Universitas Muhammadiyah Semarang, 30 September 2017 ABSTRACT

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

ABSTRAK. PENGARUH EKSTRAK KULIT LEMON (Citrus limon Linn.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans PADA LANDASAN GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK HEAT CURED

BAB 1 PENDAHULUAN. Denture stomatitis merupakan suatu proses inflamasi pada mukosa mulut

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Jamur merupakan mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Rumah Sakit

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pada permukaan basis gigi tiruan dapat terjadi penimbunan sisa makanan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sentral bagian

BAB 1 PENDAHULUAN. gigitiruan dan sebagai pendukung jaringan lunak di sekitar gigi. 1,2 Basis gigitiruan

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Deskripsi KOMPOSISI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L) DAN PENGGUNAANNYA

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Resin akrilik merupakan bahan yang paling banyak digunakan di Kedokteran

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN. tahun 0,1%, usia tahun 0,4 %, usia tahun 1,8%, usia tahun 5,9%

BAB I PENDAHULUAN. tidak diganti dapat menimbulkan gangguan pada fungsi sistem stomatognatik

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Gigi tiruan lepasan adalah protesis yang menggantikan sebagian ataupun

BAB I PENDAHULUAN. Candida albicans merupakan jamur yang dapat menginfeksi bagian- bagian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Alginat merupakan bahan cetak hidrokolloid yang paling banyak

BAB 1 PENDAHULUAN. anatomis, fisiologis maupun fungsional, bahkan tidak jarang pula menyebabkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Gigi tiruan sebagian lepasan (removable partial denture) adalah gigi tiruan

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB 4 METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Plak gigi adalah deposit lunak yang membentuk biofilm dan melekat pada

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. masih merupakan masalah di masyarakat (Wahyukundari, 2009). Penyakit

BAB IV METODE PENELITIAN. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratories dengan rancangan. penelitian The Post Test Only Control Group Design.

PENGARUH PERENDAMAN BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DALAM VINEGAR APEL DAN SODIUM HIPOKLORIT TERHADAP JUMLAH Candida albicans

Lampiran 1. Skema Alur Pikir

BAB III METODE PENELITIAN

PERBEDAAN EFEKTIFITAS OBAT KUMUR HERBAL DAN NON HERBAL TERHADAP AKUMULASI PLAK DI DALAM RONGGA MULUT

BAB 1 PENDAHULUAN. digunakan di kedokteran gigi adalah hydrocolloid irreversible atau alginat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian

ABSTRAK PERBEDAAN KEKERASAN RESIN AKRILIK HEAT CURED SEBELUM DAN SESUDAH PERENDAMAN DALAM LARUTAN TABLET PEMBERSIH GIGI TIRUAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Rerata Zona Radikal. belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap bakteri penyebab

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. penyebab utama terjadinya kehilangan gigi. Faktor bukan penyakit yaitu sosiodemografi

BAB III METODE PENELITIAN

Andhika Ambo*, Arlina Nurhapsari**, Erwid Fatchur Rahman** PENDAHULUAN

BAB 4 METODE PENELITIAN. 4.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorik yang dilakukan secara in vitro.

BAB 1 PENDAHULUAN. di atas. 3 Bahan yang paling umum digunakan untuk pembuatan basis gigitiruan adalah

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. keadaan ini dapat meningkatkan resiko kehilangan gigi. Kehilangan gigi dapat

BAB I PENDAHULUAN. tersebut adalah terjadinya infeksi silang yang bisa ditularkan terhadap pasien, dokter

BAB III METODE PENELITIAN. reaksi, piring kultur sel atau di luar tubuh makhluk hidup, syarat penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. anak-anak sampai lanjut usia. Presentase tertinggi pada golongan umur lebih dari

III. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat Dan Waktu Penelitian. Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian dilakukan selama

PENGARUH LARUTAN EKSTRAK DAUN SIRIH (PIPER BETLE L) TERHADAP PERUBAHAN WARNA BASIS RESIN AKRILIK HEAT CURED SKRIPSI ANDI NUR MAYANTI J

BAB III METODE PENELITIAN. laboratoris murni yang dilakukan secara in vitro. Yogyakarta dan bahan uji berupa ekstrak daun pare (Momordica charantia)

ABSTRAK. Kata kunci : Daun sirih merah, daun sirih hijau, bakteri aerob, saliva

BAB 1 PENDAHULUAN. cetakan negatif dari jaringan rongga mulut. Hasil cetakan digunakan untuk

BAB III. METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. mengandung mikroba normal mulut yang berkoloni dan terus bertahan dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Mikrobiologi, dan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2016.

