SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA

dokumen-dokumen yang mirip
PANDUAN PELAKSANAAN LOMBA SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA (SIBI) SMALB TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015

Latihan Kekuatan Otot Tubuh Bagian Atas

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini peneliti memberikan analisis terhadap hal-hal yang telah di

SIKAP HORMAT DAN TEGAK

Dilakukan. Komponen STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TEKNIK PEMIJATAN BAYI

Melatih Kebugaran. Kecepatan gerak Loncat katak

PANDUAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR

Berbagai Bentuk dan Kombinasi Gerak Dasar Anak Usia dini

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

A. Daya Tahan dan Kekuatan Otot

SENAM REFLEKSI TAHAP PELEBURAN (terdiri dari tujuh gerakan)

PEDOMAN MEMIJAT PADA BAYI DAN ANAK. ppkc

Tolak Peluru. Presented By Suci Munasharah

2.4.1 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik Menunjukkan perilaku disiplin selama pembelajaran.

PENDAHULUAN. Trenggalek, 16 Januari Penulis

Peta Konsep GERAK RITMIK

BAB III METODE PENELITIAN. mengarah pada tujuan penelitian serta dapat dipertanggungjawabkan secara. pada ketepatan dalam penggunaan metode.

Angkat kedua dumbbell ke depan dengan memutar pergelangan tangan (twist) hingga bertemu satu sama lain.

Sistem Komunikasi Anak Tunarungu I. Konsep dasar sistem komunikasi anak tunarungu Program pendidikan yang dilaksanakan di lembaga-lembaga sekolah

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN DAN HIPOTESIS TINDAKAN. beregu. Permainan kasti dimainkan dilapangan terbuka. Jika ingin menguasai

TEKNIK DASAR DALAM GERAKAN PENCAK SILAT Disampaikan Sebagai Materi Muatan Lokal Pencak Silat SMA NEGERI ARJASA

Teknik Dasar Permainan Bola Basket Beserta Gambarnya

LANGKAH-LANGKAH PERAWATAN KULIT WAJAH

BAB IV SIMPULAN. 41 Universitas Kristen Maranatha

I. Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang kalian anggap paling benar!!!

BAB X ISOMETRIK. Otot-otot Wajah terdiri dari :

Permainan Bola Voli. 1. Sejarah Permainan Bola Voli. 2. Pengertian Bola Voli. 3. Lapangan Bola Voli

PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) LATIHAN FISIK RENTANG GERAK / RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF

HEADSTAND / KOPSTAND

Lampiran 15. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Passing Bawah

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Lampiran 1 SURAT IJIN PENELITIAN

PENAMPILAN DIRI DAN KEPRIBADIAN

PERATURAN BARIS BARIS (P.B.B) ( Bag. I )

MATERI SENAM AEROBIK LOW IMPACT DAN HIGH IMPACT

Lampiran 3. Petunjuk Pelaksanaan TKJI untuk Anak Usia Tahun. Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan.

Latihan 1: untuk menyiapkan kondisi secara fisiologis maupun psikologis agar dapat melaksanakan latihan gerakan senam dengan baik dan benar

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

MODEL SILABUS. Standar Kompetensi : 1. Memahami gambaran konsep tubuh dengan benar berikut lokasi, dan fungsi serta gerakannya.

PERATURAN BARIS BERBARIS

SENAM HAMIL BANTU MELAHIRKAN TANPA KECEMASAN Oleh : Sulastri, S.Kep., Ns. Dosen Akper PKU Muhammadiyah Surakarta. Abstrak :

ANGKA UKUR. Angka ukur diletakan di tengah-tengah garis ukur. Angka ukur tidak boleh dipisahkan oleh garis gambar. Jadi boleh ditempatkan dipinggir.

Satuan Layanan Bimbingan dan Konseling

LAMPIRAN 7. Prosedur Pelaksanaan Tes. Prosedur tes : pernafasan atau dapat pula untuk mengukur VO2 Max. kebutuhan

PERATURAN BARIS BARIS (P.B.B)

BAB VIII RENANG. 150 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK

BTCLS BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PROSEDUR SENAM LANSIA

( ) Administrasi Bisnis 2014 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro

Sejarah Lempar Lembing

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Shella Abdillah Sunjaya, 2013

4. Simbol dan makna tari

BAB V KEBUGARAN JASMANI. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 117

SENAM. Bahan Belajar Mandiri

BAHAN AJAR : c. Pigmentasi: terjadinya perubahan warna kulit akibat terganggunya melanin pada sel melanosit.

