kelas VII MTs Muhammadiyah Duri semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. Rekomendasi Memperhatikan hasil pembahasan dan kesimpulan yang telah dipaparkan, maka peneliti mengajukan beberapa saran yang berhubungan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Kepala Bernomor pada pembelajaran matematika, yaitu: (1) model pembelajaran kooperatif tipe Kepala Bernomor perlu disosialisasikan dan dijadikan alternatif pembelajaran matematika di sekolah karena dengan model pembelajaran ini siswa merasa senang dan terlatih untuk bekerjasama dengan orang lain dan tidak menjemukan peserta didik dalam belajar di kelas sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa; (2) dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Kepala Bernomor, guru hendaknya mengatur waktu sebaik mungkin sehingga semua kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA Anita Lie. 2010. Cooperatife learning. Grasindo. jakarta. Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). 2006. Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) SD / MI. BP. Dharma Bhakti. Jakarta. Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi Mata pelajaran Matematika SD dan MTs. Depdiknas. Jakarta. Ibrahim. Dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Universitas Surabaya. Surabaya