BAB 4 METODE PENELITIAN. 4.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik.

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. perawatan kelainan oklusal yang akan berpengaruh pada fungsi oklusi yang stabil,

PENGARUH AIR REBUSAN DAUN SALAM

BAB 1 PENDAHULUAN. RI tahun 2004, prevalensi karies gigi mencapai 90,05%. 1 Karies gigi merupakan

BAB 4 METODE PENELITIAN. 4.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik.

BAB I PENDAHULUAN. menciptakan hubungan oklusi yang baik (Dika et al., 2011). dua, yaitu ortodontik lepasan (removable) dan ortodontik cekat (fixed).

BAB 1 PENDAHULUAN. lainnya sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Angka kejadian masalah

KEKUATAN IMPAK RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS SETELAH PERENDAMAN DALAM LARUTAN TABLET PEMBERSIH GIGITIRUAN

NASKAH PUBLIKASI Disusun Untuk Dipublikasikan Pada Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta

PERBANDINGAN EFEK ANTICANDIDA CHLORHEXIDINE 2% (CHX) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS

Uji daya hambat anti jamur ekstrak minyak atsiri Cinnamomun burmanii terhadap pertumbuhan Candida albicans

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Karies gigi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum terjadi di

PERTUMBUHAN BAKTERI PLAK DAN CANDIDA ALBICANS PADA BASIS GIGITIRUAN LEPASAN AKRILIK SETELAH PERENDAMAN DALAM INFUSA BUNGA ROSELLA

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Plak gigi merupakan komunitas mikroba yang melekat maupun berkembang

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek pada penelitian ini adalah bakteri Enterococcus faecalis yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia saat ini sedang menggalakkan pemakaian bahan alami sebagai bahan obat,

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian eksperimental

BAB I PENDAHULUAN. Gigi yang sehat adalah gigi yang rapi, bersih, didukung oleh gusi yang kuat dan

BAB I PENDAHULUAN. merupakan kelompok mikroba di dalam rongga mulut dan dapat diklasifikasikan. bakteri aerob, anaerob, dan anaerob fakultatif.

I. PENDAHULUAN. A. Latar belakang. retensi. Alat ortodonsi lepasan merupakan alat yang dapat dilepas dan dibersihkan

BAB III METODE PENELITIAN. dan tingkat kerusakan dinding sel pada jamur Candida albicans merupakan penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III MATERI DAN METODE. pada suhu 70 C terhadap total bakteri, ph dan Intensitas Pencoklatan susu telah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. terutama resin akrilik kuring panas memenuhi syarat sebagai bahan basis gigi

PENGARUH PEMAKAIAN GIGITIRUAN LEPASAN TERHADAP PERTUMBUHAN

PERUBAHAN WARNA PADA LEMPENG RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS SETELAH PERENDAMAN DALAM EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI 30%

BAB III METODE PENELITIAN. Asam Jawa (Tamarindus indica L) yang diujikan pada bakteri P. gingivalis.

Bahan basis gigitiruan resin. Resin akrilik. Swapolimerisasi. Konduktivitas termal. Minuman soda Obat Kumur Kopi Teh Nikotin

BAB 4 METODE PE ELITIA

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu 10%, 25%, 50%, 75% dan 100%. 2. Bakteri uji yang digunakan adalah bakteri Enterococcus faecalis dengan

Kata kunci: berkumur, bakteri aerob, saliva, baking soda, lemon.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental murni laboratoris

BAB I PENDAHULUAN. yang predominan. Bakteri dapat dibagi menjadi bakteri aerob, bakteri anaerob dan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratories.