PRAKTEK BERGERAK DILINGKUNGAN SEKTAR SEKOLAH DAN UMUM

BAB III METODE PENELITIAN

GESTURES MATERI 8 MATA KULIAH ILMU PERNYATAAN KOMUNIKASI KINESIK:

SISTEM GERAK PADA MANUSIA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

LAMPIRAN SUKHASANA SHAVASANA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. maka memperoleh pengetahuan yang lebih baik. Pengetahuan tersebut

METHODIK DASAR GERAK ATHLETIK

terdiri dari Langkah Berirama terdiri dari Latihan Gerak Berirama Senam Kesegaran Jasmani

Senam Ritmik/ Irama (Lanjutan)

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA JOB SHEET BUSANA PRIA. 1. Kompetensi Mampu membuat Jaket

II. TINJAUAN PUSTAKA. mendorong, membimbing mengembangkan dan membina kemampuan

BENTUK-BENTUK LATIHAN MULTILATERAL

IRHAM HOSNI PLB FIP UPI

PEMERIKSAAN KESEGARAN JASMANI ANAK USIA SEKOLAH LANJUTAN. Oleh: Cerika Rismayanthi, M.Or NIP

BAB I PENDAHULUAN BAB II A. LATAR BELAKANG

BAB II TINJAUAN TEORI

Latihan Kuatkan Otot Seluruh Badan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam membentuk tindakan seseorang (overt behavior). Berdasarkan pengalaman

Lampiran 1. Catatan Observasi. CATATAN OBSERVASI II Nama Bayi :... Nama Orang tua :... Lama terbangun. No. Observasi

Tipe Tubuh Manusia. Ada tiga tipe tubuh manusia, yakni ectomorph (kurus), endomorphs (ideal/atletis), dan mesomorphs (pendek dan bulat).

TOLAK PELURU A. SEJARAH TOLAK PELURUH

TEHNIK MOBILITAS DAN STRATEGI LAYANAN IRHAM HOSBI PLB FIP UPI

Petunjuk Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia. 1) lintasan lurus, datar, tidak licin, berjarak 30 meter, dan mempunyai

Operasional Museum dan Pusat Pelatihan Meditasi Buddha di. Jawa Tengah ini buka setiap hari Selasa-Minggu. Sedangkan hari Senin

PENGURUTAN (MASSAGE)

PANCASILA 4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945


BAGIAN V POLA HIASAN A. Pola serak atau pola tabur Gambar 5.1 Pola Serak B. Pola berangkai

Diferensial Vektor. (Pertemuan III) Dr. AZ Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data dalam penelitian ini, yaitu kemampuan renang gaya crawl untuk

PENILAIAN KETERAMPILAN KELAINAN PADA LEHER ( ANAMNESIS + PEMERIKSAAAN FISIK)

bab 1 gerak dasar kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Orientasi dan Mobilitas

Tidak ditinggal Sendiri

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM 61 TAHUN 1993 TENTANG RAMBU-RAMBU LALU LINTAS DI JALAN MENTERI PERHUBUNGAN,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Momi Mahdaniar, 2013

Transkripsi:

SISTEM KOMUNIKASI TUNARUNGU Konsep Komunikasi dan Bahasa Komunikasi dan Bahasa SEJARAH PERKEMBANGAN METODE KOMUNIKASI METODE KOMUNIKASI SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA

SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA

KOMPONEN-KOMPONEN UNSUR PEMBEDA MAKNA Sistem isyarat terdiri dari dua jenis komponen, yaitu yang berfungsi sebagai penentu atau pembeda makna, yang berfungsi sebagai penunjang. Semuanya harus bersifat visual sehingga dapat dilihat. Komponen-komponen tersebut, yaitu:

