IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
Oleh /by : Gunawan Pasaribu. Key word: Endemic wood species, physical, mechanical, and North Sumatra

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

DAFTAR ISI. 1.1 Latar Belakang Tujuan Penelitian... 2 TINJAUAN PUSTAKA... 3

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR...

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SIFAT FISIS DAN MEKANIS BATANG KELAPA (Cocos nucifera L.) DARI KALIMANTAN SELATAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SIFAT-SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA KAYU KERUING - SENGON. Oleh : Lorentius Harsi Suryawan & F. Eddy Poerwodihardjo

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI. Gambar 3 Bagan pembagian batang bambu.

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Badan Standardisasi Nasional (2010) papan partikel merupakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. sesuai dengan SNI no. 03 tahun 2002 untuk masing-masing pengujian. Kayu tersebut diambil

KAJIAN BEBERAPA SIFAT DASAR KAYU EKALIPTUS (Eucalyptus grandis) UMUR 5 TAHUN

BAB III METODOLOGI. Tabel 6 Ukuran Contoh Uji Papan Partikel dan Papan Serat Berdasarkan SNI, ISO dan ASTM SNI ISO ASTM

BAB I PENDAHULUAN. Untuk memenuhi kebutuhan industri perkayuan yang sekarang ini semakin

KAJIAN BEBERAPA SIFAT DASAR BATANG PINANG (Areca catechu L.)

SIFAT FISIS, MEKANIS DAN PEMESINAN KAYU RARU (Cotylelobium melanoxylon) SKRIPSI

Spesifikasi kelas kekuatan kayu bangunan yang dipilah secara masinal

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH PENGAWETAN TERHADAP SIFAT MEKANIS TIGA JENIS KAYU RENDY KURNIAWAN RACHMAT

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODOLOGI. 3.3 Pembuatan Contoh Uji

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

SIFAT ANATOMI EMPAT JENIS KAYU KURANG DIKENAL DI SUMATERA UTARA (Anatomical Properties of Four Lesser Known Species in North Sumatra)

Sifat Mekanik Kayu Keruing untuk Konstruksi Mechanics Characteristic of Keruing wood for Construction

PROTOTYPE PARQUET DARI LIMBAH BATANG AREN Arenga pinnata (Wurmb) Merrill SKRIPSI. Oleh: ANDRO TARIGAN

BAB III METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian 3.2 Alat dan Bahan Test Specification SNI

6 PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGEMPAAN TERHADAP KUALITAS PAPAN KOMPOSIT

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Tekat D Cahyono 1), Syarif Ohorella 1), Fauzi Febrianto 2) Corresponding author : (Tekat D Cahyono)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Rumah Kayu dari Norwegia yang Bergaya Klasik

BAHAN DAN METODE. Waktu dan Tempat Penelitian. Bahan dan Alat

BALOK LAMINASI DARI KAYU KELAPA (Cocos nucifera L)

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Oktober Pembuatan

KAYU LAMINASI. Oleh : Yudi.K. Mowemba F

SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA KAYU IPIL (Endertia spectabilis Steenis & de Wit Sidiyasa) BERDASARKAN LETAK KETINGGIAN DALAM BATANG

METODOLOGI PENELITIAN

(trees). Terdapat perbedaan pengertian antara pohon dan tanam-tanaman

PENGUJIAN SIFAT MEKANIS KAYU

BAB IV PEMBAHASAN. (a) (b) (c) Gambar 10 (a) Bambu tali bagian pangkal, (b) Bambu tali bagian tengah, dan (c) Bambu tali bagian ujung.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

III. BAHAN DAN METODE

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 3(1): 1-7 (2010)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

4 PENGARUH KADAR AIR PARTIKEL DAN KADAR PARAFIN TERHADAP KUALITAS PAPAN KOMPOSIT

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN

Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Nangka sebagai Bahan Baku Alternatif dalam Pembuatan Papan Partikel untuk Mengurangi Penggunaan Kayu dari Hutan Alam

TINJAUAN PUSTAKA. perabot rumah tangga, rak, lemari, penyekat dinding, laci, lantai dasar, plafon, dan

PAPAN PARTIKEL DARI CAMPURAN LIMBAH ROTAN DAN PENYULINGAN KULIT KAYU GEMOR (Alseodaphne spp)

BAB II TINJAIJAN PllSTAKA

3 METODOLOGI. 3.1 Waktu dan Tempat

SURAT KETERANGAN Nomor : '501K13.3.3rrU/2005

METODE PENELITIAN. Kualitas Kayu Jabon (Anthocephalus cadamba M.) dilaksanakan mulai dari bulan. Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara.