I PENDAHULUAN. Bab ini akan membahas mengenai: (1.1) Latar Belakang Penelitian, (1.2)

Transkripsi:

PERBEDAAN PERENDAMAN PLAT RESIN AKRILIK PADA TABLET PEMBERSIH GIGI TIRUAN EFFERVESCENT DAN AIR REBUSAN DAUN SIRIH TERHADAP PENURUNAN JUMLAH KOLONI JAMUR CANDIDA ALBICANS Roza Restu Pambudi 1), Ratna Sulistyorini 2), Lisa Oktaviana Mayasari 3) Fakultas Kedokteran Gigi, Univers itas Muhammadiyah Semarang Email :rozares tu833@gmail.com ABSTRACT Background: Denture plaque is an important factor that can caus e palatal mucos a inflammation and denture s tomatitis. Acrylic res in denture and oral cavity hygiene can be maintained from Candida albicans contamination by immers ing denture in denture cleans er at night. Denture cleans er can be made from chemical material, s uch as denture cleans er tablet effervescent and traditional material s uch as betel leafboiled water. Objective : The aim of this s tudy is to inves tigate the difference between acrylic res in plate immers ion in denture cleaner tablet effervescent and betel leaf boiled water concerning the decreas e ofcandidaalbican samount. Methodes : This is an experimental laboratory res earch. 24 acrylic res in plates are divided into 3 groups : group 1, acrylic res in immers ed in aquades for 6 hours, group 2, acrylic res in is immers ed in betel leaf boiled water for 6 hours, and grou p 3, acrylicres in is immers ed in denture cleans er tablet effervescent in 15 minutes. Result: Statis tical analys is with ANOVA tes t which is then continued with post -hoc test s hows the s ignificant difference between betel leaf boiled water and denture cleans er tablet effervescent (p<0.05). Conclus ion : It can be concluded from this s tudy that there is a lot betel leaf boiled water concerning the decrease of Candida albicans fungal colony of the denture cleanser tablet effervescent. Keywords: Candida albicans, betel leaf boiled water, denture cleanser tablet effervescent. PENDAHULUAN Pemakaian gigi tiruan dapat terjadi akumulasi plak yang disebabkan kasarnya permukaan resin akrilik. Plak pada gigi tiruan merupakan faktor penting yang dapat menyebabkan inflamasi pada mukosa palatal dan terjadinya denture stomatitis. 1 Denture stomatitis merupakan keradangan pada mukosa rongga mulut yang diakibatkan oleh pemakaian gigi tiruan lepasan. Tanda khas berupa erythema, edema dan berwarna lebih merah dibanding jaringan sekitarnya yang tidak tertutup oleh gigi tiruan. Rasa yang tidak nyaman disebabkan oleh infeksi jamur pada rongga mulut, dapat disebabkan oleh pertumbuhan jamur Candida albicans. 2 Candida albicans merupakan kelompok flora normal pada selaput mukosa pernapasan, saluran pencernaan serta secara khusus genetalia wanita. Candida albicans dapat menyebabkan penyakit sistemik progresif pada penderita yang lemah, terutama jika imunitas berperantara sel terganggu. 3 Kebersihan gigi tiruan resin akrilik dan kebersihan rongga mulut dapat dijaga dari kontaminasi jamur Candida albicans dengan cara merendam gigi tiruan dalam bahan pembersih gigi tiruan pada malam hari. 4 Bahan pembersih gigi tiruan yang beredar di pasaran umumnya berasal dari bahan kimia 319