Komponen Penentu Makna Penampil, yaitu tangan atau bagian tangan yang digunakan untuk membentuk isyarat, antara lain: Tangan kanan, kiri atau kedua tangan Telapak tangan dengan jari membuka, mengembam, atau sebagian jari mencuat Posisi jari tangan membentuk huruf A, B,C, atau huruf lain Jari-jari tangan merapat atau merenggang Posisi jari tangan membentuk angka 1,2,3, atau angka lain

Posisi, yaitu kedudukan tangan atau kedua tangan terhadap pengisyarat pada waktu berisyarat antara lain: Tangan kanan atau tangan kiri tegak, condong, mendatar, mengarah ke kanan, ke kiri, ke depan pengisyarat Telapak tangan kanan atau kiri telentang, telungkup, menghadap ke kanan, ke kiri, ke depan pengisyarat Kedua tangan berdampingan, berjajar, bersilang atau bersusun

Tempat, yaitu bagian badan yang menjadi tempat awal isyarat dibentuk atau arah akhir isyarat, antara lain: Kepala dengan semua bagiannya, seperti: pelipis, dahi, dagu Leher Dada kanan, kiri, tengan Tangan Penampil dapat menyentuh, menempel, memukul, mengusap, ataupun mengelilingi tempat

Arah, yaitu gerak penampil ketika isyarat dibuat, antara lain: Menjauhi atau mendekati pengisyarat Kesaping kanan kanan, kiri, atau bolak balik Lurus, melengkung Frekuensi, yaitu jumlah gerak yang dilakukan pada waktu isyarat dibentuk. Ada isyarat yang frekuensinya hanya sekali, ada yang dua kali atau lebih atau ada juga gerakan kecil yang diualng- ulang

Komponen Penunjang Mimik muka,, memberikan makna tambahan/tekanan terhadap pesan isyarat yang disampaikan. Umumnya melambangkan keunggulan atau intensitas pesan yang disampaikan. Misalnya pada waktu mengisyaratkan rasa senang, sedih atau ceria

Gerak tubuh.. Misalnya bahu, memberikan kesan tambahan atas pesan, misalnya isyarat tidak tahu ditambah dengan naiknya kedua bahu, dan ini diartikan benar-benar tidak tahu, atau tidak tahu sedikitpun

Kecepatan gerak berfungsi sebagai penambah penekanan makna isyarat pergi yang dilakukan dengan cepat, dapat diartikan pergilah dengan segera

Kelenturan gerak menandai intensitas makna isyarat yang disampaikan. Isyarat marah yang dilakukan dengan kaku dapat diartikan sebagai marah sekali. Demikian juga isyarat berat yang dilakukan dengan kaku dapat ditafsirkan berat sekali

LINGKUP SISTEM ISYARAT Isyarat pokok, yaitu isyarat yang melambangkan sebuah kata atau konsep. Isyarat ini dibentuk dengan pelbagai macam penampil, tempat, arah dan frekuensi sebagaimana diuraikan di atas

Isyarat tambahan,, yaitu isyarat yang melambangkan awalan, akhiran, dan partikel Isyarat awalan.. Isyarat ini dibentuk dengan tangan kanan sebagai penampil pendamping. Isyarat awalan dibentuk sebelum sebelum isyarat pokok. Seluruhnya ada 7 (tujuh) buah isyarat awalan yang meliputi isyarat awalan me-; ber-; di-; ke- pe-; ter-; pe-; dan se-. contoh me lempar Isyarat akhiran dan partikel.. Isyarat ini dibentuk sesudah isyarat pokok dengan tangan kanan sebagai penampil, bertempat di depan dada dan digerakkan mendatar ke kanan. Isyarat ini terdiri atas akhiran, i, kan, an, man, wan, wati dan partikel lah, kah, dan pun. Contoh; alir kan

Isyarat Bentukan Isyarat ini yaitu isyarat yang dibentuk dengan menggabungkan isyarat pokok dengan isyarat imbuhan dan dengan mengabungkan dua isyarat pokok atau lebih

Abjad Jari Mengisyaratkan nama diri Mengisyaratkan singkatan atau akronim Mengisyaratkan kata yang belum ada isyaratnya