Variasi Aksial dan Radial Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) yang Tumbuh di Kabupaten Sleman

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 8 Histogram kerapatan papan.

ANALISA DAN EKSPERIMENTAL PERILAKU TEKUK KOLOM TUNGGAL KAYU PANGGOH Putri Nurul Hardhanti 1, Sanci Barus 2

BAB III LANDASAN TEORI Klasifikasi Kayu Kayu Bangunan dibagi dalam 3 (tiga) golongan pemakaian yaitu :

BAB III BAHAN DAN METODE

BAHAN DAN METODE Bahan dan Alat Tempat dan Waktu Metode Penelitian

POLA PEMBELAHAN JATI RAKYAT DAN SIFAT FISIK SERTA MEKANIK KAYU GERGAJIANNYA

Lampiran 1. Perhitungan bahan baku papan partikel variasi pelapis bilik bambu pada kombinasi pasahan batang kelapa sawit dan kayu mahoni

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Lapangan Terpadu Kampus Gedung Meneng Fakultas

TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman ekaliptus mempunyai sistematika sebagai berikut: Hutan Tanaman Industri setelah pinus. Ekaliptus merupakan tanaman eksotik

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAHAN DAN METODE. Bahan dan Alat

SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA KAYU BONGIN (Irvingia malayana Oliv) DARI DESA KARALI III KABUPATEN MURUNG RAYA KALIMANTAN TENGAH

BAB III METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat 3.2 Alat dan Bahan 3.3 Pembuatan Oriented Strand Board (OSB) Persiapan Bahan 3.3.

Studi Awal Pembuatan Komposit Papan Serat Berbahan Dasar Ampas Sagu

TEKNIK PEMBUATAN BAMBU LAMINASI BERSILANG SEBAGAI BAHAN MEBEL DAN BANGUNAN

PENGARUH KOMPOSISI BAHAN DAN WAKTU KEMPA TERHADAP SIFAT PAPAN PARTIKEL SERUTAN BAMBU PETUNG BERLAPIS MUKA PARTIKEL FESES SAPI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka (frame) struktural yang

BAB I PENDAHULUAN. meningkat. Hampir setiap produk menggunakan plastik sebagai kemasan atau

PENGUJIAN SIFAT MEKANIS PANEL STRUKTURAL DARI KOMBINASI BAMBU TALI (Gigantochloa apus Bl. ex. (Schult. F.) Kurz) DAN KAYU LAPIS PUJA HINDRAWAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

TINJAUAN PUSTAKA. Batang kelapa sawit mempunyai sifat yang berbeda antara bagian pangkal

KAJIAN SIFAT FISIS KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) PADA BERBAGAI BAGIAN DAN POSISI BATANG

Transkripsi:

Penelitian Hasil Hutan Vol. 25 No. 1, Februari 2007: 15-27 Sifat mekanis kayu yang diuji antara lain Modulus of Elasticity (MOE), Modulus of Rupture (MOR), keteguhan tekan sejajar serat dan keteguhan tekan tegak lurus serat dengan menggunakan sistem British. Dalam pengujian mekanis kayu digunakan mesin uji mekanis Universal Testing Machine. D. Analisis Data Data yang dikumpulkan meliputi data sekunder dan data primer. Data sekunder berupa data studi literatur dan wawancara dengan instansi terkait. Rancangan percobaan dilakukan dengan rancangan faktorial dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Tiap jenis dianalisis pengaruhnya posisi dalam batang (pangkal, tengah dan ujung) terhadap sifat fisis dan mekanis kayu (dimana ini dianggap sebagai faktor/perlakuan dalam RAL tersebut). Data-data tersebut ditabulasi dan dianalisa secara statistik dengan bantuan paket program Minitab. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengujian sifat fisis berupa berat jenis, kadar air dan penyusutan kayu (volumetrik, longitudinal, tangensial dan radial) dan sifat mekanis berupa MOR, MOE keteguhan tekan sejajar serat dan keteguhan tekan tegak lurus serat akan ditunjukkan pada Tabel 1, 2, 3 dan 4. Pengujian sifat mekanis kayu dilakukan pada kondisi kayu kering udara dengan kadar air sekitar 15 %. A. Salagundi (Roudholia teysmanii) Kayu Salagundi oleh masyarakat sering digunakan untuk tiang pancang rumah. Bentuk pohon dan pancang yang lurus dari jenis ini, menjadikan sering dieksploitasi dalam bentuk tiang. a. Daun dan Bunga (Leaves and flower) b. Kayu (Wood) Gambar 1. Profil daun/bunga (a) dan kayu (b) jenis pohon salagundi Figure 1. Characteristics profile of leaves/flowers (a) and wood (b) from salagundi tree species 18