antara lain alkalin peroksida, sodium hipoklorit, dan klorheksxidin glukonat. 5 Dari hasil penelitian Huey-Er Lee, Chiung- Le Li, dkk diperoleh hasil bahwa dibandingkan dengan metode lain, menyikat dan merendam dalam larutan pembersih tablet, atau kombinasi keduanya dapat secara signifikan mampu mengurangi Candida albicans pada gigi tiruan (Lee et al., 2011). 6 Salah satu tanaman tradisional yang dapat digunakan sebagai pengobatan adalah daun sirih, karena telah diketahui beberapa kandungan yang dimiliki oleh tanaman sirih. 7 Daun sirih dapat diolah dalam bentuk ekstrak dan rebusan. Kelebihan dariekstrak adalah senyawa yang tidak diinginkan dapat dihilangkan sehingga didapatkan senyawa atau zat yang diinginkan.sedangkan pada rebusan menggunakan metode serta alat yang mudah dan sederhana. 8 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perendaman plat akrilik pada tablet pembersih gigi tiruan effervescent dan air rebusan daun sirih terhadap penurunan koloni jamur Candida albicans. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratoris, dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah post test only control group design. Penelitian ini telah mendapatkan Ethical Clearance penelitian ini menggunakan 24 sampel untuk 3 kelompok masing-masing berjumlah 8 buah. Kelompok perlakuan 1 plat resin akrilik direndam pada aquades selama 6 jam, kelompok perlakuan 2 plat resin akrilik direndam pada air rebusan daun sirih setelah dikontaminasi Candida albicans selama 6 jam, kelompok perlakuan 3 dilakukan perendaman plat resin akrilik direndam pada tablet effervescent setelah dikontaminasi Candida albicans selama 15 menit. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium mikrobiologi Terpadu Universitas Muhammadiyah Semarang dan Laboratorium Mikrobiologi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR). Alat yang digunakan adalah vibrator (vortex), cawan petri, model malam ukuran 10x10x2mm, kuvet, press, stelon pot, spatula stainless steel, inkubator, pinset, tabung reaksi, erlenmeyer, Colony counter. Bahan yang digunakan adalah Resin akrilik tipe heat cured, air rebusan daun sirih, tablet pembersih effervescent, suspensi Candida albicans, malam merah, Sabouraud s dextrose agar, Brain Heart Infusion (media BHI), Could Mould Seal (CMS), larutan phosphat buffer saline (PBS), saliva buatan, gips plaster, aquades steril. Pembuatan air rebusan daun sirih dengan cara daun sirih hijau segar ditimbang sebanyak 25 gram (± 8 lembar), kemudian dicuci dibawah air mengalir, di masukkan dalam gelas kimia, ditambahkan aquades sebanyak 500 ml lalu direbus dengan air mendidih sampai volumenya menjadi 250 ml. Setelah itu rebusan di diamkan sampai dingin dan disaring untuk mendapatkan air rebusan daun sirih. 9 Pengenceran tablet pembersih gigi tiruan effervescent sesuai dengan anjuran pada kemasan produk, prosedur pembuatan tablet pembersih gigi tiruan effervescent yaitu 100 ml air hangat dalam gelas masukkan tablet pembersih gigi tiruan effervescent ke dalam air hangat tersebut sampai tablet terlihat habis. Kemudian rendam resin akrilik sekitar 15 menit. Plat resin akrilik ukuran 10x10x2mm direndam menggunakan aquades steril selama 48 jam untuk mengurangi sisa monomer, kemudian disterilisasi dengan menggunakan autoclave 121 C selama 18 menit. Plat resin akrilik direndam dalam saliva buatan selama 1 jam, kemudian dibilas menggunakan larutan phosphat buffer saline (PBS) masing-masing dua kali. Plat resin akrilik heat cured dimasukkan dalam tabung reaksi yang masing-masing berisi suspense jamur candida albicans. Plat resin akrilik 320

heat cured direndam dalam tabung reaksi berisi larutan effervescent dan air rebusan daun sirih yang sebelumnya berisi suspensi Candida albicans kecuali pada aquades. Setelah itu plat resin akrilik dibilas menggunakan PBS (phosphat buffer saline) kemudian dimasukkan kedalam media BHI 10 ml, kemudian divibrasi dengan vortex selama 30 detik untuk melepaskan Candida albicans yang melekat pada resin akrilik. Dimasukkan ke dalam Sabouraud s dextrose agar, setelah itu diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37ºC.Menghitung jumlah koloni Candida albicans menggunakan colony counter. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian perbedaan perendaman plat resin akrilik pada tablet pembersih gigi tiruan effervescent dan air rebusan daun sirih terhadap penurunan jumlah koloni jamur Candida albicans menunjukkan perbedaan. Rata-rata penurunan jumlah koloni jamur Candida albicans lebih banyak pada air rebusan daun sirih dapat ditunjukkan pada : Tabel 1. Rerata jumlah koloni Candida albicans Kelompok n Mean Std. Dev Aquades 8 113,2500 8,92428 Sirih 8 213,1250 7,07990 Tablet Effervescent 8 129,2500 5,99404 Kemudian dilakukan uji normalitas dan homogenitas untuk mengetahui apakah data tersebut terdistribusi normal atau tidak. Penelitian ini menggunakan 24 sampel sehingga menggunakan uji normalitas Saphiro-Wilk. Hasil uji normalitas masing- masing variabel, yaitu antara jumlah koloni jamur pada tablet pembersih gigi tiruan effervescent dan air rebusan daun sirih menunjukkan nilai p (probability) lebih besar dari 0,05 (p>0,05). Hal ini menunjukkan masing-masing data berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas menggunakan Levene s test pada masing-masing variabel, yaitu antara jumlah koloni jamur Candida albicans pada air rebusan daun sirih dan tablet pembersih gigi tiruan effervescent menunjukkan nilai p (probability) lebih besar dari 0,05 (p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa data yang diperoleh dari hasil penelitian adalah homogen. Kemudian dilakukan uji beda menggunakan uji parametrik One Way Anova. Hasil uji One Way Anova menunjukkan adanya perbedaan antar kelompok perlakuan, hal ini ditunjukkan dari nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan terdapat perebedaan jumlah koloni Candida albicans pada perendaman plat resin akrilik pada air rebusan daun sirih dan tablet pembersih gigi tiruan Effervescent. Hasil uji LSD menunjukkan perbedaan pada masing-masing kelompok perlakuan, hal ini ditunjukan dari nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan air rebusan daun sirih lebih banyak menurunkan koloni jamur Candida albicans dibandingkan dengan tablet pembersih gigi tiruan effervescent. Tabel 2. Uji Post-HocLSD Larutan Perendamam Beda rerata Signifikan A1 X1-99,87 500 A1 X2-16,00 000 X1 X2 83,87 500 Keterangan 0.000 Aquades < Air Rebus an Daun Sirih 0.000 Aquades < Tablet Pembersih Gigi Tiruan Effervescent 0.000 Air Rebus an Daun Sirih > Tablet Pembersih Gigi Tiruan Effervescent Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terlihat adanya perbedaan penurunan jumlah koloni Candida albicans pada air rebusan daun sirih dan tablet pembersih gigi tiruan effervescent. Hal ini disebabkan karena zat yang terkandung dalam daun sirih paling besar adalah minyak atsiri yang terdiri atas betlephenol, seskuiterpen, hidroksikaviko, cavibetol, estragol, eugenol, karvakol dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidan, dan anti jamur. 10 Karvikol bersifat sebagai desinfektan dan anti jamur sehingga bisa digunakan sebagai antiseptik, eugenol dan methyl-eugenol dapat digunakan untuk mengurangi sakit gigi. Selain itu daun sirih juga mengandung kavikol yang merupakan turunan minyak atsiri yang memiliki daya bunuh bakteri lima kali lebih besar. Turunan minyak atsiri ini dapat meningkatkan permeabilitas sel sehingga 321

pertumbuhan sel akan terhambat, kemudian sel menjadi rusak dan mati. 11 Menurut penelitian Nuniek (2012), membuktikan bahwa air rebusan daun sirih memiliki sifat antibakteri terhadap bakteri aerob dan anaerob, hal ini disebabkan adanya kandungan fenol yang bersifat antibakteri pada daun sirih. Sirih hijau sering digunakan untuk mengatasi bau badan dan mulut sariawan, mimisan, gatalgatal dan koreng. 12 Hal ini didukung oleh penelitian Glaresia (2012), menyatakan bahwa berkumur dengan air rebusan daun sirih dapat menurunkan indeks plak. Hal ini juga sesuai dengan penelitian Muthmainnah (2013) yang menyebutkan bahwa air rebusan daun sirih dapat menurunkan indeks plak dan jika daun sirih yang diolah dengan cara direbus mengurangi resiko timbulnya bakteri (Muthmainnah, 2013). 13 Disamping perendaman pada bahan tradisional dapat juga dilakukan menggunakan bahan kimia seperti tablet pembersih gigi tiruan effervescent. Pembersih gigi tiruan alkaline peroksida tersedia dipasaran dalam bentuk tablet dan bubuk. Pada saat tablet dilarutkan dalam air hangat, sodium perborat akan terurai dan membentuk alkalline peroksida kemudian senyawa ini melepaskan oksigen dan terjadilah aksi pembersihan terhadap basis gigi tiruan. Aksi pembersihan merupakan kemampuan oksidasi dari dekomposisi peroksida dan reaksi effervescent menghasilkan oksigen. 14 Menurut penelitian Ana Paula (2010), menyatakan bahwa aturan perendaman desinfektan dengan alkaline peroksida dilakukan selama 15 menit, tetapi pada perendaman 15 menit tersebut belum efektif dalam menghilangkan biofilm Candida sp dari permukaan gigi tiruan. Hal ini di dukung oleh penelitian Marina et al (2010), aturan pembersihan gigi tiruan dilakukan selama 20 menit setiap hari dapat menyebabkan penetrasi pembersih gigi tiruan ke dalam pori-pori resin krilik yang dapat mengahancurkan mikroorganisme. 15 SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian perendaman plat resin akrilik pada tablet pembersih gigi tiruan Effevescent dan air rebusan daun sirih tehadap penurunan jumlah koloni jamur Candida albicans didapatkan simpulan bahwa terdapat perbedaan penurunan jumlah koloni jamur Candida albicans pada plat resin akrilik yang direndam dalam air rebusan daun sirih data tablet pembersih gigi tiruan Effervescent. Saran Perlu dilakukan lebih lanjut mengenai pengaruh air rebusan daun sirih terhadap pertumbuhan jenis mikroorganisme lain yang terdapat pada plat resin akrilik. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai saran dokter gigi dalam merekomendasikan jenis pembersih gigi tiruan yang baik digunakan oleh pengguna gigi tiruan. DAFTAR PUSTAKA 1. Inayati, E. Perbedaan Jumlah Candida albicans pada Permukaan Resin Akrilik Heat Cured setelah Perendaman dalam Larutan Kopi dan Teh Hijau. Majalah Kedokteran Gigi (Dent.J). FKG UNAIR, Surabaya, 2001;34:10-12. 2. Shibrata, N., Suzyki, A., Kobayashi, H, and Okawa. Y. Chemical Structure of the Cell- Well Mannan of Candida albicans serotype A and its Difference in Yeast and Hyphal Forms. Biochem. J., p.2007: 356-372. 3. Brook G, Butel J, Ornston LN, Jawets E, Melnick JL, Adelberg EA.. Mikrobiologi Kedokteran (Medical Microbiology). Alih Bahasa: Mudihardi E, Kurniawan. Jakarta: EGC.2000.Edisi 20 hal.627-9. 4. Erna, F., Rostiny, Sherman, S.Efektivitas minyak kayu manis dalam menghambat pertumbuhan Prosthodontics.2010;Vol. 1 : 50-58. 5. Lee HE, Li CY, Chang HW, Yang YH, Wu JH. Effect of different denture cleaning methods to remove candida albicans from acrylic resin denture 322