Penelitian Hasil Hutan Vol. 25 No. 1, Februari 2007: 15-27 a. Daun (Leaf) b. Kayu (Wood) Gambar 2. Profil daun (a) dan kayu (b) jenis pohon raru Figure 2. Characteristics profile of leaves (a) and wood (b) from raru tree species C. Mobe (Artocharpus dadah) Buah pohon mobe sangat dikenal oleh masyarakat Tapanuli, yang dimanfaatkan sebagai bumbu masakan arsik (pepes ikan ala Tapanuli). Selain itu dilaporkan juga bahwa getah pohon mobe digunakan sebagai obat pembersih luka kotor, daunnya untuk obat sakit perut terutama bagian pucuk. Kayu mobe memiliki serat sangat kasar. a. Daun (Leaf) b. Kayu (Wood) Gambar 3. Profil daun (a) dan kayu (b) jenis pohon mobe Figure 3. Characteristics profile of leaves (a) and wood (b) from mobe tree species 22

Penelitian Hasil Hutan Vol. 25 No. 1, Februari 2007: 15-27 Tabel 3 menunjukkan adanya perbedaan sifat fisis dan mekanis kayu mobe dari kedua pohon. Dari analisis sidik ragam yang dilakukan terhadap semua parameter fisis-mekanis kayu ditemukan beberapa perbedaan sifat yang nyata antar pohon dan antar posisi dalam pohon. Sifat fisis berupa berat jenis kayu antar pohon dan antar posisi dalam satu pohon terdapat perbedaan yang nyata. Berat jenis antar pohon berbeda dimana pohon kedua lebih kecil dari pohon pertama. Berat jenis menurun bagian pangkal lebih tinggi dari bagian tengah dan meningkat lagi di bagian ujung pohon. Nilai berat jenis dan penyusutan volume berkorelasi positif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,14. Modulus elastisitas kayu mobe pohon pertama dan pohon kedua berbeda. Demikian juga antar posisi dalam satu pohon menunjukkan perbedaan, dimana bagian pangkal lebih besar dari pada bagian tengah demikian pula bagian ujung lebih kecil dari bagian tengah. Modulus patah antar posisi dalam pohon berbeda dimana terjadi penurunan dari pangkal ke bagian tengah dan meningkat lagi ke bagian ujung. Nilai berat jenis terhadap MOE dan MOR berkorelasi positif dengan nilai koefisien korelasi masing-masing sebesar 0,23 dan 0,50. Nilai keteguhan tarik sejajar serat tidak berbeda nyata sementara nilai keteguhan tekan sejajar serat menunjukkan perbedaan yang nyata baik antara pohon maupun dalam pohon itu sendiri. Pada bagian pangkal keteguhan tekan sejajar serat besar dan menurun ke arah tengah dan menurun lagi sampai bagian ujung pohon. Berat jenis kayu mobe sekitar 0.55-0.69 sehingga masih dapat digunakan untuk keperluan konstruksi ringan, kusen dan perabotan yang tidak membutuhkan penampilan indah. Dari nilai MOE dan MOR contoh uji, kayu mobe digolongkan ke dalam kelas kuat IIIII. Jenis ini cocok diintrodusikan untuk program rehabilitasi karena berupa pohon multiguna yang mudah diterima oleh masyarakat. D. Medang Landit (Persea rimosa) Medang landit merupakan jenis pohon yang akhir-akhir ini dieksploitasi secara besarbesaran oleh masyarakat untuk diambil kulitnya. Kulit kayu medang oleh petani dijual seharga Rp 1.500,- per kilogram untuk bahan pembuat obat anti nyamuk. a. Daun (Leaf) b. Kayu (Wood) Gambar 4. Profil daun (a) dan kayu (b) jenis pohon medang landit Figure 4. Characteristics profile of leaves (a) and wood (b) from medang landit tree species 24