based material. Journal Dent Sci.2011;Volume 6, 216:220. 6. Lee HE, Li CY, Chang HW, Yang YH, Wu JH. Effect of different denture cleaning methods to remove candida albicans from acrylic resin denture based material. Journal Dent Sci,2011 Volume 6, 216:220. 7. Kristiana D. Kekuatan transversa (transversal strength) akrilik self cured dan akrilik heat cured direndam rebusan daun sirih (piper bitle) sebagai bahan pembersih gigitiruan lepasa.,journal Scien Dent.2007:22(4) : 121-7. 8. Siti, Muflikhatur R. Perbedaan Pengaruh antara Ekstrak dan Rebusan Daun Salam (Eugenia polyantha) dalam Pencegahan Peningkatan Kadar Kolesterol Total Pada Tikus Sprague Dawley.Ilmu Gizi Kedokteran, Universitas Diponegoro.2013. 9. Safithri M, Fahma F. Potency of P crocatum decoction as an anti hyperglycemic. Hayati J Biosci, 2008;15, 45-48. 10. Hanum NA, Ismalayani, Syanariah M.Uji Efek Bahan Kumur Air Rebusan Daun Sirih (Pipper betle L) Terhadap Pertumbuhan Plak. Jurnal Kesehatan. 2012;1(10):5. 11. Agustin DW. Perbedaan Khasiat Antibakteri Bahan Irigasi antara Hydrogen Peroksida 3% dan Infisum Daun Sirih 20% Terhadap Bakteri. Dental Journal 2005;38(1): 45-7. 12. Nuniek, N,F. Efektivitas Tindakan Oral Hygiene Antara Povidone Iodine 1% dan Air Rebusan Daun Sirih di Pekalongan. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2012;4(1): 62-64. 13. Muthmainnah, M. PengaruhPasta Gigi yang mengandung Daun Sirih Dalam Mengurangu Plak dan Gingivitis padagingivitis Marginalis Kronis. Universitas Hasanuddin.2013;9-10. 14. Glaxo, Smith Kline. 2014. Inventor POLIDENT. Australia. 15. Parandos HDFO, Peracini A, Pisani MX, Oliveira VDC, Souza RFD, Lovato CHS. Color Stability, Surface Roughness and Flexural Strength of an Acrylic Resin Submitted to Simulated Overnight Immersion in Denture Cleansers. Braz Dental Jurnal. 2013;24(2): 152-6. 323